Jakarta, FISH UNJ – Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi Nuraini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), untuk menuntaskan pendidikan tinggi. Setelah mengalami kecelakaan pada semester empat yang mengharuskannya menggunakan kursi roda, Nuraini berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan dan mengikuti Wisuda Universitas Negeri Jakarta Tahun Akademik 2025/2026 Sesi 2 yang diselenggarakan di Gedung Olahraga Universitas Negeri Jakarta (GOR UNJ), Selasa (20/10/2026). Keberhasilan Nuraini menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan, semangat belajar, dan pentingnya dukungan pendidikan yang inklusif. Perjalanannya juga mencerminkan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang menekankan akses pendidikan inklusif dan merata bagi semua, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) yang mendorong kesempatan setara bagi setiap individu, termasuk penyandang disabilitas. Nuraini, mahasiswa angkatan 2022 asal Depok, Jawa Barat, sebelumnya menjalani aktivitas perkuliahan dengan menggunakan transportasi umum setiap hari dari rumah menuju kampus UNJ. Rutinitas tersebut membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Namun, semangatnya untuk memperoleh pendidikan tinggi membuatnya tetap menjalani aktivitas akademik dengan penuh tanggung jawab. Perjalanan pendidikannya menghadapi tantangan besar ketika kecelakaan yang dialaminya pada semester empat mengubah kondisi fisik dan mobilitasnya. Sejak saat itu, Nuraini harus beradaptasi dengan penggunaan kursi roda, menjalani proses pemulihan kesehatan, serta menyesuaikan berbagai aktivitas akademik dan sosial. Meski menghadapi perubahan yang tidak mudah, Nuraini memilih untuk tetap melanjutkan pendidikannya hingga selesai. Beradaptasi dengan Keterbatasan, Tetap Berjuang Menyelesaikan Studi Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Nuraini adalah ketika memasuki tahap penyusunan skripsi. Sebagai mahasiswa Pendidikan Sejarah, proses penelitian membutuhkan akses terhadap berbagai literatur, dokumen, dan sumber referensi akademik. Kondisi mobilitas yang terbatas membuatnya tidak dapat secara leluasa mengunjungi perpustakaan maupun mencari sumber penelitian secara langsung. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Nuraini memanfaatkan perkembangan teknologi informasi melalui jurnal ilmiah daring, perpustakaan digital, serta berbagai sumber referensi berbasis internet. Pemanfaatan teknologi digital tersebut menjadi salah satu strategi yang membantunya menyelesaikan tugas akhir sekaligus memperlihatkan pentingnya akses sumber pembelajaran yang fleksibel bagi mahasiswa dengan kebutuhan beragam. Pengalaman Nuraini menunjukkan relevansi SDG 4, khususnya dalam menghadirkan kesempatan belajar yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh mahasiswa tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang sosial ekonomi. Selain berfokus pada kegiatan akademik, Nuraini juga berupaya mempertahankan keterlibatannya dalam kehidupan kemahasiswaan. Ia tetap mengikuti kegiatan kepanitiaan kampus dengan menjalankan sejumlah tugas yang memungkinkan untuk dikerjakan dari rumah. Keterlibatan tersebut menjadi sarana baginya untuk terus berinteraksi dengan rekan mahasiswa, mengembangkan kemampuan, dan menjaga hubungan sosial di tengah proses pemulihan kesehatan. Dukungan KIP Kuliah dan Keluarga Menjadi Penguat Perjalanan Akademik Di balik keberhasilannya menyelesaikan pendidikan, Nuraini mengakui bahwa dukungan finansial melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah memberikan kontribusi penting dalam perjalanan studinya. Bantuan pendidikan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan akademik dan transportasi selama berkuliah, tetapi juga meringankan sebagian pengeluaran yang muncul ketika dirinya harus menjalani perawatan kesehatan pascakecelakaan. “Cukup membantu aku ya, karena kan yang tadi aku bilang aku PP dari rumah, itu kan juga banyak pengeluaran. Waktu aku kecelakaan juga itu cukup membantu aku karena dari rumah sakit ada yang nge-cover, tapi ada beberapa printilan yang enggak di-cover. Jadi aku pakai uang KIP untuk ke situ juga. Jadi selain untuk pendidikan, aku juga mengasih untuk kesehatan,” tutur Nuraini. Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya program bantuan pendidikan dalam memperluas kesempatan mahasiswa untuk mempertahankan keberlanjutan studi, terutama ketika menghadapi tantangan ekonomi dan kondisi kesehatan yang tidak terduga. Hal ini selaras dengan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan akses terhadap bantuan sosial dan pendidikan, serta SDG 10 yang menekankan pengurangan kesenjangan kesempatan dalam berbagai aspek kehidupan. Selain dukungan finansial, keluarga juga memiliki peran besar dalam menjaga motivasi Nuraini. Di tengah rasa pesimis dan tantangan penyesuaian diri, keluarga senantiasa memberikan dorongan agar ia tidak menyerah. Salah satu sumber motivasinya berasal dari sang adik yang terus mengingatkan untuk tetap percaya diri dan berani menghadapi berbagai rintangan. Nuraini juga memperoleh inspirasi dari kisah penyandang disabilitas yang mampu berkarya dan menjalani kehidupan produktif. Melalui berbagai cerita yang dibacanya di internet, ia menyadari bahwa perubahan kondisi fisik tidak harus membatasi kesempatan seseorang untuk mengembangkan potensi diri. Dukungan emosional dari keluarga dan lingkungan sosial tersebut menjadi bagian penting dari proses pemulihan serta keberlanjutan pendidikannya. Pengalaman ini turut berkaitan dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), yang menekankan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan bagi semua individu. Wisuda Menjadi Tonggak Perjuangan dan Harapan Masa Depan Bagi Nuraini, momen wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda keberhasilan melewati berbagai tantangan selama menempuh pendidikan di FISH UNJ. Gelar Sarjana Pendidikan yang diraihnya menjadi hasil dari proses panjang yang mencakup perjuangan akademik, adaptasi terhadap kondisi fisik, pemulihan kesehatan, serta dukungan orang-orang terdekat. Setelah menyelesaikan studi sarjana, Nuraini berencana memberikan perhatian lebih besar terhadap pemulihan kesehatannya. Ia masih memiliki agenda menjalani operasi lanjutan dan fisioterapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kondisi fisiknya. Meski demikian, keinginannya untuk terus menempuh pendidikan tidak berhenti. Nuraini berharap dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi ketika kondisi kesehatan dan finansialnya telah memungkinkan. Semangat tersebut mencerminkan prinsip pembelajaran sepanjang hayat sebagaimana ditekankan dalam SDG 4, yaitu memastikan kesempatan belajar yang berkualitas dan berkelanjutan bagi setiap individu. Kepada mahasiswa lain yang sedang menghadapi berbagai tantangan, Nuraini menyampaikan pesan agar tetap memiliki semangat dan tidak menyerah terhadap keadaan. “Kita harus tetap semangat, karena di luar itu ternyata banyak banget orang-orang yang lebih keren daripada kita. Jadi kita harus tetap semangat apa pun keadaannya, walaupun kita disabilitas, walaupun kita enggak mampu kayak orang lain. Pokoknya gas terus aja, apa pun rintangannya dilanjut!” ungkapnya. Kisah Nuraini dan Pentingnya Pendidikan Tinggi yang Inklusif Keberhasilan Nuraini menyelesaikan pendidikan di Program Studi Pendidikan Sejarah FISH UNJ menjadi pengingat bahwa akses terhadap pendidikan tinggi harus disertai dengan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk mereka yang menghadapi keterbatasan mobilitas maupun tantangan sosial ekonomi. Kisah ini menegaskan pentingnya pengembangan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, mulai dari aksesibilitas sarana pembelajaran, ketersediaan sumber akademik digital, dukungan finansial, hingga lingkungan sosial yang menghargai keberagaman kondisi mahasiswa. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, perjalanan Nuraini memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan SDGs, terutama SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Bagi FISH UNJ,
Kehilangan Penglihatan Tak Halangi Tion Iswanto, Lulusan PAI FISH UNJ Raih IPK 3,84 dan Wujudkan Cita-Cita Menjadi Pendidik Inklusif
JAKARTA, FISH UNJ – Keterbatasan penglihatan tidak menyurutkan semangat Tion Iswanto untuk meraih pendidikan tinggi. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), tersebut berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dalam empat tahun dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,84 pada Wisuda UNJ Tahun Akademik 2025/2026. Pencapaian Tion menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan, kemandirian, dan pentingnya lingkungan pendidikan yang inklusif. Perjalanannya sekaligus mencerminkan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang menekankan akses pendidikan inklusif dan berkeadilan, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui perluasan kesempatan bagi penyandang disabilitas. Bangkit dari Kehilangan Penglihatan Tion mengalami ketunanetraan total sejak berusia 13 tahun. Berasal dari Brebes, Jawa Tengah, ia tumbuh dalam keluarga sederhana dengan kedua orang tua bekerja sebagai buruh tani. Enam kali operasi mata yang dijalaninya di Cicendo, Bandung, belum berhasil memulihkan penglihatannya. Kondisi tersebut sempat membuat Tion berhenti sekolah selama dua tahun. Namun, keinginannya untuk memperoleh pendidikan mendorongnya kembali bersekolah di SLB Agro Industri pada 2015–2016, sebelum melanjutkan pendidikan di Sekolah Khusus Islam Terpadu (SKh-IT) Yarfin hingga lulus pada 2022. “Keterbatasan bukan berarti terbatas, tetapi dapat melampaui keterbatasan itu sendiri,” ungkap Tion. Pada tahun yang sama, Tion memutuskan melanjutkan pendidikan ke UNJ dan memilih Program Studi PAI FISH. Keputusan tersebut didorong oleh cita-citanya menjadi pendidik yang mampu menghadirkan pembelajaran agama secara inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas. Teknologi dan Dukungan Kampus sebagai Kunci Keberhasilan Selama menjalani perkuliahan, Tion memanfaatkan teknologi komputer bicara untuk mengakses bahan ajar, mengikuti pembelajaran, dan menyelesaikan tugas akademik secara mandiri. Menurutnya, digitalisasi pembelajaran di UNJ memberikan kemudahan bagi mahasiswa tunanetra untuk berpartisipasi dalam kegiatan akademik. “Digitalisasi mulai dari bahan ajar, media, sampai evaluasi sangat membantu saya mengakses dengan mandiri, karena saya sudah menguasai teknologi komputer bicara. Selain itu, dosen-dosennya sangat inklusif,” jelasnya. Dukungan dosen dan teman seangkatan turut berperan dalam keberhasilan akademiknya. Ketika menghadapi materi visual yang belum dilengkapi deskripsi, teman-temannya membantu menjelaskan isi pembelajaran. Sementara itu, dosen pembimbing skripsinya, Andy Hadiyanto dan Ahmad Hakam, memfasilitasi proses bimbingan melalui media digital. Tion juga memperoleh beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi mahasiswa penyandang disabilitas yang membantu pembiayaan studinya hingga selesai. Di luar kegiatan akademik, Tion menjalani kehidupan secara mandiri. Ia tinggal di rumah kos sekitar sepuluh menit berjalan kaki dari kampus serta mengurus kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga mencuci pakaian. “Tunanetra tidak perlu dikasihani, tetapi didukung,” tegasnya. Pengalaman Tion menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif membutuhkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan lingkungan kampus. Hal ini sejalan dengan SDG 4, terutama target 4.5 mengenai penghapusan kesenjangan akses pendidikan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Mendorong FISH UNJ Semakin Inklusif dan Aksesibel Meski mengapresiasi dukungan yang diterimanya, Tion berharap pengembangan fasilitas aksesibilitas di lingkungan UNJ terus ditingkatkan. Ia menyoroti keberadaan jalur pemandu (guiding block) yang belum merata serta materi pembelajaran visual yang belum seluruhnya dilengkapi deskripsi alternatif. Menurutnya, penyediaan teknologi perlu diiringi dengan perancangan pembelajaran yang mempertimbangkan kebutuhan seluruh mahasiswa. Ia juga berharap mahasiswa penyandang disabilitas dilibatkan dalam perencanaan fasilitas kampus agar sarana yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Program Studi PAI FISH UNJ turut mendukung penguatan pendidikan inklusif melalui forum diskusi antara dosen dan mahasiswa penyandang disabilitas untuk mengidentifikasi kebutuhan serta mengevaluasi aksesibilitas pembelajaran. Upaya tersebut relevan dengan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), khususnya target 10.2 yang mendorong inklusi sosial bagi semua orang tanpa memandang kondisi disabilitas. Selain itu, pengembangan fasilitas pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah disabilitas sejalan dengan target 4.a dalam SDG 4. Bagi Tion, kampus inklusif bukan sekadar institusi yang menerima mahasiswa penyandang disabilitas, melainkan lingkungan yang memberikan kesempatan setara untuk belajar, berkembang, dan berpartisipasi secara penuh. Dari Mahasiswa Tunanetra Menjadi Pendidik Inklusif Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Tion mulai mewujudkan cita-cita sebagai pendidik. Saat ini, ia menjalani masa percobaan sebagai tenaga pendidik di SKh-IT Yarfin, Tangerang Selatan, dengan mengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan komputer. Pengalaman pribadinya sebagai mahasiswa tunanetra menjadi motivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan kurikulum dan bahan ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang lebih aksesibel. “Saya ingin ikut berkontribusi mengembangkan aksesibilitas kurikulum, terutama mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti,” tuturnya. Ke depan, Tion berharap dapat melanjutkan pendidikan magister sambil bekerja serta mengembangkan karier sebagai aparatur sipil negara. Ia juga berpesan kepada penyandang tunanetra yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi agar menguasai teknologi, meningkatkan kemampuan orientasi dan mobilitas, serta membangun kemandirian dan komunikasi. “Keberanian itu adalah pintu menuju kemudahan. Berani bertanya, maka jalan akan terbuka lebar,” pesannya. Keberhasilan Tion menyelesaikan studi dengan IPK 3,84 menjadi bukti pentingnya akses pendidikan yang setara dan dukungan lingkungan akademik. Kisahnya sekaligus memperkuat semangat FISH UNJ dalam mendukung pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui perjalanan Tion, nilai-nilai SDG 4 dan SDG 10 menemukan wujud nyata: pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang membuka kesempatan bagi setiap individu untuk mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Talent Show Duta FISH UNJ 2027 Jadi Wadah Pengembangan Bakat dan Pelestarian Budaya
Jakarta, 15 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan Talent Show Finalis Duta FISH UNJ 2027 pada Kamis (15/10) di Auditorium Lantai 9, Gedung Ki Hajar Dewantara, UNJ. Mengusung tema “Preserving Culture for the Future: Indonesian Youth in Society on the Global Stage”, kegiatan ini menjadi wadah bagi para finalis untuk menunjukkan bakat, mengembangkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri sebagai representasi FISH UNJ. Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNJ, serta penampilan persembahan dari Duta FISH 2026. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Pembina Duta FISH, Mega Ayu Permatasari, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Duta FISH memiliki peran penting sebagai representasi fakultas di masa mendatang. Menurutnya, gelar dan selempang yang diperoleh bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab untuk membawa nama baik FISH UNJ. Ia juga menegaskan bahwa penampilan bakat dalam kegiatan tersebut bukanlah akhir, melainkan langkah awal bagi para finalis untuk terus mengembangkan potensi diri. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan bakat para finalis yang terbagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok menampilkan kemampuan dan kreativitas masing-masing di hadapan dewan juri dan audiens. Penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi para finalis untuk menunjukkan potensi diri sekaligus mengembangkan kepercayaan diri dalam menampilkan bakat yang dimiliki. Kesan positif turut disampaikan oleh perwakilan Duta UNJ dan Student Ambassador yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan serta mengungkapkan rasa senang atas sambutan dan arahan yang ramah dari panitia. Mereka juga menilai bahwa acara berlangsung dengan meriah dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi para tamu undangan. Dewan juri turut memberikan apresiasi terhadap penampilan para finalis. Mereka menilai bahwa para finalis telah menunjukkan perkembangan yang baik, terutama dalam membangun kepercayaan diri saat tampil di hadapan audiens. Keaktifan alumni Duta FISH dalam berbagai kegiatan juga menjadi hal positif yang mendapat perhatian. Ke depannya, para finalis dan alumni diharapkan dapat terus berkembang serta berkontribusi dalam membawa Duta FISH menjadi lebih baik. Setelah seluruh penampilan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kesan dan pesan dari Duta UNJ, Student Ambassador, serta dewan juri. Acara kemudian memasuki rangkaian catwalk finalis dan pengumuman kategori Best Talent. Pada kategori Best Talent Putra, penghargaan diberikan kepada Al Fathir Rizky Tullah dari Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2026. Sementara itu, kategori Best Talent Perempuan diraih oleh Tiara Adelia Liistiani dari Program Studi Pendidikan Sosiologi angkatan 2025. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas bakat dan kemampuan yang ditampilkan oleh para finalis selama kegiatan berlangsung. Melalui Talent Show Duta FISH UNJ 2027, para finalis diharapkan tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi juga memahami tanggung jawab yang melekat pada peran sebagai Duta FISH. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para finalis untuk terus mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi dalam melestarikan budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman. Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pemberian ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan potensi diri. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam upaya melindungi dan melestarikan warisan budaya. Melalui kegiatan ini, Duta FISH UNJ diharapkan dapat menjadi generasi muda yang mampu memperkenalkan dan menjaga keberlanjutan budaya Indonesia di tingkat yang lebih luas. Penulis: N.A, A.F, R.D TIM FISH MEDIA CENTER 2026
“BETA-WEAR” ANTARKAN FIGO NAZMI RAIH ABANG FAVORIT DAN WAKIL II ABANG JAKARTA BARAT 2026
Jakarta, 18 Juli 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Muhammad Figo Zulvan Nazmi, berhasil meraih gelar Abang Favorit Jakarta Barat dan Wakil II Abang Jakarta Barat dalam ajang Pemilihan Abang None Jakarta Barat 2026. Figo, yang juga merupakan Duta FISH UNJ 2026, menerima penghargaan tersebut pada Malam Final Pemilihan Abang None Jakarta Barat yang diselenggarakan pada Jumat, 17 Juli 2026, di Hotel Pullman Jakarta Barat. Pemilihan Abang None Jakarta Barat 2026 merupakan bagian dari rangkaian Pemilihan Abang None Jakarta yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat. Proses seleksi dimulai sejak pendaftaran pada 10 April 2026, dilanjutkan dengan seleksi administrasi dan seleksi tatap muka yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah kota dan kabupaten DKI Jakarta pada 30–31 Mei 2026. Setelah dinyatakan lolos sebagai finalis, para peserta mengikuti pembekalan intensif selama kurang lebih satu bulan. Pembekalan tersebut mencakup penguatan wawasan kebudayaan, kepariwisataan, komunikasi publik, pengembangan kepribadian, serta penyusunan program yang memberikan dampak bagi masyarakat dan pariwisata Jakarta. Dengan latar belakang keilmuan sosiologi serta pengalaman dalam bidang modelling, mulai dari pemotretan hingga peragaan busana, Figo menginisiasi program bertajuk “Beta-Wear”. Program tersebut dikembangkan sebagai pertunjukan fesyen bertema budaya Betawi yang mendorong generasi muda untuk mengenal, mengenakan, dan membangun kebanggaan terhadap busana Betawi. Melalui Beta-Wear, Figo memadukan fesyen, identitas budaya, dan pemberdayaan generasi muda sebagai bagian dari upaya pelestarian kebudayaan yang relevan dengan perkembangan zaman. Program tersebut juga menjadi media untuk memperluas pengenalan busana Betawi kepada masyarakat melalui pendekatan kreatif dan partisipatif. Program Beta-Wear menjadi salah satu kekuatan yang mengantarkan Figo meraih dua penghargaan sekaligus serta terpilih mewakili Jakarta Barat untuk melanjutkan kompetisi pada tingkat Provinsi DKI Jakarta dalam ajang Pemilihan Abang None Jakarta 2026. Prestasi ini mencerminkan kapasitas mahasiswa FISH UNJ dalam mengintegrasikan pengetahuan akademik, kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kepedulian terhadap kebudayaan. Sebagai mahasiswa Pendidikan Sosiologi, Figo menunjukkan bahwa pemahaman terhadap masyarakat dan identitas budaya dapat dikembangkan menjadi program yang memiliki nilai edukatif sekaligus manfaat sosial. FISH UNJ mengapresiasi pencapaian tersebut dan mendorong Figo untuk terus mengembangkan Beta-Wear sebagai program yang berkelanjutan. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa FISH UNJ untuk terus berkarya, membangun kapasitas diri, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui bidang keilmuan dan potensi yang dimiliki. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (65) Kemahasiswaan (18) Penelitian (19) Pengabdian (17) Pengajaran (46) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (32) Program Unggulan (60) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (24) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Forum Mahasiswa Berprestasi FISH UNJ Gelar Ramah Tamah, Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Budaya Prestasi Mahasiswa
Jakarta, 26 Juni 2026 – Forum Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kegiatan “Ramah Tamah” yang berlangsung di Gedung K, Ruang 212, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kembali keberadaan Forum Mahasiswa Berprestasi FISH UNJ sebagai wadah pengembangan mahasiswa berprestasi sekaligus mempererat sinergi antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan fakultas dalam membangun budaya prestasi di lingkungan FISH UNJ. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, dan pengurus Forum Mahasiswa Berprestasi. Hadirin tidak hanya diperkenalkan pada peran dan sistem pembinaan Mawapres FISH UNJ, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas prestasi mahasiswa hingga mampu bersaing di tingkat universitas, regional, maupun nasional. Ketua pelaksana kegiatan “Ramah Tamah”, Muhammad Nibras As-Shabro, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Forum Mahasiswa Berprestasi FISH UNJ kepada seluruh sivitas akademika sekaligus membangun kolaborasi yang lebih erat dalam mendukung peningkatan prestasi mahasiswa. “Saya mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk memperkenalkan Mawapres FISH UNJ kepada seluruh sivitas akademika, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan fakultas dalam mendorong peningkatan prestasi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial,” ujar Muhammad Nibras As-Shabro. Selain memperkenalkan keberadaan forum, kegiatan Ramah Tamah juga menjadi ruang evaluasi terhadap kondisi prestasi mahasiswa di FISH UNJ. Dalam forum tersebut terungkap bahwa partisipasi mahasiswa dari sejumlah program studi dalam berbagai kompetisi akademik maupun non akademik masih tergolong rendah. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan yang perlu segera diatasi melalui kerja sama berbagai pihak. Pembina Mawapres FISH UNJ, Dr. Dini Safitri, S.Sos. M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan program studi untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam berbagai ajang kompetisi. Menurutnya, kaderisasi sejak mahasiswa baru menjadi salah satu langkah strategis agar budaya berprestasi dapat tumbuh secara berkelanjutan. “Partisipasi mahasiswa dari beberapa program studi dalam berbagai kompetisi masih perlu ditingkatkan. Karena itu, kolaborasi semua pihak dan kaderisasi sejak mahasiswa baru menjadi kunci agar semakin banyak mahasiswa berprestasi dan mengharumkan nama Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum,” ujar Dr. Dini Safitri, S.Sos. M.Si. Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan I FISH UNJ, Dr. Kurniawati, M.Si.i, memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian mahasiswa berprestasi yang telah diraih selama ini. Ia menilai bahwa prestasi tersebut perlu didukung melalui sistem pembinaan yang lebih terstruktur agar potensi mahasiswa dapat berkembang secara maksimal. Menurut Dr. Kurniawati, M.Si., Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum perlu menghadirkan dukungan yang lebih komprehensif melalui pembinaan, pendampingan, penyediaan fasilitas, hingga pemberian akses terhadap berbagai program pengembangan, seperti penelitian, pertukaran pelajar, dan kegiatan akademik lainnya. Dengan dukungan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan kompetensinya sekaligus meningkatkan daya saing FISH UNJ di tingkat universitas maupun nasional. “Kami mengapresiasi capaian mahasiswa berprestasi yang telah diraih. Ke depan, dukungan yang lebih sistematis melalui pembinaan, pendampingan, penyediaan fasilitas, dan akses ke berbagai program perlu terus diperkuat agar prestasi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum semakin meningkat,” ujar Dr. Kurniawati, M.Si. Dalam forum tersebut juga dijelaskan bahwa Forum Mahasiswa Berprestasi FISH UNJ dibentuk sebagai wadah yang menghimpun mahasiswa berprestasi, baik dibidang akademik maupun non akademik, dari seluruh program studi di lingkungan fakultas. Kehadiran forum ini diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan sekaligus sarana berbagi pengalaman antarmahasiswa yang telah memiliki prestasi di berbagai bidang. Forum Mawapres FISH UNJ dipandang sebagai representasi kekuatan akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Keberadaannya diharapkan mampu mendorong peningkatan prestasi fakultas yang selama ini dinilai masih tertinggal dibandingkan beberapa fakultas lain di Universitas Negeri Jakarta. Selain itu, forum ini juga diproyeksikan menjadi jalur pembinaan mahasiswa menuju berbagai ajang kompetisi mulai dari tingkat universitas, regional, hingga nasional. Meski demikian, forum ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam proses pembinaan mahasiswa berprestasi. Salah satunya adalah minimnya sinergi dan dukungan struktural antara Forum Mahasiswa Berprestasi, program studi, dosen, dan pimpinan fakultas. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang lebih kuat agar proses pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan hasil yang optimal. Sebagai bagian dari upaya memperluas budaya prestasi, peserta forum mengusulkan agar mahasiswa berprestasi dilibatkan secara lebih aktif dalam berbagai kegiatan akademik fakultas, seperti seminar, diskusi ilmiah, pelatihan, maupun program pengembangan lainnya. Keterlibatan tersebut diharapkan mampu memperkenalkan keberadaan Mawapres FISH UNJ kepada lebih banyak mahasiswa sekaligus menginspirasi lahirnya generasi mahasiswa berprestasi berikutnya. Menutup rangkaian kegiatan, forum dilanjutkan dengan sesi diskusi yang membahas berbagai strategi penguatan pembinaan mahasiswa berprestasi. Beberapa agenda yang menjadi fokus pembahasan antara lain meningkatkan jumlah peserta kompetisi dari setiap program studi, memperkuat koordinasi antara Forum Mahasiswa Berprestasi dan masing-masing program studi, serta menyusun sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Melalui kegiatan Ramah Tamah ini, Forum Mahasiswa Berprestasi FISH UNJ berharap dapat membangun komitmen bersama seluruh sivitas akademika dalam menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya mahasiswa-mahasiswa unggul. Dengan sinergi yang semakin kuat antara mahasiswa, dosen, program studi, dan pimpinan fakultas, FISH UNJ optimistis mampu meningkatkan budaya prestasi sekaligus memperkuat daya saing mahasiswa di berbagai ajang kompetisi pada tingkat universitas, nasional, hingga internasional. Melalui kegiatan ini, Forum Mawapres FISH UNJ turut mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, dengan mendorong pembinaan mahasiswa yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan kapasitas. Selain itu, penguatan budaya prestasi ini juga selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama dalam mendorong mahasiswa meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional, memperkuat pendampingan dosen, serta meningkatkan kualitas lulusan yang kompetitif dan berdampak bagi masyarakat. Penulis: AF & GIC Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (63) Kemahasiswaan (18) Penelitian (18) Pengabdian (17) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (13) Prodi (32) Program Unggulan (59) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (24) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Raih Dua Prestasi dalam Pesta Rakyat UNJ Penutupan Dies Natalis ke-62 melalui Project GEO GREEN
Jakarta, 20 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam rangkaian Pesta Rakyat Universitas Negeri Jakarta Penutupan Dies Natalis ke-62. Melalui project GEO GREEN, Tim FISH UNJ berhasil meraih Juara 2 Lomba Urban Farming dan Juara 2 Lomba Waste Management. Prestasi ini menjadi bentuk nyata kontribusi FISH UNJ dalam mendukung gerakan kampus berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, serta penguatan budaya peduli ekologi di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. Project GEO GREEN hadir sebagai inisiatif yang mengintegrasikan kreativitas, kepedulian lingkungan, serta semangat kolaborasi sivitas akademika dalam menciptakan ruang kampus yang lebih hijau, sehat, dan berdampak. Humas FISH UNJ menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Bapak Ilham B. Mataburu, M.Si., selaku Project Manager Tim FISH UNJ, atas capaian membanggakan tersebut. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kerja keras tim, tetapi juga menunjukkan komitmen FISH UNJ dalam mendukung program-program lingkungan yang sejalan dengan nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi. Dalam Lomba Urban Farming, Tim FISH UNJ berhasil menunjukkan gagasan dan implementasi pertanian perkotaan yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan lingkungan kampus. Sementara itu, pada Lomba Waste Management, project GEO GREEN turut menghadirkan upaya pengelolaan sampah yang inovatif sebagai bagian dari gerakan membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Capaian dua juara ini menjadi bukti bahwa FISH UNJ tidak hanya berperan dalam pengembangan akademik dan keilmuan sosial-humaniora, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam gerakan nyata untuk menciptakan kampus yang hijau, berdaya, dan berkelanjutan. Dekan FISH UNJ beserta seluruh sivitas akademika menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim FISH UNJ dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan project GEO GREEN. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi Universitas Negeri Jakarta dan masyarakat luas. Selamat kepada Bapak Ilham B. Mataburu, M.Si. dan Tim FISH UNJ atas prestasi Juara 2 Lomba Urban Farming dan Juara 2 Lomba Waste Management dalam Pesta Rakyat UNJ Penutupan Dies Natalis ke-62. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (17) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (55) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswi PAI FISH UNJ Raih Gold Medal pada Ajang International Invention & Innovation Competition dan Innovation World Cup
Jakarta, 5 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Vytha Aulia Dasuki, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FISH UNJ angkatan 2024, berhasil meraih Gold Medal I3C dan Gold Medal IWC dalam ajang International Invention & Innovation Competition (I3C) & Innovation World Cup yang diselenggarakan pada 6 Juni 2026. Prestasi tersebut diraih pada kategori lomba Sustainable Development Goals (SDGs). Keikutsertaan Vytha dalam kompetisi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam tidak hanya berperan dalam penguatan nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan global. Dalam kompetisi tersebut, Vytha terlibat dalam pengembangan karya inovatif berjudul “ElaboAR: An Augmented Reality-Based Table Setup Learning Media Innovation for Hospitality Accommodation Students in Supporting the Sustainable Development Goals 4.” Karya ini mengangkat pemanfaatan teknologi augmented reality sebagai media pembelajaran berbasis inovasi digital untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, sejalan dengan SDG 4: Quality Education. Keberhasilan Vytha menjadi bukti bahwa mahasiswa FISH UNJ memiliki daya saing internasional serta mampu menghadirkan gagasan kreatif lintas bidang. Sebagai mahasiswi PAI, capaian ini juga memperlihatkan bahwa pengembangan keilmuan pendidikan agama dapat berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi, kreativitas, dan kepedulian terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan. Vytha meraih prestasi ini di bawah bimbingan Rahayu Purnama, Ph.D. Dukungan dosen pembimbing, program studi, dan lingkungan akademik FISH UNJ menjadi bagian penting dalam mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, menghasilkan karya, serta berani berkompetisi di level internasional. FISH UNJ mengapresiasi pencapaian Vytha Aulia Dasuki sebagai representasi mahasiswa berprestasi yang mampu membawa nama baik program studi, fakultas, dan universitas. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui bidang keilmuan masing-masing. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FISH UNJ Raih Gold Medal dan Silver Medal pada Ajang Inovasi Internasional
Jakarta, 6 Juni 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Daffa, berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang inovasi internasional. Daffa meraih Gold Medal dalam International Invention and Innovation Competition serta Silver Medal dalam Innovation World Cup yang diselenggarakan oleh Malaysia Invention and Innovation Competition Association (MIICA). Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FISH UNJ memiliki kapasitas akademik, kreativitas, dan daya saing global dalam menghasilkan gagasan serta karya inovatif. Keberhasilan Daffa tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Sosiologi, tetapi juga bagi FISH UNJ dan Universitas Negeri Jakarta secara keseluruhan. Kompetisi inovasi internasional tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk memperkenalkan ide, karya, dan solusi kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui partisipasi ini, Daffa menunjukkan bahwa mahasiswa ilmu sosial tidak hanya berperan dalam memahami dinamika masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak dan berorientasi pada pemecahan masalah sosial. Prestasi yang diraih Daffa juga mencerminkan komitmen FISH UNJ dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan potensi diri, memperluas pengalaman akademik, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. FISH UNJ terus mendukung lahirnya mahasiswa yang unggul, adaptif, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui capaian ini, Daffa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FISH UNJ lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai forum akademik maupun nonakademik. Prestasi ini juga memperkuat posisi FISH UNJ sebagai fakultas yang berkomitmen dalam membangun budaya akademik yang produktif dan berorientasi pada prestasi. Selamat kepada Daffa dan Program Studi Pendidikan Sosiologi FISH UNJ atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga prestasi tersebut menjadi langkah awal untuk terus menghadirkan karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (10) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FISH UNJ Raih Juara 2 Lomba Debat Tingkat Nasional di Sekolah Vokasi IPB
Bogor, 31 Mei 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tiara Adelia Listiany, mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2025, bersama timnya berhasil meraih Juara 2 dalam Edudaytrich Mata Lomba Debat yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi IPB University, Bogor, pada 31 Mei 2026. Kompetisi debat tingkat nasional tersebut mengangkat tema “Ideas In Motion, Future In Action” yang mendorong peserta untuk mengembangkan gagasan kritis, argumentatif, dan solutif dalam merespons berbagai isu aktual. Dalam kompetisi ini, Tiara tergabung dalam tim bersama Ilyas Fauzan Yarisuni dan Salsabil. Ketiganya berhasil melewati empat babak penyisihan sebelum akhirnya meraih posisi Juara 2. Capaian ini menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa FISH UNJ memiliki daya saing akademik yang kuat, khususnya dalam kemampuan berpikir kritis, komunikasi argumentatif, kerja sama tim, serta keberanian menyampaikan gagasan di ruang kompetisi nasional. Prestasi tersebut juga mencerminkan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Tiara Adelia Listiany menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam lomba debat ini menjadi pengalaman berharga untuk melatih kemampuan berpikir cepat, menyusun argumen, dan bekerja sama dalam tim. Menurutnya, proses kompetisi memberikan banyak pelajaran mengenai pentingnya kesiapan, kepercayaan diri, serta kemampuan memahami isu dari berbagai sudut pandang. “Prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan tim. Melalui lomba debat ini, kami belajar untuk lebih kritis, percaya diri, dan mampu menyampaikan argumen secara terstruktur. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FISH UNJ lainnya untuk terus berani mencoba dan berprestasi,” ujar Tiara. Program Studi Pendidikan Sosiologi FISH UNJ juga mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan analisis, serta keterampilan komunikasi publik. Keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi debat menjadi salah satu ruang pembelajaran yang relevan dengan bidang sosiologi, karena menuntut peserta untuk memahami persoalan sosial secara kritis dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab. Prestasi Tiara dan tim diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FISH UNJ untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui berbagai kegiatan kompetitif, kolaboratif, dan produktif. FISH UNJ berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa dalam meraih prestasi serta berkontribusi bagi penguatan budaya akademik, daya saing lulusan, dan reputasi universitas di tingkat nasional. Melalui capaian ini, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai fakultas yang mendorong mahasiswa untuk aktif, adaptif, dan berdaya saing. Prestasi dalam Edudaytrich Mata Lomba Debat Tingkat Nasional 2026 menjadi wujud nyata semangat mahasiswa FISH UNJ dalam menggerakkan ide, membangun masa depan, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan akademik maupun masyarakat luas. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (9) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Raih Tujuh Penghargaan dalam Riset Expo dan LPPM UNJ Award 2026
Jakarta, 19 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini ditandai dengan capaian FISH UNJ yang berhasil meraih tujuh penghargaan dalam kegiatan Riset Expo dan LPPM UNJ Award Tahun 2026 yang mengusung tema “Globalisasi Riset UNJ untuk Meningkatkan Dampak dan Daya Saing.” Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika Lantai 2, Kampus A Universitas Negeri Jakarta. Agenda ini menjadi ruang apresiasi bagi sivitas akademika UNJ yang berkontribusi dalam pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, hak kekayaan intelektual, serta inovasi akademik yang berdampak luas. Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNJ, pembacaan doa, serta penampilan tari tradisional. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua LPPM UNJ, Prof. Dr. Iwan Sugihartono, M.Si., yang menyampaikan harapan agar UNJ terus meningkatkan karya-karya riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris Umum UNJ, Prof. Dr. Suyono, M.Si., mewakili Rektor UNJ. Dalam sambutannya, Prof. Suyono menekankan bahwa riset perguruan tinggi perlu bergerak melampaui capaian akademik semata, yaitu dengan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, dunia industri, pemerintah, dan komunitas internasional. “Riset harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, dunia industri, pemerintah, serta komunitas internasional. Riset juga harus mampu memperkuat posisi universitas dalam percaturan global melalui kolaborasi internasional, inovasi, dan kontribusi dalam penyelesaian persoalan dunia,” ujar Prof. Suyono. Pada kesempatan tersebut, Prof. Suyono juga memberikan motivasi kepada para dosen dan peneliti agar terus berkarya, menulis, berinovasi, dan mengabdi dalam dunia akademik. Pembukaan acara secara resmi ditandai dengan pemukulan gong. Kegiatan ini turut menghadirkan orasi ilmiah dari Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Saintek Kemendiktisaintek, Prof. Yudhi Dharma, Ph.D. Dalam orasinya, Prof. Yudhi membahas sejumlah isu strategis, mulai dari sebaran jurnal di Asia Tenggara, rantai nilai komoditas strategis Indonesia, hingga pentingnya mengonversi kekayaan alam menjadi riset yang memiliki nilai manfaat dan daya saing. Sebagai bagian dari rangkaian acara, UNJ juga menayangkan video produk inovasi, meluncurkan Aplikasi HKI UNJ, serta menyerahkan sejumlah luaran akademik, antara lain Buku Bunga Rampai Pengabdian, Katalog Jurnal, Buku Hasil Riset Terapan, Buku Kajian Desa Bulak, dan Buku Kajian RSSG Kota Depok. Dalam sesi LPPM UNJ Award 2026, FISH UNJ berhasil mencatatkan capaian membanggakan melalui tujuh penghargaan. Prof. Dr. M. Japar, M.Si. meraih Dosen Terbaik 3 pada kategori Bidang Penelitian Kompetitif Nasional (Dikti & BRIN) Individu. Pada bidang Hak Kekayaan Intelektual, Rayuna Handawati, S.Si., M.Pd. meraih Dosen Terbaik 1 kategori Hak Cipta Tahun 2025. FISH UNJ juga meraih Fakultas Terbaik 3 dalam kategori Bidang Jurnal UNJ Terakreditasi SINTA Terbanyak. Selain itu, Jurnal Saskara dari FISH UNJ memperoleh penghargaan sebagai Jurnal Baru Terakreditasi SINTA Terbaik dalam kategori Bidang Jurnal UNJ Terakreditasi Tahun 2025. Prestasi lain diraih pada kategori SINTA Score (Buku), yaitu Dr. Dini Safitri, S.Sos., M.Si. sebagai Dosen Terbaik 1 dan Noprita Herari, M.I.Kom. sebagai Dosen Terbaik 2. Sementara itu, Prof. Dr. Desy Safitri, M.Si. meraih penghargaan sebagai dosen dengan SINTA Score 3Yr Individu Tertinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerja Sama FISH UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi refleksi dari kerja kolektif sivitas akademika FISH dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan berdampak. “Capaian ini bukan hanya tentang jumlah penghargaan yang diterima, tetapi tentang bagaimana FISH UNJ terus membangun budaya riset, publikasi, inovasi, dan pengabdian yang semakin kuat. Kami berharap penghargaan ini menjadi energi positif bagi dosen, peneliti, pengelola jurnal, dan seluruh sivitas akademika FISH untuk menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mendukung pencapaian SDGs, serta memperkuat kontribusi UNJ di tingkat nasional dan global,” ujar Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si. Capaian FISH UNJ dalam Riset Expo dan LPPM UNJ Award 2026 juga memiliki relevansi dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui penguatan riset dan publikasi ilmiah; SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, melalui pengembangan inovasi dan hak kekayaan intelektual; serta SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui dorongan kolaborasi akademik, diseminasi ilmu pengetahuan, dan kontribusi riset yang dapat menjawab tantangan masyarakat. Melalui capaian ini, FISH UNJ menegaskan posisinya sebagai fakultas yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu sosial, hukum, pendidikan, dan komunikasi, tetapi juga pada penciptaan dampak akademik dan sosial yang berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa FISH UNJ terus bergerak dalam memperkuat reputasi kelembagaan, meningkatkan kualitas luaran akademik, serta mendukung visi UNJ sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Penulis: GSFI, SZ Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (53) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (32) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (47) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru