Kemahasiswaan Jakarta, 24 Agustus 2026 · Tim FISH Media Center Pimpinan fakultas & Koordinator Program Studi se-FISH dengan mahasiswa baru FISH 2026. (Doc. FISHMed, 2026) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) sukses menyelesaikan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB FISH 2026) yang berlangsung di Gedung Dewi Sartika, Lantai 2, Aula Latief, Kampus A UNJ. Melalui tema “The Beginning of Infinity: Menjelajahi Cerita, Merangkai Makna,” PKKMB FISH UNJ 2026 menjadi simbol awal perjalanan mahasiswa untuk berkembang dan berkarya. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa baru mengenai dinamika kehidupan kampus, sekaligus sebagai wadah untuk memperkenalkan lingkungan FISH UNJ yang mencakup fasilitas, sarana, dan prasarana bagi mahasiswa baru. Pesan Dekan: Kenali Lingkungan Kampus Sejak Dini Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., dalam kesempatannya menyampaikan pesan utama bagi para mahasiswa baru agar dapat beradaptasi dengan cepat di lingkungan kampus. “Ada pesan singkat yang ingin saya sampaikan, yaitu kenali. Kenali seluruh fasilitas, rekan, kurikulum program studi yang nanti akan menjadi bagian dari hari-hari anda selama empat tahun kedepan. Nanti akan ketemu bapak/ibu dosennya, mungkin akan melihat juga ruang kelasnya, dimana kantinnya, laboratoriumnya, dan ruang TU-nya. Jangan lupa juga kenali senior-seniornya.” — Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ Bersama dengan Dekan FISH UNJ, turut hadir pula Wakil Dekan I FISH UNJ Dr. Kurniawati, M.Si., Wakil Dekan II FISH UNJ Dr. Aris Munandar, M.Si., Wakil Dekan III FISH UNJ Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., serta rekan-rekan pimpinan Koordinator Program Studi se-FISH UNJ dalam sesi Pengenalan Pimpinan Fakultas & Koordinator Program Studi Se-FISH. Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Rangkaian kegiatan diisi dengan materi Sosialisasi Satuan Petugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Negeri Jakarta oleh Ketua Satgas PPK sekaligus Dosen S1 Sosiologi FISH UNJ, Dr. Ikhlasiah Dalimunthe, M.Si. Dalam materinya, Dr. Ikhlasiah menyampaikan pembekalan mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus, termasuk cara mengenali bentuk kekerasan, dampak bagi korban, sanksi untuk pelaku, dan alur penanganan kekerasan di lingkungan UNJ. Parade Organisasi Mahasiswa yang Meriah Panggung kreatif dan interaktif OPMAWA dan ORMAWA. (Doc. FISHMed, 2026) Rangkaian kegiatan kian semarak saat sesi Parade Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (OPMAWA) dan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA). Para mahasiswa baru disambut dengan berbagai aksi panggung kreatif dan interaktif dari pengurus BEM, BPM, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat fakultas. Sesi pertengahan ini dirancang untuk memperkenalkan wadah pengembangan minat, bakat, dan jiwa kepemimpinan di luar kelas akademik. Penutup Penuh Warna: Drama Musikal dan Tarian Daerah Penampilan drama musikal oleh perwakilan mahasiswa-mahasiswi program studi se-FISH. (Doc. FISHMed, 2026) Selanjutnya, rangkaian kegiatan ditutup melalui penampilan panggung bakat oleh perwakilan mahasiswa-mahasiswi program studi se-FISH yang membawakan drama musikal dan tarian daerah modern. Pertunjukan seni yang kreatif ini berhasil mempererat rasa kebersamaan, mencairkan kecanggungan, serta menumbuhkan kebanggaan budaya di kalangan mahasiswa baru sejak hari pertama mereka berkuliah. Melalui momentum penutup ini, para peserta tidak hanya merasa disambut dengan hangat, tetapi juga termotivasi untuk aktif mengeksplorasi potensi diri dan berani berkarya bersama di lingkungan FISH UNJ. Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Melalui integrasi pembekalan akademik, sosialisasi lingkungan kampus yang aman, serta ruang ekspresi seni, pelaksanaan PKKMB FISH UNJ 2026 ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian target pembangunan berkelanjutan global, khususnya: SDG 4 (Quality of Education) — menghadirkan pendidikan inklusif berkualitas SDG 3 (Good Health and Well-Being) — menjamin lingkungan kampus yang sehat secara mental dan fisik, bebas dari kekerasan SDG 5 (Gender Equality) — didukung penuh melalui komitmen Satgas PPK SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) — menciptakan lingkungan kampus yang aman, adil, dan inklusif Sebagai agenda strategis universitas, seluruh rangkaian pembekalan dalam kegiatan PKKMB FISH UNJ 2026 ini dirancang sebagai landasan fundamental untuk mendukung capaian IKU 3 (Indikator Kinerja Utama 3), yaitu memberikan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus yang komprehensif, adaptif, dan siap mencetak generasi unggul yang responsif terhadap tantangan sosial di masa depan. Penulis: GIC, ZRI, CKG & JRPSTim FISH Media Center 2026 Tag: PKKMB FISH UNJ 2026, Mahasiswa Baru FISH UNJ, Kemahasiswaan FISH UNJ, Satgas PPK UNJ, OPMAWA ORMAWA FISH Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (20) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (52) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
International Lecturer FISH UNJ Bahas Agama Kontemporer dan Masyarakat Aborigin Australia
Jakarta, 24 Agustus 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan International Lecturer dengan menghadirkan Prof. Dr. Adam Possamai dari Western Sydney University sebagai narasumber pada Senin, 24 Agustus 2026. Mengangkat tema “Contemporary Religion and Australian Aboriginal Peoples,” kegiatan berlangsung di Gedung SFD Lantai 10, pukul 09.00–11.00 WIB, dan dimoderatori oleh Syifa Syarifa, S.Pd., M.Sc. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FISH UNJ di bawah kepemimpinan Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., dalam memperkuat atmosfer akademik internasional dan memperluas wawasan global mahasiswa melalui interaksi langsung dengan akademisi dari perguruan tinggi internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh ruang pembelajaran untuk memahami hubungan antara agama kontemporer, masyarakat Indigenous, identitas, sejarah, dan dinamika sosial di Australia. Perspektif masyarakat Aborigin Australia menunjukkan bahwa agama dan spiritualitas tidak hanya berkaitan dengan sistem kepercayaan, tetapi juga beririsan dengan budaya, identitas komunitas, relasi dengan lingkungan, pengalaman sejarah, serta perjuangan atas pengakuan dan kesetaraan. Memahami Keragaman Masyarakat Aborigin Australia Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Adam Possamai menjelaskan bahwa masyarakat Aborigin Australia bukanlah satu kelompok yang homogen. Mereka terdiri atas beragam komunitas dengan identitas, nama, bahasa, tradisi, serta pengalaman lokal yang berbeda. Keragaman tersebut penting dipahami agar masyarakat Indigenous tidak direpresentasikan secara sederhana sebagai satu identitas tunggal. Pemahaman yang lebih kontekstual diperlukan untuk melihat hubungan antara identitas, budaya, agama, sejarah, dan kehidupan sosial masyarakat Aborigin Australia. Salah satu isu sejarah yang turut dibahas adalah Stolen Generations, yaitu periode ketika anak-anak Aboriginal dan Torres Strait Islander dipisahkan secara paksa dari keluarga dan komunitas mereka melalui berbagai kebijakan pemerintah. Pembahasan mengenai isu tersebut membuka perspektif peserta tentang bagaimana kebijakan masa lalu dapat meninggalkan dampak sosial, budaya, dan identitas yang panjang hingga generasi berikutnya. Selain memahami pengalaman historis masyarakat Aborigin, peserta juga diajak mencermati perkembangan sikap masyarakat Australia terhadap isu kesetaraan, pengakuan, serta hubungan antara masyarakat Indigenous dan masyarakat Australia secara lebih luas. Materi kemudian berkembang dalam diskusi mengenai agama, keberagaman, hak masyarakat Indigenous, serta bagaimana masyarakat modern membangun hubungan yang lebih inklusif dengan kelompok yang memiliki latar belakang budaya dan spiritual berbeda. Dari Australia untuk Memahami Keberagaman Indonesia Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan refleksi dari peserta. Salah satu isu yang mengemuka adalah bagaimana nilai-nilai agama yang mengajarkan kepedulian terhadap sesama dan alam dapat diterjemahkan menjadi perilaku sosial dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan tersebut juga membuka perspektif komparatif bagi mahasiswa untuk melihat pengalaman masyarakat Aborigin Australia dalam kaitannya dengan keberagaman masyarakat adat, agama, dan budaya di Indonesia. Dengan demikian, pembelajaran mengenai masyarakat Indigenous Australia tidak hanya menjadi pengetahuan tentang negara lain, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk merefleksikan keberagaman dan persoalan sosial di Indonesia. Pada penghujung kegiatan, Prof. Adam Possamai menekankan pentingnya memahami masyarakat Aborigin melalui perspektif keberagaman, identitas, sejarah, pengakuan, dan kesetaraan. “Today we learned that Aboriginal peoples are incredibly diverse, with many different communities, identities, and local names. We also learned about the Stolen Generations and how historical policies continue to shape identity and society today. This lecture reminds us that understanding Aboriginal peoples is not only about learning their history, but also about understanding diversity, identity, recognition, and equality.” Firdaus Wajdi Dorong Mahasiswa Berperspektif Global Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., menyambut positif penyelenggaraan International Lecturer sebagai bagian dari penguatan pendidikan ilmu sosial yang berwawasan global. Menurutnya, mahasiswa ilmu sosial perlu memiliki kemampuan untuk memahami berbagai persoalan masyarakat dari perspektif yang beragam dan tidak terbatas pada konteks lokal. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memperluas cara pandang mahasiswa FISH UNJ. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai masyarakat dan persoalan sosial di Indonesia, tetapi juga memahami bagaimana isu agama, identitas, masyarakat Indigenous, dan keberagaman dibicarakan dalam konteks negara lain. Dari sana, mahasiswa dapat membangun perspektif yang lebih kritis, komparatif, dan terbuka,” ujar Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ. Firdaus Wajdi menambahkan bahwa pengalaman belajar bersama akademisi internasional diharapkan tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga membentuk kemampuan mahasiswa untuk menghubungkan perspektif global dengan realitas sosial Indonesia. “Harapan kami, mahasiswa mampu membawa wawasan global tersebut kembali ke konteks Indonesia. Indonesia juga memiliki keragaman agama, budaya, masyarakat adat, dan identitas yang sangat kaya. Karena itu, pemahaman terhadap pengalaman masyarakat di negara lain dapat membantu mahasiswa melihat persoalan di Indonesia secara lebih reflektif dan komparatif,” lanjut Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi. Menurutnya, internasionalisasi pembelajaran merupakan bagian penting dari pengembangan pendidikan tinggi di bidang ilmu sosial. Interaksi dengan akademisi internasional dapat memperkenalkan mahasiswa pada perspektif, tradisi akademik, serta pengalaman sosial yang berbeda sekaligus membuka peluang bagi pengembangan jejaring akademik yang lebih luas. Memperkuat Atmosfer Akademik Internasional FISH UNJ Melalui kegiatan International Lecturer ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan mengenai masyarakat dan agama dalam konteks Australia, tetapi juga mampu mengembangkan perspektif kritis dan komparatif dalam melihat isu keberagaman, identitas, agama, masyarakat Indigenous, dan kehidupan multikultural. Pengalaman tersebut penting dalam membentuk sensitivitas akademik mahasiswa terhadap dinamika sosial yang berkembang dalam konteks lokal maupun global. Pembelajaran semacam ini juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk melihat ilmu sosial bukan sekadar sebagai kajian teoritis, tetapi sebagai bidang ilmu yang membantu memahami kompleksitas kehidupan manusia dan masyarakat. Penyelenggaraan International Lecturer menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ di bawah kepemimpinan Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi, Ph.D. untuk memperkuat atmosfer akademik internasional, memperluas wawasan global mahasiswa, serta menghadirkan pembelajaran yang kritis, inklusif, dan relevan dengan perkembangan masyarakat global. Ke depan, FISH UNJ terus mendorong semakin banyak ruang pertemuan antara mahasiswa, dosen, dan akademisi internasional. Harapannya, internasionalisasi pembelajaran dapat membentuk lulusan FISH UNJ yang memiliki wawasan global, kemampuan berpikir kritis dan komparatif, sekaligus tetap memiliki kepekaan yang kuat terhadap persoalan sosial, budaya, dan kemanusiaan di Indonesia. Team Liputan: JRPS, NEAEditor: FISHMED Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (68) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (2) Penelitian (23) Pengabdian (23) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (33) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Perkuat Strategi Pengembangan Operasional Program Studi, S2 Pendidikan Geografi UNJ Lakukan Benchmarking ke UPI
Bandung, 18 Agustus 2026. Program Studi Magister (S2) Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang diwakili oleh Koordinator Prodi Prof. Dr. Cahyadi Setiawan, M.Si., tim dosen, tendik, dan mahasiswa melaksanakan kegiatan benchmarking ke Program Studi S2 Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat strategi pengembangan dan pengelolaan operasional program studi melalui pembelajaran dari praktik pengelolaan program studi yang telah diterapkan di UPI. Pada kegiatan tersebut, Ketua Program Studi S2 Pendidikan Geografi UPI Bapak Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. bersama dengan Sekretaris Prodi Annisa Joviani Astari, M.I.L., M.Sc., Ph.D. memaparkan berbagai strategi pengembangan yang mencakup aspek kurikulum, penerimaan mahasiswa, pembelajaran, promosi, penelitian, penyelesaian studi, hingga pengembangan sistem evaluasi pembelajaran. Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan benchmarking adalah implementasi Outcome-Based Education (OBE) dalam kurikulum. Program Studi S2 Pendidikan Geografi UPI telah mengimplementasikan OBE dengan dukungan pakar kurikulum, Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si., yang juga merupakan Dosen Tetap Program Studi (DTPS). Implementasi tersebut turut didukung oleh sistem penilaian berbasis evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang telah tersedia secara terperinci dan selaras dengan prinsip OBE. Diskusi mengenai strategi meningkatkan minat dan pengembangan jumlah mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Geografi UPI menerangkan bahwa penerapan skema fast track yang memungkinkan mahasiswa jenjang S1 untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Skema tersebut menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan jumlah mahasiswa pada program studi. Selain fast track, UPI juga tengah merencanakan penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Konsep yang dikembangkan tidak sekadar memindahkan pembelajaran reguler ke format daring, tetapi menyiapkan sistem PJJ yang didukung oleh Learning Management System (LMS), modul pembelajaran, dan berbagai kelengkapan pembelajaran jarak jauh. Strategi promosi juga dilakukan secara terintegrasi dengan kegiatan kerja sama. Promosi program studi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk dinas dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Pendekatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas jejaring sekaligus meningkatkan eksposur program studi kepada calon mahasiswa dan mitra strategis. Pada bidang penelitian, Program Studi S2 Pendidikan Geografi UPI mengembangkan grup riset untuk mengoptimalkan aktivitas penelitian. Pada rumpun Geografi UPI terdapat lima grup riset yang menjadi bagian dari ekosistem penelitian dan pengembangan keilmuan. Pengembangan grup riset juga berkaitan dengan mekanisme pembimbingan mahasiswa. Mahasiswa pada umumnya dapat mengajukan topik penelitian sesuai dengan minatnya. Dalam pelaksanaannya, terdapat pula grup riset yang melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian. Sistem pembimbingan yang diterapkan menggunakan dua orang dosen pembimbing untuk satu mahasiswa. Upaya untuk mendorong mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu dilakukan dengan pemantauan kemajuan tugas akhir secara berkala. Mahasiswa dikumpulkan secara periodik untuk memantau progress pengerjaan tugas akhir sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses penyelesaian studi. UPI juga telah membuka alternatif kelulusan melalui jalur artikel ilmiah. Meskipun demikian, publikasi artikel sebagai bagian dari jalur kelulusan tetap harus memenuhi prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan. Aspek lain yang menjadi pembelajaran dalam kegiatan benchmarking adalah dukungan sarana dan prasarana pembelajaran. Aktivitas praktikum Program Studi S2 Pendidikan Geografi UPI didukung oleh peralatan yang lengkap, termasuk peralatan yang diperoleh melalui hibah dengan nilai mencapai Rp6 miliar. Dukungan sarana tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa. UPI juga meningkatkan tata kelola akademik dengan menerapkan sistem atau aplikasi penilaian berbasis evaluasi CPL. Sistem tersebut menyediakan instrumen penilaian secara terperinci yang disusun sesuai dengan prinsip OBE, sehingga proses evaluasi capaian pembelajaran dapat dilakukan secara lebih sistematis. Sementara itu, dari aspek struktur pembelajaran, Program Studi S2 Pendidikan Geografi UPI memiliki total beban studi sebesar 60 SKS. Dalam diskusi juga disinggung mengenai beban kerja dosen serta konsep teaching of university sebagai bagian dari pembahasan pengelolaan pembelajaran dan sumber daya akademik. Kegiatan benchmarking ini memberikan gambaran mengenai berbagai praktik yang dapat menjadi bahan refleksi dan pembelajaran bagi Program Studi S2 Pendidikan Geografi UNJ. Berbagai strategi yang diterapkan UPI, mulai dari implementasi OBE, pengembangan sistem evaluasi berbasis CPL, strategi peningkatan jumlah mahasiswa melalui fast track, pengembangan PJJ, penguatan promosi dan kerja sama, grup riset, pemantauan masa studi, hingga penguatan sarana praktikum, menjadi masukan penting dalam pengembangan program studi. Pengalaman UPI dalam pengembangan program studi juga menunjukkan pentingnya keterpaduan antara aspek akademik, penelitian, layanan mahasiswa, promosi, kerja sama, dan dukungan sarana prasarana. Hasil benchmarking selanjutnya dapat menjadi bahan bagi Program Studi S2 Pendidikan Geografi UNJ untuk mengidentifikasi praktik-praktik yang relevan dan adaptif sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik program studi. Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat tata kelola dan strategi operasional, meningkatkan kualitas layanan akademik, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian di Program Studi S2 Pendidikan Geografi FISH UNJ. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (67) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (2) Penelitian (23) Pengabdian (23) Pengajaran (50) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (33) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ DAN INJOURNEY HOSPITALITY PERKUAT SINERGI PENDIDIKAN DAN INDUSTRI PARIWISATA
Jakarta, 22 Juli 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) melalui Program Studi Usaha Perjalanan Wisata memperkuat kolaborasi pendidikan berbasis industri melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan InJourney Hospitality. Penandatanganan dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, di kantor InJourney Hospitality, Gedung Sarinah Lantai 12A, Jalan M.H. Thamrin No. 11, Jakarta Pusat. Dari pihak InJourney Hospitality, dokumen kerja sama ditandatangani oleh Peter Alexander Fritz, Director of Operations, dan Joko Utomo, Senior Vice President Human Capital. Kesepakatan ini menjadi landasan bagi pengembangan berbagai program kolaboratif yang menghubungkan proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata serta standar profesional industri perhotelan dan pariwisata. InJourney Hospitality merupakan bagian dari ekosistem InJourney, BUMN holding sektor aviasi dan pariwisata Indonesia. Perusahaan ini berfokus pada pengelolaan dan pengembangan bisnis perhotelan dengan portofolio hotel yang tersebar di berbagai destinasi strategis di Indonesia. Melalui penerapan standar pelayanan, inovasi, dan praktik bisnis yang berkelanjutan, InJourney Hospitality berperan dalam menghadirkan layanan akomodasi berkualitas sekaligus mendukung peningkatan daya saing pariwisata nasional. Perusahaan tersebut juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan daya saing destinasi, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Kerja sama antara FISH UNJ dan InJourney Hospitality diarahkan untuk memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual di lingkungan industri. Kolaborasi ini dapat dikembangkan melalui program magang, kuliah praktisi, kunjungan industri, pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kapasitas dosen, peninjauan kurikulum, penelitian kolaboratif, serta kegiatan akademik dan pengembangan sumber daya manusia lainnya. Dalam sesi diskusi, Dekan FISH UNJ, Assoc. Prof. Firdaus Wajdi, Ph.D., menekankan pentingnya membangun sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan industri, khususnya dalam menyelaraskan kurikulum program studi dengan perkembangan industri serta kebutuhan dunia kerja. Penyelarasan kurikulum dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan dinamika sektor pariwisata dan perhotelan yang terus berkembang. Menanggapi hal tersebut, InJourney Hospitality menyampaikan keterbukaannya untuk mendukung pengembangan kurikulum Program Studi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ. Perusahaan menyambut baik peluang untuk menghadirkan para General Manager ke kampus FISH UNJ guna memberikan masukan dan melakukan peninjauan kurikulum berdasarkan perspektif industri, pengalaman operasional, serta kebutuhan kompetensi profesional. Dengan sekitar 100 General Manager yang tersebar di jaringan hotel InJourney Hospitality di seluruh Indonesia, perusahaan memiliki sumber daya praktisi yang luas untuk berkontribusi dalam proses pengembangan akademik. Keterlibatan para General Manager tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai operasional perhotelan, manajemen pelayanan, kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, pengalaman pelanggan, serta transformasi industri. Assoc. Prof. Firdaus Wajdi, Ph.D., menyampaikan bahwa kemitraan dengan InJourney Hospitality merupakan bagian dari strategi FISH UNJ dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan, adaptif, dan berdampak. “Kerja sama ini bukan hanya tentang penandatanganan sebuah dokumen, tetapi tentang membangun jembatan yang semakin kuat antara ruang akademik dan dunia industri. FISH UNJ ingin memastikan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar dari praktik terbaik, memahami dinamika industri secara langsung, serta mengembangkan kompetensi profesional yang dibutuhkan oleh sektor pariwisata masa depan,” ujar Assoc. Prof. Firdaus. Ia menegaskan bahwa pengembangan kurikulum tidak dapat dilakukan secara terpisah dari kebutuhan dunia kerja. Keterlibatan praktisi industri menjadi penting agar capaian pembelajaran, materi perkuliahan, kegiatan praktik, dan kompetensi mahasiswa tetap selaras dengan tuntutan profesional yang sesungguhnya. “Kesediaan para General Manager InJourney Hospitality untuk berkontribusi dalam peninjauan kurikulum merupakan peluang yang sangat berharga. Pengalaman praktis mereka dapat memperkaya perspektif akademik sekaligus membantu kami menyiapkan lulusan yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga siap menjawab tantangan nyata dalam industri pariwisata dan perhotelan,” tambahnya. InJourney Hospitality juga menyatakan keterbukaannya untuk mengembangkan penelitian kolaboratif yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Peluang tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya riset terapan mengenai berbagai isu yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti manajemen perhotelan, inovasi pelayanan, pengalaman pelanggan, pengembangan sumber daya manusia, transformasi digital, pengembangan destinasi, dan praktik pariwisata berkelanjutan. “Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan talenta pariwisata yang kompeten, berintegritas, inovatif, dan memiliki wawasan keberlanjutan. Mahasiswa harus dipersiapkan bukan hanya untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga untuk menjadi bagian dari generasi yang mampu mentransformasi industri pariwisata Indonesia agar semakin unggul dan berdaya saing global,” lanjut Assoc. Prof. Firdaus. Bagi Program Studi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ, kemitraan ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat pembelajaran kontekstual dan berbasis praktik. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan operasional, pelayanan pelanggan, pengembangan destinasi, manajemen sumber daya manusia, serta penerapan standar profesional dalam ekosistem pariwisata dan perhotelan. Kerja sama ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education melalui pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri; SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui peningkatan kesiapan kerja serta kompetensi profesional mahasiswa; dan SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan industri. Sebagai tindak lanjut, FISH UNJ dan InJourney Hospitality akan merumuskan program kerja bersama yang terukur, termasuk peninjauan kurikulum yang melibatkan praktisi industri, pengembangan penelitian kolaboratif, program magang, kuliah praktisi, serta berbagai kegiatan lain yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, kedua institusi, dan industri pariwisata secara lebih luas. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat kontribusi FISH UNJ terhadap IKU 5, khususnya dalam pengembangan kerja sama dan luaran kolaboratif yang mendukung peningkatan mutu pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia Indonesia. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (66) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (1) Penelitian (20) Pengabdian (18) Pengajaran (47) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (32) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (29) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ TEMBUS MEDAN TERPENCIL PAPUA SELATAN UNTUK PERKUAT KOMPETENSI PENDIDIK DI ASGON MAPPI
Mappi, 6 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan nasional melalui keterlibatan dosen dalam Pelatihan Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Kepala Sekolah, Guru, dan Pengawas Sekolah Kabupaten Mappi Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 6–10 Juli 2026 di SMA Negeri 1 Asgon, Distrik Assue, Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Keterlibatan FISH UNJ dalam program ini diwujudkan melalui penugasan Dr. Shahibah Yuliani, S.Sos., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FISH UNJ, sebagai bagian dari tim dosen Universitas Negeri Jakarta yang memberikan pendampingan dan penguatan kompetensi kepada para tenaga pendidik di wilayah tersebut. Program yang merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Mappi ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pendidikan, khususnya kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas unit, UNJ menghadirkan materi yang mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan kejuruan, hingga penguatan kepemimpinan kepala sekolah. Tim dosen UNJ yang bertugas di klaster Assue terdiri atas Lalan Erlani, Anggit Aruwiyantuko, Dr. Shahibah Yuliani, S.Sos., M.Pd., Nur Sekhudin, Indra Jaya, Gilang Muhammad Ramadhan, Desi Rahmawati, dan Kamaludin. Setiap dosen membawakan materi sesuai bidang keilmuan dan kebutuhan peserta di lokasi pelatihan. Kehadiran dosen FISH UNJ dalam kegiatan tersebut memperkuat kontribusi fakultas dalam mengembangkan pendidikan yang kontekstual, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Perspektif ilmu sosial dan pendidikan menjadi penting dalam membantu tenaga pendidik memahami karakteristik peserta didik, kondisi sosial masyarakat, serta tantangan pembelajaran yang muncul di wilayah dengan keterbatasan akses dan infrastruktur. Menempuh Perjalanan 220 Kilometer Menuju Asgon Perjalanan menuju Kampung Asgon bukanlah perjalanan yang mudah. Dari pusat Kabupaten Mappi, tim dosen UNJ harus menempuh jarak sekitar 220 kilometer dengan kondisi medan yang menantang. Jalur menuju Distrik Assue didominasi hamparan pasir putih yang relatif dapat dilalui pada musim kemarau. Namun, ketika hujan turun, jalan tersebut dapat berubah menjadi lintasan berlumpur yang menyulitkan kendaraan untuk melintas. Kondisi jalan yang bergelombang turut membuat perjalanan berlangsung lebih lama dan menguras tenaga. Di tengah perjalanan, tim dosen harus berhenti sejenak untuk beristirahat dan menikmati makan siang di tepi hutan sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju lokasi pelatihan. Meskipun menghadapi keterbatasan infrastruktur dan tantangan geografis, semangat para dosen untuk menjalankan pengabdian tidak surut. Perjalanan tersebut menjadi representasi komitmen FISH UNJ dan Universitas Negeri Jakarta untuk memastikan bahwa penguatan kompetensi tenaga pendidik dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Menguatkan Pembelajaran yang Kontekstual dan Berpusat pada Peserta Didik Sesampainya di SMA Negeri 1 Asgon, tim dosen UNJ disambut dengan antusiasme para kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah dari wilayah Distrik Assue. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan aktif melalui diskusi, pertukaran pengalaman, serta pembahasan berbagai solusi atas tantangan pendidikan yang dihadapi di sekolah masing-masing. Materi pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi pedagogik, tetapi juga mencakup kepemimpinan sekolah, implementasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, asesmen pembelajaran, penguatan karakter, serta strategi pemanfaatan teknologi pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan fasilitas sekolah. Melalui pendekatan yang kontekstual, peserta didorong untuk tidak sekadar mengadopsi model pembelajaran secara seragam, tetapi mampu mengembangkan strategi pendidikan berdasarkan karakteristik sosial, budaya, geografis, dan kebutuhan peserta didik di Kabupaten Mappi. Kontribusi dosen Pendidikan IPS FISH UNJ dalam kegiatan ini turut memperkuat pemahaman bahwa proses pendidikan tidak dapat dipisahkan dari realitas sosial masyarakat. Pembelajaran yang bermakna perlu memperhatikan lingkungan tempat peserta didik tumbuh, nilai-nilai lokal, relasi sosial, serta pengalaman kehidupan sehari-hari yang membentuk cara mereka memahami pengetahuan. Wujud Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menyampaikan bahwa pengiriman tim dosen ke berbagai wilayah terpencil merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pemerataan mutu pendidikan di Indonesia. “Perjalanan menuju Asgon menggambarkan bahwa membangun pendidikan berkualitas memerlukan dedikasi, kolaborasi, dan semangat melayani. Kami sangat mengapresiasi para dosen UNJ yang tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab meskipun harus menghadapi tantangan geografis yang tidak mudah. Kehadiran mereka merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi bagi kemajuan pendidikan nasional,” ujar Prof. Ifan Iskandar. Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Mappi menjadi bagian dari upaya universitas dalam memperluas kontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia di berbagai daerah. “Program ini menunjukkan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah mampu menghadirkan dampak yang langsung dirasakan masyarakat. Kami berharap peningkatan kapasitas kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah di Kabupaten Mappi akan melahirkan praktik pembelajaran yang lebih berkualitas, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan di Papua Selatan,” ungkap Rahmat Darmawan. Pelatihan tersebut tidak hanya menjadi ruang peningkatan kompetensi profesional, tetapi juga ruang perjumpaan dan pembelajaran bersama antara perguruan tinggi dan masyarakat. Para dosen tidak hanya membagikan pengetahuan akademik, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai realitas pendidikan, karakteristik sosial, serta kebutuhan tenaga pendidik di wilayah Papua Selatan. FISH UNJ Hadirkan Ilmu Sosial yang Berdampak Keterlibatan FISH UNJ dalam program penguatan kompetensi pendidik di Kabupaten Mappi mencerminkan implementasi tridarma perguruan tinggi yang berorientasi pada dampak sosial. Ilmu pengetahuan tidak berhenti pada proses pembelajaran di kampus, tetapi dihadirkan untuk mendampingi masyarakat dan menjawab persoalan pendidikan secara langsung. Kehadiran Dr. Shahibah Yuliani di tengah para pendidik Asgon juga menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam mengembangkan pendidikan ilmu sosial yang responsif terhadap keberagaman masyarakat Indonesia. Penguatan kompetensi tenaga pendidik di wilayah terpencil diharapkan dapat mendorong terbentuknya pembelajaran yang lebih adaptif, partisipatif, dan sesuai dengan konteks kehidupan peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai fakultas yang tidak hanya mengembangkan kajian ilmu sosial dan hukum secara akademik, tetapi juga menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Perjalanan panjang menuju Asgon menjadi simbol bahwa pengabdian, kepedulian sosial, dan semangat untuk menghadirkan pendidikan yang setara mampu menembus berbagai batas geografis. Sinergi antara FISH UNJ, Universitas Negeri Jakarta, dan Pemerintah Kabupaten Mappi diharapkan terus berkembang dalam berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat kualitas tenaga pendidik, memperluas kesempatan belajar, serta membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Papua Selatan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO
FISH UNJ PERKUAT SINERGI UNIVERSITAS DALAM PENGEMBANGAN SDM UNGGUL DI KABUPATEN MAPPI
Mappi, 1 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) memperkuat kontribusinya dalam mendukung pemerataan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan FISH UNJ dalam delegasi universitas yang mengawal implementasi program peningkatan kompetensi 1.000 guru dan Program 1.000 Sarjana Mappi. Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Universitas Negeri Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Mappi. Melalui kolaborasi lintas fakultas dan unit kerja, UNJ berupaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sekaligus memperluas kesempatan bagi putra-putri terbaik Mappi untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas. Keterlibatan FISH UNJ dalam program ini ditunjukkan melalui kehadiran Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., dan dosen Program Studi Usaha Jasa Pariwisata FISH UNJ, Lala Siti Sahara, M.Si., dalam kunjungan delegasi UNJ ke Kabupaten Mappi pada 28 Juni hingga 2 Juli 2026. Partisipasi tersebut menegaskan peran FISH UNJ dalam menghadirkan pendekatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemanusiaan, pemberdayaan, serta pemahaman terhadap karakter sosial dan budaya masyarakat setempat. Delegasi UNJ dipimpin oleh perwakilan tiga organ utama universitas, yakni Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik Universitas (SAU), dan organ Rektor. MWA diwakili oleh Sekretaris MWA, Prof. Hapidin; SAU diwakili oleh Ketua Komisi Pendidikan SAU, Prof. C. Rudy Prihantono; sedangkan organ Rektor diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar. Kunjungan tersebut turut diikuti oleh sejumlah pimpinan fakultas dan unit kerja di lingkungan UNJ, yaitu Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Prof. Nofi Marlina Siregar; Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Aip Badrujaman; Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Syamsi Setiadi; Dekan Fakultas Psikologi, Gugum Gumelar Fajar Rakhman; Direktur Kerja Sama dan Bisnis, Rahmat Darmawan; Kepala Humas dan Informasi Publik, Syaifudin; serta Protokoler UNJ, Alan Supriyadi. Sinergi antarfakultas dan tiga organ universitas tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan di Mappi tidak ditempatkan sekadar sebagai agenda kerja sama kelembagaan. Program ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial UNJ sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Bagi FISH UNJ, keterlibatan dalam program di Mappi memiliki arti strategis karena pengembangan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pemahaman terhadap kondisi sosial, budaya, hukum, dan kebutuhan masyarakat. Perspektif ilmu sosial menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap program pendidikan tidak hanya tepat secara akademik, tetapi juga relevan dengan konteks kehidupan masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Kehadiran Lala Siti Sahara, M.Si., yang telah memiliki pengalaman panjang dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah Papua, turut memperkuat pendekatan kontekstual dalam pelaksanaan program. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membangun komunikasi yang setara, mengenali pengetahuan lokal, dan memastikan agar kegiatan pendampingan dilakukan dengan menghormati karakter serta kebutuhan masyarakat Mappi. Kunjungan awal delegasi UNJ bersifat simbolis dan akan dilanjutkan melalui dua gelombang keberangkatan akademisi. Gelombang pertama dijadwalkan tiba pada 1 Juli 2026 dengan melibatkan sekitar 30 peserta, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan hadir pada 4 Juli 2026 dengan melibatkan 15 peserta. Para akademisi lintas fakultas tersebut akan berkontribusi dalam pelaksanaan pelatihan peningkatan kompetensi guru, pendampingan akademik, serta proses seleksi dan pembinaan calon mahasiswa Program 1.000 Sarjana Mappi. Keterlibatan berbagai disiplin ilmu diharapkan dapat menghasilkan program yang komprehensif dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan pendidikan di Kabupaten Mappi. Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkelanjutan. “Program peningkatan kompetensi 1.000 guru dan Program 1.000 Sarjana merupakan investasi jangka panjang bagi Kabupaten Mappi. UNJ tidak hanya ingin menghadirkan pendidikan tinggi, tetapi juga membangun kapasitas guru sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas. Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Mappi,” ujar Prof. Ifan. Sekretaris MWA UNJ, Prof. Hapidin, menegaskan bahwa keterlibatan MWA merupakan bentuk dukungan terhadap arah kebijakan universitas yang berorientasi pada kemanfaatan sosial dan pembangunan nasional. “MWA mendukung penuh berbagai kebijakan strategis universitas yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Program di Mappi merupakan contoh bagaimana tata kelola universitas dapat menghasilkan dampak sosial melalui pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ungkap Prof. Hapidin. Sementara itu, Ketua Komisi Pendidikan SAU, Prof. C. Rudy Prihantono, menekankan pentingnya menjaga mutu akademik dalam seluruh tahapan pelaksanaan program, baik pada pelatihan guru maupun penyelenggaraan Program 1.000 Sarjana. “Senat Akademik Universitas memastikan bahwa seluruh proses akademik, baik pelatihan guru maupun Program 1.000 Sarjana, dilaksanakan sesuai standar mutu pendidikan tinggi. Dengan demikian, manfaat yang diterima masyarakat tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menghasilkan lulusan dan tenaga pendidik yang kompeten serta berdaya saing,” jelas Prof. Rudy. Melalui keterlibatan aktif dalam program tersebut, FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang berpijak pada riset, kolaborasi, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial budaya. Kontribusi FISH UNJ juga memperlihatkan bahwa ilmu sosial dan hukum memiliki peran penting dalam membangun program pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara tiga organ universitas, pemerintah daerah, fakultas, serta unit kerja di lingkungan UNJ diharapkan dapat menjadikan Program 1.000 Guru dan Program 1.000 Sarjana sebagai model kemitraan pendidikan yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga untuk melahirkan tenaga pendidik dan generasi muda Mappi yang mampu menjadi penggerak pembangunan daerah. Keterlibatan FISH UNJ dalam sinergi tersebut sekaligus memperkuat identitas fakultas sebagai institusi akademik yang hadir di tengah masyarakat, mengembangkan keilmuan yang berdampak, serta berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (66) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (1) Penelitian (21) Pengabdian (21) Pengajaran (48) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (32) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (29) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ Gandeng Ivosights Perkuat Literasi Data Digital Mahasiswa melalui Social Listening dan Emotion Analysis
Jakarta, 12 Juni 2026 – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (Prodi Ilkom FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan Dosen Tamu bertajuk *“Membaca Emosi Publik Melalui Media Sosial: Social Listening untuk Bisnis & Kebijakan”* pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Ki Hajar Dewantara Lantai 9, Kampus A UNJ ini terlaksana melalui kerja sama dengan Ivosights sebagai mitra industri di bidang teknologi data dan komunikasi digital. Kegiatan tersebut menghadirkan Ruly Mahmuddin, Head of Data & Operations Ripple10 Ivosights, PT Ivonesia Solusi Data, sebagai narasumber. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai pentingnya pemanfaatan data percakapan digital untuk membaca opini, kebutuhan, perilaku, serta emosi publik di berbagai platform media sosial. Materi yang disampaikan tidak hanya relevan bagi pengembangan strategi bisnis, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam pengelolaan komunikasi publik dan perumusan kebijakan berbasis data. Penyelenggaraan dosen tamu ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ dalam menghadirkan pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan industri komunikasi digital. Di era ketika media sosial menjadi ruang utama pertukaran informasi, calon praktisi komunikasi dituntut memiliki kemampuan untuk memahami data digital secara kritis, etis, dan strategis. Oleh karena itu, penguatan literasi data menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Dalam pemaparannya, Ruly menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola hubungan antara organisasi dan publik. Komunikasi yang sebelumnya banyak berlangsung secara satu arah kini bergerak menuju pola yang lebih partisipatif, cepat, dan berbasis respons publik secara real-time. Melalui teknologi social listening, organisasi dapat memahami percakapan masyarakat secara lebih mendalam, sehingga keputusan komunikasi tidak lagi hanya bertumpu pada asumsi, tetapi juga pada hasil analisis data yang terukur. Menurut Ruly, data percakapan digital memiliki nilai strategis karena mampu memberikan gambaran mengenai persepsi, harapan, keresahan, serta respons emosional masyarakat terhadap suatu isu, produk, layanan, maupun kebijakan. Dengan kemampuan membaca data tersebut, organisasi dapat menyusun strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan publik. Mahasiswa juga diperkenalkan pada perbedaan antara social media monitoring dan social media listening. Social media monitoring berorientasi pada pemantauan aktivitas digital, seperti jumlah percakapan, sebaran isu, dan keterlibatan pengguna. Sementara itu, social media listening menekankan proses interpretasi terhadap makna percakapan, sehingga hasil analisisnya dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun rekomendasi komunikasi yang lebih komprehensif. Selain membahas social listening, narasumber juga menjelaskan penerapan sentiment analysis dan emotion analysis dalam memahami dinamika opini publik. Sentiment analysis digunakan untuk mengelompokkan percakapan ke dalam kecenderungan positif, negatif, atau netral. Sementara emotion analysis memungkinkan analisis yang lebih mendalam dengan mengidentifikasi emosi yang muncul dalam percakapan, seperti rasa percaya, bahagia, marah, sedih, khawatir, atau kecewa. Pendekatan ini menjadi penting karena strategi komunikasi yang efektif tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap isi pesan, tetapi juga terhadap kondisi emosional publik. Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah demonstrasi penggunaan platform Ripple10. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa melihat secara langsung bagaimana data dari media sosial dapat dikumpulkan, dipetakan, divisualisasikan, dan diterjemahkan menjadi insight strategis. Demonstrasi ini memberikan pengalaman belajar aplikatif bagi mahasiswa untuk memahami proses kerja analisis data digital dalam konteks industri komunikasi. Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi FISH UNJ, Dini Safitri, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan praktisi industri menjadi salah satu strategi penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Menurutnya, kegiatan dosen tamu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami praktik komunikasi digital secara lebih nyata, terutama dalam membaca data, menafsirkan emosi pengguna media sosial, serta menentukan posisi sebuah brand atau isu dalam percakapan publik. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena mereka dapat belajar langsung dari praktisi. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga melihat bagaimana data dan emosi pengguna media sosial dianalisis untuk menentukan posisi brand maupun isu yang sedang berkembang di masyarakat,” ujar Dini. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, terutama terkait penggunaan social listening dalam dunia bisnis, komunikasi pemerintahan, reputasi organisasi, hingga pengelolaan isu di media sosial. Suasana diskusi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ketertarikan tinggi terhadap perkembangan analitik komunikasi digital dan pemanfaatannya dalam dunia profesional. Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur karena memperkenalkan mahasiswa pada pemanfaatan teknologi data dalam praktik komunikasi modern. Selain itu, kolaborasi dengan Ivosights mencerminkan dukungan terhadap SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, kegiatan ini berkontribusi pada IKU 2 melalui pemberian pengalaman belajar di luar kelas yang mempertemukan mahasiswa dengan praktik profesional. Kegiatan ini juga mendukung IKU 4 karena menghadirkan praktisi industri sebagai narasumber dalam proses pembelajaran. Selain itu, kerja sama dengan Ivosights turut memperkuat IKU 6 melalui kemitraan program studi dengan mitra strategis yang relevan dengan bidang keilmuan dan kebutuhan industri komunikasi digital. Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam literasi data digital, analisis media sosial, dan pengambilan keputusan komunikasi berbasis teknologi. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang adaptif, kritis, dan siap berkontribusi dalam ekosistem komunikasi digital yang semakin dinamis. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (32) Program Unggulan (54) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
S1 Geografi FISH UNJ Gelar PKL Raya 2026 di Kebumen, Perkuat Pembelajaran Lapangan Berbasis SDGs dan IKU
Jakarta, Juni 2026 – Program Studi S1 Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) Raya pada 18–22 Mei 2026 di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S1 Geografi angkatan 2023, 2024, dan 2025 sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan. PKL Raya menjadi ruang pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa untuk memahami fenomena geografi secara lebih kontekstual. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan spasial suatu wilayah, tetapi juga dilatih untuk melakukan observasi, pengumpulan data, analisis lapangan, serta pemecahan masalah berdasarkan kondisi nyata di masyarakat. Koordinator Program Studi S1 Geografi FISH UNJ, Ilham B. Mataburu, M.Si., yang memberikan arahan kepada seluruh peserta PKL Raya 2026 Kegiatan ini diawali dengan pelepasan peserta PKL Raya pada Senin, 18 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Koordinator Program Studi S1 Geografi FISH UNJ, Ilham B. Mataburu, M.Si., yang memberikan arahan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan lapangan merupakan bagian penting dalam pendidikan geografi karena mampu menjembatani teori yang diperoleh di ruang kelas dengan dinamika lingkungan dan masyarakat secara langsung. Beliau juga berpesan agar mahasiswa menjaga kedisiplinan, etika, kerja sama, serta tanggung jawab selama mengikuti kegiatan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi akademik sekaligus karakter mahasiswa sebagai calon lulusan yang adaptif, komunikatif, dan peka terhadap persoalan kewilayahan. Pada pelaksanaan PKL Raya 2026, setiap angkatan memiliki fokus kajian yang berbeda sesuai dengan tahapan pembelajaran masing-masing. Mahasiswa angkatan 2025 mengikuti PKL Fisik, mahasiswa angkatan 2024 melaksanakan PKL Sosekta yang berfokus pada aspek sosial, ekonomi, dan pemetaan, sedangkan mahasiswa angkatan 2023 mengikuti PKL Terpadu. Pembagian fokus ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan lapangan secara bertahap, mulai dari pengenalan fenomena fisik hingga analisis terpadu terhadap dinamika wilayah. Kecamatan Ayah dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki karakteristik wilayah yang beragam dan relevan dengan kajian geografi. Keragaman bentang alam, kondisi lingkungan, serta dinamika sosial masyarakat di wilayah tersebut menjadi laboratorium alam yang mendukung mahasiswa dalam memahami hubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan. Pelaksanaan PKL Raya ini juga selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Melalui pembelajaran lapangan, mahasiswa didorong untuk memiliki kesadaran terhadap isu lingkungan, keberlanjutan wilayah, serta pentingnya pengelolaan sumber daya berbasis data dan kajian ilmiah. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama dalam penguatan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan pembelajaran berbasis proyek dan kasus nyata di masyarakat. PKL Raya menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, sosial, dan profesional secara terpadu. Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Geografi FISH UNJ terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan aplikatif, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan wilayah berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (15) Pengajaran (44) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (30) Program Unggulan (54) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Pendidikan Geografi FISH UNJ Perkuat Kompetensi Geospasial melalui Kuliah Tamu Internasional Bersama Pakar UiTM Malaysia
Jakarta, 14 Juni 2026 — Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk “Application of Quantitative Research Method in Urban Environment Using Geospatial Analysis” pada 12 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Nor Aizam Adnan, pakar geospasial dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, sebagai narasumber utama. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen Pendidikan Geografi FISH UNJ dalam memperkuat kompetensi mahasiswa, dosen, dan peneliti di bidang analisis geospasial berstandar internasional. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan metode penelitian kuantitatif, Sistem Informasi Geografis atau *Geographic Information System* (GIS), serta teknologi penginderaan jauh atau *remote sensing* dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan perkotaan, tata ruang, kebencanaan, wilayah pesisir, dan pembangunan berkelanjutan. Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Nor Aizam Adnan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi geospasial telah membuka peluang baru bagi penelitian lingkungan yang lebih presisi, terukur, dan berbasis data spasial. Menurutnya, integrasi data satelit, analisis statistik, dan pemodelan spasial dapat membantu peneliti memahami dinamika wilayah secara lebih komprehensif serta mendukung proses pengambilan keputusan yang berbasis bukti ilmiah. “Teknologi geospasial memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi, memantau, dan memodelkan berbagai fenomena lingkungan secara lebih menyeluruh. Dengan dukungan data satelit dan analisis spasial, rekomendasi kebijakan dapat disusun secara lebih tepat dan relevan dengan kebutuhan wilayah,” jelasnya. Materi kuliah tamu mencakup pengenalan konsep dasar penginderaan jauh, pemanfaatan berbagai sumber data satelit seperti Landsat, Sentinel, Terra, Aqua, dan SNPP, serta penerapannya dalam kajian lingkungan perkotaan. Narasumber juga menekankan pentingnya ketepatan dalam memilih data satelit berdasarkan resolusi spasial, temporal, dan spektral agar analisis yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan ini adalah pemodelan dan pemetaan banjir atau *flood modelling and mapping*. Melalui integrasi GIS, data hidrologi, serta pendekatan statistik, peserta diajak memahami bagaimana perubahan penggunaan lahan, curah hujan, perubahan iklim, deforestasi, kapasitas drainase, hingga pasang surut laut dapat dianalisis sebagai faktor yang memengaruhi risiko banjir. Beberapa perangkat lunak seperti ArcGIS, HEC-HMS, HEC-RAS, dan ERDAS Imagine turut diperkenalkan sebagai instrumen penting dalam simulasi dan analisis kebencanaan. Selain kebencanaan, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai simulasi perubahan penggunaan lahan dan pengembangan wilayah hingga tahun 2080 melalui pendekatan *Multi-Criteria Analysis* (MCA). Pendekatan ini relevan untuk mendukung perencanaan tata ruang yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Pembahasan berikutnya menyoroti pemanfaatan teknologi geospasial dalam pengelolaan wilayah pesisir. Assoc. Prof. Dr. Nor Aizam Adnan memaparkan bagaimana data satelit Sentinel dan SPOT, yang dikombinasikan dengan metode *Digital Shoreline Analysis System* (DSAS), dapat digunakan untuk memetakan perubahan garis pantai, menganalisis erosi dan akresi, serta mengukur tingkat kerentanan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim. Kajian ini dinilai penting dalam mendukung perumusan strategi perlindungan wilayah pesisir secara lebih efektif. Topik lain yang turut dibahas adalah evaluasi kesesuaian lahan pertanian dengan menggunakan metode *Analytical Hierarchy Process* (AHP) dan *Weighted Overlay Analysis*. Melalui pendekatan tersebut, peneliti dapat mengidentifikasi wilayah yang potensial untuk pengembangan pertanian produktif berdasarkan sejumlah parameter, seperti topografi, jenis tanah, iklim, aksesibilitas, serta ketersediaan sumber daya air. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Salah satu isu yang menarik perhatian adalah strategi mitigasi banjir di Malaysia melalui pembangunan SMART Tunnel atau *Stormwater Management and Road Tunnel* di Kuala Lumpur. Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa infrastruktur multifungsi tersebut dirancang untuk mengurangi risiko banjir kilat sekaligus mendukung mobilitas masyarakat perkotaan. Contoh tersebut memperlihatkan pentingnya integrasi antara rekayasa infrastruktur, perencanaan kota, dan manajemen risiko bencana. Koordinator Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Geografi FISH UNJ, Samadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penguatan internasionalisasi akademik sekaligus peningkatan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembangunan wilayah yang semakin kompleks. “Kolaborasi dengan akademisi internasional seperti UiTM memberikan pengalaman akademik yang sangat penting bagi mahasiswa dan dosen. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep metode penelitian kuantitatif dan analisis geospasial, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menjawab persoalan lingkungan, kebencanaan, tata ruang, pesisir, dan pembangunan wilayah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kolaborasi riset, publikasi internasional, dan pertukaran akademik antara Pendidikan Geografi UNJ dan mitra luar negeri,” ujar Samadi. Penyelenggaraan kuliah tamu internasional ini juga sejalan dengan kontribusi FISH UNJ terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Materi yang dibahas dalam kegiatan ini memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya teknologi geospasial dalam mendukung perencanaan wilayah, mitigasi bencana, perlindungan lingkungan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, kegiatan ini turut mendukung penguatan kualitas pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman belajar di luar kelas, peningkatan kapasitas dosen dalam jejaring akademik internasional, serta perluasan kerja sama dengan mitra perguruan tinggi luar negeri. Kuliah tamu ini juga berpotensi mendorong lahirnya kolaborasi riset dan publikasi internasional yang dapat memperkuat reputasi akademik FISH UNJ. Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Geografi FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kuliah tamu internasional bersama UiTM Malaysia ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa, memperkuat kompetensi geospasial, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara Indonesia dan Malaysia dalam pengembangan keilmuan geografi, teknologi geospasial, dan pembangunan berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (59) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (43) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (29) Program Unggulan (52) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi Humas dan Komunikasi Digital FISH UNJ Gelar INTEREST 2026, Perkuat Apresiasi Budaya dan Kreativitas Mahasiswa
Jakarta, 15 Juni 2026 – Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), menyelenggarakan INTEREST (Integrated Public Relations) Festival 2026 sebagai ruang apresiasi budaya, kreativitas, dan ekspresi mahasiswa. Kegiatan ini menghadirkan rangkaian acara berupa pameran foto, bazar, talkshow budaya, dan fashion show yang menampilkan keberagaman budaya Nusantara maupun mancanegara. INTEREST 2026 menjadi bagian dari upaya program studi dalam menghadirkan pembelajaran di luar kelas yang mendorong mahasiswa untuk memahami budaya secara lebih kontekstual, kreatif, dan komunikatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai perancang, pelaksana, komunikator, sekaligus pelaku kreatif dalam sebuah kegiatan berbasis budaya. Acara dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan pembacaan doa, sambutan Ketua Pelaksana, serta sambutan Kepala Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ, Asep Soegiyarto, M.Si. Dalam sambutannya, ia memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Interest 2026 sebagai bentuk pengembangan kreativitas mahasiswa sekaligus penguatan wawasan kebudayaan dalam bidang hubungan masyarakat dan komunikasi digital. Setelah sesi sambutan, seluruh peserta dan panitia bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UNJ. Pembukaan kegiatan kemudian ditandai secara simbolis melalui pemukulan gong sebagai penanda dimulainya seluruh rangkaian Interest 2026. Rangkaian kegiatan inti dimulai dengan pameran foto dan bazar yang berlangsung secara bersamaan. Pameran foto menampilkan karya mahasiswa yang merekam beragam momen budaya dan kehidupan sosial. Melalui karya visual tersebut, mahasiswa diajak untuk melihat budaya bukan hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai realitas sosial yang hidup dalam keseharian masyarakat. Sementara itu, bazar menjadi ruang interaksi, kreativitas, dan pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Pada sesi talkshow budaya, Interest 2026 menghadirkan Mahsa Kamara dan Delvia Imira Ramadhani sebagai narasumber. Keduanya membahas isu seputar kebudayaan, identitas, dan relevansi budaya di era modern. Diskusi berlangsung interaktif dan membuka ruang refleksi bagi mahasiswa mengenai pentingnya memahami keberagaman sebagai bagian dari kehidupan sosial dan komunikasi publik. Puncak kegiatan INTEREST 2026 ditandai dengan sesi fashion show yang menampilkan busana dari berbagai ragam budaya. Para peserta tampil dengan kostum yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara maupun mancanegara. Peragaan busana ini menjadi simbol bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang perlu dirawat, diapresiasi, dan dikomunikasikan secara kreatif kepada publik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang fashion show dan juara foto terbaik. Apresiasi tersebut diberikan kepada peserta yang telah menampilkan kreativitas, keberanian, dan pemahaman budaya melalui karya maupun penampilan mereka. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama serta pembersihan area kegiatan oleh panitia dan peserta sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Penyelenggaraan INTEREST 2026 selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan kompetensi mahasiswa di luar ruang kelas. Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, terutama dalam upaya melestarikan warisan budaya, memperkuat identitas sosial, dan membangun ruang apresiasi budaya yang inklusif. Selain itu, INTEREST 2026 turut mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek peningkatan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, penguatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan kolaboratif dan berbasis proyek. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam manajemen acara, komunikasi publik, dokumentasi, kerja sama tim, dan pengelolaan aktivitas kreatif yang relevan dengan bidang kehumasan dan komunikasi digital. INTEREST 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan budaya, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ mampu menghadirkan program yang inklusif, edukatif, dan bermakna dalam merayakan keberagaman budaya sebagai fondasi membangun masyarakat yang harmonis. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (58) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (42) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (28) Program Unggulan (52) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru