Pulau Pinang, 7 Mei 2026 — Program Studi Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), melaksanakan kolokium internasional di School of Social Sciences, Universiti Sains Malaysia (USM) pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FISH UNJ dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education dan SDG 17: Partnerships for the Goals. Kolokium internasional ini diikuti oleh 22 mahasiswa Program Studi Magister PPKN UNJ dan 8 mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan IPS Universitas Lampung. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan akademik yang meliputi seminar, presentasi ilmiah, dan diskusi interaktif terkait isu sosial, kewarganegaraan, pendidikan, serta dinamika masyarakat global. Kegiatan ini disambut baik oleh Prof. Madya Mohamad Shaharudin Samsurinan, Dekan School of Social Sciences USM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya forum akademik internasional yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan akademisi dari Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, kolaborasi lintas negara merupakan langkah penting dalam memperluas perspektif akademik mahasiswa, membangun pemahaman lintas budaya, serta memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan gagasan dan hasil kajian akademik mereka dalam forum internasional. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan komunikasi akademik, tetapi juga mendorong keterampilan berpikir kritis, kepercayaan diri, dan kapasitas mahasiswa dalam memahami isu kewarganegaraan dari perspektif global. Dari perspektif SDGs, pelaksanaan kolokium internasional ini sejalan dengan SDG 4, yaitu penyediaan pendidikan berkualitas yang inklusif, relevan, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi global mahasiswa. Forum ini juga mendukung SDG 17 melalui penguatan kemitraan akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia sebagai bagian dari kerja sama pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Bagi FISH UNJ, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi fakultas dalam memperkuat reputasi akademik internasional melalui mobilitas akademik, pertukaran gagasan ilmiah, serta pengembangan kolaborasi pendidikan dan penelitian. Program Studi PPKN FISH UNJ terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi keilmuan, tetapi juga pada pembentukan warga global yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab. Dengan terselenggaranya kolokium internasional ini, Program Studi PPKN FISH UNJ berharap kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, khususnya Universiti Sains Malaysia, dapat terus diperkuat melalui program akademik berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan kewarganegaraan, penguatan jejaring akademik Asia Tenggara, serta peningkatan daya saing institusi di tingkat global. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (51) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (11) Pengajaran (30) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (22) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dosen Rumpun Geografi FISH UNJ dan MGMP Geografi DKI Jakarta Perkuat Kompetensi Guru Berbasis Digital, Kebencanaan, dan Riset
Jakarta, 8 Mei 2026 — Rumpun Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) bekerja sama dengan MGMP Geografi SMA DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru Geografi Berbasis Digital, Kebencanaan, dan Riset untuk Pembelajaran Inovatif di DKI Jakarta.” Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026, di SMAN 2 Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 97 guru Geografi SMA dari lima wilayah DKI Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperkuat kapasitas guru sebagai aktor penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada pembelajaran geografi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, isu lingkungan, kebencanaan, serta kebutuhan riset pendidikan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kasi Kelembagaan dan Sumber Belajar Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Umaryadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kompetensi pembelajaran sekaligus mendorong guru untuk menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional dan karier. “Kegiatan ini merupakan upaya yang sangat baik bagi guru dalam meningkatkan kompetensi pembelajaran dan karya ilmiah, mengingat saat ini guru memiliki kewajiban menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional,” ujarnya. Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala SMAN 2 Jakarta, Setianingrum. Ia menilai bahwa kehadiran para guru besar dan dosen ahli dari FISH UNJ memberikan penguatan akademik sekaligus motivasi bagi para guru untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan semangat akademik kepada kami selaku guru, tetapi juga memberikan pencerahan karena dibina langsung oleh guru besar dan dosen yang memiliki kepakaran luar biasa,” ungkapnya. Pada sesi utama, Guru Besar Geografi UNJ, Prof. Muhammad Zid, menyampaikan materi mengenai peningkatan kapasitas guru dalam penulisan ilmiah bidang geografi. Ia menegaskan bahwa guru memiliki banyak pengalaman pembelajaran, praktik baik, dan refleksi kelas yang dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah, opini pendidikan, maupun publikasi akademik. Menurut Prof. Muhammad Zid, budaya menulis merupakan bagian penting dari profesionalisme guru. Melalui tulisan ilmiah, guru tidak hanya mendokumentasikan pengalaman mengajar, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan mutu pendidikan, dan perluasan praktik baik pembelajaran geografi. Pelatihan juga menghadirkan penguatan kompetensi digital melalui materi yang disampaikan oleh Fauzi Ramadhoan A’Rachman mengenai pemanfaatan Generative AI dan Story Maps dalam pembelajaran geografi. Pada sesi ini, para guru diperkenalkan pada penggunaan kecerdasan buatan generatif untuk membantu penyusunan materi ajar, perencanaan pembelajaran, serta pengembangan narasi spasial berbasis peta digital yang lebih menarik dan kontekstual. Sementara itu, Tri Wandi Januar memberikan pelatihan mengenai penggunaan Google Earth Engine dalam pembelajaran geografi. Teknologi geospasial ini dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran berbasis data spasial, penginderaan jauh, dan analisis lingkungan yang relevan dengan isu kebencanaan, perubahan wilayah, serta pembangunan berkelanjutan. Materi lainnya disampaikan oleh Lona Syafana Pasya melalui pelatihan penggunaan NVivo untuk analisis data kualitatif. Penguatan ini ditujukan untuk membantu guru dalam mengelola data penelitian tindakan kelas, evaluasi pembelajaran, maupun riset pendidikan secara lebih sistematis, kredibel, dan berbasis bukti. Ketua MGMP Geografi DKI Jakarta, Denny Mawardi, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi guru dalam bidang digital, kebencanaan, dan riset menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran geografi yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. “Kami berharap guru Geografi DKI Jakarta semakin siap menghadirkan pembelajaran yang bermakna, aktual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus menjadi guru yang terus melakukan pengembangan profesional,” ujarnya. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kompetensi guru dan penguatan pembelajaran inovatif. Selain itu, materi kebencanaan, teknologi geospasial, dan pembelajaran berbasis data turut berkontribusi pada SDG 11: Sustainable Cities and Communities serta SDG 13: Climate Action, karena membekali guru dengan pengetahuan dan perangkat pembelajaran untuk memahami isu wilayah, lingkungan, risiko bencana, dan perubahan iklim secara lebih kontekstual. Melalui kegiatan PkM ini, Rumpun Geografi FISH UNJ menegaskan peran perguruan tinggi dalam membangun jejaring kolaboratif dengan sekolah dan komunitas guru. Kolaborasi antara FISH UNJ dan MGMP Geografi SMA DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan profesional guru secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi FISH UNJ dalam menghadirkan pendidikan geografi yang inovatif, humanis, berbasis riset, dan responsif terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (49) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (21) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ dan Promedia Group Gelar BRI CoreLab 2026, Dorong Literasi Konten Digital Mahasiswa di Era Media Sosial
Jakarta, 13 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) berkolaborasi dengan Promedia Group menyelenggarakan BRI Content Creator Laboratorium (CoreLab) 2026 di Aula Bung Hatta, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur, pada Rabu (13/5). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan industri konten digital, media sosial, serta peluang menjadi kreator dan jurnalis warga di tengah perubahan ekosistem media. Kegiatan BRI CoreLab 2026 menghadirkan sejumlah praktisi media dan industri konten, yaitu CEO Promedia Group Agus Sulistriyono, GM Media Network Promedia Group Agil Hari Santoso, serta Founder Jakarta Kolaborasi Terkini Network (JKTN) Media, Miko Susilo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai dinamika produksi konten, strategi membaca tren media sosial, serta pentingnya kreativitas dalam membangun komunikasi digital yang relevan dengan masyarakat. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumberdaya, Dr. Aris Munandar, M.Si., menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan pelaku industri media. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam memperkuat pengalaman belajar mahasiswa melalui kegiatan berbasis praktik, jejaring profesional, dan penguatan kompetensi komunikasi di era digital. Dalam pemaparannya, CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami peran penting media sosial sebagai ruang utama distribusi konten saat ini. Menurutnya, tren media sosial dapat menjadi acuan bagi para kreator dalam mengembangkan ide, menentukan gaya komunikasi, serta menjangkau audiens secara lebih luas. “Kami lebih menitikberatkan ke platform media sosial, sesuai dengan tren saat ini. Media sosial menjadi salah satu platform yang sangat digemari oleh semua kalangan,” ujar Agus Sulistriyono. Ia berharap kegiatan CoreLab di UNJ dapat mendorong mahasiswa untuk lebih banyak belajar tentang proses pembuatan konten digital yang kreatif, informatif, dan sesuai dengan karakter platform media sosial. Sementara itu, Founder JKTN Media, Miko Susilo, menyoroti peluang mahasiswa untuk berperan sebagai citizen journalist atau jurnalis warga. Ia menjelaskan bahwa konten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat memiliki potensi besar untuk menarik perhatian publik karena bersentuhan langsung dengan peristiwa dan kebutuhan informasi di sekitar mereka. “Kuncinya, coba buat konten-konten yang relate dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” tutur Miko Susilo. Ia juga menambahkan bahwa perangkat digital yang dimiliki mahasiswa saat ini dapat menjadi modal awal untuk berkarya, membangun kreativitas, dan mengembangkan peluang di industri konten. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ memperkuat posisinya sebagai fakultas yang adaptif terhadap perkembangan media dan komunikasi digital. BRI CoreLab 2026 tidak hanya menjadi pelatihan teknis pembuatan konten, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan literasi digital, kreativitas, dan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja di sektor media kreatif. Kegiatan ini relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Quality Education, khususnya dalam mendorong akses pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21. Dengan menghadirkan praktisi industri secara langsung ke ruang akademik, FISH UNJ terus berupaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa agar mampu menjadi komunikator, kreator, dan warga digital yang kreatif, bertanggung jawab, serta berdampak bagi masyarakat. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (48) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (20) Program Unggulan (42) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Seminar Nasional PPKN Tegaskan Kolaborasi Strategis UNJ–Undiksha Hadapi Era Digital dan Society 5.0
Seminar Nasional bertajuk “Transformasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Era Digital dan Society 5.0 untuk Mewujudkan Warga Negara yang Berkelanjutan” terselenggara Selasa, 20 Januari 2026, Aula Bung Hatta, Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan akademik nasional ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi PPKN UNJ serta Program Studi PPKN Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Acara dibuka dengan sambutan Rektor UNJ Prof. Dr. Komarudin. Kehadiran pimpinan universitas menegaskan komitmen institusional UNJ terhadap penguatan pendidikan kewarganegaraan relevan tantangan era digital, sekaligus selaras agenda pembangunan berkelanjutan global. Rektor UNJ Prof. Dr. Komarudin menegaskan urgensi PPKn sebagai fondasi etika digital serta keberlanjutan sosial. “Transformasi digital mengubah pola interaksi sosial, politik, dan budaya. Praktik kewarganegaraan kini berlangsung intensif pada ruang digital sehingga membutuhkan fondasi nilai dan etika yang kuat agar kemajuan teknologi tidak menggerus kohesi sosial bangsa,” tegasnya. Pandangan tersebut menempatkan PPKn bukan sekadar mata pelajaran normatif, melainkan wahana strategis internalisasi nilai Pancasila, literasi digital, serta penguatan kewarganegaraan kritis dan reflektif Paparan keynote turut menyoroti tantangan kontemporer berupa disinformasi, ujaran kebencian, polarisasi identitas, serta kesenjangan antara percepatan teknologi dan kedewasaan etika publik. Konteks Indonesia yang plural menuntut kerangka nilai kebangsaan kokoh agar ruang digital berfungsi sebagai penguat persatuan, bukan sumber fragmentasi sosial. Perspektif tersebut mengaitkan langsung PPKn pada pencapaian Sustainable Development Goals terutama SDG 4 (Quality Education) melalui pendidikan berkarakter, SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan etika kewarganegaraan digital, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antarinstitusi. Koorprodi PPKN Undiksha Dr. I Putu Windu Mertha Sujana, S.Pd., M.Pd. menyampaikan tujuh ruang kerja sama strategis antarkedua program studi. Fokus kolaborasi mencakup pengabdian masyarakat, penelitian bersama, penulisan artikel ilmiah kolaboratif, pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penyelenggaraan seminar nasional, program visiting professor, serta pertukaran mahasiswa dan implementasi kebijakan MBKM lintas kampus. Kerja sama ini diproyeksikan memperluas dampak tridarma perguruan tinggi sekaligus meningkatkan daya saing akademik nasional. Koorprodi PPKN UNJ Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd. menyambut positif kemitraan tersebut seraya memaparkan penguatan jalur pendidikan lanjutan. Program Magister PPKN UNJ membuka skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan selesai selama dua semester atau satu tahun, selain kelas reguler berdurasi tiga semester serta program kerjasama antar lembaga. Skema ini memberi akses pendidikan fleksibel bagi guru serta praktisi pendidikan kewarganegaraan, sejalan SDG 4 tentang pembelajaran sepanjang hayat. Penandatanganan IA menjadi tonggak awal implementasi konkret kerja sama UNJ–Undiksha. Kesepakatan ini menegaskan komitmen kedua institusi membangun ekosistem akademik kolaboratif, adaptif perkembangan teknologi, serta berorientasi keberlanjutan sosial. Sinergi tersebut diharapkan melahirkan inovasi kurikulum, riset terapan, serta praktik pendidikan PPKn relevan kebutuhan warga negara era Society 5.0. Seminar nasional ini tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga simbol konsolidasi nilai kebangsaan pada lanskap digital. Kolaborasi lintas perguruan tinggi seperti UNJ dan Undiksha memperkuat posisi pendidikan tinggi sebagai aktor kunci pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memastikan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tetap kontekstual, transformatif, serta berdampak luas bagi masyarakat Indonesia.[] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (16) Penelitian (6) Pengabdian (7) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (33) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (32) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNJ Perkuat Inovasi Bisnis Digital melalui Entrix 2025
Jakarta, 16 Desember 2025 – Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan Entrix 2025 di Aula Latief Lantai 2 dan Teater Terbuka, Kampus A UNJ. Mengusung tema “Innovate the Future, Experience the Change”, kegiatan ini menjadi ajang implementasi pembelajaran dari mata kuliah Event Organizer dan Entrepreneurship, yang dirancang untuk mengintegrasikan kemampuan perencanaan acara serta penguatan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Dini Safitri, M.Si., CPR, dalam sambutannya menegaskan bahwa Entrix 2025 merupakan ruang aktualisasi mahasiswa untuk menerapkan teori ke dalam praktik nyata. “Kita akan melihat bagaimana mahasiswa tidak hanya memahami teori tentang event organizer dan entrepreneur, tetapi juga mampu berwirausaha secara langsung,” ujarnya. Dosen pengampu mata kuliah Event Organizing, Nada Arina Romli, M.I.Kom., CPR, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan lebih jauh. Ia mendorong agar konsep acara seperti Entrix ke depan dapat ditingkatkan skalanya, tidak hanya terbatas pada lingkup lokal, tetapi menuju penyelenggaraan berskala nasional maupun internasional. Rangkaian acara dilanjutkan dengan seminar utama yang menghadirkan Chris John, Owner Paradise on The Boat, sebagai pembicara. Dalam paparannya, ia membahas strategi pengembangan brand melalui platform digital, pemanfaatan kecerdasan buatan dan teknologi digital, serta pentingnya jejaring kolaborasi antara mahasiswa, wirausaha muda, dan praktisi industri. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, memperkaya pemahaman tentang tantangan dan peluang bisnis di era digital. Selain seminar, Entrix 2025 juga menampilkan bazar kewirausahaan yang menghadirkan booth UMKM serta berbagai penampilan hiburan. Agenda ini menjadi sarana praktik langsung bagi mahasiswa dalam mengelola sebuah acara sekaligus menguji konsep usaha yang telah mereka rancang selama proses pembelajaran. Penulis: GIC & GSFI Editor: WPS Tim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (32) Kemahasiswaan (15) Penelitian (5) Pengabdian (6) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (31) Prestasi (5) Prodi (18) Program Unggulan (30) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
Program Studi Pendidikan Geografi FISH UNJ Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK
Jakarta, 9 Desember 2025 – Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penilaian akreditasi untuk memastikan mutu akademik, tata kelola, serta capaian pembelajaran yang berkelanjutan. Asesmen lapangan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, kegiatan dihadiri oleh Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D.; Koordinator Program Studi Pendidikan Geografi, Dr. Samadi, S.Pd., M.Si.; asesor LAMDIK Prof. Dr. Erni Suharini, M.Si., dan Prof. Dr. Muhammad Nursa’ban, S.Pd., M.Pd.; serta jajaran sivitas akademika Program Studi Pendidikan Geografi. Acara dibuka dengan sambutan dari kedua asesor. Prof. Dr. Erni Suharini menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keterbukaan FISH UNJ. “Seluruh rangkaian asesmen lapangan diharapkan berjalan lancar dan memberikan hasil optimal bagi peningkatan mutu Program Studi Pendidikan Geografi,” ujarnya. Senada dengan itu, Prof. Dr. Muhammad Nursa’ban mengungkapkan rasa terima kasih atas kerja sama dan kesiapan sivitas akademika FISH UNJ. “Suasana yang terbuka dan komunikatif akan mendukung kelancaran proses asesmen serta refleksi berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas program studi,” tuturnya. Menanggapi hal tersebut, Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi menegaskan komitmen fakultas untuk bersikap terbuka dan kooperatif. “FISH UNJ siap menerima asesmen lapangan ini dengan penuh keterbukaan dan antusias dalam melaksanakan evaluasi diri serta peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan,” katanya. Kegiatan dilanjutkan dengan asesmen yang mencakup evaluasi tata kelola fakultas, sistem penjaminan mutu, kinerja program studi, fungsi Laboratorium Sistem Informasi Geografi, serta berbagai sistem pendukung akademik. Memasuki hari kedua, asesmen difokuskan pada peninjauan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Asesor mengunjungi sejumlah fasilitas untuk memastikan kesiapan mendukung proses pembelajaran dan capaian lulusan. Selain itu, dilakukan observasi pembelajaran langsung oleh dosen Pendidikan Geografi untuk menilai kualitas pengajaran. Pada sesi berikutnya, asesor berkunjung ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) UNJ dan berdiskusi dengan Dr. Ikhlasiah Dalimoenthe, M.Si., selaku Kepala Satgas PPK. Diskusi membahas upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan UNJ, khususnya FISH. Seluruh rangkaian asesmen ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan berita acara, yang dihadiri oleh jajaran dekanat, koordinator program studi, tim asesor, dosen, dan tenaga kependidikan. Melalui asesmen ini, Program Studi Pendidikan Geografi FISH UNJ berharap memperoleh hasil terbaik serta memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan, tata kelola akademik, dan kualitas lulusan yang profesional serta berdaya saing. Penulis: ZR, CKGEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (31) Kemahasiswaan (13) Penelitian (4) Pengabdian (6) Pengajaran (21) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (29) Prestasi (4) Prodi (17) Program Unggulan (24) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
FISH UNJ Gelar FGD Bersama Prof. Umberto Pagano Bahas Inklusi Pendidikan di Italia
Jakarta, 16 Oktober 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Prof. Umberto Pagano, Ph.D., Associate Professor of Sociology dari University of Catanzaro, Italia. Diskusi ini membahas penelitian Prof. Umberto yang berjudul “Evaluating School Inclusion in Italy: A Shared Quality Index for Developing a More Inclusive Education for All.” Kegiatan berlangsung di Ruang 212, Gedung K FISH UNJ, dan dihadiri oleh sejumlah dosen dari berbagai program studi, khususnya Pendidikan Sosiologi dan Sosiologi. Turut hadir dalam kegiatan ini Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D.; Koordinator Program Studi Pendidikan Sosiologi, Suyuti, S.Pd.I., M.Pd.; serta Koordinator Program Studi Sosiologi, Dr. Rusfadia Saktiyanti Jahja, S.Sos., M.Si. FGD dibuka dengan sambutan dari Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D. yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Umberto dan memperkenalkan para dosen peserta diskusi sebagai bentuk pembuka dialog akademik. Dalam sesi utama, Prof. Umberto memaparkan hasil penelitiannya mengenai inklusi pendidikan di Italia, yang menekankan pentingnya pengembangan indeks kualitas bersama untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif. Diskusi berlangsung secara interaktif, dengan sejumlah dosen menyampaikan pertanyaan dan pandangan mereka terkait topik yang dipresentasikan. Prof. Umberto memberikan tanggapan yang komprehensif, membuka wawasan baru bagi peserta mengenai pendekatan inklusi dalam sistem pendidikan. Menjelang akhir kegiatan, Firdaus Wajdi, Ph.D. menyampaikan penutup yang merangkum esensi diskusi. “Saya rasa kita banyak belajar dari dukungan riset dan pengalaman Prof. Umberto. Indeks ini bukan hanya untuk mengukur, tetapi untuk menilai dan mengembangkan sistem pendidikan yang mampu memahami perbedaan antar siswa,” ujarnya. Dengan berakhirnya sesi diskusi, rangkaian kegiatan FGD resmi ditutup. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional dan memperkaya perspektif akademik dalam pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia. Penulis: DA & ELEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (452) Internasionalisasi (26) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (18) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (18) Prestasi (2) Prodi (16) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Kuliah Umum Pendidikan Sejarah UNJ Gali Identitas Bangsa Melalui Visual Majapahit
Jakarta, 15 Oktober 2025 — Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sukses menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Majapahit dalam Lensa Visual: Inspirasi Identitas dan Peradaban Bangsa Menuju Indonesia Emas.” Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif, yaitu Dr. Nur Aeni Marta, S.S., M.Hum., Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah FISH UNJ; M. Hasmi Yanuardi, S.S., M.Hum., Dosen Pendidikan Sejarah; serta Drs. Mohammad Shobirinoer Rasyid, Pemerhati Budaya dan Sejarah. Kuliah umum ini bertujuan memberikan wawasan baru mengenai pentingnya pelestarian dan pemaknaan sejarah Majapahit dalam membentuk identitas serta peradaban bangsa Indonesia. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum sebagai pewara acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., turut hadir dan menyampaikan apresiasinya dalam sambutan pembuka. “Acara ini sangat baik bagi generasi muda untuk mempelajari sejarah melalui lensa visual,” ujarnya. Kuliah umum yang berlangsung di Aula Labschool UNJ dipandu oleh Marah Bangun, S.S., sebagai moderator. Sebelum sesi diskusi dimulai, moderator memperkenalkan para narasumber dan menjelaskan alur kegiatan kepada peserta. Dalam sesi utama, para narasumber membedah buku “Wijaya: Buku Visual Majapahit” karya Heru Effendy. M. Hasmi Yanuardi menekankan pentingnya sejarah publik dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap warisan budaya bangsa, serta mengajak peserta berdiskusi mengenai isi buku tersebut. Drs. Mohammad Shobirinoer Rasyid menyoroti visi besar Kerajaan Majapahit dalam menyatukan Nusantara dan memperkenalkan beragam budaya kerajaan. Sementara itu, Dr. Nur Aeni Marta memberikan penjelasan mendalam tentang visualisasi sejarah sebagai sarana untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang disambut antusias oleh peserta. Di akhir acara, moderator menyampaikan kesimpulan dari pemaparan narasumber, diikuti dengan pemberian cinderamata sebagai bentuk apresiasi. Kuliah umum ditutup oleh Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sejarah visual sebagai media edukasi dan refleksi jati diri bangsa menuju Indonesia Emas. Penulis: CKG, VR, AG, dan JRPSEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (451) Internasionalisasi (25) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (17) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (18) Prestasi (2) Prodi (15) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Gebyar PPKN 2025: Langkah Aksi Sinergi Karya Anak Rakyat
Jakarta, 26 Juni 2025 — Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menggelar Gebyar PPKN, sebuah kegiatan tahunan yang telah menjadi tradisi akademik sekaligus wadah ekspresi dan kreativitas mahasiswa. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, Gebyar PPKN 2025 mengusung tema “Langkah Aksi Sinergi Karya Anak Rakyat”. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek ujian akhir mahasiswa untuk tiga mata kuliah, yaitu Ekonomi Politik, Kewirausahaan, dan Media Teknologi Pembelajaran. Tidak hanya menjadi ajang pameran tugas akhir, Gebyar PPKN juga terintegrasi dengan program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen-dosen PPKN: Prof. Tjipto Sumadi, M.S., M.Pd., Moh. Maiwan, Ph.D., Mitra Mustaricha, M.Pd., dan Iqbal Syafrudin, M.I.P. Selain pameran karya, acara ini turut menampilkan berbagai pertunjukan seni, seperti tari, penayangan film, dan pembacaan puisi politik yang merupakan bagian dari penelitian dosen Iqbal Syafrudin. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, Dr. Kuriniawati, M.Si., yang menyampaikan bahwa Gebyar PPKN bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kontribusi nyata dalam pengembangan potensi mahasiswa. “Gebyar PPKN tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan mahasiswa di masa depan,” ujar Dr. Kuriniawati. Ketua Program Studi PPKN, Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Gebyar PPKN yang selalu menghadirkan inovasi dan kebaruan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para tamu undangan, termasuk Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKN DKI Jakarta, serta guru-guru MGMP MTs dan MA dari wilayah yang sama. Laporan kegiatan disampaikan oleh Prof. Tjipto Sumadi, yang menegaskan bahwa pameran ini merupakan luaran pembelajaran sekaligus pemenuhan tugas akhir dari tiga mata kuliah yang terlibat. Ia menambahkan bahwa karya-karya mahasiswa mencerminkan kreativitas, inovasi, dan penerapan ilmu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Gebyar PPKN 2025 juga dihadiri oleh guru-guru PPKN dari berbagai jenjang pendidikan di DKI Jakarta, mulai dari SMP, SMA, MTs, hingga MA, baik negeri maupun swasta. Kehadiran mereka memperkuat kemitraan dan kolaborasi dalam pengembangan pendidikan PPKN di Indonesia. Dengan semangat sinergi dan aksi nyata, Gebyar PPKN 2025 diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Penulis: MAHNEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (444) Internasionalisasi (22) Kemahasiswaan (6) Pengabdian (3) Pengajaran (11) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (12) Prestasi (1) Prodi (14) Program Unggulan (11) Tak Berkategori (11) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
BEMP IKOM UNJ dan Komunitas Glorevetion Gelar Santunan Akbar untuk 81 Anak Yatim dan Dhuafa
Jakarta, 10 Juli 2025 — Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (BEMP IKOM UNJ) bekerja sama dengan Komunitas Glorevetion menyelenggarakan kegiatan santunan akbar bagi 81 anak yatim dan dhuafa. Acara ini berlangsung di Aula Hatta, Kampus A UNJ, mulai pukul 13.30 hingga 16.30 WIB. Kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian kampanye sosial yang telah digelar sejak bulan Ramadan. Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pembina Organisasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNJ, Pembina Komunitas Glorevetion, serta perwakilan dari Dompet Dhuafa dan Yayasan Yatim Mandiri. Acara semakin semarak dengan kehadiran Kak Raihan Sapda Akbar sebagai pembicara yang memberikan motivasi dan inspirasi kepada anak-anak peserta santunan. Dompet Dhuafa dan Yayasan Yatim Mandiri juga berperan sebagai mitra utama dalam mendukung kelancaran kegiatan ini. “Kami sangat bersyukur dapat menyelenggarakan acara santunan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa,” ujar Aqilah Sukmawati, Ketua BEMP IKOM UNJ. Senada dengan itu, Naufal Ilmi selaku Wakil Ketua Komunitas Glorevetion menambahkan, “Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari komitmen kami yang telah dimulai sejak Ramadan, di mana kami berhasil mengadakan pesantren kilat gratis untuk 20 anak yatim dan dhuafa. Semoga semangat berbagi dan kepedulian sosial ini terus tumbuh di tengah masyarakat.” Kolaborasi antara BEMP IKOM UNJ dan Komunitas Glorevetion diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (441) Internasionalisasi (22) Kemahasiswaan (5) Pengabdian (1) Pengajaran (11) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (9) Prestasi (1) Prodi (13) Program Unggulan (9) Tak Berkategori (11) Tata Kelola (16) Berita Terbaru