Chiayi, Taiwan — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi berwawasan global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kelembagaan ke National Chung Cheng University (CCU), Taiwan, pada 16 Oktober 2026, untuk memperkuat kolaborasi akademik, mengembangkan riset lintas negara, serta membuka peluang mobilitas internasional bagi dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi FISH UNJ yang tidak hanya berorientasi pada perluasan jejaring kelembagaan, tetapi juga pada penciptaan program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengalaman akademik sivitas akademika. Delegasi FISH UNJ dipimpin oleh Dekan, Firdaus Wajdi, Ph.D., bersama Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Dr. Kurniawati, M.Si.; Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Dr. Aris Munandar, M.Si.; serta Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama, Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si. Mengembangkan Kolaborasi Akademik Berbasis Keunggulan Keilmuan Pertemuan pertama berlangsung di College of Humanities CCU dengan sambutan dari Dean of the College of Humanities, Prof. Mao Wen-fang, Ph.D., bersama Dr. Y.H. Teddy Sim. Dialog kedua institusi difokuskan pada pengembangan kemitraan yang sebelumnya telah menghasilkan publikasi ilmiah bersama (joint publication) dan perkuliahan oleh akademisi tamu (guest lecture). CCU memiliki reputasi akademik internasional, khususnya dalam bidang humaniora. Pada QS World University Rankings by Subject, bidang Classics and Ancient History CCU tercatat berada dalam kelompok 100 besar dunia selama periode 2022–2026, termasuk mencapai posisi ke-31 pada 2025. Keunggulan tersebut membuka peluang bagi FISH UNJ untuk mengembangkan kerja sama keilmuan, terutama dalam kajian budaya, sejarah, masyarakat adat (indigenous studies), serta studi perbandingan agama. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, menekankan pentingnya mengarahkan kemitraan internasional pada program yang terukur dan berkesinambungan. Kolaborasi yang telah berlangsung melalui publikasi bersama dan kegiatan akademik dinilai menjadi fondasi penting untuk merancang agenda kerja sama yang lebih sistematis pada tahun berikutnya. Kesamaan karakteristik sosial dan kekayaan budaya Indonesia serta Taiwan juga menjadi potensi strategis bagi pengembangan penelitian komparatif. Melalui pendekatan lintas disiplin, kedua institusi berpeluang menghasilkan pengetahuan yang relevan bagi pemahaman keberagaman, pelestarian identitas budaya, dan penguatan kehidupan masyarakat yang inklusif. Prof. Mao Wen-fang turut menyampaikan apresiasi terhadap hubungan akademik yang telah terbangun dan membuka peluang keterlibatan akademisi UNJ dalam berbagai forum ilmiah internasional, termasuk seminar dan konferensi yang diselenggarakan College of Humanities CCU. Penandatanganan Implementation Arrangement Dorong Program Internasional Agenda berikutnya dilaksanakan di Office of International Affairs CCU. Delegasi FISH UNJ diterima oleh Vice President for International Affairs, Victoria Rau, Ph.D., bersama Dr. Y.H. Teddy Sim dan Associate Professor Li-Juan Liu-Huang dari Department of Labor Relations. Pertemuan tersebut menghasilkan langkah penting berupa penandatanganan Implementation Arrangement (IA) sebagai landasan pelaksanaan kerja sama akademik pada tahun berikutnya. Sejumlah agenda potensial dibahas, meliputi penyelenggaraan kuliah internasional, pertukaran mahasiswa (student exchange), mobilitas dosen, serta pengembangan program akademik lintas negara. Melalui program tersebut, mahasiswa FISH UNJ diharapkan memperoleh kesempatan memperluas wawasan global, meningkatkan kompetensi komunikasi antarbudaya, dan merasakan pengalaman pembelajaran dalam lingkungan pendidikan internasional. Sementara itu, bagi dosen, kemitraan ini berpotensi memperkuat jejaring penelitian, memperluas kesempatan kolaborasi publikasi ilmiah, serta meningkatkan partisipasi dalam aktivitas akademik berskala internasional. Dalam rangkaian pertemuan, delegasi FISH UNJ juga berdialog dengan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di CCU. Pengalaman mereka memberikan gambaran mengenai kehidupan akademik dan adaptasi dalam lingkungan internasional, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan skema mobilitas mahasiswa yang lebih efektif. Mendukung SDGs dan Pencapaian Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Penguatan kerja sama FISH UNJ dengan CCU memiliki relevansi dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kontribusi terhadap SDG 4 diwujudkan melalui pengembangan akses pembelajaran internasional, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa. Sementara itu, SDG 17 tercermin dalam penguatan kemitraan antarperguruan tinggi lintas negara untuk mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian. Selain itu, rencana kolaborasi dalam kajian keberagaman budaya, masyarakat adat, dan hubungan antaragama memiliki keterkaitan dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), terutama melalui pengembangan pengetahuan yang mendukung toleransi, inklusivitas, dan pemahaman lintas budaya. Dari perspektif Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, kerja sama ini berpotensi mendukung IKU 2, melalui kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di luar kampus; IKU 3, melalui aktivitas akademik dosen di perguruan tinggi mitra internasional; IKU 5, melalui pengembangan hasil penelitian dan publikasi kolaboratif; serta IKU 6, melalui penguatan kemitraan program studi dengan institusi bereputasi internasional. Keterkaitan tersebut menjadi arah strategis pengembangan program, sedangkan kontribusi terhadap capaian IKU memerlukan implementasi kegiatan dan luaran yang terdokumentasi. Memperkaya Perspektif Pelestarian Warisan Budaya Asia Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, delegasi FISH UNJ mengunjungi National Palace Museum Southern Branch di Taibao, Chiayi, pada 17 Oktober 2026. Kunjungan ini memberikan wawasan mengenai pengelolaan koleksi sejarah, seni, dan warisan budaya Asia. Pengalaman tersebut memperkaya perspektif akademik yang relevan dengan bidang kajian sejarah, kebudayaan, dan masyarakat, sekaligus membuka ruang eksplorasi bagi penelitian lintas negara. Melalui penguatan kemitraan dengan National Chung Cheng University, FISH UNJ berharap dapat membangun ekosistem akademik yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing global. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen FISH UNJ untuk menghadirkan internasionalisasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi, pencapaian kinerja institusi, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. []
FISH UNJ Perkuat Wawasan Global Mahasiswa melalui Kuliah Umum Internasional bersama UiTM Malaysia
Kerja Sama Internasional FISH UNJ Perkuat Wawasan Global Mahasiswa melalui Kuliah Umum Internasional bersama UiTM Malaysia Jakarta, 09 September 2026 Kuliah umum internasional Program Studi Ilmu Komunikasi UNJ bersama UiTM Malaysia. (Dok. FISH UNJ, 2026) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) terus memperkuat internasionalisasi pembelajaran melalui kolaborasi akademik lintas negara. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kuliah umum internasional bertajuk “Globalization and Southeast Asian Regionalism: Dynamics and Dilemmas” yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Komunikasi UNJ secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024. Kuliah umum menghadirkan Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A. (MIPR, APR), Senior Lecturer sekaligus Course Coordinator Public Relations Department, Faculty of Communication and Media Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia. Kegiatan dibuka dan dipandu bersama oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNJ, Nada Arina Romli, M.I.Kom., CPR. Pemaparan materi bersama Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A. (MIPR, APR), Senior Lecturer UiTM Shah Alam, Malaysia. (Dok. FISH UNJ, 2026) Globalisasi sebagai Fenomena Multidimensi dan Peran ASEAN Centrality Dalam pemaparannya, Najmi mengajak mahasiswa melihat globalisasi tidak hanya sebagai proses ekonomi, tetapi sebagai fenomena multidimensi yang turut melibatkan dinamika politik, sosial, budaya, teknologi, dan lingkungan. Di tengah dampak globalisasi yang tidak selalu dirasakan secara merata, Asia Tenggara memiliki posisi strategis dalam membangun respons kawasan melalui penguatan ASEAN Centrality dan integrasi regional. “Integrasi regional melalui ASEAN tidak menghilangkan globalisasi, melainkan membantu negara-negara di Asia Tenggara mengelolanya secara kolektif.” — Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A. (MIPR, APR) Pembahasan kemudian diarahkan pada tiga pilar utama ASEAN, yaitu Komunitas Politik-Keamanan, Komunitas Ekonomi, serta Komunitas Sosial-Budaya, sekaligus bagaimana perkembangan tersebut berpengaruh terhadap praktik komunikasi strategis dan diplomasi publik di kawasan Asia Tenggara. Decolonizing PR: Membaca Komunikasi melalui Konteks Lokal Menariknya, kuliah umum tidak hanya membawa mahasiswa pada perspektif global, tetapi juga mengajak mereka membaca kembali komunikasi melalui konteks lokal. Melalui pembahasan mengenai “Decolonizing PR”, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya menelaah kembali dominasi perspektif Barat dalam teori dan praktik kehumasan serta mempertimbangkan nilai-nilai komunikasi yang hidup di masyarakat Asia Tenggara. Nilai seperti musyawarah mufakat, penghormatan terhadap relasi sosial, serta filosofi Jawa “Ajining diri dumunung ana ing lathi” menjadi contoh bagaimana praktik komunikasi dapat dipahami melalui konteks budaya lokal. Perspektif tersebut menegaskan bahwa komunikasi strategis tidak semata berkaitan dengan penyampaian pesan, tetapi juga dengan kemampuan memahami nilai, identitas, dan cara masyarakat membangun keharmonisan sosial. Sesi diskusi interaktif bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024. (Dok. FISH UNJ, 2026) Generasi Muda sebagai Aktor Diplomasi Informal Diskusi berlangsung interaktif ketika mahasiswa membahas posisi generasi muda sebagai aktor diplomasi informal (Youth as Diplomatic Actors). Mahasiswa diajak melihat bahwa diplomasi pada era digital tidak lagi hanya berlangsung melalui hubungan resmi antarnegara, tetapi juga melalui interaksi masyarakat, komunitas, media, dan generasi muda di ruang digital. Mahasiswa juga diperkenalkan pada Issue Analysis Framework sebagai kerangka untuk membaca persoalan komunikasi secara lebih sistematis. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengidentifikasi isu global dan regional, tetapi juga memahami aktor, kepentingan, konteks, serta konsekuensi komunikasi yang menyertainya. Memperkuat Jejaring Akademik Internasional FISH UNJ Pelaksanaan kuliah umum internasional ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang semakin terbuka terhadap perspektif internasional sekaligus tetap berpijak pada konteks sosial dan budaya kawasan. Kolaborasi dengan akademisi dari UiTM Malaysia juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara yang memiliki kedekatan geografis dan budaya sekaligus menghadapi dinamika komunikasi global yang terus berkembang. Melalui kegiatan tersebut, FISH UNJ terus mendorong mahasiswa untuk memiliki perspektif global, sensitivitas terhadap konteks lokal, serta kemampuan berpikir kritis dalam membaca perubahan komunikasi di tingkat regional maupun internasional. Upaya ini sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional FISH UNJ dalam mendukung pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika masyarakat global. Penulis: AndienAulia/RyanFatehTim FISH Media Center 2026 Tag: FISH UNJ, UiTM Malaysia, Kuliah Umum Internasional, Ilmu Komunikasi UNJ, ASEAN Centrality, Decolonizing PR, Diplomasi Publik Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (22) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (53) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Transformasi Akademik dan Reputasi Global melalui Sosialisasi Pemeringkatan Universitas
Dokumentasi Sosialisasi Pemringkatan Universitas (Doc. FISHMed, 2026) Jakarta, 1 September 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan Sosialisasi Pemeringkatan Universitas Menuju World Class University pada Selasa, 1 September 2026, pukul 10.00–11.30 WIB di Ruang 212 Gedung K, FISH UNJ. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas meningkatkan mutu akademik sekaligus memperkuat kontribusi terhadap reputasi global Universitas Negeri Jakarta. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., dalam arahannya menekankan bahwa pemeringkatan universitas tidak semata-mata berkaitan dengan posisi dalam sebuah daftar peringkat, tetapi dapat menjadi momentum untuk mendorong transformasi budaya akademik di tingkat fakultas. Menurutnya, perhatian terhadap pemeringkatan telah mendorong perguruan tinggi untuk semakin serius membangun kerja sama, mengembangkan kolaborasi akademik, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menghasilkan publikasi dengan standar yang lebih tinggi. Jika sebelumnya publikasi nasional terakreditasi menjadi salah satu capaian utama, perkembangan saat ini menuntut sivitas akademika untuk mulai memperluas orientasi menuju jurnal terindeks DOAJ, Scopus, hingga Web of Science. “Reputasi global tidak dapat dibangun oleh satu atau dua pihak. Ia membutuhkan gerak bersama seluruh unsur fakultas. Karena itu, mari manfaatkan momentum pemeringkatan ini bukan sekadar untuk mengejar angka, tetapi sebagai proses transformasi agar FISH menjadi fakultas yang semakin baik, semakin bermutu, dan semakin dikenal melalui kontribusi akademiknya,” ujar Firdaus. Ia menambahkan bahwa peningkatan mutu akademik dan penguatan reputasi internasional harus berjalan beriringan. Kerja sama yang dibangun perlu menghasilkan kegiatan akademik yang nyata, mulai dari kelas kolaboratif, penelitian bersama, hingga publikasi internasional yang berkelanjutan. Sambutan Pimpinan oleh Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., Dr. Kurniawati, M.Si., Dr. Elisabeth Nugrahaeni P.S, M.Si. Dr. RA. Murti Kusuma Wirasti, S.IP., M.Si. (Doc. FISHMed, 2026) Direktur Inovasi Sistem Informasi dan Pemeringkatan UNJ, Dr. R.A. Murti Kusuma Wirasti, M.Si., turut menyoroti tantangan mempertahankan capaian pemeringkatan universitas. Menurutnya, meraih suatu posisi merupakan tantangan, tetapi mempertahankan dan meningkatkannya membutuhkan kerja yang lebih konsisten. “Yang sulit bukan hanya meraih, tetapi lebih sulit mempertahankan,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa salah satu kontribusi penting yang dapat diberikan fakultas adalah peningkatan publikasi, tidak hanya dari sisi jumlah tetapi juga kualitas. Publikasi pada jurnal kuartil Q1 dan Q2 menjadi semakin penting dalam memperkuat indikator akademik universitas. Selain kualitas publikasi, keberlanjutan jejaring kolaborasi internasional juga menjadi perhatian. Kolaborasi dengan mitra luar negeri perlu dijaga agar tidak berhenti pada satu kegiatan atau satu publikasi. Sebagai ilustrasi, kerja sama UNJ dengan sebuah universitas mitra idealnya dikembangkan menjadi hubungan akademik berkelanjutan yang menghasilkan beberapa publikasi dalam periode lima tahun. Sosialisasi oleh Dr. RA. Murti Kusuma Wirasti, S.IP., M.Si. (Doc. FISHMed, 2026) Dr. Murti juga mencontohkan pentingnya memperluas jaringan kolaborator akademik. Seorang akademisi tidak selalu harus memiliki jumlah publikasi yang sangat besar, tetapi jejaring kolaborasi yang luas dapat menjadi modal strategis dalam membangun kerja sama internasional. Karena itu, kolaborasi yang telah terbentuk perlu dijaga keberlanjutannya sekaligus diperluas ke perguruan tinggi dan negara baru. Dalam konteks ekspansi jejaring, perguruan tinggi di Malaysia yang selama ini banyak menjadi mitra institusi Indonesia dinilai tidak lagi cukup menjadi satu-satunya prioritas. UNJ perlu memperluas jejaring menuju kawasan dan negara lain untuk meningkatkan diversifikasi mitra internasional. Saat ini, data QS UNJ disebut telah berada di atas rata-rata Asia pada sejumlah indikator, tetapi capaian tersebut masih perlu diperkuat agar mampu mendorong UNJ masuk lebih kompetitif dalam World University Rankings. Dalam konteks inilah kontribusi setiap fakultas, termasuk FISH, menjadi semakin strategis. Materi mengenai pemeringkatan juga disampaikan oleh Tian Abdul Aziz, Ph.D., Kepala Subdirektorat Inovasi dan Hilirisasi. Ia menjelaskan posisi UNJ berdasarkan hasil THE World University Rankings 2026, yang menunjukkan bahwa salah satu kekuatan UNJ berada pada aspek teaching atau pendidikan, sementara keterhubungan dengan sektor industri masih menjadi area yang perlu diperkuat. Kondisi tersebut membuka ruang bagi fakultas untuk tidak hanya meningkatkan produktivitas akademik, tetapi juga membangun kolaborasi yang lebih luas dengan dunia industri, institusi internasional, dan berbagai mitra strategis lainnya. Dengan demikian, aktivitas pendidikan, penelitian, publikasi, inovasi, dan kerja sama dapat memberikan kontribusi yang semakin terukur terhadap performa universitas pada tingkat global. Kegiatan turut dihadiri oleh Dr. Kurniawati, M.Si., Wakil Dekan I FISH UNJ; Dr. Aris Munandar, M.Si., Wakil Dekan II FISH UNJ; Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si.; serta para dosen yang tergabung dalam tim kerja sama dan internasionalisasi FISH UNJ. Melalui sosialisasi ini, FISH UNJ mendorong sivitas akademika untuk melihat pemeringkatan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai instrumen evaluasi dan transformasi. Peningkatan kualitas publikasi, perluasan kolaborasi lintas negara, penguatan jejaring akademik yang berkelanjutan, serta keterhubungan dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Sebagai bagian dari Universitas Negeri Jakarta, FISH UNJ terus memperkuat perannya sebagai fakultas yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi global, dengan menjadikan kualitas akademik dan jejaring internasional sebagai fondasi untuk menghasilkan kontribusi yang semakin luas bagi universitas, masyarakat, dan komunitas akademik dunia. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (23) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prof. Adam Possamai dari Western Sydney University Bagikan Strategi Publikasi Akademik dalam Workshop Research Methodology di FISH UNJ
Jakarta, 24 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menggelar Workshop Research Methodology bersama Prof. Dr. Adam Possamai dari Western Sydney University pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 13.00–15.30 WIB di Gedung SFD, Lantai 10, Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan yang dimoderatori oleh Mega Ayu Permatasari, M.Si. ini membahas berbagai strategi dalam menulis dan mempublikasikan karya akademik, memilih kanal publikasi yang tepat, menghadapi kritik dan penolakan, hingga memperluas dampak penelitian. Prof. Possamai mengawali sesi dengan mengajak peserta mengenali karakter diri sebagai penulis. Menurutnya, setiap akademisi memiliki pola kerja yang berbeda, mulai dari waktu paling produktif untuk menulis, kecenderungan sebagai fast writer–slow editor atau slow writer–fast editor, hingga pilihan antara menulis secara konsisten atau melalui periode writing burst. Pemahaman terhadap karakter dan pola kerja tersebut penting agar produktivitas menulis dapat tetap terjaga di tengah berbagai tuntutan pekerjaan dan kehidupan personal. Ia juga menekankan pentingnya membangun ketahanan akademik dalam menghadapi kritik dan penolakan dalam proses publikasi. “Being an academic is like being a superhero. You must have thick skin and solve the crime. What kind of crime? Do the investigation and solve it,” ujar Prof. Dr. Adam Possamai. Menurutnya, kritik merupakan bagian yang wajar dari perjalanan seorang akademisi dan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas karya. Karena itu, publikasi perlu dipandang sebagai sebuah strategic journey. Penulis perlu mengenali jurnal atau penerbit yang dituju, memeriksa reputasi dan indeksasinya, memahami pola sitasi dalam bidang kajian terkait, serta menghindari jurnal predator. Prof. Possamai juga menyarankan penulis untuk memahami percakapan akademik yang berkembang dalam jurnal yang dituju melalui pembacaan dan pengutipan artikel-artikel yang relevan. Ia merangkum strategi publikasi melalui tiga tahapan penting: cite your article, promote your article, and defend your article. Menurutnya, proses akademik tidak berhenti ketika sebuah artikel berhasil diterbitkan. Publikasi perlu dilanjutkan dengan upaya memperkenalkan karya kepada khalayak yang lebih luas serta kesiapan mempertahankan argumentasi dalam berbagai ruang diskusi akademik dan publik. Dalam konteks penerbitan buku, keunikan dan kontribusi topik menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan oleh penulis maupun editor. Bagi akademisi yang juga berprofesi sebagai dosen, Prof. Possamai mendorong agar buku yang ditulis tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga dapat benar-benar dimanfaatkan oleh mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya prinsip “publish regularly to be known”. Menurutnya, konsistensi dalam menghasilkan dan mempublikasikan karya dapat membantu akademisi membangun reputasi dan rekam jejak keilmuan. Di sisi lain, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk membawa hasil penelitian keluar dari lingkup akademik dan masuk ke dalam diskusi publik. Dengan demikian, pengetahuan yang dihasilkan melalui penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas, termasuk terhadap kebijakan dan persoalan sosial. Menjelang akhir sesi, diskusi berkembang pada posisi ilmu sosial di tengah semakin kuatnya perhatian terhadap bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Prof. Possamai menegaskan bahwa ilmu sosial tetap memiliki posisi strategis karena setiap perkembangan teknologi pada akhirnya selalu berhubungan dengan manusia, masyarakat, konsekuensi sosial, serta berbagai persoalan kemanusiaan. Menurutnya, penelitian ilmu sosial tidak cukup hanya mengidentifikasi persoalan dan menunjukkan apa yang salah. Ilmu sosial juga perlu menghadirkan kemungkinan solusi dan menawarkan jalan ke depan. “We should propose and make sure to persuade everybody that social sciences is what we need today and for the future of a better tomorrow,” ujarnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan FISH UNJ serta para koordinator program studi di lingkungan FISH UNJ. Kehadiran pimpinan fakultas menunjukkan dukungan terhadap penguatan kapasitas akademik dan budaya riset di lingkungan FISH UNJ. Dekan FISH UNJ menyampaikan harapan agar kegiatan bersama akademisi internasional seperti ini tidak berhenti sebagai forum berbagi pengetahuan, tetapi dapat mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas riset sivitas akademika FISH UNJ. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya riset di FISH UNJ, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan dosen sebagai peneliti untuk menghasilkan publikasi berkualitas, tetapi juga dalam memastikan bahwa penelitian ilmu sosial memiliki relevansi dan dampak yang nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dengan akademisi internasional juga diharapkan membuka lebih banyak peluang untuk membangun jejaring, kolaborasi penelitian, dan publikasi internasional bagi sivitas akademika FISH UNJ,” ujar Dekan FISH UNJ. Melalui workshop ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa produktivitas akademik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis dan menerbitkan karya, tetapi juga dengan ketahanan menghadapi kritik, strategi memilih kanal publikasi, konsistensi membangun rekam jejak akademik, serta kemampuan memastikan pengetahuan yang dihasilkan tetap relevan dan memberikan dampak bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperkuat budaya akademik yang produktif, reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak melalui pertukaran pengetahuan dengan akademisi internasional. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat semakin memperluas jejaring akademik internasional, meningkatkan kualitas publikasi dan penelitian, serta memperkuat posisi ilmu sosial dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat di tingkat nasional maupun global. Team Liput: JRPS, NEA, RDSEditor: FW Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (70) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (23) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (33) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Jajaki Kolaborasi Pengembangan Ilmu Sosial Indonesia–Australia bersama Western Sydney University
Jakarta, 25 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) bersama Western Sydney University dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menjajaki kolaborasi akademik untuk memperkuat pengembangan ilmu sosial antara Indonesia dan Australia. Penjajakan tersebut diarahkan pada pengembangan joint research, publikasi bersama, pertukaran pengetahuan, serta penyelenggaraan simposium internasional yang berpotensi dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, atau Sydney. Inisiatif kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya FISH UNJ di bawah kepemimpinan Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., untuk memperluas jejaring akademik internasional dan memperkuat posisi ilmu sosial Indonesia dalam percakapan akademik global. Penjajakan kolaborasi melibatkan akademisi dari Western Sydney University, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Paramadina, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), dan Universitas Negeri Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ruang awal untuk mengidentifikasi isu strategis, kepakaran, serta berbagai bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan secara kolaboratif dalam bidang ilmu sosial. Firdaus Wajdi Dorong Kolaborasi Riset Indonesia–Australia Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., menyambut positif peluang kolaborasi akademik antara Indonesia dan Australia. Menurutnya, kerja sama lintas negara memiliki nilai strategis karena Indonesia dan Australia memiliki konteks sosial yang berbeda, tetapi pada saat yang sama menghadapi berbagai persoalan kontemporer yang dapat dikaji dan dipahami melalui perspektif akademik bersama. “Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi jembatan bagi pengembangan ilmu sosial antara Indonesia dan Australia. Bukan hanya melalui penyelenggaraan kegiatan akademik, tetapi juga melalui riset bersama yang memungkinkan akademisi dari kedua negara saling bertukar perspektif, pengalaman, dan pengetahuan dalam memahami berbagai dinamika sosial yang terus berkembang,” ujar Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ. Firdaus Wajdi menambahkan bahwa kolaborasi internasional perlu diarahkan pada kerja sama yang menghasilkan keluaran akademik yang konkret dan berkelanjutan. “Harapannya, penjajakan ini dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret dalam bentuk joint research, publikasi bersama, konferensi, dan simposium internasional. Kami ingin internasionalisasi tidak hanya berarti membangun jejaring, tetapi juga menghasilkan pengetahuan bersama yang memiliki kualitas akademik dan relevansi sosial,” lanjut Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi. Menurutnya, keterlibatan akademisi dari berbagai institusi dan disiplin ilmu menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat. Pertemuan lintas institusi diharapkan dapat berkembang menjadi jejaring akademik yang mampu menghasilkan penelitian, publikasi, forum ilmiah, dan berbagai bentuk pertukaran pengetahuan yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu sosial di Indonesia maupun Australia. Membuka Peluang Riset Multidisipliner Pertemuan tersebut turut dihadiri Juni Alfiah Chsjairi, Ph.D. dari Universitas Paramadina; Ahmad Abrori, Ph.D. dari FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; serta Muhammad Hasan Basri dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA). Sementara itu, FISH UNJ diwakili oleh Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi, Ph.D., Wakil Dekan III Dr. E. Nugrahaeni P., serta akademisi lintas program studi, yaitu Abdul Hakam, Ph.D., Dr. Bina Panggayuh, dan Ahmad Nur Fahmi, M.Pd. dari Pendidikan Agama Islam; Noprita Herari, M.I.Kom. dari Ilmu Komunikasi; serta Syifa Syarifah, M.Sc. dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Komposisi akademisi dengan latar belakang keilmuan yang beragam membuka peluang bagi pengembangan agenda riset multidisipliner. Sejumlah isu seperti agama dan masyarakat, gerakan sosial dan kepemudaan, komunikasi, kewarganegaraan, serta berbagai bentuk transformasi sosial kontemporer dapat menjadi titik temu bagi pengembangan penelitian bersama Indonesia–Australia. Keragaman perspektif tersebut juga dinilai penting untuk menghasilkan kajian ilmu sosial yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi mampu membaca persoalan sosial secara lebih komprehensif. Kolaborasi lintas disiplin memungkinkan isu yang sama dikaji dari berbagai perspektif sehingga menghasilkan pemahaman dan rekomendasi yang lebih kaya. Menuju Joint Research dan Simposium Internasional Selain joint research, salah satu peluang yang dibahas adalah pengembangan konferensi dan simposium bidang ilmu sosial yang dapat diselenggarakan secara bergantian di Indonesia dan Australia. Jakarta dan Surabaya menjadi lokasi potensial penyelenggaraan kegiatan di Indonesia, sementara Sydney menjadi salah satu titik pengembangan kegiatan akademik di Australia. Bagi FISH UNJ, pengembangan forum akademik internasional tersebut dapat menjadi ruang strategis untuk mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, serta pemangku kepentingan dari kedua negara. Forum tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pertukaran gagasan dan pengembangan agenda riset yang berangkat dari persoalan-persoalan sosial di kawasan Asia-Pasifik. Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ, menegaskan bahwa penguatan jejaring internasional perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas akademik di dalam negeri. “Kami ingin FISH UNJ semakin terbuka terhadap kolaborasi internasional sekaligus semakin kuat dalam menghasilkan penelitian dan publikasi yang berkontribusi pada pengembangan ilmu sosial. Kolaborasi seperti ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi institusi, tetapi juga membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam jejaring akademik internasional,” ungkap Firdaus. Ia berharap kerja sama yang sedang dijajaki dapat berkembang secara bertahap dari pertemuan awal menjadi agenda akademik yang lebih terstruktur. “Kami berharap dari pertemuan ini lahir agenda bersama yang konkret dan berkelanjutan. Dari networking kita bergerak menuju collaboration, dari kolaborasi menghasilkan riset dan publikasi bersama, dan pada akhirnya pengetahuan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ. Melalui kolaborasi tersebut, FISH UNJ mendorong agar internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui perluasan jejaring, tetapi juga melalui produksi pengetahuan bersama, peningkatan kualitas riset dan publikasi, serta penguatan kontribusi ilmu sosial terhadap persoalan masyarakat. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan antara akademisi Indonesia dan Australia dalam membaca, mendiskusikan, dan memberikan perspektif akademik terhadap berbagai tantangan sosial pada tingkat lokal, nasional, maupun global. Di bawah kepemimpinan Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi, Ph.D., FISH UNJ terus mendorong penguatan budaya riset, publikasi akademik, kolaborasi multidisipliner, dan internasionalisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat peran ilmu sosial dalam menjawab tantangan masa depan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (69) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (3) Penelitian (23) Pengabdian (23) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (33) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
International Lecturer FISH UNJ Bahas Agama Kontemporer dan Masyarakat Aborigin Australia
Jakarta, 24 Agustus 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan International Lecturer dengan menghadirkan Prof. Dr. Adam Possamai dari Western Sydney University sebagai narasumber pada Senin, 24 Agustus 2026. Mengangkat tema “Contemporary Religion and Australian Aboriginal Peoples,” kegiatan berlangsung di Gedung SFD Lantai 10, pukul 09.00–11.00 WIB, dan dimoderatori oleh Syifa Syarifa, S.Pd., M.Sc. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FISH UNJ di bawah kepemimpinan Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., dalam memperkuat atmosfer akademik internasional dan memperluas wawasan global mahasiswa melalui interaksi langsung dengan akademisi dari perguruan tinggi internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh ruang pembelajaran untuk memahami hubungan antara agama kontemporer, masyarakat Indigenous, identitas, sejarah, dan dinamika sosial di Australia. Perspektif masyarakat Aborigin Australia menunjukkan bahwa agama dan spiritualitas tidak hanya berkaitan dengan sistem kepercayaan, tetapi juga beririsan dengan budaya, identitas komunitas, relasi dengan lingkungan, pengalaman sejarah, serta perjuangan atas pengakuan dan kesetaraan. Memahami Keragaman Masyarakat Aborigin Australia Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Adam Possamai menjelaskan bahwa masyarakat Aborigin Australia bukanlah satu kelompok yang homogen. Mereka terdiri atas beragam komunitas dengan identitas, nama, bahasa, tradisi, serta pengalaman lokal yang berbeda. Keragaman tersebut penting dipahami agar masyarakat Indigenous tidak direpresentasikan secara sederhana sebagai satu identitas tunggal. Pemahaman yang lebih kontekstual diperlukan untuk melihat hubungan antara identitas, budaya, agama, sejarah, dan kehidupan sosial masyarakat Aborigin Australia. Salah satu isu sejarah yang turut dibahas adalah Stolen Generations, yaitu periode ketika anak-anak Aboriginal dan Torres Strait Islander dipisahkan secara paksa dari keluarga dan komunitas mereka melalui berbagai kebijakan pemerintah. Pembahasan mengenai isu tersebut membuka perspektif peserta tentang bagaimana kebijakan masa lalu dapat meninggalkan dampak sosial, budaya, dan identitas yang panjang hingga generasi berikutnya. Selain memahami pengalaman historis masyarakat Aborigin, peserta juga diajak mencermati perkembangan sikap masyarakat Australia terhadap isu kesetaraan, pengakuan, serta hubungan antara masyarakat Indigenous dan masyarakat Australia secara lebih luas. Materi kemudian berkembang dalam diskusi mengenai agama, keberagaman, hak masyarakat Indigenous, serta bagaimana masyarakat modern membangun hubungan yang lebih inklusif dengan kelompok yang memiliki latar belakang budaya dan spiritual berbeda. Dari Australia untuk Memahami Keberagaman Indonesia Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan refleksi dari peserta. Salah satu isu yang mengemuka adalah bagaimana nilai-nilai agama yang mengajarkan kepedulian terhadap sesama dan alam dapat diterjemahkan menjadi perilaku sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan tersebut juga membuka perspektif komparatif bagi mahasiswa untuk melihat pengalaman masyarakat Aborigin Australia dalam kaitannya dengan keberagaman masyarakat adat, agama, dan budaya di Indonesia. Dengan demikian, pembelajaran mengenai masyarakat Indigenous Australia tidak hanya menjadi pengetahuan tentang negara lain, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk merefleksikan keberagaman dan persoalan sosial di Indonesia. Pada penghujung kegiatan, Prof. Adam Possamai menekankan pentingnya memahami masyarakat Aborigin melalui perspektif keberagaman, identitas, sejarah, pengakuan, dan kesetaraan. “Today we learned that Aboriginal peoples are incredibly diverse, with many different communities, identities, and local names. We also learned about the Stolen Generations and how historical policies continue to shape identity and society today. This lecture reminds us that understanding Aboriginal peoples is not only about learning their history, but also about understanding diversity, identity, recognition, and equality.” Firdaus Wajdi Dorong Mahasiswa Berperspektif Global Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., menyambut positif penyelenggaraan International Lecturer sebagai bagian dari penguatan pendidikan ilmu sosial yang berwawasan global. Menurutnya, mahasiswa ilmu sosial perlu memiliki kemampuan untuk memahami berbagai persoalan masyarakat dari perspektif yang beragam dan tidak terbatas pada konteks lokal. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memperluas cara pandang mahasiswa FISH UNJ. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai masyarakat dan persoalan sosial di Indonesia, tetapi juga memahami bagaimana isu agama, identitas, masyarakat Indigenous, dan keberagaman dibicarakan dalam konteks negara lain. Dari sana, mahasiswa dapat membangun perspektif yang lebih kritis, komparatif, dan terbuka,” ujar Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ. Firdaus Wajdi menambahkan bahwa pengalaman belajar bersama akademisi internasional diharapkan tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga membentuk kemampuan mahasiswa untuk menghubungkan perspektif global dengan realitas sosial Indonesia. “Harapan kami, mahasiswa mampu membawa wawasan global tersebut kembali ke konteks Indonesia. Indonesia juga memiliki keragaman agama, budaya, masyarakat adat, dan identitas yang sangat kaya. Karena itu, pemahaman terhadap pengalaman masyarakat di negara lain dapat membantu mahasiswa melihat persoalan di Indonesia secara lebih reflektif dan komparatif,” lanjut Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi. Menurutnya, internasionalisasi pembelajaran merupakan bagian penting dari pengembangan pendidikan tinggi di bidang ilmu sosial. Interaksi dengan akademisi internasional dapat memperkenalkan mahasiswa pada perspektif, tradisi akademik, serta pengalaman sosial yang berbeda sekaligus membuka peluang bagi pengembangan jejaring akademik yang lebih luas. Memperkuat Atmosfer Akademik Internasional FISH UNJ Melalui kegiatan International Lecturer ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan mengenai masyarakat dan agama dalam konteks Australia, tetapi juga mampu mengembangkan perspektif kritis dan komparatif dalam melihat isu keberagaman, identitas, agama, masyarakat Indigenous, dan kehidupan multikultural. Pengalaman tersebut penting dalam membentuk sensitivitas akademik mahasiswa terhadap dinamika sosial yang berkembang dalam konteks lokal maupun global. Pembelajaran semacam ini juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk melihat ilmu sosial bukan sekadar sebagai kajian teoritis, tetapi sebagai bidang ilmu yang membantu memahami kompleksitas kehidupan manusia dan masyarakat. Penyelenggaraan International Lecturer menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ di bawah kepemimpinan Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi, Ph.D. untuk memperkuat atmosfer akademik internasional, memperluas wawasan global mahasiswa, serta menghadirkan pembelajaran yang kritis, inklusif, dan relevan dengan perkembangan masyarakat global. Ke depan, FISH UNJ terus mendorong semakin banyak ruang pertemuan antara mahasiswa, dosen, dan akademisi internasional. Harapannya, internasionalisasi pembelajaran dapat membentuk lulusan FISH UNJ yang memiliki wawasan global, kemampuan berpikir kritis dan komparatif, sekaligus tetap memiliki kepekaan yang kuat terhadap persoalan sosial, budaya, dan kemanusiaan di Indonesia. Team Liputan: JRPS, NEAEditor: FISHMED Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (68) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (2) Penelitian (23) Pengabdian (23) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (33) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Rumpun Geografi UNJ Berpartisipasi dalam The 3rd ICoAGPG 2026 dan PIT IGI XXVIII & Kongres IGI di Universitas Sebelas Maret, Surakarta
Surakarta, 6 – 7 Agustus 2026, Rumpun Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut berpartisipasi dalam The 3rd International Conference on Applied Geography and Geospatial Planning (ICoAGPG) yang diselenggarakan bersamaan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Geograf Indonesia (IGI) XXVIII dan Kongres IGI ke-28. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Ikatan Geograf Indonesia (IGI). Partisipasi tim Rumpun Geografi UNJ dalam kegiatan ini dilakukan secara hibrida: sebagian anggota tim mengikuti seluruh rangkaian acara secara daring (online) melalui Zoom, sementara sebagian lainnya dalam hal ini Wakil Dekan 2 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Dr. Aris Munandar, M.Pd beserta dosen rumpun geografi Filya Rizky Lestari, M.Han, Hikari Dwi Saputro, M.Pd., Umar Izuddin El Izzudin Kiat, M.P.W.K dan Lona Syafana Pasya, M.Si, hadir secara langsung sebagai presenter dan mengikuti KongresPIT IGI di lokasi kegiatan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Kegiatan hari pertama, Kamis (6/8), dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Sebelas Maret, dengan sambutan turut disampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara serta Ketua Umum Ikatan Geograf Indonesia. Acara pembukaan juga diisi dengan penampilan seni budaya, prosesi seremonial, dan sesi foto bersama seluruh peserta. Konferensi menghadirkan pembicara kunci (keynote speaker) serta lima pembicara undangan (invited speakers) dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri, meliputi Universitas Gadjah Mada, University of Waterloo (Kanada), Nanyang Technological University (Singapura), Utrecht University (Belanda), dan Universitas Sebelas Maret. Sesi-sesi tersebut membahas berbagai isu terkini seputar geografi terapan dan perencanaan keruangan, mulai dari mitigasi bencana, perubahan iklim, hingga tata kelola wilayah. Rangkaian hari pertama dilanjutkan dengan sesi paralel pemaparan makalah oleh para peserta dari berbagai institusi, yang menjadi wadah diseminasi hasil penelitian dan pemikiran di bidang geografi dan perencanaan geospasial. Malam harinya, kegiatan ditutup dengan gala dinner dan pelaksanaan Kongres IGI ke-28 oleh Dewan Eksekutif IGI. Pada hari kedua, Jumat (7/8), diselenggarakan field trip ke kawasan Gunungsewu UNESCO Global Geopark bagi para presenter yang terdaftar. Rangkaian kunjungan lapangan ini mencakup kunjungan ke Goa Gong, susur Sungai Maron, Pantai Ngiroboyo, hingga Pantai Klayar, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai bentang alam karst dan potensi geowisata di kawasan tersebut. Keikutsertaan dalam forum ilmiah nasional dan internasional seperti ICoAGPG dan PIT IGI ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Rumpun Geografi UNJ untuk memperluas jejaring akademik, mengikuti perkembangan mutakhir kajian geografi terapan dan perencanaan geospasial, serta mempererat kolaborasi dengan komunitas geograf di tingkat nasional maupun internasional. Melalui format partisipasi hibrida ini, seluruh anggota tim baik yang mengikuti secara daring maupun yang hadir langsung di Surakarta dapat menyerap manfaat dari forum ini secara maksimal, sekaligus membawa wawasan dan jejaring baru untuk mendukung pengembangan tridarma perguruan tinggi di lingkungan Program Studi Pendidikan Geografi UNJ. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (67) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (2) Penelitian (22) Pengabdian (22) Pengajaran (49) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (30) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ dan UiTM Sepakati MoA serta Enam Program Kolaborasi Internasional
Jakarta, 22 Juli 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) memperkuat jejaring akademik global melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Faculty of Communication and Media Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Penandatanganan dilaksanakan dalam agenda Strategic Meeting: Building Global Academic Partnerships pada Rabu, 22 Juli 2026, di Ruang 212 Gedung K FISH UNJ. Pertemuan tersebut tidak hanya menghasilkan kesepakatan kerja sama pada tingkat fakultas, tetapi juga menetapkan enam Implementation Arrangement (IA) sebagai langkah konkret pelaksanaan kolaborasi. Kesepakatan ini menegaskan komitmen FISH UNJ dan UiTM untuk mengembangkan kemitraan internasional yang berorientasi pada luaran akademik, manfaat sosial, dan keberlanjutan program. Delegasi UiTM dipimpin oleh Dekan Faculty of Communication and Media Studies, Prof. Dr. Abd Rasid Abd Rahman, bersama Deputy Dean of Research and Industrial Linkage, Assoc. Prof. Dr. Tengku Elena Tengku Mahamad, serta Head of the Center of Strategic Communication, Dr. Wan Norbani Wan Noordin. Dari FISH UNJ, kegiatan dihadiri oleh Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D; Wakil Dekan II, Dr. Aris Munandar; Wakil Dekan III, Dr. E. Nugrahaeni P.; serta jajaran dosen dan pengelola program studi. Enam IA yang disepakati mencakup satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama komunitas Mat Peci, tiga kolaborasi riset internasional, penunjukan akademisi sebagai editor jurnal, serta penyelenggaraan kuliah tamu internasional. Dari tiga kolaborasi riset tersebut, dua publikasi telah terindeks Scopus, hal ini memperkuat produktivitas riset, kualitas publikasi, dan rekognisi internasional dosen dari kedua institusi. Program pengabdian kepada masyarakat bersama komunitas Mat Peci menjadi salah satu bentuk penting dari kerja sama ini. Kegiatan tersebut dirancang agar pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi tidak berhenti dalam ruang akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Sementara itu, agenda riset dan publikasi bersama akan membuka ruang pertukaran perspektif antara akademisi Indonesia dan Malaysia dalam mengkaji isu-isu komunikasi, sosial, media, hukum, dan kemasyarakatan. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A. Ph.D, menyampaikan bahwa kerja sama internasional harus diwujudkan melalui program yang dapat diukur manfaatnya. “Inilah yang kita harapkan, bahwa kerja sama tidak sebatas administratif di atas kertas, tetapi memiliki dampak bagi publik, baik kepada masyarakat secara langsung maupun melalui kontribusi pada forum ilmiah internasional,” ujar Firdaus Wajdi, Ph.D Menurutnya, penetapan enam IA pada hari yang sama dengan penandatanganan MoA menunjukkan bahwa FISH UNJ dan UiTM telah memiliki arah implementasi yang jelas. Setiap program diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh program studi dan tim akademik dari kedua fakultas melalui jadwal, target luaran, dan evaluasi bersama. Prof. Dr. Abd Rasid Abd Rahman turut menegaskan optimisme UiTM terhadap keberlanjutan kemitraan tersebut. Ia memandang penandatanganan MoA sebagai awal untuk memperluas bentuk kolaborasi yang lebih beragam dan berdampak. “Saya sangat percaya bahwa kerja sama ini tidak hanya berhenti pada hari ini dan di ruangan ini. Penandatanganan ini justru semakin memperkuat peluang bagi kerja sama berikutnya yang lebih berdampak. Kami juga sangat terbuka terhadap kolaborasi dalam bentuk student mobility maupun student exchange, baik antarprogram studi maupun melalui mata kuliah tertentu,” ungkapnya. Peluang mobilitas mahasiswa menjadi salah satu agenda pengembangan yang akan dibahas lebih lanjut. Program tersebut dapat dilaksanakan melalui pertukaran mahasiswa, pembelajaran kolaboratif, kelas internasional, joint lecture, maupun keikutsertaan mahasiswa dalam proyek riset dan pengabdian masyarakat lintas negara. Dengan demikian, kerja sama tidak hanya memberikan rekognisi bagi institusi dan dosen, tetapi juga memperluas pengalaman global mahasiswa. Kolaborasi FISH UNJ dan UiTM mendukung pencapaian SDG 4: Quality Education melalui penguatan kualitas pembelajaran, riset, publikasi, dan mobilitas akademik internasional. Kerja sama ini juga berkontribusi terhadap SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kemitraan lintas negara yang dibangun berdasarkan kesetaraan, pertukaran pengetahuan, dan pencapaian tujuan bersama. Melalui pelaksanaan enam IA tersebut, FISH UNJ mempertegas posisinya sebagai fakultas yang aktif membangun kemitraan global berbasis luaran dan dampak. Agenda ini sekaligus mendukung IKU 5, khususnya dalam penguatan kerja sama dan penciptaan luaran kolaboratif bersama mitra internasional, serta membuka jalan bagi publikasi bereputasi, mobilitas mahasiswa, dan program akademik berkelanjutan antara FISH UNJ dan UiTM. Penulis: MARL, CKG FISH MEDIA CENTER, 2026. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (66) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (1) Penelitian (20) Pengabdian (17) Pengajaran (46) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (32) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (29) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Kemitraan Akademik Global Bersama Universiti Utara Malaysia Kuala Lumpur Campus Melalui Strategic Meeting
Jakarta, 8 Juli 2026 — Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menerima kunjungan delegasi Universiti Utara Malaysia Kuala Lumpur Campus (UUMKL) dalam rangkaian kegiatan Building Global Academic Partnerships yang diselenggarakan di Ruang 212, Lantai 2, Gedung K FISH UNJ. Kegiatan yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) ini bertujuan memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui berbagai program kerja sama antara kedua institusi. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., Wakil Dekan I Dr. Kurniawati, M.Si., Wakil Dekan II FISH UNJ Dr. Aris Munandar, M.Si., Wakil Dekan III FISH UNJ Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Dr. Dini Safitri, S.Sos., M.Si., CPR., dan jajaran dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISH UNJ, serta delegasi Universiti Utara Malaysia Kuala Lumpur Campus yang terdiri atas Prof. Dr. Norlena Hasnan selaku Provost UUMKL dan Assoc. Prof. Dr. Nik Adzrieman Abd Rahman selaku Dekan UUMKL. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., yang menyampaikan harapannya agar kerja sama antara Universitas Negeri Jakarta dan Universiti Utara Malaysia Kuala Lumpur Campus tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama saja, melainkan terus diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif di masa mendatang. “I believe this collaboration can continue in future with a better implementation from both sides,” ujar Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Norlena Hasnan yang menyampaikan komitmen Universiti Utara Malaysia Kuala Lumpur Campus dalam memperluas jejaring kolaborasi internasional. Beliau menjelaskan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi dosen maupun mahasiswa untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik berskala internasional. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penayangan video profil FISH UNJ dan Universiti Utara Malaysia Kuala Lumpur Campus. Melalui penayangan tersebut, kedua institusi saling memperkenalkan lingkungan akademik, capaian, serta keunggulan masing-masing. Selanjutnya, pihak UUMKL memaparkan profil institusi yang mencakup kekuatan akademik, capaian peringkat universitas, penghargaan, akreditasi, hingga berbagai fakultas dan program studi yang dimiliki. Dalam sesi diskusi, pihak Universiti Utara Malaysia Kuala Lumpur Campus menawarkan lima program kolaborasi yang akan dikembangkan, program tersebut meliputi penyelenggaraan International Conference on Management and Communication (ICMC) 2027, Two-Way Visiting Lecturer Series, Joint Grant Application, Postgraduate Research Colloquium, serta Joint Publication and Research Cluster. Pada kesempatan yang sama, pihak UUMKL juga menyampaikan bahwa salah satu bentuk kolaborasi yang telah terjalin dengan FISH UNJ adalah melalui program Joint Publication and Research Cluster yang melibatkan dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISH UNJ, Noprita Herari, M.I.Kom., dan Mega Ayu Permatasari, M.Si, melalui book chapter terindeks Scopus berjudul “Passion, Platform, and Power: A Strategic Framework for Digital Empowerment” di Juli 2026 ini. Menanggapi tawaran tersebut, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program kolaborasi yang ditawarkan. Salah satu usulan yang disampaikan adalah keterlibatan Universitas Negeri Jakarta sebagai co-host pada penyelenggaraan International Conference on Management and Communication (ICMC) 2027. Beliau juga menyampaikan kesiapan UNJ untuk menyediakan fasilitas penyelenggaraan konferensi serta membuka peluang partisipasi perguruan tinggi lain guna memperluas jejaring akademik. Diskusi kemudian berlanjut pada pembahasan implementasi program Two-Way Visiting Lecturer Series, Joint Grant Application, Postgraduate Research Colloquium, hingga penguatan program Joint Publication and Research Cluster kedepannya. Dalam kesempatan tersebut, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., turut mendorong Program Studi Ilmu Komunikasi untuk mulai mempersiapkan pengajuan program yang bisa mendukung program yang ditawarkan pada tahun mendatang sebagai tindak lanjut dari pembahasan yang telah dilakukan. Selain itu, kedua institusi juga mendiskusikan mekanisme pelaksanaan setiap program yang direncanakan akan berlangsung hingga Desember 2027, disertai pembagian peran dan penyusunan langkah tindak lanjut sebagai bentuk komitmen bersama dalam merealisasikan kerja sama internasional. Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) antara FISH Universitas Negeri Jakarta dan Universiti Utara Malaysia Kuala Lumpur Campus sebagai bentuk komitmen kedua institusi dalam mengembangkan kolaborasi akademik secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kerja sama antara Program Studi Ilmu Komunikasi FISH UNJ dan Universiti Utara Malaysia Kuala Lumpur Campus dapat terus berkembang melalui berbagai program akademik, penelitian, serta publikasi internasional yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua institusi. Penulis: GIC & NA Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (63) Kemahasiswaan (18) Penelitian (18) Pengabdian (17) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (58) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (23) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Program Studi Sosiologi FISH UNJ Perkuat Kolaborasi Internasional Bersama Mae Fah Luang University Thailand Melalui Diskusi Bersama dan Kuliah Umum
Jakarta, 8 Juli 2026 — Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menerima kunjungan delegasi dari Mae Fah Luang University (MFU), Thailand, melalui agenda diskusi kerja sama di Ruang 212 Lantai 2 Gedung K FISH UNJ yang dilanjutkan dengan kuliah umum bertajuk Social Innovation and Sustainable Development Goals: Lesson Learned from Thailand di Ruang Serba Guna, Gedung K, FISH UNJ. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik dan internasionalisasi antara kedua institusi. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., Wakil Dekan I Dr. Kurniawati, M.Si., Wakil Dekan II FISH UNJ Dr. Aris Munandar, M.Si., Wakil Dekan III FISH UNJ Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., serta delegasi MFU yang terdiri dari Asst. Prof. Dr. Thanikun Chantra, FHEA selaku Dean School of Social Innovation, dan Dr. Sawang Meesaeng selaku Representative Director of Bachelor of Arts Degree Program in International Development. Agenda kegiatan diawali dengan pertemuan antara delegasi Mae Fah Luang University dan jajaran pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ serta jajaran dosen Program Studi Sosiologi di Ruang 212, Lantai 2, Gedung K FISH UNJ. Pertemuan tersebut menjadi ajang ramah tamah sekaligus membahas peluang pengembangan kerja sama akademik antara kedua institusi. Dalam pertemuan tersebut, ditayangkan video profil Program Studi Sosiologi UNJ dan School of Social Innovation Mae Fah Luang University. Melalui kedua video tersebut, jajaran pimpinan dan delegasi dari kedua institusi diperkenalkan pada gambaran umum masing-masing institusi, mulai dari lingkungan akademik, sistem pembelajaran, hingga budaya kampus. Presentasi tersebut turut memperlihatkan karakteristik kehidupan mahasiswa di kedua negara, salah satunya penggunaan seragam oleh mahasiswa di perguruan tinggi Thailand yang berbeda dengan perguruan tinggi di Indonesia. Selanjutnya, Dr. Sawang Meesaeng memperkenalkan Mae Fah Luang University sebagai institusi yang berfokus pada pengembangan inovasi sosial dan pembangunan berkelanjutan. Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., juga menjelaskan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama Program Studi Sosiologi UNJ, mengingat adanya kesamaan fokus keilmuan di kedua institusi. “I think the discussion can go wider into the sort of what opportunities we might have, specifically about sociology. And I think, Bu Kaprodi, some of the subjects are also quite similar, such as gender, human sociology, human race, majority race. So i think we can cultivate more opportunities as well.” ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. Pada kesempatan yang sama, pihak Mae Fah Luang University menyampaikan rencana pengembangan kerja sama internasional melalui program pertukaran mahasiswa. Delegasi berharap mahasiswa MFU dapat mengikuti perkuliahan di Universitas Negeri Jakarta dengan dukungan mata kuliah yang selaras dengan kurikulum kedua institusi. Dosen Program Studi Sosiologi UNJ, Rusfadia Saktiyanti Jahja, M.Si., turut memaparkan profil Program Studi Sosiologi kepada delegasi Thailand. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan kurikulum, bidang keilmuan yang dipelajari mahasiswa, serta kompetensi dan spesialisasi yang dimiliki oleh masing-masing dosen sebagai potensi untuk mengembangkan kolaborasi akademik di masa mendatang. Sebagai tindak lanjut, kedua institusi berencana saling bertukar kurikulum serta mendiskusikan penyelenggaraan seminar akademik yang melibatkan masing-masing tiga akademisi dari Universitas Negeri Jakarta dan Mae Fah Luang University. Selain itu, turut dibahas peluang penyelenggaraan workshop penulisan ilmiah sebagai bagian dari penguatan kolaborasi internasional. Usai pertemuan, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum bertajuk Social Innovation and Sustainable Development Goals: Lesson Learned from Thailand yang menghadirkan Asst. Prof. Dr. Thanikun Chantra, FHEA, dan Dr. Sawang Meesaeng sebagai narasumber. Kuliah umum dipandu oleh Dr. Oetami Dewi sebagai moderator dan dan Achmad Firas Khudi, M.E., M.A. sebagai dosen pendamping. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai praktik inovasi sosial di Thailand serta implementasinya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas kolaborasi internasional yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika Universitas Negeri Jakarta maupun Mae Fah Luang University. Penulis: GIC & JRP Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (62) Kemahasiswaan (18) Penelitian (18) Pengabdian (17) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (58) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (23) Zona Integritas (3) Berita Terbaru