Jakarta, 1 Juni 2026 – Eurasia International Course 2026 kembali menyelenggarakan sesi pembelajaran internasional secara daring melalui Zoom dengan tajuk “Rethinking Digital Divide in Education: Pedagogical Accessibility and AI-Supported Learning Design.” Kegiatan ini menghadirkan Assist. Prof. Darmawansah dari Global Foreign Language Education Program, Providence University, Taichung City, Taiwan, sebagai pembicara, serta Fajar Aditya Nugroho sebagai moderator. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator yang memperkenalkan latar belakang akademik dan perjalanan karier pembicara sebagai akademisi Indonesia yang saat ini mengajar di Taiwan. Setelah sesi perkenalan, pemateri mengajak para peserta untuk berpartisipasi dalam diskusi interaktif menggunakan ClassPoint, sebuah platform yang kerap digunakannya dalam proses pembelajaran sehari-hari. Melalui platform tersebut, peserta berbagi pengalaman mengenai berbagai tools AI yang sering digunakan, seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan lainnya. Dalam pemaparannya, Assist. Prof. Darmawansah menjelaskan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam mencari informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif. Menurutnya, penggunaan AI harus diimbangi dengan kemampuan manusia untuk mengelola dan berkolaborasi dengan teknologi tersebut. “AI can improve performance, AI is good for learning, but AI will be nothing without collaboration with people,” ujarnya. Selain membahas berbagai tools AI yang dapat digunakan untuk kebutuhan desain dan pembelajaran, pemateri juga menjelaskan pemanfaatan teknologi immersive learning, seperti virtual reality (VR) dan metaverse. Teknologi tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif, sekaligus meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Pada sesi selanjutnya, Assist. Prof. Darmawansah turut memperkenalkan penggunaan robot edukatif sebagai media pembelajaran. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah Kebbi Robot, yaitu robot yang dapat berinteraksi dengan peserta didik melalui percakapan, kuis, hingga kegiatan storytelling. Robot tersebut dirancang untuk membantu meningkatkan keterampilan komunikasi, kreativitas, serta kemampuan berpikir komputasional peserta didik. Menurutnya, teknologi seharusnya digunakan untuk mendukung proses pembelajaran yang bermakna, bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Ia menekankan bahwa pendidik tidak harus selalu mengembangkan teknologi dari awal, tetapi perlu mampu menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi perlu dipadukan dengan desain instruksional yang tepat. Menutup sesi pemaparan, Assist. Prof. Darmawansah menyampaikan harapannya agar robot edukatif yang saat ini sedang dikembangkannya dapat diterapkan di Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif, robot tersebut juga dapat digunakan sebagai sarana digital storytelling yang mengangkat budaya lokal Indonesia. Bersama salah satu mahasiswanya yang berasal dari Medan, ia tengah mengembangkan konsep pembelajaran berbasis robot dengan mengangkat legenda Malin Kundang. Melalui program tersebut, robot dapat bergerak, berbicara, dan mengikuti alur cerita yang telah diprogram, sehingga peserta didik dapat belajar teknologi sekaligus mengenal budaya Indonesia dengan cara yang lebih menarik dan interaktif (NRR/NJNA/CKG/FISHMed2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia Lecturer Series 2026 Session 11, Soroti Ancaman Siber di Era Artificial Intelligence (AI)
Sesi foto bersama setelah penutupan Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11. (Doc. FISHMed) Jakarta, 25 Mei 2026 — Fakultas IImu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11 dengan tema “Navigating the Uncertain Futures: Understanding the Transformative Impacts of Artificial Intelligence and Digitalization to Global Society.” Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Rudy Agus Gemilang Gultom, M.Sc., Guru Besar Tetap Ilmu Komputer Universitas Pertahanan Republik Indonesia sebagai pembicara utama dan Filya Rizky Lestari, S.T. M.Han., selaku moderator yang memandu jalannya diskusi. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ menghadirkan diskusi akademik mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI), digitalisasi, dan dampaknya terhadap masyarakat global. Dalam pemaparannya, Prof. Rudy menjelaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) kini telah berkembang menjadi instrumen strategis yang memengaruhi berbagai sektor, mulai dari pertahanan, keamanan, hingga kehidupan sosial masyarakat global. Perkembangan AI yang semakin pesat dinilai turut mengubah pola ancaman digital yang sebelumnya bersifat konvensional menjadi lebih kompleks, cepat, dan sulit dideteksi. Ia juga menyoroti bagaimana AI saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk membantu aktivitas manusia, tetapi juga berpotensi digunakan dalam serangan siber, manipulasi informasi, hingga penyebaran deepfake. Pemaparan materi mengenai kolaborasi regional dan global oleh pembicara dalam rangkaian Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11 (FISH) UNJ. (Doc. FISHMed) “Kalau robot diprogram untuk melakukan sesuatu, kalau AI diprogram untuk berpikir. AI belajar semuanya. Semakin banyak kita kasih data, semakin pintar,” ujar Prof. Rudy dalam sesi diskusi. Ia menjelaskan bahwa teknologi AI mampu mempelajari pola data, suara, wajah, hingga gestur manusia sehingga dapat menghasilkan konten digital yang menyerupai aslinya. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan baru dalam menjaga keamanan informasi dan privasi digital masyarakat, terlebih dengan berkembangnya teknologi quantum computing yang dapat mempercepat kemampuan AI dalam melakukan proses komputasi dan analisis data. Prof. Rudy juga menjelaskan bahwa ancaman siber global dan regional saat ini semakin kompleks serta bersifat lintas negara sehingga tidak dapat ditangani secara individual maupun sektoral. Oleh karena itu, cyber security perlu menjadi prioritas utama dalam memperkuat ketahanan digital nasional di tengah transformasi teknologi yang terus berkembang. Sebagai bentuk solusi, Prof. Rudy menawarkan enam strategi nasional cyber security berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam menghadapi ancaman global. Strategi tersebut meliputi pengembangan SDM dan talenta siber nasional, penguatan infrastruktur pertahanan siber nasional, penguatan regulasi dan tata kelola siber, public-private partnership (PPP) dalam cyber security, kolaborasi strategis regional dan global, serta implementasi Sixware Cyber Security Framework. Dalam sesi tersebut, Prof. Rudy turut memperkenalkan Sixware Cyber Security Framework, sebuah framework keamanan siber yang dikembangkannya sejak 2019. Framework tersebut mengintegrasikan aspek sumber daya manusia, perangkat keras, perangkat lunak, infrastruktur, tata kelola, hingga pendanaan dalam membangun sistem pertahanan siber yang adaptif dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa framework tersebut saat ini tengah diupayakan untuk dapat menjadi standar nasional melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Penyerahan buku karya pembicara kepada perwakilan FISH UNJ dalam rangkaian Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11. (Doc. FISHMed) Pada akhir sesi, Prof. Rudy turut menyerahkan buku karyanya yang berjudul Cyber Warfare: Sudah Siapkah Kita Menghadapinya? kepada panitia dan perpustakaan FISH UNJ. Penyerahan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan literasi dan kajian keamanan siber di lingkungan akademik. Melalui Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11 ini, peserta diajak untuk memahami bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi tidak hanya menghadirkan peluang dalam berbagai sektor kehidupan, tetapi juga memunculkan tantangan baru yang perlu diantisipasi secara kolektif. Diskusi ini sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, penguatan literasi digital, serta kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem keamanan siber yang adaptif di tengah perkembangan teknologi global yang terus berubah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan wawasan bagi mahasiswa dan civitas akademika FISH UNJ dalam menghadapi dinamika transformasi digital di masa depan (BMF/GIC/AG/FISHMed2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (56) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (36) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswa FISH UNJ Perluas Wawasan Sejarah Bahasa dan Peradaban Dunia melalui Kuliah Umum Bersama Duta Besar Yunani
Jakarta, 4 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut berpartisipasi dalam kuliah umum bertajuk “Greek Language through The Ages: Literature and History” yang menghadirkan Duta Besar Yunani untuk Indonesia, Dimitrios Michalopoulos, sebagai narasumber. Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Maftuchah Yusuf, Gedung Dewi Sartika Lantai 2, Universitas Negeri Jakarta.Kuliah umum ini menjadi ruang pembelajaran lintas budaya bagi sivitas akademika UNJ, khususnya mahasiswa FISH, untuk memahami perkembangan bahasa Yunani, kesusastraan klasik, serta kontribusinya terhadap sejarah pemikiran dan peradaban dunia. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education, melalui penguatan akses mahasiswa terhadap pembelajaran global, serta SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui perluasan jejaring akademik dan diplomasi pendidikan internasional. Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Suyono, M.Si., selaku Sekretaris Universitas Negeri Jakarta; Firdaus Wajdi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum; Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., selaku Wakil Dekan III FISH UNJ; sivitas akademika UNJ; serta mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum sebagai peserta kuliah umum. Acara dibuka oleh Duta UNJ, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Yunani, Ýmnos eis tīn Eleftherían. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Suyono, M.Si., menegaskan bahwa Yunani memiliki posisi penting dalam sejarah peradaban dunia. Menurutnya, kontribusi Yunani terhadap filsafat, sastra, demokrasi, bahasa, dan perkembangan pemikiran manusia telah membentuk tradisi intelektual lintas generasi dan lintas benua. “Greece occupies a unique and distinguished place in the story of world civilization. Its contribution to philosophy, literature, democracy, language, and the development of human thought has shaped intellectual tradition across generations and continents,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa bahasa Yunani tidak hanya penting sebagai warisan linguistik, tetapi juga sebagai fondasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, sejarah, dan tradisi akademik modern. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan dapat memperluas perspektif global dan memahami bahwa bahasa merupakan bagian penting dari pembentukan budaya, identitas, dan pengetahuan manusia. Kuliah umum dipandu oleh Suci Maharani, M.Pd., sebagai moderator. Dalam pemaparannya, Dimitrios Michalopoulos menjelaskan bahwa perkembangan kesusastraan Yunani berakar kuat pada tradisi lisan pada masa klasik. Pada periode tersebut, kisah-kisah epik disampaikan melalui deklamasi dalam berbagai festival keagamaan. Para pencerita memiliki ruang untuk menyesuaikan penyampaian, namun tetap diwajibkan menjaga keutuhan alur dan makna cerita. “At the time, adhering to the words of the text was not compulsory, but the story had to be respected. So you could alter the story a bit, but you had to be faithful to the plot. You couldn’t change that,” jelas Dimitrios Michalopoulos. Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa tradisi lisan tersebut kemudian berkembang menjadi teks prosa sejarah yang melahirkan pendekatan historiografi yang lebih sistematis. Herodotus disebut sebagai salah satu pelopor penulisan sejarah yang masih memasukkan sudut pandang pribadi dalam narasinya. Sementara itu, sejarawan generasi berikutnya seperti Thucydides dan Xenophon mulai mengembangkan metode yang lebih objektif melalui kritik sumber, verifikasi fakta, dan ketelitian dalam membangun narasi sejarah. Perkembangan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam lahirnya disiplin ilmu sejarah modern. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai sejarah, sastra, perkembangan bahasa Yunani, serta relevansinya dalam memahami peradaban dan ilmu pengetahuan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara komprehensif oleh Dimitrios Michalopoulos, sehingga memperkaya pemahaman peserta mengenai hubungan antara bahasa, sejarah, dan kebudayaan. Melalui kuliah umum ini, FISH UNJ menegaskan pentingnya pembelajaran lintas budaya sebagai bagian dari pendidikan tinggi yang terbuka, inklusif, dan berwawasan global. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai sejarah perkembangan bahasa Yunani, memperkuat pemahaman lintas budaya di lingkungan kampus, serta mendorong mahasiswa untuk melihat bahasa dan sastra sebagai pintu masuk dalam memahami peradaban manusia (CKG & ZR). FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (55) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (34) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (47) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Perkuat Jejaring Global, FISH UNJ Gelar Kuliah Umum Bersama Kedutaan Besar Costa Rica
Jakarta, 21 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menggelar Kuliah Umum (General Lecture) internasional bertajuk “The World History: History of Costa Rica and Noticeable Achievements” pada Kamis (21/5/2026) di Auditorium Maftuchah Yusuf, Gedung R. Dewi Sartika, Kampus UNJ. Kegiatan ini menghadirkan Francisco José Masís Holdridge, M.Sc., selaku Kepala Misi dan Kuasa Usaha Sementara Kedutaan Besar Costa Rica untuk Indonesia sebagai narasumber utama. Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperluas jejaring global, memperkuat wawasan internasional mahasiswa, serta membuka ruang dialog akademik mengenai sejarah, budaya, dan capaian pembangunan negara-negara di dunia. Acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal UNJ, Prof. Dr. Siono, M.Si., yang membacakan sambutan Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., serta dihadiri pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa. Dipandu oleh moderator Muhammad Hasmi Yanuardi, S.S., M.Hum., Francisco memaparkan sejarah Costa Rica, kekayaan budaya pra-Kolombia, serta berbagai pencapaian negaranya di bidang pendidikan, lingkungan, teknologi, dan pembangunan sosial. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana Costa Rica berkembang sebagai salah satu negara yang memiliki perhatian kuat terhadap perdamaian, demokrasi, keberlanjutan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat. Salah satu poin penting yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut adalah keputusan bersejarah Costa Rica untuk menghapus institusi militer sejak 1 Desember 1948. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam arah pembangunan Costa Rica karena memungkinkan alokasi anggaran negara lebih difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan pengembangan energi terbarukan. Pilihan strategis tersebut turut mendorong Costa Rica bertransformasi menjadi negara yang dikenal dengan komitmennya terhadap perdamaian, keberlanjutan, serta pengembangan teknologi tinggi di era modern. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan kuat dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, SDG 13: Climate Action, SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions, dan SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui kuliah umum internasional ini, FISH UNJ tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa tentang sejarah dan pembangunan global, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pendidikan, perdamaian, tata kelola kelembagaan, keberlanjutan lingkungan, serta kemitraan internasional sebagai fondasi pembangunan masa depan. Sebagai penutup kegiatan, FISH UNJ menyerahkan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan kontribusinya dalam kegiatan kuliah umum internasional tersebut. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, dosen, dan mahasiswa peserta kegiatan. Penulis : NA, JRPS, NFAFISH Media Center, 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (54) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (33) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (47) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia Lecturer Series 2026: Tantangan Etika dan Tata Kelola di Era Digital
Jakarta, 18 Mei 2026 — Eurasia Lecture Series 2026 kembali menghadirkan diskusi akademik pada pertemuan ke-9 dengan mengangkat tema “Ethical Challenges and The Problem of Governance in Digital Society: Privacy Concern & Data Security in A Digital World.” Kegiatan ini menghadirkan pembicara utama, Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si. selaku Direktur Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang membahas berbagai tantangan etika dalam perkembangan masyarakat digital saat ini. Dalam pemaparan pertamanya yang bertajuk “Who’s Control Your FYP? Algorithms, Ethics, and Human Autonomy in The Digital Era”, Prof. Siti menjelaskan bahwa perkembangan algoritma, media sosial, dan kecerdasan buatan (AI) telah memengaruhi perilaku serta pola pikir manusia di era digital. Menurutnya, penggunaan teknologi saat ini tidak hanya membantu aktivitas manusia, tetapi juga berpotensi membentuk preferensi dan kebiasaan pengguna secara sistematis. “Karena algoritma tidak hanya memahami preferensi kita, tetapi juga merekam, memprediksi, dan menyeragamkan perilaku fisik secara massal tanpa adanya paksaan,” ujar Prof. Siti dalam sesi diskusi. Ia menjelaskan bahwa algoritma bekerja sebagai mekanisme kontrol melalui tiga tahapan utama, yaitu knowing (merekam aktivitas pengguna), predicting (menghitung serta memprediksi probabilitas perilaku), dan shaping (menyodorkan konten secara agresif kepada pengguna). Kondisi tersebut dinilai memunculkan berbagai persoalan etika dalam kehidupan digital masyarakat modern. Pemaparan selanjutnya, dalam menghadapi tantangan masyarakat digital, mahasiswa diajak memahami pentingnya keterampilan abad ke-21 melalui konsep 4C, yaitu critical thinking, collaboration, creativity, dan communication. Kemampuan tersebut dinilai penting agar masyarakat mampu menyikapi perkembangan teknologi secara lebih kritis, etis, dan bertanggung jawab. Sebagai penutup, Prof. Siti memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi dan melakukan sesi tanya jawab. Terdapat dua mahasiswa yang bertanya terkait pengaruh algoritma terhadap konteks sosial dan apa kaitannya dengan kondisi geopolitik yang terjadi di Indonesia saat ini. Prof Siti kemudian menjawab berdasarkan pentingnya penerapan lima pilar tata kelola digital, yaitu otonomi, privasi, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan teknologi secara lebih bijak tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri dan kegunaan teknologi hanya sebagai “alat bantu” dalam menyelesaikan persoalan, termasuk pada pertanyaan kedua mahasiswa. Penulis: NA, GSFI, SS FISH Media Center, 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (53) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (12) Pengajaran (31) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (22) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Literasi Media dan Pemberdayaan Komunitas Sungai Ciliwung melalui Kegiatan PkM di Mat Peci Green Camp
(ki-ka) Mega Ayu Permatasari, M.Si, Nada Arina Romli, M.I.Kom, Sandy Allifiansyah, Ph.D, Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A, Dr. M. Fikri Akbar, Noprita Herari, M.I.Kom Jakarta Selatan, 10 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) melalui dosen Program Studi Ilmu Komunikasi serta Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Mat Peci Green Camp, Sekolah Sungai Ciliwung, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Komunitas Mat Peci melalui Kemitraan untuk Penguatan Literasi Media”. Program tersebut menjadi bentuk nyata komitmen FISH UNJ dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Kegiatan PkM ini melibatkan sejumlah dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi FISH UNJ, yaitu Nada Arina Romli, M.I.Kom., Mega Ayu Permatasari, M.Si., Noprita Herari, M.I.Kom., Dr. M. Fikri Akbar, M.Si., dan Sandy Allifiansyah, Ph.D. Sementara itu, dari Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital turut hadir Wina Puspita Sari, M.Si., Afina Ruqayyah, M.I.Kom., dan Rico Fernando Siregar, M.I.Kom. Kegiatan ini juga diperkuat dengan kehadiran dosen tamu internasional dari Faculty of Communication and Media Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, yaitu Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A. Kehadiran akademisi internasional tersebut memperluas dimensi kolaborasi FISH UNJ dalam pengembangan kajian komunikasi, khususnya pada isu literasi media, komunikasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Mat Peci Green Camp sendiri merupakan bagian dari Sekolah Sungai Ciliwung yang dikelola oleh Komunitas Mat Peci Ciliwung. Komunitas ini dikenal aktif dalam gerakan edukasi lingkungan, pelestarian kawasan Sungai Ciliwung, serta pemberdayaan warga bantaran sungai. Kegiatan turut dihadiri oleh pendiri Komunitas Mat Peci Ciliwung, Usman Firdaus, bersama warga setempat, karang taruna, dan anak-anak komunitas. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ berupaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami, mengelola, dan menyebarluaskan informasi secara bertanggung jawab. Literasi media menjadi aspek penting karena komunitas lokal saat ini tidak hanya membutuhkan kemampuan menjaga lingkungan secara fisik, tetapi juga kemampuan mengomunikasikan gerakan mereka melalui media digital agar dapat menjangkau publik yang lebih luas. Nada Arina Romli, M.I.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan PkM ini tidak hanya berfokus pada edukasi lingkungan, tetapi juga pada penguatan kemandirian komunitas melalui pengelolaan potensi lokal, termasuk kebun komunitas. Menurutnya, pemberdayaan berbasis lingkungan dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan penguatan solidaritas sosial masyarakat. Penyerahan plakat apresiasi kepada Usman Firdaus, selaku pendiri Komunitas Mat Peci Ciliwung oleh Wina Puspita Sari, M.Si, Afina Ruqayyah, M.I.Kom., dan Rico Fernando Siregar, M.I.Kom Sementara itu, Wina Puspita Sari, M.Si., menekankan pentingnya komunikasi digital dalam memperluas dampak gerakan komunitas. Ia menjelaskan bahwa kegiatan positif yang dilakukan masyarakat perlu dikemas dan disampaikan secara tepat agar dapat menjadi inspirasi bagi publik. “Komunikasi digital akan menjadikan Mat Peci bukan hanya komunitas lokal, tetapi juga role model gerakan lingkungan,” ujarnya. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan literasi media dan edukasi lingkungan mendukung SDG 4: Quality Education, karena menghadirkan pembelajaran berbasis masyarakat yang inklusif dan kontekstual. Upaya pemberdayaan komunitas dan penguatan ekonomi keluarga berkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth, khususnya dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui potensi lokal. Selain itu, kegiatan yang berlokasi di kawasan Sungai Ciliwung juga memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 11: Sustainable Cities and Communities dan SDG 13: Climate Action, karena mendorong kesadaran warga terhadap keberlanjutan lingkungan perkotaan serta pentingnya partisipasi komunitas dalam menjaga ekosistem sungai. Kolaborasi antara FISH UNJ, komunitas lokal, masyarakat, dan mitra internasional juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui kegiatan PkM ini, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara akademisi, komunitas, masyarakat, dan mitra internasional diharapkan dapat terus dikembangkan untuk melahirkan program-program edukatif yang berdampak nyata bagi peningkatan literasi media, penguatan gerakan lingkungan, dan kesejahteraan sosial masyarakat. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (52) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (12) Pengajaran (30) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (22) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi PPKN FISH UNJ Gelar Kolokium Internasional di Universiti Sains Malaysia, Perkuat Jejaring Akademik dan Komitmen SDGs
Pulau Pinang, 7 Mei 2026 — Program Studi Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), melaksanakan kolokium internasional di School of Social Sciences, Universiti Sains Malaysia (USM) pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FISH UNJ dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education dan SDG 17: Partnerships for the Goals. Kolokium internasional ini diikuti oleh 22 mahasiswa Program Studi Magister PPKN UNJ dan 8 mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan IPS Universitas Lampung. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan akademik yang meliputi seminar, presentasi ilmiah, dan diskusi interaktif terkait isu sosial, kewarganegaraan, pendidikan, serta dinamika masyarakat global. Kegiatan ini disambut baik oleh Prof. Madya Mohamad Shaharudin Samsurinan, Dekan School of Social Sciences USM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya forum akademik internasional yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan akademisi dari Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, kolaborasi lintas negara merupakan langkah penting dalam memperluas perspektif akademik mahasiswa, membangun pemahaman lintas budaya, serta memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan gagasan dan hasil kajian akademik mereka dalam forum internasional. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan komunikasi akademik, tetapi juga mendorong keterampilan berpikir kritis, kepercayaan diri, dan kapasitas mahasiswa dalam memahami isu kewarganegaraan dari perspektif global. Dari perspektif SDGs, pelaksanaan kolokium internasional ini sejalan dengan SDG 4, yaitu penyediaan pendidikan berkualitas yang inklusif, relevan, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi global mahasiswa. Forum ini juga mendukung SDG 17 melalui penguatan kemitraan akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia sebagai bagian dari kerja sama pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Bagi FISH UNJ, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi fakultas dalam memperkuat reputasi akademik internasional melalui mobilitas akademik, pertukaran gagasan ilmiah, serta pengembangan kolaborasi pendidikan dan penelitian. Program Studi PPKN FISH UNJ terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi keilmuan, tetapi juga pada pembentukan warga global yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab. Dengan terselenggaranya kolokium internasional ini, Program Studi PPKN FISH UNJ berharap kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, khususnya Universiti Sains Malaysia, dapat terus diperkuat melalui program akademik berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan kewarganegaraan, penguatan jejaring akademik Asia Tenggara, serta peningkatan daya saing institusi di tingkat global. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (51) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (11) Pengajaran (30) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (22) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dosen PPKN FISH UNJ Perkuat Kewarganegaraan Global Masyarakat Indonesia di Malaysia melalui Pengabdian Internasional
Pulau Penang (Malaysia), 07 Mei 2026 — Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di Learning Center Pertubuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI), Pulau Pinang, Malaysia, pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperluas kontribusi Tri Dharma Perguruan Tinggi hingga ke tingkat internasional, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. Kegiatan pengabdian ini terselenggara melalui kolaborasi antara Prodi PPKN FISH UNJ dan PERMAI Pulau Pinang. Kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial, akademik, dan kebangsaan antara perguruan tinggi Indonesia dengan komunitas diaspora Indonesia di Malaysia. Koordinator Prodi PPKN FISH UNJ, Yuyus Kardiman, menyampaikan bahwa pemilihan PERMAI Pulau Pinang sebagai lokasi pengabdian masyarakat merupakan bagian dari implementasi keilmuan PPKN dalam membangun civic community di luar negeri. Menurutnya, masyarakat Indonesia di mancanegara memiliki peran penting dalam menjaga nilai kewarganegaraan, solidaritas sosial, identitas kebangsaan, serta partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat global. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat implementasi civic community bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya di Pulau Pinang. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir tidak hanya di lingkungan domestik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia di mancanegara,” ujar Yuyus Kardiman. Sebanyak 11 dosen Prodi PPKN FISH UNJ terlibat langsung dalam kegiatan ini, yaitu Prof. Nadiroh, Prof. Tjipto Sumadi, Prof. Etin Solihatin, Prof. Achmad Husen, Raharjo, Yuyus Kardiman, Mohammad Maiwan, Iqbal Syafrudin, Mitra Mustaricha, Fella Defilla, dan Syifa Syarifa. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian masyarakat diisi dengan sesi edukasi, diskusi, dan penguatan kapasitas masyarakat terkait isu sosial, kewarganegaraan digital, lingkungan, serta pemberdayaan komunitas Indonesia di luar negeri. Melalui pendekatan ini, Prodi PPKN FISH UNJ mendorong masyarakat Indonesia di Malaysia untuk terus berperan aktif sebagai warga negara yang adaptif, kritis, peduli lingkungan, dan mampu menjaga nilai kebangsaan dalam konteks kehidupan lintas negara. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui penguatan literasi kewarganegaraan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan komunitas diaspora, FISH UNJ menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang inklusif, berdaya, dan berorientasi pada keberlanjutan. Selain kegiatan edukatif, Prodi PPKN FISH UNJ juga memberikan hibah berupa satu unit pendingin ruangan atau AC kepada PERMAI Pulau Pinang. Bantuan ini diberikan untuk mendukung kenyamanan ruang belajar dan menunjang efektivitas berbagai kegiatan pendidikan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh PERMAI. Sekretaris Jenderal PERMAI Pulau Pinang, Agung Priatin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prodi PPKN FISH UNJ dalam kegiatan pengabdian masyarakat internasional tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi bentuk perhatian nyata dari perguruan tinggi Indonesia terhadap masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. “Kami sangat menyambut baik kehadiran PPKN FISH UNJ dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di Malaysia,” ujar Agung Priatin. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ memperkuat posisinya sebagai fakultas yang berkomitmen pada pengembangan ilmu sosial, hukum, pendidikan kewarganegaraan, dan pemberdayaan masyarakat lintas negara. Kolaborasi bersama PERMAI Pulau Pinang diharapkan dapat terus berkembang melalui program pendidikan, pengabdian, riset kolaboratif, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat Indonesia di Malaysia pada masa mendatang. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (50) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (11) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (21) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Kolaborasi Akademik Global dalam TMF Journal Conference 2025/2026 di Bangkok
Bangkok, 29 April 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut berpartisipasi dalam TMF Journal Conference 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Thai Media Fund bekerja sama dengan Graduate School of Communication Arts and Management Innovation, National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand. Konferensi ini berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, di The Berkeley Hotel Pratunam, Bangkok, dengan mengusung tema “Advancing Knowledge in Creative Media: Research, Innovation, and Collaboration for Responsible Communication.” Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan ke-4 untuk konferensi tingkat nasional dan sekaligus konferensi internasional pertama yang diinisiasi oleh Thai Media Fund dan NIDA. FISH UNJ hadir sebagai salah satu institusi mitra dalam jejaring kerja sama akademik internasional bersama berbagai perguruan tinggi dan lembaga dari Thailand serta negara mitra lainnya. Secara keseluruhan, konferensi ini melibatkan 41 partner institutions atau co-hosts, termasuk institusi dari China, Pakistan, Korea Selatan, Indonesia, dan India. Konferensi ini menjadi ruang penting bagi akademisi, peneliti, praktisi media, serta lembaga profesional untuk mendiskusikan perkembangan media kreatif, inovasi komunikasi, literasi media, jurnalisme, serta tantangan etika komunikasi di era digital dan kecerdasan artifisial. Pada tahun ini, TMF Journal Conference menerima 84 artikel ilmiah dari peneliti domestik dan internasional. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 26 makalah dari Thailand dan 21 makalah dari China, Pakistan, Korea Selatan, Indonesia, dan India dipresentasikan dalam forum ilmiah tersebut. Pembukaan konferensi diawali dengan laporan dari Associate Professor Dr. Asawin Nedpogaeo, Dean of the Graduate School of Communication Arts and Management Innovation, NIDA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam membangun ekosistem media yang aman, kreatif, dan bertanggung jawab. Sementara itu, Dr. Dhanakorn Srisooksai, Chief Executive Officer Thai Media Fund, dalam pidato pembukaannya menyoroti pentingnya peran Thai Media Fund dalam membantu masyarakat dan praktisi media menghadapi perubahan lanskap komunikasi yang semakin dipengaruhi oleh digitalisasi dan kecerdasan artifisial. Konferensi ini juga menghadirkan dua pembicara utama. Professor Masato Kajimoto dari School of Future Media, The University of Hong Kong, menyampaikan keynote berjudul “Teaching Resilience: Re-imagining Media Education for an Integrity-Driven Information Future.” Ia menekankan pentingnya pendidikan media dalam membangun generasi muda yang mampu berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta memahami bahwa keadilan dalam pemberitaan tidak selalu sama dengan sekadar menghadirkan keseimbangan secara formal. Pembicara utama kedua, Steven Gan, Co-founder Malaysiakini, menyampaikan materi bertajuk “Innovating for Integrity: How Digital Media is Transforming Investigative Journalism and Press Freedom in Asia.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa jurnalisme memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi, keadilan, dan kebebasan publik. Menurutnya, transformasi digital tidak boleh menghilangkan fungsi utama jurnalisme sebagai ruang untuk menyuarakan kelompok yang terpinggirkan dan mengawasi kekuasaan. Sesi panel khusus bertajuk “Creative and Responsible Media in the Age of Artificial Intelligence” turut memperkaya diskusi konferensi. Panel ini menghadirkan sejumlah tokoh media dan akademisi, antara lain Ms. Supinya Klangnarong, Co-founder COFACT Thailand; Mr. Rawee Tawantharong, Committee Member Thai Media Fund; dan Mr. Chavarong Limpattamapanee, Chairman of the National Press Council of Thailand sekaligus Senior Media Scholar. Diskusi dimoderatori oleh Assoc. Prof. Dr. Warat Karuchit dari NIDA. Para panelis menyoroti pentingnya posisi jurnalisme di tengah berkembangnya ekosistem kreator konten, terutama dalam menjaga akurasi informasi, etika publik, dan keberpihakan pada suara masyarakat yang kurang terwakili. Wakil Dekan III Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerjasama FISH UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan konferensi ini sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik global FISH UNJ. “FISH UNJ mengapresiasi terselenggaranya TMF Journal Conference 2025/2026 ini yang menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk terlibat dalam diskusi global mengenai media kreatif, inovasi komunikasi, serta tanggung jawab etis di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Kehadiran FISH UNJ sebagai bagian dari jejaring partner institutions mencerminkan komitmen kami untuk terus memperluas kolaborasi internasional, memperkuat budaya riset, dan menghadirkan kontribusi akademik yang relevan bagi masyarakat global,” ujar Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si. Partisipasi FISH UNJ dalam konferensi ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui keterlibatan dalam forum akademik internasional, FISH UNJ berperan dalam memperkuat literasi media, mendorong riset komunikasi yang bertanggung jawab, serta membangun jejaring kolaboratif lintas negara. Kehadiran FISH UNJ dalam TMF Journal Conference 2025/2026 juga mempertegas peran fakultas dalam mengembangkan kajian ilmu sosial, hukum, dan komunikasi yang responsif terhadap perubahan global. Di tengah perkembangan teknologi, media digital, dan kecerdasan artifisial, FISH UNJ terus mendorong kontribusi akademik yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab publik. Konferensi ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi dapat mengubah cara kerja media, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat utama komunikasi publik: menjaga kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta memastikan bahwa ruang media tetap menjadi ruang yang aman, kreatif, inklusif, dan bertanggung jawab bagi masyarakat global. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (49) Kemahasiswaan (17) Penelitian (15) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (20) Program Unggulan (43) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kependidikan Lewat Pelatihan Bahasa Inggris
Rilis Resmi 12 Mei 2026 Jakarta, 12 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta secara resmi menutup program Pelatihan Bahasa Inggris bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) pada Selasa, 12 Mei 2026. Program yang berlangsung selama 15 kali pertemuan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan fakultas dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan akademik. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi bahasa Inggris para tenaga kependidikan — baik dalam konteks pelayanan akademik maupun administrasi — guna merespons tuntutan dunia pendidikan yang semakin berskala global. Peserta dibekali dengan materi yang mencakup dasar-dasar komunikasi hingga praktik percakapan sehari-hari, dengan penekanan pada tiga aspek utama: kemampuan berbicara (speaking), menyimak (listening), serta penguasaan kosakata yang relevan dengan lingkungan kerja. “Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri para tenaga kependidikan dalam berkomunikasi secara profesional menggunakan bahasa Inggris.” — Pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, UNJ Dalam acara penutupan, pimpinan fakultas menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pengajar yang telah berkontribusi aktif dalam menyukseskan program ini. Antusiasme dan konsistensi kehadiran para peserta selama pelatihan dinilai sebagai cerminan kesungguhan dalam meningkatkan kompetensi diri. Dengan berakhirnya program ini, FISH UNJ menegaskan harapan agar pelatihan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan. Pengembangan kompetensi tenaga kependidikan dipandang sebagai investasi strategis dalam mendukung kualitas layanan dan atmosfer akademik yang profesional di tingkat fakultas maupun universitas. 15 Pertemuan 3 Fokus kompetensi 2026 Program berjalan Tentang FISH UNJ — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang ilmu sosial, hukum, dan komunikasi, dengan komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing global. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (48) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (41) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru