Subang, Jawa Barat – Tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (Prodi UPW FISH UNJ), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Wisata Sukamandi Masagi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan SDM Desa Wisata Sukamandi” sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Program ini dihadiri oleh berbagai unsur penggerak wisata desa, di antaranya Kepala Desa Sukamandi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengelola homestay, Karang Taruna, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Kelompok Wanita pegiat UMKM desa. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Kegiatan diawali dengan sambutan pembukaan oleh Kepala Desa Sukamandi, Bapak Agus Setiawan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian berkelanjutan yang diberikan Universitas Negeri Jakarta, khususnya Prodi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ, terhadap pengembangan Desa Wisata Sukamandi Masagi. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan UNJ sejak awal berdirinya desa wisata telah memberikan kontribusi penting dalam menggali dan mengembangkan berbagai potensi daya tarik wisata yang dimiliki Desa Sukamandi. Ia juga berharap kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta dan Desa Sukamandi dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Jenal Abidin S.Pd, M.M.Par, Lala Siti Sahara, M.Si, dan Candra Karismawan, M.Par. Dalam penyampaiannya, Jenal Abidin menekankan pentingnya peran pemilik homestay sebagai salah satu ruh utama dalam kegiatan wisata desa, khususnya dalam mendukung program wisata edukasi yang menjadi salah satu keunggulan paket wisata di Desa Wisata Sukamandi Masagi. Homestay tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga menjadi ruang interaksi budaya, pelayanan, dan pengalaman langsung bagi wisatawan untuk mengenal kehidupan masyarakat desa. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata; SDG 8: Decent Work and Economic Growth, melalui penguatan ekonomi lokal berbasis pariwisata, UMKM, dan homestay; serta SDG 11: Sustainable Cities and Communities, melalui pengembangan desa wisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, karena memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku wisata, BUMDes, pemuda, dan komunitas masyarakat. Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Jakarta berharap dapat terus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan desa wisata, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berdaya saing dan berkelanjutan (UPW FISH). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Raih Tujuh Penghargaan dalam Riset Expo dan LPPM UNJ Award 2026
Jakarta, 19 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini ditandai dengan capaian FISH UNJ yang berhasil meraih tujuh penghargaan dalam kegiatan Riset Expo dan LPPM UNJ Award Tahun 2026 yang mengusung tema “Globalisasi Riset UNJ untuk Meningkatkan Dampak dan Daya Saing.” Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika Lantai 2, Kampus A Universitas Negeri Jakarta. Agenda ini menjadi ruang apresiasi bagi sivitas akademika UNJ yang berkontribusi dalam pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, hak kekayaan intelektual, serta inovasi akademik yang berdampak luas. Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNJ, pembacaan doa, serta penampilan tari tradisional. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua LPPM UNJ, Prof. Dr. Iwan Sugihartono, M.Si., yang menyampaikan harapan agar UNJ terus meningkatkan karya-karya riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris Umum UNJ, Prof. Dr. Suyono, M.Si., mewakili Rektor UNJ. Dalam sambutannya, Prof. Suyono menekankan bahwa riset perguruan tinggi perlu bergerak melampaui capaian akademik semata, yaitu dengan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, dunia industri, pemerintah, dan komunitas internasional. “Riset harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, dunia industri, pemerintah, serta komunitas internasional. Riset juga harus mampu memperkuat posisi universitas dalam percaturan global melalui kolaborasi internasional, inovasi, dan kontribusi dalam penyelesaian persoalan dunia,” ujar Prof. Suyono. Pada kesempatan tersebut, Prof. Suyono juga memberikan motivasi kepada para dosen dan peneliti agar terus berkarya, menulis, berinovasi, dan mengabdi dalam dunia akademik. Pembukaan acara secara resmi ditandai dengan pemukulan gong. Kegiatan ini turut menghadirkan orasi ilmiah dari Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Saintek Kemendiktisaintek, Prof. Yudhi Dharma, Ph.D. Dalam orasinya, Prof. Yudhi membahas sejumlah isu strategis, mulai dari sebaran jurnal di Asia Tenggara, rantai nilai komoditas strategis Indonesia, hingga pentingnya mengonversi kekayaan alam menjadi riset yang memiliki nilai manfaat dan daya saing. Sebagai bagian dari rangkaian acara, UNJ juga menayangkan video produk inovasi, meluncurkan Aplikasi HKI UNJ, serta menyerahkan sejumlah luaran akademik, antara lain Buku Bunga Rampai Pengabdian, Katalog Jurnal, Buku Hasil Riset Terapan, Buku Kajian Desa Bulak, dan Buku Kajian RSSG Kota Depok. Dalam sesi LPPM UNJ Award 2026, FISH UNJ berhasil mencatatkan capaian membanggakan melalui tujuh penghargaan. Prof. Dr. M. Japar, M.Si. meraih Dosen Terbaik 3 pada kategori Bidang Penelitian Kompetitif Nasional (Dikti & BRIN) Individu. Pada bidang Hak Kekayaan Intelektual, Rayuna Handawati, S.Si., M.Pd. meraih Dosen Terbaik 1 kategori Hak Cipta Tahun 2025. FISH UNJ juga meraih Fakultas Terbaik 3 dalam kategori Bidang Jurnal UNJ Terakreditasi SINTA Terbanyak. Selain itu, Jurnal Saskara dari FISH UNJ memperoleh penghargaan sebagai Jurnal Baru Terakreditasi SINTA Terbaik dalam kategori Bidang Jurnal UNJ Terakreditasi Tahun 2025. Prestasi lain diraih pada kategori SINTA Score (Buku), yaitu Dr. Dini Safitri, S.Sos., M.Si. sebagai Dosen Terbaik 1 dan Noprita Herari, M.I.Kom. sebagai Dosen Terbaik 2. Sementara itu, Prof. Dr. Desy Safitri, M.Si. meraih penghargaan sebagai dosen dengan SINTA Score 3Yr Individu Tertinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerja Sama FISH UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi refleksi dari kerja kolektif sivitas akademika FISH dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan berdampak. “Capaian ini bukan hanya tentang jumlah penghargaan yang diterima, tetapi tentang bagaimana FISH UNJ terus membangun budaya riset, publikasi, inovasi, dan pengabdian yang semakin kuat. Kami berharap penghargaan ini menjadi energi positif bagi dosen, peneliti, pengelola jurnal, dan seluruh sivitas akademika FISH untuk menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mendukung pencapaian SDGs, serta memperkuat kontribusi UNJ di tingkat nasional dan global,” ujar Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si. Capaian FISH UNJ dalam Riset Expo dan LPPM UNJ Award 2026 juga memiliki relevansi dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui penguatan riset dan publikasi ilmiah; SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, melalui pengembangan inovasi dan hak kekayaan intelektual; serta SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui dorongan kolaborasi akademik, diseminasi ilmu pengetahuan, dan kontribusi riset yang dapat menjawab tantangan masyarakat. Melalui capaian ini, FISH UNJ menegaskan posisinya sebagai fakultas yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu sosial, hukum, pendidikan, dan komunikasi, tetapi juga pada penciptaan dampak akademik dan sosial yang berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa FISH UNJ terus bergerak dalam memperkuat reputasi kelembagaan, meningkatkan kualitas luaran akademik, serta mendukung visi UNJ sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Penulis: GSFI, SZ Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (53) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (32) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (47) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Literasi Media dan Pemberdayaan Komunitas Sungai Ciliwung melalui Kegiatan PkM di Mat Peci Green Camp
(ki-ka) Mega Ayu Permatasari, M.Si, Nada Arina Romli, M.I.Kom, Sandy Allifiansyah, Ph.D, Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A, Dr. M. Fikri Akbar, Noprita Herari, M.I.Kom Jakarta Selatan, 10 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) melalui dosen Program Studi Ilmu Komunikasi serta Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Mat Peci Green Camp, Sekolah Sungai Ciliwung, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Komunitas Mat Peci melalui Kemitraan untuk Penguatan Literasi Media”. Program tersebut menjadi bentuk nyata komitmen FISH UNJ dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Kegiatan PkM ini melibatkan sejumlah dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi FISH UNJ, yaitu Nada Arina Romli, M.I.Kom., Mega Ayu Permatasari, M.Si., Noprita Herari, M.I.Kom., Dr. M. Fikri Akbar, M.Si., dan Sandy Allifiansyah, Ph.D. Sementara itu, dari Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital turut hadir Wina Puspita Sari, M.Si., Afina Ruqayyah, M.I.Kom., dan Rico Fernando Siregar, M.I.Kom. Kegiatan ini juga diperkuat dengan kehadiran dosen tamu internasional dari Faculty of Communication and Media Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, yaitu Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A. Kehadiran akademisi internasional tersebut memperluas dimensi kolaborasi FISH UNJ dalam pengembangan kajian komunikasi, khususnya pada isu literasi media, komunikasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Mat Peci Green Camp sendiri merupakan bagian dari Sekolah Sungai Ciliwung yang dikelola oleh Komunitas Mat Peci Ciliwung. Komunitas ini dikenal aktif dalam gerakan edukasi lingkungan, pelestarian kawasan Sungai Ciliwung, serta pemberdayaan warga bantaran sungai. Kegiatan turut dihadiri oleh pendiri Komunitas Mat Peci Ciliwung, Usman Firdaus, bersama warga setempat, karang taruna, dan anak-anak komunitas. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ berupaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami, mengelola, dan menyebarluaskan informasi secara bertanggung jawab. Literasi media menjadi aspek penting karena komunitas lokal saat ini tidak hanya membutuhkan kemampuan menjaga lingkungan secara fisik, tetapi juga kemampuan mengomunikasikan gerakan mereka melalui media digital agar dapat menjangkau publik yang lebih luas. Nada Arina Romli, M.I.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan PkM ini tidak hanya berfokus pada edukasi lingkungan, tetapi juga pada penguatan kemandirian komunitas melalui pengelolaan potensi lokal, termasuk kebun komunitas. Menurutnya, pemberdayaan berbasis lingkungan dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan penguatan solidaritas sosial masyarakat. Penyerahan plakat apresiasi kepada Usman Firdaus, selaku pendiri Komunitas Mat Peci Ciliwung oleh Wina Puspita Sari, M.Si, Afina Ruqayyah, M.I.Kom., dan Rico Fernando Siregar, M.I.Kom Sementara itu, Wina Puspita Sari, M.Si., menekankan pentingnya komunikasi digital dalam memperluas dampak gerakan komunitas. Ia menjelaskan bahwa kegiatan positif yang dilakukan masyarakat perlu dikemas dan disampaikan secara tepat agar dapat menjadi inspirasi bagi publik. “Komunikasi digital akan menjadikan Mat Peci bukan hanya komunitas lokal, tetapi juga role model gerakan lingkungan,” ujarnya. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan literasi media dan edukasi lingkungan mendukung SDG 4: Quality Education, karena menghadirkan pembelajaran berbasis masyarakat yang inklusif dan kontekstual. Upaya pemberdayaan komunitas dan penguatan ekonomi keluarga berkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth, khususnya dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui potensi lokal. Selain itu, kegiatan yang berlokasi di kawasan Sungai Ciliwung juga memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 11: Sustainable Cities and Communities dan SDG 13: Climate Action, karena mendorong kesadaran warga terhadap keberlanjutan lingkungan perkotaan serta pentingnya partisipasi komunitas dalam menjaga ekosistem sungai. Kolaborasi antara FISH UNJ, komunitas lokal, masyarakat, dan mitra internasional juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui kegiatan PkM ini, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara akademisi, komunitas, masyarakat, dan mitra internasional diharapkan dapat terus dikembangkan untuk melahirkan program-program edukatif yang berdampak nyata bagi peningkatan literasi media, penguatan gerakan lingkungan, dan kesejahteraan sosial masyarakat. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (52) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (12) Pengajaran (30) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (22) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dosen PPKN FISH UNJ Perkuat Kewarganegaraan Global Masyarakat Indonesia di Malaysia melalui Pengabdian Internasional
Pulau Penang (Malaysia), 07 Mei 2026 — Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di Learning Center Pertubuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI), Pulau Pinang, Malaysia, pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperluas kontribusi Tri Dharma Perguruan Tinggi hingga ke tingkat internasional, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. Kegiatan pengabdian ini terselenggara melalui kolaborasi antara Prodi PPKN FISH UNJ dan PERMAI Pulau Pinang. Kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial, akademik, dan kebangsaan antara perguruan tinggi Indonesia dengan komunitas diaspora Indonesia di Malaysia. Koordinator Prodi PPKN FISH UNJ, Yuyus Kardiman, menyampaikan bahwa pemilihan PERMAI Pulau Pinang sebagai lokasi pengabdian masyarakat merupakan bagian dari implementasi keilmuan PPKN dalam membangun civic community di luar negeri. Menurutnya, masyarakat Indonesia di mancanegara memiliki peran penting dalam menjaga nilai kewarganegaraan, solidaritas sosial, identitas kebangsaan, serta partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat global. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat implementasi civic community bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya di Pulau Pinang. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir tidak hanya di lingkungan domestik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia di mancanegara,” ujar Yuyus Kardiman. Sebanyak 11 dosen Prodi PPKN FISH UNJ terlibat langsung dalam kegiatan ini, yaitu Prof. Nadiroh, Prof. Tjipto Sumadi, Prof. Etin Solihatin, Prof. Achmad Husen, Raharjo, Yuyus Kardiman, Mohammad Maiwan, Iqbal Syafrudin, Mitra Mustaricha, Fella Defilla, dan Syifa Syarifa. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian masyarakat diisi dengan sesi edukasi, diskusi, dan penguatan kapasitas masyarakat terkait isu sosial, kewarganegaraan digital, lingkungan, serta pemberdayaan komunitas Indonesia di luar negeri. Melalui pendekatan ini, Prodi PPKN FISH UNJ mendorong masyarakat Indonesia di Malaysia untuk terus berperan aktif sebagai warga negara yang adaptif, kritis, peduli lingkungan, dan mampu menjaga nilai kebangsaan dalam konteks kehidupan lintas negara. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui penguatan literasi kewarganegaraan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan komunitas diaspora, FISH UNJ menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang inklusif, berdaya, dan berorientasi pada keberlanjutan. Selain kegiatan edukatif, Prodi PPKN FISH UNJ juga memberikan hibah berupa satu unit pendingin ruangan atau AC kepada PERMAI Pulau Pinang. Bantuan ini diberikan untuk mendukung kenyamanan ruang belajar dan menunjang efektivitas berbagai kegiatan pendidikan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh PERMAI. Sekretaris Jenderal PERMAI Pulau Pinang, Agung Priatin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prodi PPKN FISH UNJ dalam kegiatan pengabdian masyarakat internasional tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi bentuk perhatian nyata dari perguruan tinggi Indonesia terhadap masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. “Kami sangat menyambut baik kehadiran PPKN FISH UNJ dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di Malaysia,” ujar Agung Priatin. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ memperkuat posisinya sebagai fakultas yang berkomitmen pada pengembangan ilmu sosial, hukum, pendidikan kewarganegaraan, dan pemberdayaan masyarakat lintas negara. Kolaborasi bersama PERMAI Pulau Pinang diharapkan dapat terus berkembang melalui program pendidikan, pengabdian, riset kolaboratif, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat Indonesia di Malaysia pada masa mendatang. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (50) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (11) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (21) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026 Dorong Inklusivitas lewat Tema “Melawan Stigma, Merangkul Toleransi”
Jakarta, 7 Februari 2026 – Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026 bertema “Melawan Stigma, Merangkul Toleransi” sukses digelar di Gedung Kisam Dji’un, Jakarta Timur, dengan dukungan sejumlah lembaga termasuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi komunitas marjinal untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan potensi seni mereka, sekaligus memperkuat pesan inklusivitas di ruang publik. Acara ini merupakan fase final dari rangkaian lomba seni yang meliputi lomba menari, lomba puisi, dan lomba mewarnai, serta ditutup dengan pertunjukan festival seni dari berbagai komunitas. Lomba tari dan puisi diselenggarakan di Panggung Auditorium, sementara lomba mewarnai berlangsung di Ruang Kaca yang masing-masing menjadi pusat aktivitas peserta sepanjang kegiatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, pengarahan lomba, perkenalan dewan juri, hingga sesi foto bersama. Acara ini juga turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan lembaga, antara lain Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur, Berkah Shadaya, S.STP., M.Si., Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Agata Bayu Saputra, S.STP, serta Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi, beserta jajaran undangan dan perwakilan lembaga mitra. Acara ini digagas oleh Dr. Shahibah Yuliani, S.Sos., M.Pd., yang juga merupakan dosen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini menjadi ruang ekspresi bagi komunitas marjinal untuk menyalurkan kreativitas mereka melalui berbagai cabang seni. “Acara Festival Seni Kaum Marjinal ini adalah ajang untuk berekspresi bagi teman-teman yang tentu saja mengungkapkan rasa kreativitasnya dalam bentuk tari, puisi, dan juga mewarnai,” ujarnya. Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur, Berkah Shadaya, S.STP., M.Si., yang menyampaikan bahwa saat menjabat, ia memiliki cita-cita untuk menghadirkan ruang bagi para seniman marjinal, khususnya mereka yang menggantungkan hidup dari seni jalanan. “Selama saya menjadi Kepala Suku Dinas Kebudayaan, memang ada cita-cita saya untuk membuat kegiatan yang mengajak saudara-saudara kita yang selama ini menjadikan seni sebagai mata pencaharian di jalanan.” Dengan itu, Ia menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026. Ia menyoroti bahwa istilah marjinal merepresentasikan kelompok masyarakat yang terpinggirkan, namun memiliki potensi besar untuk berkarya. “Mudah-mudahan dengan event seperti ini, saudara-saudara kita dari kaum marjinal bisa mendapatkan kepedulian dan perhatian dari kita semua,” ujarnya. Ia juga menambahkan harapan agar festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian, dukungan, dan pengakuan terhadap kreativitas kaum marjinal. Berbagai penampilan festival juga turut memeriahkan acara. Sejumlah pertunjukan yang tampil antara lain Angklung Cipinang Muara, Hadrah LKSA Al-Ma’un, Tarian Dinas Sosial Panti Sosial Bina Laras, Seniman Jalanan (Biola Violin Revolusi), Drama Musikal “7 Kebiasaan Anak Indonesia Sehat” oleh siswa SD Muhammadiyah 09 Plus, Hadrah Rusun Samawa, Angklung Seniman Cijantung Fahmi Senja, serta Teater Menong binaan Sanggar Sinar Batavia. Sementara pada sesi perlombaan, sejumlah finalis tampil dalam lomba baca puisi berjudul “Membaca Tanda Tanya” karya Taufik Ismail, serta penampilan kelompok tari dari Forum Komunikasi Anak Spesial Indonesia (FKSI) dengan membawakan lagu-lagu Betawi, seperti Ondel-Ondel, Kembang Jatoh, dan Kicir-Kicir. Sebanyak tujuh kelompok penari yang tampil, di antaranya Grup Harmony, Grup Kawan Peduli, Grup Lestari, Grup The Boys, Grup Cempaka, Grup Edelweiss, dan Grup Pelangi. Adapun pemenang lomba mewarnai diraih oleh Karin Tasya Selvia (Juara 1), Nanda (Juara 2), dan Siti Sanita (Juara 3). Pada lomba puisi, diraih oleh Abdul (Juara 1), disusul Alfridho Nugi Pratama (Juara 2) dan Azizah Salsabila (Juara 3). Sementara itu, lomba tari dimenangkan oleh Grup Pelangi (Juara 1), Grup The Boys (Juara 2), dan Grup Kawan Peduli (Juara 3). Melalui Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026, UNJ dan para mitra menegaskan komitmennya dalam melawan stigma, merangkul toleransi, serta membuka ruang partisipasi yang setara bagi komunitas marjinal. Penulis: GIC & NA Editor: NH TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (8) Pengabdian (10) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (36) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (34) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Arah Riset Dosen melalui Workshop Penyusunan Roadmap Penelitian dalam Bidang Ilmu Sosial
Jakarta, 26 Januari 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan Workshop Penyusunan Roadmap Penelitian Bidang Ilmu Sosial sebagai upaya strategis memperkuat arah dan kualitas penelitian dosen. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 212 FISH UNJ Kampus A dengan melibatkan sivitas akademika lintas program studi serta menghadirkan narasumber kompeten di bidang riset ilmu sosial. Workshop bertujuan merumuskan peta jalan penelitian yang terintegrasi, berkelanjutan, dan selaras dengan visi keunggulan akademik FISH UNJ. Workshop ini menghadirkan Prof. Usep Suhud, M.Si., Ph.D., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis sekaligus salah satu akademisi dengan publikasi Scopus terproduktif dalam tiga tahun terakhir, sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau memperkaya diskusi dengan perspektif lintas disiplin mengenai perencanaan riset berkelanjutan. Kegiatan dibuka oleh Duta FISH UNJ dan dilanjutkan dengan sambutan Dekan FISH UNJ, yang menegaskan komitmen fakultas dalam memperkuat ekosistem riset dosen. “Kegiatan ini diharapkan dapat membantu dosen saat melakukan penelitian agar lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Firdaus Wajdi, Ph.D selaku Dekan FISH UNJ. Pesan tersebut menegaskan pentingnya roadmap sebagai instrumen strategis pengembangan keilmuan. Agenda dipandu oleh Lona Syafana Pasya, S.Sos.,M.Si. selaku moderator untuk sesi utama bersama narasumber. Prof. Usep Suhud memulai paparan dengan menyoroti keterkaitan pendidikan terakhir dosen dengan mata kuliah yang diajarkan. Linearitas keilmuan dinilai berpengaruh signifikan terhadap kedalaman riset. Keselarasan bidang studi, pengajaran, serta topik penelitian dipandang sebagai modal akademik utama. Prof. Usep Suhud menekankan pentingnya spesifikasi bidang riset sejak tahap awal perencanaan. Penelitian berskala terlalu luas dinilai berisiko kehilangan fokus dan kontribusi ilmiah. “Untuk membuat penelitian, spesifikan terlebih dahulu bidangnya, jangan terlalu luas,” tegasnya. Pernyataan tersebut menjadi penekanan utama paparan narasumber. Paparan materi kemudian mengulas tahapan teknis penyusunan roadmap penelitian. Prof. Usep Suhud menyampaikan empat langkah utama sebagai kerangka praktis, yaitu penentuan topik penelitian, penyusunan kerangka teori yang relevan, transformasi konsep teoritis menjadi indikator terukur dan penyususnan instrumen penelitian. Selain membahas tahapan penyusunan roadmap, Prof. Usep Suhud turut menyinggung pemanfaatan teknologi digital sebagai pendukung penelitian. Pemanfaatan tools berbasis kecerdasan buatan dinilai mampu membantu peneliti pada tahap awal perumusan topik hingga pengolahan data. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk pemetaan literatur, penyusunan kerangka konseptual, serta eksplorasi variabel penelitian secara lebih efisien. Kehadiran AI dipandang sebagai alat bantu akademik, bukan pengganti proses berpikir kritis peneliti. Prof. Usep Suhud juga menekankan pentingnya etika akademik pada penggunaan teknologi digital. Validasi data serta interpretasi hasil penelitian tetap menjadi tanggung jawab peneliti. Pemanfaatan AI secara bijak diharapkan meningkatkan produktivitas riset tanpa mengurangi kualitas ilmiah. Paparan juga menyinggung urgensi konsistensi tema penelitian. Roadmap dipahami bukan sekadar dokumen administratif. Roadmap berfungsi sebagai peta pengembangan keilmuan berkelanjutan. Konsistensi tema memungkinkan dosen membangun kepakaran akademik secara gradual. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta. Pertanyaan berfokus pada penyelarasan roadmap penelitian dengan kebijakan institusi serta peluang kolaborasi lintas prodi. Diskusi menunjukkan antusiasme dosen terhadap penguatan perencanaan riset. Moderator mengarahkan diskusi agar tetap relevan dengan tujuan kegiatan. Workshop ini mempertegas posisi FISH UNJ sebagai fakultas berorientasi riset terstruktur. Pendekatan roadmap penelitian dipandang strategis untuk meningkatkan produktivitas ilmiah dosen. Penguatan kualitas riset juga diharapkan berdampak pada reputasi institusi tingkat nasional. FISH UNJ menegaskan komitmen membangun budaya penelitian berbasis perencanaan akademik matang dan berkelanjutan. Penulis: NA, SA, CKG, & JRPS Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (16) Penelitian (8) Pengabdian (9) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (34) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (32) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Reputasi Akademik melalui Workshop Integrasi SDGs dalam Penelitian dan Pengabdian Ilmu Sosial
Jakarta, 21 Januari 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan kegiatan “Penerapan SDGs untuk Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Bidang Ilmu-ilmu Sosial” sebagai bagian penguatan reputasi akademik fakultas. Kegiatan berlangsung di Ruang Serbaguna FISH UNJ Kampus A dengan melibatkan dosen, peneliti, serta sivitas akademika lintas program studi. Agenda ini menegaskan komitmen FISH UNJ terhadap pengembangan riset berbasis isu global berorientasi keberlanjutan. Pendekatan SDGs diposisikan sebagai kerangka strategis pengembangan keunggulan akademik fakultas. Suraya Abdulwahab Afiff, Ph.D., Dosen Antropologi Universitas Indonesia, hadir sebagai narasumber utama. Acara dibuka oleh Firdaus Wajdi, Ph.D., selaku Dekan FISH UNJ melalui sambutan yang menekankan urgensi SDGs sebagai instrumen penguatan kinerja institusi akademik. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, Firdaus Wajdi, PhD menekankan FISH UNJ dinilai perlu merumuskan keunggulan akademik berbasis ilmu-ilmu sosial secara lebih terarah. SDGs diposisikan sebagai pintu masuk penguatan identitas keilmuan fakultas. “Keunggulan akademik perlu dirumuskan bersama supaya menjadi keunggulan lembaga,” tegasnya. Paparan materi dipandu Dr. Fajar Wahyudi Utomo, M.Pd. sebagai moderator workshop dengan tajuk “SDGs dalam Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat”. Dr. Suraya Abdulwahab Afiff memulai pemaparan melalui penelusuran sejarah konsep pembangunan berkelanjutan sejak Konferensi PBB Stockholm 1972. Penjelasan berlanjut pada Laporan Brundtland 1987 hingga penetapan 17 tujuan SDGs pada KTT PBB 2015. Prinsip “no one left behind” ditegaskan sebagai landasan etik pembangunan global. Dr. Suraya menjelaskan posisi Indonesia dalam capaian SDGs kawasan Asia Pasifik. Data menunjukkan Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan pada berbagai target SDGs, terutama perubahan iklim, kota berkelanjutan, keadilan sosial, serta pengelolaan sumber daya alam. Asia Pasifik diproyeksikan gagal mencapai mayoritas target SDGs tahun 2030. Fakta ini memperkuat urgensi kontribusi perguruan tinggi berbasis riset. Keterkaitan SDGs dengan ilmu-ilmu sosial menjadi penekanan utama pemaparan. Isu pembangunan berkelanjutan dinilai tidak hanya teknis, tetapi sangat dipengaruhi nilai, norma, sistem kepercayaan, serta relasi kekuasaan. Dr. Suraya menjelaskan konsep visible, hidden, invisible power sebagai kerangka analisis kebijakan pembangunan. Pendekatan ini membuka ruang kritis analisis sosial terhadap kebijakan negara. Dr. Suraya menyoroti adanya kesenjangan antara riset akademik dan kebijakan publik. Budaya kebijakan nasional masih cenderung berbasis komunikasi lisan ketimbang pembacaan riset. “Masih ada gap antara riset dan policy karena kita terbiasa menjelaskan secara oral, bukan membaca,” ujarnya. Kondisi tersebut memperlemah dampak penelitian sosial terhadap kebijakan publik. Kolaborasi lintas disiplin dinilai menjadi solusi strategis. Akademisi bidang STEM perlu bekerja bersama akademisi ilmu sosial guna menghasilkan dampak sosial lebih luas. Riset teknis tanpa analisis sosial berisiko mengabaikan kelompok rentan. Integrasi keilmuan diposisikan sebagai kunci implementasi SDGs. Dr. Suraya juga menegaskan peran moral perguruan tinggi. Kritik akademik tidak boleh berbasis klaim semata. Data harus menjadi pondasi utama analisis ilmiah. “Tugas kampus bukan mengkritik berdasarkan klaim, tetapi berdasarkan data,” tegasnya. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan respons aktif peserta. Pertanyaan berfokus integrasi SDGs ke riset dosen, pengabdian masyarakat, serta kurikulum ilmu sosial. Diskusi mencerminkan meningkatnya kesadaran sivitas akademika terhadap riset berdampak. Moderator menutup sesi dengan rangkuman substansi diskusi. Penyerahan cinderamata menjadi penutup kegiatan. FISH UNJ menegaskan komitmen menjadikan SDGs sebagai arus utama penelitian dan pengabdian masyarakat. Pendekatan ini diharapkan memperkuat posisi FISH UNJ sebagai pusat keunggulan ilmu sosial responsif tantangan global. Reputasi akademik fakultas diproyeksikan tumbuh melalui riset kolaboratif berbasis data dan keberlanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (16) Penelitian (7) Pengabdian (8) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (34) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (32) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
FISH UNJ Dorong Internasionalisasi Riset dan PKM melalui Workshop Penerapan SDG’s
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan Workshop Penerapan SDG’s dalam Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Ilmu-Ilmu Sosial sebagai langkah strategis penguatan mutu akademik sekaligus peningkatan reputasi institusional. Kegiatan ini ditujukan bagi pimpinan fakultas, koordinator program studi, tim penjaminan mutu, reviewer, dosen, serta seluruh sivitas akademika terkait riset dan pengabdian. Transformasi lanskap pendidikan tinggi menuntut riset serta pengabdian masyarakat memiliki relevansi global tanpa kehilangan konteks lokal. SDG’s telah berkembang menjadi kerangka rujukan utama penilaian kualitas akademik, kolaborasi lintas negara, serta visibilitas institusi pada level nasional dan internasional. Perspektif tersebut melatarbelakangi pelaksanaan workshop ini sebagai ruang pembelajaran kolektif sekaligus forum strategis penyelarasan arah pengembangan keilmuan FISH UNJ. Workshop akan berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026 pukul 10.00 WIB bertempat Ruang RSG Gedung K FISH UNJ. Fokus utama workshop diarahkan pada penguatan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan aplikatif. Peserta akan memperoleh panduan strategis integrasi SDG’s pada proposal penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Materi mencakup pemetaan isu-isu sosial ke indikator SDG’s global, penyusunan narasi akademik berbasis keberlanjutan, serta penguatan posisi riset dan PKM FISH UNJ pada jejaring akademik internasional. Pendekatan praktis diharapkan mampu menjawab kebutuhan dosen pada tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga diseminasi luaran. Kegiatan ini juga menjadi medium konsolidasi visi fakultas menuju kampus berdampak. Reputasi internasional tidak hanya ditentukan oleh kuantitas publikasi, melainkan juga oleh konsistensi kontribusi keilmuan terhadap tantangan global. SDG’s menawarkan bahasa bersama lintas disiplin yang mampu mempertemukan riset sosial, kebijakan publik, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat pada satu kerangka keberlanjutan. Partisipasi aktif pimpinan fakultas, koordinator program studi, tim penjaminan mutu, serta para dosen mencerminkan komitmen bersama membangun ekosistem akademik adaptif dan kolaboratif. Workshop ini diharapkan menghasilkan keselarasan pemahaman serta praktik akademik yang lebih terstruktur, terukur, dan berdaya saing. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting penguatan posisi FISH UNJ sebagai pusat keunggulan ilmu-ilmu sosial yang responsif terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Melalui penyelenggaraan workshop ini, FISH UNJ menegaskan langkah nyata menuju internasionalisasi riset dan pengabdian masyarakat. Upaya tersebut sekaligus memperkuat identitas fakultas sebagai ruang produksi pengetahuan yang relevan, berdampak, serta diakui secara global. Antusiasme dan keterlibatan sivitas akademika diharapkan menjadi energi kolektif mewujudkan visi FISH UNJ sebagai fakultas berkelas dunia yang berakar kuat pada nilai-nilai sosial dan keberlanjutan.[] Tonton di Youtube Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (16) Penelitian (6) Pengabdian (7) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (32) Prestasi (5) Prodi (18) Program Unggulan (31) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Jejaring Tri Dharma dalam Rapat Tahunan BKS PTN Wilayah Barat Bidang Ilmu Sosial
Padang, Humas FISH UNJ — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) berpartisipasi aktif dalam Rapat Tahunan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat Bidang Ilmu Sosial yang diselenggarakan pada 23–25 Oktober 2025 di Hotel Truntum, Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini diikuti oleh para dekan dan pimpinan fakultas ilmu sosial dari berbagai perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia. Rapat tahunan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi negeri di bidang ilmu sosial, membahas arah kebijakan akademik, kolaborasi riset, serta pengembangan program pengabdian kepada masyarakat. Selain rapat koordinasi, agenda kegiatan juga mencakup penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), seminar nasional bertema “Kolaborasi dan Sinergi Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat”, kegiatan pelepasan bibit penyu sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, serta lomba kreativitas mahasiswa. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, menyampaikan bahwa keikutsertaan fakultas dalam kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat jejaring Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Melalui forum BKS PTN Wilayah Barat, kami berharap jejaring kerja sama antarperguruan tinggi semakin kuat, terutama dalam kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Apalagi kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi baik di bawah Kemdikbudristek maupun Kementerian Agama, sehingga jejaring dan potensi kolaborasi akan semakin luas,” ungkapnya. Lebih lanjut, Firdaus menegaskan bahwa jejaring yang terbangun melalui BKS PTN ini juga memiliki dampak langsung terhadap peningkatan mutu lembaga dan program studi di lingkungan FISH UNJ. “Dengan jejaring ini, FISH UNJ dapat meningkatkan mutu layanan lembaga karena bisa belajar dari praktik terbaik (best practices) lembaga lain. Dengan demikian, diharapkan reputasi program studi yang berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum akan semakin meningkat,” tambahnya. Partisipasi FISH UNJ dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen fakultas untuk terus memperkuat sinergi akademik antarperguruan tinggi di Indonesia bagian barat. Melalui kolaborasi yang produktif, FISH UNJ berupaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, penelitian sosial, serta pengabdian masyarakat yang berdampak luas bagi masyarakat dan dunia akademik. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (449) Internasionalisasi (23) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (15) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (17) Prestasi (2) Prodi (14) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Peningkatan Pengetahuan tentang Fungsi dan Manfaat Taman bagi Masyarakat melalui Pengabdian kepada Masyarakat
Jakarta, 15 September 2025 — Dr. Oot Hotimah, M.Si., Dosen Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Majelis Taklim Kaum Ibu Musholla Al-Furqon. Kegiatan ini mengusung tema “Pelatihan Peningkatan Pengetahuan tentang Fungsi dan Manfaat Taman bagi Masyarakat” dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Acara dibuka dengan sambutan Ketua Majelis Taklim, dilanjutkan oleh Dr. Oot Hotimah yang menekankan pentingnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menjelaskan bahwa taman dan ruang terbuka tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekologis, sosial, kesehatan, dan ekonomi. Dalam paparannya, Dr. Oot Hotimah menyampaikan bahwa RTH berperan sebagai paru-paru kota yang menyerap polusi dan menghasilkan oksigen, serta membantu menahan air hujan untuk mencegah banjir. “Taman juga dapat berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak, ruang interaksi sosial, tempat rekreasi keluarga, serta wadah olahraga dan relaksasi,” ujarnya. Para peserta yang terdiri dari ibu-ibu majelis taklim tampak antusias mengikuti pelatihan. Mereka diajak berdiskusi mengenai berbagai manfaat taman, termasuk peranannya dalam meningkatkan kesehatan mental dengan mengurangi stres dan menciptakan suasana yang tenang. Menariknya, pelatihan ini juga dikaitkan dengan nilai-nilai Islam. Dalam Al-Qur’an, taman dan penghijauan disebut sebagai salah satu bentuk nikmat Allah bagi manusia. Hal ini tercantum dalam beberapa ayat, seperti QS. ‘Abasa [80]: 24–32 yang menyebutkan taman sebagai sumber makanan dan rezeki, QS. An-Naml [27]: 60 sebagai sumber ketenangan dan keindahan, serta QS. Ibrahim [14]: 24–25 sebagai simbol kekuatan dan ketauhidan. Penjelasan ini memperkuat bahwa menjaga dan memanfaatkan RTH sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pelestarian alam. Sebagai contoh nyata, Dr. Oot Hotimah menyinggung keberadaan Taman Maju Bersama (TMB) Gintung di Jakarta Selatan yang berfungsi sebagai ruang hijau sekaligus pusat kegiatan masyarakat. Melalui contoh tersebut dan perspektif Al-Qur’an, peserta semakin memahami bahwa taman sebagai bagian dari RTH bukan sekadar ruang terbuka, melainkan aset penting dan amanah yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan hidup dan keberkahan lingkungan. Di akhir kegiatan, Dr. Oot Hotimah mengajak para peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. “Taman adalah milik kita bersama. Mari kita rawat dan manfaatkan untuk kesehatan, pendidikan, serta kebahagiaan masyarakat,” pesannya. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam menjaga ruang terbuka hijau. Edited : WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (447) Internasionalisasi (22) Kemahasiswaan (13) Pengabdian (5) Pengajaran (11) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (14) Prestasi (1) Prodi (14) Program Unggulan (12) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru