Jakarta, 12 Juni 2026 – Program Studi Sarjana Terapan Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (Prodi D4 Humas dan Komdigi FISH UNJ), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pondok Pesantren Al’Wathoniyah Pusat Putri, Jakarta Timur, pada 10 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi untuk meningkatkan kecakapan literasi digital masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis pesantren. PkM ini dirancang untuk memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan kepada guru serta santri dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk memahami penggunaan media digital secara kritis, etis, produktif, dan bertanggung jawab, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran, edukasi, komunikasi, dan dakwah yang bernilai positif. Tim PkM Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ terdiri atas sejumlah dosen, yaitu Asep Soegiarto, Menati Fajar Rizki, Anggun Nadia Fatimah, Mentari Anugrah Imsa, Qoryna Noer Seyma, dan Indah Fajar Rosalina. Kehadiran tim dosen ini menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam menghadirkan ilmu komunikasi digital yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan penguatan literasi digital dan komunikasi kreatif. Materi yang diberikan meliputi literasi digital bagi guru, literasi digital untuk mitigasi distorsi keagamaan pada generasi muda, literasi media kritis terhadap media homeless dan media arus utama, pelatihan videografi bagi siswa, serta pelatihan content marketing. Seluruh materi diarahkan untuk membantu peserta memahami dinamika informasi digital, mengenali potensi disinformasi, serta mengembangkan kemampuan memproduksi konten yang edukatif dan konstruktif. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan praktik langsung produksi konten digital. Guru dan santri diperkenalkan pada teknik dasar pengambilan gambar, penyusunan pesan komunikasi yang efektif, serta strategi pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat. Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga diarahkan menjadi kreator konten yang mampu menghadirkan pesan positif di ruang digital. Sebagai dukungan terhadap keberlanjutan program, tim dosen Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ menyerahkan satu set perlengkapan studio fotografi kepada Pondok Pesantren Al’Wathoniyah Pusat Putri. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan dokumentasi, pembelajaran kreatif, serta produksi konten digital yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan santri dalam berbagai aktivitas pendidikan maupun kelembagaan. Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al’Wathoniyah Pusat Putri Jakarta Timur, K.H. Ahmad Rifa’i, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran dosen UNJ memberikan wawasan baru yang bermanfaat bagi para guru dan santri dalam merespons perkembangan teknologi dan informasi yang terus berubah. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para dosen UNJ yang telah memberikan ilmu dan wawasan yang insyaAllah sangat bermanfaat bagi para siswa maupun guru di lingkungan Pondok Pesantren Al’Wathoniyah. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi kami untuk lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang terus berubah,” ujarnya. Ketua Tim Pengabdian sekaligus Koordinator Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ, Asep Soegiarto, menyampaikan bahwa literasi digital merupakan kompetensi penting yang perlu diperkuat di berbagai lingkungan pendidikan. Menurutnya, kecakapan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, membangun pesan yang tepat, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Literasi digital saat ini bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara bijak, serta memanfaatkan media digital untuk menghasilkan karya yang positif dan produktif,” ungkapnya. Kegiatan PkM ini juga memiliki relevansi dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas melalui peningkatan kapasitas guru dan santri dalam literasi digital, SDGs 9 tentang inovasi dan infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran kreatif, SDGs 10 tentang pengurangan kesenjangan akses pengetahuan digital, serta SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU), kegiatan ini mendukung IKU 3 melalui keterlibatan dosen dalam aktivitas di luar kampus, IKU 5 melalui pemanfaatan hasil kerja dosen yang berdampak bagi masyarakat, serta IKU 6 melalui penguatan kemitraan FISH UNJ dengan lembaga pendidikan. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran program studi dalam menghubungkan keilmuan komunikasi digital dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui pelaksanaan PkM ini, Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi digital di lingkungan pesantren serta mendorong lahirnya generasi yang adaptif, kreatif, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab bagi kemajuan masyarakat. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (16) Pengajaran (44) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (31) Program Unggulan (54) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
S1 Geography Study Program of FISH UNJ Holds PKL Raya 2026 in Kebumen to Strengthen Field-Based Learning through SDGs and IKU
Jakarta, Juni 2026 – Program Studi S1 Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) Raya pada 18–22 Mei 2026 di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S1 Geografi angkatan 2023, 2024, dan 2025 sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan. PKL Raya menjadi ruang pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa untuk memahami fenomena geografi secara lebih kontekstual. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan spasial suatu wilayah, tetapi juga dilatih untuk melakukan observasi, pengumpulan data, analisis lapangan, serta pemecahan masalah berdasarkan kondisi nyata di masyarakat. Koordinator Program Studi S1 Geografi FISH UNJ, Ilham B. Mataburu, M.Si., yang memberikan arahan kepada seluruh peserta PKL Raya 2026 Kegiatan ini diawali dengan pelepasan peserta PKL Raya pada Senin, 18 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Koordinator Program Studi S1 Geografi FISH UNJ, Ilham B. Mataburu, M.Si., yang memberikan arahan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan lapangan merupakan bagian penting dalam pendidikan geografi karena mampu menjembatani teori yang diperoleh di ruang kelas dengan dinamika lingkungan dan masyarakat secara langsung. Beliau juga berpesan agar mahasiswa menjaga kedisiplinan, etika, kerja sama, serta tanggung jawab selama mengikuti kegiatan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi akademik sekaligus karakter mahasiswa sebagai calon lulusan yang adaptif, komunikatif, dan peka terhadap persoalan kewilayahan. Pada pelaksanaan PKL Raya 2026, setiap angkatan memiliki fokus kajian yang berbeda sesuai dengan tahapan pembelajaran masing-masing. Mahasiswa angkatan 2025 mengikuti PKL Fisik, mahasiswa angkatan 2024 melaksanakan PKL Sosekta yang berfokus pada aspek sosial, ekonomi, dan pemetaan, sedangkan mahasiswa angkatan 2023 mengikuti PKL Terpadu. Pembagian fokus ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan lapangan secara bertahap, mulai dari pengenalan fenomena fisik hingga analisis terpadu terhadap dinamika wilayah. Kecamatan Ayah dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki karakteristik wilayah yang beragam dan relevan dengan kajian geografi. Keragaman bentang alam, kondisi lingkungan, serta dinamika sosial masyarakat di wilayah tersebut menjadi laboratorium alam yang mendukung mahasiswa dalam memahami hubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan. Pelaksanaan PKL Raya ini juga selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Melalui pembelajaran lapangan, mahasiswa didorong untuk memiliki kesadaran terhadap isu lingkungan, keberlanjutan wilayah, serta pentingnya pengelolaan sumber daya berbasis data dan kajian ilmiah. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama dalam penguatan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan pembelajaran berbasis proyek dan kasus nyata di masyarakat. PKL Raya menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, sosial, dan profesional secara terpadu. Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Geografi FISH UNJ terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan aplikatif, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan wilayah berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (15) Pengajaran (44) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (30) Program Unggulan (54) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Presents Five Interactive Booths and Artistic Performances to Strengthen Educational Impact at UNJ Expo 2026
Jakarta, 17 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut memeriahkan UNJ Expo 2026 yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-62 Universitas Negeri Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026. Bertempat di Lapangan Kampus A UNJ dan area plaza sekitarnya, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara kampus, sekolah mitra, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengenal lebih dekat inovasi, kreativitas, serta kontribusi nyata UNJ bagi publik. UNJ Expo 2026 tahun ini mengusung tema “UNJ Berdampak dan Bereputasi Global”. Kegiatan yang diikuti oleh 8 fakultas dan 1 sekolah pascasarjana ini menghadirkan 90 booth dengan beragam aktivitas, mulai dari pameran inovasi, layanan edukatif, kewirausahaan, urban farming, pengelolaan sampah, layanan psikologi, hingga pertunjukan seni dan budaya. Kehadiran sekitar 500 siswa dari 50 sekolah mitra di DKI Jakarta menjadikan kegiatan ini sebagai ruang promosi pendidikan tinggi yang terbuka, inklusif, dan inspiratif. Dalam rangkaian tersebut, FISH UNJ tampil aktif melalui 5 booth interaktif yang menghadirkan wajah fakultas sebagai pusat pembelajaran sosial, hukum, komunikasi, budaya, kewirausahaan, dan kreativitas mahasiswa. Booth FISH diisi oleh berbagai program studi, antara lain S1 Sejarah, PPKN dan Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, serta Usaha Perjalanan Wisata. Setiap booth dirancang tidak hanya sebagai ruang pameran, tetapi juga sebagai media edukasi publik yang memperkenalkan keunggulan program studi, karya mahasiswa, potensi kewirausahaan, serta pengalaman belajar yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Prof. Komarudin (Rektor Universitas Negeri Jakarta) mencoba photobooth interaktif dari Lab Prodi Ilmu Komunikasi Salah satu daya tarik utama dari booth FISH adalah hadirnya booth photo interaktif dari Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi. Booth ini menjadi ruang kreatif bagi pengunjung untuk merasakan pengalaman komunikasi visual secara langsung melalui konsep photo booth yang menarik, komunikatif, dan relevan dengan dunia media digital saat ini. Kehadiran booth tersebut menunjukkan bagaimana pembelajaran Ilmu Komunikasi di FISH UNJ tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diterapkan melalui praktik kreatif, produksi media, dan interaksi publik. Selain itu, booth FISH juga memperlihatkan kekuatan kolaborasi lintas program studi. Melalui pengemasan yang informatif dan interaktif, FISH UNJ berhasil menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa, mitra, dan pengunjung umum. Para pengunjung tidak hanya memperoleh informasi mengenai program studi, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana ilmu sosial, hukum, komunikasi, sejarah, kewarganegaraan, dan pariwisata dapat berkontribusi dalam kehidupan masyarakat. Penampilan akustik dari Mahasiswa Prodi Sosiologi pada UNJ Expo 2026 Kemeriahan FISH UNJ juga tampak kuat melalui penampilan mahasiswa di panggung utama. Berbagai program studi menampilkan kreativitas seni yang merepresentasikan keberagaman budaya, ekspresi generasi muda, dan semangat kolaboratif sivitas akademika FISH. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah akustik dari Program Studi Sosiologi, yang menghadirkan suasana hangat dan reflektif melalui musik sebagai medium ekspresi sosial mahasiswa. Tim Penari Saman dari Mahasiswa Prodi PAI pada UNJ Expo 2026 Tidak kalah memukau, Tari Saman dari Program Studi Pendidikan Agama Islam juga menjadi salah satu penampilan unggulan FISH UNJ. Gerakan yang kompak, penuh energi, dan sarat nilai kebersamaan tersebut memperlihatkan bagaimana mahasiswa FISH mampu merawat tradisi budaya sekaligus menghadirkannya dalam ruang akademik yang modern dan inklusif. Penampilan ini menjadi simbol penting bahwa pendidikan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan budaya, spiritualitas, kerja sama, dan karakter kebangsaan. Tarian Gambyong Pareanom dari Mahasiswa Studi Usaha Perjalanan Wisata pada UNJ Expo 2026 Rangkaian penampilan seni FISH UNJ turut dilengkapi dengan Tarian Gambyong Pareanom dari Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, penampilan vokal dari Program Studi Humas dan Komunikasi Digital, lagu dari perwakilan Ilmu Hukum, nyanyi solo dari Program Studi Sejarah, serta Tari Tradisional Betawi dari Program Studi Geografi. Keragaman penampilan tersebut memperlihatkan bahwa FISH UNJ memiliki ekosistem mahasiswa yang aktif, kreatif, dan mampu menjadikan seni sebagai media komunikasi lintas budaya. Partisipasi FISH UNJ dalam UNJ Expo 2026 juga selaras dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui booth edukatif, promosi program studi, aktivitas kreatif, dan keterlibatan siswa sekolah mitra, FISH UNJ ikut membuka akses informasi pendidikan tinggi yang lebih luas, memperkuat literasi sosial-budaya, serta membangun jejaring antara kampus dan masyarakat. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, keterlibatan FISH UNJ dalam UNJ Expo 2026 turut mendukung pencapaian IKU 2 melalui pengalaman mahasiswa di luar kampus atau di luar kelas, IKU 3 melalui keterlibatan dosen dalam kegiatan akademik dan pengabdian yang berdampak, IKU 6 melalui penguatan kemitraan dengan sekolah dan stakeholders, serta IKU 7 melalui pembelajaran kolaboratif, partisipatif, dan berbasis proyek. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa FISH tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga aktor aktif dalam menyampaikan gagasan, karya, dan identitas akademik fakultas kepada publik. Ketua Pelaksana UNJ Expo, Irwanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi antara kampus dan masyarakat melalui pendekatan edukasi, hiburan, dan pemberdayaan. UNJ Expo diharapkan dapat mempererat hubungan emosional antara UNJ dan publik, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kontribusi nyata universitas selama 62 tahun berkarya. “Saya berharap fakultas dan program studi lain dapat terus menampilkan karya-karya mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik. Harapan kita, inovasi ini makin membesarkan reputasi UNJ dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kita sangat mendorong tumbuhnya startup dan komersialisasi produk yang berawal dari karya di kampus,” ucap Prof. Komarudin dalam sambutannya. Para Dosen FISH mencoba photobooth interaktif dari Lab IKom, FISH UNJ Melalui 5 booth interaktif, photo booth kreatif dari Laboratorium Ilmu Komunikasi, penampilan akustik Sosiologi, Tari Saman Pendidikan Agama Islam, serta ragam pertunjukan seni budaya lainnya, FISH UNJ berhasil menunjukkan karakter fakultas yang dinamis, kolaboratif, dan berdampak. Kehadiran FISH dalam UNJ Expo 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan sosial dan hukum dapat hadir secara kreatif, dekat dengan masyarakat, serta relevan dengan kebutuhan zaman. Tim Duta on Duty FISH UNJ pada UNJ Expo 2026 Partisipasi ini sekaligus mempertegas komitmen FISH UNJ dalam mendukung visi besar universitas sebagai pusat pendidikan, inovasi, pengabdian, dan kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada reputasi akademik, tetapi juga pada manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan masa depan pendidikan Indonesia. Penulis: NA, KA, LM FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin
Prof. Dr. Muzani Jalaluddin of FISH UNJ Publishes Research on Disaster Education from an Islamic Perspective in an International Journal indexed Scopus Q1
Jakarta, 16 April 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Prof. Dr. Muzani Jalaluddin, Dipl. Geo., M.Si., kembali menunjukkan kontribusi akademiknya melalui publikasi artikel riset internasional berjudul “Disaster education from an Islamic perspective: clarifying predestination and fatalism in disaster risk reduction”. Artikel tersebut ditulis bersama Tafiati Tafiati dan Awida Awida dari Fakultas Adab, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Artikel ini diterima pada 25 Mei 2026 dan dipublikasikan secara daring pada 12 Juni 2026 oleh Taylor & Francis Online dengan DOI: 10.1080/17477891.2026.2681603. Riset tersebut mengangkat isu penting mengenai pendidikan kebencanaan dari perspektif Islam, khususnya dalam meluruskan pemahaman antara konsep predestinasi atau qadar dan fatalisme dalam konteks pengurangan risiko bencana. Dalam kajiannya, Prof. Muzani dan tim menjelaskan bahwa kesalahpahaman terhadap ajaran Islam tentang bencana masih ditemukan di sebagian masyarakat. Salah satu bentuk kesalahpahaman tersebut adalah anggapan bahwa bencana sepenuhnya merupakan takdir yang tidak perlu direspons dengan kesiapsiagaan, mitigasi, dan upaya pengurangan risiko. Pandangan ini berpotensi melahirkan sikap pasif serta melemahkan partisipasi masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini menganalisis sumber-sumber utama Islam, yaitu Al-Qur’an dan Hadis, serta literatur ilmiah yang berkaitan dengan agama, pendidikan, dan studi kebencanaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, predestinasi tidak identik dengan kepasrahan pasif. Sebaliknya, ajaran Islam menekankan pentingnya ilmu, ikhtiar, tanggung jawab etis, dan tawakal sebagai bagian dari kesiapan manusia dalam menghadapi risiko. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual yang menjelaskan transisi dari fatalisme teologis menuju agensi proaktif melalui integrasi tiga nilai utama, yaitu Al-’Ilm atau pengetahuan, Ikhtiyar atau usaha manusia, dan Tawakkul atau kepercayaan kepada Allah setelah melakukan upaya terbaik. Kerangka ini menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan berbasis nilai Islam dapat menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab kolektif masyarakat. Publikasi ini memiliki relevansi yang kuat dengan keilmuan Pendidikan Geografi, khususnya dalam pengembangan literasi kebencanaan, pendidikan lingkungan, dan penguatan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana. Sebagai negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana tinggi, Indonesia membutuhkan pendekatan pendidikan kebencanaan yang tidak hanya berbasis pengetahuan ilmiah, tetapi juga memperhatikan nilai budaya, agama, dan sosial masyarakat. Dekan FISH UNJ menyampaikan bahwa publikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik fakultas dalam mengembangkan riset yang berdampak bagi masyarakat. Riset Prof. Muzani dan tim menunjukkan bahwa ilmu sosial, pendidikan geografi, dan kajian keagamaan dapat saling melengkapi dalam membangun pemahaman masyarakat yang lebih aktif, rasional, dan bertanggung jawab dalam menghadapi bencana. Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), artikel ini berkontribusi pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan kebencanaan berbasis nilai dan literasi kritis. Riset ini juga relevan dengan SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan karena mendorong masyarakat yang lebih tangguh terhadap risiko bencana. Selain itu, artikel ini mendukung SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, terutama dalam aspek peningkatan kapasitas adaptasi, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko. Publikasi ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan publikasi ilmiah dosen, kolaborasi riset lintas institusi, dan kontribusi akademik yang berdampak pada masyarakat. Kolaborasi antara FISH UNJ dan UIN Imam Bonjol menunjukkan pentingnya jejaring akademik interdisipliner dalam menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan sosial, kebencanaan, pendidikan, dan kehidupan beragama di Indonesia. Melalui publikasi ini, FISH UNJ semakin menegaskan komitmennya dalam mendorong riset yang tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan literasi masyarakat. Kajian mengenai predestinasi, fatalisme, dan pengurangan risiko bencana ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pendidik, peneliti, pembuat kebijakan, tokoh agama, dan komunitas dalam membangun pendidikan kebencanaan yang lebih humanis, kontekstual, dan transformatif. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (15) Pengajaran (43) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (29) Program Unggulan (53) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Strengthens Legal, Environmental, and Ecotourism Literacy for Coastal Women in Pari Island
Jakarta, 13 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran perguruan tinggi bagi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Desa Binaan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 10–12 Juni 2026 di Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, DKI Jakarta, ini berfokus pada penguatan kapasitas perempuan pesisir melalui literasi hukum, lingkungan, pendidikan, komunikasi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh dosen dari sejumlah program studi di lingkungan FISH UNJ, antara lain Program Studi Pendidikan IPS, Program Studi Ilmu Hukum, serta Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara FISH UNJ dan Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari dalam membangun model pemberdayaan masyarakat pesisir yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan komunitas. Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi lapangan serta penyuluhan bertema lingkungan. Dosen Program Studi Ilmu Hukum FISH UNJ, Sanusi, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi wilayah kepulauan. Ketua Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari, Asmania, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini karena dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran terhadap isu lingkungan dan hukum. Pada sesi lingkungan, peserta memperoleh edukasi mengenai penerapan biopori sebagai salah satu cara sederhana untuk mengelola sampah organik sekaligus meningkatkan daya resap air. Materi ini disampaikan oleh Dian Alfia Purwandari, dosen Program Studi Pendidikan IPS FISH UNJ. Selain itu, Nandi Kurniawan, dosen Program Studi Pendidikan IPS FISH UNJ, memberikan pelatihan mengenai sistem panen air hujan sebagai upaya memperkuat ketahanan air bersih di kawasan kepulauan. Peserta juga diperkenalkan pada penggunaan alat ukur pH untuk memantau kualitas air secara sederhana. Memasuki hari kedua, kegiatan diarahkan pada penguatan literasi hukum, pendidikan, serta pemanfaatan hasil laut. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan isu dan kebutuhan masyarakat setempat. Pada kelompok hukum, para dosen memberikan berbagai materi mengenai hukum pariwisata berbasis masyarakat, hak dan kewajiban dalam pengelolaan tanah, advokasi penguasaan ruang hidup, prosedur perizinan pengembangan wilayah wisata, pencegahan tindak pidana narkotika, serta perlindungan anak melalui edukasi pencegahan perkawinan anak. Sementara itu, kelompok pendidikan mendapatkan penguatan materi mengenai pentingnya sikap inklusif terhadap penyandang disabilitas sebagai bagian dari penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Peserta juga memperoleh materi mengenai pendidikan karakter keluarga melalui adaptasi budaya 5S Jepang, yaitu seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke, yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan komunitas. Kegiatan hari kedua juga diisi dengan pelatihan pemanfaatan hasil laut berbasis konsep ekonomi biru. Melalui pelatihan ini, peserta diajak mengolah ikan tongkol menjadi produk makanan khas bernama Sala. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi keluarga dan komunitas, terutama bagi perempuan pesisir yang memiliki peran strategis dalam keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat kepulauan. Pada hari terakhir, kegiatan berfokus pada literasi komunikasi dan penguatan sosial masyarakat. Abdul Kholik, dosen Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ, memberikan pelatihan mengenai komunikasi visual positif berbasis green campaign untuk mendukung branding ekowisata Pulau Pari. Materi ini diarahkan agar masyarakat mampu membangun pesan visual yang edukatif, ramah lingkungan, dan mendukung pengembangan ekowisata berbasis komunitas. Selain itu, Nova Scorviana H., dosen Program Studi Pendidikan IPS FISH UNJ, menyampaikan materi mengenai penguatan kesetaraan gender berbasis pengetahuan lokal perempuan pesisir melalui pendekatan antropologi partisipatoris. Melalui sesi ini, peserta diajak merefleksikan peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan di wilayah pesisir. Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi bersama peserta. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif peserta dalam diskusi, praktik, dan refleksi selama program berlangsung. Melalui pendekatan multidisipliner, FISH UNJ berupaya menghadirkan kegiatan pengabdian yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi masyarakat Pulau Pari. Pelaksanaan PkM ini turut mendukung pencapaian berbagai SDGs, antara lain SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Selain berkontribusi terhadap SDGs, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam aspek kerja sama dan hilirisasi, kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan, penguatan kegiatan dosen di luar kampus, serta pengembangan kegiatan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi antara dosen lintas program studi dan komunitas lokal menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selaras dengan kebutuhan sosial, ekonomi, hukum, dan lingkungan masyarakat. Melalui program ini, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kemitraan berbasis kebermanfaatan. Kemitraan dengan Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari diharapkan dapat terus berkembang sebagai model kolaborasi berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat kepulauan secara inklusif. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (59) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (15) Pengajaran (43) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (29) Program Unggulan (53) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Geography Education Program of FISH UNJ Strengthens Internationally Standardized Geospatial Competence through Guest Lecture with UiTM Malaysia Expert
Jakarta, 14 Juni 2026 — Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk “Application of Quantitative Research Method in Urban Environment Using Geospatial Analysis” pada 12 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Nor Aizam Adnan, pakar geospasial dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, sebagai narasumber utama. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen Pendidikan Geografi FISH UNJ dalam memperkuat kompetensi mahasiswa, dosen, dan peneliti di bidang analisis geospasial berstandar internasional. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan metode penelitian kuantitatif, Sistem Informasi Geografis atau *Geographic Information System* (GIS), serta teknologi penginderaan jauh atau *remote sensing* dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan perkotaan, tata ruang, kebencanaan, wilayah pesisir, dan pembangunan berkelanjutan. Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Nor Aizam Adnan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi geospasial telah membuka peluang baru bagi penelitian lingkungan yang lebih presisi, terukur, dan berbasis data spasial. Menurutnya, integrasi data satelit, analisis statistik, dan pemodelan spasial dapat membantu peneliti memahami dinamika wilayah secara lebih komprehensif serta mendukung proses pengambilan keputusan yang berbasis bukti ilmiah. “Teknologi geospasial memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi, memantau, dan memodelkan berbagai fenomena lingkungan secara lebih menyeluruh. Dengan dukungan data satelit dan analisis spasial, rekomendasi kebijakan dapat disusun secara lebih tepat dan relevan dengan kebutuhan wilayah,” jelasnya. Materi kuliah tamu mencakup pengenalan konsep dasar penginderaan jauh, pemanfaatan berbagai sumber data satelit seperti Landsat, Sentinel, Terra, Aqua, dan SNPP, serta penerapannya dalam kajian lingkungan perkotaan. Narasumber juga menekankan pentingnya ketepatan dalam memilih data satelit berdasarkan resolusi spasial, temporal, dan spektral agar analisis yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan ini adalah pemodelan dan pemetaan banjir atau *flood modelling and mapping*. Melalui integrasi GIS, data hidrologi, serta pendekatan statistik, peserta diajak memahami bagaimana perubahan penggunaan lahan, curah hujan, perubahan iklim, deforestasi, kapasitas drainase, hingga pasang surut laut dapat dianalisis sebagai faktor yang memengaruhi risiko banjir. Beberapa perangkat lunak seperti ArcGIS, HEC-HMS, HEC-RAS, dan ERDAS Imagine turut diperkenalkan sebagai instrumen penting dalam simulasi dan analisis kebencanaan. Selain kebencanaan, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai simulasi perubahan penggunaan lahan dan pengembangan wilayah hingga tahun 2080 melalui pendekatan *Multi-Criteria Analysis* (MCA). Pendekatan ini relevan untuk mendukung perencanaan tata ruang yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Pembahasan berikutnya menyoroti pemanfaatan teknologi geospasial dalam pengelolaan wilayah pesisir. Assoc. Prof. Dr. Nor Aizam Adnan memaparkan bagaimana data satelit Sentinel dan SPOT, yang dikombinasikan dengan metode *Digital Shoreline Analysis System* (DSAS), dapat digunakan untuk memetakan perubahan garis pantai, menganalisis erosi dan akresi, serta mengukur tingkat kerentanan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim. Kajian ini dinilai penting dalam mendukung perumusan strategi perlindungan wilayah pesisir secara lebih efektif. Topik lain yang turut dibahas adalah evaluasi kesesuaian lahan pertanian dengan menggunakan metode *Analytical Hierarchy Process* (AHP) dan *Weighted Overlay Analysis*. Melalui pendekatan tersebut, peneliti dapat mengidentifikasi wilayah yang potensial untuk pengembangan pertanian produktif berdasarkan sejumlah parameter, seperti topografi, jenis tanah, iklim, aksesibilitas, serta ketersediaan sumber daya air. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Salah satu isu yang menarik perhatian adalah strategi mitigasi banjir di Malaysia melalui pembangunan SMART Tunnel atau *Stormwater Management and Road Tunnel* di Kuala Lumpur. Menanggapi pertanyaan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa infrastruktur multifungsi tersebut dirancang untuk mengurangi risiko banjir kilat sekaligus mendukung mobilitas masyarakat perkotaan. Contoh tersebut memperlihatkan pentingnya integrasi antara rekayasa infrastruktur, perencanaan kota, dan manajemen risiko bencana. Koordinator Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Geografi FISH UNJ, Samadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penguatan internasionalisasi akademik sekaligus peningkatan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembangunan wilayah yang semakin kompleks. “Kolaborasi dengan akademisi internasional seperti UiTM memberikan pengalaman akademik yang sangat penting bagi mahasiswa dan dosen. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep metode penelitian kuantitatif dan analisis geospasial, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menjawab persoalan lingkungan, kebencanaan, tata ruang, pesisir, dan pembangunan wilayah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kolaborasi riset, publikasi internasional, dan pertukaran akademik antara Pendidikan Geografi UNJ dan mitra luar negeri,” ujar Samadi. Penyelenggaraan kuliah tamu internasional ini juga sejalan dengan kontribusi FISH UNJ terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Materi yang dibahas dalam kegiatan ini memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya teknologi geospasial dalam mendukung perencanaan wilayah, mitigasi bencana, perlindungan lingkungan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, kegiatan ini turut mendukung penguatan kualitas pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman belajar di luar kelas, peningkatan kapasitas dosen dalam jejaring akademik internasional, serta perluasan kerja sama dengan mitra perguruan tinggi luar negeri. Kuliah tamu ini juga berpotensi mendorong lahirnya kolaborasi riset dan publikasi internasional yang dapat memperkuat reputasi akademik FISH UNJ. Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Geografi FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kuliah tamu internasional bersama UiTM Malaysia ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa, memperkuat kompetensi geospasial, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara Indonesia dan Malaysia dalam pengembangan keilmuan geografi, teknologi geospasial, dan pembangunan berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (59) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (43) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (29) Program Unggulan (52) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Public Relations and Digital Communication Study Program of FISH UNJ Holds INTEREST 2026 to Strengthen Cultural Appreciation and Student Creativity
Jakarta, 15 Juni 2026 – Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), menyelenggarakan INTEREST (Integrated Public Relations) Festival 2026 sebagai ruang apresiasi budaya, kreativitas, dan ekspresi mahasiswa. Kegiatan ini menghadirkan rangkaian acara berupa pameran foto, bazar, talkshow budaya, dan fashion show yang menampilkan keberagaman budaya Nusantara maupun mancanegara. INTEREST 2026 menjadi bagian dari upaya program studi dalam menghadirkan pembelajaran di luar kelas yang mendorong mahasiswa untuk memahami budaya secara lebih kontekstual, kreatif, dan komunikatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai perancang, pelaksana, komunikator, sekaligus pelaku kreatif dalam sebuah kegiatan berbasis budaya. Acara dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan pembacaan doa, sambutan Ketua Pelaksana, serta sambutan Kepala Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ, Asep Soegiyarto, M.Si. Dalam sambutannya, ia memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Interest 2026 sebagai bentuk pengembangan kreativitas mahasiswa sekaligus penguatan wawasan kebudayaan dalam bidang hubungan masyarakat dan komunikasi digital. Setelah sesi sambutan, seluruh peserta dan panitia bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UNJ. Pembukaan kegiatan kemudian ditandai secara simbolis melalui pemukulan gong sebagai penanda dimulainya seluruh rangkaian Interest 2026. Rangkaian kegiatan inti dimulai dengan pameran foto dan bazar yang berlangsung secara bersamaan. Pameran foto menampilkan karya mahasiswa yang merekam beragam momen budaya dan kehidupan sosial. Melalui karya visual tersebut, mahasiswa diajak untuk melihat budaya bukan hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai realitas sosial yang hidup dalam keseharian masyarakat. Sementara itu, bazar menjadi ruang interaksi, kreativitas, dan pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Pada sesi talkshow budaya, Interest 2026 menghadirkan Mahsa Kamara dan Delvia Imira Ramadhani sebagai narasumber. Keduanya membahas isu seputar kebudayaan, identitas, dan relevansi budaya di era modern. Diskusi berlangsung interaktif dan membuka ruang refleksi bagi mahasiswa mengenai pentingnya memahami keberagaman sebagai bagian dari kehidupan sosial dan komunikasi publik. Puncak kegiatan INTEREST 2026 ditandai dengan sesi fashion show yang menampilkan busana dari berbagai ragam budaya. Para peserta tampil dengan kostum yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara maupun mancanegara. Peragaan busana ini menjadi simbol bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang perlu dirawat, diapresiasi, dan dikomunikasikan secara kreatif kepada publik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang fashion show dan juara foto terbaik. Apresiasi tersebut diberikan kepada peserta yang telah menampilkan kreativitas, keberanian, dan pemahaman budaya melalui karya maupun penampilan mereka. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama serta pembersihan area kegiatan oleh panitia dan peserta sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Penyelenggaraan INTEREST 2026 selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan kompetensi mahasiswa di luar ruang kelas. Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, terutama dalam upaya melestarikan warisan budaya, memperkuat identitas sosial, dan membangun ruang apresiasi budaya yang inklusif. Selain itu, INTEREST 2026 turut mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek peningkatan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, penguatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan kolaboratif dan berbasis proyek. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam manajemen acara, komunikasi publik, dokumentasi, kerja sama tim, dan pengelolaan aktivitas kreatif yang relevan dengan bidang kehumasan dan komunikasi digital. INTEREST 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan budaya, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ mampu menghadirkan program yang inklusif, edukatif, dan bermakna dalam merayakan keberagaman budaya sebagai fondasi membangun masyarakat yang harmonis. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (58) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (42) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (28) Program Unggulan (52) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Celebrating Diversity through Rayantara 2026, UNJ Communication Science Encourages Global Cultural Understanding
Jakarta, 9 Juni 2026 – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (IKOM UNJ) angkatan 2025 menyelenggarakan kegiatan pentas seni bertajuk “Rayantara 2026” pada Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang mengusung semangat keberagaman budaya ini berlangsung di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana, Kampus A UNJ, dengan menghadirkan berbagai penampilan seni dari mahasiswa. Rayantara 2026 merupakan kegiatan yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya melalui seni pertunjukan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai komunikasi antarbudaya yang menjadi bagian dari pembelajaran di Ilmu Komunikasi UNJ. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam memahami komunikasi antarbudaya melalui pertunjukan seni. Acara dibuka dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi UNJ, Dr. Dini Safitri, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan harapan agar kegiatan dapat berjalan sukses dan lancar serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FISH UNJ, Dr. Aris Munandar, M.Si., menyampaikan pentingnya memahami budaya masing-masing sebagai bagian dari komunikasi antarbudaya dalam masyarakat global. Melalui kegiatan ini, mahasiswa angkatan 2025 diharapkan mampu memahami keberagaman budaya antarnegara serta menjadi individu yang siap berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik di lingkungan global. Rayantara 2026 menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari seni tari, fashion show, drama musikal, hingga berbagai penampilan budaya yang merepresentasikan keberagaman. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui pembelajaran berbasis pengalaman serta penguatan nilai toleransi dan pemahaman lintas budaya. Acara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan penonton. Melalui Rayantara 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNJ angkatan 2025 menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media untuk mengenal, menghargai, serta membangun komunikasi lintas budaya (NA/AL/FISHMed 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (40) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (26) Program Unggulan (51) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Travel Business Study Program of FISH UNJ Holds The Drip Market, a Thrifting-Based Lifestyle Festival for Youth Creativity
Jakarta, 1 Juni 2026 — Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), menyelenggarakan The Drip Market, sebuah festival lifestyle kreatif yang mengangkat tren thrifting sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan bagi generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di Teater Terbuka Universitas Negeri Jakarta dengan menghadirkan konsep yang memadukan sustainable fashion, kuliner, hiburan, serta ruang ekspresi kreatif mahasiswa. Mengusung tema “Find Your Flow, Own Your Show”, The Drip Market menjadi wadah bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengekspresikan identitas, kreativitas, serta kepedulian terhadap isu konsumsi berkelanjutan. Festival ini diselenggarakan oleh mahasiswa semester 4 Program Studi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah Manajemen Event. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori penyelenggaraan acara di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam merancang, mengelola, mempromosikan, dan melaksanakan sebuah event secara profesional. Proses tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa di bidang perencanaan kegiatan, kerja sama tim, komunikasi publik, pengelolaan tenant, hingga pelayanan pengunjung. The Drip Market menghadirkan 16 tenant yang terdiri atas pelaku UMKM dan brand lokal dari kategori thrift fashion serta food and beverage. Kehadiran tenant tersebut tidak hanya memberikan variasi produk bagi pengunjung, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas. Melalui kolaborasi ini, kegiatan mahasiswa turut membuka ruang promosi bagi UMKM dan brand lokal untuk menjangkau pasar generasi muda. Tren thrifting yang diangkat dalam festival ini menjadi salah satu bentuk respons kreatif terhadap isu limbah tekstil dan pola konsumsi berlebihan. Dengan memilih, menggunakan kembali, dan mengolah gaya berpakaian melalui produk preloved, generasi muda diajak untuk melihat fashion bukan hanya sebagai tren, tetapi juga sebagai bagian dari kesadaran lingkungan dan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab. Selain bazar, The Drip Market juga menghadirkan berbagai program pendukung yang dirancang untuk menciptakan suasana festival yang interaktif, inklusif, dan menyenangkan. Beberapa di antaranya adalah kompetisi outfit serta permainan interaktif seperti Pin It Fast, Blind Box, Guess the Price, Trivia Quiz, dan Find Your Twin. Rangkaian aktivitas ini mendorong pengunjung untuk terlibat secara aktif, membangun interaksi sosial, serta merasakan pengalaman festival yang dekat dengan budaya anak muda. Penyelenggaraan The Drip Market juga selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan pembelajaran yang aplikatif, mendukung UMKM lokal, serta mengampanyekan praktik konsumsi yang lebih berkelanjutan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, kegiatan ini turut berkontribusi pada penguatan pembelajaran berbasis pengalaman di luar kelas, relevansi kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja, serta peningkatan kualitas pembelajaran melalui metode project-based learning. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari proses penyelenggaraan event, berinteraksi dengan mitra eksternal, dan mengasah keterampilan profesional yang relevan dengan industri pariwisata, event, dan ekonomi kreatif. Melalui The Drip Market, Prodi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat dikembangkan secara kreatif, kontekstual, dan berdampak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan ekspresi gaya hidup generasi muda, tetapi juga ruang pembelajaran yang menghubungkan mahasiswa dengan isu keberlanjutan, kewirausahaan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. FISH UNJ berharap penyelenggaraan The Drip Market dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus menghadirkan kegiatan inovatif yang tidak hanya menarik secara visual dan rekreatif, tetapi juga memiliki nilai edukatif, sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat luas (UPW 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (39) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (25) Program Unggulan (50) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Collaborates with BPBD DKI Jakarta to Hold Disaster Mitigation and First Aid Education Program
Jakarta, 2 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan edukasi mitigasi bencana dan pertolongan pertama bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dengan menghadirkan narasumber dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 2 Juni 2026, di Ruang Serbaguna (RSG) Gedung K, FISH UNJ. Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Dekan FISH UNJ yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Dr. Aris Munandar, M.Si. Dalam pembukaan tersebut, FISH UNJ menegaskan pentingnya peningkatan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana, baik yang berkaitan dengan kondisi lingkungan, perubahan iklim, maupun situasi darurat di lingkungan sekitar. Kehadiran BPBD DKI Jakarta dalam kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga kebencanaan serta kemanusiaan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Basuki Rakhmat selaku Ketua Subkelompok Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga BPBD DKI Jakarta. Materi pertama disampaikan oleh Ahmad Fauzan Fadlan, S.E., M.M., Relawan Penanggulangan Bencana BPBD, dengan tema “Mitigasi Bencana: Tata Kelola Bencana, Perubahan Iklim, dan Kesiapsiagaan Masyarakat.” Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai manajemen bencana, siklus penanggulangan bencana, mitigasi bencana, adaptasi bencana, serta keterkaitan antara perubahan iklim dan meningkatnya potensi bencana alam. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga harus dipersiapkan sejak tahap pra-bencana. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi aspek penting dalam mengurangi risiko, meminimalisasi dampak, serta membangun lingkungan kampus yang lebih tangguh terhadap situasi darurat. Sesi kedua menghadirkan Barkah Agus, Kepala Seksi PMR Relawan PMI Kota Jakarta Timur, yang membawakan materi “Pertolongan Pertama Umum.” Materi ini membahas prinsip dasar pertolongan pertama, penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD), praktik CPR atau Resusitasi Jantung Paru, serta penanganan luka dan cedera. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan saat menghadapi kondisi darurat medis. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama dinilai penting, terutama di lingkungan kampus yang melibatkan banyak aktivitas akademik, organisasi, dan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam membangun budaya kampus yang aman, peduli, dan responsif terhadap isu kemanusiaan serta kebencanaan. Melalui kolaborasi dengan BPBD DKI Jakarta dan PMI Kota Jakarta Timur, FISH UNJ berupaya memperkuat kapasitas sivitas akademika agar mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih siap, tangguh, dan berkelanjutan. Selain mendukung penguatan kapasitas kelembagaan, kegiatan ini juga sejalan dengan kontribusi perguruan tinggi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pada kepedulian sosial, kesiapsiagaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (38) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (24) Program Unggulan (49) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru