Jakarta, 21 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kick Andy Goes to Campus melalui penyelenggaraan sesi podcast bersama jurnalis dan presenter ternama, Andy F. Noya. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Podcast Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai perkembangan industri media, tantangan jurnalistik, serta pentingnya menjaga kredibilitas informasi di tengah transformasi digital. Sesi podcast yang diselenggarakan oleh Kantor Humas dan Informasi Publik UNJ tersebut dipandu oleh Matthew Natanael, Duta UNJ, sebagai pembawa acara. Diskusi menghadirkan pembahasan mengenai perubahan pola komunikasi masyarakat, khususnya ketika media sosial semakin mendominasi penyebaran informasi dan memengaruhi cara publik memahami berbagai peristiwa. Perkembangan teknologi komunikasi telah membuka kesempatan yang semakin luas bagi masyarakat untuk memproduksi sekaligus mendistribusikan informasi. Kehadiran berbagai platform digital, termasuk TikTok, turut mendorong munculnya beragam bentuk penyampaian pesan yang lebih singkat, kreatif, dan interaktif. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru terkait ketepatan informasi, kredibilitas sumber, serta tanggung jawab dalam menyampaikan pesan kepada khalayak. Salah satu perhatian utama dalam diskusi adalah kecenderungan sebagian pembuat konten yang lebih mengutamakan popularitas dan kecepatan publikasi dibandingkan ketelitian dalam memastikan kebenaran informasi. Kondisi tersebut dapat memunculkan persoalan ketika konten yang telah tersebar luas ternyata mengandung informasi yang tidak tepat, menimbulkan kesalahpahaman, atau mendapatkan respons negatif dari masyarakat. Fenomena konten viral yang berujung pada kritik publik menjadi gambaran bahwa keberhasilan komunikasi tidak cukup diukur melalui jumlah penonton, interaksi, maupun tingkat penyebaran informasi. Lebih dari itu, setiap pesan yang dipublikasikan perlu mempertimbangkan aspek kebenaran, kepatutan, dan konsekuensi sosial yang mungkin ditimbulkan. Dalam konteks tersebut, nilai-nilai dasar jurnalistik tetap memiliki peran penting meskipun ekosistem media terus mengalami perubahan. Proses pemeriksaan fakta, penggunaan sumber yang dapat dipercaya, keberimbangan informasi, serta kepatuhan terhadap etika komunikasi merupakan unsur yang perlu dipertahankan dalam praktik penyampaian informasi, baik melalui media konvensional maupun platform digital. Bagi lingkungan akademik FISH UNJ, pembahasan ini memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya pada bidang hubungan masyarakat dan komunikasi digital. Mahasiswa dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menghasilkan konten yang inovatif, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami karakteristik audiens, serta mempertimbangkan dampak sosial dari informasi yang dipublikasikan. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan kontribusi FISH UNJ terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), terutama melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, dan literasi digital mahasiswa. Diskusi bersama praktisi media memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami tantangan profesional secara lebih kontekstual sekaligus menghubungkan pembelajaran akademik dengan dinamika industri komunikasi. Selain itu, pembahasan mengenai integritas jurnalistik dan tanggung jawab penyebaran informasi juga relevan dengan SDGs Tujuan 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice and Strong Institutions). Penguatan literasi informasi dan praktik komunikasi yang bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya ruang publik yang sehat, meningkatkan kesadaran terhadap informasi yang kredibel, serta mendorong akses masyarakat terhadap informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pemanfaatan fasilitas Laboratorium Podcast, FISH UNJ terus menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis para profesional. Kehadiran Andy F. Noya dalam rangkaian kegiatan Kick Andy Goes to Campus menjadi momentum untuk memperkaya pemahaman mengenai pentingnya menjaga prinsip jurnalistik di tengah perubahan teknologi dan perilaku konsumsi media. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa FISH UNJ untuk menjadi calon profesional komunikasi yang adaptif, kreatif, dan berintegritas. Dengan mengedepankan kemampuan literasi digital serta tanggung jawab sosial, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem informasi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. []
Bangkit Pasca Kecelakaan, Nuraini Raih Gelar Sarjana Pendidikan Sejarah FISH UNJ: Wujud Semangat Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan
Jakarta, FISH UNJ – Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi Nuraini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), untuk menuntaskan pendidikan tinggi. Setelah mengalami kecelakaan pada semester empat yang mengharuskannya menggunakan kursi roda, Nuraini berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan dan mengikuti Wisuda Universitas Negeri Jakarta Tahun Akademik 2025/2026 Sesi 2 yang diselenggarakan di Gedung Olahraga Universitas Negeri Jakarta (GOR UNJ), Selasa (20/10/2026). Keberhasilan Nuraini menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan, semangat belajar, dan pentingnya dukungan pendidikan yang inklusif. Perjalanannya juga mencerminkan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang menekankan akses pendidikan inklusif dan merata bagi semua, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) yang mendorong kesempatan setara bagi setiap individu, termasuk penyandang disabilitas. Nuraini, mahasiswa angkatan 2022 asal Depok, Jawa Barat, sebelumnya menjalani aktivitas perkuliahan dengan menggunakan transportasi umum setiap hari dari rumah menuju kampus UNJ. Rutinitas tersebut membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Namun, semangatnya untuk memperoleh pendidikan tinggi membuatnya tetap menjalani aktivitas akademik dengan penuh tanggung jawab. Perjalanan pendidikannya menghadapi tantangan besar ketika kecelakaan yang dialaminya pada semester empat mengubah kondisi fisik dan mobilitasnya. Sejak saat itu, Nuraini harus beradaptasi dengan penggunaan kursi roda, menjalani proses pemulihan kesehatan, serta menyesuaikan berbagai aktivitas akademik dan sosial. Meski menghadapi perubahan yang tidak mudah, Nuraini memilih untuk tetap melanjutkan pendidikannya hingga selesai. Beradaptasi dengan Keterbatasan, Tetap Berjuang Menyelesaikan Studi Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Nuraini adalah ketika memasuki tahap penyusunan skripsi. Sebagai mahasiswa Pendidikan Sejarah, proses penelitian membutuhkan akses terhadap berbagai literatur, dokumen, dan sumber referensi akademik. Kondisi mobilitas yang terbatas membuatnya tidak dapat secara leluasa mengunjungi perpustakaan maupun mencari sumber penelitian secara langsung. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Nuraini memanfaatkan perkembangan teknologi informasi melalui jurnal ilmiah daring, perpustakaan digital, serta berbagai sumber referensi berbasis internet. Pemanfaatan teknologi digital tersebut menjadi salah satu strategi yang membantunya menyelesaikan tugas akhir sekaligus memperlihatkan pentingnya akses sumber pembelajaran yang fleksibel bagi mahasiswa dengan kebutuhan beragam. Pengalaman Nuraini menunjukkan relevansi SDG 4, khususnya dalam menghadirkan kesempatan belajar yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh mahasiswa tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang sosial ekonomi. Selain berfokus pada kegiatan akademik, Nuraini juga berupaya mempertahankan keterlibatannya dalam kehidupan kemahasiswaan. Ia tetap mengikuti kegiatan kepanitiaan kampus dengan menjalankan sejumlah tugas yang memungkinkan untuk dikerjakan dari rumah. Keterlibatan tersebut menjadi sarana baginya untuk terus berinteraksi dengan rekan mahasiswa, mengembangkan kemampuan, dan menjaga hubungan sosial di tengah proses pemulihan kesehatan. Dukungan KIP Kuliah dan Keluarga Menjadi Penguat Perjalanan Akademik Di balik keberhasilannya menyelesaikan pendidikan, Nuraini mengakui bahwa dukungan finansial melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah memberikan kontribusi penting dalam perjalanan studinya. Bantuan pendidikan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan akademik dan transportasi selama berkuliah, tetapi juga meringankan sebagian pengeluaran yang muncul ketika dirinya harus menjalani perawatan kesehatan pascakecelakaan. “Cukup membantu aku ya, karena kan yang tadi aku bilang aku PP dari rumah, itu kan juga banyak pengeluaran. Waktu aku kecelakaan juga itu cukup membantu aku karena dari rumah sakit ada yang nge-cover, tapi ada beberapa printilan yang enggak di-cover. Jadi aku pakai uang KIP untuk ke situ juga. Jadi selain untuk pendidikan, aku juga mengasih untuk kesehatan,” tutur Nuraini. Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya program bantuan pendidikan dalam memperluas kesempatan mahasiswa untuk mempertahankan keberlanjutan studi, terutama ketika menghadapi tantangan ekonomi dan kondisi kesehatan yang tidak terduga. Hal ini selaras dengan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan akses terhadap bantuan sosial dan pendidikan, serta SDG 10 yang menekankan pengurangan kesenjangan kesempatan dalam berbagai aspek kehidupan. Selain dukungan finansial, keluarga juga memiliki peran besar dalam menjaga motivasi Nuraini. Di tengah rasa pesimis dan tantangan penyesuaian diri, keluarga senantiasa memberikan dorongan agar ia tidak menyerah. Salah satu sumber motivasinya berasal dari sang adik yang terus mengingatkan untuk tetap percaya diri dan berani menghadapi berbagai rintangan. Nuraini juga memperoleh inspirasi dari kisah penyandang disabilitas yang mampu berkarya dan menjalani kehidupan produktif. Melalui berbagai cerita yang dibacanya di internet, ia menyadari bahwa perubahan kondisi fisik tidak harus membatasi kesempatan seseorang untuk mengembangkan potensi diri. Dukungan emosional dari keluarga dan lingkungan sosial tersebut menjadi bagian penting dari proses pemulihan serta keberlanjutan pendidikannya. Pengalaman ini turut berkaitan dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), yang menekankan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan bagi semua individu. Wisuda Menjadi Tonggak Perjuangan dan Harapan Masa Depan Bagi Nuraini, momen wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda keberhasilan melewati berbagai tantangan selama menempuh pendidikan di FISH UNJ. Gelar Sarjana Pendidikan yang diraihnya menjadi hasil dari proses panjang yang mencakup perjuangan akademik, adaptasi terhadap kondisi fisik, pemulihan kesehatan, serta dukungan orang-orang terdekat. Setelah menyelesaikan studi sarjana, Nuraini berencana memberikan perhatian lebih besar terhadap pemulihan kesehatannya. Ia masih memiliki agenda menjalani operasi lanjutan dan fisioterapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kondisi fisiknya. Meski demikian, keinginannya untuk terus menempuh pendidikan tidak berhenti. Nuraini berharap dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi ketika kondisi kesehatan dan finansialnya telah memungkinkan. Semangat tersebut mencerminkan prinsip pembelajaran sepanjang hayat sebagaimana ditekankan dalam SDG 4, yaitu memastikan kesempatan belajar yang berkualitas dan berkelanjutan bagi setiap individu. Kepada mahasiswa lain yang sedang menghadapi berbagai tantangan, Nuraini menyampaikan pesan agar tetap memiliki semangat dan tidak menyerah terhadap keadaan. “Kita harus tetap semangat, karena di luar itu ternyata banyak banget orang-orang yang lebih keren daripada kita. Jadi kita harus tetap semangat apa pun keadaannya, walaupun kita disabilitas, walaupun kita enggak mampu kayak orang lain. Pokoknya gas terus aja, apa pun rintangannya dilanjut!” ungkapnya. Kisah Nuraini dan Pentingnya Pendidikan Tinggi yang Inklusif Keberhasilan Nuraini menyelesaikan pendidikan di Program Studi Pendidikan Sejarah FISH UNJ menjadi pengingat bahwa akses terhadap pendidikan tinggi harus disertai dengan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk mereka yang menghadapi keterbatasan mobilitas maupun tantangan sosial ekonomi. Kisah ini menegaskan pentingnya pengembangan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, mulai dari aksesibilitas sarana pembelajaran, ketersediaan sumber akademik digital, dukungan finansial, hingga lingkungan sosial yang menghargai keberagaman kondisi mahasiswa. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, perjalanan Nuraini memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan SDGs, terutama SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Bagi FISH UNJ,
Kehilangan Penglihatan Tak Halangi Tion Iswanto, Lulusan PAI FISH UNJ Raih IPK 3,84 dan Wujudkan Cita-Cita Menjadi Pendidik Inklusif
JAKARTA, FISH UNJ – Keterbatasan penglihatan tidak menyurutkan semangat Tion Iswanto untuk meraih pendidikan tinggi. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), tersebut berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dalam empat tahun dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,84 pada Wisuda UNJ Tahun Akademik 2025/2026. Pencapaian Tion menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan, kemandirian, dan pentingnya lingkungan pendidikan yang inklusif. Perjalanannya sekaligus mencerminkan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang menekankan akses pendidikan inklusif dan berkeadilan, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui perluasan kesempatan bagi penyandang disabilitas. Bangkit dari Kehilangan Penglihatan Tion mengalami ketunanetraan total sejak berusia 13 tahun. Berasal dari Brebes, Jawa Tengah, ia tumbuh dalam keluarga sederhana dengan kedua orang tua bekerja sebagai buruh tani. Enam kali operasi mata yang dijalaninya di Cicendo, Bandung, belum berhasil memulihkan penglihatannya. Kondisi tersebut sempat membuat Tion berhenti sekolah selama dua tahun. Namun, keinginannya untuk memperoleh pendidikan mendorongnya kembali bersekolah di SLB Agro Industri pada 2015–2016, sebelum melanjutkan pendidikan di Sekolah Khusus Islam Terpadu (SKh-IT) Yarfin hingga lulus pada 2022. “Keterbatasan bukan berarti terbatas, tetapi dapat melampaui keterbatasan itu sendiri,” ungkap Tion. Pada tahun yang sama, Tion memutuskan melanjutkan pendidikan ke UNJ dan memilih Program Studi PAI FISH. Keputusan tersebut didorong oleh cita-citanya menjadi pendidik yang mampu menghadirkan pembelajaran agama secara inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas. Teknologi dan Dukungan Kampus sebagai Kunci Keberhasilan Selama menjalani perkuliahan, Tion memanfaatkan teknologi komputer bicara untuk mengakses bahan ajar, mengikuti pembelajaran, dan menyelesaikan tugas akademik secara mandiri. Menurutnya, digitalisasi pembelajaran di UNJ memberikan kemudahan bagi mahasiswa tunanetra untuk berpartisipasi dalam kegiatan akademik. “Digitalisasi mulai dari bahan ajar, media, sampai evaluasi sangat membantu saya mengakses dengan mandiri, karena saya sudah menguasai teknologi komputer bicara. Selain itu, dosen-dosennya sangat inklusif,” jelasnya. Dukungan dosen dan teman seangkatan turut berperan dalam keberhasilan akademiknya. Ketika menghadapi materi visual yang belum dilengkapi deskripsi, teman-temannya membantu menjelaskan isi pembelajaran. Sementara itu, dosen pembimbing skripsinya, Andy Hadiyanto dan Ahmad Hakam, memfasilitasi proses bimbingan melalui media digital. Tion juga memperoleh beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi mahasiswa penyandang disabilitas yang membantu pembiayaan studinya hingga selesai. Di luar kegiatan akademik, Tion menjalani kehidupan secara mandiri. Ia tinggal di rumah kos sekitar sepuluh menit berjalan kaki dari kampus serta mengurus kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga mencuci pakaian. “Tunanetra tidak perlu dikasihani, tetapi didukung,” tegasnya. Pengalaman Tion menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif membutuhkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan lingkungan kampus. Hal ini sejalan dengan SDG 4, terutama target 4.5 mengenai penghapusan kesenjangan akses pendidikan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Mendorong FISH UNJ Semakin Inklusif dan Aksesibel Meski mengapresiasi dukungan yang diterimanya, Tion berharap pengembangan fasilitas aksesibilitas di lingkungan UNJ terus ditingkatkan. Ia menyoroti keberadaan jalur pemandu (guiding block) yang belum merata serta materi pembelajaran visual yang belum seluruhnya dilengkapi deskripsi alternatif. Menurutnya, penyediaan teknologi perlu diiringi dengan perancangan pembelajaran yang mempertimbangkan kebutuhan seluruh mahasiswa. Ia juga berharap mahasiswa penyandang disabilitas dilibatkan dalam perencanaan fasilitas kampus agar sarana yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Program Studi PAI FISH UNJ turut mendukung penguatan pendidikan inklusif melalui forum diskusi antara dosen dan mahasiswa penyandang disabilitas untuk mengidentifikasi kebutuhan serta mengevaluasi aksesibilitas pembelajaran. Upaya tersebut relevan dengan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), khususnya target 10.2 yang mendorong inklusi sosial bagi semua orang tanpa memandang kondisi disabilitas. Selain itu, pengembangan fasilitas pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah disabilitas sejalan dengan target 4.a dalam SDG 4. Bagi Tion, kampus inklusif bukan sekadar institusi yang menerima mahasiswa penyandang disabilitas, melainkan lingkungan yang memberikan kesempatan setara untuk belajar, berkembang, dan berpartisipasi secara penuh. Dari Mahasiswa Tunanetra Menjadi Pendidik Inklusif Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Tion mulai mewujudkan cita-cita sebagai pendidik. Saat ini, ia menjalani masa percobaan sebagai tenaga pendidik di SKh-IT Yarfin, Tangerang Selatan, dengan mengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan komputer. Pengalaman pribadinya sebagai mahasiswa tunanetra menjadi motivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan kurikulum dan bahan ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang lebih aksesibel. “Saya ingin ikut berkontribusi mengembangkan aksesibilitas kurikulum, terutama mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti,” tuturnya. Ke depan, Tion berharap dapat melanjutkan pendidikan magister sambil bekerja serta mengembangkan karier sebagai aparatur sipil negara. Ia juga berpesan kepada penyandang tunanetra yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi agar menguasai teknologi, meningkatkan kemampuan orientasi dan mobilitas, serta membangun kemandirian dan komunikasi. “Keberanian itu adalah pintu menuju kemudahan. Berani bertanya, maka jalan akan terbuka lebar,” pesannya. Keberhasilan Tion menyelesaikan studi dengan IPK 3,84 menjadi bukti pentingnya akses pendidikan yang setara dan dukungan lingkungan akademik. Kisahnya sekaligus memperkuat semangat FISH UNJ dalam mendukung pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui perjalanan Tion, nilai-nilai SDG 4 dan SDG 10 menemukan wujud nyata: pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang membuka kesempatan bagi setiap individu untuk mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Perluas Jejaring Akademik Global, FISH UNJ dan National Chung Cheng University Taiwan Perkuat Kolaborasi Riset dan Mobilitas Internasional
Chiayi, Taiwan — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi berwawasan global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kelembagaan ke National Chung Cheng University (CCU), Taiwan, pada 16 Oktober 2026, untuk memperkuat kolaborasi akademik, mengembangkan riset lintas negara, serta membuka peluang mobilitas internasional bagi dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi FISH UNJ yang tidak hanya berorientasi pada perluasan jejaring kelembagaan, tetapi juga pada penciptaan program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengalaman akademik sivitas akademika. Delegasi FISH UNJ dipimpin oleh Dekan, Firdaus Wajdi, Ph.D., bersama Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Dr. Kurniawati, M.Si.; Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Dr. Aris Munandar, M.Si.; serta Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama, Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si. Mengembangkan Kolaborasi Akademik Berbasis Keunggulan Keilmuan Pertemuan pertama berlangsung di College of Humanities CCU dengan sambutan dari Dean of the College of Humanities, Prof. Mao Wen-fang, Ph.D., bersama Dr. Y.H. Teddy Sim. Dialog kedua institusi difokuskan pada pengembangan kemitraan yang sebelumnya telah menghasilkan publikasi ilmiah bersama (joint publication) dan perkuliahan oleh akademisi tamu (guest lecture). CCU memiliki reputasi akademik internasional, khususnya dalam bidang humaniora. Pada QS World University Rankings by Subject, bidang Classics and Ancient History CCU tercatat berada dalam kelompok 100 besar dunia selama periode 2022–2026, termasuk mencapai posisi ke-31 pada 2025. Keunggulan tersebut membuka peluang bagi FISH UNJ untuk mengembangkan kerja sama keilmuan, terutama dalam kajian budaya, sejarah, masyarakat adat (indigenous studies), serta studi perbandingan agama. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, menekankan pentingnya mengarahkan kemitraan internasional pada program yang terukur dan berkesinambungan. Kolaborasi yang telah berlangsung melalui publikasi bersama dan kegiatan akademik dinilai menjadi fondasi penting untuk merancang agenda kerja sama yang lebih sistematis pada tahun berikutnya. Kesamaan karakteristik sosial dan kekayaan budaya Indonesia serta Taiwan juga menjadi potensi strategis bagi pengembangan penelitian komparatif. Melalui pendekatan lintas disiplin, kedua institusi berpeluang menghasilkan pengetahuan yang relevan bagi pemahaman keberagaman, pelestarian identitas budaya, dan penguatan kehidupan masyarakat yang inklusif. Prof. Mao Wen-fang turut menyampaikan apresiasi terhadap hubungan akademik yang telah terbangun dan membuka peluang keterlibatan akademisi UNJ dalam berbagai forum ilmiah internasional, termasuk seminar dan konferensi yang diselenggarakan College of Humanities CCU. Penandatanganan Implementation Arrangement Dorong Program Internasional Agenda berikutnya dilaksanakan di Office of International Affairs CCU. Delegasi FISH UNJ diterima oleh Vice President for International Affairs, Victoria Rau, Ph.D., bersama Dr. Y.H. Teddy Sim dan Associate Professor Li-Juan Liu-Huang dari Department of Labor Relations. Pertemuan tersebut menghasilkan langkah penting berupa penandatanganan Implementation Arrangement (IA) sebagai landasan pelaksanaan kerja sama akademik pada tahun berikutnya. Sejumlah agenda potensial dibahas, meliputi penyelenggaraan kuliah internasional, pertukaran mahasiswa (student exchange), mobilitas dosen, serta pengembangan program akademik lintas negara. Melalui program tersebut, mahasiswa FISH UNJ diharapkan memperoleh kesempatan memperluas wawasan global, meningkatkan kompetensi komunikasi antarbudaya, dan merasakan pengalaman pembelajaran dalam lingkungan pendidikan internasional. Sementara itu, bagi dosen, kemitraan ini berpotensi memperkuat jejaring penelitian, memperluas kesempatan kolaborasi publikasi ilmiah, serta meningkatkan partisipasi dalam aktivitas akademik berskala internasional. Dalam rangkaian pertemuan, delegasi FISH UNJ juga berdialog dengan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di CCU. Pengalaman mereka memberikan gambaran mengenai kehidupan akademik dan adaptasi dalam lingkungan internasional, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan skema mobilitas mahasiswa yang lebih efektif. Mendukung SDGs dan Pencapaian Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Penguatan kerja sama FISH UNJ dengan CCU memiliki relevansi dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kontribusi terhadap SDG 4 diwujudkan melalui pengembangan akses pembelajaran internasional, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa. Sementara itu, SDG 17 tercermin dalam penguatan kemitraan antarperguruan tinggi lintas negara untuk mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian. Selain itu, rencana kolaborasi dalam kajian keberagaman budaya, masyarakat adat, dan hubungan antaragama memiliki keterkaitan dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), terutama melalui pengembangan pengetahuan yang mendukung toleransi, inklusivitas, dan pemahaman lintas budaya. Dari perspektif Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, kerja sama ini berpotensi mendukung IKU 2, melalui kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di luar kampus; IKU 3, melalui aktivitas akademik dosen di perguruan tinggi mitra internasional; IKU 5, melalui pengembangan hasil penelitian dan publikasi kolaboratif; serta IKU 6, melalui penguatan kemitraan program studi dengan institusi bereputasi internasional. Keterkaitan tersebut menjadi arah strategis pengembangan program, sedangkan kontribusi terhadap capaian IKU memerlukan implementasi kegiatan dan luaran yang terdokumentasi. Memperkaya Perspektif Pelestarian Warisan Budaya Asia Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, delegasi FISH UNJ mengunjungi National Palace Museum Southern Branch di Taibao, Chiayi, pada 17 Oktober 2026. Kunjungan ini memberikan wawasan mengenai pengelolaan koleksi sejarah, seni, dan warisan budaya Asia. Pengalaman tersebut memperkaya perspektif akademik yang relevan dengan bidang kajian sejarah, kebudayaan, dan masyarakat, sekaligus membuka ruang eksplorasi bagi penelitian lintas negara. Melalui penguatan kemitraan dengan National Chung Cheng University, FISH UNJ berharap dapat membangun ekosistem akademik yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing global. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen FISH UNJ untuk menghadirkan internasionalisasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi, pencapaian kinerja institusi, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. []
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ Menerima kunjungan Yayasan Pendidikan Nasional Taruna Bangsa
Penyerahan Plakat dan cendera mata oleh SMK Taruna Bangsa (Doc. FISHMed, 2026) Jakarta, 20 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menerima kunjungan dari Yayasan Pendidikan Nasional Taruna Bangsa, SMK Taruna Bangsa. Kegiatan ini diikuti oleh 12 siswa dan didampingi oleh 2 orang guru pendamping. Kunjungan tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan lingkungan perguruan tinggi kepada siswa, sekaligus memberikan kesempatan untuk mengenal lebih jauh lingkungan akademik. Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator program studi S1 dan S2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd. yang menyambut baik kunjungan SMK Taruna Bangsa sebagai bentuk upaya mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah. Kegiatan dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Koordinator program studi PPKn. Dalam sambutannya, Yuyus menyoroti keterbukaan FISH UNJ terhadap semua pihak yang ingin berkolaborasi, khususnya sekolahan. “Karena Universitas Negeri Jakarta khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum sangat terbuka untuk semua pihak apalagi pihak sekolah yang bisa berkolaborasi dan kamipun saat ini sudah sangat banyak bersinergi dengan pihak sekolah terutama sekolah-sekolah yang sampai hari ini dijadikan tempat PKM”. Kepala sekolah dari SMK Taruna Bangsa, Dodi Suhendar, S.Pd turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada FISH UNJ, khususnya Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd., atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan dalam kunjungan tersebut. Ia berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan baru bagi para siswa mengenai perbedaan kehidupan di bangku sekolah dan perguruan tinggi. Dalam sambutannya, ia juga berharap para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai dunia perkuliahan, sehingga kunjungan ini dapat menjadi bekal bagi mereka dalam merencanakan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Lebih lanjut, Yuyus menyampaikan bahwa latar belakang pendidikan yang ditempuh saat ini tidak selalu menentukan pilihan karier maupun bidang studi seseorang pada masa depan. Menurutnya, siswa perlu memiliki cita-cita sebagai motivasi untuk terus berkembang, sekaligus tetap terbuka terhadap berbagai peluang dan kemungkinan yang dapat ditemui. Yuyus juga mengingatkan para siswa untuk mengembangkan keterampilan lain yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja. Menurut Yuyus, kemampuan komunikasi perlu dilatih sejak dini, baik dalam lingkungan keluarga maupun sekolah. Komunikasi yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam membangun hubungan, menyampaikan gagasan, serta menumbuhkan kepercayaan. Sementara itu, keterampilan kolaborasi diperlukan agar seseorang mampu bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama, meskipun terdapat perbedaan pendapat. Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam sesi tersebut, para siswa memperoleh kesempatan untuk menggali informasi mengenai program studi yang tersedia di FISH UNJ, khususnya perbedaan antara program studi kependidikan dan nonkependidikan. Menanggapi pertanyaan mengenai peluang karier lulusan program studi kependidikan, Yuyus menjelaskan bahwa lulusan tidak hanya memiliki kesempatan untuk berkarier sebagai guru. Ia memberikan contoh Program Studi PPKn yang mempersiapkan lulusannya untuk menjadi pendidik, peneliti pemula, fasilitator pendidikan, penggerak pendidikan nilai dan karakter di masyarakat, serta praktisi yang terlibat dalam advokasi sosial dan pengembangan program pendidikan. Dokumentasi bersama 12 Siswa dan 2 guru pendamping SMK Taruna Bangsa (Doc. FISHMed, 2026) Pada kesempatan tersebut, Yuyus turut memberikan gambaran mengenai perbedaan suasana belajar di sekolah dan perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa kehidupan perkuliahan menuntut mahasiswa untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Oleh karena itu, para siswa perlu mulai membangun kesiapan diri, baik dari segi akademik maupun keterampilan personal, sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melalui kunjungan ini, diharapkan para siswa SMK Taruna Bangsa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pendidikan tinggi, mengenal pilihan program studi di FISH UNJ, serta semakin termotivasi untuk merencanakan pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang positif antara FISH UNJ dan sekolah dalam mendukung pengembangan wawasan serta potensi peserta didik. Penulis = GSFI & CM TIM FISH MEDIA CENTER 2026
Talent Show Duta FISH UNJ 2027 Jadi Wadah Pengembangan Bakat dan Pelestarian Budaya
Jakarta, 15 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan Talent Show Finalis Duta FISH UNJ 2027 pada Kamis (15/10) di Auditorium Lantai 9, Gedung Ki Hajar Dewantara, UNJ. Mengusung tema “Preserving Culture for the Future: Indonesian Youth in Society on the Global Stage”, kegiatan ini menjadi wadah bagi para finalis untuk menunjukkan bakat, mengembangkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri sebagai representasi FISH UNJ. Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNJ, serta penampilan persembahan dari Duta FISH 2026. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Pembina Duta FISH, Mega Ayu Permatasari, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Duta FISH memiliki peran penting sebagai representasi fakultas di masa mendatang. Menurutnya, gelar dan selempang yang diperoleh bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab untuk membawa nama baik FISH UNJ. Ia juga menegaskan bahwa penampilan bakat dalam kegiatan tersebut bukanlah akhir, melainkan langkah awal bagi para finalis untuk terus mengembangkan potensi diri. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan bakat para finalis yang terbagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok menampilkan kemampuan dan kreativitas masing-masing di hadapan dewan juri dan audiens. Penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi para finalis untuk menunjukkan potensi diri sekaligus mengembangkan kepercayaan diri dalam menampilkan bakat yang dimiliki. Kesan positif turut disampaikan oleh perwakilan Duta UNJ dan Student Ambassador yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan serta mengungkapkan rasa senang atas sambutan dan arahan yang ramah dari panitia. Mereka juga menilai bahwa acara berlangsung dengan meriah dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi para tamu undangan. Dewan juri turut memberikan apresiasi terhadap penampilan para finalis. Mereka menilai bahwa para finalis telah menunjukkan perkembangan yang baik, terutama dalam membangun kepercayaan diri saat tampil di hadapan audiens. Keaktifan alumni Duta FISH dalam berbagai kegiatan juga menjadi hal positif yang mendapat perhatian. Ke depannya, para finalis dan alumni diharapkan dapat terus berkembang serta berkontribusi dalam membawa Duta FISH menjadi lebih baik. Setelah seluruh penampilan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kesan dan pesan dari Duta UNJ, Student Ambassador, serta dewan juri. Acara kemudian memasuki rangkaian catwalk finalis dan pengumuman kategori Best Talent. Pada kategori Best Talent Putra, penghargaan diberikan kepada Al Fathir Rizky Tullah dari Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2026. Sementara itu, kategori Best Talent Perempuan diraih oleh Tiara Adelia Liistiani dari Program Studi Pendidikan Sosiologi angkatan 2025. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas bakat dan kemampuan yang ditampilkan oleh para finalis selama kegiatan berlangsung. Melalui Talent Show Duta FISH UNJ 2027, para finalis diharapkan tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi juga memahami tanggung jawab yang melekat pada peran sebagai Duta FISH. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para finalis untuk terus mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi dalam melestarikan budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman. Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pemberian ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan potensi diri. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam upaya melindungi dan melestarikan warisan budaya. Melalui kegiatan ini, Duta FISH UNJ diharapkan dapat menjadi generasi muda yang mampu memperkenalkan dan menjaga keberlanjutan budaya Indonesia di tingkat yang lebih luas. Penulis: N.A, A.F, R.D TIM FISH MEDIA CENTER 2026
FISH UNJ Perkuat Kolaborasi Akademik dengan Undana melalui Penandatanganan MoA dan IA Program Studi Sosiologi
Dokumentasi bersama peserta Studi Banding Prodi Sosiologi UNJ dan UNDANA, Selasa (13/10/2026). (Doc. FISHmed, 2026) Jakarta, 13 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperkuat kolaborasi akademik dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA). Kegiatan ini berlangsung di Ruang 203, Gedung K, FISH UNJ, pada Selasa (13/10). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan studi banding Program Studi Sosiologi yang menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai pengembangan akademik, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengelolaan kemahasiswaan. Komitmen untuk memperkuat kolaborasi tersebut disampaikan dalam sambutan Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., yang diwakili oleh Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., selaku Wakil Dekan III Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama. Ia menyampaikan harapan agar pertemuan kedua perguruan tinggi dapat mempererat hubungan kerja sama, terutama dalam pengembangan penelitian bersama. “Semoga kerja sama ini dapat terus terjalin dan semakin kuat, karena pada akhirnya kita berharap dapat menghasilkan penelitian bersama,” ujarnya. Harapan serupa disampaikan oleh Wakil Dekan II FISIP Undana, Dr. Yeheskial A. Roen, S.Si., M.Si. Ia berharap pertemuan ini dapat membuka ruang diskusi yang produktif sekaligus memberikan wawasan baru bagi kedua pihak dalam mengembangkan keilmuan sosiologi. “Semoga pertemuan ini dapat menjadi ruang diskusi dan memberikan banyak insight. Sosiologi jaya! Sosiologi Indonesia!” tuturnya. Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui penandatanganan MoA oleh Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II FISIP Undana, Dr. Yeheskial A. Roen, S.Si., M.Si. Kerja sama antarfakultas ini menjadi landasan bagi pengembangan kolaborasi akademik yang dapat ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan sesuai dengan kebutuhan kedua institusi. Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FISH UNJ dan FISIP UNDANA, Selasa (13/10/2026). (Doc. FISHmed, 2026) Kolaborasi kemudian diturunkan ke tingkat program studi melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) oleh Koordinator Program Studi S1 Sosiologi UNJ, Dr. Rusfadia Saktiyanti Jahja, S.Sos., M.Si., dan Koordinator Program Studi Sosiologi FISIP Undana, Imanta Imanuel Perangin Angin, S.Sos., MSP. Kesepakatan ini memperkuat arah pelaksanaan kerja sama pada tingkat program studi, khususnya dalam pengembangan kegiatan akademik dan peningkatan mutu pendidikan. Studi banding antara Program Studi Sosiologi UNJ dan Undana menjadi ruang pertukaran pengalaman untuk mengidentifikasi praktik baik dan peluang pengembangan akademik sesuai dengan kebutuhan masing-masing program studi. Diskusi yang dihadiri oleh jajaran dan perwakilan dosen kedua program studi ini membahas pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penyelarasan profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), sistem pembelajaran, penanganan mahasiswa, tata kelola dan penjaminan mutu program studi, serta pengembangan Program Studi Magister Sosiologi, termasuk kurikulum dan sumber daya manusia. Pembahasan juga mencakup peluang penelitian kolaboratif, penyelenggaraan seminar nasional, dan pengembangan publikasi ilmiah. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jejaring akademik dan memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui program yang konkret dan berkelanjutan. Berbagai inisiatif yang dijalankan diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan, mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, serta memberikan manfaat bagi sivitas akademika melalui pengembangan ilmu sosiologi. Upaya ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan penguatan kemitraan antara UNJ dan UNDANA. Penulis : BMF, GIC, ZRI TIM FISH MEDIA CENTER 2026
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ Tingkatkan Tata Kelola Jurnal Ilmiah Menuju Reputasi Internasional
Jakarta, 13 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum menggelar kegiatan workshop pengelolaan jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mendorong peningkatan tata kelola serta kualitas publikasi menuju reputasi internasional, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Islam Mataram (UIN Mataram), Dr. Muchammadun, M.Dev, sebagai pemateri utama yang membagikan pengalaman serta strategi praktis pengelolaan OJS. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., serta dosen-dosen dari berbagai program studi yang turut antusias berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas jurnal ilmiah di lingkungan FISH UNJ menuju reputasi internasional. Acara dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Dalam sambutannya, Firdaus menyoroti kesempatan bersilaturahmi bersama Muchammadun agar dapat saling mengenal dan saling belajar. “Saya banyak terinspirasi sekali pagi hari ini, luar biasa. Jadi inilah peran silaturahmi, Bapak-Ibu kita ingin saling mengenal dan kita ingin saling belajar, kita ingin saling memahami, sehingga kemudian peran kita sebagai dosen tidak hanya di kampus kita masing-masing, tapi juga bisa berkembang ke tatanan yang lebih tinggi,” ujarnya. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, Dr. Muchammadun, M.Dev. Dalam pemaparannya, beliau menguraikan strategi praktis dalam pengelolaan Open Journal Systems (OJS) agar memenuhi kriteria jurnal bereputasi global seperti Scopus dan Web of Science. Beliau juga menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur yang konsisten dan transparan pada setiap tahapan OJS. Pengelola jurnal diimbau menjalankan alur penerbitan secara tertib, mulai dari seleksi awal, penunjukan reviewer, proses revisi berjenjang, proofreading, layouting, hingga pendaftaran DOI. Selain tata kelola internal, keberadaan international peer editor dan reviewer dari mancanegara menjadi syarat mutlak untuk memenuhi kriteria indeksasi internasional. Menanggapi tantangan pengelolaan jurnal lintas program studi, muncul wacana pembentukan “Rumah Jurnal” di tingkat fakultas. Keberadaan wadah bersama ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran manajerial, seperti berbagi basis data editor dan reviewer, saling bertukar praktik baik, hingga mengelola administrasi bersama seperti pendaftaran DOI terpusat agar pengelolaan menjadi lebih efektif dan efisien. Langkah kolaboratif ini menjadi strategi penting bagi fakultas untuk mendukung dua jurnal yang tengah dipersiapkan dalam target dua tahun ke depan guna meraih indeksasi bereputasi internasional secara berkelanjutan. Penulis = GSFI & ZRI TIM FISH MEDIA CENTER 2026
Semangat Sumpah Pemuda, FISH UNJ Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Berjiwa Pancasila dari Kampus
Kemahasiswaan Foto bersama sebagai penutup sesi Coaching Clinic Wirausaha Pancasila Sesi 1 bersama narasumber, peserta, dan dosen pengampu (Dok. FISH UNJ) Jakarta, 6 Oktober 2026 — Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi pengingat atas persatuan generasi muda Indonesia, tetapi juga momentum untuk mendorong mahasiswa mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Semangat tersebut menjadi landasan pelaksanaan Coaching Clinic Wirausaha Pancasila bersama dosen pengampu Prof. Dr. Harris Fatgehipon yang diselenggarakan di Gedung R.A. Kartini Lantai 5, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928: Melahirkan Wirausaha Muda dari Kampus” ini menghadirkan Askan Naim, S.H., M.H., Owner dan Direktur Utama PT Krakatau Shipyard, sebagai narasumber. Sebanyak 70 mahasiswa dari berbagai program studi dan fakultas di UNJ mengikuti kegiatan, termasuk mahasiswa Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) dengan Program Studi PIPS (Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial), Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, serta Ilmu Komunikasi. Dalam pemaparannya, Askan menekankan bahwa kewirausahaan sesungguhnya memiliki akar yang kuat dalam perjalanan masyarakat Nusantara. Sebagai negeri maritim, Indonesia sejak dahulu tumbuh bersama aktivitas perdagangan dan keberadaan para saudagar yang berperan dalam kehidupan ekonomi sekaligus sosial masyarakat. “Nusantara merupakan negeri maritim, sekaligus negerinya para saudagar. Saat ini kelas sosial saudagar hampir hilang dari Indonesia. Sudah saatnya semangat berwirausaha dikembangkan kembali dari kampus,” ujar Askan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam melahirkan generasi wirausaha baru yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca peluang dan menghasilkan keuntungan, tetapi juga mempunyai orientasi sosial dan kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila perlu menjadi fondasi dalam membangun usaha agar aktivitas ekonomi tetap memperhatikan masyarakat dan kepentingan bangsa. “Kampus harus melahirkan banyak wirausaha yang bermental dan berideologi Pancasila, tidak hanya memikirkan keuntungan semata, tetapi memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara,” tambahnya. Askan Naim, S.H., M.H. selaku Owner dan Direktur Utama PT Krakatau Shipyard saat pemaparan materi (Dok. FISH UNJ) Pesan tersebut sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yang menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam perjalanan bangsa. Dalam konteks kekinian, kontribusi pemuda dapat diwujudkan melalui keberanian menciptakan peluang, membuka lapangan pekerjaan, dan menghadirkan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Coaching clinic ini sekaligus mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi serta SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui penguatan kapasitas mahasiswa untuk menciptakan usaha dan peluang kerja yang produktif. Melalui kegiatan ini, semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti sebagai ingatan historis, tetapi terus diterjemahkan menjadi tindakan generasi muda: berani berkarya, mandiri secara ekonomi, serta membangun kewirausahaan yang berorientasi pada kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (25) Pengabdian (27) Pengajaran (56) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (42) Prestasi (14) Prodi (35) Program Unggulan (62) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (37) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Guest Lecture Globalization Issues Course: Ilmu Komunikasi FISH UNJ dan Vital Strategies Dorong Komunikasi Kreatif dari Social Engagement menuju Social Impact
Pengajaran Rachfiansyah (Ancha), Communication Manager Vital Strategies, membuka sesi guest lecture dengan pemaparan mengenai kampanye pengendalian tembakau dan komunikasi strategis. (Dok. IKom UNJ) Jakarta, 7 Oktober 2026 — Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta menghadirkan NGO Vital Strategies dalam guest lecture mata kuliah Globalization Issues yang diampu oleh dosen Nada Arina Romli, M.I.Kom. dan Noprita Herari, M.I.Kom. Bertajuk “From Social Engagement to Social Impact: Global Tobacco Control Campaigns,” kegiatan ini menghadirkan Yosef Rabindanata, Digital Communication Officer, dan Rachfiansyah (Ancha), Communication Manager Vital Strategies, untuk berbagi pengalaman mengenai peran komunikasi strategis dalam menghubungkan kampanye digital, advokasi, dan perubahan sosial. Vital Strategies merupakan organisasi kesehatan publik global yang bekerja bersama pemerintah dan masyarakat sipil melalui pengembangan sistem data, solusi kebijakan, komunikasi strategis, dan advokasi. Dalam isu pengendalian tembakau, Vital Strategies telah mengembangkan berbagai kampanye di sejumlah negara untuk meningkatkan kesadaran publik, membangun dukungan masyarakat, serta mendorong terciptanya lingkungan dan kebijakan yang lebih mendukung kesehatan publik. Melalui berbagai studi kasus, mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan kampanye komunikasi tidak semata-mata diukur melalui jumlah likes, views, shares, maupun interaksi di media sosial. Engagement menjadi bagian dari proses yang lebih panjang menuju social impact, mulai dari peningkatan kesadaran dan pengetahuan, perubahan persepsi dan sikap, hingga terbentuknya advokasi, aksi sosial, perubahan perilaku, dan dukungan terhadap kebijakan. Yosef menekankan bahwa kampanye juga perlu memperhitungkan intensitas dan keberlanjutan pesan. Paparan yang dilakukan secara terus-menerus dengan pendekatan serupa justru dapat memunculkan campaign fatigue pada audiens. “Kampanye tidak bisa dilakukan terus-menerus dengan cara yang sama. Ada campaign fatigue. Karena itu, kita perlu melihat kembali kapan kampanye dijalankan, kapan dihentikan, menganalisis bagaimana audiens merespons, kemudian mengevaluasi dan terus menyesuaikan strateginya,” ujar Yosef dalam pemaparan materinya. Tantangan tersebut semakin kompleks di tengah algoritma media sosial yang mempersonalisasi konten berdasarkan perilaku dan preferensi pengguna. Strategi kampanye karenanya perlu ditempatkan sebagai proses yang dinamis dan berulang, mulai dari riset, produksi dan distribusi pesan, pengukuran respons audiens, evaluasi, hingga penyesuaian strategi. Perbedaan karakteristik audiens juga menuntut pendekatan komunikasi yang berbeda, termasuk strategi untuk menjangkau kelompok sasaran yang belum terpapar kampanye. Alfiah Rahmawati (Vira), salah satu content creator dalam kampanye anti tembakau Vital Strategies di media sosial, berbagi temuan mengenai algoritma media sosial dan kemungkinan kampanye menjangkau audiens di luar target awal. (Dok. IKom UNJ) Pembahasan kemudian mengarah pada beragam taktik pemasaran digital industri tembakau, seperti advergaming, influencer promotion, entertainment and content marketing, community and event promotion, surrogate marketing, hingga brand extension. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan Canary, inisiatif pemantauan pemasaran tembakau digital yang menunjukkan bagaimana data dapat dikembangkan menjadi bukti untuk mendukung komunikasi publik, pemberitaan media, advokasi, dan kebijakan. Salah satu takeaway penting dari sesi tersebut adalah perlunya menghindari victim-blaming terhadap perokok. Komunikasi kesehatan publik perlu melihat persoalan secara lebih luas dengan mengkritisi struktur dan praktik pemasaran industri yang turut membentuk lingkungan konsumsi. Ketika perubahan pada tingkat kebijakan nasional menghadapi hambatan, advokasi juga dapat diperkuat melalui kerja bersama komunitas, masyarakat sipil, media, dan pemangku kepentingan di tingkat lokal. Dalam konteks tersebut, kreativitas menjadi kekuatan penting untuk membangun pesan yang relevan sekaligus mendorong perubahan. Rachfiansyah menutup diskusi dengan mengingatkan mahasiswa bahwa kreativitas merupakan kompetensi yang perlu terus dikembangkan oleh calon praktisi komunikasi, terutama ketika berhadapan dengan berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan kampanye. “Sebagai lulusan komunikasi, kemampuan kreatif itu harus terus diasah. Dalam membuat kampanye akan selalu ada rintangan dan hambatan, tetapi itu bukan berarti kita menghentikan langkah positif yang sedang dilakukan,” ujar Rachfiansyah. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa Ilmu Komunikasi FISH UNJ dalam mendiskusikan strategi kampanye, algoritma media sosial, dan pengukuran dampak komunikasi bersama para narasumber. (Dok. IKom UNJ) Kegiatan ini sekaligus melanjutkan jejak kolaborasi Vital Strategies dengan sivitas akademika UNJ. Pada 2018, Vital Strategies pernah melibatkan Program Studi Seni Rupa UNJ dalam kampanye #TheyLieWeDie, yang menggunakan seni dan kreativitas sebagai medium advokasi antitembakau sekaligus melibatkan anak muda dalam mengkritisi strategi pemasaran industri tembakau. Kolaborasi dalam isu serupa juga dilakukan pada 2015 bersama Program Studi Bimbingan dan Konseling UNJ melalui kampanye anti tembakau. E-flyer sesi Guest Lecture “From Social Engagement to Social Impact” menghadirkan praktisi NGO dari Vital Strategies pada Mata Kuliah Globalization Issues (Dok. IKom UNJ) Bagi FISH UNJ, guest lecture ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran yang mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman profesional dan persoalan global. Pembahasan pengendalian tembakau memiliki relevansi dengan SDG 3: Good Health and Well-being, sedangkan keterlibatan perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, media, dan pemangku kebijakan mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui pembelajaran kolaboratif tersebut, FISH UNJ memperkuat posisinya sebagai lingkungan akademik yang responsif terhadap isu global sekaligus mendorong mahasiswa menggunakan kompetensi komunikasi untuk kepentingan publik. Sesi ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat membuka ruang bagi engagement, tetapi kerja komunikasi tidak berhenti pada seberapa banyak orang melihat atau berinteraksi dengan sebuah pesan. Tantangan berikutnya adalah memastikan komunikasi mampu bergerak dari engagement menuju awareness, advocacy, action, dan pada akhirnya social impact. Penulis: Ryan/Andien Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (25) Pengabdian (27) Pengajaran (55) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (42) Prestasi (14) Prodi (35) Program Unggulan (62) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (37) Zona Integritas (3) Berita Terbaru