Jakarta, 16 April 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Prof. Dr. Muzani Jalaluddin, Dipl. Geo., M.Si., kembali menunjukkan kontribusi akademiknya melalui publikasi artikel riset internasional berjudul “Disaster education from an Islamic perspective: clarifying predestination and fatalism in disaster risk reduction”. Artikel tersebut ditulis bersama Tafiati Tafiati dan Awida Awida dari Fakultas Adab, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Artikel ini diterima pada 25 Mei 2026 dan dipublikasikan secara daring pada 12 Juni 2026 oleh Taylor & Francis Online dengan DOI: 10.1080/17477891.2026.2681603. Riset tersebut mengangkat isu penting mengenai pendidikan kebencanaan dari perspektif Islam, khususnya dalam meluruskan pemahaman antara konsep predestinasi atau qadar dan fatalisme dalam konteks pengurangan risiko bencana. Dalam kajiannya, Prof. Muzani dan tim menjelaskan bahwa kesalahpahaman terhadap ajaran Islam tentang bencana masih ditemukan di sebagian masyarakat. Salah satu bentuk kesalahpahaman tersebut adalah anggapan bahwa bencana sepenuhnya merupakan takdir yang tidak perlu direspons dengan kesiapsiagaan, mitigasi, dan upaya pengurangan risiko. Pandangan ini berpotensi melahirkan sikap pasif serta melemahkan partisipasi masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini menganalisis sumber-sumber utama Islam, yaitu Al-Qur’an dan Hadis, serta literatur ilmiah yang berkaitan dengan agama, pendidikan, dan studi kebencanaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, predestinasi tidak identik dengan kepasrahan pasif. Sebaliknya, ajaran Islam menekankan pentingnya ilmu, ikhtiar, tanggung jawab etis, dan tawakal sebagai bagian dari kesiapan manusia dalam menghadapi risiko. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual yang menjelaskan transisi dari fatalisme teologis menuju agensi proaktif melalui integrasi tiga nilai utama, yaitu Al-’Ilm atau pengetahuan, Ikhtiyar atau usaha manusia, dan Tawakkul atau kepercayaan kepada Allah setelah melakukan upaya terbaik. Kerangka ini menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan berbasis nilai Islam dapat menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab kolektif masyarakat. Publikasi ini memiliki relevansi yang kuat dengan keilmuan Pendidikan Geografi, khususnya dalam pengembangan literasi kebencanaan, pendidikan lingkungan, dan penguatan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana. Sebagai negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana tinggi, Indonesia membutuhkan pendekatan pendidikan kebencanaan yang tidak hanya berbasis pengetahuan ilmiah, tetapi juga memperhatikan nilai budaya, agama, dan sosial masyarakat. Dekan FISH UNJ menyampaikan bahwa publikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik fakultas dalam mengembangkan riset yang berdampak bagi masyarakat. Riset Prof. Muzani dan tim menunjukkan bahwa ilmu sosial, pendidikan geografi, dan kajian keagamaan dapat saling melengkapi dalam membangun pemahaman masyarakat yang lebih aktif, rasional, dan bertanggung jawab dalam menghadapi bencana. Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), artikel ini berkontribusi pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan kebencanaan berbasis nilai dan literasi kritis. Riset ini juga relevan dengan SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan karena mendorong masyarakat yang lebih tangguh terhadap risiko bencana. Selain itu, artikel ini mendukung SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, terutama dalam aspek peningkatan kapasitas adaptasi, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko. Publikasi ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan publikasi ilmiah dosen, kolaborasi riset lintas institusi, dan kontribusi akademik yang berdampak pada masyarakat. Kolaborasi antara FISH UNJ dan UIN Imam Bonjol menunjukkan pentingnya jejaring akademik interdisipliner dalam menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan sosial, kebencanaan, pendidikan, dan kehidupan beragama di Indonesia. Melalui publikasi ini, FISH UNJ semakin menegaskan komitmennya dalam mendorong riset yang tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan literasi masyarakat. Kajian mengenai predestinasi, fatalisme, dan pengurangan risiko bencana ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pendidik, peneliti, pembuat kebijakan, tokoh agama, dan komunitas dalam membangun pendidikan kebencanaan yang lebih humanis, kontekstual, dan transformatif. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (15) Pengajaran (43) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (29) Program Unggulan (53) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Literasi Hukum, Lingkungan, dan Ekowisata bagi Perempuan Pesisir Pulau Pari
Jakarta, 13 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran perguruan tinggi bagi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Desa Binaan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 10–12 Juni 2026 di Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, DKI Jakarta, ini berfokus pada penguatan kapasitas perempuan pesisir melalui literasi hukum, lingkungan, pendidikan, komunikasi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh dosen dari sejumlah program studi di lingkungan FISH UNJ, antara lain Program Studi Pendidikan IPS, Program Studi Ilmu Hukum, serta Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara FISH UNJ dan Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari dalam membangun model pemberdayaan masyarakat pesisir yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan komunitas. Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi lapangan serta penyuluhan bertema lingkungan. Dosen Program Studi Ilmu Hukum FISH UNJ, Sanusi, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi wilayah kepulauan. Ketua Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari, Asmania, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini karena dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran terhadap isu lingkungan dan hukum. Pada sesi lingkungan, peserta memperoleh edukasi mengenai penerapan biopori sebagai salah satu cara sederhana untuk mengelola sampah organik sekaligus meningkatkan daya resap air. Materi ini disampaikan oleh Dian Alfia Purwandari, dosen Program Studi Pendidikan IPS FISH UNJ. Selain itu, Nandi Kurniawan, dosen Program Studi Pendidikan IPS FISH UNJ, memberikan pelatihan mengenai sistem panen air hujan sebagai upaya memperkuat ketahanan air bersih di kawasan kepulauan. Peserta juga diperkenalkan pada penggunaan alat ukur pH untuk memantau kualitas air secara sederhana. Memasuki hari kedua, kegiatan diarahkan pada penguatan literasi hukum, pendidikan, serta pemanfaatan hasil laut. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan isu dan kebutuhan masyarakat setempat. Pada kelompok hukum, para dosen memberikan berbagai materi mengenai hukum pariwisata berbasis masyarakat, hak dan kewajiban dalam pengelolaan tanah, advokasi penguasaan ruang hidup, prosedur perizinan pengembangan wilayah wisata, pencegahan tindak pidana narkotika, serta perlindungan anak melalui edukasi pencegahan perkawinan anak. Sementara itu, kelompok pendidikan mendapatkan penguatan materi mengenai pentingnya sikap inklusif terhadap penyandang disabilitas sebagai bagian dari penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Peserta juga memperoleh materi mengenai pendidikan karakter keluarga melalui adaptasi budaya 5S Jepang, yaitu seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke, yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan komunitas. Kegiatan hari kedua juga diisi dengan pelatihan pemanfaatan hasil laut berbasis konsep ekonomi biru. Melalui pelatihan ini, peserta diajak mengolah ikan tongkol menjadi produk makanan khas bernama Sala. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi keluarga dan komunitas, terutama bagi perempuan pesisir yang memiliki peran strategis dalam keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat kepulauan. Pada hari terakhir, kegiatan berfokus pada literasi komunikasi dan penguatan sosial masyarakat. Abdul Kholik, dosen Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ, memberikan pelatihan mengenai komunikasi visual positif berbasis green campaign untuk mendukung branding ekowisata Pulau Pari. Materi ini diarahkan agar masyarakat mampu membangun pesan visual yang edukatif, ramah lingkungan, dan mendukung pengembangan ekowisata berbasis komunitas. Selain itu, Nova Scorviana H., dosen Program Studi Pendidikan IPS FISH UNJ, menyampaikan materi mengenai penguatan kesetaraan gender berbasis pengetahuan lokal perempuan pesisir melalui pendekatan antropologi partisipatoris. Melalui sesi ini, peserta diajak merefleksikan peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan di wilayah pesisir. Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi bersama peserta. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif peserta dalam diskusi, praktik, dan refleksi selama program berlangsung. Melalui pendekatan multidisipliner, FISH UNJ berupaya menghadirkan kegiatan pengabdian yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi masyarakat Pulau Pari. Pelaksanaan PkM ini turut mendukung pencapaian berbagai SDGs, antara lain SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Selain berkontribusi terhadap SDGs, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam aspek kerja sama dan hilirisasi, kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan, penguatan kegiatan dosen di luar kampus, serta pengembangan kegiatan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi antara dosen lintas program studi dan komunitas lokal menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selaras dengan kebutuhan sosial, ekonomi, hukum, dan lingkungan masyarakat. Melalui program ini, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kemitraan berbasis kebermanfaatan. Kemitraan dengan Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari diharapkan dapat terus berkembang sebagai model kolaborasi berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat kepulauan secara inklusif. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (59) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (15) Pengajaran (43) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (29) Program Unggulan (53) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Pendidikan Geografi FISH UNJ Perkuat Kompetensi Geospasial melalui Kuliah Tamu Internasional Bersama Pakar UiTM Malaysia
Jakarta, 14 Juni 2026 — Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk “Application of Quantitative Research Method in Urban Environment Using Geospatial Analysis” pada 12 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Nor Aizam Adnan, pakar geospasial dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, sebagai narasumber utama. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen Pendidikan Geografi FISH UNJ dalam memperkuat kompetensi mahasiswa, dosen, dan peneliti di bidang analisis geospasial berstandar internasional. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan metode penelitian kuantitatif, Sistem Informasi Geografis atau *Geographic Information System* (GIS), serta teknologi penginderaan jauh atau *remote sensing* dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan perkotaan, tata ruang, kebencanaan, wilayah pesisir, dan pembangunan berkelanjutan. Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Nor Aizam Adnan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi geospasial telah membuka peluang baru bagi penelitian lingkungan yang lebih presisi, terukur, dan berbasis data spasial. Menurutnya, integrasi data satelit, analisis statistik, dan pemodelan spasial dapat membantu peneliti memahami dinamika wilayah secara lebih komprehensif serta mendukung proses pengambilan keputusan yang berbasis bukti ilmiah. “Teknologi geospasial memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi, memantau, dan memodelkan berbagai fenomena lingkungan secara lebih menyeluruh. Dengan dukungan data satelit dan analisis spasial, rekomendasi kebijakan dapat disusun secara lebih tepat dan relevan dengan kebutuhan wilayah,” jelasnya. Materi kuliah tamu mencakup pengenalan konsep dasar penginderaan jauh, pemanfaatan berbagai sumber data satelit seperti Landsat, Sentinel, Terra, Aqua, dan SNPP, serta penerapannya dalam kajian lingkungan perkotaan. Narasumber juga menekankan pentingnya ketepatan dalam memilih data satelit berdasarkan resolusi spasial, temporal, dan spektral agar analisis yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan ini adalah pemodelan dan pemetaan banjir atau *flood modelling and mapping*. Melalui integrasi GIS, data hidrologi, serta pendekatan statistik, peserta diajak memahami bagaimana perubahan penggunaan lahan, curah hujan, perubahan iklim, deforestasi, kapasitas drainase, hingga pasang surut laut dapat dianalisis sebagai faktor yang memengaruhi risiko banjir. Beberapa perangkat lunak seperti ArcGIS, HEC-HMS, HEC-RAS, dan ERDAS Imagine turut diperkenalkan sebagai instrumen penting dalam simulasi dan analisis kebencanaan. Selain kebencanaan, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai simulasi perubahan penggunaan lahan dan pengembangan wilayah hingga tahun 2080 melalui pendekatan *Multi-Criteria Analysis* (MCA). Pendekatan ini relevan untuk mendukung perencanaan tata ruang yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Pembahasan berikutnya menyoroti pemanfaatan teknologi geospasial dalam pengelolaan wilayah pesisir. Assoc. Prof. Dr. Nor Aizam Adnan memaparkan bagaimana data satelit Sentinel dan SPOT, yang dikombinasikan dengan metode *Digital Shoreline Analysis System* (DSAS), dapat digunakan untuk memetakan perubahan garis pantai, menganalisis erosi dan akresi, serta mengukur tingkat kerentanan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim. Kajian ini dinilai penting dalam mendukung perumusan strategi perlindungan wilayah pesisir secara lebih efektif. Topik lain yang turut dibahas adalah evaluasi kesesuaian lahan pertanian dengan menggunakan metode *Analytical Hierarchy Process* (AHP) dan *Weighted Overlay Analysis*. Melalui pendekatan tersebut, peneliti dapat mengidentifikasi wilayah yang potensial untuk pengembangan pertanian produktif berdasarkan sejumlah parameter, seperti topografi, jenis tanah, iklim, aksesibilitas, serta ketersediaan sumber daya air. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Salah satu isu yang menarik perhatian adalah strategi mitigasi banjir di Malaysia melalui pembangunan SMART Tunnel atau *Stormwater Management and Road Tunnel* di Kuala Lumpur. Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa infrastruktur multifungsi tersebut dirancang untuk mengurangi risiko banjir kilat sekaligus mendukung mobilitas masyarakat perkotaan. Contoh tersebut memperlihatkan pentingnya integrasi antara rekayasa infrastruktur, perencanaan kota, dan manajemen risiko bencana. Koordinator Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Geografi FISH UNJ, Samadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penguatan internasionalisasi akademik sekaligus peningkatan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembangunan wilayah yang semakin kompleks. “Kolaborasi dengan akademisi internasional seperti UiTM memberikan pengalaman akademik yang sangat penting bagi mahasiswa dan dosen. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep metode penelitian kuantitatif dan analisis geospasial, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menjawab persoalan lingkungan, kebencanaan, tata ruang, pesisir, dan pembangunan wilayah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kolaborasi riset, publikasi internasional, dan pertukaran akademik antara Pendidikan Geografi UNJ dan mitra luar negeri,” ujar Samadi. Penyelenggaraan kuliah tamu internasional ini juga sejalan dengan kontribusi FISH UNJ terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Materi yang dibahas dalam kegiatan ini memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya teknologi geospasial dalam mendukung perencanaan wilayah, mitigasi bencana, perlindungan lingkungan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, kegiatan ini turut mendukung penguatan kualitas pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman belajar di luar kelas, peningkatan kapasitas dosen dalam jejaring akademik internasional, serta perluasan kerja sama dengan mitra perguruan tinggi luar negeri. Kuliah tamu ini juga berpotensi mendorong lahirnya kolaborasi riset dan publikasi internasional yang dapat memperkuat reputasi akademik FISH UNJ. Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Geografi FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kuliah tamu internasional bersama UiTM Malaysia ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa, memperkuat kompetensi geospasial, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara Indonesia dan Malaysia dalam pengembangan keilmuan geografi, teknologi geospasial, dan pembangunan berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (59) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (43) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (29) Program Unggulan (52) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi Humas dan Komunikasi Digital FISH UNJ Gelar INTEREST 2026, Perkuat Apresiasi Budaya dan Kreativitas Mahasiswa
Jakarta, 15 Juni 2026 – Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), menyelenggarakan INTEREST (Integrated Public Relations) Festival 2026 sebagai ruang apresiasi budaya, kreativitas, dan ekspresi mahasiswa. Kegiatan ini menghadirkan rangkaian acara berupa pameran foto, bazar, talkshow budaya, dan fashion show yang menampilkan keberagaman budaya Nusantara maupun mancanegara. INTEREST 2026 menjadi bagian dari upaya program studi dalam menghadirkan pembelajaran di luar kelas yang mendorong mahasiswa untuk memahami budaya secara lebih kontekstual, kreatif, dan komunikatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai perancang, pelaksana, komunikator, sekaligus pelaku kreatif dalam sebuah kegiatan berbasis budaya. Acara dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan pembacaan doa, sambutan Ketua Pelaksana, serta sambutan Kepala Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ, Asep Soegiyarto, M.Si. Dalam sambutannya, ia memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Interest 2026 sebagai bentuk pengembangan kreativitas mahasiswa sekaligus penguatan wawasan kebudayaan dalam bidang hubungan masyarakat dan komunikasi digital. Setelah sesi sambutan, seluruh peserta dan panitia bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UNJ. Pembukaan kegiatan kemudian ditandai secara simbolis melalui pemukulan gong sebagai penanda dimulainya seluruh rangkaian Interest 2026. Rangkaian kegiatan inti dimulai dengan pameran foto dan bazar yang berlangsung secara bersamaan. Pameran foto menampilkan karya mahasiswa yang merekam beragam momen budaya dan kehidupan sosial. Melalui karya visual tersebut, mahasiswa diajak untuk melihat budaya bukan hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai realitas sosial yang hidup dalam keseharian masyarakat. Sementara itu, bazar menjadi ruang interaksi, kreativitas, dan pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Pada sesi talkshow budaya, Interest 2026 menghadirkan Mahsa Kamara dan Delvia Imira Ramadhani sebagai narasumber. Keduanya membahas isu seputar kebudayaan, identitas, dan relevansi budaya di era modern. Diskusi berlangsung interaktif dan membuka ruang refleksi bagi mahasiswa mengenai pentingnya memahami keberagaman sebagai bagian dari kehidupan sosial dan komunikasi publik. Puncak kegiatan INTEREST 2026 ditandai dengan sesi fashion show yang menampilkan busana dari berbagai ragam budaya. Para peserta tampil dengan kostum yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara maupun mancanegara. Peragaan busana ini menjadi simbol bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang perlu dirawat, diapresiasi, dan dikomunikasikan secara kreatif kepada publik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang fashion show dan juara foto terbaik. Apresiasi tersebut diberikan kepada peserta yang telah menampilkan kreativitas, keberanian, dan pemahaman budaya melalui karya maupun penampilan mereka. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama serta pembersihan area kegiatan oleh panitia dan peserta sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Penyelenggaraan INTEREST 2026 selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan kompetensi mahasiswa di luar ruang kelas. Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, terutama dalam upaya melestarikan warisan budaya, memperkuat identitas sosial, dan membangun ruang apresiasi budaya yang inklusif. Selain itu, INTEREST 2026 turut mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek peningkatan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, penguatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan kolaboratif dan berbasis proyek. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam manajemen acara, komunikasi publik, dokumentasi, kerja sama tim, dan pengelolaan aktivitas kreatif yang relevan dengan bidang kehumasan dan komunikasi digital. INTEREST 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan budaya, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ mampu menghadirkan program yang inklusif, edukatif, dan bermakna dalam merayakan keberagaman budaya sebagai fondasi membangun masyarakat yang harmonis. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (58) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (42) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (28) Program Unggulan (52) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Merayakan Keberagaman melalui Rayantara 2026, Ilmu Komunikasi UNJ Dorong Pemahaman Budaya Global
Jakarta, 9 Juni 2026 – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (IKOM UNJ) angkatan 2025 menyelenggarakan kegiatan pentas seni bertajuk “Rayantara 2026” pada Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang mengusung semangat keberagaman budaya ini berlangsung di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana, Kampus A UNJ, dengan menghadirkan berbagai penampilan seni dari mahasiswa. Rayantara 2026 merupakan kegiatan yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya melalui seni pertunjukan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai komunikasi antarbudaya yang menjadi bagian dari pembelajaran di Ilmu Komunikasi UNJ. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam memahami komunikasi antarbudaya melalui pertunjukan seni. Acara dibuka dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi UNJ, Dr. Dini Safitri, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan harapan agar kegiatan dapat berjalan sukses dan lancar serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FISH UNJ, Dr. Aris Munandar, M.Si., menyampaikan pentingnya memahami budaya masing-masing sebagai bagian dari komunikasi antarbudaya dalam masyarakat global. Melalui kegiatan ini, mahasiswa angkatan 2025 diharapkan mampu memahami keberagaman budaya antarnegara serta menjadi individu yang siap berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik di lingkungan global. Rayantara 2026 menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari seni tari, fashion show, drama musikal, hingga berbagai penampilan budaya yang merepresentasikan keberagaman. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui pembelajaran berbasis pengalaman serta penguatan nilai toleransi dan pemahaman lintas budaya. Acara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan penonton. Melalui Rayantara 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNJ angkatan 2025 menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media untuk mengenal, menghargai, serta membangun komunikasi lintas budaya (NA/AL/FISHMed 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (40) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (26) Program Unggulan (51) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ Gelar The Drip Market, Festival Lifestyle Berbasis Thrifting dan Kreativitas Generasi Muda
Jakarta, 1 Juni 2026 — Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), menyelenggarakan The Drip Market, sebuah festival lifestyle kreatif yang mengangkat tren thrifting sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan bagi generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di Teater Terbuka Universitas Negeri Jakarta dengan menghadirkan konsep yang memadukan sustainable fashion, kuliner, hiburan, serta ruang ekspresi kreatif mahasiswa. Mengusung tema “Find Your Flow, Own Your Show”, The Drip Market menjadi wadah bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengekspresikan identitas, kreativitas, serta kepedulian terhadap isu konsumsi berkelanjutan. Festival ini diselenggarakan oleh mahasiswa semester 4 Program Studi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah Manajemen Event. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori penyelenggaraan acara di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam merancang, mengelola, mempromosikan, dan melaksanakan sebuah event secara profesional. Proses tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa di bidang perencanaan kegiatan, kerja sama tim, komunikasi publik, pengelolaan tenant, hingga pelayanan pengunjung. The Drip Market menghadirkan 16 tenant yang terdiri atas pelaku UMKM dan brand lokal dari kategori thrift fashion serta food and beverage. Kehadiran tenant tersebut tidak hanya memberikan variasi produk bagi pengunjung, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas. Melalui kolaborasi ini, kegiatan mahasiswa turut membuka ruang promosi bagi UMKM dan brand lokal untuk menjangkau pasar generasi muda. Tren thrifting yang diangkat dalam festival ini menjadi salah satu bentuk respons kreatif terhadap isu limbah tekstil dan pola konsumsi berlebihan. Dengan memilih, menggunakan kembali, dan mengolah gaya berpakaian melalui produk preloved, generasi muda diajak untuk melihat fashion bukan hanya sebagai tren, tetapi juga sebagai bagian dari kesadaran lingkungan dan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab. Selain bazar, The Drip Market juga menghadirkan berbagai program pendukung yang dirancang untuk menciptakan suasana festival yang interaktif, inklusif, dan menyenangkan. Beberapa di antaranya adalah kompetisi outfit serta permainan interaktif seperti Pin It Fast, Blind Box, Guess the Price, Trivia Quiz, dan Find Your Twin. Rangkaian aktivitas ini mendorong pengunjung untuk terlibat secara aktif, membangun interaksi sosial, serta merasakan pengalaman festival yang dekat dengan budaya anak muda. Penyelenggaraan The Drip Market juga selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan pembelajaran yang aplikatif, mendukung UMKM lokal, serta mengampanyekan praktik konsumsi yang lebih berkelanjutan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, kegiatan ini turut berkontribusi pada penguatan pembelajaran berbasis pengalaman di luar kelas, relevansi kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja, serta peningkatan kualitas pembelajaran melalui metode project-based learning. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari proses penyelenggaraan event, berinteraksi dengan mitra eksternal, dan mengasah keterampilan profesional yang relevan dengan industri pariwisata, event, dan ekonomi kreatif. Melalui The Drip Market, Prodi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat dikembangkan secara kreatif, kontekstual, dan berdampak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan ekspresi gaya hidup generasi muda, tetapi juga ruang pembelajaran yang menghubungkan mahasiswa dengan isu keberlanjutan, kewirausahaan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. FISH UNJ berharap penyelenggaraan The Drip Market dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus menghadirkan kegiatan inovatif yang tidak hanya menarik secara visual dan rekreatif, tetapi juga memiliki nilai edukatif, sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat luas (UPW 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (39) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (25) Program Unggulan (50) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Berkolaborasi dengan BPBD DKI Jakarta Gelar Edukasi Mitigasi Bencana dan Pertolongan Pertama
Jakarta, 2 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan edukasi mitigasi bencana dan pertolongan pertama bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dengan menghadirkan narasumber dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 2 Juni 2026, di Ruang Serbaguna (RSG) Gedung K, FISH UNJ. Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Dekan FISH UNJ yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Dr. Aris Munandar, M.Si. Dalam pembukaan tersebut, FISH UNJ menegaskan pentingnya peningkatan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana, baik yang berkaitan dengan kondisi lingkungan, perubahan iklim, maupun situasi darurat di lingkungan sekitar. Kehadiran BPBD DKI Jakarta dalam kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga kebencanaan serta kemanusiaan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Basuki Rakhmat selaku Ketua Subkelompok Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga BPBD DKI Jakarta. Materi pertama disampaikan oleh Ahmad Fauzan Fadlan, S.E., M.M., Relawan Penanggulangan Bencana BPBD, dengan tema “Mitigasi Bencana: Tata Kelola Bencana, Perubahan Iklim, dan Kesiapsiagaan Masyarakat.” Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai manajemen bencana, siklus penanggulangan bencana, mitigasi bencana, adaptasi bencana, serta keterkaitan antara perubahan iklim dan meningkatnya potensi bencana alam. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga harus dipersiapkan sejak tahap pra-bencana. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi aspek penting dalam mengurangi risiko, meminimalisasi dampak, serta membangun lingkungan kampus yang lebih tangguh terhadap situasi darurat. Sesi kedua menghadirkan Barkah Agus, Kepala Seksi PMR Relawan PMI Kota Jakarta Timur, yang membawakan materi “Pertolongan Pertama Umum.” Materi ini membahas prinsip dasar pertolongan pertama, penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD), praktik CPR atau Resusitasi Jantung Paru, serta penanganan luka dan cedera. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan saat menghadapi kondisi darurat medis. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama dinilai penting, terutama di lingkungan kampus yang melibatkan banyak aktivitas akademik, organisasi, dan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam membangun budaya kampus yang aman, peduli, dan responsif terhadap isu kemanusiaan serta kebencanaan. Melalui kolaborasi dengan BPBD DKI Jakarta dan PMI Kota Jakarta Timur, FISH UNJ berupaya memperkuat kapasitas sivitas akademika agar mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih siap, tangguh, dan berkelanjutan. Selain mendukung penguatan kapasitas kelembagaan, kegiatan ini juga sejalan dengan kontribusi perguruan tinggi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pada kepedulian sosial, kesiapsiagaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (38) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (24) Program Unggulan (49) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Gelar Eurasia International Lecture Series 2026, Prof. Adam Possamai Soroti AI, Agama, dan Kapitalisme Digital
Jakarta, 15 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan Eurasia International Lecture Series 2026. Pada sesi ke-14 yang dilaksanakan pada Senin, 15 Juni, FISH UNJ menghadirkan Adam Possamai dari Western Sydney University, Australia, sebagai pembicara dalam kuliah umum bertajuk “AI, Religion, Digital Capitalism and The I-Zation of Society”. Kegiatan yang dimoderatori oleh Mega Ayu Permatasari, M.Si dari Prodi S1 Ilmu Komunikasi ini diselenggarakan secara hybrid, yakni melalui platform daring dan luring di Ruang Serba Guna FISH UNJ. Dalam pemaparannya, Prof. Adam Possamai mengulas bagaimana perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi terbatas pada bidang teknologi, tetapi telah merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk praktik keagamaan, hubungan sosial, hingga sistem ekonomi digital. Menurutnya, kehadiran AI telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan informasi, menjalankan aktivitas spiritual, bahkan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa saat ini berbagai aplikasi berbasis AI telah dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas keagamaan, seperti pengingat waktu ibadah, pembelajaran kitab suci, meditasi digital, hingga chatbot yang mampu merespons pertanyaan-pertanyaan spiritual. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa teknologi mulai mengambil peran yang sebelumnya identik dengan interaksi antarmanusia, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana AI akan memengaruhi pengalaman religius di masa mendatang. Dalam kuliah tersebut, Prof. Possamai juga memperkenalkan konsep I-zation of Society, yaitu kondisi ketika teknologi digital mendorong individu untuk semakin mengukur, mengatur, dan meningkatkan berbagai aspek kehidupannya melalui data. Berbagai aplikasi yang memantau kesehatan, produktivitas, keuangan, hingga aktivitas spiritual dinilai menjadi contoh bagaimana masyarakat kini semakin bergantung pada teknologi untuk mengelola dirinya sendiri secara lebih efisien. Selain membahas perubahan perilaku masyarakat, Prof. Possamai turut menyoroti munculnya era kapitalisme digital, di mana data pengguna menjadi aset utama dalam perkembangan AI. Ia mengingatkan bahwa AI bukanlah teknologi yang sepenuhnya netral karena dibangun berdasarkan data, algoritma, dan perspektif para pengembangnya. Oleh sebab itu, masyarakat perlu lebih kritis dalam memahami bagaimana AI bekerja serta kepentingan yang berada di balik pengembangannya. Pada sesi diskusi, peserta turut mengangkat isu mengenai dampak AI terhadap keberagaman agama, khususnya di kawasan Indo-Pasifik yang memiliki tingkat adopsi AI tinggi sekaligus keragaman kepercayaan yang besar. Menanggapi hal tersebut, Prof. Possamai menjelaskan bahwa perkembangan AI berpotensi menciptakan kesenjangan baru antara kelompok yang mampu mengakses teknologi dengan kelompok yang masih memiliki keterbatasan akses. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu diperhatikan agar perkembangan teknologi tidak semakin memperlebar ketimpangan sosial. Melalui penyelenggaraan Eurasia International Lecture Series 2026, FISH UNJ berharap mahasiswa tidak hanya memahami perkembangan AI dari sisi teknologi, tetapi juga mampu melihat dampaknya terhadap kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan. Kuliah umum ini sekaligus menjadi ruang diskusi bagi sivitas akademika untuk mengkaji berbagai tantangan serta peluang yang muncul seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan di era digital. Penulis: IM, CM FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (65) Kemahasiswaan (18) Penelitian (19) Pengabdian (17) Pengajaran (46) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (13) Prodi (32) Program Unggulan (60) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (24) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia Lecture Series 13 Bahas Transformasi Kota Jepang di Era AI dan Digitalisasi
Jakarta, 8 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik internasional melalui Eurasia Lecture Series 2026 Session 13. Kegiatan ini menghadirkan Riela Provi Drianda, Ph.D., Associate Professor dari Faculty of Urban Life Studies, Tokyo City University, Jepang, sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026 ini diselenggarakan secara hybrid. Narasumber menyampaikan materi secara daring melalui Zoom Meeting, sementara peserta mengikuti kegiatan secara luring di Ruang Serbaguna, Gedung K FISH UNJ. Melalui format ini, FISH UNJ terus memperkuat ruang pembelajaran global yang dapat diakses oleh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika. Pada sesi ke-13 ini, Eurasia Lecture Series mengangkat tema “How AI and Digitalization Are Transforming Japanese Cities”. Tema tersebut membahas bagaimana kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi berperan dalam mendorong perubahan tata kelola perkotaan, khususnya dalam konteks pembangunan kota-kota di Jepang. Dalam pemaparannya, Riela Provi Drianda menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan perkotaan. Pemanfaatan AI dan digitalisasi kini tidak hanya terlihat dalam sistem transportasi, tetapi juga dalam pelayanan publik, pengelolaan data kota, sistem otomasi, hingga pengembangan konsep smart city yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lebih lanjut, pemateri menekankan bahwa transformasi kota tidak dapat hanya dipahami sebagai proses teknologis. Menurutnya, keberhasilan pengembangan smart city juga sangat bergantung pada kemampuan berbagai pihak untuk membangun kolaborasi, mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar teknologi yang digunakan dapat menjawab kebutuhan warga secara lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada manusia. Pemateri juga menyoroti sejumlah tantangan dalam penerapan smart city di Jepang. Ia menjelaskan bahwa meskipun Jepang dikenal sebagai negara dengan kemajuan teknologi yang tinggi, pengembangan kota pintar masih menghadapi tantangan dalam memastikan bahwa teknologi benar-benar memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan human-centered menjadi penting agar inovasi digital tidak hanya berfokus pada kecanggihan sistem, tetapi juga pada kebutuhan, aksesibilitas, dan kualitas hidup warga kota. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Muhammad Aldi Hidayat Prasetyo, mahasiswa Program Studi Sosiologi angkatan 2024. Ia menanyakan bagaimana Jepang membiayai, mempertahankan, dan memperbarui teknologi smart city serta sistem otomasi agar tidak cepat usang dan tetap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Menanggapi pertanyaan tersebut, Riela Provi Drianda menjelaskan bahwa keberlanjutan smart city tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan melalui pajak atau investasi, tetapi juga dengan arah kebijakan, tata kelola, serta kesadaran untuk menjadikan teknologi sebagai alat yang mendukung kehidupan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengembangan smart city di Jepang masih perlu diarahkan agar lebih human-centered, inklusif, dan berbasis kolaborasi lintas disiplin. Penyelenggaraan Eurasia Lecture Series 2026 Session 13 ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Quality Education, SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure, SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities, serta SDG 17 tentang Partnerships for the Goals. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai hubungan antara teknologi, masyarakat, dan pembangunan kota berkelanjutan dalam perspektif global. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan pengalaman belajar mahasiswa di luar kelas, peningkatan kualitas pembelajaran melalui keterlibatan praktisi dan akademisi internasional, serta perluasan jejaring kerja sama akademik global. Eurasia Lecture Series menjadi salah satu bentuk kontribusi FISH UNJ dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat masa depan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri, dosen, mahasiswa, dan seluruh peserta. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, FISH UNJ berharap mahasiswa dapat mengembangkan perspektif kritis dalam memahami transformasi digital, khususnya bagaimana AI dan digitalisasi dapat membentuk masa depan kota yang lebih resilien, inklusif, dan berkelanjutan (BFA/SNA)/FISHMed 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (58) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (41) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (27) Program Unggulan (51) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswi PAI FISH UNJ Raih Gold Medal pada Ajang International Invention & Innovation Competition dan Innovation World Cup
Jakarta, 5 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Vytha Aulia Dasuki, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FISH UNJ angkatan 2024, berhasil meraih Gold Medal I3C dan Gold Medal IWC dalam ajang International Invention & Innovation Competition (I3C) & Innovation World Cup yang diselenggarakan pada 6 Juni 2026. Prestasi tersebut diraih pada kategori lomba Sustainable Development Goals (SDGs). Keikutsertaan Vytha dalam kompetisi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam tidak hanya berperan dalam penguatan nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan global. Dalam kompetisi tersebut, Vytha terlibat dalam pengembangan karya inovatif berjudul “ElaboAR: An Augmented Reality-Based Table Setup Learning Media Innovation for Hospitality Accommodation Students in Supporting the Sustainable Development Goals 4.” Karya ini mengangkat pemanfaatan teknologi augmented reality sebagai media pembelajaran berbasis inovasi digital untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, sejalan dengan SDG 4: Quality Education. Keberhasilan Vytha menjadi bukti bahwa mahasiswa FISH UNJ memiliki daya saing internasional serta mampu menghadirkan gagasan kreatif lintas bidang. Sebagai mahasiswi PAI, capaian ini juga memperlihatkan bahwa pengembangan keilmuan pendidikan agama dapat berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi, kreativitas, dan kepedulian terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan. Vytha meraih prestasi ini di bawah bimbingan Rahayu Purnama, Ph.D. Dukungan dosen pembimbing, program studi, dan lingkungan akademik FISH UNJ menjadi bagian penting dalam mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, menghasilkan karya, serta berani berkompetisi di level internasional. FISH UNJ mengapresiasi pencapaian Vytha Aulia Dasuki sebagai representasi mahasiswa berprestasi yang mampu membawa nama baik program studi, fakultas, dan universitas. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui bidang keilmuan masing-masing. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru