sesi presentasi paralel yang diselenggarakan secara hybrid (doc. PWU) Jakarta, 17 April 2026 — Hari kedua The 1st International Conference on Global Social and Business (ICGSB) 2026 kembali menghadirkan dinamika akademik yang kaya melalui sesi paralel International Conference & Doctoral Research Presentation. Pada Jumat, 17 April 2026, rangkaian presentasi paruh kedua konferensi dibagi ke dalam lima breakroom yang menampilkan puluhan kajian aktual di bidang sosial dan bisnis. Beragam topik strategis diangkat dalam sesi ini, mulai dari transformasi digital di sektor kesehatan, perilaku konsumsi di era pembayaran elektronik, penguatan UMKM, kualitas layanan digital, hingga tantangan teknologi di dunia kerja. Ragam tema tersebut menunjukkan bahwa riset akademik semakin diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan industri saat ini. Sejumlah presentasi menyoroti isu transformasi digital yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kajian mengenai electronic medical records misalnya, diposisikan sebagai strategi transformasi digital untuk meningkatkan daya saing rumah sakit swasta di Indonesia. Selain itu, pembahasan tentang dampak penggunaan e-payment terhadap perilaku konsumtif masyarakat di Kota Cirebon juga memperlihatkan bagaimana teknologi finansial tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi turut membentuk pola perilaku sosial. Di sisi lain, topik mengenai kesiapan dunia usaha menghadapi ekosistem Marketing 5.0 serta transformasi digital UMKM mempertegas pentingnya adaptasi strategi bisnis di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Tidak hanya berpusat pada ekonomi digital, hari kedua ICGSB 2026 juga memperluas diskusi ke persoalan sosial, budaya, dan organisasi. Beberapa kajian mengangkat pengalaman wisata desa di tengah penetrasi platform digital, kepemimpinan digital dalam ekosistem pemasaran, kualitas layanan elektronik sebagai fondasi loyalitas pelanggan, hingga transparansi etis dalam laporan valuasi. Ada pula topik yang menelaah peran manajerial guru dalam menangani perundungan melalui pendidikan karakter, fenomena cyberloafing dan technostress di lingkungan kerja, serta pengaruh environmental, social, and governance (ESG) dan enterprise risk management terhadap kinerja bisnis. Kehadiran isu-isu tersebut memperlihatkan kuatnya semangat multidisipliner dalam ICGSB 2026. Konferensi ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan ilmiah, tetapi juga wadah untuk menjembatani beragam disiplin ilmu dalam membaca tantangan kontemporer, mulai dari bisnis, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga komunikasi. Konteks Indonesia juga tampak menonjol dalam berbagai presentasi yang disampaikan. Sejumlah penelitian mengambil lokasi atau studi kasus di berbagai wilayah Indonesia, seperti Cirebon, Jawa Barat, Jakarta Timur, desa wisata di Jawa Tengah, hingga sektor industri dan rumah sakit di Indonesia. Kedekatan konteks ini memberikan nilai penting tersendiri, karena hasil-hasil kajian yang dipresentasikan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga berpotensi memberi kontribusi nyata bagi pemahaman dan penyelesaian persoalan di tingkat lokal maupun nasional. Melalui penyelenggaraan lima breakroom dengan rangkaian presentasi yang padat, hari kedua ICGSB 2026 memperlihatkan tingginya antusiasme akademisi dalam membahas masa depan sosial dan bisnis di tengah perubahan zaman. Konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) bekerja sama dengan Philippine Women’s University (PWU), Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA), Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), dan Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) ini menegaskan perannya sebagai forum ilmiah yang responsif terhadap transformasi digital, keberlanjutan, dan tantangan sosial masa kini. Penulis: RSKPF, RDS, NRR, NA Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (42) Kemahasiswaan (17) Penelitian (13) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (37) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dari Pendekatan Kualitatif hingga SEM-PLS, ICGSB 2026 Soroti Pentingnya Riset yang Rapi, Valid, dan Berdampak
Noprita Herari, M.I.Kom (kiri) sebagai moderator sesi kedua seminar internasional dengan pembicara Prof. Felina C. Young, DBA (kanan), pada Jumat 17/4/2026 (doc. FISHMed) Jakarta, 17 April 2026 — Hari kedua The 1st International Conference on Global Social and Business (ICGSB) 2026 kembali berlanjut dengan sesi kedua bertajuk “SEM-PLS in Social and Business Research” yang menghadirkan Prof. Dr. Felina C. Young, DBA selaku Chancellor and Senior Vice President for Academic Affairs of Philippine Women’s University (PWU) sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Noprita Herari, M.I.Kom. Sesi ini memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya metodologi penelitian yang tepat, sistematis, dan mampu menjawab persoalan sosial maupun bisnis secara lebih akurat. Dalam pemaparannya, Prof. Young tidak langsung masuk pada aspek teknis SEM-PLS, tetapi terlebih dahulu mengajak peserta memahami fondasi penelitian melalui pendekatan kualitatif. Ia menjelaskan bahwa penelitian kualitatif memiliki peran penting untuk menggali budaya, perilaku, pengalaman, dan realitas sosial secara lebih mendalam. Berbagai pendekatan seperti ethnographic research, phenomenological research, grounded theory, case study, historical research, hingga narrative research diperkenalkan sebagai cara untuk memahami manusia dan konteksnya secara lebih utuh. Prof. Young menekankan bahwa riset yang baik menuntut ketelitian, terutama ketika peneliti berhadapan dengan pengalaman personal atau fenomena sosial yang kompleks. Dalam konteks penelitian kualitatif, ia menyoroti pentingnya pemilihan sampel yang tepat, kepekaan peneliti dalam membaca fenomena, serta kewaspadaan terhadap subjektivitas, reliabilitas, validitas, dan generalisasi temuan. Dengan demikian, kualitas penelitian tidak hanya ditentukan oleh topiknya, tetapi juga oleh ketepatan proses dan kedalaman analisisnya. Pembahasan kemudian bergerak ke tahapan penelitian yang lebih sistematis, termasuk thematic analysis, evaluasi ahli melalui Delphi panelist, proses refinement and validation, hingga pengenalan pada Item-Content Validity Index (I-CVI), Scale-Level Content Validity Index (S-CVI), dan Interquartile Range (IQR) sebagai bagian dari penguatan reliabilitas instrumen dan hasil penelitian. Penjelasan ini memberi pemahaman bahwa sebuah riset yang baik harus dibangun melalui tahapan yang cermat agar dapat diterima, diterapkan, bahkan memberi nilai tambah yang lebih luas bagi masyarakat maupun lembaga. Setelah membangun fondasi tersebut, Prof. Young kemudian membawa peserta pada pembahasan mengenai SEM-PLS sebagai salah satu pendekatan analisis yang relevan dalam riset sosial dan bisnis. Sesi ini membantu peserta melihat bahwa metode bukan sekadar alat teknis, melainkan bagian dari cara berpikir ilmiah yang menuntut kerapian desain, kejelasan struktur, dan konsistensi antara masalah penelitian, data, serta analisis. Salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta adalah ketika Prof. Young menampilkan contoh langsung paper hasil karya mahasiswa doktoralnya. Melalui contoh tersebut, ia menjelaskan bagaimana sebuah paper ilmiah disusun dengan baik, mulai dari kerangka berpikir, alur penulisan, hingga ketelitian dalam penyajian hasil. Ia menekankan bahwa kualitas paper tidak hanya terletak pada isi, tetapi juga pada kerapian, kejelasan, dan ketekunan dalam proses penulisan. Sikap bangga yang ia tunjukkan terhadap karya mahasiswanya juga menjadi bentuk apresiasi terhadap proses belajar yang serius dan berkesinambungan. Diskusi dalam sesi ini juga melahirkan pesan reflektif yang kuat. Penelitian dipahami bukan hanya sebagai aktivitas akademik formal, tetapi sebagai sarana untuk merespons perubahan sosial dan tantangan nyata di lapangan. Dalam semangat itu, peserta diajak melihat bahwa riset dapat menjadi jalan untuk menemukan solusi, memperkuat daya saing, dan memahami mengapa sebagian pihak mampu bertahan di tengah perubahan, sementara yang lain tertinggal. Dengan kata lain, riset bukan hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membangun ketangguhan, inovasi, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. sesi foto bersama pembicara, peserta seminar dan Duta on Duty Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), pada Jumat 17/4/2026 (doc. FISHMed) Pada penutupan sesi, moderator menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh peserta atas partisipasi aktif yang telah menghidupkan suasana seminar. Sesi ini menghadirkan pesan penting bahwa menjadi peneliti berarti menjadi pembelajar sepanjang hayat. Sebagaimana disampaikan oleh Prof. Felina, “No one can stop you from reading and learning. Keep your competitive side focused on becoming better than your previous self, rather than competing with anyone else.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa membaca, belajar, dan menulis merupakan kekuatan utama yang akan terus menumbuhkan semangat akademik, sekaligus mendorong setiap individu untuk berkembang melalui proses refleksi dan perbaikan diri yang berkelanjutan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama antara narasumber dan peserta. Melalui sesi ini, ICGSB 2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang pembelajaran internasional yang tidak hanya memperkaya metodologi penelitian, tetapi juga menginspirasi lahirnya akademisi yang tekun, reflektif, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global. Penulis: RSKPF, RDS, NRR, NA Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (41) Kemahasiswaan (17) Penelitian (12) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (37) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dorong Budaya Riset dan Inovasi, ICGSB 2026 Hari Kedua Bahas Mixed Methods dalam Organizational Research
Mega Ayu Permatasari, M.Si (kiri) sebagai moderator sesi pertama seminar internasional dengan pembicara Prof. Felina C. Young, DBA (kanan), pada Jumat 17/4/2026 (doc. FISHMed) Jakarta, 17 April 2026 — Memasuki hari kedua pelaksanaan The 1st International Conference on Global Social and Business (ICGSB) 2026, semangat penguatan budaya riset kembali terasa dalam rangkaian seminar internasional yang berlangsung di Gedung SFD, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, Tower B lantai 10. Kegiatan ini diikuti secara hybrid oleh para koordinator program studi, dosen, serta mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ. Pada sesi pertama, peserta mengikuti pemaparan bertajuk “Mixed Methods in Organizational Research” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Felina C. Young, DBA dan dimoderatori oleh Mega Ayu Permatasari, M.Si. Dalam sesi ini, Prof. Young menekankan bahwa riset kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan tuntutan utama dalam dunia akademik global. “You’ve got to research, otherwise you’re going to perish. That is now the expectation of universities globally,” ujarnya, menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menuntut para akademisi untuk terus aktif meneliti agar tetap relevan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Tidak hanya menyoroti pentingnya produktivitas akademik, Prof. Young juga membagikan pandangan yang membumi tentang proses menulis penelitian. Menurutnya, menulis tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Riset justru dapat tumbuh dari rasa ingin tahu, kebiasaan membaca, dan keberanian untuk terus belajar. Ia mengingatkan bahwa umpan balik tidak seharusnya ditakuti, melainkan diterima sebagai bagian dari proses bertumbuh. “When you get feedback, you become excited, then writing research is not difficult,” jelasnya. Melalui sesi ini, peserta diajak melihat bahwa mixed methods bukan sekadar penggabungan metode kuantitatif dan kualitatif, tetapi sebuah pendekatan yang menuntut ketajaman berpikir, sistematika kerja, dan keberanian untuk menjawab persoalan secara lebih utuh. Prof. Young menegaskan bahwa inovasi dalam riset harus menghasilkan manfaat nyata, bukan hanya memenuhi kebutuhan akademik semata. Karena itu, penelitian harus dibangun di atas proses yang sistematis, dapat dipertanggungjawabkan, dan taat pada etika. “We have to follow strict ethical standards,” tegasnya. Lebih jauh, sesi ini juga menyampaikan pesan kuat bagi para peneliti muda. Prof. Young mendorong mahasiswa dan akademisi pemula untuk memulai dari hal yang paling dekat dengan minat mereka, lalu menumbuhkannya dengan membaca, menulis, dan mengeksplorasi berbagai pendekatan penelitian, baik kuantitatif, kualitatif, maupun mixed methods. Ia mengingatkan bahwa perjalanan akademik bukanlah ajang untuk membandingkan diri dengan orang lain, melainkan proses untuk terus menjadi lebih baik dari diri sendiri. Suasana seminar berlangsung hangat dan interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti pemaparan hingga sesi diskusi. Sejumlah pertanyaan yang muncul menunjukkan bahwa topik mixed methods dipandang relevan, terutama bagi akademisi yang ingin mengembangkan riset yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga berdampak bagi masyarakat. Sesi ini ditutup dengan pemberian plakat apresiasi kepada Prof. Young oleh Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si selaku Wakil Dekan III FISH UNJ. Melalui sesi ini, ICGSB 2026 tidak hanya menghadirkan diskusi akademik, tetapi juga menegaskan kembali nilai penting penelitian sebagai praktik pembelajaran sepanjang hayat. Riset diposisikan bukan semata sebagai kewajiban institusional, melainkan sebagai jalan untuk merawat rasa ingin tahu, membangun inovasi, dan menghasilkan kontribusi yang bermakna di tengah perubahan zaman. Penulis: RSKPF, RDS, NRR, NA Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (40) Kemahasiswaan (17) Penelitian (11) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (37) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Gandeng Philippine Women’s University dan Tiga Kampus Nasional, Dorong Transformasi Sosial di Era Digital melalui 1st ICGSB 2026
Jakarta, 16 April 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menyelenggarakan Seminar Internasional 1st International Conference & Doctoral Research Presentation dengan tajuk “Global Social & Business Transformation: Innovation, Sustainability, and Strategic Leadership in the Digital Era”. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi global, berlangsung di Gedung 1A Lantai 10, Kampus A, Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pembicara hebat, di antaranya Prof. Dr. Felina C. Young, DBA selaku Chancellor Philippine Women’s University, Prof. Dr. Komarudin, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Nina Yulietni, S.P., M.Si., Ph.D. selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Filipina, Dr. Shirley C. Agrupis, Ph.D. selaku Chairperson Commission on Higher Education (CHED) Filipina, Prof. Emer. Dr. Barjoyai Bardai selaku profesor emeritus dari Malaysia University of Science and Technology (MUST), serta Nozomi Kawarazuka selaku peneliti dari International Potato Center (CIP). Selain itu, sambutan pembuka disampaikan oleh Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. Duta FISH UNJ membuka rangkaian acara yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Filipina, Lupang Hinirang, sebagai simbol kolaborasi internasional. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Dr. Ir. Ja’far Amiruddin, M.T. Sambutan pembuka disampaikan oleh Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin dalam menghadapi transformasi global di era digital. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Komarudin, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa transformasi global di era digital tidak hanya menuntut kemajuan analitis, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap prosesnya. “Global transformation in the digital era requires more than analytical advancement. It demands empathy, sustainable action, and strategic leadership that places humanity at the center of progress,” ujarnya. Selain itu, beliau juga menegaskan komitmen UNJ dalam memperluas kerja sama internasional guna mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai bentuk konkret dari penguatan kolaborasi internasional, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan agenda penandatanganan kerja sama antara Philippine Women’s University (PWU) dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), PWU dengan Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), PWU dengan Universitas Ibnu Khaldun Bogor (UIKA), PWU dengan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), serta kerja sama antara UNIPI dan UNJ. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kemitraan global serta mendorong kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. Felina C. Young, DBA selaku Chancellor Philippine Women’s University, yang menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi dinamika global. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Francisca Sestri G., S.E. selaku Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Prof. Dr. Widyasari, M.Pd. selaku Rektor Universitas Ibnu Khaldun Bogor (UIKA), serta Arif Nurudin, S.T., M.T. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), yang secara keseluruhan menekankan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di tingkat global. Sesi seminar diawali oleh Prof. Nina Yulietni, S.P., M.Si., Ph.D. selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Filipina yang menyampaikan paparan mendalam terkait isu-isu strategis dalam kerja sama pendidikan internasional. Selanjutnya, Dr. Shirley C. Agrupis, Ph.D. selaku Chairperson Commission on Higher Education (CHED) Filipina memaparkan perspektif penting terkait pengembangan pendidikan tinggi di tingkat global. Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah yang menyoroti pengalaman dan strategi dalam penguatan sistem pendidikan tinggi. Dilanjutkan oleh Prof. Emer. Dr. Barjoyai Bardai dari Malaysia University of Science and Technology (MUST) yang memberikan wawasan akademik mendalam terkait transformasi sosial dan bisnis. Sesi seminar juga menghadirkan Nozomi Kawarazuka dari International Potato Center (CIP) yang membahas perspektif global dalam riset dan pengembangan di sektor pertanian. Selain itu, turut hadir sesi pembicara undangan oleh Prof. Dr. Robertus Robet, M.A. serta Dr. Syamsulbahri, DBA., Ph.D. yang menyampaikan berbagai gagasan kritis dan perspektif strategis berdasarkan pengalaman akademik dan profesional mereka. Melalui rangkaian kegiatan ini, Seminar Internasional FISH UNJ tidak hanya menjadi wadah pertukaran gagasan, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas negara dalam mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kepemimpinan strategis di era digital. Penulis: JRPS, ZH, CKG, GIC, ZR Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (39) Kemahasiswaan (17) Penelitian (10) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (37) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Gelar Doctoral Research Conference Internasional ICGSB 2026
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan internasionalisasi akademik melalui penyelenggaraan 1st International Conference & Doctoral Research Presentation (ICGSB 2026). Konferensi ini menjadi momentum penting sebagai Doctoral Research Conference yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa doktoral, serta praktisi lintas sektor dalam satu forum ilmiah berskala internasional. ICGSB 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi antara Philippine Women’s University (PWU) dan FISH UNJ, dengan dukungan sejumlah perguruan tinggi mitra seperti Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Universitas Ibn Khaldun Bogor, serta Universitas Muhammadiyah Cirebon. Kolaborasi lintas institusi dan lintas negara ini memperkuat posisi FISH UNJ dalam jejaring akademik regional dan global. Mengusung tema besar: “Global Social & Business Transformation: Innovation, Sustainability, and Strategic Leadership in the Digital Era”, konferensi ini dirancang sebagai ruang diskusi strategis untuk membahas transformasi sosial dan bisnis di era digital yang semakin kompleks, dinamis, dan berbasis inovasi berkelanjutan. ICGSB 2026 akan diselenggarakan secara hybrid (on-site & online) pada: 📅 Important Dates Conference Date: 16–18 April 2026 Full Article Submission Deadline: 2 Maret 2026 Notification of Acceptance: 30 Maret 2026 Early Bird Registration: 20 Januari – 15 Februari 2026 – Platform Internasional untuk Doctoral Research Conference Sebagai sebuah Doctoral Research Conference, ICGSB 2026 memberikan ruang khusus bagi mahasiswa doktoral untuk mempresentasikan riset disertasi, mendapatkan masukan akademik, serta membangun jejaring internasional. Tidak hanya berfungsi sebagai forum presentasi, konferensi ini juga menjadi wadah penguatan budaya riset dan kolaborasi lintas disiplin. Konferensi ini menghadirkan pembicara terkemuka dari berbagai institusi nasional dan internasional, di antaranya: Welcoming Speech: Firdaus Wajdi, Ph.D – Dean of Faculty of Social Sciences and Law, Universitas Negeri Jakarta Keynote Speakers: Prof. Dr. Felina C. Young, DBA – Chancellor, Philippine Women’s University Prof. Dr. Komarudin, M.Si. – Rektor Universitas Negeri Jakarta Invited Speakers: Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd – Head of LLDIKTI Region V Prof. Nina Yulianti, S.P., M.Si., Ph.D. – Education and Cultural Attaché, Embassy of the Republic of Indonesia in the Philippines Dr. Shirley C. Agrupis, Ph.D. – Chairperson, Commission on Higher Education (CHED), Philippines Prof. Emer. Dr. Barjoyai Bardai – MUST, Malaysia Speaker: Nozomi Kawarazuka – International Potato Center (CIP), CGIAR Dengan komposisi pembicara yang melibatkan akademisi, regulator pendidikan tinggi, hingga peneliti internasional, ICGSB 2026 menawarkan perspektif komprehensif dalam membahas inovasi, keberlanjutan, kepemimpinan strategis, serta dinamika ekonomi global. Sub-Themes dan Kesempatan Kolaborasi Global ICGSB 2026 membuka ruang kontribusi dalam berbagai sub-tema strategis, antara lain: Sustainable Business Models & Green Innovation Digital Transformation & Competitive Advantage Strategic Leadership in Uncertain Environments Entrepreneurship, Innovation Ecosystems & Emerging Markets Global Finance, Risk Management & Future Trends Social & Humanities Perspectives in Business Education: Development and Innovation Konferensi ini terbuka bagi: Mahasiswa doktoral (doctoral student presenters) Dosen dan peneliti Praktisi industri Institusi pemerintah dan lembaga riset Melalui penyelenggaraan Doctoral Research Conference ini, FISH UNJ menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif, inovatif, serta berorientasi global. ICGSB 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum ilmiah tahunan, tetapi juga menjadi platform strategis untuk memperkuat reputasi internasional FISH UNJ dalam bidang sosial, bisnis, dan kepemimpinan di era digital. Bagi sivitas akademika dan peneliti yang berminat berpartisipasi, pendaftaran dan pengiriman naskah dapat dilakukan melalui tautan berikut: 🔗 Submission Link: https://forms.gle/Ks2GNKDiRR4XLGeL8 Informasi lengkap juga tersedia di: 🌐 https://icgsb.mywebs.id Mari ambil bagian dalam Doctoral Research Conference ICGSB 2026 dan berkontribusi dalam membangun transformasi sosial dan bisnis yang berkelanjutan di tingkat global. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (23) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (36) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (34) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Arah Riset Dosen melalui Workshop Penyusunan Roadmap Penelitian dalam Bidang Ilmu Sosial
Jakarta, 26 Januari 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan Workshop Penyusunan Roadmap Penelitian Bidang Ilmu Sosial sebagai upaya strategis memperkuat arah dan kualitas penelitian dosen. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 212 FISH UNJ Kampus A dengan melibatkan sivitas akademika lintas program studi serta menghadirkan narasumber kompeten di bidang riset ilmu sosial. Workshop bertujuan merumuskan peta jalan penelitian yang terintegrasi, berkelanjutan, dan selaras dengan visi keunggulan akademik FISH UNJ. Workshop ini menghadirkan Prof. Usep Suhud, M.Si., Ph.D., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis sekaligus salah satu akademisi dengan publikasi Scopus terproduktif dalam tiga tahun terakhir, sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau memperkaya diskusi dengan perspektif lintas disiplin mengenai perencanaan riset berkelanjutan. Kegiatan dibuka oleh Duta FISH UNJ dan dilanjutkan dengan sambutan Dekan FISH UNJ, yang menegaskan komitmen fakultas dalam memperkuat ekosistem riset dosen. “Kegiatan ini diharapkan dapat membantu dosen saat melakukan penelitian agar lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Firdaus Wajdi, Ph.D selaku Dekan FISH UNJ. Pesan tersebut menegaskan pentingnya roadmap sebagai instrumen strategis pengembangan keilmuan. Agenda dipandu oleh Lona Syafana Pasya, S.Sos.,M.Si. selaku moderator untuk sesi utama bersama narasumber. Prof. Usep Suhud memulai paparan dengan menyoroti keterkaitan pendidikan terakhir dosen dengan mata kuliah yang diajarkan. Linearitas keilmuan dinilai berpengaruh signifikan terhadap kedalaman riset. Keselarasan bidang studi, pengajaran, serta topik penelitian dipandang sebagai modal akademik utama. Prof. Usep Suhud menekankan pentingnya spesifikasi bidang riset sejak tahap awal perencanaan. Penelitian berskala terlalu luas dinilai berisiko kehilangan fokus dan kontribusi ilmiah. “Untuk membuat penelitian, spesifikan terlebih dahulu bidangnya, jangan terlalu luas,” tegasnya. Pernyataan tersebut menjadi penekanan utama paparan narasumber. Paparan materi kemudian mengulas tahapan teknis penyusunan roadmap penelitian. Prof. Usep Suhud menyampaikan empat langkah utama sebagai kerangka praktis, yaitu penentuan topik penelitian, penyusunan kerangka teori yang relevan, transformasi konsep teoritis menjadi indikator terukur dan penyususnan instrumen penelitian. Selain membahas tahapan penyusunan roadmap, Prof. Usep Suhud turut menyinggung pemanfaatan teknologi digital sebagai pendukung penelitian. Pemanfaatan tools berbasis kecerdasan buatan dinilai mampu membantu peneliti pada tahap awal perumusan topik hingga pengolahan data. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk pemetaan literatur, penyusunan kerangka konseptual, serta eksplorasi variabel penelitian secara lebih efisien. Kehadiran AI dipandang sebagai alat bantu akademik, bukan pengganti proses berpikir kritis peneliti. Prof. Usep Suhud juga menekankan pentingnya etika akademik pada penggunaan teknologi digital. Validasi data serta interpretasi hasil penelitian tetap menjadi tanggung jawab peneliti. Pemanfaatan AI secara bijak diharapkan meningkatkan produktivitas riset tanpa mengurangi kualitas ilmiah. Paparan juga menyinggung urgensi konsistensi tema penelitian. Roadmap dipahami bukan sekadar dokumen administratif. Roadmap berfungsi sebagai peta pengembangan keilmuan berkelanjutan. Konsistensi tema memungkinkan dosen membangun kepakaran akademik secara gradual. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta. Pertanyaan berfokus pada penyelarasan roadmap penelitian dengan kebijakan institusi serta peluang kolaborasi lintas prodi. Diskusi menunjukkan antusiasme dosen terhadap penguatan perencanaan riset. Moderator mengarahkan diskusi agar tetap relevan dengan tujuan kegiatan. Workshop ini mempertegas posisi FISH UNJ sebagai fakultas berorientasi riset terstruktur. Pendekatan roadmap penelitian dipandang strategis untuk meningkatkan produktivitas ilmiah dosen. Penguatan kualitas riset juga diharapkan berdampak pada reputasi institusi tingkat nasional. FISH UNJ menegaskan komitmen membangun budaya penelitian berbasis perencanaan akademik matang dan berkelanjutan. Penulis: NA, SA, CKG, & JRPS Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (16) Penelitian (8) Pengabdian (9) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (34) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (32) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Reputasi Akademik melalui Workshop Integrasi SDGs dalam Penelitian dan Pengabdian Ilmu Sosial
Jakarta, 21 Januari 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan kegiatan “Penerapan SDGs untuk Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Bidang Ilmu-ilmu Sosial” sebagai bagian penguatan reputasi akademik fakultas. Kegiatan berlangsung di Ruang Serbaguna FISH UNJ Kampus A dengan melibatkan dosen, peneliti, serta sivitas akademika lintas program studi. Agenda ini menegaskan komitmen FISH UNJ terhadap pengembangan riset berbasis isu global berorientasi keberlanjutan. Pendekatan SDGs diposisikan sebagai kerangka strategis pengembangan keunggulan akademik fakultas. Suraya Abdulwahab Afiff, Ph.D., Dosen Antropologi Universitas Indonesia, hadir sebagai narasumber utama. Acara dibuka oleh Firdaus Wajdi, Ph.D., selaku Dekan FISH UNJ melalui sambutan yang menekankan urgensi SDGs sebagai instrumen penguatan kinerja institusi akademik. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, Firdaus Wajdi, PhD menekankan FISH UNJ dinilai perlu merumuskan keunggulan akademik berbasis ilmu-ilmu sosial secara lebih terarah. SDGs diposisikan sebagai pintu masuk penguatan identitas keilmuan fakultas. “Keunggulan akademik perlu dirumuskan bersama supaya menjadi keunggulan lembaga,” tegasnya. Paparan materi dipandu Dr. Fajar Wahyudi Utomo, M.Pd. sebagai moderator workshop dengan tajuk “SDGs dalam Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat”. Dr. Suraya Abdulwahab Afiff memulai pemaparan melalui penelusuran sejarah konsep pembangunan berkelanjutan sejak Konferensi PBB Stockholm 1972. Penjelasan berlanjut pada Laporan Brundtland 1987 hingga penetapan 17 tujuan SDGs pada KTT PBB 2015. Prinsip “no one left behind” ditegaskan sebagai landasan etik pembangunan global. Dr. Suraya menjelaskan posisi Indonesia dalam capaian SDGs kawasan Asia Pasifik. Data menunjukkan Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan pada berbagai target SDGs, terutama perubahan iklim, kota berkelanjutan, keadilan sosial, serta pengelolaan sumber daya alam. Asia Pasifik diproyeksikan gagal mencapai mayoritas target SDGs tahun 2030. Fakta ini memperkuat urgensi kontribusi perguruan tinggi berbasis riset. Keterkaitan SDGs dengan ilmu-ilmu sosial menjadi penekanan utama pemaparan. Isu pembangunan berkelanjutan dinilai tidak hanya teknis, tetapi sangat dipengaruhi nilai, norma, sistem kepercayaan, serta relasi kekuasaan. Dr. Suraya menjelaskan konsep visible, hidden, invisible power sebagai kerangka analisis kebijakan pembangunan. Pendekatan ini membuka ruang kritis analisis sosial terhadap kebijakan negara. Dr. Suraya menyoroti adanya kesenjangan antara riset akademik dan kebijakan publik. Budaya kebijakan nasional masih cenderung berbasis komunikasi lisan ketimbang pembacaan riset. “Masih ada gap antara riset dan policy karena kita terbiasa menjelaskan secara oral, bukan membaca,” ujarnya. Kondisi tersebut memperlemah dampak penelitian sosial terhadap kebijakan publik. Kolaborasi lintas disiplin dinilai menjadi solusi strategis. Akademisi bidang STEM perlu bekerja bersama akademisi ilmu sosial guna menghasilkan dampak sosial lebih luas. Riset teknis tanpa analisis sosial berisiko mengabaikan kelompok rentan. Integrasi keilmuan diposisikan sebagai kunci implementasi SDGs. Dr. Suraya juga menegaskan peran moral perguruan tinggi. Kritik akademik tidak boleh berbasis klaim semata. Data harus menjadi pondasi utama analisis ilmiah. “Tugas kampus bukan mengkritik berdasarkan klaim, tetapi berdasarkan data,” tegasnya. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan respons aktif peserta. Pertanyaan berfokus integrasi SDGs ke riset dosen, pengabdian masyarakat, serta kurikulum ilmu sosial. Diskusi mencerminkan meningkatnya kesadaran sivitas akademika terhadap riset berdampak. Moderator menutup sesi dengan rangkuman substansi diskusi. Penyerahan cinderamata menjadi penutup kegiatan. FISH UNJ menegaskan komitmen menjadikan SDGs sebagai arus utama penelitian dan pengabdian masyarakat. Pendekatan ini diharapkan memperkuat posisi FISH UNJ sebagai pusat keunggulan ilmu sosial responsif tantangan global. Reputasi akademik fakultas diproyeksikan tumbuh melalui riset kolaboratif berbasis data dan keberlanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (16) Penelitian (7) Pengabdian (8) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (34) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (32) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
FISH UNJ Dorong Internasionalisasi Riset dan PKM melalui Workshop Penerapan SDG’s
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan Workshop Penerapan SDG’s dalam Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Ilmu-Ilmu Sosial sebagai langkah strategis penguatan mutu akademik sekaligus peningkatan reputasi institusional. Kegiatan ini ditujukan bagi pimpinan fakultas, koordinator program studi, tim penjaminan mutu, reviewer, dosen, serta seluruh sivitas akademika terkait riset dan pengabdian. Transformasi lanskap pendidikan tinggi menuntut riset serta pengabdian masyarakat memiliki relevansi global tanpa kehilangan konteks lokal. SDG’s telah berkembang menjadi kerangka rujukan utama penilaian kualitas akademik, kolaborasi lintas negara, serta visibilitas institusi pada level nasional dan internasional. Perspektif tersebut melatarbelakangi pelaksanaan workshop ini sebagai ruang pembelajaran kolektif sekaligus forum strategis penyelarasan arah pengembangan keilmuan FISH UNJ. Workshop akan berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026 pukul 10.00 WIB bertempat Ruang RSG Gedung K FISH UNJ. Fokus utama workshop diarahkan pada penguatan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan aplikatif. Peserta akan memperoleh panduan strategis integrasi SDG’s pada proposal penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Materi mencakup pemetaan isu-isu sosial ke indikator SDG’s global, penyusunan narasi akademik berbasis keberlanjutan, serta penguatan posisi riset dan PKM FISH UNJ pada jejaring akademik internasional. Pendekatan praktis diharapkan mampu menjawab kebutuhan dosen pada tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga diseminasi luaran. Kegiatan ini juga menjadi medium konsolidasi visi fakultas menuju kampus berdampak. Reputasi internasional tidak hanya ditentukan oleh kuantitas publikasi, melainkan juga oleh konsistensi kontribusi keilmuan terhadap tantangan global. SDG’s menawarkan bahasa bersama lintas disiplin yang mampu mempertemukan riset sosial, kebijakan publik, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat pada satu kerangka keberlanjutan. Partisipasi aktif pimpinan fakultas, koordinator program studi, tim penjaminan mutu, serta para dosen mencerminkan komitmen bersama membangun ekosistem akademik adaptif dan kolaboratif. Workshop ini diharapkan menghasilkan keselarasan pemahaman serta praktik akademik yang lebih terstruktur, terukur, dan berdaya saing. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting penguatan posisi FISH UNJ sebagai pusat keunggulan ilmu-ilmu sosial yang responsif terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Melalui penyelenggaraan workshop ini, FISH UNJ menegaskan langkah nyata menuju internasionalisasi riset dan pengabdian masyarakat. Upaya tersebut sekaligus memperkuat identitas fakultas sebagai ruang produksi pengetahuan yang relevan, berdampak, serta diakui secara global. Antusiasme dan keterlibatan sivitas akademika diharapkan menjadi energi kolektif mewujudkan visi FISH UNJ sebagai fakultas berkelas dunia yang berakar kuat pada nilai-nilai sosial dan keberlanjutan.[] Tonton di Youtube Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (16) Penelitian (6) Pengabdian (7) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (32) Prestasi (5) Prodi (18) Program Unggulan (31) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
Rapat Koordinasi Persiapan ICHELLS International Conference dan Kongres HISPISI 2026
Jakarta, 12 Desember 2025 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menerima kunjungan dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Medan (UNIMED) untuk membahas koordinasi persiapan ICHELLS International Conference on Humanities, Education, Law, and Social Sciences serta Kongres HISPISI Tahun 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang 212 Gedung K FISH UNJ. Dalam rapat koordinasi, kedua pihak memaparkan rencana persiapan ICHELLS dan Kongres HISPISI yang akan dilaksanakan di salah satu daerah di Pulau Sumatra. Agenda ini dihadiri oleh Dr. Kurniawati, M.Si., selaku Wakil Dekan I, dan Dr. Aris Munandar, M.Si., Wakil Dekan II FISH UNJ. Dari pihak UNIMED hadir M. Ridha Syafii Damanik, M.Sc., Wakil Dekan I; Dr. Tappil Rambe, M.Si., Wakil Dekan II; serta Arief Wahyudi, M.H., Wakil Dekan III FIS UNIMED. Dr. Aris Munandar, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada tamu dari UNIMED dan menegaskan tujuan pertemuan ini untuk mendiskusikan persiapan kegiatan ICHELLS dan Kongres HISPISI 2026. “Diskusi ini membahas persiapan ICHELLS 2026 yang rencananya digelar sekitar bulan September dan dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring dan daring,” ujarnya. Pihak FIS UNIMED memaparkan sejumlah poin penting terkait pelaksanaan kegiatan, termasuk gambaran umum acara, rancangan anggaran, serta timeline pelaksanaan agar seluruh tahapan berjalan sesuai target. Selain itu, dibahas pula kebutuhan akomodasi peserta dan panitia, serta rencana kerja sama akademik melalui program journal exchange. Agenda rapat ditutup dengan pemberian plakat secara simbolis oleh Dr. Aris Munandar, M.Si., kepada M. Ridha Syafii Damanik, M.Sc., sebagai bentuk apresiasi atas kunjungan FIS UNIMED ke FISH UNJ. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama. Penulis: AF, GSFEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (31) Kemahasiswaan (13) Penelitian (5) Pengabdian (6) Pengajaran (21) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (29) Prestasi (5) Prodi (17) Program Unggulan (26) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
FISH UNJ Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah dan Kuliah Umum Bersama Guru Besar UTM Malaysia
Jakarta, 22 November 2025 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) akan menggelar serangkaian kegiatan akademik bergengsi pada 25-26 November 2025 mendatang. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Zainudin Bin Hasan, Guru Besar bidang Pengembangan Pendidikan dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), sebagai narasumber utama. Agenda Kegiatan Rangkaian acara meliputi pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk dosen dan kuliah umum bertajuk “Service Learning and Creativity” untuk mahasiswa FISH UNJ. Kegiatan akan berlangsung di Ruang 212 dan Ruang Sidang Gedung (RSG) FISH UNJ. Prof. Dr. Zainudin Bin Hasan dijadwalkan berada di Jakarta pada 24-27 November 2025. Kedatangannya merupakan wujud kerja sama akademik antara FISH UNJ dengan UTM Malaysia dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Tujuan Kegiatan Pelatihan penulisan artikel ilmiah ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dosen FISH UNJ dalam mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi. Sementara itu, kuliah umum dengan tema “Service Learning and Creativity” diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa tentang pendekatan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. “Kami berharap kedua acara ini mampu memperkaya sudut pandang dosen dan mahasiswa FISH UNJ. Ini juga menjadi kesempatan berharga untuk belajar dari negara tetangga Malaysia tentang bagaimana pengembangan pendidikan tinggi ke depan,” ungkap pihak penyelenggara. Profil Narasumber Prof. Dr. Zainudin Bin Hasan merupakan pakar terkemuka di bidang pengembangan pendidikan dari UTM Malaysia. Keahliannya dalam inovasi pembelajaran dan penulisan ilmiah diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan praktis bagi civitas academika FISH UNJ. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh dosen dan mahasiswa FISH UNJ. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi sekretariat FISH UNJ.[] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (456) Internasionalisasi (27) Kemahasiswaan (13) Penelitian (4) Pengabdian (6) Pengajaran (19) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (22) Prestasi (3) Prodi (16) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru