FISH UNJ Perkuat Kolaborasi Akademik Global dalam TMF Journal Conference 2025/2026 di Bangkok

Bangkok, 29 April 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut berpartisipasi dalam TMF Journal Conference 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Thai Media Fund bekerja sama dengan Graduate School of Communication Arts and Management Innovation, National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand. Konferensi ini berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, di The Berkeley Hotel Pratunam, Bangkok, dengan mengusung tema “Advancing Knowledge in Creative Media: Research, Innovation, and Collaboration for Responsible Communication.”

Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan ke-4 untuk konferensi tingkat nasional dan sekaligus konferensi internasional pertama yang diinisiasi oleh Thai Media Fund dan NIDA. FISH UNJ hadir sebagai salah satu institusi mitra dalam jejaring kerja sama akademik internasional bersama berbagai perguruan tinggi dan lembaga dari Thailand serta negara mitra lainnya. Secara keseluruhan, konferensi ini melibatkan 41 partner institutions atau co-hosts, termasuk institusi dari China, Pakistan, Korea Selatan, Indonesia, dan India.

Konferensi ini menjadi ruang penting bagi akademisi, peneliti, praktisi media, serta lembaga profesional untuk mendiskusikan perkembangan media kreatif, inovasi komunikasi, literasi media, jurnalisme, serta tantangan etika komunikasi di era digital dan kecerdasan artifisial. Pada tahun ini, TMF Journal Conference menerima 84 artikel ilmiah dari peneliti domestik dan internasional. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 26 makalah dari Thailand dan 21 makalah dari China, Pakistan, Korea Selatan, Indonesia, dan India dipresentasikan dalam forum ilmiah tersebut.

Pembukaan konferensi diawali dengan laporan dari Associate Professor Dr. Asawin Nedpogaeo, Dean of the Graduate School of Communication Arts and Management Innovation, NIDA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam membangun ekosistem media yang aman, kreatif, dan bertanggung jawab. Sementara itu, Dr. Dhanakorn Srisooksai, Chief Executive Officer Thai Media Fund, dalam pidato pembukaannya menyoroti pentingnya peran Thai Media Fund dalam membantu masyarakat dan praktisi media menghadapi perubahan lanskap komunikasi yang semakin dipengaruhi oleh digitalisasi dan kecerdasan artifisial.

Konferensi ini juga menghadirkan dua pembicara utama. Professor Masato Kajimoto dari School of Future Media, The University of Hong Kong, menyampaikan keynote berjudul “Teaching Resilience: Re-imagining Media Education for an Integrity-Driven Information Future.” Ia menekankan pentingnya pendidikan media dalam membangun generasi muda yang mampu berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta memahami bahwa keadilan dalam pemberitaan tidak selalu sama dengan sekadar menghadirkan keseimbangan secara formal.

Pembicara utama kedua, Steven Gan, Co-founder Malaysiakini, menyampaikan materi bertajuk “Innovating for Integrity: How Digital Media is Transforming Investigative Journalism and Press Freedom in Asia.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa jurnalisme memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi, keadilan, dan kebebasan publik. Menurutnya, transformasi digital tidak boleh menghilangkan fungsi utama jurnalisme sebagai ruang untuk menyuarakan kelompok yang terpinggirkan dan mengawasi kekuasaan.

Sesi panel khusus bertajuk “Creative and Responsible Media in the Age of Artificial Intelligence” turut memperkaya diskusi konferensi. Panel ini menghadirkan sejumlah tokoh media dan akademisi, antara lain Ms. Supinya Klangnarong, Co-founder COFACT Thailand; Mr. Rawee Tawantharong, Committee Member Thai Media Fund; dan Mr. Chavarong Limpattamapanee, Chairman of the National Press Council of Thailand sekaligus Senior Media Scholar. Diskusi dimoderatori oleh Assoc. Prof. Dr. Warat Karuchit dari NIDA. Para panelis menyoroti pentingnya posisi jurnalisme di tengah berkembangnya ekosistem kreator konten, terutama dalam menjaga akurasi informasi, etika publik, dan keberpihakan pada suara masyarakat yang kurang terwakili.

Wakil Dekan III Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerjasama FISH UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan konferensi ini sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik global FISH UNJ.

“FISH UNJ mengapresiasi terselenggaranya TMF Journal Conference 2025/2026 ini yang menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk terlibat dalam diskusi global mengenai media kreatif, inovasi komunikasi, serta tanggung jawab etis di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Kehadiran FISH UNJ sebagai bagian dari jejaring partner institutions mencerminkan komitmen kami untuk terus memperluas kolaborasi internasional, memperkuat budaya riset, dan menghadirkan kontribusi akademik yang relevan bagi masyarakat global,” ujar Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si.

Partisipasi FISH UNJ dalam konferensi ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui keterlibatan dalam forum akademik internasional, FISH UNJ berperan dalam memperkuat literasi media, mendorong riset komunikasi yang bertanggung jawab, serta membangun jejaring kolaboratif lintas negara.

Kehadiran FISH UNJ dalam TMF Journal Conference 2025/2026 juga mempertegas peran fakultas dalam mengembangkan kajian ilmu sosial, hukum, dan komunikasi yang responsif terhadap perubahan global. Di tengah perkembangan teknologi, media digital, dan kecerdasan artifisial, FISH UNJ terus mendorong kontribusi akademik yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab publik.

Konferensi ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi dapat mengubah cara kerja media, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat utama komunikasi publik: menjaga kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta memastikan bahwa ruang media tetap menjadi ruang yang aman, kreatif, inklusif, dan bertanggung jawab bagi masyarakat global. []

Share this article

© 2025 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum – Universitas Negeri Jakarta