Kemahasiswaan Jakarta, 30 Agustus 2026 Foto bersama peserta PKKMB Ilmu Hukum 2026. (Dok. BEMP Ilmu Hukum, 2026) Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) perdana menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PASS) PKKMB Ilmu Hukum 2026 secara mandiri. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di UPT Lantai 4 The Gade Creative Lounge. Pelaksanaan PASS PKKMB ini menjadi momentum bersejarah sekaligus langkah awal yang luar biasa, mengingat Prodi Ilmu Hukum UNJ yang baru berdiri dalam kurun waktu satu tahun terakhir sudah mampu menginisiasi dan menyelenggarakan agenda orientasi secara mandiri bagi mahasiswa barunya. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi langkah krusial dalam membangun identitas, integritas, serta budaya akademik yang kokoh bagi mahasiswa hukum sejak dini. Sebanyak 96 mahasiswa baru angkatan 2026 antusias mengikuti rangkaian orientasi yang dirancang untuk membekali mereka menghadapi tantangan dunia perkuliahan. Rangkaian Pembukaan hingga Sosialisasi Sistem Akademik Rangkaian acara diawali dengan tahap pengondisian peserta, briefing, pemeriksaan barang bawaan, hingga sosialisasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Acara kemudian dibuka secara resmi melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta penyanyian lagu Indonesia Raya, Mars UNJ, dan Hymne UNJ, yang dilanjutkan dengan laporan dari ketua pelaksana. Memasuki agenda inti di ruangan utama, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Tata Tertib Pengawasan dan Evaluasi (TIPE), pembacaan tata tertib kegiatan, serta sosialisasi Kartu Rencana Studi (KRS) untuk memberikan pemahaman awal terkait sistem akademik kampus. Para peserta menyimak sambutan langsung dan perkenalan jajaran dosen Prodi Ilmu Hukum yang hadir di lokasi, yaitu Koordinator Program Studi (Koorprodi) Ilmu Hukum, Martini, S.H., M.H., bersama Prof. Dr. Masduki, S.H., M.M., Muqtadir Ghani Putranto, S.H., M.H., Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H., Achmar Dasquari, S.H., M.H., CTL., Abdul Rahman Hamid, S.H., M.H., Dr. Sanusi, M.H., dan Annisa Rahmi Faisal, S.Sy., M.H. Selain itu, sesi sambutan juga dilengkapi dengan tayangan sambutan via video dari Dr. Alpius Sarumaha, S.H., M.H. Keseimbangan Hak dan Kewajiban Mahasiswa Baru Dalam kesempatan tersebut, Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H., turut menekankan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban bagi seluruh mahasiswa baru dalam mengarungi masa perkuliahan. “Mahasiswa memang memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan akademik dan menggunakan fasilitas kampus, namun hak tersebut tidak bisa dipisahkan dari kewajiban menjaga ketertiban dan mematuhi norma yang berlaku.” — Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H. Foto Bersama Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H., Muqtadir Ghani Putranto, S.H., M.H., Abdul Rahman Hamid, S.H., M.H., Martini, S.H., M.H., Prof. Dr. Masduki, S.H., M.M., Achmar Dasquari, S.H., M.H., CTL., dan Annisa Rahmi Faisal, S.Sy., M.H. (Dok. BEMP Ilmu Hukum, 2026) Parade OPMAWA dan Apresiasi Maba Awards Acara kemudian dilanjutkan dengan parade Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (OPMAWA) guna mengenalkan wadah berorganisasi di lingkungan prodi. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan diselingi sesi ice breaking, pemaparan grand design dari calon ketua dan wakil ketua angkatan 2026, serta sesi tanya jawab. Mendekati akhir acara, panitia memberikan apresiasi melalui Maba Awards Ilmu Hukum, dilanjutkan dengan sesi evaluasi, pengisian angket sosialisasi, penyerahan kembali ponsel peserta, hingga pembuatan konten dan foto bersama di area plaza kampus. Kontribusi terhadap SDGs dan IKU Universitas Kegiatan PASS PKKMB Ilmu Hukum 2026 ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan orientasi pendidikan berkelas dan terstruktur, serta SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) dengan menanamkan kesadaran hukum dan etika kelembagaan sejak awal masa studi. Pelaksanaan orientasi ini juga berkontribusi pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, khususnya IKU 3 tentang Pengalaman Belajar Mahasiswa di luar kelas melalui penguatan pembinaan karakter dan organisasi kemahasiswaan. Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Hukum FISH UNJ menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan hukum yang adaptif, kritis, dan berintegritas. Penulis: NE, NRRTim FISH Media Center 2026 Tag: PKKMB Ilmu Hukum FISH UNJ, Mahasiswa Baru Ilmu Hukum 2026, Kemahasiswaan FISH UNJ, OPMAWA Ilmu Hukum, Orientasi Kampus UNJ Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (22) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (52) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
PKKMB Ilmu Komunikasi FISH UNJ 2026 Tegaskan Pendidikan Inklusif bagi Generasi Baru Komunikasi
Kemahasiswaan Jakarta, 27 Agustus 2026 Mahasiswa baru Program Studi S1 Ilmu Komunikasi bersama pimpinan dan dosen dalam kegiatan PKKMB Ilmu Komunikasi 2026 memperagakan hand sign Intelligentia–Dignitas, motto Universitas Negeri Jakarta. (Dok. BEMP IKom, 2026) Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyambut 81 mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diselenggarakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Ruang Serba Guna (RSG) Gedung K, FISH UNJ. Jalur Masuk Paling Ketat, Komitmen Belajar Tetap Terbuka untuk Semua Kehadiran mahasiswa baru tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi Prodi S1 Ilmu Komunikasi. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) UNJ 2026, program studi ini tercatat memiliki tingkat penerimaan hanya 1,17 persen, menjadikannya salah satu jalur penerimaan paling ketat di UNJ. Di tengah tingginya kompetisi tersebut, FISH UNJ menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh selektivitas masuk, tetapi juga oleh kemampuan institusi membangun lingkungan belajar yang memberi kesempatan bagi setiap mahasiswa untuk berkembang. Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian utama Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D. Menurutnya, pendidikan berkualitas perlu berjalan beriringan dengan komitmen terhadap inklusivitas, termasuk memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh ruang yang setara untuk belajar dan menjadi bagian dari kehidupan akademik kampus. “FISH UNJ mengusung pendidikan yang inklusif. Bagi kami, keberagaman mahasiswa bukan sekadar sesuatu yang diterima, tetapi menjadi bagian dari bagaimana lingkungan pendidikan seharusnya dibangun. Tahun ini, salah satunya dapat kita lihat melalui proses penerimaan mahasiswa baru di Ilmu Komunikasi. Kehadiran mahasiswa dengan kebutuhan yang beragam mengingatkan kita bahwa akses terhadap pendidikan tinggi harus diikuti dengan ekosistem belajar yang memungkinkan setiap mahasiswa tumbuh dan mencapai potensinya.” — Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ Komitmen tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education, khususnya upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif, setara, dan berkualitas. Bagi FISH UNJ, inklusivitas dengan demikian tidak berhenti pada terbukanya akses masuk ke perguruan tinggi, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam pengalaman belajar, pendampingan akademik, interaksi sosial, serta fasilitas yang mendukung perjalanan mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan. Kolaborasi Bersama Mendampingi Mahasiswa Lulus Tepat Waktu Semangat kolaboratif dalam mendampingi mahasiswa juga disampaikan Dr. Linda Zakiyah. Ia mengajak seluruh unsur di lingkungan kampus untuk bersama-sama menciptakan kondisi yang mendukung mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan sarjana tepat waktu, termasuk bagi Attaraka Abinaya, salah satu mahasiswa baru Ilmu Komunikasi tahun 2026. “Kita perlu bersama-sama mengupayakan agar mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dan menyelesaikan studi S1 tepat waktu. Termasuk Attaraka Abinaya, keberhasilannya nanti bukan hanya menjadi perjuangan satu orang. Ini adalah gerakan bersama yang membutuhkan kolaborasi mahasiswa, dosen, program studi, fakultas, keluarga, dan seluruh lingkungan yang mendukungnya.” — Dr. Linda Zakiyah PKKMB juga menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik dan orang-orang yang akan mendampingi perjalanan mereka di Prodi S1 Ilmu Komunikasi. Kegiatan dihadiri oleh Dr. Dini Safitri, M.Si.; Dr. E. Nugrahaeni P, M.Si.; Dr. Maulina Larasati, M.Si.; Dr. Hasan Chabibie, M.Pd.; Dr. M. Fikri Akbar, M.M.; Sandy Allifiansyah, Ph.D.; Mega Ayu Permatasari, M.Si.; dan Noprita Herari, M.I.Kom. Lebih dari kegiatan penyambutan, PKKMB menjadi titik awal pembentukan relasi antara mahasiswa dengan ekosistem akademik yang akan mereka jalani. Mahasiswa baru diperkenalkan pada lingkungan program studi sekaligus didorong untuk melihat masa perkuliahan sebagai ruang untuk belajar, berkolaborasi, membangun kompetensi, dan menemukan kapasitas terbaik dirinya. Melalui penerimaan 81 mahasiswa baru tahun ini, Prodi S1 Ilmu Komunikasi bersama FISH UNJ membawa satu pesan penting: ketatnya pintu masuk harus diikuti dengan luasnya ruang untuk bertumbuh. Komitmen terhadap pendidikan yang berkualitas dan inklusif diharapkan menjadikan kampus bukan hanya tempat mahasiswa diterima secara administratif, tetapi ruang tempat setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar, berpartisipasi, dan menyelesaikan perjalanan akademiknya bersama-sama. Tag: PKKMB Ilmu Komunikasi FISH UNJ, Pendidikan Inklusif FISH UNJ, SDG 4 Quality Education, Mahasiswa Baru Ilmu Komunikasi 2026, FISH UNJ Communication Studies Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (21) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (52) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
PKKMB FISH UNJ 2026, MELALUI TEMA “THE BEGINNING OF INFINITY” SIAP MENYAMBUT MAHASISWA BARU DENGAN MENGAJAK BERKEMBANG DAN BERKARYA
Kemahasiswaan Jakarta, 24 Agustus 2026 · Tim FISH Media Center Pimpinan fakultas & Koordinator Program Studi se-FISH dengan mahasiswa baru FISH 2026. (Doc. FISHMed, 2026) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) sukses menyelesaikan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB FISH 2026) yang berlangsung di Gedung Dewi Sartika, Lantai 2, Aula Latief, Kampus A UNJ. Melalui tema “The Beginning of Infinity: Menjelajahi Cerita, Merangkai Makna,” PKKMB FISH UNJ 2026 menjadi simbol awal perjalanan mahasiswa untuk berkembang dan berkarya. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa baru mengenai dinamika kehidupan kampus, sekaligus sebagai wadah untuk memperkenalkan lingkungan FISH UNJ yang mencakup fasilitas, sarana, dan prasarana bagi mahasiswa baru. Pesan Dekan: Kenali Lingkungan Kampus Sejak Dini Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., dalam kesempatannya menyampaikan pesan utama bagi para mahasiswa baru agar dapat beradaptasi dengan cepat di lingkungan kampus. “Ada pesan singkat yang ingin saya sampaikan, yaitu kenali. Kenali seluruh fasilitas, rekan, kurikulum program studi yang nanti akan menjadi bagian dari hari-hari anda selama empat tahun kedepan. Nanti akan ketemu bapak/ibu dosennya, mungkin akan melihat juga ruang kelasnya, dimana kantinnya, laboratoriumnya, dan ruang TU-nya. Jangan lupa juga kenali senior-seniornya.” — Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ Bersama dengan Dekan FISH UNJ, turut hadir pula Wakil Dekan I FISH UNJ Dr. Kurniawati, M.Si., Wakil Dekan II FISH UNJ Dr. Aris Munandar, M.Si., Wakil Dekan III FISH UNJ Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., serta rekan-rekan pimpinan Koordinator Program Studi se-FISH UNJ dalam sesi Pengenalan Pimpinan Fakultas & Koordinator Program Studi Se-FISH. Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Rangkaian kegiatan diisi dengan materi Sosialisasi Satuan Petugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Negeri Jakarta oleh Ketua Satgas PPK sekaligus Dosen S1 Sosiologi FISH UNJ, Dr. Ikhlasiah Dalimunthe, M.Si. Dalam materinya, Dr. Ikhlasiah menyampaikan pembekalan mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus, termasuk cara mengenali bentuk kekerasan, dampak bagi korban, sanksi untuk pelaku, dan alur penanganan kekerasan di lingkungan UNJ. Parade Organisasi Mahasiswa yang Meriah Panggung kreatif dan interaktif OPMAWA dan ORMAWA. (Doc. FISHMed, 2026) Rangkaian kegiatan kian semarak saat sesi Parade Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (OPMAWA) dan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA). Para mahasiswa baru disambut dengan berbagai aksi panggung kreatif dan interaktif dari pengurus BEM, BPM, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat fakultas. Sesi pertengahan ini dirancang untuk memperkenalkan wadah pengembangan minat, bakat, dan jiwa kepemimpinan di luar kelas akademik. Penutup Penuh Warna: Drama Musikal dan Tarian Daerah Penampilan drama musikal oleh perwakilan mahasiswa-mahasiswi program studi se-FISH. (Doc. FISHMed, 2026) Selanjutnya, rangkaian kegiatan ditutup melalui penampilan panggung bakat oleh perwakilan mahasiswa-mahasiswi program studi se-FISH yang membawakan drama musikal dan tarian daerah modern. Pertunjukan seni yang kreatif ini berhasil mempererat rasa kebersamaan, mencairkan kecanggungan, serta menumbuhkan kebanggaan budaya di kalangan mahasiswa baru sejak hari pertama mereka berkuliah. Melalui momentum penutup ini, para peserta tidak hanya merasa disambut dengan hangat, tetapi juga termotivasi untuk aktif mengeksplorasi potensi diri dan berani berkarya bersama di lingkungan FISH UNJ. Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Melalui integrasi pembekalan akademik, sosialisasi lingkungan kampus yang aman, serta ruang ekspresi seni, pelaksanaan PKKMB FISH UNJ 2026 ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian target pembangunan berkelanjutan global, khususnya: SDG 4 (Quality of Education) — menghadirkan pendidikan inklusif berkualitas SDG 3 (Good Health and Well-Being) — menjamin lingkungan kampus yang sehat secara mental dan fisik, bebas dari kekerasan SDG 5 (Gender Equality) — didukung penuh melalui komitmen Satgas PPK SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) — menciptakan lingkungan kampus yang aman, adil, dan inklusif Sebagai agenda strategis universitas, seluruh rangkaian pembekalan dalam kegiatan PKKMB FISH UNJ 2026 ini dirancang sebagai landasan fundamental untuk mendukung capaian IKU 3 (Indikator Kinerja Utama 3), yaitu memberikan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus yang komprehensif, adaptif, dan siap mencetak generasi unggul yang responsif terhadap tantangan sosial di masa depan. Penulis: GIC, ZRI, CKG & JRPSTim FISH Media Center 2026 Tag: PKKMB FISH UNJ 2026, Mahasiswa Baru FISH UNJ, Kemahasiswaan FISH UNJ, Satgas PPK UNJ, OPMAWA ORMAWA FISH Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (20) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (52) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Transformasi Akademik dan Reputasi Global melalui Sosialisasi Pemeringkatan Universitas
Dokumentasi Sosialisasi Pemringkatan Universitas (Doc. FISHMed, 2026) Jakarta, 1 September 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan Sosialisasi Pemeringkatan Universitas Menuju World Class University pada Selasa, 1 September 2026, pukul 10.00–11.30 WIB di Ruang 212 Gedung K, FISH UNJ. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas meningkatkan mutu akademik sekaligus memperkuat kontribusi terhadap reputasi global Universitas Negeri Jakarta. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., dalam arahannya menekankan bahwa pemeringkatan universitas tidak semata-mata berkaitan dengan posisi dalam sebuah daftar peringkat, tetapi dapat menjadi momentum untuk mendorong transformasi budaya akademik di tingkat fakultas. Menurutnya, perhatian terhadap pemeringkatan telah mendorong perguruan tinggi untuk semakin serius membangun kerja sama, mengembangkan kolaborasi akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menghasilkan publikasi dengan standar yang lebih tinggi. Jika sebelumnya publikasi nasional terakreditasi menjadi salah satu capaian utama, perkembangan saat ini menuntut sivitas akademika untuk mulai memperluas orientasi menuju jurnal terindeks DOAJ, Scopus, hingga Web of Science. “Reputasi global tidak dapat dibangun oleh satu atau dua pihak. Ia membutuhkan gerak bersama seluruh unsur fakultas. Karena itu, mari manfaatkan momentum pemeringkatan ini bukan sekadar untuk mengejar angka, tetapi sebagai proses transformasi agar FISH menjadi fakultas yang semakin baik, semakin bermutu, dan semakin dikenal melalui kontribusi akademiknya,” ujar Firdaus. Ia menambahkan bahwa peningkatan mutu akademik dan penguatan reputasi internasional harus berjalan beriringan. Kerja sama yang dibangun perlu menghasilkan kegiatan akademik yang nyata, mulai dari kelas kolaboratif, penelitian bersama, hingga publikasi internasional yang berkelanjutan. Sambutan Pimpinan oleh Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., Dr. Kurniawati, M.Si., Dr. Elisabeth Nugrahaeni P.S, M.Si. Dr. RA. Murti Kusuma Wirasti, S.IP., M.Si. (Doc. FISHMed, 2026) Direktur Inovasi Sistem Informasi dan Pemeringkatan UNJ, Dr. R.A. Murti Kusuma Wirasti, M.Si., turut menyoroti tantangan mempertahankan capaian pemeringkatan universitas. Menurutnya, meraih suatu posisi merupakan tantangan, tetapi mempertahankan dan meningkatkannya membutuhkan kerja yang lebih konsisten. “Yang sulit bukan hanya meraih, tetapi lebih sulit mempertahankan,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa salah satu kontribusi penting yang dapat diberikan fakultas adalah peningkatan publikasi, tidak hanya dari sisi jumlah tetapi juga kualitas. Publikasi pada jurnal kuartil Q1 dan Q2 menjadi semakin penting dalam memperkuat indikator akademik universitas. Selain kualitas publikasi, keberlanjutan jejaring kolaborasi internasional juga menjadi perhatian. Kolaborasi dengan mitra luar negeri perlu dijaga agar tidak berhenti pada satu kegiatan atau satu publikasi. Sebagai ilustrasi, kerja sama UNJ dengan sebuah universitas mitra idealnya dikembangkan menjadi hubungan akademik berkelanjutan yang menghasilkan beberapa publikasi dalam periode lima tahun. Sosialisasi oleh Dr. RA. Murti Kusuma Wirasti, S.IP., M.Si. (Doc. FISHMed, 2026) Dr. Murti juga mencontohkan pentingnya memperluas jaringan kolaborator akademik. Seorang akademisi tidak selalu harus memiliki jumlah publikasi yang sangat besar, tetapi jejaring kolaborasi yang luas dapat menjadi modal strategis dalam membangun kerja sama internasional. Karena itu, kolaborasi yang telah terbentuk perlu dijaga keberlanjutannya sekaligus diperluas ke perguruan tinggi dan negara baru. Dalam konteks ekspansi jejaring, perguruan tinggi di Malaysia yang selama ini banyak menjadi mitra institusi Indonesia dinilai tidak lagi cukup menjadi satu-satunya prioritas. UNJ perlu memperluas jejaring menuju kawasan dan negara lain untuk meningkatkan diversifikasi mitra internasional. Saat ini, data QS UNJ disebut telah berada di atas rata-rata Asia pada sejumlah indikator, tetapi capaian tersebut masih perlu diperkuat agar mampu mendorong UNJ masuk lebih kompetitif dalam World University Rankings. Dalam konteks inilah kontribusi setiap fakultas, termasuk FISH, menjadi semakin strategis. Materi mengenai pemeringkatan juga disampaikan oleh Tian Abdul Aziz, Ph.D., Kepala Subdirektorat Inovasi dan Hilirisasi. Ia menjelaskan posisi UNJ berdasarkan hasil THE World University Rankings 2026, yang menunjukkan bahwa salah satu kekuatan UNJ berada pada aspek teaching atau pendidikan, sementara keterhubungan dengan sektor industri masih menjadi area yang perlu diperkuat. Kondisi tersebut membuka ruang bagi fakultas untuk tidak hanya meningkatkan produktivitas akademik, tetapi juga membangun kolaborasi yang lebih luas dengan dunia industri, institusi internasional, dan berbagai mitra strategis lainnya. Dengan demikian, aktivitas pendidikan, penelitian, publikasi, inovasi, dan kerja sama dapat memberikan kontribusi yang semakin terukur terhadap performa universitas pada tingkat global. Kegiatan turut dihadiri oleh Dr. Kurniawati, M.Si., Wakil Dekan I FISH UNJ; Dr. Aris Munandar, M.Si., Wakil Dekan II FISH UNJ; Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si.; serta para dosen yang tergabung dalam tim kerja sama dan internasionalisasi FISH UNJ. Melalui sosialisasi ini, FISH UNJ mendorong sivitas akademika untuk melihat pemeringkatan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai instrumen evaluasi dan transformasi. Peningkatan kualitas publikasi, perluasan kolaborasi lintas negara, penguatan jejaring akademik yang berkelanjutan, serta keterhubungan dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Sebagai bagian dari Universitas Negeri Jakarta, FISH UNJ terus memperkuat perannya sebagai fakultas yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi global, dengan menjadikan kualitas akademik dan jejaring internasional sebagai fondasi untuk menghasilkan kontribusi yang semakin luas bagi universitas, masyarakat, dan komunitas akademik dunia. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (23) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Penguatan Literasi Media Berbuah Nyata, Program Hibah BIMA PKM Kemendiktisaintek Sukses Tingkatkan Kapasitas Komunitas Mat Peci
Jakarta, 27 Agustus 2026 – Tim pengabdian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat berjudul“Pemberdayaan Komunitas Mat Peci Melalui Kemitraan untuk Penguatan Literasi Media” yang merupakan penerima pendanaan Program Hibah BIMA Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Program ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) serta Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup (Mat Peci) sebagai mitra sasaran. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat ketercapaian program, dampak pemberdayaan yang telah dirasakan masyarakat, serta memastikan keberlanjutan berbagai luaran yang telah dihasilkan selama pelaksanaan kegiatan. Program ini berfokus pada peningkatan kemampuan literasi media, verifikasi informasi, keamanan digital, pengelolaan media sosial, produksi konten digital, dan penguatan tata kelola organisasi komunitas. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap 20 anggota Komunitas Mat Peci, program menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Hasil pre-test dan post-test memperlihatkan adanya peningkatan kapasitas peserta rata-rata sebesar 50,4 persen. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek verifikasi informasi dan cek fakta sebesar 61,5 persen, diikuti keamanan digital sebesar 54,5 persen, produksi konten digital sebesar 52,6 persen, literasi media sebesar 48,3 persen, pengelolaan media sosial sebesar 46,7 persen, serta tata kelola organisasi sebesar 40,3 persen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan yang diterapkan dalam program berjalan efektif dalam meningkatkan kompetensi anggota komunitas di era digital. Selain meningkatkan kapasitas individu, program ini juga berhasil menghasilkan berbagai luaran yang bermanfaat bagi keberlanjutan organisasi. Luaran tersebut meliputi Modul Pelatihan Literasi Media dan Komunikasi Digital, Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Media Sosial Komunitas Mat Peci, publikasi artikel ilmiah, publikasi media massa, video dampak kegiatan, serta dukungan perangkat teknologi untuk produksi dan pengelolaan konten digital komunitas. Kehadiran luaran tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat tata kelola komunikasi digital dan meningkatkan profesionalisme organisasi komunitas. Tim monitoring juga menemukan bahwa pengelolaan media sosial Komunitas Mat Peci mengalami transformasi yang signifikan. Jika sebelumnya media sosial hanya digunakan untuk publikasi kegiatan secara sederhana, kini telah berkembang menjadi media edukasi, komunikasi publik, dan kampanye lingkungan yang dikelola secara sistematis melalui kalender konten, dokumentasi digital yang tertata, pengarsipan yang lebih baik, serta penerapan SOP yang telah disusun bersama. Perubahan tersebut memperkuat posisi Mat Peci sebagai komunitas lingkungan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Lebih jauh, program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan teknologi informasi dan literasi digital masyarakat serta SDG 5 Kesetaraan Gender melalui peningkatan partisipasi anggota komunitas dalam pengelolaan organisasi dan media digital secara inklusif dan berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan upaya penguatan sumber daya manusia unggul sebagaimana menjadi prioritas pembangunan nasional melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di tingkat komunitas. Ketua tim pelaksana, Dr. M. Fikri Akbar, S.I.Kom., M.Si., M.M., menyampaikan bahwa hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan program tidak hanya berhasil meningkatkan kemampuan individu anggota komunitas, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan organisasi secara menyeluruh. Dengan adanya modul, SOP, peningkatan keterampilan digital, serta dukungan teknologi yang diberikan, Komunitas Mat Peci kini memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menjalankan program edukasi lingkungan, konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, dan pemberdayaan masyarakat berbasis digital secara berkelanjutan. Pada kesempatan tersebut, tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Program Hibah BIMA Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang telah memberikan dukungan pendanaan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UNJ) atas dukungan kelembagaan dan fasilitasi program, kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ atas dukungan akademik dan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kepada Universitas Sriwijaya (Unsri) atas kontribusi dan kolaborasi keilmuan yang diberikan, serta kepada seluruh pengurus dan anggota Komunitas Mat Peci yang telah menjadi mitra aktif dalam setiap tahapan program. Sinergi antara Kemendiktisaintek, perguruan tinggi, dan masyarakat melalui Program Hibah BIMA PKM ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang kuat mampu menghasilkan dampak positif dalam penguatan literasi media, transformasi digital komunitas, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prof. Adam Possamai dari Western Sydney University Bagikan Strategi Publikasi Akademik dalam Workshop Research Methodology di FISH UNJ
Jakarta, 24 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menggelar Workshop Research Methodology bersama Prof. Dr. Adam Possamai dari Western Sydney University pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 13.00–15.30 WIB di Gedung SFD, Lantai 10, Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan yang dimoderatori oleh Mega Ayu Permatasari, M.Si. ini membahas berbagai strategi dalam menulis dan mempublikasikan karya akademik, memilih kanal publikasi yang tepat, menghadapi kritik dan penolakan, hingga memperluas dampak penelitian. Prof. Possamai mengawali sesi dengan mengajak peserta mengenali karakter diri sebagai penulis. Menurutnya, setiap akademisi memiliki pola kerja yang berbeda, mulai dari waktu paling produktif untuk menulis, kecenderungan sebagai fast writer–slow editor atau slow writer–fast editor, hingga pilihan antara menulis secara konsisten atau melalui periode writing burst. Pemahaman terhadap karakter dan pola kerja tersebut penting agar produktivitas menulis dapat tetap terjaga di tengah berbagai tuntutan pekerjaan dan kehidupan personal. Ia juga menekankan pentingnya membangun ketahanan akademik dalam menghadapi kritik dan penolakan dalam proses publikasi. “Being an academic is like being a superhero. You must have thick skin and solve the crime. What kind of crime? Do the investigation and solve it,” ujar Prof. Dr. Adam Possamai. Menurutnya, kritik merupakan bagian yang wajar dari perjalanan seorang akademisi dan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas karya. Karena itu, publikasi perlu dipandang sebagai sebuah strategic journey. Penulis perlu mengenali jurnal atau penerbit yang dituju, memeriksa reputasi dan indeksasinya, memahami pola sitasi dalam bidang kajian terkait, serta menghindari jurnal predator. Prof. Possamai juga menyarankan penulis untuk memahami percakapan akademik yang berkembang dalam jurnal yang dituju melalui pembacaan dan pengutipan artikel-artikel yang relevan. Ia merangkum strategi publikasi melalui tiga tahapan penting: cite your article, promote your article, and defend your article. Menurutnya, proses akademik tidak berhenti ketika sebuah artikel berhasil diterbitkan. Publikasi perlu dilanjutkan dengan upaya memperkenalkan karya kepada khalayak yang lebih luas serta kesiapan mempertahankan argumentasi dalam berbagai ruang diskusi akademik dan publik. Dalam konteks penerbitan buku, keunikan dan kontribusi topik menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan oleh penulis maupun editor. Bagi akademisi yang juga berprofesi sebagai dosen, Prof. Possamai mendorong agar buku yang ditulis tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga dapat benar-benar dimanfaatkan oleh mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya prinsip “publish regularly to be known”. Menurutnya, konsistensi dalam menghasilkan dan mempublikasikan karya dapat membantu akademisi membangun reputasi dan rekam jejak keilmuan. Di sisi lain, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk membawa hasil penelitian keluar dari lingkup akademik dan masuk ke dalam diskusi publik. Dengan demikian, pengetahuan yang dihasilkan melalui penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas, termasuk terhadap kebijakan dan persoalan sosial. Menjelang akhir sesi, diskusi berkembang pada posisi ilmu sosial di tengah semakin kuatnya perhatian terhadap bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Prof. Possamai menegaskan bahwa ilmu sosial tetap memiliki posisi strategis karena setiap perkembangan teknologi pada akhirnya selalu berhubungan dengan manusia, masyarakat, konsekuensi sosial, serta berbagai persoalan kemanusiaan. Menurutnya, penelitian ilmu sosial tidak cukup hanya mengidentifikasi persoalan dan menunjukkan apa yang salah. Ilmu sosial juga perlu menghadirkan kemungkinan solusi dan menawarkan jalan ke depan. “We should propose and make sure to persuade everybody that social sciences is what we need today and for the future of a better tomorrow,” ujarnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan FISH UNJ serta para koordinator program studi di lingkungan FISH UNJ. Kehadiran pimpinan fakultas menunjukkan dukungan terhadap penguatan kapasitas akademik dan budaya riset di lingkungan FISH UNJ. Dekan FISH UNJ menyampaikan harapan agar kegiatan bersama akademisi internasional seperti ini tidak berhenti sebagai forum berbagi pengetahuan, tetapi dapat mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas riset sivitas akademika FISH UNJ. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya riset di FISH UNJ, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan dosen sebagai peneliti untuk menghasilkan publikasi berkualitas, tetapi juga dalam memastikan bahwa penelitian ilmu sosial memiliki relevansi dan dampak yang nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dengan akademisi internasional juga diharapkan membuka lebih banyak peluang untuk membangun jejaring, kolaborasi penelitian, dan publikasi internasional bagi sivitas akademika FISH UNJ,” ujar Dekan FISH UNJ. Melalui workshop ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa produktivitas akademik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis dan menerbitkan karya, tetapi juga dengan ketahanan menghadapi kritik, strategi memilih kanal publikasi, konsistensi membangun rekam jejak akademik, serta kemampuan memastikan pengetahuan yang dihasilkan tetap relevan dan memberikan dampak bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperkuat budaya akademik yang produktif, reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak melalui pertukaran pengetahuan dengan akademisi internasional. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat semakin memperluas jejaring akademik internasional, meningkatkan kualitas publikasi dan penelitian, serta memperkuat posisi ilmu sosial dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat di tingkat nasional maupun global. Team Liput: JRPS, NEA, RDSEditor: FW Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (70) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (23) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (33) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Jajaki Kolaborasi Pengembangan Ilmu Sosial Indonesia–Australia bersama Western Sydney University
Jakarta, 25 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) bersama Western Sydney University dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menjajaki kolaborasi akademik untuk memperkuat pengembangan ilmu sosial antara Indonesia dan Australia. Penjajakan tersebut diarahkan pada pengembangan joint research, publikasi bersama, pertukaran pengetahuan, serta penyelenggaraan simposium internasional yang berpotensi dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, atau Sydney. Inisiatif kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya FISH UNJ di bawah kepemimpinan Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., untuk memperluas jejaring akademik internasional dan memperkuat posisi ilmu sosial Indonesia dalam percakapan akademik global. Penjajakan kolaborasi melibatkan akademisi dari Western Sydney University, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Paramadina, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), dan Universitas Negeri Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ruang awal untuk mengidentifikasi isu strategis, kepakaran, serta berbagai bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan secara kolaboratif dalam bidang ilmu sosial. Firdaus Wajdi Dorong Kolaborasi Riset Indonesia–Australia Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., menyambut positif peluang kolaborasi akademik antara Indonesia dan Australia. Menurutnya, kerja sama lintas negara memiliki nilai strategis karena Indonesia dan Australia memiliki konteks sosial yang berbeda, tetapi pada saat yang sama menghadapi berbagai persoalan kontemporer yang dapat dikaji dan dipahami melalui perspektif akademik bersama. “Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi jembatan bagi pengembangan ilmu sosial antara Indonesia dan Australia. Bukan hanya melalui penyelenggaraan kegiatan akademik, tetapi juga melalui riset bersama yang memungkinkan akademisi dari kedua negara saling bertukar perspektif, pengalaman, dan pengetahuan dalam memahami berbagai dinamika sosial yang terus berkembang,” ujar Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ. Firdaus Wajdi menambahkan bahwa kolaborasi internasional perlu diarahkan pada kerja sama yang menghasilkan keluaran akademik yang konkret dan berkelanjutan. “Harapannya, penjajakan ini dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret dalam bentuk joint research, publikasi bersama, konferensi, dan simposium internasional. Kami ingin internasionalisasi tidak hanya berarti membangun jejaring, tetapi juga menghasilkan pengetahuan bersama yang memiliki kualitas akademik dan relevansi sosial,” lanjut Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi. Menurutnya, keterlibatan akademisi dari berbagai institusi dan disiplin ilmu menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat. Pertemuan lintas institusi diharapkan dapat berkembang menjadi jejaring akademik yang mampu menghasilkan penelitian, publikasi, forum ilmiah, dan berbagai bentuk pertukaran pengetahuan yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu sosial di Indonesia maupun Australia. Membuka Peluang Riset Multidisipliner Pertemuan tersebut turut dihadiri Juni Alfiah Chsjairi, Ph.D. dari Universitas Paramadina; Ahmad Abrori, Ph.D. dari FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; serta Muhammad Hasan Basri dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA). Sementara itu, FISH UNJ diwakili oleh Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi, Ph.D., Wakil Dekan III Dr. E. Nugrahaeni P., serta akademisi lintas program studi, yaitu Abdul Hakam, Ph.D., Dr. Bina Panggayuh, dan Ahmad Nur Fahmi, M.Pd. dari Pendidikan Agama Islam; Noprita Herari, M.I.Kom. dari Ilmu Komunikasi; serta Syifa Syarifah, M.Sc. dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Komposisi akademisi dengan latar belakang keilmuan yang beragam membuka peluang bagi pengembangan agenda riset multidisipliner. Sejumlah isu seperti agama dan masyarakat, gerakan sosial dan kepemudaan, komunikasi, kewarganegaraan, serta berbagai bentuk transformasi sosial kontemporer dapat menjadi titik temu bagi pengembangan penelitian bersama Indonesia–Australia. Keragaman perspektif tersebut juga dinilai penting untuk menghasilkan kajian ilmu sosial yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi mampu membaca persoalan sosial secara lebih komprehensif. Kolaborasi lintas disiplin memungkinkan isu yang sama dikaji dari berbagai perspektif sehingga menghasilkan pemahaman dan rekomendasi yang lebih kaya. Menuju Joint Research dan Simposium Internasional Selain joint research, salah satu peluang yang dibahas adalah pengembangan konferensi dan simposium bidang ilmu sosial yang dapat diselenggarakan secara bergantian di Indonesia dan Australia. Jakarta dan Surabaya menjadi lokasi potensial penyelenggaraan kegiatan di Indonesia, sementara Sydney menjadi salah satu titik pengembangan kegiatan akademik di Australia. Bagi FISH UNJ, pengembangan forum akademik internasional tersebut dapat menjadi ruang strategis untuk mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, serta pemangku kepentingan dari kedua negara. Forum tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pertukaran gagasan dan pengembangan agenda riset yang berangkat dari persoalan-persoalan sosial di kawasan Asia-Pasifik. Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ, menegaskan bahwa penguatan jejaring internasional perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas akademik di dalam negeri. “Kami ingin FISH UNJ semakin terbuka terhadap kolaborasi internasional sekaligus semakin kuat dalam menghasilkan penelitian dan publikasi yang berkontribusi pada pengembangan ilmu sosial. Kolaborasi seperti ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi institusi, tetapi juga membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam jejaring akademik internasional,” ungkap Firdaus. Ia berharap kerja sama yang sedang dijajaki dapat berkembang secara bertahap dari pertemuan awal menjadi agenda akademik yang lebih terstruktur. “Kami berharap dari pertemuan ini lahir agenda bersama yang konkret dan berkelanjutan. Dari networking kita bergerak menuju collaboration, dari kolaborasi menghasilkan riset dan publikasi bersama, dan pada akhirnya pengetahuan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ. Melalui kolaborasi tersebut, FISH UNJ mendorong agar internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui perluasan jejaring, tetapi juga melalui produksi pengetahuan bersama, peningkatan kualitas riset dan publikasi, serta penguatan kontribusi ilmu sosial terhadap persoalan masyarakat. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan antara akademisi Indonesia dan Australia dalam membaca, mendiskusikan, dan memberikan perspektif akademik terhadap berbagai tantangan sosial pada tingkat lokal, nasional, maupun global. Di bawah kepemimpinan Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi, Ph.D., FISH UNJ terus mendorong penguatan budaya riset, publikasi akademik, kolaborasi multidisipliner, dan internasionalisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat peran ilmu sosial dalam menjawab tantangan masa depan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (69) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (3) Penelitian (23) Pengabdian (23) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (33) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
International Lecturer FISH UNJ Bahas Agama Kontemporer dan Masyarakat Aborigin Australia
Jakarta, 24 Agustus 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan International Lecturer dengan menghadirkan Prof. Dr. Adam Possamai dari Western Sydney University sebagai narasumber pada Senin, 24 Agustus 2026. Mengangkat tema “Contemporary Religion and Australian Aboriginal Peoples,” kegiatan berlangsung di Gedung SFD Lantai 10, pukul 09.00–11.00 WIB, dan dimoderatori oleh Syifa Syarifa, S.Pd., M.Sc. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FISH UNJ di bawah kepemimpinan Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., dalam memperkuat atmosfer akademik internasional dan memperluas wawasan global mahasiswa melalui interaksi langsung dengan akademisi dari perguruan tinggi internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh ruang pembelajaran untuk memahami hubungan antara agama kontemporer, masyarakat Indigenous, identitas, sejarah, dan dinamika sosial di Australia. Perspektif masyarakat Aborigin Australia menunjukkan bahwa agama dan spiritualitas tidak hanya berkaitan dengan sistem kepercayaan, tetapi juga beririsan dengan budaya, identitas komunitas, relasi dengan lingkungan, pengalaman sejarah, serta perjuangan atas pengakuan dan kesetaraan. Memahami Keragaman Masyarakat Aborigin Australia Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Adam Possamai menjelaskan bahwa masyarakat Aborigin Australia bukanlah satu kelompok yang homogen. Mereka terdiri atas beragam komunitas dengan identitas, nama, bahasa, tradisi, serta pengalaman lokal yang berbeda. Keragaman tersebut penting dipahami agar masyarakat Indigenous tidak direpresentasikan secara sederhana sebagai satu identitas tunggal. Pemahaman yang lebih kontekstual diperlukan untuk melihat hubungan antara identitas, budaya, agama, sejarah, dan kehidupan sosial masyarakat Aborigin Australia. Salah satu isu sejarah yang turut dibahas adalah Stolen Generations, yaitu periode ketika anak-anak Aboriginal dan Torres Strait Islander dipisahkan secara paksa dari keluarga dan komunitas mereka melalui berbagai kebijakan pemerintah. Pembahasan mengenai isu tersebut membuka perspektif peserta tentang bagaimana kebijakan masa lalu dapat meninggalkan dampak sosial, budaya, dan identitas yang panjang hingga generasi berikutnya. Selain memahami pengalaman historis masyarakat Aborigin, peserta juga diajak mencermati perkembangan sikap masyarakat Australia terhadap isu kesetaraan, pengakuan, serta hubungan antara masyarakat Indigenous dan masyarakat Australia secara lebih luas. Materi kemudian berkembang dalam diskusi mengenai agama, keberagaman, hak masyarakat Indigenous, serta bagaimana masyarakat modern membangun hubungan yang lebih inklusif dengan kelompok yang memiliki latar belakang budaya dan spiritual berbeda. Dari Australia untuk Memahami Keberagaman Indonesia Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan refleksi dari peserta. Salah satu isu yang mengemuka adalah bagaimana nilai-nilai agama yang mengajarkan kepedulian terhadap sesama dan alam dapat diterjemahkan menjadi perilaku sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan tersebut juga membuka perspektif komparatif bagi mahasiswa untuk melihat pengalaman masyarakat Aborigin Australia dalam kaitannya dengan keberagaman masyarakat adat, agama, dan budaya di Indonesia. Dengan demikian, pembelajaran mengenai masyarakat Indigenous Australia tidak hanya menjadi pengetahuan tentang negara lain, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk merefleksikan keberagaman dan persoalan sosial di Indonesia. Pada penghujung kegiatan, Prof. Adam Possamai menekankan pentingnya memahami masyarakat Aborigin melalui perspektif keberagaman, identitas, sejarah, pengakuan, dan kesetaraan. “Today we learned that Aboriginal peoples are incredibly diverse, with many different communities, identities, and local names. We also learned about the Stolen Generations and how historical policies continue to shape identity and society today. This lecture reminds us that understanding Aboriginal peoples is not only about learning their history, but also about understanding diversity, identity, recognition, and equality.” Firdaus Wajdi Dorong Mahasiswa Berperspektif Global Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., menyambut positif penyelenggaraan International Lecturer sebagai bagian dari penguatan pendidikan ilmu sosial yang berwawasan global. Menurutnya, mahasiswa ilmu sosial perlu memiliki kemampuan untuk memahami berbagai persoalan masyarakat dari perspektif yang beragam dan tidak terbatas pada konteks lokal. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memperluas cara pandang mahasiswa FISH UNJ. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai masyarakat dan persoalan sosial di Indonesia, tetapi juga memahami bagaimana isu agama, identitas, masyarakat Indigenous, dan keberagaman dibicarakan dalam konteks negara lain. Dari sana, mahasiswa dapat membangun perspektif yang lebih kritis, komparatif, dan terbuka,” ujar Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ. Firdaus Wajdi menambahkan bahwa pengalaman belajar bersama akademisi internasional diharapkan tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga membentuk kemampuan mahasiswa untuk menghubungkan perspektif global dengan realitas sosial Indonesia. “Harapan kami, mahasiswa mampu membawa wawasan global tersebut kembali ke konteks Indonesia. Indonesia juga memiliki keragaman agama, budaya, masyarakat adat, dan identitas yang sangat kaya. Karena itu, pemahaman terhadap pengalaman masyarakat di negara lain dapat membantu mahasiswa melihat persoalan di Indonesia secara lebih reflektif dan komparatif,” lanjut Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi. Menurutnya, internasionalisasi pembelajaran merupakan bagian penting dari pengembangan pendidikan tinggi di bidang ilmu sosial. Interaksi dengan akademisi internasional dapat memperkenalkan mahasiswa pada perspektif, tradisi akademik, serta pengalaman sosial yang berbeda sekaligus membuka peluang bagi pengembangan jejaring akademik yang lebih luas. Memperkuat Atmosfer Akademik Internasional FISH UNJ Melalui kegiatan International Lecturer ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan mengenai masyarakat dan agama dalam konteks Australia, tetapi juga mampu mengembangkan perspektif kritis dan komparatif dalam melihat isu keberagaman, identitas, agama, masyarakat Indigenous, dan kehidupan multikultural. Pengalaman tersebut penting dalam membentuk sensitivitas akademik mahasiswa terhadap dinamika sosial yang berkembang dalam konteks lokal maupun global. Pembelajaran semacam ini juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk melihat ilmu sosial bukan sekadar sebagai kajian teoritis, tetapi sebagai bidang ilmu yang membantu memahami kompleksitas kehidupan manusia dan masyarakat. Penyelenggaraan International Lecturer menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ di bawah kepemimpinan Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi, Ph.D. untuk memperkuat atmosfer akademik internasional, memperluas wawasan global mahasiswa, serta menghadirkan pembelajaran yang kritis, inklusif, dan relevan dengan perkembangan masyarakat global. Ke depan, FISH UNJ terus mendorong semakin banyak ruang pertemuan antara mahasiswa, dosen, dan akademisi internasional. Harapannya, internasionalisasi pembelajaran dapat membentuk lulusan FISH UNJ yang memiliki wawasan global, kemampuan berpikir kritis dan komparatif, sekaligus tetap memiliki kepekaan yang kuat terhadap persoalan sosial, budaya, dan kemanusiaan di Indonesia. Team Liputan: JRPS, NEAEditor: FISHMED Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (68) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (2) Penelitian (23) Pengabdian (23) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (33) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
PKKMB FISH UNJ 2026, Dekan FISH UNJ Ajak Mahasiswa Baru Kenali Lingkungan Kampus dan Kembangkan Potensi
Jakarta, [24 Agustus 2026] — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyambut mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FISH UNJ 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, sivitas akademika, serta berbagai fasilitas yang akan mendukung perjalanan pendidikan mereka selama menempuh studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), menyampaikan dua pesan utama kepada mahasiswa baru, yaitu “Kenali” dan “Kembangkan”. Dua pesan tersebut menjadi ajakan kepada mahasiswa untuk mengenal berbagai sumber daya yang tersedia di kampus sekaligus secara aktif mengembangkan potensi diri selama menjalani masa studi. Kenali: Manfaatkan Seluruh Potensi Lingkungan Kampus Pesan pertama dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., adalah “Kenali.” Firdaus Wajdi mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya mengenal ruang kelas, gedung, dan program studi, tetapi juga mengenali seluruh sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang dapat mendukung perjalanan akademik mereka. Mahasiswa perlu mengenal dosen, tenaga kependidikan, pengelola program studi, pimpinan fakultas, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai unsur sivitas akademika lainnya. Mengenal lingkungan sosial dan akademik kampus akan membantu mahasiswa membangun komunikasi, menemukan dukungan, serta memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia. Selain sumber daya manusia, mahasiswa juga perlu mengenali berbagai fasilitas penunjang perkuliahan, seperti perpustakaan, ruang belajar, laboratorium, fasilitas teknologi, pusat kegiatan mahasiswa, serta berbagai sarana akademik dan nonakademik lainnya. “Kenali semua yang ada di kampus. Kenali dosen, tenaga kependidikan, teman-teman, organisasi, dan juga sarana prasarana yang dapat mendukung perjalanan kuliah kalian,” pesan Firdaus Wajdi, Dekan FISH UNJ. Menurut Firdaus Wajdi, mahasiswa yang mengenal lingkungan kampus dengan baik akan lebih mudah menemukan berbagai peluang untuk belajar dan berkembang. Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk aktif bertanya, berkomunikasi, membangun relasi, dan tidak ragu memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan universitas dan fakultas. Kembangkan: Menjadi Versi Terbaik dalam Empat Tahun Setelah mengenali lingkungan kampus, pesan kedua yang disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ Firdaus Wajdi, Ph.D. adalah “Kembangkan.” Menurut Firdaus Wajdi, empat tahun masa studi merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki mahasiswa. Perkuliahan tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan dan nilai akademik, tetapi juga kesempatan untuk membangun karakter, kompetensi, pengalaman, jejaring, serta keterampilan yang akan menjadi bekal setelah lulus. Mahasiswa FISH UNJ didorong untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan yang dapat memperkaya pengalaman, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Organisasi kemahasiswaan, penelitian, kompetisi, kegiatan ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, program internasional, maupun berbagai aktivitas pengembangan diri dapat menjadi ruang untuk mengasah potensi. Ia menekankan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi dan perjalanan yang berbeda. Karena itu, mahasiswa tidak perlu sekadar membandingkan dirinya dengan orang lain, tetapi perlu terus menemukan kekuatan, mencoba berbagai pengalaman, belajar dari kegagalan, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Empat Tahun untuk Bertumbuh di FISH UNJ Bagi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta, Firdaus Wajdi, Ph.D., pesan “Kenali dan Kembangkan” merupakan satu kesatuan. Mengenali lingkungan kampus membantu mahasiswa menemukan berbagai sumber daya dan peluang, sedangkan mengembangkan potensi membantu mahasiswa memanfaatkan peluang tersebut untuk membangun masa depan. “Harapan kami, empat tahun di FISH UNJ menjadi perjalanan untuk bertumbuh. Ketika nanti lulus, mahasiswa bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa pengetahuan, pengalaman, karakter, jejaring, dan kemampuan yang membuat kalian menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan ketika pertama kali datang ke kampus ini,” ungkap Firdaus Wajdi. Dekan FISH UNJ tersebut juga berharap mahasiswa baru dapat menjadikan fakultas sebagai ruang untuk belajar, berkolaborasi, bereksperimen, dan menemukan potensi terbaik dalam diri masing-masing. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa selama menempuh pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh sejauh mana mereka mampu memanfaatkan kesempatan yang tersedia dan mengambil peran dalam kehidupan kampus. PKKMB FISH UNJ 2026 dengan demikian tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi titik awal perjalanan mahasiswa dalam membangun identitas akademik dan mengembangkan diri. Melalui PKKMB ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta di bawah kepemimpinan Firdaus Wajdi, Ph.D., sebagai Dekan FISH UNJ, terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi. Kenali lingkungannya. Kembangkan potensinya. Jadilah versi terbaik diri dalam empat tahun ke depan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (67) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (2) Penelitian (23) Pengabdian (23) Pengajaran (50) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (33) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Perkuat Strategi Pengembangan Operasional Program Studi, S2 Pendidikan Geografi UNJ Lakukan Benchmarking ke UPI
Bandung, 18 Agustus 2026. Program Studi Magister (S2) Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang diwakili oleh Koordinator Prodi Prof. Dr. Cahyadi Setiawan, M.Si., tim dosen, tendik, dan mahasiswa melaksanakan kegiatan benchmarking ke Program Studi S2 Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat strategi pengembangan dan pengelolaan operasional program studi melalui pembelajaran dari praktik pengelolaan program studi yang telah diterapkan di UPI. Pada kegiatan tersebut, Ketua Program Studi S2 Pendidikan Geografi UPI Bapak Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. bersama dengan Sekretaris Prodi Annisa Joviani Astari, M.I.L., M.Sc., Ph.D. memaparkan berbagai strategi pengembangan yang mencakup aspek kurikulum, penerimaan mahasiswa, pembelajaran, promosi, penelitian, penyelesaian studi, hingga pengembangan sistem evaluasi pembelajaran. Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan benchmarking adalah implementasi Outcome-Based Education (OBE) dalam kurikulum. Program Studi S2 Pendidikan Geografi UPI telah mengimplementasikan OBE dengan dukungan pakar kurikulum, Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si., yang juga merupakan Dosen Tetap Program Studi (DTPS). Implementasi tersebut turut didukung oleh sistem penilaian berbasis evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang telah tersedia secara terperinci dan selaras dengan prinsip OBE. Diskusi mengenai strategi meningkatkan minat dan pengembangan jumlah mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Geografi UPI menerangkan bahwa penerapan skema fast track yang memungkinkan mahasiswa jenjang S1 untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Skema tersebut menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan jumlah mahasiswa pada program studi. Selain fast track, UPI juga tengah merencanakan penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Konsep yang dikembangkan tidak sekadar memindahkan pembelajaran reguler ke format daring, tetapi menyiapkan sistem PJJ yang didukung oleh Learning Management System (LMS), modul pembelajaran, dan berbagai kelengkapan pembelajaran jarak jauh. Strategi promosi juga dilakukan secara terintegrasi dengan kegiatan kerja sama. Promosi program studi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk dinas dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Pendekatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas jejaring sekaligus meningkatkan eksposur program studi kepada calon mahasiswa dan mitra strategis. Pada bidang penelitian, Program Studi S2 Pendidikan Geografi UPI mengembangkan grup riset untuk mengoptimalkan aktivitas penelitian. Pada rumpun Geografi UPI terdapat lima grup riset yang menjadi bagian dari ekosistem penelitian dan pengembangan keilmuan. Pengembangan grup riset juga berkaitan dengan mekanisme pembimbingan mahasiswa. Mahasiswa pada umumnya dapat mengajukan topik penelitian sesuai dengan minatnya. Dalam pelaksanaannya, terdapat pula grup riset yang melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian. Sistem pembimbingan yang diterapkan menggunakan dua orang dosen pembimbing untuk satu mahasiswa. Upaya untuk mendorong mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu dilakukan dengan pemantauan kemajuan tugas akhir secara berkala. Mahasiswa dikumpulkan secara periodik untuk memantau progress pengerjaan tugas akhir sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses penyelesaian studi. UPI juga telah membuka alternatif kelulusan melalui jalur artikel ilmiah. Meskipun demikian, publikasi artikel sebagai bagian dari jalur kelulusan tetap harus memenuhi prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan. Aspek lain yang menjadi pembelajaran dalam kegiatan benchmarking adalah dukungan sarana dan prasarana pembelajaran. Aktivitas praktikum Program Studi S2 Pendidikan Geografi UPI didukung oleh peralatan yang lengkap, termasuk peralatan yang diperoleh melalui hibah dengan nilai mencapai Rp6 miliar. Dukungan sarana tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa. UPI juga meningkatkan tata kelola akademik dengan menerapkan sistem atau aplikasi penilaian berbasis evaluasi CPL. Sistem tersebut menyediakan instrumen penilaian secara terperinci yang disusun sesuai dengan prinsip OBE, sehingga proses evaluasi capaian pembelajaran dapat dilakukan secara lebih sistematis. Sementara itu, dari aspek struktur pembelajaran, Program Studi S2 Pendidikan Geografi UPI memiliki total beban studi sebesar 60 SKS. Dalam diskusi juga disinggung mengenai beban kerja dosen serta konsep teaching of university sebagai bagian dari pembahasan pengelolaan pembelajaran dan sumber daya akademik. Kegiatan benchmarking ini memberikan gambaran mengenai berbagai praktik yang dapat menjadi bahan refleksi dan pembelajaran bagi Program Studi S2 Pendidikan Geografi UNJ. Berbagai strategi yang diterapkan UPI, mulai dari implementasi OBE, pengembangan sistem evaluasi berbasis CPL, strategi peningkatan jumlah mahasiswa melalui fast track, pengembangan PJJ, penguatan promosi dan kerja sama, grup riset, pemantauan masa studi, hingga penguatan sarana praktikum, menjadi masukan penting dalam pengembangan program studi. Pengalaman UPI dalam pengembangan program studi juga menunjukkan pentingnya keterpaduan antara aspek akademik, penelitian, layanan mahasiswa, promosi, kerja sama, dan dukungan sarana prasarana. Hasil benchmarking selanjutnya dapat menjadi bahan bagi Program Studi S2 Pendidikan Geografi UNJ untuk mengidentifikasi praktik-praktik yang relevan dan adaptif sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik program studi. Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat tata kelola dan strategi operasional, meningkatkan kualitas layanan akademik, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian di Program Studi S2 Pendidikan Geografi FISH UNJ. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (67) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (2) Penelitian (23) Pengabdian (23) Pengajaran (50) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (33) Zona Integritas (3) Berita Terbaru