Jakarta, 22 Juli 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menegaskan kapasitas dan daya saing risetnya di tingkat nasional. Dua dosen FISH UNJ, yaitu Prof. Dr. Desy Safitri, M.Si. dan Sujarwo, berhasil ditetapkan sebagai penerima Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Nomor 106/II.7/HK/2026 tentang Penerima Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Kompetisi Gelombang 11, yang ditetapkan di Jakarta pada 22 Juni 2026. Program ini diberikan kepada para periset di Indonesia yang dinilai aktif dan inovatif setelah melalui proses seleksi dan evaluasi proposal. Prof. Dr. Desy Safitri, M.Si. ditetapkan sebagai ketua periset melalui penelitian berjudul “Model Pendidikan Lingkungan Imersif Berbasis Nanolearning Linkup VR-AR (Virtual Reality–Augmented Reality) untuk Penguatan Ekoliterasi.” Penelitian tersebut memperoleh pendanaan sebesar Rp240.000.000 pada tahun pertama, Rp225.000.000 pada tahun kedua, dan Rp215.000.000 pada tahun ketiga, dengan total pendanaan mencapai Rp680.000.000. Penelitian Prof. Desy mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan teknologi imersif berbasis virtual reality dan augmented reality. Pendekatan tersebut menunjukkan komitmen FISH UNJ dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya responsif terhadap transformasi digital, tetapi juga berorientasi pada penguatan kesadaran dan literasi lingkungan. Sementara itu, Sujarwo ditetapkan sebagai ketua periset melalui penelitian berjudul “Model Pembelajaran IPS Berbasis E-Comic Terpadu VR-AR (Virtual Reality–Augmented Reality) dalam Penguatan Keterampilan Sosial.” Penelitian tersebut memperoleh pendanaan sebesar Rp150.000.000 pada tahun pertama, Rp150.000.000 pada tahun kedua, dan Rp166.000.000 pada tahun ketiga, sehingga total pendanaannya mencapai Rp466.000.000. Melalui pengembangan e-comic yang terintegrasi dengan teknologi VR dan AR, penelitian Sujarwo menghadirkan inovasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang interaktif dan kontekstual. Model tersebut diharapkan dapat memperkuat keterampilan sosial peserta didik sekaligus menjadikan pembelajaran IPS lebih relevan dengan karakteristik generasi digital. Keberhasilan kedua dosen tersebut membawa total pendanaan RIIM yang diraih dosen FISH UNJ mencapai Rp1.146.000.000 untuk pelaksanaan penelitian selama tiga tahun. Capaian ini memperlihatkan bahwa bidang ilmu sosial dan pendidikan memiliki ruang yang kuat untuk menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran, literasi lingkungan, dan pengembangan keterampilan sosial. Capaian tersebut juga memperkuat posisi FISH UNJ sebagai fakultas yang mampu menghubungkan kedalaman ilmu sosial dengan perkembangan teknologi. Riset yang dikembangkan tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi diarahkan untuk menghasilkan model pendidikan yang aplikatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dekan FISH UNJ menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Prof. Desy Safitri dan Sujarwo dalam meraih pendanaan riset nasional tersebut. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika FISH UNJ untuk terus mengembangkan budaya riset, memperluas kolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pendidikan dan masyarakat. Melalui capaian ini, FISH UNJ semakin mengukuhkan posisinya sebagai fakultas yang progresif dalam pengembangan ilmu sosial dan hukum berbasis inovasi. Dengan semangat riset yang unggul, kolaboratif, dan berdampak, FISH UNJ berkomitmen untuk terus menghadirkan pengetahuan dan solusi yang berkontribusi bagi kemajuan pendidikan serta pembangunan Indonesia. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (65) Kemahasiswaan (18) Penelitian (20) Pengabdian (17) Pengajaran (46) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (32) Program Unggulan (60) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (29) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ PERKUAT PUBLIKASI GLOBAL MELALUI PELATIHAN ARTIKEL JURNAL BEREPUTASI
Jakarta, 19 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Internasional Bereputasi Tahun 2026 pada Sabtu–Minggu, 18–19 Juli 2026, di Gedung Syafei Lantai 8, Kampus A UNJ, Jakarta Timur. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si., Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia sekaligus CEO Rumah Publikasi Indonesia atau RPI Institute, sebagai narasumber utama. Pelatihan selama dua hari tersebut menjadi bagian dari strategi FISH UNJ dalam memperkuat kapasitas dosen untuk menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas dan memiliki peluang lebih besar dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Selain membahas aspek fundamental dalam penulisan akademik, kegiatan ini memberikan wawasan strategis dan praktis mengenai pengembangan naskah, penguatan kontribusi ilmiah, serta proses mempersiapkan artikel agar sesuai dengan standar publikasi internasional. Dalam pemaparannya, Prof. Ade menekankan bahwa pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi tidak dapat dipisahkan dari proses penguatan ekosistem penelitian yang berlangsung di tingkat fakultas dan program studi. Menurutnya, perguruan tinggi perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap pembentukan kelompok riset yang kuat, berkelanjutan, dan melibatkan berbagai disiplin ilmu. “Ketika kita membicarakan IKU, perlu dipahami bahwa IKU merupakan hasil di bagian hilir. Hal yang harus diperkuat terlebih dahulu adalah proses di bagian hulu, terutama melalui pengembangan research group yang kuat dan multidisipliner. Kelompok riset yang memiliki fondasi kokoh akan menghasilkan penelitian, publikasi, dan capaian IKU yang lebih berdampak sesuai dengan standar perguruan tinggi saat ini,” ujar Prof. Ade. Pendekatan tersebut menempatkan publikasi ilmiah bukan semata-mata sebagai kewajiban individual dosen, melainkan sebagai bagian dari ekosistem riset institusional. Melalui kelompok riset, dosen dapat saling melengkapi kompetensi, membangun agenda penelitian jangka panjang, serta menghasilkan publikasi yang lebih konsisten dan relevan dengan persoalan masyarakat. Kolaborasi multidisipliner juga dinilai penting untuk memperkuat kebaruan, kedalaman analisis, dan dampak akademik suatu artikel. Pelatihan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan luaran konkret. Selama kegiatan berlangsung, peserta membawa dan mengembangkan naskah masing-masing melalui proses diskusi, penelaahan, dan pematangan artikel. Sekitar 30 naskah telah dihimpun dan dipersiapkan untuk memasuki tahapan lanjutan menuju proses pengiriman pada jurnal internasional bereputasi. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas materi dan pendampingan yang diberikan Prof. Ade. Ia menilai pelatihan tersebut telah memberikan perspektif yang komprehensif, mulai dari strategi pengembangan riset hingga aspek praktis dalam menyiapkan artikel untuk publikasi internasional. “Terima kasih kepada Prof. Ade atas sesi berbagi yang sangat kaya, baik dari sisi strategis, praktis, maupun fundamental. Pembahasan mengenai publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi benar-benar membuka dan memperluas wawasan para peserta. Dalam ungkapan generasi sekarang, materi yang diberikan dapat dikatakan ‘daging banget’ karena sangat relevan dan dapat langsung diterapkan,” tutur Firdaus Wajdi. Ia juga berharap puluhan naskah yang dikembangkan selama pelatihan dapat segera ditindaklanjuti hingga memasuki proses publikasi. “Pelatihan selama dua hari ini telah menghasilkan sekitar 30 naskah yang siap dikembangkan dan diproses menuju jurnal bereputasi. Semoga ikhtiar yang bermula dari ruangan ini terus bertumbuh, menyebar kepada lebih banyak rekan dosen, dan pada akhirnya semakin memperkuat kualitas serta kuantitas publikasi internasional FISH UNJ,” lanjutnya. Pelatihan ini mendukung implementasi SDG 4 – Quality Education melalui peningkatan kapasitas dan kualitas akademik dosen, serta SDG 8 – Decent Work and Economic Growth melalui penguatan kompetensi profesional dalam bidang penelitian dan publikasi. Kolaborasi dengan RPI Institute juga relevan dengan SDG 17 – Partnerships for the Goals, khususnya dalam membangun kemitraan untuk meningkatkan mutu dan dampak penelitian perguruan tinggi. Sebagai tindak lanjut, FISH UNJ mendorong peserta untuk terus menyempurnakan naskah, memperkuat kolaborasi melalui kelompok riset, dan melanjutkan proses pengiriman artikel ke jurnal yang sesuai dengan bidang kajian masing-masing. Kegiatan ini secara langsung mendukung IKU 6, khususnya dalam meningkatkan jumlah dan kualitas publikasi internasional bereputasi, sekaligus membangun budaya riset yang lebih kolaboratif, produktif, dan berdampak di lingkungan FISH UNJ. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (64) Kemahasiswaan (18) Penelitian (19) Pengabdian (17) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (13) Prodi (32) Program Unggulan (60) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (24) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Riset Dosen Pendidikan Sosiologi FISH UNJ Dorong Penguatan Pengakuan Negara dan Kesetaraan Hak bagi Komunitas Sunda Wiwitan
Jakarta, 19 Juni 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Rakhmat Hidayat, Ph.D., mempublikasikan artikel ilmiah berjudul “Recognition or Misrecognition? Investigating State Recognition, Structural Discrimination and the Struggle of Sunda Wiwitan in Indonesia” pada jurnal Muslim Politics Review, Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Artikel yang terbit pada 19 Juni 2026 tersebut mengkaji politik pengakuan negara terhadap kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia melalui pengalaman hidup komunitas adat Sunda Wiwitan. Riset ini menyoroti adanya kontradiksi antara jaminan konstitusional atas kebebasan beragama dan berkeyakinan dengan praktik administratif serta sosial yang masih menempatkan agama-agama resmi sebagai kerangka dominan dalam pelayanan negara. Melalui pendekatan etnografi kualitatif, penelitian ini dilakukan berdasarkan kerja lapangan jangka panjang pada periode 2017–2024 di sejumlah komunitas Sunda Wiwitan di Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Riset ini menunjukkan bahwa komunitas penghayat kepercayaan, termasuk Sunda Wiwitan, masih menghadapi hambatan struktural dalam mengakses hak-hak sipil, pendidikan, layanan publik, praktik keagamaan, serta partisipasi sosial yang setara. Dalam artikelnya, Rakhmat Hidayat menggunakan kerangka teori Nancy Fraser tentang misrecognition dan maldistribution untuk menjelaskan bahwa persoalan yang dialami komunitas Sunda Wiwitan bukan hanya berkaitan dengan pelanggaran hak individu, tetapi juga menyangkut ketidakadilan struktural yang tertanam dalam regulasi, kebijakan publik, dan relasi sosial sehari-hari. “Riset ini menunjukkan bahwa pengakuan negara tidak cukup berhenti pada aspek administratif. Pengakuan yang bermakna harus mampu menghadirkan kesetaraan substantif, perlindungan hak, dan ruang partisipasi yang adil bagi komunitas penghayat kepercayaan sebagai warga negara penuh,” ujar Rakhmat Hidayat, Ph.D. Temuan penting dari riset ini menegaskan bahwa meskipun Putusan Mahkamah Konstitusi tahun 2017 telah membuka ruang pengakuan bagi penghayat kepercayaan, praktik kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia masih dipengaruhi oleh paradigma “agama resmi”. Kondisi ini menyebabkan pengakuan terhadap komunitas adat dan penghayat kepercayaan masih bersifat terbatas, tidak merata, dan kerap bergantung pada implementasi birokrasi di tingkat lokal. Publikasi ini menjadi kontribusi akademik penting bagi kajian sosiologi agama, kewargaan, hak asasi manusia, politik pengakuan, dan studi masyarakat adat di Indonesia. Riset ini juga memperkuat posisi FISH UNJ sebagai fakultas yang aktif menghasilkan kajian kritis berbasis ilmu sosial dan hukum untuk menjawab persoalan ketimpangan, diskriminasi struktural, dan keadilan sosial. Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), penelitian ini memiliki relevansi kuat dengan SDG 10: Reduced Inequalities, karena menyoroti pentingnya pengurangan ketimpangan dan diskriminasi terhadap komunitas adat dan kelompok minoritas kepercayaan. Riset ini juga berkaitan dengan SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions, terutama dalam mendorong institusi yang inklusif, adil, dan responsif terhadap keberagaman identitas warga negara. Selain itu, kajian ini juga mendukung SDG 4: Quality Education melalui penguatan literasi akademik tentang keberagaman, hak warga negara, dan penghormatan terhadap kelompok rentan dalam masyarakat demokratis. Melalui publikasi ini, FISH UNJ menegaskan komitmennya dalam mendorong riset berdampak yang tidak hanya memperkaya wacana akademik, tetapi juga memberikan kontribusi bagi penguatan kebijakan publik, perlindungan kelompok minoritas, dan pembangunan masyarakat Indonesia yang lebih inklusif, adil, dan berkeadaban. Artikel lengkap dapat diakses melalui DOI: https://doi.org/10.56529/mpr.v5i1.568. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (61) Kemahasiswaan (18) Penelitian (18) Pengabdian (17) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (57) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Raih Dua Prestasi dalam Pesta Rakyat UNJ Penutupan Dies Natalis ke-62 melalui Project GEO GREEN
Jakarta, 20 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam rangkaian Pesta Rakyat Universitas Negeri Jakarta Penutupan Dies Natalis ke-62. Melalui project GEO GREEN, Tim FISH UNJ berhasil meraih Juara 2 Lomba Urban Farming dan Juara 2 Lomba Waste Management. Prestasi ini menjadi bentuk nyata kontribusi FISH UNJ dalam mendukung gerakan kampus berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, serta penguatan budaya peduli ekologi di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. Project GEO GREEN hadir sebagai inisiatif yang mengintegrasikan kreativitas, kepedulian lingkungan, serta semangat kolaborasi sivitas akademika dalam menciptakan ruang kampus yang lebih hijau, sehat, dan berdampak. Humas FISH UNJ menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Bapak Ilham B. Mataburu, M.Si., selaku Project Manager Tim FISH UNJ, atas capaian membanggakan tersebut. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kerja keras tim, tetapi juga menunjukkan komitmen FISH UNJ dalam mendukung program-program lingkungan yang sejalan dengan nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi. Dalam Lomba Urban Farming, Tim FISH UNJ berhasil menunjukkan gagasan dan implementasi pertanian perkotaan yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan lingkungan kampus. Sementara itu, pada Lomba Waste Management, project GEO GREEN turut menghadirkan upaya pengelolaan sampah yang inovatif sebagai bagian dari gerakan membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Capaian dua juara ini menjadi bukti bahwa FISH UNJ tidak hanya berperan dalam pengembangan akademik dan keilmuan sosial-humaniora, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam gerakan nyata untuk menciptakan kampus yang hijau, berdaya, dan berkelanjutan. Dekan FISH UNJ beserta seluruh sivitas akademika menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim FISH UNJ dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan project GEO GREEN. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi Universitas Negeri Jakarta dan masyarakat luas. Selamat kepada Bapak Ilham B. Mataburu, M.Si. dan Tim FISH UNJ atas prestasi Juara 2 Lomba Urban Farming dan Juara 2 Lomba Waste Management dalam Pesta Rakyat UNJ Penutupan Dies Natalis ke-62. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (17) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (55) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prof. Dr. Muzani Jalaluddin FISH UNJ Publikasikan Riset tentang Pendidikan Kebencanaan dalam Perspektif Islam di Jurnal Internasional terindeks Scopus Q1
Jakarta, 16 April 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Prof. Dr. Muzani Jalaluddin, Dipl. Geo., M.Si., kembali menunjukkan kontribusi akademiknya melalui publikasi artikel riset internasional berjudul “Disaster education from an Islamic perspective: clarifying predestination and fatalism in disaster risk reduction”. Artikel tersebut ditulis bersama Tafiati Tafiati dan Awida Awida dari Fakultas Adab, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Artikel ini diterima pada 25 Mei 2026 dan dipublikasikan secara daring pada 12 Juni 2026 oleh Taylor & Francis Online dengan DOI: 10.1080/17477891.2026.2681603. Riset tersebut mengangkat isu penting mengenai pendidikan kebencanaan dari perspektif Islam, khususnya dalam meluruskan pemahaman antara konsep predestinasi atau qadar dan fatalisme dalam konteks pengurangan risiko bencana. Dalam kajiannya, Prof. Muzani dan tim menjelaskan bahwa kesalahpahaman terhadap ajaran Islam tentang bencana masih ditemukan di sebagian masyarakat. Salah satu bentuk kesalahpahaman tersebut adalah anggapan bahwa bencana sepenuhnya merupakan takdir yang tidak perlu direspons dengan kesiapsiagaan, mitigasi, dan upaya pengurangan risiko. Pandangan ini berpotensi melahirkan sikap pasif serta melemahkan partisipasi masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini menganalisis sumber-sumber utama Islam, yaitu Al-Qur’an dan Hadis, serta literatur ilmiah yang berkaitan dengan agama, pendidikan, dan studi kebencanaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, predestinasi tidak identik dengan kepasrahan pasif. Sebaliknya, ajaran Islam menekankan pentingnya ilmu, ikhtiar, tanggung jawab etis, dan tawakal sebagai bagian dari kesiapan manusia dalam menghadapi risiko. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual yang menjelaskan transisi dari fatalisme teologis menuju agensi proaktif melalui integrasi tiga nilai utama, yaitu Al-’Ilm atau pengetahuan, Ikhtiyar atau usaha manusia, dan Tawakkul atau kepercayaan kepada Allah setelah melakukan upaya terbaik. Kerangka ini menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan berbasis nilai Islam dapat menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab kolektif masyarakat. Publikasi ini memiliki relevansi yang kuat dengan keilmuan Pendidikan Geografi, khususnya dalam pengembangan literasi kebencanaan, pendidikan lingkungan, dan penguatan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana. Sebagai negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana tinggi, Indonesia membutuhkan pendekatan pendidikan kebencanaan yang tidak hanya berbasis pengetahuan ilmiah, tetapi juga memperhatikan nilai budaya, agama, dan sosial masyarakat. Dekan FISH UNJ menyampaikan bahwa publikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik fakultas dalam mengembangkan riset yang berdampak bagi masyarakat. Riset Prof. Muzani dan tim menunjukkan bahwa ilmu sosial, pendidikan geografi, dan kajian keagamaan dapat saling melengkapi dalam membangun pemahaman masyarakat yang lebih aktif, rasional, dan bertanggung jawab dalam menghadapi bencana. Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), artikel ini berkontribusi pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan kebencanaan berbasis nilai dan literasi kritis. Riset ini juga relevan dengan SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan karena mendorong masyarakat yang lebih tangguh terhadap risiko bencana. Selain itu, artikel ini mendukung SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, terutama dalam aspek peningkatan kapasitas adaptasi, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko. Publikasi ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan publikasi ilmiah dosen, kolaborasi riset lintas institusi, dan kontribusi akademik yang berdampak pada masyarakat. Kolaborasi antara FISH UNJ dan UIN Imam Bonjol menunjukkan pentingnya jejaring akademik interdisipliner dalam menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan sosial, kebencanaan, pendidikan, dan kehidupan beragama di Indonesia. Melalui publikasi ini, FISH UNJ semakin menegaskan komitmennya dalam mendorong riset yang tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan literasi masyarakat. Kajian mengenai predestinasi, fatalisme, dan pengurangan risiko bencana ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pendidik, peneliti, pembuat kebijakan, tokoh agama, dan komunitas dalam membangun pendidikan kebencanaan yang lebih humanis, kontekstual, dan transformatif. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (15) Pengajaran (43) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (29) Program Unggulan (53) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Kolaborasi Akademik Global dalam TMF Journal Conference 2025/2026 di Bangkok
Bangkok, 29 April 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut berpartisipasi dalam TMF Journal Conference 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Thai Media Fund bekerja sama dengan Graduate School of Communication Arts and Management Innovation, National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand. Konferensi ini berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, di The Berkeley Hotel Pratunam, Bangkok, dengan mengusung tema “Advancing Knowledge in Creative Media: Research, Innovation, and Collaboration for Responsible Communication.” Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan ke-4 untuk konferensi tingkat nasional dan sekaligus konferensi internasional pertama yang diinisiasi oleh Thai Media Fund dan NIDA. FISH UNJ hadir sebagai salah satu institusi mitra dalam jejaring kerja sama akademik internasional bersama berbagai perguruan tinggi dan lembaga dari Thailand serta negara mitra lainnya. Secara keseluruhan, konferensi ini melibatkan 41 partner institutions atau co-hosts, termasuk institusi dari China, Pakistan, Korea Selatan, Indonesia, dan India. Konferensi ini menjadi ruang penting bagi akademisi, peneliti, praktisi media, serta lembaga profesional untuk mendiskusikan perkembangan media kreatif, inovasi komunikasi, literasi media, jurnalisme, serta tantangan etika komunikasi di era digital dan kecerdasan artifisial. Pada tahun ini, TMF Journal Conference menerima 84 artikel ilmiah dari peneliti domestik dan internasional. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 26 makalah dari Thailand dan 21 makalah dari China, Pakistan, Korea Selatan, Indonesia, dan India dipresentasikan dalam forum ilmiah tersebut. Pembukaan konferensi diawali dengan laporan dari Associate Professor Dr. Asawin Nedpogaeo, Dean of the Graduate School of Communication Arts and Management Innovation, NIDA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam membangun ekosistem media yang aman, kreatif, dan bertanggung jawab. Sementara itu, Dr. Dhanakorn Srisooksai, Chief Executive Officer Thai Media Fund, dalam pidato pembukaannya menyoroti pentingnya peran Thai Media Fund dalam membantu masyarakat dan praktisi media menghadapi perubahan lanskap komunikasi yang semakin dipengaruhi oleh digitalisasi dan kecerdasan artifisial. Konferensi ini juga menghadirkan dua pembicara utama. Professor Masato Kajimoto dari School of Future Media, The University of Hong Kong, menyampaikan keynote berjudul “Teaching Resilience: Re-imagining Media Education for an Integrity-Driven Information Future.” Ia menekankan pentingnya pendidikan media dalam membangun generasi muda yang mampu berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta memahami bahwa keadilan dalam pemberitaan tidak selalu sama dengan sekadar menghadirkan keseimbangan secara formal. Pembicara utama kedua, Steven Gan, Co-founder Malaysiakini, menyampaikan materi bertajuk “Innovating for Integrity: How Digital Media is Transforming Investigative Journalism and Press Freedom in Asia.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa jurnalisme memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi, keadilan, dan kebebasan publik. Menurutnya, transformasi digital tidak boleh menghilangkan fungsi utama jurnalisme sebagai ruang untuk menyuarakan kelompok yang terpinggirkan dan mengawasi kekuasaan. Sesi panel khusus bertajuk “Creative and Responsible Media in the Age of Artificial Intelligence” turut memperkaya diskusi konferensi. Panel ini menghadirkan sejumlah tokoh media dan akademisi, antara lain Ms. Supinya Klangnarong, Co-founder COFACT Thailand; Mr. Rawee Tawantharong, Committee Member Thai Media Fund; dan Mr. Chavarong Limpattamapanee, Chairman of the National Press Council of Thailand sekaligus Senior Media Scholar. Diskusi dimoderatori oleh Assoc. Prof. Dr. Warat Karuchit dari NIDA. Para panelis menyoroti pentingnya posisi jurnalisme di tengah berkembangnya ekosistem kreator konten, terutama dalam menjaga akurasi informasi, etika publik, dan keberpihakan pada suara masyarakat yang kurang terwakili. Wakil Dekan III Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerjasama FISH UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan konferensi ini sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik global FISH UNJ. “FISH UNJ mengapresiasi terselenggaranya TMF Journal Conference 2025/2026 ini yang menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk terlibat dalam diskusi global mengenai media kreatif, inovasi komunikasi, serta tanggung jawab etis di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Kehadiran FISH UNJ sebagai bagian dari jejaring partner institutions mencerminkan komitmen kami untuk terus memperluas kolaborasi internasional, memperkuat budaya riset, dan menghadirkan kontribusi akademik yang relevan bagi masyarakat global,” ujar Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si. Partisipasi FISH UNJ dalam konferensi ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui keterlibatan dalam forum akademik internasional, FISH UNJ berperan dalam memperkuat literasi media, mendorong riset komunikasi yang bertanggung jawab, serta membangun jejaring kolaboratif lintas negara. Kehadiran FISH UNJ dalam TMF Journal Conference 2025/2026 juga mempertegas peran fakultas dalam mengembangkan kajian ilmu sosial, hukum, dan komunikasi yang responsif terhadap perubahan global. Di tengah perkembangan teknologi, media digital, dan kecerdasan artifisial, FISH UNJ terus mendorong kontribusi akademik yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab publik. Konferensi ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi dapat mengubah cara kerja media, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat utama komunikasi publik: menjaga kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta memastikan bahwa ruang media tetap menjadi ruang yang aman, kreatif, inklusif, dan bertanggung jawab bagi masyarakat global. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (49) Kemahasiswaan (17) Penelitian (15) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (20) Program Unggulan (43) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Diseminasi Inovasi melalui Partisipasi dalam Pameran PKM UNJ
Presentasi Robotik ARUNA untuk pengangkut sampah laut di wilayah Muara Angke dari Fakultas Teknik UNJ (Doc. FISHMed) Jakarta, 23 April 2026 — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan Pameran Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana, Rabu (23/4), sebagai bagian dari upaya diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat sekaligus penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra. Kegiatan ini menghadirkan partisipasi lintas fakultas di lingkungan UNJ dengan menampilkan beragam inovasi berbasis keilmuan serta membuka ruang interaksi antara sivitas akademika, mahasiswa, dan masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini turut memperkuat posisi UNJ sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga pada kontribusi nyata di tengah masyarakat. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) turut ambil bagian melalui booth pameran yang menyajikan informasi akademik dan hasil karya yang berkaitan dengan aktivitas pendidikan dan pengabdian. Acara yang dipandu oleh MC dari Duta UNJ ini dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNJ, Prof. Dr. Ifan Iskandar, M.Hum. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keberlanjutan kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra dalam menciptakan program yang berdampak luas. “Semoga melalui kegiatan seperti ini, UNJ tidak hanya menciptakan (lulusan yang berprofesi menjadi) guru, tetapi juga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Terima kasih kepada mitra UNJ atas kesediaannya terus berkolaborasi bersama kami, dan teman-teman lembaga terkait yang terus mengusahakan agar UNJ selalu berdampak,” ujarnya. Pelaksanaan program pengabdian turut ditampilkan melalui penampilan peserta dampingan yang menjadi pembuka rangkaian acara. Tari Manuk Bulak dibawakan sebagai hasil dari pelatihan seni berbasis budaya populer yang menyasar generasi muda, sementara anak-anak Rusunawa Jatinegara Kaum menampilkan puisi dan pantomim melalui pendekatan literasi dan ekspresi diri. Penampilan berlangsung di hadapan peserta kegiatan dan memperlihatkan proses pembinaan yang telah dijalankan, termasuk perkembangan kemampuan serta kepercayaan diri peserta selama mengikuti pendampingan. Kunjungan Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Dr. Kurniawati bersama Teddy Y.H. Sim dari National Chung Cheng University Taiwan ke booth PKM FISH (Doc. FISHMed) Sesi utama kegiatan menghadirkan paparan dan focus group discussion (FGD) yang memuat berbagai program pengabdian dari beragam bidang keilmuan sebagai respons kebutuhan masyarakat dalam setiap kompleksitas permasalahan yang berbeda. Program yang dipresentasikan mencakup BiblioKonseling Sastra Bandingan sebagai strategi pembentukan karakter pelajar Pancasila di Rusunawa Jatinegara Kaum, penerapan alat antropometri “Nimbang Balita” untuk mendukung digitalisasi layanan posyandu, kontribusi dalam pendampingan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) di Kota Depok, pelatihan Tari Manuk Bulak berbasis budaya populer, serta inovasi teknologi robotik ARUNA untuk navigasi dan pengangkutan sampah di wilayah Muara Angke. Sesi diskusi setelah pemaparan berlangsung dalam suasana yang aktif dan terbuka, dengan keterlibatan peserta dari kalangan sivitas akademika maupun mitra. Pertanyaan, tanggapan, dan berbagai sudut pandang disampaikan secara langsung selama forum berlangsung, mencakup pengalaman implementasi program di lapangan, tantangan yang dihadapi, serta kemungkinan pengembangan program agar dapat menjangkau lebih banyak pihak. Pameran booth turut menjadi sarana strategis dalam memperluas jangkauan diseminasi inovasi kepada publik. Setiap fakultas di UNJ menampilkan karya dan informasi dengan pendekatan yang beragam, sehingga pengunjung dapat berpindah dari satu booth ke booth lainnya sambil mengenal karakter dan fokus keilmuan masing-masing, sekaligus membuka ruang interaksi langsung dengan perwakilan fakultas. Foto bersama di depan booth FISH pada FGD Diseminasi PKM UNJ 2026 (Doc. FISHMed) Booth FISH menampilkan berbagai elemen yang merepresentasikan aktivitas akademik dan pengabdian, mulai dari buku hasil karya dosen dan mahasiswa, merchandise fakultas, informasi seputar program studi, hingga poster program pengabdian. Susunan materi tersebut memberikan gambaran mengenai lingkungan akademik di FISH serta keterkaitannya dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Di antara partisipasi fakultas lainnya, booth FISH menjadi salah satu yang ramai dikunjungi oleh peserta. Pengunjung secara antusias mengamati berbagai karya yang dipamerkan, sekaligus mengajukan pertanyaan seputar inovasi yang ditampilkan, proses pembelajaran di lingkungan FISH, hingga peluang yang dapat diperoleh dari masing-masing program studi. Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, FISH menunjukkan kontribusinya dalam mendukung penguatan ekosistem pengabdian yang kolaboratif serta memperluas akses masyarakat terhadap inovasi berbasis keilmuan. Keterlibatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UNJ dalam memastikan bahwa hasil pengabdian tidak hanya berhenti pada implementasi, tetapi juga terdiseminasi dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Penulis: BMF dan KASTim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (45) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (39) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Hari Kedua The 1st ICGSB 2026 Soroti Transformasi Digital, Kesehatan, dan Pariwisata Berkelanjutan dalam Sesi Paralel International Conference & Doctoral Research Presentation
sesi presentasi paralel yang diselenggarakan secara hybrid (doc. PWU) Jakarta, 17 April 2026 — Hari kedua The 1st International Conference on Global Social and Business (ICGSB) 2026 kembali menghadirkan dinamika akademik yang kaya melalui sesi paralel International Conference & Doctoral Research Presentation. Pada Jumat, 17 April 2026, rangkaian presentasi paruh kedua konferensi dibagi ke dalam lima breakroom yang menampilkan puluhan kajian aktual di bidang sosial dan bisnis. Beragam topik strategis diangkat dalam sesi ini, mulai dari transformasi digital di sektor kesehatan, perilaku konsumsi di era pembayaran elektronik, penguatan UMKM, kualitas layanan digital, hingga tantangan teknologi di dunia kerja. Ragam tema tersebut menunjukkan bahwa riset akademik semakin diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan industri saat ini. Sejumlah presentasi menyoroti isu transformasi digital yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kajian mengenai electronic medical records misalnya, diposisikan sebagai strategi transformasi digital untuk meningkatkan daya saing rumah sakit swasta di Indonesia. Selain itu, pembahasan tentang dampak penggunaan e-payment terhadap perilaku konsumtif masyarakat di Kota Cirebon juga memperlihatkan bagaimana teknologi finansial tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi turut membentuk pola perilaku sosial. Di sisi lain, topik mengenai kesiapan dunia usaha menghadapi ekosistem Marketing 5.0 serta transformasi digital UMKM mempertegas pentingnya adaptasi strategi bisnis di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Tidak hanya berpusat pada ekonomi digital, hari kedua ICGSB 2026 juga memperluas diskusi ke persoalan sosial, budaya, dan organisasi. Beberapa kajian mengangkat pengalaman wisata desa di tengah penetrasi platform digital, kepemimpinan digital dalam ekosistem pemasaran, kualitas layanan elektronik sebagai fondasi loyalitas pelanggan, hingga transparansi etis dalam laporan valuasi. Ada pula topik yang menelaah peran manajerial guru dalam menangani perundungan melalui pendidikan karakter, fenomena cyberloafing dan technostress di lingkungan kerja, serta pengaruh environmental, social, and governance (ESG) dan enterprise risk management terhadap kinerja bisnis. Kehadiran isu-isu tersebut memperlihatkan kuatnya semangat multidisipliner dalam ICGSB 2026. Konferensi ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan ilmiah, tetapi juga wadah untuk menjembatani beragam disiplin ilmu dalam membaca tantangan kontemporer, mulai dari bisnis, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga komunikasi. Konteks Indonesia juga tampak menonjol dalam berbagai presentasi yang disampaikan. Sejumlah penelitian mengambil lokasi atau studi kasus di berbagai wilayah Indonesia, seperti Cirebon, Jawa Barat, Jakarta Timur, desa wisata di Jawa Tengah, hingga sektor industri dan rumah sakit di Indonesia. Kedekatan konteks ini memberikan nilai penting tersendiri, karena hasil-hasil kajian yang dipresentasikan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga berpotensi memberi kontribusi nyata bagi pemahaman dan penyelesaian persoalan di tingkat lokal maupun nasional. Melalui penyelenggaraan lima breakroom dengan rangkaian presentasi yang padat, hari kedua ICGSB 2026 memperlihatkan tingginya antusiasme akademisi dalam membahas masa depan sosial dan bisnis di tengah perubahan zaman. Konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) bekerja sama dengan Philippine Women’s University (PWU), Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA), Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), dan Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) ini menegaskan perannya sebagai forum ilmiah yang responsif terhadap transformasi digital, keberlanjutan, dan tantangan sosial masa kini. Penulis: RSKPF, RDS, NRR, NA Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (42) Kemahasiswaan (17) Penelitian (13) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (37) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dari Pendekatan Kualitatif hingga SEM-PLS, ICGSB 2026 Soroti Pentingnya Riset yang Rapi, Valid, dan Berdampak
Noprita Herari, M.I.Kom (kiri) sebagai moderator sesi kedua seminar internasional dengan pembicara Prof. Felina C. Young, DBA (kanan), pada Jumat 17/4/2026 (doc. FISHMed) Jakarta, 17 April 2026 — Hari kedua The 1st International Conference on Global Social and Business (ICGSB) 2026 kembali berlanjut dengan sesi kedua bertajuk “SEM-PLS in Social and Business Research” yang menghadirkan Prof. Dr. Felina C. Young, DBA selaku Chancellor and Senior Vice President for Academic Affairs of Philippine Women’s University (PWU) sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Noprita Herari, M.I.Kom. Sesi ini memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya metodologi penelitian yang tepat, sistematis, dan mampu menjawab persoalan sosial maupun bisnis secara lebih akurat. Dalam pemaparannya, Prof. Young tidak langsung masuk pada aspek teknis SEM-PLS, tetapi terlebih dahulu mengajak peserta memahami fondasi penelitian melalui pendekatan kualitatif. Ia menjelaskan bahwa penelitian kualitatif memiliki peran penting untuk menggali budaya, perilaku, pengalaman, dan realitas sosial secara lebih mendalam. Berbagai pendekatan seperti ethnographic research, phenomenological research, grounded theory, case study, historical research, hingga narrative research diperkenalkan sebagai cara untuk memahami manusia dan konteksnya secara lebih utuh. Prof. Young menekankan bahwa riset yang baik menuntut ketelitian, terutama ketika peneliti berhadapan dengan pengalaman personal atau fenomena sosial yang kompleks. Dalam konteks penelitian kualitatif, ia menyoroti pentingnya pemilihan sampel yang tepat, kepekaan peneliti dalam membaca fenomena, serta kewaspadaan terhadap subjektivitas, reliabilitas, validitas, dan generalisasi temuan. Dengan demikian, kualitas penelitian tidak hanya ditentukan oleh topiknya, tetapi juga oleh ketepatan proses dan kedalaman analisisnya. Pembahasan kemudian bergerak ke tahapan penelitian yang lebih sistematis, termasuk thematic analysis, evaluasi ahli melalui Delphi panelist, proses refinement and validation, hingga pengenalan pada Item-Content Validity Index (I-CVI), Scale-Level Content Validity Index (S-CVI), dan Interquartile Range (IQR) sebagai bagian dari penguatan reliabilitas instrumen dan hasil penelitian. Penjelasan ini memberi pemahaman bahwa sebuah riset yang baik harus dibangun melalui tahapan yang cermat agar dapat diterima, diterapkan, bahkan memberi nilai tambah yang lebih luas bagi masyarakat maupun lembaga. Setelah membangun fondasi tersebut, Prof. Young kemudian membawa peserta pada pembahasan mengenai SEM-PLS sebagai salah satu pendekatan analisis yang relevan dalam riset sosial dan bisnis. Sesi ini membantu peserta melihat bahwa metode bukan sekadar alat teknis, melainkan bagian dari cara berpikir ilmiah yang menuntut kerapian desain, kejelasan struktur, dan konsistensi antara masalah penelitian, data, serta analisis. Salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta adalah ketika Prof. Young menampilkan contoh langsung paper hasil karya mahasiswa doktoralnya. Melalui contoh tersebut, ia menjelaskan bagaimana sebuah paper ilmiah disusun dengan baik, mulai dari kerangka berpikir, alur penulisan, hingga ketelitian dalam penyajian hasil. Ia menekankan bahwa kualitas paper tidak hanya terletak pada isi, tetapi juga pada kerapian, kejelasan, dan ketekunan dalam proses penulisan. Sikap bangga yang ia tunjukkan terhadap karya mahasiswanya juga menjadi bentuk apresiasi terhadap proses belajar yang serius dan berkesinambungan. Diskusi dalam sesi ini juga melahirkan pesan reflektif yang kuat. Penelitian dipahami bukan hanya sebagai aktivitas akademik formal, tetapi sebagai sarana untuk merespons perubahan sosial dan tantangan nyata di lapangan. Dalam semangat itu, peserta diajak melihat bahwa riset dapat menjadi jalan untuk menemukan solusi, memperkuat daya saing, dan memahami mengapa sebagian pihak mampu bertahan di tengah perubahan, sementara yang lain tertinggal. Dengan kata lain, riset bukan hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membangun ketangguhan, inovasi, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. sesi foto bersama pembicara, peserta seminar dan Duta on Duty Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), pada Jumat 17/4/2026 (doc. FISHMed) Pada penutupan sesi, moderator menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh peserta atas partisipasi aktif yang telah menghidupkan suasana seminar. Sesi ini menghadirkan pesan penting bahwa menjadi peneliti berarti menjadi pembelajar sepanjang hayat. Sebagaimana disampaikan oleh Prof. Felina, “No one can stop you from reading and learning. Keep your competitive side focused on becoming better than your previous self, rather than competing with anyone else.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa membaca, belajar, dan menulis merupakan kekuatan utama yang akan terus menumbuhkan semangat akademik, sekaligus mendorong setiap individu untuk berkembang melalui proses refleksi dan perbaikan diri yang berkelanjutan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama antara narasumber dan peserta. Melalui sesi ini, ICGSB 2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang pembelajaran internasional yang tidak hanya memperkaya metodologi penelitian, tetapi juga menginspirasi lahirnya akademisi yang tekun, reflektif, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global. Penulis: RSKPF, RDS, NRR, NA Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (41) Kemahasiswaan (17) Penelitian (12) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (37) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dorong Budaya Riset dan Inovasi, ICGSB 2026 Hari Kedua Bahas Mixed Methods dalam Organizational Research
Mega Ayu Permatasari, M.Si (kiri) sebagai moderator sesi pertama seminar internasional dengan pembicara Prof. Felina C. Young, DBA (kanan), pada Jumat 17/4/2026 (doc. FISHMed) Jakarta, 17 April 2026 — Memasuki hari kedua pelaksanaan The 1st International Conference on Global Social and Business (ICGSB) 2026, semangat penguatan budaya riset kembali terasa dalam rangkaian seminar internasional yang berlangsung di Gedung SFD, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, Tower B lantai 10. Kegiatan ini diikuti secara hybrid oleh para koordinator program studi, dosen, serta mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ. Pada sesi pertama, peserta mengikuti pemaparan bertajuk “Mixed Methods in Organizational Research” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Felina C. Young, DBA dan dimoderatori oleh Mega Ayu Permatasari, M.Si. Dalam sesi ini, Prof. Young menekankan bahwa riset kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan tuntutan utama dalam dunia akademik global. “You’ve got to research, otherwise you’re going to perish. That is now the expectation of universities globally,” ujarnya, menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menuntut para akademisi untuk terus aktif meneliti agar tetap relevan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Tidak hanya menyoroti pentingnya produktivitas akademik, Prof. Young juga membagikan pandangan yang membumi tentang proses menulis penelitian. Menurutnya, menulis tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Riset justru dapat tumbuh dari rasa ingin tahu, kebiasaan membaca, dan keberanian untuk terus belajar. Ia mengingatkan bahwa umpan balik tidak seharusnya ditakuti, melainkan diterima sebagai bagian dari proses bertumbuh. “When you get feedback, you become excited, then writing research is not difficult,” jelasnya. Melalui sesi ini, peserta diajak melihat bahwa mixed methods bukan sekadar penggabungan metode kuantitatif dan kualitatif, tetapi sebuah pendekatan yang menuntut ketajaman berpikir, sistematika kerja, dan keberanian untuk menjawab persoalan secara lebih utuh. Prof. Young menegaskan bahwa inovasi dalam riset harus menghasilkan manfaat nyata, bukan hanya memenuhi kebutuhan akademik semata. Karena itu, penelitian harus dibangun di atas proses yang sistematis, dapat dipertanggungjawabkan, dan taat pada etika. “We have to follow strict ethical standards,” tegasnya. Lebih jauh, sesi ini juga menyampaikan pesan kuat bagi para peneliti muda. Prof. Young mendorong mahasiswa dan akademisi pemula untuk memulai dari hal yang paling dekat dengan minat mereka, lalu menumbuhkannya dengan membaca, menulis, dan mengeksplorasi berbagai pendekatan penelitian, baik kuantitatif, kualitatif, maupun mixed methods. Ia mengingatkan bahwa perjalanan akademik bukanlah ajang untuk membandingkan diri dengan orang lain, melainkan proses untuk terus menjadi lebih baik dari diri sendiri. Suasana seminar berlangsung hangat dan interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti pemaparan hingga sesi diskusi. Sejumlah pertanyaan yang muncul menunjukkan bahwa topik mixed methods dipandang relevan, terutama bagi akademisi yang ingin mengembangkan riset yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga berdampak bagi masyarakat. Sesi ini ditutup dengan pemberian plakat apresiasi kepada Prof. Young oleh Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si selaku Wakil Dekan III FISH UNJ. Melalui sesi ini, ICGSB 2026 tidak hanya menghadirkan diskusi akademik, tetapi juga menegaskan kembali nilai penting penelitian sebagai praktik pembelajaran sepanjang hayat. Riset diposisikan bukan semata sebagai kewajiban institusional, melainkan sebagai jalan untuk merawat rasa ingin tahu, membangun inovasi, dan menghasilkan kontribusi yang bermakna di tengah perubahan zaman. Penulis: RSKPF, RDS, NRR, NA Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (40) Kemahasiswaan (17) Penelitian (11) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (37) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru