sesi presentasi paralel yang diselenggarakan secara hybrid (doc. PWU) Jakarta, 17 April 2026 — Hari kedua The 1st International Conference on Global Social and Business (ICGSB) 2026 kembali menghadirkan dinamika akademik yang kaya melalui sesi paralel International Conference & Doctoral Research Presentation. Pada Jumat, 17 April 2026, rangkaian presentasi paruh kedua konferensi dibagi ke dalam lima breakroom yang menampilkan puluhan kajian aktual di bidang sosial dan bisnis. Beragam topik strategis diangkat dalam sesi ini, mulai dari transformasi digital di sektor kesehatan, perilaku konsumsi di era pembayaran elektronik, penguatan UMKM, kualitas layanan digital, hingga tantangan teknologi di dunia kerja. Ragam tema tersebut menunjukkan bahwa riset akademik semakin diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan industri saat ini. Sejumlah presentasi menyoroti isu transformasi digital yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kajian mengenai electronic medical records misalnya, diposisikan sebagai strategi transformasi digital untuk meningkatkan daya saing rumah sakit swasta di Indonesia. Selain itu, pembahasan tentang dampak penggunaan e-payment terhadap perilaku konsumtif masyarakat di Kota Cirebon juga memperlihatkan bagaimana teknologi finansial tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi turut membentuk pola perilaku sosial. Di sisi lain, topik mengenai kesiapan dunia usaha menghadapi ekosistem Marketing 5.0 serta transformasi digital UMKM mempertegas pentingnya adaptasi strategi bisnis di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Tidak hanya berpusat pada ekonomi digital, hari kedua ICGSB 2026 juga memperluas diskusi ke persoalan sosial, budaya, dan organisasi. Beberapa kajian mengangkat pengalaman wisata desa di tengah penetrasi platform digital, kepemimpinan digital dalam ekosistem pemasaran, kualitas layanan elektronik sebagai fondasi loyalitas pelanggan, hingga transparansi etis dalam laporan valuasi. Ada pula topik yang menelaah peran manajerial guru dalam menangani perundungan melalui pendidikan karakter, fenomena cyberloafing dan technostress di lingkungan kerja, serta pengaruh environmental, social, and governance (ESG) dan enterprise risk management terhadap kinerja bisnis. Kehadiran isu-isu tersebut memperlihatkan kuatnya semangat multidisipliner dalam ICGSB 2026. Konferensi ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan ilmiah, tetapi juga wadah untuk menjembatani beragam disiplin ilmu dalam membaca tantangan kontemporer, mulai dari bisnis, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga komunikasi. Konteks Indonesia juga tampak menonjol dalam berbagai presentasi yang disampaikan. Sejumlah penelitian mengambil lokasi atau studi kasus di berbagai wilayah Indonesia, seperti Cirebon, Jawa Barat, Jakarta Timur, desa wisata di Jawa Tengah, hingga sektor industri dan rumah sakit di Indonesia. Kedekatan konteks ini memberikan nilai penting tersendiri, karena hasil-hasil kajian yang dipresentasikan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga berpotensi memberi kontribusi nyata bagi pemahaman dan penyelesaian persoalan di tingkat lokal maupun nasional. Melalui penyelenggaraan lima breakroom dengan rangkaian presentasi yang padat, hari kedua ICGSB 2026 memperlihatkan tingginya antusiasme akademisi dalam membahas masa depan sosial dan bisnis di tengah perubahan zaman. Konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) bekerja sama dengan Philippine Women’s University (PWU), Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA), Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), dan Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) ini menegaskan perannya sebagai forum ilmiah yang responsif terhadap transformasi digital, keberlanjutan, dan tantangan sosial masa kini. Penulis: RSKPF, RDS, NRR, NA Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (42) Kemahasiswaan (17) Penelitian (13) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (37) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dari Pendekatan Kualitatif hingga SEM-PLS, ICGSB 2026 Soroti Pentingnya Riset yang Rapi, Valid, dan Berdampak
Noprita Herari, M.I.Kom (kiri) sebagai moderator sesi kedua seminar internasional dengan pembicara Prof. Felina C. Young, DBA (kanan), pada Jumat 17/4/2026 (doc. FISHMed) Jakarta, 17 April 2026 — Hari kedua The 1st International Conference on Global Social and Business (ICGSB) 2026 kembali berlanjut dengan sesi kedua bertajuk “SEM-PLS in Social and Business Research” yang menghadirkan Prof. Dr. Felina C. Young, DBA selaku Chancellor and Senior Vice President for Academic Affairs of Philippine Women’s University (PWU) sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Noprita Herari, M.I.Kom. Sesi ini memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya metodologi penelitian yang tepat, sistematis, dan mampu menjawab persoalan sosial maupun bisnis secara lebih akurat. Dalam pemaparannya, Prof. Young tidak langsung masuk pada aspek teknis SEM-PLS, tetapi terlebih dahulu mengajak peserta memahami fondasi penelitian melalui pendekatan kualitatif. Ia menjelaskan bahwa penelitian kualitatif memiliki peran penting untuk menggali budaya, perilaku, pengalaman, dan realitas sosial secara lebih mendalam. Berbagai pendekatan seperti ethnographic research, phenomenological research, grounded theory, case study, historical research, hingga narrative research diperkenalkan sebagai cara untuk memahami manusia dan konteksnya secara lebih utuh. Prof. Young menekankan bahwa riset yang baik menuntut ketelitian, terutama ketika peneliti berhadapan dengan pengalaman personal atau fenomena sosial yang kompleks. Dalam konteks penelitian kualitatif, ia menyoroti pentingnya pemilihan sampel yang tepat, kepekaan peneliti dalam membaca fenomena, serta kewaspadaan terhadap subjektivitas, reliabilitas, validitas, dan generalisasi temuan. Dengan demikian, kualitas penelitian tidak hanya ditentukan oleh topiknya, tetapi juga oleh ketepatan proses dan kedalaman analisisnya. Pembahasan kemudian bergerak ke tahapan penelitian yang lebih sistematis, termasuk thematic analysis, evaluasi ahli melalui Delphi panelist, proses refinement and validation, hingga pengenalan pada Item-Content Validity Index (I-CVI), Scale-Level Content Validity Index (S-CVI), dan Interquartile Range (IQR) sebagai bagian dari penguatan reliabilitas instrumen dan hasil penelitian. Penjelasan ini memberi pemahaman bahwa sebuah riset yang baik harus dibangun melalui tahapan yang cermat agar dapat diterima, diterapkan, bahkan memberi nilai tambah yang lebih luas bagi masyarakat maupun lembaga. Setelah membangun fondasi tersebut, Prof. Young kemudian membawa peserta pada pembahasan mengenai SEM-PLS sebagai salah satu pendekatan analisis yang relevan dalam riset sosial dan bisnis. Sesi ini membantu peserta melihat bahwa metode bukan sekadar alat teknis, melainkan bagian dari cara berpikir ilmiah yang menuntut kerapian desain, kejelasan struktur, dan konsistensi antara masalah penelitian, data, serta analisis. Salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta adalah ketika Prof. Young menampilkan contoh langsung paper hasil karya mahasiswa doktoralnya. Melalui contoh tersebut, ia menjelaskan bagaimana sebuah paper ilmiah disusun dengan baik, mulai dari kerangka berpikir, alur penulisan, hingga ketelitian dalam penyajian hasil. Ia menekankan bahwa kualitas paper tidak hanya terletak pada isi, tetapi juga pada kerapian, kejelasan, dan ketekunan dalam proses penulisan. Sikap bangga yang ia tunjukkan terhadap karya mahasiswanya juga menjadi bentuk apresiasi terhadap proses belajar yang serius dan berkesinambungan. Diskusi dalam sesi ini juga melahirkan pesan reflektif yang kuat. Penelitian dipahami bukan hanya sebagai aktivitas akademik formal, tetapi sebagai sarana untuk merespons perubahan sosial dan tantangan nyata di lapangan. Dalam semangat itu, peserta diajak melihat bahwa riset dapat menjadi jalan untuk menemukan solusi, memperkuat daya saing, dan memahami mengapa sebagian pihak mampu bertahan di tengah perubahan, sementara yang lain tertinggal. Dengan kata lain, riset bukan hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membangun ketangguhan, inovasi, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. sesi foto bersama pembicara, peserta seminar dan Duta on Duty Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), pada Jumat 17/4/2026 (doc. FISHMed) Pada penutupan sesi, moderator menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh peserta atas partisipasi aktif yang telah menghidupkan suasana seminar. Sesi ini menghadirkan pesan penting bahwa menjadi peneliti berarti menjadi pembelajar sepanjang hayat. Sebagaimana disampaikan oleh Prof. Felina, “No one can stop you from reading and learning. Keep your competitive side focused on becoming better than your previous self, rather than competing with anyone else.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa membaca, belajar, dan menulis merupakan kekuatan utama yang akan terus menumbuhkan semangat akademik, sekaligus mendorong setiap individu untuk berkembang melalui proses refleksi dan perbaikan diri yang berkelanjutan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama antara narasumber dan peserta. Melalui sesi ini, ICGSB 2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang pembelajaran internasional yang tidak hanya memperkaya metodologi penelitian, tetapi juga menginspirasi lahirnya akademisi yang tekun, reflektif, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global. Penulis: RSKPF, RDS, NRR, NA Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (41) Kemahasiswaan (17) Penelitian (12) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (37) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dorong Budaya Riset dan Inovasi, ICGSB 2026 Hari Kedua Bahas Mixed Methods dalam Organizational Research
Mega Ayu Permatasari, M.Si (kiri) sebagai moderator sesi pertama seminar internasional dengan pembicara Prof. Felina C. Young, DBA (kanan), pada Jumat 17/4/2026 (doc. FISHMed) Jakarta, 17 April 2026 — Memasuki hari kedua pelaksanaan The 1st International Conference on Global Social and Business (ICGSB) 2026, semangat penguatan budaya riset kembali terasa dalam rangkaian seminar internasional yang berlangsung di Gedung SFD, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, Tower B lantai 10. Kegiatan ini diikuti secara hybrid oleh para koordinator program studi, dosen, serta mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ. Pada sesi pertama, peserta mengikuti pemaparan bertajuk “Mixed Methods in Organizational Research” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Felina C. Young, DBA dan dimoderatori oleh Mega Ayu Permatasari, M.Si. Dalam sesi ini, Prof. Young menekankan bahwa riset kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan tuntutan utama dalam dunia akademik global. “You’ve got to research, otherwise you’re going to perish. That is now the expectation of universities globally,” ujarnya, menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menuntut para akademisi untuk terus aktif meneliti agar tetap relevan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Tidak hanya menyoroti pentingnya produktivitas akademik, Prof. Young juga membagikan pandangan yang membumi tentang proses menulis penelitian. Menurutnya, menulis tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Riset justru dapat tumbuh dari rasa ingin tahu, kebiasaan membaca, dan keberanian untuk terus belajar. Ia mengingatkan bahwa umpan balik tidak seharusnya ditakuti, melainkan diterima sebagai bagian dari proses bertumbuh. “When you get feedback, you become excited, then writing research is not difficult,” jelasnya. Melalui sesi ini, peserta diajak melihat bahwa mixed methods bukan sekadar penggabungan metode kuantitatif dan kualitatif, tetapi sebuah pendekatan yang menuntut ketajaman berpikir, sistematika kerja, dan keberanian untuk menjawab persoalan secara lebih utuh. Prof. Young menegaskan bahwa inovasi dalam riset harus menghasilkan manfaat nyata, bukan hanya memenuhi kebutuhan akademik semata. Karena itu, penelitian harus dibangun di atas proses yang sistematis, dapat dipertanggungjawabkan, dan taat pada etika. “We have to follow strict ethical standards,” tegasnya. Lebih jauh, sesi ini juga menyampaikan pesan kuat bagi para peneliti muda. Prof. Young mendorong mahasiswa dan akademisi pemula untuk memulai dari hal yang paling dekat dengan minat mereka, lalu menumbuhkannya dengan membaca, menulis, dan mengeksplorasi berbagai pendekatan penelitian, baik kuantitatif, kualitatif, maupun mixed methods. Ia mengingatkan bahwa perjalanan akademik bukanlah ajang untuk membandingkan diri dengan orang lain, melainkan proses untuk terus menjadi lebih baik dari diri sendiri. Suasana seminar berlangsung hangat dan interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti pemaparan hingga sesi diskusi. Sejumlah pertanyaan yang muncul menunjukkan bahwa topik mixed methods dipandang relevan, terutama bagi akademisi yang ingin mengembangkan riset yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga berdampak bagi masyarakat. Sesi ini ditutup dengan pemberian plakat apresiasi kepada Prof. Young oleh Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si selaku Wakil Dekan III FISH UNJ. Melalui sesi ini, ICGSB 2026 tidak hanya menghadirkan diskusi akademik, tetapi juga menegaskan kembali nilai penting penelitian sebagai praktik pembelajaran sepanjang hayat. Riset diposisikan bukan semata sebagai kewajiban institusional, melainkan sebagai jalan untuk merawat rasa ingin tahu, membangun inovasi, dan menghasilkan kontribusi yang bermakna di tengah perubahan zaman. Penulis: RSKPF, RDS, NRR, NA Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (40) Kemahasiswaan (17) Penelitian (11) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (37) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Gandeng Philippine Women’s University dan Tiga Kampus Nasional, Dorong Transformasi Sosial di Era Digital melalui 1st ICGSB 2026
Jakarta, 16 April 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menyelenggarakan Seminar Internasional 1st International Conference & Doctoral Research Presentation dengan tajuk “Global Social & Business Transformation: Innovation, Sustainability, and Strategic Leadership in the Digital Era”. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi global, berlangsung di Gedung 1A Lantai 10, Kampus A, Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pembicara hebat, di antaranya Prof. Dr. Felina C. Young, DBA selaku Chancellor Philippine Women’s University, Prof. Dr. Komarudin, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Nina Yulietni, S.P., M.Si., Ph.D. selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Filipina, Dr. Shirley C. Agrupis, Ph.D. selaku Chairperson Commission on Higher Education (CHED) Filipina, Prof. Emer. Dr. Barjoyai Bardai selaku profesor emeritus dari Malaysia University of Science and Technology (MUST), serta Nozomi Kawarazuka selaku peneliti dari International Potato Center (CIP). Selain itu, sambutan pembuka disampaikan oleh Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. Duta FISH UNJ membuka rangkaian acara yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Filipina, Lupang Hinirang, sebagai simbol kolaborasi internasional. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Dr. Ir. Ja’far Amiruddin, M.T. Sambutan pembuka disampaikan oleh Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin dalam menghadapi transformasi global di era digital. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Komarudin, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa transformasi global di era digital tidak hanya menuntut kemajuan analitis, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap prosesnya. “Global transformation in the digital era requires more than analytical advancement. It demands empathy, sustainable action, and strategic leadership that places humanity at the center of progress,” ujarnya. Selain itu, beliau juga menegaskan komitmen UNJ dalam memperluas kerja sama internasional guna mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai bentuk konkret dari penguatan kolaborasi internasional, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan agenda penandatanganan kerja sama antara Philippine Women’s University (PWU) dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), PWU dengan Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), PWU dengan Universitas Ibnu Khaldun Bogor (UIKA), PWU dengan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), serta kerja sama antara UNIPI dan UNJ. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kemitraan global serta mendorong kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. Felina C. Young, DBA selaku Chancellor Philippine Women’s University, yang menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi dinamika global. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Francisca Sestri G., S.E. selaku Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Prof. Dr. Widyasari, M.Pd. selaku Rektor Universitas Ibnu Khaldun Bogor (UIKA), serta Arif Nurudin, S.T., M.T. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), yang secara keseluruhan menekankan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di tingkat global. Sesi seminar diawali oleh Prof. Nina Yulietni, S.P., M.Si., Ph.D. selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Filipina yang menyampaikan paparan mendalam terkait isu-isu strategis dalam kerja sama pendidikan internasional. Selanjutnya, Dr. Shirley C. Agrupis, Ph.D. selaku Chairperson Commission on Higher Education (CHED) Filipina memaparkan perspektif penting terkait pengembangan pendidikan tinggi di tingkat global. Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah yang menyoroti pengalaman dan strategi dalam penguatan sistem pendidikan tinggi. Dilanjutkan oleh Prof. Emer. Dr. Barjoyai Bardai dari Malaysia University of Science and Technology (MUST) yang memberikan wawasan akademik mendalam terkait transformasi sosial dan bisnis. Sesi seminar juga menghadirkan Nozomi Kawarazuka dari International Potato Center (CIP) yang membahas perspektif global dalam riset dan pengembangan di sektor pertanian. Selain itu, turut hadir sesi pembicara undangan oleh Prof. Dr. Robertus Robet, M.A. serta Dr. Syamsulbahri, DBA., Ph.D. yang menyampaikan berbagai gagasan kritis dan perspektif strategis berdasarkan pengalaman akademik dan profesional mereka. Melalui rangkaian kegiatan ini, Seminar Internasional FISH UNJ tidak hanya menjadi wadah pertukaran gagasan, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas negara dalam mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kepemimpinan strategis di era digital. Penulis: JRPS, ZH, CKG, GIC, ZR Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (39) Kemahasiswaan (17) Penelitian (10) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (37) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia UNJ 2026 Dorong Wawasan Global Mahasiswa Melalui Diskusi AI dan Budaya Indonesia – Jepang
Jakarta, 2 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan The Eurasia International Course 2026 – Session 4 dengan tema “The Impact of AI Technology on The Development of Culture Comparison of Indonesia and Japan”. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Dianni Risda, S.Pd., M.Ed. dari Universitas Pendidikan Indonesia, sebagai narasumber utama yang membahas bagaimana perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memengaruhi dinamika budaya di dua negara dengan karakteristik berbeda, yaitu Indonesia dan Jepang, mulai dari transformasi nilai, pola interaksi masyarakat, hingga adaptasi budaya tradisional di era digital. Acara yang berlangsung di Ruang Serba Guna, Gedung K FISH UNJ. Peserta yang terdiri dari mahasiswa dan civitas akademika mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperluas wawasan mengenai dampak perkembangan teknologi AI terhadap budaya, khususnya dalam konteks perbandingan antara Indonesia sebagai negara berkembang dan Jepang sebagai negara maju dengan teknologi tinggi. Kegiatan diawali oleh perwakilan mahasiswa berprestasi (mawapres) Diploma Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) yang bertugas sebagai pembuka acara sebelum memasuki sesi utama. Sesi utama kemudian diisi oleh pemaparan materi dari Dr. Dianni Risda. Pada presentasinya, ia mengajak peserta untuk merefleksikan pandangan umum masyarakat terhadap Jepang. Jepang sering diasosiasikan dengan berbagai simbol budaya dan kemajuan, seperti Gunung Fuji sebagai ikon alam, kimono dan geisha sebagai representasi budaya tradisional, hingga kota Tokyo sebagai pusat modernitas. Selain itu, Jepang juga dikenal melalui anime yang mendunia, industri otomotif yang maju, serta perayaan budaya seperti Hina Matsuri dan Kodomo no Hi. Bahkan dalam bidang teknologi, Jepang telah mengembangkan inovasi seperti HAL (Hybrid Assistive Limb) atau power assist robot yang menunjukkan kemajuan dalam integrasi teknologi dengan kehidupan manusia. Lebih lanjut, Jepang di mata dunia dipandang sebagai negara dengan kemajuan sains dan teknologi yang pesat, sistem pendidikan yang menjunjung tinggi disiplin dan keramahan, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara budaya tradisional dan modern. Keindahan alam dan kekuatan budaya pop juga menjadi daya tarik global, di samping budaya kerja yang dikenal kuat dan produktif. Namun demikian, Dr. Dianni juga menyoroti berbagai permasalahan yang dihadapi Jepang, seperti kondisi geografis yang rawan bencana, tantangan demografis berupa populasi menua, keterbatasan sumber daya alam (SDA), hingga isu ekonomi dan sosial yang muncul akibat tekanan modernisasi. Hal ini menjadi poin penting dalam memahami bagaimana teknologi, termasuk AI, berperan dalam membantu mengatasi tantangan tersebut. Dalam penjelasannya mengenai AI, Dr. Dianni mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai teknologi yang memungkinkan mesin untuk meniru kemampuan kognitif manusia, seperti belajar, berpikir, dan mengambil keputusan. AI saat ini telah merambah berbagai sektor, termasuk budaya, dimana teknologi ini dapat memengaruhi cara manusia berinteraksi, menciptakan karya, hingga melestarikan tradisi. Pada bagian inti, ia membahas perbandingan pengaruh AI terhadap perkembangan budaya di Indonesia dan Jepang. Jepang dinilai lebih siap dalam mengintegrasikan AI ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelestarian budaya melalui digitalisasi dan inovasi teknologi. Sementara itu, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, namun masih menghadapi tantangan dalam pemanfaatan teknologi AI secara optimal untuk mendukung pelestarian dan pengembangan budaya tersebut. Sesi tanya jawab menjadi momen interaktif yang dimanfaatkan peserta untuk menggali lebih dalam berbagai isu, mulai dari dampak AI terhadap identitas budaya, peluang kolaborasi teknologi lintas negara, hingga tantangan etika dalam penggunaan AI. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung. Sebagai narasumber, Dr. Dianni Risda memiliki pengalaman internasional yang kuat, di antaranya pernah terlibat sebagai penerjemah dalam proyek Japan International Cooperation Agency (JICA) serta menjadi dosen di Nihon University Jepang. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Pengembangan Program Kerja Sama Internasional di UPI Bandung. Pengalaman tersebut memperkuat kompetensinya dalam menjelaskan keterkaitan antara budaya Jepang, etika kerja, dan kemajuan teknologi. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, panitia, dan seluruh peserta sebagai bentuk dokumentasi dan apresiasi atas terselenggaranya acara, serta pemberian sertifikat dari FISH UNJ kepada Narasumber. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ diharapkan selalu mendorong internasionalisasi akademik serta meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap peran teknologi, khususnya AI, dalam membentuk masa depan budaya di tingkat global. Authors: JRPS, NRR, SA Editor: Team FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (38) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (36) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
UNJ Eurasia 2026 Bersama FISH UNJ Soroti Kesenjangan Digital dan Akses Pendidikan di Era Teknologi
Jakarta, 30 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan The Eurasia International Course 2026 – Session 1 dengan tema “Digital Divide and Accessibility Issues in Educational Problems”. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum dari Universitas Pendidikan Ganesha sebagai narasumber utama yang membahas isu kesenjangan digital serta tantangan aksesibilitas dalam pendidikan, sekaligus menyoroti pentingnya keadilan akses di era digital. Acara yang berlangsung di Ruang Serba Guna, Gedung K FISH UNJ ini dimulai pada pukul 12.58 WIB ini dihadiri peserta yang terdiri dari mahasiswa dan sivitas akademika mengikuti kegiatan sebagai bagian dari penguatan wawasan terkait perkembangan teknologi dan dampaknya dalam kehidupan sosial. Memasuki sesi utama, Prof. Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum memaparkan materi mengenai peran teknologi dalam pendidikan. Teknologi dinilai mampu mempermudah akses informasi dan mendukung proses pembelajaran. Namun, masih terdapat kesenjangan akses serta perbedaan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi di berbagai kelompok masyarakat. Pembahasan juga menyoroti relasi gender dalam teknologi. Perempuan masih menghadapi berbagai hambatan, baik dari segi akses maupun stereotip yang berkembang. Laki-laki lebih sering diasosiasikan dengan inovasi dan penguasaan teknologi, sementara perempuan dianggap kurang terlibat. Pandangan ini muncul dari konstruksi sosial yang terus berulang dalam kehidupan sehari-hari. “Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga menjadi bagian dari relasi kuasa yang membentuk cara pandang dan posisi seseorang dalam masyarakat,” ujar Ibu Prof. Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum. Selain itu, narasumber menjelaskan bahwa teknologi memiliki dua sisi. Dampak positif terlihat dari kemudahan komunikasi dan akses informasi. Dampak negatif muncul dalam bentuk bias gender, ketimpangan akses, serta dominasi kelompok tertentu dalam pemanfaatan teknologi. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang melibatkan peserta secara aktif. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait pengaruh teknologi terhadap pemahaman gender di kalangan generasi muda serta peran pendidikan dalam membangun kesadaran kritis. Diskusi ini menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara teknologi, gender, dan pendidikan. Sesi dokumentasi bersama antara narasumber, panitia, dan peserta menjadi penutup kegiatan hari ini. Melalui penyelenggaraan The Eurasia International Course 2026, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai kesenjangan digital, aksesibilitas pendidikan, serta mendorong terciptanya pemanfaatan teknologi yang lebih adil dan inklusif. Kegiatan kemudian ditutup dengan closing remarks pada pukul 15.08 WIB yang merangkum poin-poin penting dari pemaparan materi serta diskusi yang telah berlangsung. Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara menyerahkan sertifikat kepada narasumber atas kontribusinya dalam berbagi pengetahuan kepada peserta. Penulis: QJY Editor : TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (37) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (27) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (36) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Sambut Mahasiswa Program SEA Teacher dari Filipina
JAKARTA – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar agenda penyambutan resmi bagi para mahasiswa peserta program SEA Teacher yang ditempatkan di Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS). Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat di Gedung K FISH UNJ. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pertukaran guru di Asia Tenggara (SEA Teacher) yang bertujuan untuk mempererat kolaborasi pendidikan antarnegara. Pertemuan yang diadakan di Ruang 212 Lantai 2 Gedung K tersebut dimaksudkan sebagai ajang perkenalan sekaligus pemberian sambutan resmi sebelum para peserta memulai kegiatan utama mereka di lingkungan kampus. Kehadiran Delegasi Internasional Terdapat dua mahasiswa asal Filipina yang menjadi tamu utama dalam program kali ini, yaitu: Ayessa Mae Tumabotabo dari West Visayas State University. Vea Grace Baconguis dari Xavier University. Acara penyambutan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FISH UNJ, di antaranya: Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. (Dekan FISH). Dr. Kurniawati, M.Si. (Wakil Dekan I). Dr. Aris Munandar, M.Si. (Wakil Dekan II). Prof. Dr. Desy Safitri, M.Si. (Koordinator Program Studi S1 Pendidikan IPS) Nandi Kurniawan, M.Pd (Dosen Program Studi S1 Pendidikan IPS). Kehadiran lengkap jajaran pimpinan ini menunjukkan komitmen FISH UNJ dalam mendukung internasionalisasi program studi, khususnya dalam mencetak tenaga pendidik yang memiliki wawasan global melalui kolaborasi dengan universitas-universitas di Asia Tenggara. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (36) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (26) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (36) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
UNJ EURASIA 2026 DORONG INTERNASIONALISASI FISH UNJ MELALUI PEMBAHASAN FRAMEWORK TEKNOLOGI DIGITAL DALAM DIGITAL SOCIOLOGY
Jakarta, 9 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan The Eurasia International Course 2026 – Session 2 dengan tema “Theoretical Framework in Digital Sociology.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. Rusfadia Saktiyanti Jahja, M.Si., Koordinator Program Studi Sosiologi UNJ, sebagai narasumber utama yang membahas berbagai perspektif teoritis untuk memahami bagaimana teknologi digital membentuk interaksi sosial, identitas, serta dinamika masyarakat kontemporer. Dalam pemaparannya, Dr. Rusfadia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar pada cara masyarakat berinteraksi, berkomunikasi, serta membangun relasi sosial. Oleh karena itu, kajian sosiologi digital menjadi penting untuk memahami dampak teknologi terhadap kehidupan sosial secara lebih mendalam. Menurutnya, sosiologi digital tidak hanya mempelajari penggunaan teknologi, tetapi juga menelaah bagaimana teknologi memengaruhi struktur sosial, pola komunikasi, hingga pembentukan identitas individu di ruang digital. Dr. Rusfadia menekankan beberapa alasan penting mengapa sosiologi digital perlu dipelajari. Pertama, untuk memahami dampak teknologi terhadap masyarakat secara luas. Kedua, untuk mengkaji perubahan pola interaksi sosial dan ruang sosial yang kini banyak terjadi di dunia digital. Ketiga, untuk mempelajari fenomena-fenomena baru yang muncul di ruang digital seperti hoaks, perundungan siber (cyber bullying), dan kejahatan siber (cybercrime). Keempat, kajian ini juga penting dalam proses perumusan kebijakan publik agar mampu merespons perubahan sosial yang dipicu oleh perkembangan teknologi. Selain membahas urgensi sosiologi digital, Rusfadia juga menguraikan berbagai perubahan struktural yang terjadi dalam masyarakat digital. Salah satu perubahan yang paling terlihat terjadi pada institusi keluarga. Menurutnya, teknologi digital telah mempermudah komunikasi dalam keluarga, terutama melalui penggunaan video call dan pesan instan yang memungkinkan anggota keluarga tetap berinteraksi meskipun berada di lokasi yang berjauhan. Perubahan serupa juga terjadi dalam dunia kerja. Rusfadia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi telah memungkinkan munculnya sistem kerja jarak jauh atau remote work, yang mengubah dinamika kerja konvensional. Pekerja kini tidak selalu harus hadir secara fisik di kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya. Selain itu, perkembangan platform digital juga melahirkan fenomena gig economy, yaitu sistem ekonomi berbasis proyek atau pekerjaan sementara yang difasilitasi oleh platform digital. Dalam sistem ini, individu dapat mengambil pekerjaan jangka pendek tanpa harus terikat dalam hubungan kerja tetap. Dalam kajian sosiologi digital, Rusfadia juga menyoroti beberapa konsep penting yang menjadi fokus penelitian. Salah satunya adalah isu akses terhadap informasi. Ia menjelaskan bahwa kemiskinan informasi tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan perangkat teknologi, tetapi juga terkait dengan kemampuan individu dalam mengakses, memproses, dan memanfaatkan informasi secara efektif. Konsep lain yang dibahas adalah public sphere atau ruang publik digital. Dalam konteks ini, Rusfadia mengutip pemikiran sosiolog Colin Sparks yang menekankan dua unsur penting dalam ruang publik, yaitu adanya jaminan akses bagi seluruh warga serta hak masyarakat untuk bernegosiasi dan berpartisipasi secara bebas dalam diskursus publik. Di akhir pemaparannya, Rusfadia menyoroti pentingnya analisis big data dalam penelitian sosial kontemporer. Big data umumnya dipahami sebagai kumpulan data dalam jumlah besar yang memiliki karakteristik beragam, kompleks, dan sering kali tidak terstruktur. Metode analisis big data awalnya berkembang dalam ilmu pengetahuan alam, namun kini telah banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti bisnis, industri permainan video, hingga ilmu sosial. Kegiatan The Eurasia International Course 2026 – Session 2 ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mahasiswa dan akademisi mengenai perkembangan sosiologi digital serta implikasinya terhadap kehidupan sosial di era teknologi. Selain itu, diskusi yang berlangsung juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai bagaimana ilmu sosial dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang terus berkembang. [] Penulis: AF, GS, SS Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (35) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (25) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (36) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
UNJ Eurasia 2026 Dorong Internasionalisasi FISH UNJ Melalui Pembahasan AI dan Industri Kreatif Asia Tenggara
Jakarta, 2 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan The Eurasia International Course 2026 – Session 1 dengan tema “Information Society, Artificial Intelligence, and Creative Industries in Southeast Asia”. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Asawin Nedpogaeo, Ph.D. dari National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand, sebagai narasumber utama yang membahas perkembangan masyarakat informasi serta peran kecerdasan buatan dalam industri kreatif di kawasan Asia Tenggara. Acara yang berlangsung di Ruang Serba Guna, Gedung K FISH UNJ ini dimulai pada pukul 12.45 WIB dengan sesi registrasi peserta sekaligus pengecekan teknis. Peserta yang terdiri dari mahasiswa dan sivitas akademika mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperluas wawasan mengenai transformasi digital dan dampaknya terhadap perkembangan industri kreatif di era teknologi. Memasuki pukul 13.00 WIB, kegiatan resmi dibuka oleh pembawa acara yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak penyelenggara atau perwakilan departemen pada pukul 13.05 WIB. Dalam sambutannya, penyelenggara menyampaikan pentingnya kolaborasi akademik internasional dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, khususnya terkait pemanfaatan kecerdasan buatan di berbagai sektor. Sesi utama berupa public lecture oleh Assoc. Prof. Asawin Nedpogaeo yang berlangsung mulai pukul 13.10 hingga 13.55 WIB. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana konsep information society berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital serta bagaimana kecerdasan buatan mulai memainkan peran strategis dalam mendorong inovasi di sektor industri kreatif. Ia juga menyoroti peluang dan tantangan yang dihadapi negara-negara di Asia Tenggara dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan panel discussion atau diskusi terarah pada pukul 13.55 hingga 14.25 WIB. Pada sesi ini, berbagai pandangan dan perspektif mengenai pemanfaatan teknologi digital serta implikasinya terhadap ekonomi kreatif dibahas secara lebih mendalam. Diskusi ini menjadi ruang bagi peserta untuk memahami isu tersebut dari sudut pandang akademik maupun praktik. Interaksi dengan peserta semakin aktif pada sesi tanya jawab yang berlangsung pukul 14.25 hingga 14.50 WIB. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, serta peluang pengembangan industri kreatif di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan kemudian ditutup dengan closing remarks pada pukul 14.50 WIB yang merangkum poin-poin penting dari diskusi yang telah berlangsung. Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara juga menyerahkan sertifikat kepada narasumber atas kontribusinya dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada peserta. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan panel discussion atau diskusi terarah pada pukul 13.55 hingga 14.25 WIB. Pada sesi ini, berbagai pandangan dan perspektif mengenai pemanfaatan teknologi digital serta implikasinya terhadap ekonomi kreatif dibahas secara lebih mendalam. Diskusi ini menjadi ruang bagi peserta untuk memahami isu tersebut dari sudut pandang akademik maupun praktik. Interaksi dengan peserta semakin aktif pada sesi tanya jawab yang berlangsung pukul 14.25 hingga 14.50 WIB. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, serta peluang pengembangan industri kreatif di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan kemudian ditutup dengan closing remarks pada pukul 14.50 WIB yang merangkum poin-poin penting dari diskusi yang telah berlangsung. Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara juga menyerahkan sertifikat kepada narasumber atas kontribusinya dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada peserta. Sesi dokumentasi bersama antara narasumber, panitia, dan peserta kegiatan menjadi penutup kegiatan hari ini. Melalui penyelenggaraan The Eurasia International Course 2026, FISH UNJ berharap dapat memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mendorong peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan teknologi, masyarakat informasi, dan peluang industri kreatif di tingkat regional maupun global. Penulis: JRPS, BMF, LM Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (34) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (24) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (37) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (35) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Dorong Internasionalisasi Riset dan PKM melalui Workshop Penerapan SDG’s
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan Workshop Penerapan SDG’s dalam Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Ilmu-Ilmu Sosial sebagai langkah strategis penguatan mutu akademik sekaligus peningkatan reputasi institusional. Kegiatan ini ditujukan bagi pimpinan fakultas, koordinator program studi, tim penjaminan mutu, reviewer, dosen, serta seluruh sivitas akademika terkait riset dan pengabdian. Transformasi lanskap pendidikan tinggi menuntut riset serta pengabdian masyarakat memiliki relevansi global tanpa kehilangan konteks lokal. SDG’s telah berkembang menjadi kerangka rujukan utama penilaian kualitas akademik, kolaborasi lintas negara, serta visibilitas institusi pada level nasional dan internasional. Perspektif tersebut melatarbelakangi pelaksanaan workshop ini sebagai ruang pembelajaran kolektif sekaligus forum strategis penyelarasan arah pengembangan keilmuan FISH UNJ. Workshop akan berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026 pukul 10.00 WIB bertempat Ruang RSG Gedung K FISH UNJ. Fokus utama workshop diarahkan pada penguatan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan aplikatif. Peserta akan memperoleh panduan strategis integrasi SDG’s pada proposal penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Materi mencakup pemetaan isu-isu sosial ke indikator SDG’s global, penyusunan narasi akademik berbasis keberlanjutan, serta penguatan posisi riset dan PKM FISH UNJ pada jejaring akademik internasional. Pendekatan praktis diharapkan mampu menjawab kebutuhan dosen pada tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga diseminasi luaran. Kegiatan ini juga menjadi medium konsolidasi visi fakultas menuju kampus berdampak. Reputasi internasional tidak hanya ditentukan oleh kuantitas publikasi, melainkan juga oleh konsistensi kontribusi keilmuan terhadap tantangan global. SDG’s menawarkan bahasa bersama lintas disiplin yang mampu mempertemukan riset sosial, kebijakan publik, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat pada satu kerangka keberlanjutan. Partisipasi aktif pimpinan fakultas, koordinator program studi, tim penjaminan mutu, serta para dosen mencerminkan komitmen bersama membangun ekosistem akademik adaptif dan kolaboratif. Workshop ini diharapkan menghasilkan keselarasan pemahaman serta praktik akademik yang lebih terstruktur, terukur, dan berdaya saing. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting penguatan posisi FISH UNJ sebagai pusat keunggulan ilmu-ilmu sosial yang responsif terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Melalui penyelenggaraan workshop ini, FISH UNJ menegaskan langkah nyata menuju internasionalisasi riset dan pengabdian masyarakat. Upaya tersebut sekaligus memperkuat identitas fakultas sebagai ruang produksi pengetahuan yang relevan, berdampak, serta diakui secara global. Antusiasme dan keterlibatan sivitas akademika diharapkan menjadi energi kolektif mewujudkan visi FISH UNJ sebagai fakultas berkelas dunia yang berakar kuat pada nilai-nilai sosial dan keberlanjutan.[] Tonton di Youtube Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (16) Penelitian (6) Pengabdian (7) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (32) Prestasi (5) Prodi (18) Program Unggulan (31) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru