Jakarta, 5 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Vytha Aulia Dasuki, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FISH UNJ angkatan 2024, berhasil meraih Gold Medal I3C dan Gold Medal IWC dalam ajang International Invention & Innovation Competition (I3C) & Innovation World Cup yang diselenggarakan pada 6 Juni 2026. Prestasi tersebut diraih pada kategori lomba Sustainable Development Goals (SDGs). Keikutsertaan Vytha dalam kompetisi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam tidak hanya berperan dalam penguatan nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan global. Dalam kompetisi tersebut, Vytha terlibat dalam pengembangan karya inovatif berjudul “ElaboAR: An Augmented Reality-Based Table Setup Learning Media Innovation for Hospitality Accommodation Students in Supporting the Sustainable Development Goals 4.” Karya ini mengangkat pemanfaatan teknologi augmented reality sebagai media pembelajaran berbasis inovasi digital untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, sejalan dengan SDG 4: Quality Education. Keberhasilan Vytha menjadi bukti bahwa mahasiswa FISH UNJ memiliki daya saing internasional serta mampu menghadirkan gagasan kreatif lintas bidang. Sebagai mahasiswi PAI, capaian ini juga memperlihatkan bahwa pengembangan keilmuan pendidikan agama dapat berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi, kreativitas, dan kepedulian terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan. Vytha meraih prestasi ini di bawah bimbingan Rahayu Purnama, Ph.D. Dukungan dosen pembimbing, program studi, dan lingkungan akademik FISH UNJ menjadi bagian penting dalam mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, menghasilkan karya, serta berani berkompetisi di level internasional. FISH UNJ mengapresiasi pencapaian Vytha Aulia Dasuki sebagai representasi mahasiswa berprestasi yang mampu membawa nama baik program studi, fakultas, dan universitas. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui bidang keilmuan masing-masing. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FISH UNJ Raih Gold Medal dan Silver Medal pada Ajang Inovasi Internasional
Jakarta, 6 Juni 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Daffa, berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang inovasi internasional. Daffa meraih Gold Medal dalam International Invention and Innovation Competition serta Silver Medal dalam Innovation World Cup yang diselenggarakan oleh Malaysia Invention and Innovation Competition Association (MIICA). Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FISH UNJ memiliki kapasitas akademik, kreativitas, dan daya saing global dalam menghasilkan gagasan serta karya inovatif. Keberhasilan Daffa tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Sosiologi, tetapi juga bagi FISH UNJ dan Universitas Negeri Jakarta secara keseluruhan. Kompetisi inovasi internasional tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk memperkenalkan ide, karya, dan solusi kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui partisipasi ini, Daffa menunjukkan bahwa mahasiswa ilmu sosial tidak hanya berperan dalam memahami dinamika masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak dan berorientasi pada pemecahan masalah sosial. Prestasi yang diraih Daffa juga mencerminkan komitmen FISH UNJ dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan potensi diri, memperluas pengalaman akademik, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. FISH UNJ terus mendukung lahirnya mahasiswa yang unggul, adaptif, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui capaian ini, Daffa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FISH UNJ lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai forum akademik maupun nonakademik. Prestasi ini juga memperkuat posisi FISH UNJ sebagai fakultas yang berkomitmen dalam membangun budaya akademik yang produktif dan berorientasi pada prestasi. Selamat kepada Daffa dan Program Studi Pendidikan Sosiologi FISH UNJ atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga prestasi tersebut menjadi langkah awal untuk terus menghadirkan karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (10) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FISH UNJ Raih Juara 2 Lomba Debat Tingkat Nasional di Sekolah Vokasi IPB
Bogor, 31 Mei 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tiara Adelia Listiany, mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2025, bersama timnya berhasil meraih Juara 2 dalam Edudaytrich Mata Lomba Debat yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi IPB University, Bogor, pada 31 Mei 2026. Kompetisi debat tingkat nasional tersebut mengangkat tema “Ideas In Motion, Future In Action” yang mendorong peserta untuk mengembangkan gagasan kritis, argumentatif, dan solutif dalam merespons berbagai isu aktual. Dalam kompetisi ini, Tiara tergabung dalam tim bersama Ilyas Fauzan Yarisuni dan Salsabil. Ketiganya berhasil melewati empat babak penyisihan sebelum akhirnya meraih posisi Juara 2. Capaian ini menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa FISH UNJ memiliki daya saing akademik yang kuat, khususnya dalam kemampuan berpikir kritis, komunikasi argumentatif, kerja sama tim, serta keberanian menyampaikan gagasan di ruang kompetisi nasional. Prestasi tersebut juga mencerminkan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Tiara Adelia Listiany menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam lomba debat ini menjadi pengalaman berharga untuk melatih kemampuan berpikir cepat, menyusun argumen, dan bekerja sama dalam tim. Menurutnya, proses kompetisi memberikan banyak pelajaran mengenai pentingnya kesiapan, kepercayaan diri, serta kemampuan memahami isu dari berbagai sudut pandang. “Prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan tim. Melalui lomba debat ini, kami belajar untuk lebih kritis, percaya diri, dan mampu menyampaikan argumen secara terstruktur. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FISH UNJ lainnya untuk terus berani mencoba dan berprestasi,” ujar Tiara. Program Studi Pendidikan Sosiologi FISH UNJ juga mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan analisis, serta keterampilan komunikasi publik. Keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi debat menjadi salah satu ruang pembelajaran yang relevan dengan bidang sosiologi, karena menuntut peserta untuk memahami persoalan sosial secara kritis dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab. Prestasi Tiara dan tim diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FISH UNJ untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui berbagai kegiatan kompetitif, kolaboratif, dan produktif. FISH UNJ berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa dalam meraih prestasi serta berkontribusi bagi penguatan budaya akademik, daya saing lulusan, dan reputasi universitas di tingkat nasional. Melalui capaian ini, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai fakultas yang mendorong mahasiswa untuk aktif, adaptif, dan berdaya saing. Prestasi dalam Edudaytrich Mata Lomba Debat Tingkat Nasional 2026 menjadi wujud nyata semangat mahasiswa FISH UNJ dalam menggerakkan ide, membangun masa depan, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan akademik maupun masyarakat luas. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (9) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Penguatan SDM Desa Wisata, Dosen Prodi UPW FISH UNJ Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Wisata Sukamandi Masagi Subang
Subang, Jawa Barat – Tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (Prodi UPW FISH UNJ), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Wisata Sukamandi Masagi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan SDM Desa Wisata Sukamandi” sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Program ini dihadiri oleh berbagai unsur penggerak wisata desa, di antaranya Kepala Desa Sukamandi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengelola homestay, Karang Taruna, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Kelompok Wanita pegiat UMKM desa. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Kegiatan diawali dengan sambutan pembukaan oleh Kepala Desa Sukamandi, Bapak Agus Setiawan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian berkelanjutan yang diberikan Universitas Negeri Jakarta, khususnya Prodi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ, terhadap pengembangan Desa Wisata Sukamandi Masagi. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan UNJ sejak awal berdirinya desa wisata telah memberikan kontribusi penting dalam menggali dan mengembangkan berbagai potensi daya tarik wisata yang dimiliki Desa Sukamandi. Ia juga berharap kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta dan Desa Sukamandi dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Jenal Abidin S.Pd, M.M.Par, Lala Siti Sahara, M.Si, dan Candra Karismawan, M.Par. Dalam penyampaiannya, Jenal Abidin menekankan pentingnya peran pemilik homestay sebagai salah satu ruh utama dalam kegiatan wisata desa, khususnya dalam mendukung program wisata edukasi yang menjadi salah satu keunggulan paket wisata di Desa Wisata Sukamandi Masagi. Homestay tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga menjadi ruang interaksi budaya, pelayanan, dan pengalaman langsung bagi wisatawan untuk mengenal kehidupan masyarakat desa. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata; SDG 8: Decent Work and Economic Growth, melalui penguatan ekonomi lokal berbasis pariwisata, UMKM, dan homestay; serta SDG 11: Sustainable Cities and Communities, melalui pengembangan desa wisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, karena memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku wisata, BUMDes, pemuda, dan komunitas masyarakat. Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Jakarta berharap dapat terus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan desa wisata, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berdaya saing dan berkelanjutan (UPW FISH). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia International Course 2026 Bahas Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dan Robotika dalam Pendidikan Inklusif
Jakarta, 1 Juni 2026 – Eurasia International Course 2026 kembali menyelenggarakan sesi pembelajaran internasional secara daring melalui Zoom dengan tajuk “Rethinking Digital Divide in Education: Pedagogical Accessibility and AI-Supported Learning Design.” Kegiatan ini menghadirkan Assist. Prof. Darmawansah dari Global Foreign Language Education Program, Providence University, Taichung City, Taiwan, sebagai pembicara, serta Fajar Aditya Nugroho sebagai moderator. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator yang memperkenalkan latar belakang akademik dan perjalanan karier pembicara sebagai akademisi Indonesia yang saat ini mengajar di Taiwan. Setelah sesi perkenalan, pemateri mengajak para peserta untuk berpartisipasi dalam diskusi interaktif menggunakan ClassPoint, sebuah platform yang kerap digunakannya dalam proses pembelajaran sehari-hari. Melalui platform tersebut, peserta berbagi pengalaman mengenai berbagai tools AI yang sering digunakan, seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan lainnya. Dalam pemaparannya, Assist. Prof. Darmawansah menjelaskan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam mencari informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif. Menurutnya, penggunaan AI harus diimbangi dengan kemampuan manusia untuk mengelola dan berkolaborasi dengan teknologi tersebut. “AI can improve performance, AI is good for learning, but AI will be nothing without collaboration with people,” ujarnya. Selain membahas berbagai tools AI yang dapat digunakan untuk kebutuhan desain dan pembelajaran, pemateri juga menjelaskan pemanfaatan teknologi immersive learning, seperti virtual reality (VR) dan metaverse. Teknologi tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif, sekaligus meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Pada sesi selanjutnya, Assist. Prof. Darmawansah turut memperkenalkan penggunaan robot edukatif sebagai media pembelajaran. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah Kebbi Robot, yaitu robot yang dapat berinteraksi dengan peserta didik melalui percakapan, kuis, hingga kegiatan storytelling. Robot tersebut dirancang untuk membantu meningkatkan keterampilan komunikasi, kreativitas, serta kemampuan berpikir komputasional peserta didik. Menurutnya, teknologi seharusnya digunakan untuk mendukung proses pembelajaran yang bermakna, bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Ia menekankan bahwa pendidik tidak harus selalu mengembangkan teknologi dari awal, tetapi perlu mampu menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi perlu dipadukan dengan desain instruksional yang tepat. Menutup sesi pemaparan, Assist. Prof. Darmawansah menyampaikan harapannya agar robot edukatif yang saat ini sedang dikembangkannya dapat diterapkan di Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif, robot tersebut juga dapat digunakan sebagai sarana digital storytelling yang mengangkat budaya lokal Indonesia. Bersama salah satu mahasiswanya yang berasal dari Medan, ia tengah mengembangkan konsep pembelajaran berbasis robot dengan mengangkat legenda Malin Kundang. Melalui program tersebut, robot dapat bergerak, berbicara, dan mengikuti alur cerita yang telah diprogram, sehingga peserta didik dapat belajar teknologi sekaligus mengenal budaya Indonesia dengan cara yang lebih menarik dan interaktif (NRR/NJNA/CKG/FISHMed2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia Lecturer Series 2026 Session 11, Soroti Ancaman Siber di Era Artificial Intelligence (AI)
Sesi foto bersama setelah penutupan Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11. (Doc. FISHMed) Jakarta, 25 Mei 2026 — Fakultas IImu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11 dengan tema “Navigating the Uncertain Futures: Understanding the Transformative Impacts of Artificial Intelligence and Digitalization to Global Society.” Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Rudy Agus Gemilang Gultom, M.Sc., Guru Besar Tetap Ilmu Komputer Universitas Pertahanan Republik Indonesia sebagai pembicara utama dan Filya Rizky Lestari, S.T. M.Han., selaku moderator yang memandu jalannya diskusi. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ menghadirkan diskusi akademik mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI), digitalisasi, dan dampaknya terhadap masyarakat global. Dalam pemaparannya, Prof. Rudy menjelaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) kini telah berkembang menjadi instrumen strategis yang memengaruhi berbagai sektor, mulai dari pertahanan, keamanan, hingga kehidupan sosial masyarakat global. Perkembangan AI yang semakin pesat dinilai turut mengubah pola ancaman digital yang sebelumnya bersifat konvensional menjadi lebih kompleks, cepat, dan sulit dideteksi. Ia juga menyoroti bagaimana AI saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk membantu aktivitas manusia, tetapi juga berpotensi digunakan dalam serangan siber, manipulasi informasi, hingga penyebaran deepfake. Pemaparan materi mengenai kolaborasi regional dan global oleh pembicara dalam rangkaian Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11 (FISH) UNJ. (Doc. FISHMed) “Kalau robot diprogram untuk melakukan sesuatu, kalau AI diprogram untuk berpikir. AI belajar semuanya. Semakin banyak kita kasih data, semakin pintar,” ujar Prof. Rudy dalam sesi diskusi. Ia menjelaskan bahwa teknologi AI mampu mempelajari pola data, suara, wajah, hingga gestur manusia sehingga dapat menghasilkan konten digital yang menyerupai aslinya. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan baru dalam menjaga keamanan informasi dan privasi digital masyarakat, terlebih dengan berkembangnya teknologi quantum computing yang dapat mempercepat kemampuan AI dalam melakukan proses komputasi dan analisis data. Prof. Rudy juga menjelaskan bahwa ancaman siber global dan regional saat ini semakin kompleks serta bersifat lintas negara sehingga tidak dapat ditangani secara individual maupun sektoral. Oleh karena itu, cyber security perlu menjadi prioritas utama dalam memperkuat ketahanan digital nasional di tengah transformasi teknologi yang terus berkembang. Sebagai bentuk solusi, Prof. Rudy menawarkan enam strategi nasional cyber security berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam menghadapi ancaman global. Strategi tersebut meliputi pengembangan SDM dan talenta siber nasional, penguatan infrastruktur pertahanan siber nasional, penguatan regulasi dan tata kelola siber, public-private partnership (PPP) dalam cyber security, kolaborasi strategis regional dan global, serta implementasi Sixware Cyber Security Framework. Dalam sesi tersebut, Prof. Rudy turut memperkenalkan Sixware Cyber Security Framework, sebuah framework keamanan siber yang dikembangkannya sejak 2019. Framework tersebut mengintegrasikan aspek sumber daya manusia, perangkat keras, perangkat lunak, infrastruktur, tata kelola, hingga pendanaan dalam membangun sistem pertahanan siber yang adaptif dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa framework tersebut saat ini tengah diupayakan untuk dapat menjadi standar nasional melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Penyerahan buku karya pembicara kepada perwakilan FISH UNJ dalam rangkaian Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11. (Doc. FISHMed) Pada akhir sesi, Prof. Rudy turut menyerahkan buku karyanya yang berjudul Cyber Warfare: Sudah Siapkah Kita Menghadapinya? kepada panitia dan perpustakaan FISH UNJ. Penyerahan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan literasi dan kajian keamanan siber di lingkungan akademik. Melalui Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11 ini, peserta diajak untuk memahami bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi tidak hanya menghadirkan peluang dalam berbagai sektor kehidupan, tetapi juga memunculkan tantangan baru yang perlu diantisipasi secara kolektif. Diskusi ini sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, penguatan literasi digital, serta kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem keamanan siber yang adaptif di tengah perkembangan teknologi global yang terus berubah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan wawasan bagi mahasiswa dan civitas akademika FISH UNJ dalam menghadapi dinamika transformasi digital di masa depan (BMF/GIC/AG/FISHMed2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (56) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (36) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Pembelajaran Sejarah Berbasis Museum, Kolaborasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ bersama Museum Kebaharian
Jakarta, 2 Juni 2026 – Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta, Bapak Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D.; Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian, Ibu Mis’ari, M.Hum.; Bapak Firman Faturohman selaku Kurator Museum Bahari yang hadir sebagai narasumber dalam sesi kuliah tamu; Wakil Dekan I, II, dan III FISH; jajaran Koordinator Program Studi di lingkungan FISH; serta mahasiswa Program Studi Sejarah. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Universitas Negeri Jakarta yang diikuti oleh seluruh peserta dengan khidmat. Selanjutnya, Dekan FISH UNJ, Bapak Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen fakultas untuk terus mendorong kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk museum, guna memperluas wawasan, pengalaman belajar, dan jejaring mahasiswa. Beliau menyampaikan bahwa FISH UNJ sangat mendukung kolaborasi yang terjalin dengan Museum Bahari. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk membangun jejaring yang luas sehingga dapat berkolaborasi secara aktif di tengah masyarakat dan memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari sejarah melalui ruang kelas, tetapi juga memahami bagaimana museum dapat menjadi sumber belajar, ruang riset, sekaligus mitra strategis dalam penguatan pendidikan sejarah dan kebudayaan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian, Ibu Mis’ari, M.Hum. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Museum Bahari dan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. Beliau berharap silaturahmi dan kolaborasi yang dimulai pada hari ini dapat terus berkembang serta berlanjut dalam berbagai program pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, kolaborasi yang dibangun secara berkesinambungan akan memberikan manfaat positif bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya dalam memperkuat literasi sejarah, pelestarian budaya, dan pengenalan warisan kebaharian Indonesia kepada generasi muda. Sebagai bentuk penguatan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta dan Museum Bahari. Prosesi tersebut kemudian diikuti dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol kemitraan dan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan pendidikan, khususnya di bidang sejarah, kebudayaan, dan permuseuman. Memasuki acara inti, peserta mengikuti sesi kuliah tamu yang disampaikan oleh Bapak Firman Faturohman dengan tema “Merancang Pembelajaran Sejarah Berbasis Museum.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai pendekatan dalam memanfaatkan museum sebagai sumber belajar sejarah yang mampu menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih nyata, interaktif, dan relevan bagi peserta didik. Museum tidak hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang dapat memperkaya proses pembelajaran melalui interaksi langsung dengan sumber-sumber sejarah. Agenda ini memiliki relevansi kuat dengan komitmen Universitas Negeri Jakarta dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education. Melalui pembelajaran sejarah berbasis museum, mahasiswa memperoleh akses terhadap pengalaman belajar yang inklusif, kontekstual, dan bermakna. Kegiatan ini juga mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities, terutama dalam aspek pelestarian warisan budaya dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah serta identitas kebaharian bangsa. Selain itu, kolaborasi FISH UNJ bersama Museum Bahari juga mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kemitraan antara perguruan tinggi dan lembaga kebudayaan dalam memperkuat ekosistem pendidikan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan IKU 2, yaitu mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus melalui pembelajaran yang terhubung dengan lembaga mitra dan sumber belajar eksternal. Kegiatan ini juga mendukung IKU 3, karena membuka ruang bagi dosen untuk berkegiatan di luar kampus melalui kolaborasi akademik dan kelembagaan dengan Museum Bahari. Selain itu, penandatanganan MoU antara FISH UNJ dan Museum Bahari turut mendukung IKU 6, yaitu program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia, industri, lembaga pemerintahan, maupun institusi sosial-kebudayaan yang relevan dengan pengembangan keilmuan dan kompetensi mahasiswa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya kegiatan serta harapan agar kerja sama yang telah terjalin dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan, pembelajaran sejarah, dan pelestarian kebudayaan di masa mendatang (BFA/SNA/FISHMed2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (55) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (35) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswa FISH UNJ Perluas Wawasan Sejarah Bahasa dan Peradaban Dunia melalui Kuliah Umum Bersama Duta Besar Yunani
Jakarta, 4 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut berpartisipasi dalam kuliah umum bertajuk “Greek Language through The Ages: Literature and History” yang menghadirkan Duta Besar Yunani untuk Indonesia, Dimitrios Michalopoulos, sebagai narasumber. Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Maftuchah Yusuf, Gedung Dewi Sartika Lantai 2, Universitas Negeri Jakarta.Kuliah umum ini menjadi ruang pembelajaran lintas budaya bagi sivitas akademika UNJ, khususnya mahasiswa FISH, untuk memahami perkembangan bahasa Yunani, kesusastraan klasik, serta kontribusinya terhadap sejarah pemikiran dan peradaban dunia. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education, melalui penguatan akses mahasiswa terhadap pembelajaran global, serta SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui perluasan jejaring akademik dan diplomasi pendidikan internasional. Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Suyono, M.Si., selaku Sekretaris Universitas Negeri Jakarta; Firdaus Wajdi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum; Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., selaku Wakil Dekan III FISH UNJ; sivitas akademika UNJ; serta mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum sebagai peserta kuliah umum. Acara dibuka oleh Duta UNJ, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Yunani, Ýmnos eis tīn Eleftherían. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Suyono, M.Si., menegaskan bahwa Yunani memiliki posisi penting dalam sejarah peradaban dunia. Menurutnya, kontribusi Yunani terhadap filsafat, sastra, demokrasi, bahasa, dan perkembangan pemikiran manusia telah membentuk tradisi intelektual lintas generasi dan lintas benua. “Greece occupies a unique and distinguished place in the story of world civilization. Its contribution to philosophy, literature, democracy, language, and the development of human thought has shaped intellectual tradition across generations and continents,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa bahasa Yunani tidak hanya penting sebagai warisan linguistik, tetapi juga sebagai fondasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, sejarah, dan tradisi akademik modern. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan dapat memperluas perspektif global dan memahami bahwa bahasa merupakan bagian penting dari pembentukan budaya, identitas, dan pengetahuan manusia. Kuliah umum dipandu oleh Suci Maharani, M.Pd., sebagai moderator. Dalam pemaparannya, Dimitrios Michalopoulos menjelaskan bahwa perkembangan kesusastraan Yunani berakar kuat pada tradisi lisan pada masa klasik. Pada periode tersebut, kisah-kisah epik disampaikan melalui deklamasi dalam berbagai festival keagamaan. Para pencerita memiliki ruang untuk menyesuaikan penyampaian, namun tetap diwajibkan menjaga keutuhan alur dan makna cerita. “At the time, adhering to the words of the text was not compulsory, but the story had to be respected. So you could alter the story a bit, but you had to be faithful to the plot. You couldn’t change that,” jelas Dimitrios Michalopoulos. Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa tradisi lisan tersebut kemudian berkembang menjadi teks prosa sejarah yang melahirkan pendekatan historiografi yang lebih sistematis. Herodotus disebut sebagai salah satu pelopor penulisan sejarah yang masih memasukkan sudut pandang pribadi dalam narasinya. Sementara itu, sejarawan generasi berikutnya seperti Thucydides dan Xenophon mulai mengembangkan metode yang lebih objektif melalui kritik sumber, verifikasi fakta, dan ketelitian dalam membangun narasi sejarah. Perkembangan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam lahirnya disiplin ilmu sejarah modern. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai sejarah, sastra, perkembangan bahasa Yunani, serta relevansinya dalam memahami peradaban dan ilmu pengetahuan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara komprehensif oleh Dimitrios Michalopoulos, sehingga memperkaya pemahaman peserta mengenai hubungan antara bahasa, sejarah, dan kebudayaan. Melalui kuliah umum ini, FISH UNJ menegaskan pentingnya pembelajaran lintas budaya sebagai bagian dari pendidikan tinggi yang terbuka, inklusif, dan berwawasan global. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai sejarah perkembangan bahasa Yunani, memperkuat pemahaman lintas budaya di lingkungan kampus, serta mendorong mahasiswa untuk melihat bahasa dan sastra sebagai pintu masuk dalam memahami peradaban manusia (CKG & ZR). FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (55) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (34) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (47) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Perkuat Jejaring Global, FISH UNJ Gelar Kuliah Umum Bersama Kedutaan Besar Costa Rica
Jakarta, 21 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menggelar Kuliah Umum (General Lecture) internasional bertajuk “The World History: History of Costa Rica and Noticeable Achievements” pada Kamis (21/5/2026) di Auditorium Maftuchah Yusuf, Gedung R. Dewi Sartika, Kampus UNJ. Kegiatan ini menghadirkan Francisco José Masís Holdridge, M.Sc., selaku Kepala Misi dan Kuasa Usaha Sementara Kedutaan Besar Costa Rica untuk Indonesia sebagai narasumber utama. Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperluas jejaring global, memperkuat wawasan internasional mahasiswa, serta membuka ruang dialog akademik mengenai sejarah, budaya, dan capaian pembangunan negara-negara di dunia. Acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal UNJ, Prof. Dr. Siono, M.Si., yang membacakan sambutan Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., serta dihadiri pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa. Dipandu oleh moderator Muhammad Hasmi Yanuardi, S.S., M.Hum., Francisco memaparkan sejarah Costa Rica, kekayaan budaya pra-Kolombia, serta berbagai pencapaian negaranya di bidang pendidikan, lingkungan, teknologi, dan pembangunan sosial. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana Costa Rica berkembang sebagai salah satu negara yang memiliki perhatian kuat terhadap perdamaian, demokrasi, keberlanjutan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat. Salah satu poin penting yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut adalah keputusan bersejarah Costa Rica untuk menghapus institusi militer sejak 1 Desember 1948. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam arah pembangunan Costa Rica karena memungkinkan alokasi anggaran negara lebih difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan pengembangan energi terbarukan. Pilihan strategis tersebut turut mendorong Costa Rica bertransformasi menjadi negara yang dikenal dengan komitmennya terhadap perdamaian, keberlanjutan, serta pengembangan teknologi tinggi di era modern. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan kuat dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, SDG 13: Climate Action, SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions, dan SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui kuliah umum internasional ini, FISH UNJ tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa tentang sejarah dan pembangunan global, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pendidikan, perdamaian, tata kelola kelembagaan, keberlanjutan lingkungan, serta kemitraan internasional sebagai fondasi pembangunan masa depan. Sebagai penutup kegiatan, FISH UNJ menyerahkan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan kontribusinya dalam kegiatan kuliah umum internasional tersebut. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, dosen, dan mahasiswa peserta kegiatan. Penulis : NA, JRPS, NFAFISH Media Center, 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (54) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (33) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (47) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Raih Tujuh Penghargaan dalam Riset Expo dan LPPM UNJ Award 2026
Jakarta, 19 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini ditandai dengan capaian FISH UNJ yang berhasil meraih tujuh penghargaan dalam kegiatan Riset Expo dan LPPM UNJ Award Tahun 2026 yang mengusung tema “Globalisasi Riset UNJ untuk Meningkatkan Dampak dan Daya Saing.” Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika Lantai 2, Kampus A Universitas Negeri Jakarta. Agenda ini menjadi ruang apresiasi bagi sivitas akademika UNJ yang berkontribusi dalam pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, hak kekayaan intelektual, serta inovasi akademik yang berdampak luas. Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNJ, pembacaan doa, serta penampilan tari tradisional. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua LPPM UNJ, Prof. Dr. Iwan Sugihartono, M.Si., yang menyampaikan harapan agar UNJ terus meningkatkan karya-karya riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris Umum UNJ, Prof. Dr. Suyono, M.Si., mewakili Rektor UNJ. Dalam sambutannya, Prof. Suyono menekankan bahwa riset perguruan tinggi perlu bergerak melampaui capaian akademik semata, yaitu dengan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, dunia industri, pemerintah, dan komunitas internasional. “Riset harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, dunia industri, pemerintah, serta komunitas internasional. Riset juga harus mampu memperkuat posisi universitas dalam percaturan global melalui kolaborasi internasional, inovasi, dan kontribusi dalam penyelesaian persoalan dunia,” ujar Prof. Suyono. Pada kesempatan tersebut, Prof. Suyono juga memberikan motivasi kepada para dosen dan peneliti agar terus berkarya, menulis, berinovasi, dan mengabdi dalam dunia akademik. Pembukaan acara secara resmi ditandai dengan pemukulan gong. Kegiatan ini turut menghadirkan orasi ilmiah dari Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Saintek Kemendiktisaintek, Prof. Yudhi Dharma, Ph.D. Dalam orasinya, Prof. Yudhi membahas sejumlah isu strategis, mulai dari sebaran jurnal di Asia Tenggara, rantai nilai komoditas strategis Indonesia, hingga pentingnya mengonversi kekayaan alam menjadi riset yang memiliki nilai manfaat dan daya saing. Sebagai bagian dari rangkaian acara, UNJ juga menayangkan video produk inovasi, meluncurkan Aplikasi HKI UNJ, serta menyerahkan sejumlah luaran akademik, antara lain Buku Bunga Rampai Pengabdian, Katalog Jurnal, Buku Hasil Riset Terapan, Buku Kajian Desa Bulak, dan Buku Kajian RSSG Kota Depok. Dalam sesi LPPM UNJ Award 2026, FISH UNJ berhasil mencatatkan capaian membanggakan melalui tujuh penghargaan. Prof. Dr. M. Japar, M.Si. meraih Dosen Terbaik 3 pada kategori Bidang Penelitian Kompetitif Nasional (Dikti & BRIN) Individu. Pada bidang Hak Kekayaan Intelektual, Rayuna Handawati, S.Si., M.Pd. meraih Dosen Terbaik 1 kategori Hak Cipta Tahun 2025. FISH UNJ juga meraih Fakultas Terbaik 3 dalam kategori Bidang Jurnal UNJ Terakreditasi SINTA Terbanyak. Selain itu, Jurnal Saskara dari FISH UNJ memperoleh penghargaan sebagai Jurnal Baru Terakreditasi SINTA Terbaik dalam kategori Bidang Jurnal UNJ Terakreditasi Tahun 2025. Prestasi lain diraih pada kategori SINTA Score (Buku), yaitu Dr. Dini Safitri, S.Sos., M.Si. sebagai Dosen Terbaik 1 dan Noprita Herari, M.I.Kom. sebagai Dosen Terbaik 2. Sementara itu, Prof. Dr. Desy Safitri, M.Si. meraih penghargaan sebagai dosen dengan SINTA Score 3Yr Individu Tertinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerja Sama FISH UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi refleksi dari kerja kolektif sivitas akademika FISH dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan berdampak. “Capaian ini bukan hanya tentang jumlah penghargaan yang diterima, tetapi tentang bagaimana FISH UNJ terus membangun budaya riset, publikasi, inovasi, dan pengabdian yang semakin kuat. Kami berharap penghargaan ini menjadi energi positif bagi dosen, peneliti, pengelola jurnal, dan seluruh sivitas akademika FISH untuk menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mendukung pencapaian SDGs, serta memperkuat kontribusi UNJ di tingkat nasional dan global,” ujar Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si. Capaian FISH UNJ dalam Riset Expo dan LPPM UNJ Award 2026 juga memiliki relevansi dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui penguatan riset dan publikasi ilmiah; SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, melalui pengembangan inovasi dan hak kekayaan intelektual; serta SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui dorongan kolaborasi akademik, diseminasi ilmu pengetahuan, dan kontribusi riset yang dapat menjawab tantangan masyarakat. Melalui capaian ini, FISH UNJ menegaskan posisinya sebagai fakultas yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu sosial, hukum, pendidikan, dan komunikasi, tetapi juga pada penciptaan dampak akademik dan sosial yang berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa FISH UNJ terus bergerak dalam memperkuat reputasi kelembagaan, meningkatkan kualitas luaran akademik, serta mendukung visi UNJ sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Penulis: GSFI, SZ Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (53) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (32) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (47) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru