(ki-ka) Mega Ayu Permatasari, M.Si, Nada Arina Romli, M.I.Kom, Sandy Allifiansyah, Ph.D, Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A, Dr. M. Fikri Akbar, Noprita Herari, M.I.Kom Jakarta Selatan, 10 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) melalui dosen Program Studi Ilmu Komunikasi serta Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Mat Peci Green Camp, Sekolah Sungai Ciliwung, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Komunitas Mat Peci melalui Kemitraan untuk Penguatan Literasi Media”. Program tersebut menjadi bentuk nyata komitmen FISH UNJ dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Kegiatan PkM ini melibatkan sejumlah dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi FISH UNJ, yaitu Nada Arina Romli, M.I.Kom., Mega Ayu Permatasari, M.Si., Noprita Herari, M.I.Kom., Dr. M. Fikri Akbar, M.Si., dan Sandy Allifiansyah, Ph.D. Sementara itu, dari Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital turut hadir Wina Puspita Sari, M.Si., Afina Ruqayyah, M.I.Kom., dan Rico Fernando Siregar, M.I.Kom. Kegiatan ini juga diperkuat dengan kehadiran dosen tamu internasional dari Faculty of Communication and Media Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, yaitu Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A. Kehadiran akademisi internasional tersebut memperluas dimensi kolaborasi FISH UNJ dalam pengembangan kajian komunikasi, khususnya pada isu literasi media, komunikasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Mat Peci Green Camp sendiri merupakan bagian dari Sekolah Sungai Ciliwung yang dikelola oleh Komunitas Mat Peci Ciliwung. Komunitas ini dikenal aktif dalam gerakan edukasi lingkungan, pelestarian kawasan Sungai Ciliwung, serta pemberdayaan warga bantaran sungai. Kegiatan turut dihadiri oleh pendiri Komunitas Mat Peci Ciliwung, Usman Firdaus, bersama warga setempat, karang taruna, dan anak-anak komunitas. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ berupaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami, mengelola, dan menyebarluaskan informasi secara bertanggung jawab. Literasi media menjadi aspek penting karena komunitas lokal saat ini tidak hanya membutuhkan kemampuan menjaga lingkungan secara fisik, tetapi juga kemampuan mengomunikasikan gerakan mereka melalui media digital agar dapat menjangkau publik yang lebih luas. Nada Arina Romli, M.I.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan PkM ini tidak hanya berfokus pada edukasi lingkungan, tetapi juga pada penguatan kemandirian komunitas melalui pengelolaan potensi lokal, termasuk kebun komunitas. Menurutnya, pemberdayaan berbasis lingkungan dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan penguatan solidaritas sosial masyarakat. Penyerahan plakat apresiasi kepada Usman Firdaus, selaku pendiri Komunitas Mat Peci Ciliwung oleh Wina Puspita Sari, M.Si, Afina Ruqayyah, M.I.Kom., dan Rico Fernando Siregar, M.I.Kom Sementara itu, Wina Puspita Sari, M.Si., menekankan pentingnya komunikasi digital dalam memperluas dampak gerakan komunitas. Ia menjelaskan bahwa kegiatan positif yang dilakukan masyarakat perlu dikemas dan disampaikan secara tepat agar dapat menjadi inspirasi bagi publik. “Komunikasi digital akan menjadikan Mat Peci bukan hanya komunitas lokal, tetapi juga role model gerakan lingkungan,” ujarnya. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan literasi media dan edukasi lingkungan mendukung SDG 4: Quality Education, karena menghadirkan pembelajaran berbasis masyarakat yang inklusif dan kontekstual. Upaya pemberdayaan komunitas dan penguatan ekonomi keluarga berkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth, khususnya dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui potensi lokal. Selain itu, kegiatan yang berlokasi di kawasan Sungai Ciliwung juga memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 11: Sustainable Cities and Communities dan SDG 13: Climate Action, karena mendorong kesadaran warga terhadap keberlanjutan lingkungan perkotaan serta pentingnya partisipasi komunitas dalam menjaga ekosistem sungai. Kolaborasi antara FISH UNJ, komunitas lokal, masyarakat, dan mitra internasional juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui kegiatan PkM ini, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara akademisi, komunitas, masyarakat, dan mitra internasional diharapkan dapat terus dikembangkan untuk melahirkan program-program edukatif yang berdampak nyata bagi peningkatan literasi media, penguatan gerakan lingkungan, dan kesejahteraan sosial masyarakat. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (52) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (12) Pengajaran (30) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (22) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi PPKN FISH UNJ Gelar Kolokium Internasional di Universiti Sains Malaysia, Perkuat Jejaring Akademik dan Komitmen SDGs
Pulau Pinang, 7 Mei 2026 — Program Studi Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), melaksanakan kolokium internasional di School of Social Sciences, Universiti Sains Malaysia (USM) pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FISH UNJ dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education dan SDG 17: Partnerships for the Goals. Kolokium internasional ini diikuti oleh 22 mahasiswa Program Studi Magister PPKN UNJ dan 8 mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan IPS Universitas Lampung. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan akademik yang meliputi seminar, presentasi ilmiah, dan diskusi interaktif terkait isu sosial, kewarganegaraan, pendidikan, serta dinamika masyarakat global. Kegiatan ini disambut baik oleh Prof. Madya Mohamad Shaharudin Samsurinan, Dekan School of Social Sciences USM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya forum akademik internasional yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan akademisi dari Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, kolaborasi lintas negara merupakan langkah penting dalam memperluas perspektif akademik mahasiswa, membangun pemahaman lintas budaya, serta memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan gagasan dan hasil kajian akademik mereka dalam forum internasional. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan komunikasi akademik, tetapi juga mendorong keterampilan berpikir kritis, kepercayaan diri, dan kapasitas mahasiswa dalam memahami isu kewarganegaraan dari perspektif global. Dari perspektif SDGs, pelaksanaan kolokium internasional ini sejalan dengan SDG 4, yaitu penyediaan pendidikan berkualitas yang inklusif, relevan, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi global mahasiswa. Forum ini juga mendukung SDG 17 melalui penguatan kemitraan akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia sebagai bagian dari kerja sama pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Bagi FISH UNJ, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi fakultas dalam memperkuat reputasi akademik internasional melalui mobilitas akademik, pertukaran gagasan ilmiah, serta pengembangan kolaborasi pendidikan dan penelitian. Program Studi PPKN FISH UNJ terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi keilmuan, tetapi juga pada pembentukan warga global yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab. Dengan terselenggaranya kolokium internasional ini, Program Studi PPKN FISH UNJ berharap kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, khususnya Universiti Sains Malaysia, dapat terus diperkuat melalui program akademik berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan kewarganegaraan, penguatan jejaring akademik Asia Tenggara, serta peningkatan daya saing institusi di tingkat global. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (51) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (11) Pengajaran (30) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (22) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dosen PPKN FISH UNJ Perkuat Kewarganegaraan Global Masyarakat Indonesia di Malaysia melalui Pengabdian Internasional
Pulau Penang (Malaysia), 07 Mei 2026 — Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di Learning Center Pertubuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI), Pulau Pinang, Malaysia, pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperluas kontribusi Tri Dharma Perguruan Tinggi hingga ke tingkat internasional, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. Kegiatan pengabdian ini terselenggara melalui kolaborasi antara Prodi PPKN FISH UNJ dan PERMAI Pulau Pinang. Kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial, akademik, dan kebangsaan antara perguruan tinggi Indonesia dengan komunitas diaspora Indonesia di Malaysia. Koordinator Prodi PPKN FISH UNJ, Yuyus Kardiman, menyampaikan bahwa pemilihan PERMAI Pulau Pinang sebagai lokasi pengabdian masyarakat merupakan bagian dari implementasi keilmuan PPKN dalam membangun civic community di luar negeri. Menurutnya, masyarakat Indonesia di mancanegara memiliki peran penting dalam menjaga nilai kewarganegaraan, solidaritas sosial, identitas kebangsaan, serta partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat global. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat implementasi civic community bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya di Pulau Pinang. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir tidak hanya di lingkungan domestik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia di mancanegara,” ujar Yuyus Kardiman. Sebanyak 11 dosen Prodi PPKN FISH UNJ terlibat langsung dalam kegiatan ini, yaitu Prof. Nadiroh, Prof. Tjipto Sumadi, Prof. Etin Solihatin, Prof. Achmad Husen, Raharjo, Yuyus Kardiman, Mohammad Maiwan, Iqbal Syafrudin, Mitra Mustaricha, Fella Defilla, dan Syifa Syarifa. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian masyarakat diisi dengan sesi edukasi, diskusi, dan penguatan kapasitas masyarakat terkait isu sosial, kewarganegaraan digital, lingkungan, serta pemberdayaan komunitas Indonesia di luar negeri. Melalui pendekatan ini, Prodi PPKN FISH UNJ mendorong masyarakat Indonesia di Malaysia untuk terus berperan aktif sebagai warga negara yang adaptif, kritis, peduli lingkungan, dan mampu menjaga nilai kebangsaan dalam konteks kehidupan lintas negara. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui penguatan literasi kewarganegaraan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan komunitas diaspora, FISH UNJ menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang inklusif, berdaya, dan berorientasi pada keberlanjutan. Selain kegiatan edukatif, Prodi PPKN FISH UNJ juga memberikan hibah berupa satu unit pendingin ruangan atau AC kepada PERMAI Pulau Pinang. Bantuan ini diberikan untuk mendukung kenyamanan ruang belajar dan menunjang efektivitas berbagai kegiatan pendidikan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh PERMAI. Sekretaris Jenderal PERMAI Pulau Pinang, Agung Priatin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prodi PPKN FISH UNJ dalam kegiatan pengabdian masyarakat internasional tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi bentuk perhatian nyata dari perguruan tinggi Indonesia terhadap masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. “Kami sangat menyambut baik kehadiran PPKN FISH UNJ dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di Malaysia,” ujar Agung Priatin. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ memperkuat posisinya sebagai fakultas yang berkomitmen pada pengembangan ilmu sosial, hukum, pendidikan kewarganegaraan, dan pemberdayaan masyarakat lintas negara. Kolaborasi bersama PERMAI Pulau Pinang diharapkan dapat terus berkembang melalui program pendidikan, pengabdian, riset kolaboratif, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat Indonesia di Malaysia pada masa mendatang. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (50) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (11) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (21) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dosen Rumpun Geografi FISH UNJ dan MGMP Geografi DKI Jakarta Perkuat Kompetensi Guru Berbasis Digital, Kebencanaan, dan Riset
Jakarta, 8 Mei 2026 — Rumpun Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) bekerja sama dengan MGMP Geografi SMA DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru Geografi Berbasis Digital, Kebencanaan, dan Riset untuk Pembelajaran Inovatif di DKI Jakarta.” Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026, di SMAN 2 Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 97 guru Geografi SMA dari lima wilayah DKI Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperkuat kapasitas guru sebagai aktor penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada pembelajaran geografi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, isu lingkungan, kebencanaan, serta kebutuhan riset pendidikan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kasi Kelembagaan dan Sumber Belajar Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Umaryadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kompetensi pembelajaran sekaligus mendorong guru untuk menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional dan karier. “Kegiatan ini merupakan upaya yang sangat baik bagi guru dalam meningkatkan kompetensi pembelajaran dan karya ilmiah, mengingat saat ini guru memiliki kewajiban menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional,” ujarnya. Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala SMAN 2 Jakarta, Setianingrum. Ia menilai bahwa kehadiran para guru besar dan dosen ahli dari FISH UNJ memberikan penguatan akademik sekaligus motivasi bagi para guru untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan semangat akademik kepada kami selaku guru, tetapi juga memberikan pencerahan karena dibina langsung oleh guru besar dan dosen yang memiliki kepakaran luar biasa,” ungkapnya. Pada sesi utama, Guru Besar Geografi UNJ, Prof. Muhammad Zid, menyampaikan materi mengenai peningkatan kapasitas guru dalam penulisan ilmiah bidang geografi. Ia menegaskan bahwa guru memiliki banyak pengalaman pembelajaran, praktik baik, dan refleksi kelas yang dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah, opini pendidikan, maupun publikasi akademik. Menurut Prof. Muhammad Zid, budaya menulis merupakan bagian penting dari profesionalisme guru. Melalui tulisan ilmiah, guru tidak hanya mendokumentasikan pengalaman mengajar, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan mutu pendidikan, dan perluasan praktik baik pembelajaran geografi. Pelatihan juga menghadirkan penguatan kompetensi digital melalui materi yang disampaikan oleh Fauzi Ramadhoan A’Rachman mengenai pemanfaatan Generative AI dan Story Maps dalam pembelajaran geografi. Pada sesi ini, para guru diperkenalkan pada penggunaan kecerdasan buatan generatif untuk membantu penyusunan materi ajar, perencanaan pembelajaran, serta pengembangan narasi spasial berbasis peta digital yang lebih menarik dan kontekstual. Sementara itu, Tri Wandi Januar memberikan pelatihan mengenai penggunaan Google Earth Engine dalam pembelajaran geografi. Teknologi geospasial ini dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran berbasis data spasial, penginderaan jauh, dan analisis lingkungan yang relevan dengan isu kebencanaan, perubahan wilayah, serta pembangunan berkelanjutan. Materi lainnya disampaikan oleh Lona Syafana Pasya melalui pelatihan penggunaan NVivo untuk analisis data kualitatif. Penguatan ini ditujukan untuk membantu guru dalam mengelola data penelitian tindakan kelas, evaluasi pembelajaran, maupun riset pendidikan secara lebih sistematis, kredibel, dan berbasis bukti. Ketua MGMP Geografi DKI Jakarta, Denny Mawardi, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi guru dalam bidang digital, kebencanaan, dan riset menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran geografi yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. “Kami berharap guru Geografi DKI Jakarta semakin siap menghadirkan pembelajaran yang bermakna, aktual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus menjadi guru yang terus melakukan pengembangan profesional,” ujarnya. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kompetensi guru dan penguatan pembelajaran inovatif. Selain itu, materi kebencanaan, teknologi geospasial, dan pembelajaran berbasis data turut berkontribusi pada SDG 11: Sustainable Cities and Communities serta SDG 13: Climate Action, karena membekali guru dengan pengetahuan dan perangkat pembelajaran untuk memahami isu wilayah, lingkungan, risiko bencana, dan perubahan iklim secara lebih kontekstual. Melalui kegiatan PkM ini, Rumpun Geografi FISH UNJ menegaskan peran perguruan tinggi dalam membangun jejaring kolaboratif dengan sekolah dan komunitas guru. Kolaborasi antara FISH UNJ dan MGMP Geografi SMA DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan profesional guru secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi FISH UNJ dalam menghadirkan pendidikan geografi yang inovatif, humanis, berbasis riset, dan responsif terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (49) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (21) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswa PAI FISH UNJ Raih Penghargaan Mawapres Disabilitas “Most Impactful” Universitas Negeri Jakarta 2026
Fajar Trihadi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam FISH UNJ, menerima penghargaan Mawapres Disabilitas “Most Impactful” Universitas Negeri Jakarta 2026 (Doc. PAI FISH UNJ) Jakarta, 13 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali mencatatkan kabar membanggakan melalui prestasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fajar Trihadi, yang berhasil meraih penghargaan sebagai Mawapres Disabilitas “Most Impactful” Universitas Negeri Jakarta 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah, kontribusi, dan dampak positif yang ditunjukkan Fajar dalam lingkungan akademik maupun sosial. Capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Agama Islam, tetapi juga memperkuat komitmen FISH UNJ dalam menghadirkan ruang pendidikan tinggi yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pemberdayaan mahasiswa. Sebagai mahasiswa PAI FISH UNJ, Fajar Trihadi menunjukkan bahwa prestasi tidak hanya diukur melalui capaian akademik, tetapi juga melalui kemampuan memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar. Predikat “Most Impactful” merefleksikan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inspirasi, membangun kesadaran sosial, serta memperkuat nilai kepedulian di tengah kehidupan kampus. Capaian ini sejalan dengan arah pengembangan FISH UNJ sebagai fakultas yang menempatkan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan inklusivitas sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Melalui prestasi tersebut, FISH UNJ menegaskan bahwa mahasiswa dengan berbagai latar belakang dan kondisi memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan memberikan kontribusi bermakna bagi masyarakat. Penghargaan Mawapres Disabilitas “Most Impactful” juga memiliki relevansi kuat dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education dan SDG 10: Reduced Inequalities. Prestasi ini mencerminkan pentingnya pendidikan tinggi yang mampu membuka akses, memberi dukungan, serta menciptakan ekosistem belajar yang adil dan setara bagi seluruh mahasiswa. Selain itu, capaian ini juga mendukung semangat SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui penguatan kolaborasi antara institusi, program studi, dosen, mahasiswa, dan komunitas kampus dalam membangun budaya akademik yang inklusif. Bagi FISH UNJ, keberhasilan Fajar menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga pribadi yang memiliki daya pengaruh sosial, empati, dan keberanian untuk berkontribusi. Prestasi ini memperkuat citra FISH UNJ sebagai fakultas yang terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa secara utuh, baik dalam aspek akademik, karakter, kepemimpinan, maupun kepedulian sosial. FISH UNJ menyampaikan selamat dan sukses kepada Fajar Trihadi atas penghargaan yang telah diraih. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan menghadirkan dampak positif bagi lingkungan kampus, masyarakat, bangsa, dan negara. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (49) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (7) Prodi (20) Program Unggulan (43) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Kolaborasi Akademik Global dalam TMF Journal Conference 2025/2026 di Bangkok
Bangkok, 29 April 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut berpartisipasi dalam TMF Journal Conference 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Thai Media Fund bekerja sama dengan Graduate School of Communication Arts and Management Innovation, National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand. Konferensi ini berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, di The Berkeley Hotel Pratunam, Bangkok, dengan mengusung tema “Advancing Knowledge in Creative Media: Research, Innovation, and Collaboration for Responsible Communication.” Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan ke-4 untuk konferensi tingkat nasional dan sekaligus konferensi internasional pertama yang diinisiasi oleh Thai Media Fund dan NIDA. FISH UNJ hadir sebagai salah satu institusi mitra dalam jejaring kerja sama akademik internasional bersama berbagai perguruan tinggi dan lembaga dari Thailand serta negara mitra lainnya. Secara keseluruhan, konferensi ini melibatkan 41 partner institutions atau co-hosts, termasuk institusi dari China, Pakistan, Korea Selatan, Indonesia, dan India. Konferensi ini menjadi ruang penting bagi akademisi, peneliti, praktisi media, serta lembaga profesional untuk mendiskusikan perkembangan media kreatif, inovasi komunikasi, literasi media, jurnalisme, serta tantangan etika komunikasi di era digital dan kecerdasan artifisial. Pada tahun ini, TMF Journal Conference menerima 84 artikel ilmiah dari peneliti domestik dan internasional. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 26 makalah dari Thailand dan 21 makalah dari China, Pakistan, Korea Selatan, Indonesia, dan India dipresentasikan dalam forum ilmiah tersebut. Pembukaan konferensi diawali dengan laporan dari Associate Professor Dr. Asawin Nedpogaeo, Dean of the Graduate School of Communication Arts and Management Innovation, NIDA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam membangun ekosistem media yang aman, kreatif, dan bertanggung jawab. Sementara itu, Dr. Dhanakorn Srisooksai, Chief Executive Officer Thai Media Fund, dalam pidato pembukaannya menyoroti pentingnya peran Thai Media Fund dalam membantu masyarakat dan praktisi media menghadapi perubahan lanskap komunikasi yang semakin dipengaruhi oleh digitalisasi dan kecerdasan artifisial. Konferensi ini juga menghadirkan dua pembicara utama. Professor Masato Kajimoto dari School of Future Media, The University of Hong Kong, menyampaikan keynote berjudul “Teaching Resilience: Re-imagining Media Education for an Integrity-Driven Information Future.” Ia menekankan pentingnya pendidikan media dalam membangun generasi muda yang mampu berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta memahami bahwa keadilan dalam pemberitaan tidak selalu sama dengan sekadar menghadirkan keseimbangan secara formal. Pembicara utama kedua, Steven Gan, Co-founder Malaysiakini, menyampaikan materi bertajuk “Innovating for Integrity: How Digital Media is Transforming Investigative Journalism and Press Freedom in Asia.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa jurnalisme memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi, keadilan, dan kebebasan publik. Menurutnya, transformasi digital tidak boleh menghilangkan fungsi utama jurnalisme sebagai ruang untuk menyuarakan kelompok yang terpinggirkan dan mengawasi kekuasaan. Sesi panel khusus bertajuk “Creative and Responsible Media in the Age of Artificial Intelligence” turut memperkaya diskusi konferensi. Panel ini menghadirkan sejumlah tokoh media dan akademisi, antara lain Ms. Supinya Klangnarong, Co-founder COFACT Thailand; Mr. Rawee Tawantharong, Committee Member Thai Media Fund; dan Mr. Chavarong Limpattamapanee, Chairman of the National Press Council of Thailand sekaligus Senior Media Scholar. Diskusi dimoderatori oleh Assoc. Prof. Dr. Warat Karuchit dari NIDA. Para panelis menyoroti pentingnya posisi jurnalisme di tengah berkembangnya ekosistem kreator konten, terutama dalam menjaga akurasi informasi, etika publik, dan keberpihakan pada suara masyarakat yang kurang terwakili. Wakil Dekan III Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerjasama FISH UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan konferensi ini sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik global FISH UNJ. “FISH UNJ mengapresiasi terselenggaranya TMF Journal Conference 2025/2026 ini yang menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk terlibat dalam diskusi global mengenai media kreatif, inovasi komunikasi, serta tanggung jawab etis di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Kehadiran FISH UNJ sebagai bagian dari jejaring partner institutions mencerminkan komitmen kami untuk terus memperluas kolaborasi internasional, memperkuat budaya riset, dan menghadirkan kontribusi akademik yang relevan bagi masyarakat global,” ujar Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si. Partisipasi FISH UNJ dalam konferensi ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui keterlibatan dalam forum akademik internasional, FISH UNJ berperan dalam memperkuat literasi media, mendorong riset komunikasi yang bertanggung jawab, serta membangun jejaring kolaboratif lintas negara. Kehadiran FISH UNJ dalam TMF Journal Conference 2025/2026 juga mempertegas peran fakultas dalam mengembangkan kajian ilmu sosial, hukum, dan komunikasi yang responsif terhadap perubahan global. Di tengah perkembangan teknologi, media digital, dan kecerdasan artifisial, FISH UNJ terus mendorong kontribusi akademik yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab publik. Konferensi ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi dapat mengubah cara kerja media, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat utama komunikasi publik: menjaga kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta memastikan bahwa ruang media tetap menjadi ruang yang aman, kreatif, inklusif, dan bertanggung jawab bagi masyarakat global. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (49) Kemahasiswaan (17) Penelitian (15) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (20) Program Unggulan (43) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ Gelar Workshop Kurikulum Berbasis SDGs untuk Perkuat Relevansi Lulusan
Jakarta, 10 Mei 2026 — Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) pada Sabtu–Minggu, 9–10 Mei 2026, di Ruang Rapat 801 Gedung M. Syafei UNJ. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Prodi Pendidikan Sejarah FISH UNJ dalam memperkuat kurikulum agar semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tantangan global, kebutuhan dunia kerja, serta arah pembangunan berkelanjutan. Workshop ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, alumni, stakeholder, organisasi profesi, Asosiasi Guru Sejarah Indonesia, serta perwakilan MGMP Sejarah. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen Prodi Pendidikan Sejarah FISH UNJ dalam membangun kurikulum yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor profesional kontemporer. Kegiatan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Tarunasena, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Sejarah FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia dan Dr. Abrar, M.Hum. dari Program Studi Pendidikan Sejarah FISH UNJ. Keduanya memberikan penguatan konseptual dan praktis mengenai pentingnya integrasi SDGs dalam kurikulum pendidikan sejarah di perguruan tinggi. Pada hari pertama, Dr. Abrar, M.Hum. menyampaikan materi mengenai integrasi SDGs dalam pembelajaran sejarah. Ia menekankan bahwa pendidikan sejarah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan global, seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, konflik kemanusiaan, kesetaraan gender, hingga isu pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, sejarah tidak hanya berfungsi untuk memahami masa lalu, tetapi juga menjadi ruang reflektif untuk membaca tantangan masa kini dan masa depan. Integrasi SDGs dalam pembelajaran sejarah dapat dilakukan melalui penguatan studi kasus historis, pembelajaran berbasis isu, refleksi sosial, serta pengembangan proyek pembelajaran yang berkaitan dengan lingkungan dan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran sejarah diharapkan mampu membentuk peserta didik yang memiliki karakter, kepedulian sosial, tanggung jawab global, dan kemampuan berpikir kritis. Selain pemaparan materi, hari pertama juga diisi dengan sesi diskusi dan dengar pendapat alumni mengenai relevansi kurikulum dengan dunia kerja. Para alumni memberikan berbagai masukan terkait pentingnya kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan teknologi, isu lingkungan, perubahan sosial global, serta dinamika kebutuhan profesi lulusan Pendidikan Sejarah. Dalam sesi tersebut, peserta menyoroti perlunya perluasan orientasi lulusan Pendidikan Sejarah agar tidak hanya terfokus pada profesi guru, tetapi juga mampu menjangkau berbagai bidang kerja lain yang relevan. Sejumlah peluang profesi yang menjadi perhatian antara lain edukator museum, kurator museum, pamong budaya, pengelola cagar budaya, peneliti sejarah, penulis populer, jurnalis, tenaga arsip, pengembang konten edukasi, hingga profesi di sektor industri kreatif dan media. Masukan dari alumni dan stakeholder memperkuat pentingnya pengembangan kompetensi multidisipliner bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah. Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki penguasaan substansi keilmuan sejarah, tetapi juga keterampilan praktis seperti komunikasi publik, literasi digital, penulisan ilmiah dan populer, kepemimpinan, manajemen kegiatan, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan dunia kerja. Pada hari kedua, Dr. Tarunasena, M.Pd. menyampaikan materi mengenai urgensi pengembangan kurikulum berbasis SDGs. Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi perlu mengintegrasikan aspek pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam kerangka SDGs sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan sosial. Menurutnya, program studi perlu membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan, lingkungan, kebudayaan, dan pembangunan berkelanjutan. Dr. Tarunasena, M.Pd. juga merekomendasikan pengembangan mata kuliah tematik yang relevan dengan tantangan global kontemporer, seperti Sejarah Lingkungan, Sejarah Gender, Sejarah Diplomasi, Sejarah Maritim, serta kajian sejarah tematik lainnya. Pengembangan mata kuliah tersebut dinilai penting untuk memperluas perspektif mahasiswa terhadap isu global sekaligus memperkuat relevansi keilmuan sejarah dalam konteks kehidupan modern. Kegiatan hari kedua turut menghadirkan sesi masukan dari organisasi profesi yang disampaikan oleh Dr. Sumardiansyah Perdana Kusuma, M.Pd. dari Asosiasi Guru Sejarah Indonesia. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk advokasi yang dilakukan organisasi profesi guru sejarah dalam memperjuangkan keberadaan dan penguatan mata pelajaran sejarah di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Ia menegaskan bahwa mata pelajaran sejarah memiliki posisi penting dalam membangun identitas nasional, kesadaran kebangsaan, dan karakter generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan sejarah perlu terus diperkuat melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan profesionalisme guru sejarah di Indonesia. Selain dari organisasi profesi, stakeholder dari sektor museum dan media juga memberikan masukan mengenai kebutuhan kompetensi lulusan Pendidikan Sejarah. Mereka menekankan bahwa lulusan sejarah saat ini perlu dibekali kemampuan komunikasi profesional, public speaking, pengelolaan media digital, dan keterampilan menulis agar mampu bersaing di sektor pendidikan, kebudayaan, media, dan dunia usaha dunia industri. Sebagai penutup, peserta bersama narasumber melakukan sesi review dan evaluasi terhadap kurikulum lama Program Studi Pendidikan Sejarah. Sesi ini menjadi ruang reflektif bagi dosen, alumni, mahasiswa, organisasi profesi, dan stakeholder untuk memberikan saran, kritik konstruktif, serta rekomendasi pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual dengan prinsip SDGs dan kebutuhan pasar kerja. Melalui workshop ini, Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kurikulum yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada masa depan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi FISH UNJ sebagai fakultas yang aktif mengembangkan pendidikan berbasis relevansi sosial, keberlanjutan, dan kebutuhan dunia kerja, serta mendukung lahirnya lulusan Pendidikan Sejarah yang kritis, berkarakter, kompetitif, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (48) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (20) Program Unggulan (43) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ dan Promedia Group Gelar BRI CoreLab 2026, Dorong Literasi Konten Digital Mahasiswa di Era Media Sosial
Jakarta, 13 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) berkolaborasi dengan Promedia Group menyelenggarakan BRI Content Creator Laboratorium (CoreLab) 2026 di Aula Bung Hatta, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur, pada Rabu (13/5). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan industri konten digital, media sosial, serta peluang menjadi kreator dan jurnalis warga di tengah perubahan ekosistem media. Kegiatan BRI CoreLab 2026 menghadirkan sejumlah praktisi media dan industri konten, yaitu CEO Promedia Group Agus Sulistriyono, GM Media Network Promedia Group Agil Hari Santoso, serta Founder Jakarta Kolaborasi Terkini Network (JKTN) Media, Miko Susilo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai dinamika produksi konten, strategi membaca tren media sosial, serta pentingnya kreativitas dalam membangun komunikasi digital yang relevan dengan masyarakat. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumberdaya, Dr. Aris Munandar, M.Si., menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan pelaku industri media. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam memperkuat pengalaman belajar mahasiswa melalui kegiatan berbasis praktik, jejaring profesional, dan penguatan kompetensi komunikasi di era digital. Dalam pemaparannya, CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami peran penting media sosial sebagai ruang utama distribusi konten saat ini. Menurutnya, tren media sosial dapat menjadi acuan bagi para kreator dalam mengembangkan ide, menentukan gaya komunikasi, serta menjangkau audiens secara lebih luas. “Kami lebih menitikberatkan ke platform media sosial, sesuai dengan tren saat ini. Media sosial menjadi salah satu platform yang sangat digemari oleh semua kalangan,” ujar Agus Sulistriyono. Ia berharap kegiatan CoreLab di UNJ dapat mendorong mahasiswa untuk lebih banyak belajar tentang proses pembuatan konten digital yang kreatif, informatif, dan sesuai dengan karakter platform media sosial. Sementara itu, Founder JKTN Media, Miko Susilo, menyoroti peluang mahasiswa untuk berperan sebagai citizen journalist atau jurnalis warga. Ia menjelaskan bahwa konten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat memiliki potensi besar untuk menarik perhatian publik karena bersentuhan langsung dengan peristiwa dan kebutuhan informasi di sekitar mereka. “Kuncinya, coba buat konten-konten yang relate dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” tutur Miko Susilo. Ia juga menambahkan bahwa perangkat digital yang dimiliki mahasiswa saat ini dapat menjadi modal awal untuk berkarya, membangun kreativitas, dan mengembangkan peluang di industri konten. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ memperkuat posisinya sebagai fakultas yang adaptif terhadap perkembangan media dan komunikasi digital. BRI CoreLab 2026 tidak hanya menjadi pelatihan teknis pembuatan konten, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan literasi digital, kreativitas, dan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja di sektor media kreatif. Kegiatan ini relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Quality Education, khususnya dalam mendorong akses pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21. Dengan menghadirkan praktisi industri secara langsung ke ruang akademik, FISH UNJ terus berupaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa agar mampu menjadi komunikator, kreator, dan warga digital yang kreatif, bertanggung jawab, serta berdampak bagi masyarakat. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (48) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (20) Program Unggulan (42) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kependidikan Lewat Pelatihan Bahasa Inggris
Rilis Resmi 12 Mei 2026 Jakarta, 12 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta secara resmi menutup program Pelatihan Bahasa Inggris bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) pada Selasa, 12 Mei 2026. Program yang berlangsung selama 15 kali pertemuan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan fakultas dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan akademik. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi bahasa Inggris para tenaga kependidikan — baik dalam konteks pelayanan akademik maupun administrasi — guna merespons tuntutan dunia pendidikan yang semakin berskala global. Peserta dibekali dengan materi yang mencakup dasar-dasar komunikasi hingga praktik percakapan sehari-hari, dengan penekanan pada tiga aspek utama: kemampuan berbicara (speaking), menyimak (listening), serta penguasaan kosakata yang relevan dengan lingkungan kerja. “Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri para tenaga kependidikan dalam berkomunikasi secara profesional menggunakan bahasa Inggris.” — Pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, UNJ Dalam acara penutupan, pimpinan fakultas menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pengajar yang telah berkontribusi aktif dalam menyukseskan program ini. Antusiasme dan konsistensi kehadiran para peserta selama pelatihan dinilai sebagai cerminan kesungguhan dalam meningkatkan kompetensi diri. Dengan berakhirnya program ini, FISH UNJ menegaskan harapan agar pelatihan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan. Pengembangan kompetensi tenaga kependidikan dipandang sebagai investasi strategis dalam mendukung kualitas layanan dan atmosfer akademik yang profesional di tingkat fakultas maupun universitas. 15 Pertemuan 3 Fokus kompetensi 2026 Program berjalan Tentang FISH UNJ — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang ilmu sosial, hukum, dan komunikasi, dengan komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing global. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (48) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (41) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia International Course 2026 Sesi 9 Soroti Peran AI dalam Transformasi Pendidikan dan Keterampilan Mahasiswa
Jakarta, 11 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan The Eurasia International Course 2026 sesi ke-9 dengan tema “Digitalization and AI Impact on Education and Skill Development.” Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026, pukul 13.00–15.00 WIB secara hybrid, yaitu luring di Ruang Serba Guna, Gedung K FISH UNJ, serta daring melalui platform Zoom. Seminar internasional ini menghadirkan Prof. Madya Dr. H. Zainudin bin H. Hassan dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sebagai pembicara utama. Materi disampaikan dalam Bahasa Malaysia dan Bahasa Inggris, dengan Noprita Herari, M.I.Kom. sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi. Pada sesi ini, peserta diajak untuk merefleksikan bagaimana dunia pendidikan perlu beradaptasi dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan di tengah perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Tema ini menjadi penting karena transformasi teknologi tidak hanya memengaruhi cara manusia belajar, tetapi juga mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja masa depan. Dalam pemaparannya, Prof. Zainudin menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini mengalami perubahan signifikan akibat perkembangan AI. Berbagai sektor industri mulai mengintegrasikan AI untuk mendukung otomasi pekerjaan, pengambilan keputusan, analisis data, hingga peningkatan efisiensi organisasi. Menurutnya, AI dapat mengambil alih pekerjaan yang bersifat repetitif, berisiko tinggi, membutuhkan kecepatan, akurasi, serta komputasi kompleks. Namun, pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi, dan sentuhan kemanusiaan tetap menjadi ruang penting bagi manusia. Prof. Zainudin juga menyinggung laporan World Economic Forum (WEF) yang menyebutkan bahwa perkembangan AI berpotensi mendorong lahirnya berbagai jenis pekerjaan baru, meskipun di sisi lain sejumlah pekerjaan konvensional akan mengalami pergeseran. Oleh karena itu, literasi AI tidak lagi menjadi kebutuhan eksklusif bagi mahasiswa di bidang teknologi, melainkan menjadi kompetensi penting bagi seluruh disiplin ilmu. Mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik perlu memahami bagaimana AI bekerja, bagaimana menggunakannya secara tepat, serta bagaimana tetap berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Lebih lanjut, Prof. Zainudin menekankan bahwa AI bukanlah ancaman bagi dunia pendidikan, melainkan peluang untuk membangun sistem pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan personal. AI dapat membantu pendidik dalam menyelesaikan berbagai tugas administratif, menganalisis perkembangan belajar mahasiswa, serta memberikan dukungan pembelajaran yang lebih terarah. Dengan demikian, pendidik memiliki ruang yang lebih besar untuk berfokus pada aspek yang tidak dapat digantikan oleh mesin, seperti pembentukan karakter, kreativitas, etika, komunikasi, dan kecerdasan emosional. Dalam sesi tanya jawab, peserta turut mengangkat isu-isu kritis terkait penggunaan AI. Abel Elysia dari Program Studi Pendidikan Sosiologi menanyakan pandangan pembicara mengenai penggunaan AI dan dampaknya terhadap krisis iklim. Menanggapi hal tersebut, Prof. Zainudin menjelaskan bahwa efisiensi energi menjadi perhatian penting dalam menghadapi masa depan, tidak hanya karena penggunaan AI, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab keberlanjutan. Ia turut membagikan praktik di UTM, yaitu kebijakan work from home bagi seluruh fakultas pada hari Selasa dan Kamis sebagai salah satu upaya mendukung efisiensi energi. Pertanyaan lain disampaikan oleh Marco dari Program Studi Ilmu Komunikasi mengenai bagaimana AI tidak hanya menggantikan pekerjaan, tetapi juga menciptakan pekerjaan baru, termasuk kaitannya dengan intellectual property dan bidang seni. Prof. Zainudin menegaskan bahwa meskipun AI dapat membantu dalam banyak pekerjaan, manusia tetap memiliki peran utama dalam menghadirkan kreativitas, pengetahuan, dan penilaian kritis. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan ChatGPT dan teknologi serupa sebaiknya dimanfaatkan untuk menguji serta mendukung pengetahuan, bukan untuk diikuti secara mentah tanpa proses berpikir kritis. Melalui penyelenggaraan The Eurasia International Course 2026, FISH UNJ terus memperkuat ruang pertukaran gagasan akademik internasional yang relevan dengan tantangan global. Sesi ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi dan kemampuan manusia dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital. Diskusi berlangsung interaktif dan diikuti secara antusias oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik, baik secara luring maupun daring. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama menggunakan hand sign Intelligentia Dignitas UNJ sebagai simbol kolaborasi akademik, kebersamaan, dan komitmen FISH UNJ dalam mendorong pendidikan yang adaptif, humanis, serta siap menghadapi perkembangan teknologi masa depan. Penulis: IM, HH, dan CMFISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (47) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (41) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru