Jakarta, 21 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kick Andy Goes to Campus melalui penyelenggaraan sesi podcast bersama jurnalis dan presenter ternama, Andy F. Noya. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Podcast Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai perkembangan industri media, tantangan jurnalistik, serta pentingnya menjaga kredibilitas informasi di tengah transformasi digital. Sesi podcast yang diselenggarakan oleh Kantor Humas dan Informasi Publik UNJ tersebut dipandu oleh Matthew Natanael, Duta UNJ, sebagai pembawa acara. Diskusi menghadirkan pembahasan mengenai perubahan pola komunikasi masyarakat, khususnya ketika media sosial semakin mendominasi penyebaran informasi dan memengaruhi cara publik memahami berbagai peristiwa. Perkembangan teknologi komunikasi telah membuka kesempatan yang semakin luas bagi masyarakat untuk memproduksi sekaligus mendistribusikan informasi. Kehadiran berbagai platform digital, termasuk TikTok, turut mendorong munculnya beragam bentuk penyampaian pesan yang lebih singkat, kreatif, dan interaktif. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru terkait ketepatan informasi, kredibilitas sumber, serta tanggung jawab dalam menyampaikan pesan kepada khalayak. Salah satu perhatian utama dalam diskusi adalah kecenderungan sebagian pembuat konten yang lebih mengutamakan popularitas dan kecepatan publikasi dibandingkan ketelitian dalam memastikan kebenaran informasi. Kondisi tersebut dapat memunculkan persoalan ketika konten yang telah tersebar luas ternyata mengandung informasi yang tidak tepat, menimbulkan kesalahpahaman, atau mendapatkan respons negatif dari masyarakat. Fenomena konten viral yang berujung pada kritik publik menjadi gambaran bahwa keberhasilan komunikasi tidak cukup diukur melalui jumlah penonton, interaksi, maupun tingkat penyebaran informasi. Lebih dari itu, setiap pesan yang dipublikasikan perlu mempertimbangkan aspek kebenaran, kepatutan, dan konsekuensi sosial yang mungkin ditimbulkan. Dalam konteks tersebut, nilai-nilai dasar jurnalistik tetap memiliki peran penting meskipun ekosistem media terus mengalami perubahan. Proses pemeriksaan fakta, penggunaan sumber yang dapat dipercaya, keberimbangan informasi, serta kepatuhan terhadap etika komunikasi merupakan unsur yang perlu dipertahankan dalam praktik penyampaian informasi, baik melalui media konvensional maupun platform digital. Bagi lingkungan akademik FISH UNJ, pembahasan ini memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya pada bidang hubungan masyarakat dan komunikasi digital. Mahasiswa dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menghasilkan konten yang inovatif, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami karakteristik audiens, serta mempertimbangkan dampak sosial dari informasi yang dipublikasikan. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan kontribusi FISH UNJ terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), terutama melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, dan literasi digital mahasiswa. Diskusi bersama praktisi media memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami tantangan profesional secara lebih kontekstual sekaligus menghubungkan pembelajaran akademik dengan dinamika industri komunikasi. Selain itu, pembahasan mengenai integritas jurnalistik dan tanggung jawab penyebaran informasi juga relevan dengan SDGs Tujuan 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice and Strong Institutions). Penguatan literasi informasi dan praktik komunikasi yang bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya ruang publik yang sehat, meningkatkan kesadaran terhadap informasi yang kredibel, serta mendorong akses masyarakat terhadap informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pemanfaatan fasilitas Laboratorium Podcast, FISH UNJ terus menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis para profesional. Kehadiran Andy F. Noya dalam rangkaian kegiatan Kick Andy Goes to Campus menjadi momentum untuk memperkaya pemahaman mengenai pentingnya menjaga prinsip jurnalistik di tengah perubahan teknologi dan perilaku konsumsi media. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa FISH UNJ untuk menjadi calon profesional komunikasi yang adaptif, kreatif, dan berintegritas. Dengan mengedepankan kemampuan literasi digital serta tanggung jawab sosial, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem informasi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. []
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ Menerima kunjungan Yayasan Pendidikan Nasional Taruna Bangsa
Penyerahan Plakat dan cendera mata oleh SMK Taruna Bangsa (Doc. FISHMed, 2026) Jakarta, 20 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menerima kunjungan dari Yayasan Pendidikan Nasional Taruna Bangsa, SMK Taruna Bangsa. Kegiatan ini diikuti oleh 12 siswa dan didampingi oleh 2 orang guru pendamping. Kunjungan tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan lingkungan perguruan tinggi kepada siswa, sekaligus memberikan kesempatan untuk mengenal lebih jauh lingkungan akademik. Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator program studi S1 dan S2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd. yang menyambut baik kunjungan SMK Taruna Bangsa sebagai bentuk upaya mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah. Kegiatan dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Koordinator program studi PPKn. Dalam sambutannya, Yuyus menyoroti keterbukaan FISH UNJ terhadap semua pihak yang ingin berkolaborasi, khususnya sekolahan. “Karena Universitas Negeri Jakarta khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum sangat terbuka untuk semua pihak apalagi pihak sekolah yang bisa berkolaborasi dan kamipun saat ini sudah sangat banyak bersinergi dengan pihak sekolah terutama sekolah-sekolah yang sampai hari ini dijadikan tempat PKM”. Kepala sekolah dari SMK Taruna Bangsa, Dodi Suhendar, S.Pd turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada FISH UNJ, khususnya Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd., atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan dalam kunjungan tersebut. Ia berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan baru bagi para siswa mengenai perbedaan kehidupan di bangku sekolah dan perguruan tinggi. Dalam sambutannya, ia juga berharap para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai dunia perkuliahan, sehingga kunjungan ini dapat menjadi bekal bagi mereka dalam merencanakan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Lebih lanjut, Yuyus menyampaikan bahwa latar belakang pendidikan yang ditempuh saat ini tidak selalu menentukan pilihan karier maupun bidang studi seseorang pada masa depan. Menurutnya, siswa perlu memiliki cita-cita sebagai motivasi untuk terus berkembang, sekaligus tetap terbuka terhadap berbagai peluang dan kemungkinan yang dapat ditemui. Yuyus juga mengingatkan para siswa untuk mengembangkan keterampilan lain yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja. Menurut Yuyus, kemampuan komunikasi perlu dilatih sejak dini, baik dalam lingkungan keluarga maupun sekolah. Komunikasi yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam membangun hubungan, menyampaikan gagasan, serta menumbuhkan kepercayaan. Sementara itu, keterampilan kolaborasi diperlukan agar seseorang mampu bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama, meskipun terdapat perbedaan pendapat. Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam sesi tersebut, para siswa memperoleh kesempatan untuk menggali informasi mengenai program studi yang tersedia di FISH UNJ, khususnya perbedaan antara program studi kependidikan dan nonkependidikan. Menanggapi pertanyaan mengenai peluang karier lulusan program studi kependidikan, Yuyus menjelaskan bahwa lulusan tidak hanya memiliki kesempatan untuk berkarier sebagai guru. Ia memberikan contoh Program Studi PPKn yang mempersiapkan lulusannya untuk menjadi pendidik, peneliti pemula, fasilitator pendidikan, penggerak pendidikan nilai dan karakter di masyarakat, serta praktisi yang terlibat dalam advokasi sosial dan pengembangan program pendidikan. Dokumentasi bersama 12 Siswa dan 2 guru pendamping SMK Taruna Bangsa (Doc. FISHMed, 2026) Pada kesempatan tersebut, Yuyus turut memberikan gambaran mengenai perbedaan suasana belajar di sekolah dan perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa kehidupan perkuliahan menuntut mahasiswa untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Oleh karena itu, para siswa perlu mulai membangun kesiapan diri, baik dari segi akademik maupun keterampilan personal, sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melalui kunjungan ini, diharapkan para siswa SMK Taruna Bangsa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pendidikan tinggi, mengenal pilihan program studi di FISH UNJ, serta semakin termotivasi untuk merencanakan pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang positif antara FISH UNJ dan sekolah dalam mendukung pengembangan wawasan serta potensi peserta didik. Penulis = GSFI & CM TIM FISH MEDIA CENTER 2026
FISH UNJ Perkuat Kolaborasi Akademik dengan Undana melalui Penandatanganan MoA dan IA Program Studi Sosiologi
Dokumentasi bersama peserta Studi Banding Prodi Sosiologi UNJ dan UNDANA, Selasa (13/10/2026). (Doc. FISHmed, 2026) Jakarta, 13 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperkuat kolaborasi akademik dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA). Kegiatan ini berlangsung di Ruang 203, Gedung K, FISH UNJ, pada Selasa (13/10). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan studi banding Program Studi Sosiologi yang menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai pengembangan akademik, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengelolaan kemahasiswaan. Komitmen untuk memperkuat kolaborasi tersebut disampaikan dalam sambutan Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., yang diwakili oleh Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., selaku Wakil Dekan III Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama. Ia menyampaikan harapan agar pertemuan kedua perguruan tinggi dapat mempererat hubungan kerja sama, terutama dalam pengembangan penelitian bersama. “Semoga kerja sama ini dapat terus terjalin dan semakin kuat, karena pada akhirnya kita berharap dapat menghasilkan penelitian bersama,” ujarnya. Harapan serupa disampaikan oleh Wakil Dekan II FISIP Undana, Dr. Yeheskial A. Roen, S.Si., M.Si. Ia berharap pertemuan ini dapat membuka ruang diskusi yang produktif sekaligus memberikan wawasan baru bagi kedua pihak dalam mengembangkan keilmuan sosiologi. “Semoga pertemuan ini dapat menjadi ruang diskusi dan memberikan banyak insight. Sosiologi jaya! Sosiologi Indonesia!” tuturnya. Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui penandatanganan MoA oleh Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., dan Wakil Dekan II FISIP Undana, Dr. Yeheskial A. Roen, S.Si., M.Si. Kerja sama antarfakultas ini menjadi landasan bagi pengembangan kolaborasi akademik yang dapat ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan sesuai dengan kebutuhan kedua institusi. Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FISH UNJ dan FISIP UNDANA, Selasa (13/10/2026). (Doc. FISHmed, 2026) Kolaborasi kemudian diturunkan ke tingkat program studi melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) oleh Koordinator Program Studi S1 Sosiologi UNJ, Dr. Rusfadia Saktiyanti Jahja, S.Sos., M.Si., dan Koordinator Program Studi Sosiologi FISIP Undana, Imanta Imanuel Perangin Angin, S.Sos., MSP. Kesepakatan ini memperkuat arah pelaksanaan kerja sama pada tingkat program studi, khususnya dalam pengembangan kegiatan akademik dan peningkatan mutu pendidikan. Studi banding antara Program Studi Sosiologi UNJ dan Undana menjadi ruang pertukaran pengalaman untuk mengidentifikasi praktik baik dan peluang pengembangan akademik sesuai dengan kebutuhan masing-masing program studi. Diskusi yang dihadiri oleh jajaran dan perwakilan dosen kedua program studi ini membahas pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penyelarasan profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), sistem pembelajaran, penanganan mahasiswa, tata kelola dan penjaminan mutu program studi, serta pengembangan Program Studi Magister Sosiologi, termasuk kurikulum dan sumber daya manusia. Pembahasan juga mencakup peluang penelitian kolaboratif, penyelenggaraan seminar nasional, dan pengembangan publikasi ilmiah. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jejaring akademik dan memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui program yang konkret dan berkelanjutan. Berbagai inisiatif yang dijalankan diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan, mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, serta memberikan manfaat bagi sivitas akademika melalui pengembangan ilmu sosiologi. Upaya ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan penguatan kemitraan antara UNJ dan UNDANA. Penulis : BMF, GIC, ZRI TIM FISH MEDIA CENTER 2026
International Lecturer FISH UNJ Hadirkan Akademisi University of Sindh, Bahas Isu Global dan Konstruksi Realitas Media
Sesi International Lecturer untuk Mata Kuliah Globalization Issues pada Prodi S1 Ilmu Komunikasi (Dok. IKom, 2026) Jakarta, 23 September 2026 — Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menyelenggarakan kegiatan International Lecturer dalam mata kuliah Globalization Issues dengan menghadirkan Abdul Razaque Chhachhar, Ph.D., Assistant Professor pada Department of Media and Communication Studies, University of Sindh, Jamshoro, Pakistan. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi FISH UNJ angkatan 2024. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pembelajaran di lingkungan FISH UNJ dengan membuka ruang akademik lintas negara bagi mahasiswa. Dalam perkuliahan yang diampu oleh Nada Arina Romli, M.I.Kom., mahasiswa tidak hanya mempelajari isu global sebagai rangkaian peristiwa yang melampaui batas negara, tetapi juga diajak memahami bagaimana isu tersebut dipilih, dibingkai, didistribusikan, diinterpretasikan, hingga diperdebatkan melalui media dunia. Mengangkat tema “Global Issues in World Media,” Chhachhar menjelaskan bahwa isu seperti perubahan iklim, perang dan perdamaian, migrasi, pandemi, kemiskinan, kecerdasan artifisial, hak asasi manusia, serta ketahanan pangan dan energi menjadi isu media ketika memasuki ruang komunikasi publik, perdebatan, kebijakan, dan perhatian masyarakat. Ia menekankan bahwa perjalanan sebuah peristiwa menjadi berita global melewati berbagai tahapan, mulai dari observasi, seleksi berita, pemilihan sumber, framing, publikasi, distribusi melalui platform, hingga interpretasi audiens. Pemaparan Materi “Global Issues in Global Media” oleh Abdul Razaque Chhachhar, PhD (Dok. IKom, 2026) Salah satu pembahasan utama dalam kuliah tersebut adalah agenda-setting dan framing. Chhachhar menjelaskan bahwa perhatian media dapat memengaruhi isu apa yang dianggap penting oleh publik, sementara framing menentukan aspek tertentu dari realitas yang ditonjolkan dalam pemberitaan. Peristiwa yang sama, misalnya, dapat dikonstruksi sebagai persoalan keamanan, krisis kemanusiaan, masalah ekonomi, maupun perselisihan politik. “Media may not tell us exactly what to think, but through agenda-setting they influence what deserves our attention, and through framing they shape the lens through which we understand it. Therefore, being globally informed also means learning to ask: what is being highlighted, and what has been left outside the frame?” ujar Chhachhar dalam sesi perkuliahan. Pesan tersebut mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada aktivitas mengonsumsi informasi. Literasi media global membutuhkan kemampuan membandingkan sumber, memeriksa bukti, mengenali frame, serta menyadari suara atau perspektif yang tidak hadir dalam suatu pemberitaan. Materi perkuliahan juga menegaskan bahwa tidak ada satu media yang dapat memberikan gambaran lengkap atas kompleksitas sebuah isu global. Sesi perkuliahan diakhiri dengan tanya-jawab mahasiswa dengan dosen tamu internasional (Dok. IKom, 2026) Perspektif Global South turut menjadi perhatian penting. Mahasiswa diajak melihat bahwa analisis media global perlu memberi ruang terhadap suara dan pengetahuan yang berasal dari Asia, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, dan kawasan lainnya. Sumber berbahasa Inggris maupun perspektif Barat tidak semestinya secara otomatis dianggap universal. Perbandingan media justru perlu mempertimbangkan perbedaan konteks budaya, bahasa, kepemilikan media, akses, audiens, dan cara suatu isu dibingkai. Kegiatan International Lecturer ini relevan dengan komitmen FISH UNJ terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berkualitas dengan perspektif internasional dan penguatan literasi kritis mahasiswa. Diskusi mengenai akses terhadap informasi, hak asasi manusia, etika media, representasi kelompok rentan, serta akuntabilitas institusi juga beririsan dengan SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions. Sementara itu, kolaborasi akademik antara Universitas Negeri Jakarta dan University of Sindh merepresentasikan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals, khususnya melalui pertukaran pengetahuan dan jejaring pendidikan lintas negara. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ terus mendorong pembelajaran yang tidak hanya membawa isu global ke dalam ruang kelas, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mempertanyakan bagaimana realitas global dikonstruksi dan siapa yang memperoleh ruang untuk mendefinisikannya. Dalam ekosistem informasi yang semakin dipengaruhi media sosial, algoritma, kreator, dan kecerdasan artifisial, kemampuan membaca media secara kritis menjadi bagian penting dari kompetensi calon komunikator di tengah masyarakat global. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (54) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (42) Prestasi (14) Prodi (35) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (37) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
PKKMB Ilmu Komunikasi FISH UNJ 2026 Tegaskan Pendidikan Inklusif bagi Generasi Baru Komunikasi
Kemahasiswaan Jakarta, 27 Agustus 2026 Mahasiswa baru Program Studi S1 Ilmu Komunikasi bersama pimpinan dan dosen dalam kegiatan PKKMB Ilmu Komunikasi 2026 memperagakan hand sign Intelligentia–Dignitas, motto Universitas Negeri Jakarta. (Dok. BEMP IKom, 2026) Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyambut 81 mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diselenggarakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Ruang Serba Guna (RSG) Gedung K, FISH UNJ. Jalur Masuk Paling Ketat, Komitmen Belajar Tetap Terbuka untuk Semua Kehadiran mahasiswa baru tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi Prodi S1 Ilmu Komunikasi. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) UNJ 2026, program studi ini tercatat memiliki tingkat penerimaan hanya 1,17 persen, menjadikannya salah satu jalur penerimaan paling ketat di UNJ. Di tengah tingginya kompetisi tersebut, FISH UNJ menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh selektivitas masuk, tetapi juga oleh kemampuan institusi membangun lingkungan belajar yang memberi kesempatan bagi setiap mahasiswa untuk berkembang. Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian utama Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D. Menurutnya, pendidikan berkualitas perlu berjalan beriringan dengan komitmen terhadap inklusivitas, termasuk memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh ruang yang setara untuk belajar dan menjadi bagian dari kehidupan akademik kampus. “FISH UNJ mengusung pendidikan yang inklusif. Bagi kami, keberagaman mahasiswa bukan sekadar sesuatu yang diterima, tetapi menjadi bagian dari bagaimana lingkungan pendidikan seharusnya dibangun. Tahun ini, salah satunya dapat kita lihat melalui proses penerimaan mahasiswa baru di Ilmu Komunikasi. Kehadiran mahasiswa dengan kebutuhan yang beragam mengingatkan kita bahwa akses terhadap pendidikan tinggi harus diikuti dengan ekosistem belajar yang memungkinkan setiap mahasiswa tumbuh dan mencapai potensinya.” — Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ Komitmen tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education, khususnya upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif, setara, dan berkualitas. Bagi FISH UNJ, inklusivitas dengan demikian tidak berhenti pada terbukanya akses masuk ke perguruan tinggi, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam pengalaman belajar, pendampingan akademik, interaksi sosial, serta fasilitas yang mendukung perjalanan mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan. Kolaborasi Bersama Mendampingi Mahasiswa Lulus Tepat Waktu Semangat kolaboratif dalam mendampingi mahasiswa juga disampaikan Dr. Linda Zakiyah. Ia mengajak seluruh unsur di lingkungan kampus untuk bersama-sama menciptakan kondisi yang mendukung mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan sarjana tepat waktu, termasuk bagi Attaraka Abinaya, salah satu mahasiswa baru Ilmu Komunikasi tahun 2026. “Kita perlu bersama-sama mengupayakan agar mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dan menyelesaikan studi S1 tepat waktu. Termasuk Attaraka Abinaya, keberhasilannya nanti bukan hanya menjadi perjuangan satu orang. Ini adalah gerakan bersama yang membutuhkan kolaborasi mahasiswa, dosen, program studi, fakultas, keluarga, dan seluruh lingkungan yang mendukungnya.” — Dr. Linda Zakiyah PKKMB juga menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik dan orang-orang yang akan mendampingi perjalanan mereka di Prodi S1 Ilmu Komunikasi. Kegiatan dihadiri oleh Dr. Dini Safitri, M.Si.; Dr. E. Nugrahaeni P, M.Si.; Dr. Maulina Larasati, M.Si.; Dr. Hasan Chabibie, M.Pd.; Dr. M. Fikri Akbar, M.M.; Sandy Allifiansyah, Ph.D.; Mega Ayu Permatasari, M.Si.; dan Noprita Herari, M.I.Kom. Lebih dari kegiatan penyambutan, PKKMB menjadi titik awal pembentukan relasi antara mahasiswa dengan ekosistem akademik yang akan mereka jalani. Mahasiswa baru diperkenalkan pada lingkungan program studi sekaligus didorong untuk melihat masa perkuliahan sebagai ruang untuk belajar, berkolaborasi, membangun kompetensi, dan menemukan kapasitas terbaik dirinya. Melalui penerimaan 81 mahasiswa baru tahun ini, Prodi S1 Ilmu Komunikasi bersama FISH UNJ membawa satu pesan penting: ketatnya pintu masuk harus diikuti dengan luasnya ruang untuk bertumbuh. Komitmen terhadap pendidikan yang berkualitas dan inklusif diharapkan menjadikan kampus bukan hanya tempat mahasiswa diterima secara administratif, tetapi ruang tempat setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar, berpartisipasi, dan menyelesaikan perjalanan akademiknya bersama-sama. Tag: PKKMB Ilmu Komunikasi FISH UNJ, Pendidikan Inklusif FISH UNJ, SDG 4 Quality Education, Mahasiswa Baru Ilmu Komunikasi 2026, FISH UNJ Communication Studies Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (21) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (52) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Rumpun Geografi UNJ Berpartisipasi dalam The 3rd ICoAGPG 2026 dan PIT IGI XXVIII & Kongres IGI di Universitas Sebelas Maret, Surakarta
Surakarta, 6 – 7 Agustus 2026, Rumpun Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut berpartisipasi dalam The 3rd International Conference on Applied Geography and Geospatial Planning (ICoAGPG) yang diselenggarakan bersamaan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Geograf Indonesia (IGI) XXVIII dan Kongres IGI ke-28. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Ikatan Geograf Indonesia (IGI). Partisipasi tim Rumpun Geografi UNJ dalam kegiatan ini dilakukan secara hibrida: sebagian anggota tim mengikuti seluruh rangkaian acara secara daring (online) melalui Zoom, sementara sebagian lainnya dalam hal ini Wakil Dekan 2 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Dr. Aris Munandar, M.Pd beserta dosen rumpun geografi Filya Rizky Lestari, M.Han, Hikari Dwi Saputro, M.Pd., Umar Izuddin El Izzudin Kiat, M.P.W.K dan Lona Syafana Pasya, M.Si, hadir secara langsung sebagai presenter dan mengikuti KongresPIT IGI di lokasi kegiatan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Kegiatan hari pertama, Kamis (6/8), dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Sebelas Maret, dengan sambutan turut disampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara serta Ketua Umum Ikatan Geograf Indonesia. Acara pembukaan juga diisi dengan penampilan seni budaya, prosesi seremonial, dan sesi foto bersama seluruh peserta. Konferensi menghadirkan pembicara kunci (keynote speaker) serta lima pembicara undangan (invited speakers) dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri, meliputi Universitas Gadjah Mada, University of Waterloo (Kanada), Nanyang Technological University (Singapura), Utrecht University (Belanda), dan Universitas Sebelas Maret. Sesi-sesi tersebut membahas berbagai isu terkini seputar geografi terapan dan perencanaan keruangan, mulai dari mitigasi bencana, perubahan iklim, hingga tata kelola wilayah. Rangkaian hari pertama dilanjutkan dengan sesi paralel pemaparan makalah oleh para peserta dari berbagai institusi, yang menjadi wadah diseminasi hasil penelitian dan pemikiran di bidang geografi dan perencanaan geospasial. Malam harinya, kegiatan ditutup dengan gala dinner dan pelaksanaan Kongres IGI ke-28 oleh Dewan Eksekutif IGI. Pada hari kedua, Jumat (7/8), diselenggarakan field trip ke kawasan Gunungsewu UNESCO Global Geopark bagi para presenter yang terdaftar. Rangkaian kunjungan lapangan ini mencakup kunjungan ke Goa Gong, susur Sungai Maron, Pantai Ngiroboyo, hingga Pantai Klayar, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai bentang alam karst dan potensi geowisata di kawasan tersebut. Keikutsertaan dalam forum ilmiah nasional dan internasional seperti ICoAGPG dan PIT IGI ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Rumpun Geografi UNJ untuk memperluas jejaring akademik, mengikuti perkembangan mutakhir kajian geografi terapan dan perencanaan geospasial, serta mempererat kolaborasi dengan komunitas geograf di tingkat nasional maupun internasional. Melalui format partisipasi hibrida ini, seluruh anggota tim baik yang mengikuti secara daring maupun yang hadir langsung di Surakarta dapat menyerap manfaat dari forum ini secara maksimal, sekaligus membawa wawasan dan jejaring baru untuk mendukung pengembangan tridarma perguruan tinggi di lingkungan Program Studi Pendidikan Geografi UNJ. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (67) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (2) Penelitian (22) Pengabdian (22) Pengajaran (49) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (30) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ Gandeng Ivosights Perkuat Literasi Data Digital Mahasiswa melalui Social Listening dan Emotion Analysis
Jakarta, 12 Juni 2026 – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (Prodi Ilkom FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan Dosen Tamu bertajuk *“Membaca Emosi Publik Melalui Media Sosial: Social Listening untuk Bisnis & Kebijakan”* pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Ki Hajar Dewantara Lantai 9, Kampus A UNJ ini terlaksana melalui kerja sama dengan Ivosights sebagai mitra industri di bidang teknologi data dan komunikasi digital. Kegiatan tersebut menghadirkan Ruly Mahmuddin, Head of Data & Operations Ripple10 Ivosights, PT Ivonesia Solusi Data, sebagai narasumber. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai pentingnya pemanfaatan data percakapan digital untuk membaca opini, kebutuhan, perilaku, serta emosi publik di berbagai platform media sosial. Materi yang disampaikan tidak hanya relevan bagi pengembangan strategi bisnis, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam pengelolaan komunikasi publik dan perumusan kebijakan berbasis data. Penyelenggaraan dosen tamu ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ dalam menghadirkan pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan industri komunikasi digital. Di era ketika media sosial menjadi ruang utama pertukaran informasi, calon praktisi komunikasi dituntut memiliki kemampuan untuk memahami data digital secara kritis, etis, dan strategis. Oleh karena itu, penguatan literasi data menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Dalam pemaparannya, Ruly menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola hubungan antara organisasi dan publik. Komunikasi yang sebelumnya banyak berlangsung secara satu arah kini bergerak menuju pola yang lebih partisipatif, cepat, dan berbasis respons publik secara real-time. Melalui teknologi social listening, organisasi dapat memahami percakapan masyarakat secara lebih mendalam, sehingga keputusan komunikasi tidak lagi hanya bertumpu pada asumsi, tetapi juga pada hasil analisis data yang terukur. Menurut Ruly, data percakapan digital memiliki nilai strategis karena mampu memberikan gambaran mengenai persepsi, harapan, keresahan, serta respons emosional masyarakat terhadap suatu isu, produk, layanan, maupun kebijakan. Dengan kemampuan membaca data tersebut, organisasi dapat menyusun strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan publik. Mahasiswa juga diperkenalkan pada perbedaan antara social media monitoring dan social media listening. Social media monitoring berorientasi pada pemantauan aktivitas digital, seperti jumlah percakapan, sebaran isu, dan keterlibatan pengguna. Sementara itu, social media listening menekankan proses interpretasi terhadap makna percakapan, sehingga hasil analisisnya dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun rekomendasi komunikasi yang lebih komprehensif. Selain membahas social listening, narasumber juga menjelaskan penerapan sentiment analysis dan emotion analysis dalam memahami dinamika opini publik. Sentiment analysis digunakan untuk mengelompokkan percakapan ke dalam kecenderungan positif, negatif, atau netral. Sementara emotion analysis memungkinkan analisis yang lebih mendalam dengan mengidentifikasi emosi yang muncul dalam percakapan, seperti rasa percaya, bahagia, marah, sedih, khawatir, atau kecewa. Pendekatan ini menjadi penting karena strategi komunikasi yang efektif tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap isi pesan, tetapi juga terhadap kondisi emosional publik. Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah demonstrasi penggunaan platform Ripple10. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa melihat secara langsung bagaimana data dari media sosial dapat dikumpulkan, dipetakan, divisualisasikan, dan diterjemahkan menjadi insight strategis. Demonstrasi ini memberikan pengalaman belajar aplikatif bagi mahasiswa untuk memahami proses kerja analisis data digital dalam konteks industri komunikasi. Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi FISH UNJ, Dini Safitri, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan praktisi industri menjadi salah satu strategi penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Menurutnya, kegiatan dosen tamu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami praktik komunikasi digital secara lebih nyata, terutama dalam membaca data, menafsirkan emosi pengguna media sosial, serta menentukan posisi sebuah brand atau isu dalam percakapan publik. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena mereka dapat belajar langsung dari praktisi. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga melihat bagaimana data dan emosi pengguna media sosial dianalisis untuk menentukan posisi brand maupun isu yang sedang berkembang di masyarakat,” ujar Dini. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, terutama terkait penggunaan social listening dalam dunia bisnis, komunikasi pemerintahan, reputasi organisasi, hingga pengelolaan isu di media sosial. Suasana diskusi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ketertarikan tinggi terhadap perkembangan analitik komunikasi digital dan pemanfaatannya dalam dunia profesional. Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur karena memperkenalkan mahasiswa pada pemanfaatan teknologi data dalam praktik komunikasi modern. Selain itu, kolaborasi dengan Ivosights mencerminkan dukungan terhadap SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, kegiatan ini berkontribusi pada IKU 2 melalui pemberian pengalaman belajar di luar kelas yang mempertemukan mahasiswa dengan praktik profesional. Kegiatan ini juga mendukung IKU 4 karena menghadirkan praktisi industri sebagai narasumber dalam proses pembelajaran. Selain itu, kerja sama dengan Ivosights turut memperkuat IKU 6 melalui kemitraan program studi dengan mitra strategis yang relevan dengan bidang keilmuan dan kebutuhan industri komunikasi digital. Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam literasi data digital, analisis media sosial, dan pengambilan keputusan komunikasi berbasis teknologi. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang adaptif, kritis, dan siap berkontribusi dalam ekosistem komunikasi digital yang semakin dinamis. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (32) Program Unggulan (54) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ Perkuat Literasi Digital Guru dan Santri Pondok Pesantren Al’Wathoniyah
Jakarta, 12 Juni 2026 – Program Studi Sarjana Terapan Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (Prodi D4 Humas dan Komdigi FISH UNJ), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pondok Pesantren Al’Wathoniyah Pusat Putri, Jakarta Timur, pada 10 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi untuk meningkatkan kecakapan literasi digital masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis pesantren. PkM ini dirancang untuk memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan kepada guru serta santri dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk memahami penggunaan media digital secara kritis, etis, produktif, dan bertanggung jawab, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran, edukasi, komunikasi, dan dakwah yang bernilai positif. Tim PkM Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ terdiri atas sejumlah dosen, yaitu Asep Soegiarto, Menati Fajar Rizki, Anggun Nadia Fatimah, Mentari Anugrah Imsa, Qoryna Noer Seyma, dan Indah Fajar Rosalina. Kehadiran tim dosen ini menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam menghadirkan ilmu komunikasi digital yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan penguatan literasi digital dan komunikasi kreatif. Materi yang diberikan meliputi literasi digital bagi guru, literasi digital untuk mitigasi distorsi keagamaan pada generasi muda, literasi media kritis terhadap media homeless dan media arus utama, pelatihan videografi bagi siswa, serta pelatihan content marketing. Seluruh materi diarahkan untuk membantu peserta memahami dinamika informasi digital, mengenali potensi disinformasi, serta mengembangkan kemampuan memproduksi konten yang edukatif dan konstruktif. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan praktik langsung produksi konten digital. Guru dan santri diperkenalkan pada teknik dasar pengambilan gambar, penyusunan pesan komunikasi yang efektif, serta strategi pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat. Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga diarahkan menjadi kreator konten yang mampu menghadirkan pesan positif di ruang digital. Sebagai dukungan terhadap keberlanjutan program, tim dosen Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ menyerahkan satu set perlengkapan studio fotografi kepada Pondok Pesantren Al’Wathoniyah Pusat Putri. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan dokumentasi, pembelajaran kreatif, serta produksi konten digital yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan santri dalam berbagai aktivitas pendidikan maupun kelembagaan. Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al’Wathoniyah Pusat Putri Jakarta Timur, K.H. Ahmad Rifa’i, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran dosen UNJ memberikan wawasan baru yang bermanfaat bagi para guru dan santri dalam merespons perkembangan teknologi dan informasi yang terus berubah. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para dosen UNJ yang telah memberikan ilmu dan wawasan yang insyaAllah sangat bermanfaat bagi para siswa maupun guru di lingkungan Pondok Pesantren Al’Wathoniyah. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi kami untuk lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang terus berubah,” ujarnya. Ketua Tim Pengabdian sekaligus Koordinator Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ, Asep Soegiarto, menyampaikan bahwa literasi digital merupakan kompetensi penting yang perlu diperkuat di berbagai lingkungan pendidikan. Menurutnya, kecakapan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, membangun pesan yang tepat, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Literasi digital saat ini bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara bijak, serta memanfaatkan media digital untuk menghasilkan karya yang positif dan produktif,” ungkapnya. Kegiatan PkM ini juga memiliki relevansi dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas melalui peningkatan kapasitas guru dan santri dalam literasi digital, SDGs 9 tentang inovasi dan infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran kreatif, SDGs 10 tentang pengurangan kesenjangan akses pengetahuan digital, serta SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU), kegiatan ini mendukung IKU 3 melalui keterlibatan dosen dalam aktivitas di luar kampus, IKU 5 melalui pemanfaatan hasil kerja dosen yang berdampak bagi masyarakat, serta IKU 6 melalui penguatan kemitraan FISH UNJ dengan lembaga pendidikan. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran program studi dalam menghubungkan keilmuan komunikasi digital dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui pelaksanaan PkM ini, Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi digital di lingkungan pesantren serta mendorong lahirnya generasi yang adaptif, kreatif, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab bagi kemajuan masyarakat. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (16) Pengajaran (44) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (31) Program Unggulan (54) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
S1 Geografi FISH UNJ Gelar PKL Raya 2026 di Kebumen, Perkuat Pembelajaran Lapangan Berbasis SDGs dan IKU
Jakarta, Juni 2026 – Program Studi S1 Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) Raya pada 18–22 Mei 2026 di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S1 Geografi angkatan 2023, 2024, dan 2025 sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan. PKL Raya menjadi ruang pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa untuk memahami fenomena geografi secara lebih kontekstual. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan spasial suatu wilayah, tetapi juga dilatih untuk melakukan observasi, pengumpulan data, analisis lapangan, serta pemecahan masalah berdasarkan kondisi nyata di masyarakat. Koordinator Program Studi S1 Geografi FISH UNJ, Ilham B. Mataburu, M.Si., yang memberikan arahan kepada seluruh peserta PKL Raya 2026 Kegiatan ini diawali dengan pelepasan peserta PKL Raya pada Senin, 18 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Koordinator Program Studi S1 Geografi FISH UNJ, Ilham B. Mataburu, M.Si., yang memberikan arahan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan lapangan merupakan bagian penting dalam pendidikan geografi karena mampu menjembatani teori yang diperoleh di ruang kelas dengan dinamika lingkungan dan masyarakat secara langsung. Beliau juga berpesan agar mahasiswa menjaga kedisiplinan, etika, kerja sama, serta tanggung jawab selama mengikuti kegiatan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi akademik sekaligus karakter mahasiswa sebagai calon lulusan yang adaptif, komunikatif, dan peka terhadap persoalan kewilayahan. Pada pelaksanaan PKL Raya 2026, setiap angkatan memiliki fokus kajian yang berbeda sesuai dengan tahapan pembelajaran masing-masing. Mahasiswa angkatan 2025 mengikuti PKL Fisik, mahasiswa angkatan 2024 melaksanakan PKL Sosekta yang berfokus pada aspek sosial, ekonomi, dan pemetaan, sedangkan mahasiswa angkatan 2023 mengikuti PKL Terpadu. Pembagian fokus ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan lapangan secara bertahap, mulai dari pengenalan fenomena fisik hingga analisis terpadu terhadap dinamika wilayah. Kecamatan Ayah dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki karakteristik wilayah yang beragam dan relevan dengan kajian geografi. Keragaman bentang alam, kondisi lingkungan, serta dinamika sosial masyarakat di wilayah tersebut menjadi laboratorium alam yang mendukung mahasiswa dalam memahami hubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan. Pelaksanaan PKL Raya ini juga selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Melalui pembelajaran lapangan, mahasiswa didorong untuk memiliki kesadaran terhadap isu lingkungan, keberlanjutan wilayah, serta pentingnya pengelolaan sumber daya berbasis data dan kajian ilmiah. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama dalam penguatan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan pembelajaran berbasis proyek dan kasus nyata di masyarakat. PKL Raya menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, sosial, dan profesional secara terpadu. Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Geografi FISH UNJ terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan aplikatif, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan wilayah berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (15) Pengajaran (44) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (30) Program Unggulan (54) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Pendidikan Geografi FISH UNJ Perkuat Kompetensi Geospasial melalui Kuliah Tamu Internasional Bersama Pakar UiTM Malaysia
Jakarta, 14 Juni 2026 — Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk “Application of Quantitative Research Method in Urban Environment Using Geospatial Analysis” pada 12 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Nor Aizam Adnan, pakar geospasial dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, sebagai narasumber utama. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen Pendidikan Geografi FISH UNJ dalam memperkuat kompetensi mahasiswa, dosen, dan peneliti di bidang analisis geospasial berstandar internasional. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan metode penelitian kuantitatif, Sistem Informasi Geografis atau *Geographic Information System* (GIS), serta teknologi penginderaan jauh atau *remote sensing* dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan perkotaan, tata ruang, kebencanaan, wilayah pesisir, dan pembangunan berkelanjutan. Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Nor Aizam Adnan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi geospasial telah membuka peluang baru bagi penelitian lingkungan yang lebih presisi, terukur, dan berbasis data spasial. Menurutnya, integrasi data satelit, analisis statistik, dan pemodelan spasial dapat membantu peneliti memahami dinamika wilayah secara lebih komprehensif serta mendukung proses pengambilan keputusan yang berbasis bukti ilmiah. “Teknologi geospasial memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi, memantau, dan memodelkan berbagai fenomena lingkungan secara lebih menyeluruh. Dengan dukungan data satelit dan analisis spasial, rekomendasi kebijakan dapat disusun secara lebih tepat dan relevan dengan kebutuhan wilayah,” jelasnya. Materi kuliah tamu mencakup pengenalan konsep dasar penginderaan jauh, pemanfaatan berbagai sumber data satelit seperti Landsat, Sentinel, Terra, Aqua, dan SNPP, serta penerapannya dalam kajian lingkungan perkotaan. Narasumber juga menekankan pentingnya ketepatan dalam memilih data satelit berdasarkan resolusi spasial, temporal, dan spektral agar analisis yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan ini adalah pemodelan dan pemetaan banjir atau *flood modelling and mapping*. Melalui integrasi GIS, data hidrologi, serta pendekatan statistik, peserta diajak memahami bagaimana perubahan penggunaan lahan, curah hujan, perubahan iklim, deforestasi, kapasitas drainase, hingga pasang surut laut dapat dianalisis sebagai faktor yang memengaruhi risiko banjir. Beberapa perangkat lunak seperti ArcGIS, HEC-HMS, HEC-RAS, dan ERDAS Imagine turut diperkenalkan sebagai instrumen penting dalam simulasi dan analisis kebencanaan. Selain kebencanaan, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai simulasi perubahan penggunaan lahan dan pengembangan wilayah hingga tahun 2080 melalui pendekatan *Multi-Criteria Analysis* (MCA). Pendekatan ini relevan untuk mendukung perencanaan tata ruang yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Pembahasan berikutnya menyoroti pemanfaatan teknologi geospasial dalam pengelolaan wilayah pesisir. Assoc. Prof. Dr. Nor Aizam Adnan memaparkan bagaimana data satelit Sentinel dan SPOT, yang dikombinasikan dengan metode *Digital Shoreline Analysis System* (DSAS), dapat digunakan untuk memetakan perubahan garis pantai, menganalisis erosi dan akresi, serta mengukur tingkat kerentanan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim. Kajian ini dinilai penting dalam mendukung perumusan strategi perlindungan wilayah pesisir secara lebih efektif. Topik lain yang turut dibahas adalah evaluasi kesesuaian lahan pertanian dengan menggunakan metode *Analytical Hierarchy Process* (AHP) dan *Weighted Overlay Analysis*. Melalui pendekatan tersebut, peneliti dapat mengidentifikasi wilayah yang potensial untuk pengembangan pertanian produktif berdasarkan sejumlah parameter, seperti topografi, jenis tanah, iklim, aksesibilitas, serta ketersediaan sumber daya air. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Salah satu isu yang menarik perhatian adalah strategi mitigasi banjir di Malaysia melalui pembangunan SMART Tunnel atau *Stormwater Management and Road Tunnel* di Kuala Lumpur. Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa infrastruktur multifungsi tersebut dirancang untuk mengurangi risiko banjir kilat sekaligus mendukung mobilitas masyarakat perkotaan. Contoh tersebut memperlihatkan pentingnya integrasi antara rekayasa infrastruktur, perencanaan kota, dan manajemen risiko bencana. Koordinator Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Geografi FISH UNJ, Samadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penguatan internasionalisasi akademik sekaligus peningkatan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembangunan wilayah yang semakin kompleks. “Kolaborasi dengan akademisi internasional seperti UiTM memberikan pengalaman akademik yang sangat penting bagi mahasiswa dan dosen. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep metode penelitian kuantitatif dan analisis geospasial, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menjawab persoalan lingkungan, kebencanaan, tata ruang, pesisir, dan pembangunan wilayah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kolaborasi riset, publikasi internasional, dan pertukaran akademik antara Pendidikan Geografi UNJ dan mitra luar negeri,” ujar Samadi. Penyelenggaraan kuliah tamu internasional ini juga sejalan dengan kontribusi FISH UNJ terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Materi yang dibahas dalam kegiatan ini memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya teknologi geospasial dalam mendukung perencanaan wilayah, mitigasi bencana, perlindungan lingkungan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, kegiatan ini turut mendukung penguatan kualitas pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman belajar di luar kelas, peningkatan kapasitas dosen dalam jejaring akademik internasional, serta perluasan kerja sama dengan mitra perguruan tinggi luar negeri. Kuliah tamu ini juga berpotensi mendorong lahirnya kolaborasi riset dan publikasi internasional yang dapat memperkuat reputasi akademik FISH UNJ. Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Geografi FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kuliah tamu internasional bersama UiTM Malaysia ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa, memperkuat kompetensi geospasial, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara Indonesia dan Malaysia dalam pengembangan keilmuan geografi, teknologi geospasial, dan pembangunan berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (59) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (43) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (29) Program Unggulan (52) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru