Jakarta, 24 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menggelar Workshop Research Methodology bersama Prof. Dr. Adam Possamai dari Western Sydney University pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 13.00–15.30 WIB di Gedung SFD, Lantai 10, Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan yang dimoderatori oleh Mega Ayu Permatasari, M.Si. ini membahas berbagai strategi dalam menulis dan mempublikasikan karya akademik, memilih kanal publikasi yang tepat, menghadapi kritik dan penolakan, hingga memperluas dampak penelitian. Prof. Possamai mengawali sesi dengan mengajak peserta mengenali karakter diri sebagai penulis. Menurutnya, setiap akademisi memiliki pola kerja yang berbeda, mulai dari waktu paling produktif untuk menulis, kecenderungan sebagai fast writer–slow editor atau slow writer–fast editor, hingga pilihan antara menulis secara konsisten atau melalui periode writing burst. Pemahaman terhadap karakter dan pola kerja tersebut penting agar produktivitas menulis dapat tetap terjaga di tengah berbagai tuntutan pekerjaan dan kehidupan personal. Ia juga menekankan pentingnya membangun ketahanan akademik dalam menghadapi kritik dan penolakan dalam proses publikasi. “Being an academic is like being a superhero. You must have thick skin and solve the crime. What kind of crime? Do the investigation and solve it,” ujar Prof. Dr. Adam Possamai. Menurutnya, kritik merupakan bagian yang wajar dari perjalanan seorang akademisi dan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas karya. Karena itu, publikasi perlu dipandang sebagai sebuah strategic journey. Penulis perlu mengenali jurnal atau penerbit yang dituju, memeriksa reputasi dan indeksasinya, memahami pola sitasi dalam bidang kajian terkait, serta menghindari jurnal predator. Prof. Possamai juga menyarankan penulis untuk memahami percakapan akademik yang berkembang dalam jurnal yang dituju melalui pembacaan dan pengutipan artikel-artikel yang relevan. Ia merangkum strategi publikasi melalui tiga tahapan penting: cite your article, promote your article, and defend your article. Menurutnya, proses akademik tidak berhenti ketika sebuah artikel berhasil diterbitkan. Publikasi perlu dilanjutkan dengan upaya memperkenalkan karya kepada khalayak yang lebih luas serta kesiapan mempertahankan argumentasi dalam berbagai ruang diskusi akademik dan publik. Dalam konteks penerbitan buku, keunikan dan kontribusi topik menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan oleh penulis maupun editor. Bagi akademisi yang juga berprofesi sebagai dosen, Prof. Possamai mendorong agar buku yang ditulis tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga dapat benar-benar dimanfaatkan oleh mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya prinsip “publish regularly to be known”. Menurutnya, konsistensi dalam menghasilkan dan mempublikasikan karya dapat membantu akademisi membangun reputasi dan rekam jejak keilmuan. Di sisi lain, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk membawa hasil penelitian keluar dari lingkup akademik dan masuk ke dalam diskusi publik. Dengan demikian, pengetahuan yang dihasilkan melalui penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas, termasuk terhadap kebijakan dan persoalan sosial. Menjelang akhir sesi, diskusi berkembang pada posisi ilmu sosial di tengah semakin kuatnya perhatian terhadap bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Prof. Possamai menegaskan bahwa ilmu sosial tetap memiliki posisi strategis karena setiap perkembangan teknologi pada akhirnya selalu berhubungan dengan manusia, masyarakat, konsekuensi sosial, serta berbagai persoalan kemanusiaan. Menurutnya, penelitian ilmu sosial tidak cukup hanya mengidentifikasi persoalan dan menunjukkan apa yang salah. Ilmu sosial juga perlu menghadirkan kemungkinan solusi dan menawarkan jalan ke depan. “We should propose and make sure to persuade everybody that social sciences is what we need today and for the future of a better tomorrow,” ujarnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan FISH UNJ serta para koordinator program studi di lingkungan FISH UNJ. Kehadiran pimpinan fakultas menunjukkan dukungan terhadap penguatan kapasitas akademik dan budaya riset di lingkungan FISH UNJ. Dekan FISH UNJ menyampaikan harapan agar kegiatan bersama akademisi internasional seperti ini tidak berhenti sebagai forum berbagi pengetahuan, tetapi dapat mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas riset sivitas akademika FISH UNJ. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya riset di FISH UNJ, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan dosen sebagai peneliti untuk menghasilkan publikasi berkualitas, tetapi juga dalam memastikan bahwa penelitian ilmu sosial memiliki relevansi dan dampak yang nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dengan akademisi internasional juga diharapkan membuka lebih banyak peluang untuk membangun jejaring, kolaborasi penelitian, dan publikasi internasional bagi sivitas akademika FISH UNJ,” ujar Dekan FISH UNJ. Melalui workshop ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa produktivitas akademik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis dan menerbitkan karya, tetapi juga dengan ketahanan menghadapi kritik, strategi memilih kanal publikasi, konsistensi membangun rekam jejak akademik, serta kemampuan memastikan pengetahuan yang dihasilkan tetap relevan dan memberikan dampak bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperkuat budaya akademik yang produktif, reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak melalui pertukaran pengetahuan dengan akademisi internasional. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat semakin memperluas jejaring akademik internasional, meningkatkan kualitas publikasi dan penelitian, serta memperkuat posisi ilmu sosial dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat di tingkat nasional maupun global. Team Liput: JRPS, NEA, RDSEditor: FW Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (70) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (23) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (33) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengabdian Skema Fakultas, Hadirkan Ketua LPPM UNESA
Jakarta, 3 Agustus 2026 – Dalam upaya implementasi tata kelola dan penguatan budaya riset yang berkualitas dan berdampak, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Skema FISH UNJ Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti oleh dosen penerima hibah internal FISH ini menjadi forum akademik untuk mengevaluasi progres penelitian sekaligus memperkaya wawasan pengembangan riset sosial-humaniora melalui pemaparan dari pakar nasional. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari strategi fakultas dalam membangun ekosistem penelitian yang unggul, kolaboratif, dan memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan masyarakat. “FISH UNJ terus mendorong penelitian dan pengabdian yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, hukum, budaya, dan keagamaan. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan setiap penelitian berkembang sesuai roadmap keilmuan sekaligus memiliki dampak akademik maupun sosial,” ujar Firdaus Wajdi. Sebagai narasumber utama, FISH UNJ menghadirkan Prof. Dr. H. Turhan Yanti, M.A., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dalam paparannya, Prof. Turhan memperkenalkan paradigma penelitian SHARE (Social, Humaniora, Arts, Religion, Education) sebagai pendekatan strategis dalam pengembangan riset rumpun ilmu sosial dan humaniora. Menurut Prof. Turhan, penelitian berbasis SHARE dikembangkan secara integratif dengan menghubungkan berbagai disiplin ilmu sehingga mampu menghasilkan solusi yang lebih komprehensif terhadap berbagai tantangan masyarakat. Lebih lanjut, Prof. Turhan menekankan bahwa salah satu karakteristik penelitian yang berkualitas saat ini adalah kemampuan membangun kolaborasi lintas institusi. Menurutnya, dosen tidak lagi cukup melakukan penelitian secara mandiri di lingkungan perguruan tinggi asal, tetapi perlu melibatkan mitra dari lembaga lain, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas institusi juga menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan kualitas penelitian, karena memungkinkan pertukaran keahlian, penggunaan metodologi yang lebih beragam, serta memperbesar peluang publikasi pada jurnal bereputasi internasional dan perolehan hibah penelitian yang lebih kompetitif. Paparan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para peserta karena memberikan perspektif baru mengenai peluang pengembangan riset kolaboratif lintas disiplin yang semakin relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer. Diskusi juga menggarisbawahi pentingnya membangun kolaborasi antarkeilmuan agar luaran penelitian tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Melalui penyelenggaraan Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Skema FISH UNJ Tahun 2026, FISH UNJ kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas tridarma perguruan tinggi melalui penelitian yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperluas jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka meningkatkan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (67) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (2) Penelitian (23) Pengabdian (23) Pengajaran (49) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (31) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Rumpun Geografi UNJ Berpartisipasi dalam The 3rd ICoAGPG 2026 dan PIT IGI XXVIII & Kongres IGI di Universitas Sebelas Maret, Surakarta
Surakarta, 6 – 7 Agustus 2026, Rumpun Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut berpartisipasi dalam The 3rd International Conference on Applied Geography and Geospatial Planning (ICoAGPG) yang diselenggarakan bersamaan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Geograf Indonesia (IGI) XXVIII dan Kongres IGI ke-28. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Ikatan Geograf Indonesia (IGI). Partisipasi tim Rumpun Geografi UNJ dalam kegiatan ini dilakukan secara hibrida: sebagian anggota tim mengikuti seluruh rangkaian acara secara daring (online) melalui Zoom, sementara sebagian lainnya dalam hal ini Wakil Dekan 2 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Dr. Aris Munandar, M.Pd beserta dosen rumpun geografi Filya Rizky Lestari, M.Han, Hikari Dwi Saputro, M.Pd., Umar Izuddin El Izzudin Kiat, M.P.W.K dan Lona Syafana Pasya, M.Si, hadir secara langsung sebagai presenter dan mengikuti KongresPIT IGI di lokasi kegiatan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Kegiatan hari pertama, Kamis (6/8), dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Sebelas Maret, dengan sambutan turut disampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara serta Ketua Umum Ikatan Geograf Indonesia. Acara pembukaan juga diisi dengan penampilan seni budaya, prosesi seremonial, dan sesi foto bersama seluruh peserta. Konferensi menghadirkan pembicara kunci (keynote speaker) serta lima pembicara undangan (invited speakers) dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri, meliputi Universitas Gadjah Mada, University of Waterloo (Kanada), Nanyang Technological University (Singapura), Utrecht University (Belanda), dan Universitas Sebelas Maret. Sesi-sesi tersebut membahas berbagai isu terkini seputar geografi terapan dan perencanaan keruangan, mulai dari mitigasi bencana, perubahan iklim, hingga tata kelola wilayah. Rangkaian hari pertama dilanjutkan dengan sesi paralel pemaparan makalah oleh para peserta dari berbagai institusi, yang menjadi wadah diseminasi hasil penelitian dan pemikiran di bidang geografi dan perencanaan geospasial. Malam harinya, kegiatan ditutup dengan gala dinner dan pelaksanaan Kongres IGI ke-28 oleh Dewan Eksekutif IGI. Pada hari kedua, Jumat (7/8), diselenggarakan field trip ke kawasan Gunungsewu UNESCO Global Geopark bagi para presenter yang terdaftar. Rangkaian kunjungan lapangan ini mencakup kunjungan ke Goa Gong, susur Sungai Maron, Pantai Ngiroboyo, hingga Pantai Klayar, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai bentang alam karst dan potensi geowisata di kawasan tersebut. Keikutsertaan dalam forum ilmiah nasional dan internasional seperti ICoAGPG dan PIT IGI ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Rumpun Geografi UNJ untuk memperluas jejaring akademik, mengikuti perkembangan mutakhir kajian geografi terapan dan perencanaan geospasial, serta mempererat kolaborasi dengan komunitas geograf di tingkat nasional maupun internasional. Melalui format partisipasi hibrida ini, seluruh anggota tim baik yang mengikuti secara daring maupun yang hadir langsung di Surakarta dapat menyerap manfaat dari forum ini secara maksimal, sekaligus membawa wawasan dan jejaring baru untuk mendukung pengembangan tridarma perguruan tinggi di lingkungan Program Studi Pendidikan Geografi UNJ. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (67) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (2) Penelitian (22) Pengabdian (22) Pengajaran (49) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (30) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ GELAR PRA-MONITORING DAN EVALUASI PENELITIAN SERTA PENGABDIAN MASYARAKAT, HADIRKAN KETUA LPPM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Jakarta, 3 Agustus 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan Pra-Monitoring dan Evaluasi Penelitian serta Pengabdian kepada Masyarakat di Ruang 212, Gedung K FISH UNJ, dengan menghadirkan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Prof. Dr. Muhammad Turhan Yani, M.A., sebagai narasumber. Kegiatan yang diikuti oleh dosen secara luring maupun daring ini bertujuan memberikan pembekalan dalam menghadapi proses monitoring dan evaluasi penelitian serta pengabdian kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas proposal hibah dan luaran akademik dosen. Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para dosen, guru besar, serta seluruh peserta yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. Menurutnya, pra-monitoring dan evaluasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan FISH UNJ. “Ke depan, kita perlu meningkatkan kualitas penelitian agar mampu menembus pendanaan kementerian, hibah nasional, maupun kerja sama eksternal. Dengan begitu, luaran publikasi dosen dapat semakin meningkat dan mendukung pencapaian akreditasi serta Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas,” ujar Firdaus Wajdi. Kegiatan dipandu oleh Dela Ayu Lestari, S.Si., M.Si., dosen sekaligus peneliti di bidang geografi, pengelolaan pesisir, dan kebencanaan. Sesi pemaparan materi berlangsung dengan menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Muhammad Turhan Yani, M.A., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dalam paparannya, Prof. Turhan Yani membahas roadmap penelitian sebagai strategi untuk membangun riset yang berkelanjutan serta berorientasi pada kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional. Ia menjelaskan bahwa penyusunan roadmap menjadi landasan penting bagi dosen dalam mengembangkan penelitian yang memiliki arah yang jelas, berkesinambungan, serta mampu menghasilkan luaran yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Selain itu, Prof. Turhan Yani juga memaparkan arahan mengenai alur kolaborasi dalam penyusunan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Materi tersebut mencakup pentingnya membangun jejaring antardosen, program studi, perguruan tinggi, hingga mitra eksternal sebagai upaya memperkuat kualitas proposal, memperluas peluang pendanaan, serta menghasilkan luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih kompetitif. Pada sesi diskusi, peserta menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengembangan riset dan peluang kolaborasi. Salah satu peserta menanyakan apakah penelitian kolaboratif dapat dilakukan lintas jurusan. Menanggapi hal tersebut, Prof. Turhan Yani menegaskan bahwa kolaborasi lintas disiplin sangat dimungkinkan dan bahkan menjadi salah satu pendekatan yang dapat memperkaya perspektif penelitian serta meningkatkan kualitas luaran yang dihasilkan. Pertanyaan lain yang turut menjadi perhatian peserta berkaitan dengan tantangan penelitian di bidang sosial dan humaniora untuk menembus skema pendanaan maupun publikasi internasional, yang dinilai lebih sulit dibandingkan bidang sains dan teknologi. Menjawab hal tersebut, Prof. Turhan Yani menjelaskan bahwa setiap bidang memiliki karakteristik dan tantangannya masing-masing. Menurutnya, peneliti sosial dan humaniora perlu memperkuat kebaruan penelitian, membangun kolaborasi yang lebih luas, serta menghasilkan luaran yang memiliki relevansi terhadap isu-isu global agar semakin kompetitif di tingkat internasional. Melalui sesi diskusi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai aspek teknis penyusunan roadmap penelitian, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang strategi membangun kolaborasi lintas disiplin dan meningkatkan daya saing penelitian di tingkat nasional maupun internasional. Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam meningkatkan kapasitas riset dosen sekaligus memperkuat budaya akademik yang unggul. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi akademik antarpendidikan tinggi. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung IKU 5 mengenai kerja sama dan luaran kolaboratif serta IKU 6 terkait peningkatan kualitas publikasi ilmiah. Melalui kegiatan Pra-Monitoring dan Evaluasi Penelitian serta Pengabdian kepada Masyarakat ini, FISH UNJ berharap para dosen semakin siap menyusun roadmap penelitian yang terarah, membangun kolaborasi lintas disiplin, serta meningkatkan daya saing proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, luaran akademik yang dihasilkan tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat reputasi akademik FISH UNJ di tingkat nasional maupun internasional. Penulis: MARL, CKG FISH MEDIA CENTER, 2026. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (66) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (1) Penelitian (21) Pengabdian (19) Pengajaran (47) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (32) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (29) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dua dosen FISH UNJ raih hibah RIIM Kompetisi Gelombang 11 dengan total pendanaan Rp1,146 miliar
Jakarta, 22 Juli 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menegaskan kapasitas dan daya saing risetnya di tingkat nasional. Dua dosen FISH UNJ, yaitu Prof. Dr. Desy Safitri, M.Si. dan Sujarwo, berhasil ditetapkan sebagai penerima Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Nomor 106/II.7/HK/2026 tentang Penerima Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Kompetisi Gelombang 11, yang ditetapkan di Jakarta pada 22 Juni 2026. Program ini diberikan kepada para periset di Indonesia yang dinilai aktif dan inovatif setelah melalui proses seleksi dan evaluasi proposal. Prof. Dr. Desy Safitri, M.Si. ditetapkan sebagai ketua periset melalui penelitian berjudul “Model Pendidikan Lingkungan Imersif Berbasis Nanolearning Linkup VR-AR (Virtual Reality–Augmented Reality) untuk Penguatan Ekoliterasi.” Penelitian tersebut memperoleh pendanaan sebesar Rp240.000.000 pada tahun pertama, Rp225.000.000 pada tahun kedua, dan Rp215.000.000 pada tahun ketiga, dengan total pendanaan mencapai Rp680.000.000. Penelitian Prof. Desy mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan teknologi imersif berbasis virtual reality dan augmented reality. Pendekatan tersebut menunjukkan komitmen FISH UNJ dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya responsif terhadap transformasi digital, tetapi juga berorientasi pada penguatan kesadaran dan literasi lingkungan. Sementara itu, Sujarwo ditetapkan sebagai ketua periset melalui penelitian berjudul “Model Pembelajaran IPS Berbasis E-Comic Terpadu VR-AR (Virtual Reality–Augmented Reality) dalam Penguatan Keterampilan Sosial.” Penelitian tersebut memperoleh pendanaan sebesar Rp150.000.000 pada tahun pertama, Rp150.000.000 pada tahun kedua, dan Rp166.000.000 pada tahun ketiga, sehingga total pendanaannya mencapai Rp466.000.000. Melalui pengembangan e-comic yang terintegrasi dengan teknologi VR dan AR, penelitian Sujarwo menghadirkan inovasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang interaktif dan kontekstual. Model tersebut diharapkan dapat memperkuat keterampilan sosial peserta didik sekaligus menjadikan pembelajaran IPS lebih relevan dengan karakteristik generasi digital. Keberhasilan kedua dosen tersebut membawa total pendanaan RIIM yang diraih dosen FISH UNJ mencapai Rp1.146.000.000 untuk pelaksanaan penelitian selama tiga tahun. Capaian ini memperlihatkan bahwa bidang ilmu sosial dan pendidikan memiliki ruang yang kuat untuk menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran, literasi lingkungan, dan pengembangan keterampilan sosial. Capaian tersebut juga memperkuat posisi FISH UNJ sebagai fakultas yang mampu menghubungkan kedalaman ilmu sosial dengan perkembangan teknologi. Riset yang dikembangkan tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi diarahkan untuk menghasilkan model pendidikan yang aplikatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dekan FISH UNJ menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Prof. Desy Safitri dan Sujarwo dalam meraih pendanaan riset nasional tersebut. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika FISH UNJ untuk terus mengembangkan budaya riset, memperluas kolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pendidikan dan masyarakat. Melalui capaian ini, FISH UNJ semakin mengukuhkan posisinya sebagai fakultas yang progresif dalam pengembangan ilmu sosial dan hukum berbasis inovasi. Dengan semangat riset yang unggul, kolaboratif, dan berdampak, FISH UNJ berkomitmen untuk terus menghadirkan pengetahuan dan solusi yang berkontribusi bagi kemajuan pendidikan serta pembangunan Indonesia. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (65) Kemahasiswaan (18) Penelitian (20) Pengabdian (17) Pengajaran (46) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (32) Program Unggulan (60) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (29) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ PERKUAT PUBLIKASI GLOBAL MELALUI PELATIHAN ARTIKEL JURNAL BEREPUTASI
Jakarta, 19 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Internasional Bereputasi Tahun 2026 pada Sabtu–Minggu, 18–19 Juli 2026, di Gedung Syafei Lantai 8, Kampus A UNJ, Jakarta Timur. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si., Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia sekaligus CEO Rumah Publikasi Indonesia atau RPI Institute, sebagai narasumber utama. Pelatihan selama dua hari tersebut menjadi bagian dari strategi FISH UNJ dalam memperkuat kapasitas dosen untuk menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas dan memiliki peluang lebih besar dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Selain membahas aspek fundamental dalam penulisan akademik, kegiatan ini memberikan wawasan strategis dan praktis mengenai pengembangan naskah, penguatan kontribusi ilmiah, serta proses mempersiapkan artikel agar sesuai dengan standar publikasi internasional. Dalam pemaparannya, Prof. Ade menekankan bahwa pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi tidak dapat dipisahkan dari proses penguatan ekosistem penelitian yang berlangsung di tingkat fakultas dan program studi. Menurutnya, perguruan tinggi perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap pembentukan kelompok riset yang kuat, berkelanjutan, dan melibatkan berbagai disiplin ilmu. “Ketika kita membicarakan IKU, perlu dipahami bahwa IKU merupakan hasil di bagian hilir. Hal yang harus diperkuat terlebih dahulu adalah proses di bagian hulu, terutama melalui pengembangan research group yang kuat dan multidisipliner. Kelompok riset yang memiliki fondasi kokoh akan menghasilkan penelitian, publikasi, dan capaian IKU yang lebih berdampak sesuai dengan standar perguruan tinggi saat ini,” ujar Prof. Ade. Pendekatan tersebut menempatkan publikasi ilmiah bukan semata-mata sebagai kewajiban individual dosen, melainkan sebagai bagian dari ekosistem riset institusional. Melalui kelompok riset, dosen dapat saling melengkapi kompetensi, membangun agenda penelitian jangka panjang, serta menghasilkan publikasi yang lebih konsisten dan relevan dengan persoalan masyarakat. Kolaborasi multidisipliner juga dinilai penting untuk memperkuat kebaruan, kedalaman analisis, dan dampak akademik suatu artikel. Pelatihan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan luaran konkret. Selama kegiatan berlangsung, peserta membawa dan mengembangkan naskah masing-masing melalui proses diskusi, penelaahan, dan pematangan artikel. Sekitar 30 naskah telah dihimpun dan dipersiapkan untuk memasuki tahapan lanjutan menuju proses pengiriman pada jurnal internasional bereputasi. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas materi dan pendampingan yang diberikan Prof. Ade. Ia menilai pelatihan tersebut telah memberikan perspektif yang komprehensif, mulai dari strategi pengembangan riset hingga aspek praktis dalam menyiapkan artikel untuk publikasi internasional. “Terima kasih kepada Prof. Ade atas sesi berbagi yang sangat kaya, baik dari sisi strategis, praktis, maupun fundamental. Pembahasan mengenai publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi benar-benar membuka dan memperluas wawasan para peserta. Dalam ungkapan generasi sekarang, materi yang diberikan dapat dikatakan ‘daging banget’ karena sangat relevan dan dapat langsung diterapkan,” tutur Firdaus Wajdi. Ia juga berharap puluhan naskah yang dikembangkan selama pelatihan dapat segera ditindaklanjuti hingga memasuki proses publikasi. “Pelatihan selama dua hari ini telah menghasilkan sekitar 30 naskah yang siap dikembangkan dan diproses menuju jurnal bereputasi. Semoga ikhtiar yang bermula dari ruangan ini terus bertumbuh, menyebar kepada lebih banyak rekan dosen, dan pada akhirnya semakin memperkuat kualitas serta kuantitas publikasi internasional FISH UNJ,” lanjutnya. Pelatihan ini mendukung implementasi SDG 4 – Quality Education melalui peningkatan kapasitas dan kualitas akademik dosen, serta SDG 8 – Decent Work and Economic Growth melalui penguatan kompetensi profesional dalam bidang penelitian dan publikasi. Kolaborasi dengan RPI Institute juga relevan dengan SDG 17 – Partnerships for the Goals, khususnya dalam membangun kemitraan untuk meningkatkan mutu dan dampak penelitian perguruan tinggi. Sebagai tindak lanjut, FISH UNJ mendorong peserta untuk terus menyempurnakan naskah, memperkuat kolaborasi melalui kelompok riset, dan melanjutkan proses pengiriman artikel ke jurnal yang sesuai dengan bidang kajian masing-masing. Kegiatan ini secara langsung mendukung IKU 6, khususnya dalam meningkatkan jumlah dan kualitas publikasi internasional bereputasi, sekaligus membangun budaya riset yang lebih kolaboratif, produktif, dan berdampak di lingkungan FISH UNJ. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (64) Kemahasiswaan (18) Penelitian (19) Pengabdian (17) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (13) Prodi (32) Program Unggulan (60) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (24) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Riset Dosen Pendidikan Sosiologi FISH UNJ Dorong Penguatan Pengakuan Negara dan Kesetaraan Hak bagi Komunitas Sunda Wiwitan
Jakarta, 19 Juni 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Rakhmat Hidayat, Ph.D., mempublikasikan artikel ilmiah berjudul “Recognition or Misrecognition? Investigating State Recognition, Structural Discrimination and the Struggle of Sunda Wiwitan in Indonesia” pada jurnal Muslim Politics Review, Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Artikel yang terbit pada 19 Juni 2026 tersebut mengkaji politik pengakuan negara terhadap kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia melalui pengalaman hidup komunitas adat Sunda Wiwitan. Riset ini menyoroti adanya kontradiksi antara jaminan konstitusional atas kebebasan beragama dan berkeyakinan dengan praktik administratif serta sosial yang masih menempatkan agama-agama resmi sebagai kerangka dominan dalam pelayanan negara. Melalui pendekatan etnografi kualitatif, penelitian ini dilakukan berdasarkan kerja lapangan jangka panjang pada periode 2017–2024 di sejumlah komunitas Sunda Wiwitan di Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Riset ini menunjukkan bahwa komunitas penghayat kepercayaan, termasuk Sunda Wiwitan, masih menghadapi hambatan struktural dalam mengakses hak-hak sipil, pendidikan, layanan publik, praktik keagamaan, serta partisipasi sosial yang setara. Dalam artikelnya, Rakhmat Hidayat menggunakan kerangka teori Nancy Fraser tentang misrecognition dan maldistribution untuk menjelaskan bahwa persoalan yang dialami komunitas Sunda Wiwitan bukan hanya berkaitan dengan pelanggaran hak individu, tetapi juga menyangkut ketidakadilan struktural yang tertanam dalam regulasi, kebijakan publik, dan relasi sosial sehari-hari. “Riset ini menunjukkan bahwa pengakuan negara tidak cukup berhenti pada aspek administratif. Pengakuan yang bermakna harus mampu menghadirkan kesetaraan substantif, perlindungan hak, dan ruang partisipasi yang adil bagi komunitas penghayat kepercayaan sebagai warga negara penuh,” ujar Rakhmat Hidayat, Ph.D. Temuan penting dari riset ini menegaskan bahwa meskipun Putusan Mahkamah Konstitusi tahun 2017 telah membuka ruang pengakuan bagi penghayat kepercayaan, praktik kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia masih dipengaruhi oleh paradigma “agama resmi”. Kondisi ini menyebabkan pengakuan terhadap komunitas adat dan penghayat kepercayaan masih bersifat terbatas, tidak merata, dan kerap bergantung pada implementasi birokrasi di tingkat lokal. Publikasi ini menjadi kontribusi akademik penting bagi kajian sosiologi agama, kewargaan, hak asasi manusia, politik pengakuan, dan studi masyarakat adat di Indonesia. Riset ini juga memperkuat posisi FISH UNJ sebagai fakultas yang aktif menghasilkan kajian kritis berbasis ilmu sosial dan hukum untuk menjawab persoalan ketimpangan, diskriminasi struktural, dan keadilan sosial. Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), penelitian ini memiliki relevansi kuat dengan SDG 10: Reduced Inequalities, karena menyoroti pentingnya pengurangan ketimpangan dan diskriminasi terhadap komunitas adat dan kelompok minoritas kepercayaan. Riset ini juga berkaitan dengan SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions, terutama dalam mendorong institusi yang inklusif, adil, dan responsif terhadap keberagaman identitas warga negara. Selain itu, kajian ini juga mendukung SDG 4: Quality Education melalui penguatan literasi akademik tentang keberagaman, hak warga negara, dan penghormatan terhadap kelompok rentan dalam masyarakat demokratis. Melalui publikasi ini, FISH UNJ menegaskan komitmennya dalam mendorong riset berdampak yang tidak hanya memperkaya wacana akademik, tetapi juga memberikan kontribusi bagi penguatan kebijakan publik, perlindungan kelompok minoritas, dan pembangunan masyarakat Indonesia yang lebih inklusif, adil, dan berkeadaban. Artikel lengkap dapat diakses melalui DOI: https://doi.org/10.56529/mpr.v5i1.568. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (61) Kemahasiswaan (18) Penelitian (18) Pengabdian (17) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (57) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Raih Dua Prestasi dalam Pesta Rakyat UNJ Penutupan Dies Natalis ke-62 melalui Project GEO GREEN
Jakarta, 20 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam rangkaian Pesta Rakyat Universitas Negeri Jakarta Penutupan Dies Natalis ke-62. Melalui project GEO GREEN, Tim FISH UNJ berhasil meraih Juara 2 Lomba Urban Farming dan Juara 2 Lomba Waste Management. Prestasi ini menjadi bentuk nyata kontribusi FISH UNJ dalam mendukung gerakan kampus berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, serta penguatan budaya peduli ekologi di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. Project GEO GREEN hadir sebagai inisiatif yang mengintegrasikan kreativitas, kepedulian lingkungan, serta semangat kolaborasi sivitas akademika dalam menciptakan ruang kampus yang lebih hijau, sehat, dan berdampak. Humas FISH UNJ menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Bapak Ilham B. Mataburu, M.Si., selaku Project Manager Tim FISH UNJ, atas capaian membanggakan tersebut. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kerja keras tim, tetapi juga menunjukkan komitmen FISH UNJ dalam mendukung program-program lingkungan yang sejalan dengan nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi. Dalam Lomba Urban Farming, Tim FISH UNJ berhasil menunjukkan gagasan dan implementasi pertanian perkotaan yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan lingkungan kampus. Sementara itu, pada Lomba Waste Management, project GEO GREEN turut menghadirkan upaya pengelolaan sampah yang inovatif sebagai bagian dari gerakan membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Capaian dua juara ini menjadi bukti bahwa FISH UNJ tidak hanya berperan dalam pengembangan akademik dan keilmuan sosial-humaniora, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam gerakan nyata untuk menciptakan kampus yang hijau, berdaya, dan berkelanjutan. Dekan FISH UNJ beserta seluruh sivitas akademika menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim FISH UNJ dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan project GEO GREEN. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi Universitas Negeri Jakarta dan masyarakat luas. Selamat kepada Bapak Ilham B. Mataburu, M.Si. dan Tim FISH UNJ atas prestasi Juara 2 Lomba Urban Farming dan Juara 2 Lomba Waste Management dalam Pesta Rakyat UNJ Penutupan Dies Natalis ke-62. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (17) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (55) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prof. Dr. Muzani Jalaluddin FISH UNJ Publikasikan Riset tentang Pendidikan Kebencanaan dalam Perspektif Islam di Jurnal Internasional terindeks Scopus Q1
Jakarta, 16 April 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Prof. Dr. Muzani Jalaluddin, Dipl. Geo., M.Si., kembali menunjukkan kontribusi akademiknya melalui publikasi artikel riset internasional berjudul “Disaster education from an Islamic perspective: clarifying predestination and fatalism in disaster risk reduction”. Artikel tersebut ditulis bersama Tafiati Tafiati dan Awida Awida dari Fakultas Adab, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Artikel ini diterima pada 25 Mei 2026 dan dipublikasikan secara daring pada 12 Juni 2026 oleh Taylor & Francis Online dengan DOI: 10.1080/17477891.2026.2681603. Riset tersebut mengangkat isu penting mengenai pendidikan kebencanaan dari perspektif Islam, khususnya dalam meluruskan pemahaman antara konsep predestinasi atau qadar dan fatalisme dalam konteks pengurangan risiko bencana. Dalam kajiannya, Prof. Muzani dan tim menjelaskan bahwa kesalahpahaman terhadap ajaran Islam tentang bencana masih ditemukan di sebagian masyarakat. Salah satu bentuk kesalahpahaman tersebut adalah anggapan bahwa bencana sepenuhnya merupakan takdir yang tidak perlu direspons dengan kesiapsiagaan, mitigasi, dan upaya pengurangan risiko. Pandangan ini berpotensi melahirkan sikap pasif serta melemahkan partisipasi masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini menganalisis sumber-sumber utama Islam, yaitu Al-Qur’an dan Hadis, serta literatur ilmiah yang berkaitan dengan agama, pendidikan, dan studi kebencanaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, predestinasi tidak identik dengan kepasrahan pasif. Sebaliknya, ajaran Islam menekankan pentingnya ilmu, ikhtiar, tanggung jawab etis, dan tawakal sebagai bagian dari kesiapan manusia dalam menghadapi risiko. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual yang menjelaskan transisi dari fatalisme teologis menuju agensi proaktif melalui integrasi tiga nilai utama, yaitu Al-’Ilm atau pengetahuan, Ikhtiyar atau usaha manusia, dan Tawakkul atau kepercayaan kepada Allah setelah melakukan upaya terbaik. Kerangka ini menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan berbasis nilai Islam dapat menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab kolektif masyarakat. Publikasi ini memiliki relevansi yang kuat dengan keilmuan Pendidikan Geografi, khususnya dalam pengembangan literasi kebencanaan, pendidikan lingkungan, dan penguatan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana. Sebagai negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana tinggi, Indonesia membutuhkan pendekatan pendidikan kebencanaan yang tidak hanya berbasis pengetahuan ilmiah, tetapi juga memperhatikan nilai budaya, agama, dan sosial masyarakat. Dekan FISH UNJ menyampaikan bahwa publikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik fakultas dalam mengembangkan riset yang berdampak bagi masyarakat. Riset Prof. Muzani dan tim menunjukkan bahwa ilmu sosial, pendidikan geografi, dan kajian keagamaan dapat saling melengkapi dalam membangun pemahaman masyarakat yang lebih aktif, rasional, dan bertanggung jawab dalam menghadapi bencana. Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), artikel ini berkontribusi pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan kebencanaan berbasis nilai dan literasi kritis. Riset ini juga relevan dengan SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan karena mendorong masyarakat yang lebih tangguh terhadap risiko bencana. Selain itu, artikel ini mendukung SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, terutama dalam aspek peningkatan kapasitas adaptasi, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko. Publikasi ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan publikasi ilmiah dosen, kolaborasi riset lintas institusi, dan kontribusi akademik yang berdampak pada masyarakat. Kolaborasi antara FISH UNJ dan UIN Imam Bonjol menunjukkan pentingnya jejaring akademik interdisipliner dalam menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan sosial, kebencanaan, pendidikan, dan kehidupan beragama di Indonesia. Melalui publikasi ini, FISH UNJ semakin menegaskan komitmennya dalam mendorong riset yang tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan literasi masyarakat. Kajian mengenai predestinasi, fatalisme, dan pengurangan risiko bencana ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pendidik, peneliti, pembuat kebijakan, tokoh agama, dan komunitas dalam membangun pendidikan kebencanaan yang lebih humanis, kontekstual, dan transformatif. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (15) Pengajaran (43) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (29) Program Unggulan (53) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Kolaborasi Akademik Global dalam TMF Journal Conference 2025/2026 di Bangkok
Bangkok, 29 April 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut berpartisipasi dalam TMF Journal Conference 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Thai Media Fund bekerja sama dengan Graduate School of Communication Arts and Management Innovation, National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand. Konferensi ini berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, di The Berkeley Hotel Pratunam, Bangkok, dengan mengusung tema “Advancing Knowledge in Creative Media: Research, Innovation, and Collaboration for Responsible Communication.” Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan ke-4 untuk konferensi tingkat nasional dan sekaligus konferensi internasional pertama yang diinisiasi oleh Thai Media Fund dan NIDA. FISH UNJ hadir sebagai salah satu institusi mitra dalam jejaring kerja sama akademik internasional bersama berbagai perguruan tinggi dan lembaga dari Thailand serta negara mitra lainnya. Secara keseluruhan, konferensi ini melibatkan 41 partner institutions atau co-hosts, termasuk institusi dari China, Pakistan, Korea Selatan, Indonesia, dan India. Konferensi ini menjadi ruang penting bagi akademisi, peneliti, praktisi media, serta lembaga profesional untuk mendiskusikan perkembangan media kreatif, inovasi komunikasi, literasi media, jurnalisme, serta tantangan etika komunikasi di era digital dan kecerdasan artifisial. Pada tahun ini, TMF Journal Conference menerima 84 artikel ilmiah dari peneliti domestik dan internasional. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 26 makalah dari Thailand dan 21 makalah dari China, Pakistan, Korea Selatan, Indonesia, dan India dipresentasikan dalam forum ilmiah tersebut. Pembukaan konferensi diawali dengan laporan dari Associate Professor Dr. Asawin Nedpogaeo, Dean of the Graduate School of Communication Arts and Management Innovation, NIDA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam membangun ekosistem media yang aman, kreatif, dan bertanggung jawab. Sementara itu, Dr. Dhanakorn Srisooksai, Chief Executive Officer Thai Media Fund, dalam pidato pembukaannya menyoroti pentingnya peran Thai Media Fund dalam membantu masyarakat dan praktisi media menghadapi perubahan lanskap komunikasi yang semakin dipengaruhi oleh digitalisasi dan kecerdasan artifisial. Konferensi ini juga menghadirkan dua pembicara utama. Professor Masato Kajimoto dari School of Future Media, The University of Hong Kong, menyampaikan keynote berjudul “Teaching Resilience: Re-imagining Media Education for an Integrity-Driven Information Future.” Ia menekankan pentingnya pendidikan media dalam membangun generasi muda yang mampu berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta memahami bahwa keadilan dalam pemberitaan tidak selalu sama dengan sekadar menghadirkan keseimbangan secara formal. Pembicara utama kedua, Steven Gan, Co-founder Malaysiakini, menyampaikan materi bertajuk “Innovating for Integrity: How Digital Media is Transforming Investigative Journalism and Press Freedom in Asia.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa jurnalisme memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi, keadilan, dan kebebasan publik. Menurutnya, transformasi digital tidak boleh menghilangkan fungsi utama jurnalisme sebagai ruang untuk menyuarakan kelompok yang terpinggirkan dan mengawasi kekuasaan. Sesi panel khusus bertajuk “Creative and Responsible Media in the Age of Artificial Intelligence” turut memperkaya diskusi konferensi. Panel ini menghadirkan sejumlah tokoh media dan akademisi, antara lain Ms. Supinya Klangnarong, Co-founder COFACT Thailand; Mr. Rawee Tawantharong, Committee Member Thai Media Fund; dan Mr. Chavarong Limpattamapanee, Chairman of the National Press Council of Thailand sekaligus Senior Media Scholar. Diskusi dimoderatori oleh Assoc. Prof. Dr. Warat Karuchit dari NIDA. Para panelis menyoroti pentingnya posisi jurnalisme di tengah berkembangnya ekosistem kreator konten, terutama dalam menjaga akurasi informasi, etika publik, dan keberpihakan pada suara masyarakat yang kurang terwakili. Wakil Dekan III Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerjasama FISH UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan konferensi ini sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik global FISH UNJ. “FISH UNJ mengapresiasi terselenggaranya TMF Journal Conference 2025/2026 ini yang menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk terlibat dalam diskusi global mengenai media kreatif, inovasi komunikasi, serta tanggung jawab etis di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Kehadiran FISH UNJ sebagai bagian dari jejaring partner institutions mencerminkan komitmen kami untuk terus memperluas kolaborasi internasional, memperkuat budaya riset, dan menghadirkan kontribusi akademik yang relevan bagi masyarakat global,” ujar Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si. Partisipasi FISH UNJ dalam konferensi ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui keterlibatan dalam forum akademik internasional, FISH UNJ berperan dalam memperkuat literasi media, mendorong riset komunikasi yang bertanggung jawab, serta membangun jejaring kolaboratif lintas negara. Kehadiran FISH UNJ dalam TMF Journal Conference 2025/2026 juga mempertegas peran fakultas dalam mengembangkan kajian ilmu sosial, hukum, dan komunikasi yang responsif terhadap perubahan global. Di tengah perkembangan teknologi, media digital, dan kecerdasan artifisial, FISH UNJ terus mendorong kontribusi akademik yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab publik. Konferensi ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi dapat mengubah cara kerja media, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat utama komunikasi publik: menjaga kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta memastikan bahwa ruang media tetap menjadi ruang yang aman, kreatif, inklusif, dan bertanggung jawab bagi masyarakat global. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (49) Kemahasiswaan (17) Penelitian (15) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (20) Program Unggulan (43) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru