Jakarta, 2 Juni 2026 – Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta, Bapak Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D.; Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian, Ibu Mis’ari, M.Hum.; Bapak Firman Faturohman selaku Kurator Museum Bahari yang hadir sebagai narasumber dalam sesi kuliah tamu; Wakil Dekan I, II, dan III FISH; jajaran Koordinator Program Studi di lingkungan FISH; serta mahasiswa Program Studi Sejarah. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Universitas Negeri Jakarta yang diikuti oleh seluruh peserta dengan khidmat. Selanjutnya, Dekan FISH UNJ, Bapak Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen fakultas untuk terus mendorong kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk museum, guna memperluas wawasan, pengalaman belajar, dan jejaring mahasiswa. Beliau menyampaikan bahwa FISH UNJ sangat mendukung kolaborasi yang terjalin dengan Museum Bahari. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk membangun jejaring yang luas sehingga dapat berkolaborasi secara aktif di tengah masyarakat dan memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari sejarah melalui ruang kelas, tetapi juga memahami bagaimana museum dapat menjadi sumber belajar, ruang riset, sekaligus mitra strategis dalam penguatan pendidikan sejarah dan kebudayaan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian, Ibu Mis’ari, M.Hum. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Museum Bahari dan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. Beliau berharap silaturahmi dan kolaborasi yang dimulai pada hari ini dapat terus berkembang serta berlanjut dalam berbagai program pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, kolaborasi yang dibangun secara berkesinambungan akan memberikan manfaat positif bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya dalam memperkuat literasi sejarah, pelestarian budaya, dan pengenalan warisan kebaharian Indonesia kepada generasi muda. Sebagai bentuk penguatan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta dan Museum Bahari. Prosesi tersebut kemudian diikuti dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol kemitraan dan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan pendidikan, khususnya di bidang sejarah, kebudayaan, dan permuseuman. Memasuki acara inti, peserta mengikuti sesi kuliah tamu yang disampaikan oleh Bapak Firman Faturohman dengan tema “Merancang Pembelajaran Sejarah Berbasis Museum.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai pendekatan dalam memanfaatkan museum sebagai sumber belajar sejarah yang mampu menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih nyata, interaktif, dan relevan bagi peserta didik. Museum tidak hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang dapat memperkaya proses pembelajaran melalui interaksi langsung dengan sumber-sumber sejarah. Agenda ini memiliki relevansi kuat dengan komitmen Universitas Negeri Jakarta dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education. Melalui pembelajaran sejarah berbasis museum, mahasiswa memperoleh akses terhadap pengalaman belajar yang inklusif, kontekstual, dan bermakna. Kegiatan ini juga mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities, terutama dalam aspek pelestarian warisan budaya dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah serta identitas kebaharian bangsa. Selain itu, kolaborasi FISH UNJ bersama Museum Bahari juga mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kemitraan antara perguruan tinggi dan lembaga kebudayaan dalam memperkuat ekosistem pendidikan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan IKU 2, yaitu mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus melalui pembelajaran yang terhubung dengan lembaga mitra dan sumber belajar eksternal. Kegiatan ini juga mendukung IKU 3, karena membuka ruang bagi dosen untuk berkegiatan di luar kampus melalui kolaborasi akademik dan kelembagaan dengan Museum Bahari. Selain itu, penandatanganan MoU antara FISH UNJ dan Museum Bahari turut mendukung IKU 6, yaitu program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia, industri, lembaga pemerintahan, maupun institusi sosial-kebudayaan yang relevan dengan pengembangan keilmuan dan kompetensi mahasiswa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya kegiatan serta harapan agar kerja sama yang telah terjalin dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan, pembelajaran sejarah, dan pelestarian kebudayaan di masa mendatang (BFA/SNA/FISHMed2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (55) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (35) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Raih Tujuh Penghargaan dalam Riset Expo dan LPPM UNJ Award 2026
Jakarta, 19 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini ditandai dengan capaian FISH UNJ yang berhasil meraih tujuh penghargaan dalam kegiatan Riset Expo dan LPPM UNJ Award Tahun 2026 yang mengusung tema “Globalisasi Riset UNJ untuk Meningkatkan Dampak dan Daya Saing.” Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika Lantai 2, Kampus A Universitas Negeri Jakarta. Agenda ini menjadi ruang apresiasi bagi sivitas akademika UNJ yang berkontribusi dalam pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, hak kekayaan intelektual, serta inovasi akademik yang berdampak luas. Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNJ, pembacaan doa, serta penampilan tari tradisional. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua LPPM UNJ, Prof. Dr. Iwan Sugihartono, M.Si., yang menyampaikan harapan agar UNJ terus meningkatkan karya-karya riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris Umum UNJ, Prof. Dr. Suyono, M.Si., mewakili Rektor UNJ. Dalam sambutannya, Prof. Suyono menekankan bahwa riset perguruan tinggi perlu bergerak melampaui capaian akademik semata, yaitu dengan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, dunia industri, pemerintah, dan komunitas internasional. “Riset harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, dunia industri, pemerintah, serta komunitas internasional. Riset juga harus mampu memperkuat posisi universitas dalam percaturan global melalui kolaborasi internasional, inovasi, dan kontribusi dalam penyelesaian persoalan dunia,” ujar Prof. Suyono. Pada kesempatan tersebut, Prof. Suyono juga memberikan motivasi kepada para dosen dan peneliti agar terus berkarya, menulis, berinovasi, dan mengabdi dalam dunia akademik. Pembukaan acara secara resmi ditandai dengan pemukulan gong. Kegiatan ini turut menghadirkan orasi ilmiah dari Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Saintek Kemendiktisaintek, Prof. Yudhi Dharma, Ph.D. Dalam orasinya, Prof. Yudhi membahas sejumlah isu strategis, mulai dari sebaran jurnal di Asia Tenggara, rantai nilai komoditas strategis Indonesia, hingga pentingnya mengonversi kekayaan alam menjadi riset yang memiliki nilai manfaat dan daya saing. Sebagai bagian dari rangkaian acara, UNJ juga menayangkan video produk inovasi, meluncurkan Aplikasi HKI UNJ, serta menyerahkan sejumlah luaran akademik, antara lain Buku Bunga Rampai Pengabdian, Katalog Jurnal, Buku Hasil Riset Terapan, Buku Kajian Desa Bulak, dan Buku Kajian RSSG Kota Depok. Dalam sesi LPPM UNJ Award 2026, FISH UNJ berhasil mencatatkan capaian membanggakan melalui tujuh penghargaan. Prof. Dr. M. Japar, M.Si. meraih Dosen Terbaik 3 pada kategori Bidang Penelitian Kompetitif Nasional (Dikti & BRIN) Individu. Pada bidang Hak Kekayaan Intelektual, Rayuna Handawati, S.Si., M.Pd. meraih Dosen Terbaik 1 kategori Hak Cipta Tahun 2025. FISH UNJ juga meraih Fakultas Terbaik 3 dalam kategori Bidang Jurnal UNJ Terakreditasi SINTA Terbanyak. Selain itu, Jurnal Saskara dari FISH UNJ memperoleh penghargaan sebagai Jurnal Baru Terakreditasi SINTA Terbaik dalam kategori Bidang Jurnal UNJ Terakreditasi Tahun 2025. Prestasi lain diraih pada kategori SINTA Score (Buku), yaitu Dr. Dini Safitri, S.Sos., M.Si. sebagai Dosen Terbaik 1 dan Noprita Herari, M.I.Kom. sebagai Dosen Terbaik 2. Sementara itu, Prof. Dr. Desy Safitri, M.Si. meraih penghargaan sebagai dosen dengan SINTA Score 3Yr Individu Tertinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerja Sama FISH UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi refleksi dari kerja kolektif sivitas akademika FISH dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan berdampak. “Capaian ini bukan hanya tentang jumlah penghargaan yang diterima, tetapi tentang bagaimana FISH UNJ terus membangun budaya riset, publikasi, inovasi, dan pengabdian yang semakin kuat. Kami berharap penghargaan ini menjadi energi positif bagi dosen, peneliti, pengelola jurnal, dan seluruh sivitas akademika FISH untuk menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mendukung pencapaian SDGs, serta memperkuat kontribusi UNJ di tingkat nasional dan global,” ujar Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si. Capaian FISH UNJ dalam Riset Expo dan LPPM UNJ Award 2026 juga memiliki relevansi dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui penguatan riset dan publikasi ilmiah; SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, melalui pengembangan inovasi dan hak kekayaan intelektual; serta SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui dorongan kolaborasi akademik, diseminasi ilmu pengetahuan, dan kontribusi riset yang dapat menjawab tantangan masyarakat. Melalui capaian ini, FISH UNJ menegaskan posisinya sebagai fakultas yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu sosial, hukum, pendidikan, dan komunikasi, tetapi juga pada penciptaan dampak akademik dan sosial yang berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa FISH UNJ terus bergerak dalam memperkuat reputasi kelembagaan, meningkatkan kualitas luaran akademik, serta mendukung visi UNJ sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Penulis: GSFI, SZ Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (53) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (32) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (47) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
PENJAJAKAN KERJA SAMA ANTARA UNIVERSITAS NEGERI JAKATA DAN SHINAWATRA INTERNATIONAL UNIVERSITY (SIU), THAILAND
Jakarta, 18 Mei 2026 – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali memperkuat jejak internasionalnya melalui kunjungan resmi Assoc. Prof. Dr. Zhou Fei, President of Shinawatra International University (SIU) dan Dr. Sipnarong Kanchanawongpaisan, Associate Dean of the College of Politics, Government, and Administration (CPGA) at Shinawatra International University (SIU). Kunjungan ini berlangsung di ruang VIP Gedung Rektorat, Kampus A, UNJ. Kunjungan ini menjadi momen penting dalam penjajakan kerja sama bilateral antara dua perguruan tinggi yang memiliki visi serupa dalam pengembangan pendidikan bertaraf internasional. Pertemuan diawali dengan saling memperkenalkan profil institusi masing-masing, yang mencerminkan komitmen kedua pihak untuk membangun hubungan yang berlandaskan rasa saling menghormati dan kepentingan akademik bersama. Dalam sesi pembuka, delegasi UNJ mempresentasikan profil institusi secara komprehensif melalui video company profile. Presentasi tersebut memperkenalkan delapan fakultas dan satu program pascasarjana yang dimiliki UNJ, berbagai program unggulan, serta komitmen UNJ dalam mengembangkan pendidikan, ilmu pengetahuan, seni, teknologi, dan olahraga sejak tahun 1964. UNJ juga menegaskan visinya untuk terus melangkah menuju universitas berkelas dunia melalui berbagai program mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, dan seminar internasional yang terus dikembangkan. Merespons hal tersebut, delegasi dari Shinawatra International University turut memaparkan profil institusinya yang tidak kalah menarik. SIU merupakan universitas swasta yang berdiri sejak tahun 1999 di Thailand. Universitas ini memiliki beberapa fakultas, yakni Faculty of Liberal Arts, Faculty of Education, Faculty of Nursing, Faculty of Health Sciences, Faculty of Management, Faculty of Psychology, Faculty of Economics and Faculty of Engineering yang tersedia dari jenjang Undergraduate, Master dan Phd. SIU juga memiliki keunggulan di bidang riset robotika dan rekayasa teknologi, serta telah meraih peringkat 250 dalam QS Asia Ranking dan masuk dalam 100 besar perguruan tinggi terbaik di kawasan ASEAN. “We are very happy to be here, and we would like to bring some good information and good news. We also hope to bring good cooperation. I think because according to the previous introduction, we’ve noticed that UNJ is more like a pedagogy base, which is perfectly fit with ours.” — Assoc. Prof. Dr. Zhou Fei, President of Shinawatra International University, Thailand Dalam pertemuan tersebut, Dr. Zhou Fei secara khusus mengungkapkan harapannya agar mahasiswa Indonesia, termasuk dari UNJ, dapat segera bergabung dalam SIU. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada mahasiswa dari Indonesia yang terdaftar sebagai mahasiswa aktif di SIU, meski terdapat beberapa tenaga kerja asal Indonesia yang aktif berkontribusi di universitas tersebut. Selanjutnya, delegasi UNJ memaparkan program yang dilakukan, yakni Batavia Camp. Batavia Camp adalah sebuah program yang memperkenalkan budaya Indonesia yang dirancang khusus untuk mahasiswa internasional yang ingin mengenal kekayaan budaya dan sejarah Indonesia secara langsung. Dalam program ini, mahasiswa SIU akan diajak mengunjungi berbagai museum bersejarah di Jakarta, melakukan kegiatan penanaman terumbu karang dan bakau di Kepulauan Seribu, serta tinggal dan beraktivitas di pulau-pulau di sekitar Jakarta. Program ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk yang efektif untuk memperkenalkan keindahan dan kedalaman budaya Indonesia kepada generasi muda dari berbagai negara. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P., yang menyampaikan dukungannya terhadap penjajakan kerja sama antara UNJ dan Shinawatra International University. Menurutnya, kolaborasi internasional seperti ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam memperluas jejaring akademik global, memperkuat mobilitas mahasiswa dan dosen, serta menghadirkan pengalaman pembelajaran lintas budaya yang relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini. “Bagi FISH UNJ, kerja sama ini bukan hanya tentang pertukaran akademik, tetapi juga tentang membangun ruang belajar lintas negara yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berdampak. Melalui program seperti Batavia Camp, visiting lecture, student exchange, dan riset bersama, kami berharap mahasiswa dan dosen dapat mengembangkan perspektif global, memahami keberagaman sosial-budaya, serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan, dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan,” ujar Dr. E. Nugrahaeni P. Kehadiran FISH UNJ dalam pertemuan ini juga menegaskan peran fakultas dalam mendukung internasionalisasi universitas melalui penguatan kolaborasi akademik, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan program yang berorientasi pada keberlanjutan. Dengan pendekatan tersebut, FISH UNJ tidak hanya berperan sebagai bagian dari institusi pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak kolaborasi sosial dan akademik yang mampu mempertemukan nilai lokal, wawasan global, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dalam konteks pertukaran akademik, Dr. Zhou Fei memperkenalkan program SMART Project yang sedang dalam tahap pengembangan dan direncanakan akan diluncurkan pada akhir tahun ini atau awal tahun mendatang. Program ini dirancang sebagai skema pertukaran cendekiawan lintas institusi yang mencakup beberapa opsi fleksibel, antara lain: visiting lecture (dosen tamu yang datang mengajar dalam satu hingga dua pekan), co-teaching (pengajaran bersama dalam satu kelas), serta kontrak dosen tamu selama satu tahun penuh. Selain itu, SIU juga membuka peluang bagi mahasiswa UNJ untuk mengikuti pertukaran pelajar reguler dengan jaminan akomodasi gratis, di mana mahasiswa hanya perlu menanggung biaya tiket, transportasi, dan uang saku selama berada di Thailand. Sebagai daya tarik tambahan bagi calon mahasiswa internasional, SIU menyediakan program beasiswa bagi mahasiswa asing yang baru mendaftar. Beasiswa ini menjadi salah satu insentif nyata yang ditawarkan dalam upaya menarik mahasiswa dari Indonesia, khususnya dari UNJ, untuk mempertimbangkan studi di Shinawatra International University. Dr. Zhou Fei menegaskan bahwa seluruh perkuliahan di SIU diselenggarakan dalam bahasa Inggris, sehingga tidak akan menjadi hambatan berarti bagi mahasiswa Indonesia yang ingin bergabung. Menutup pertemuan, kedua pihak menyepakati beberapa langkah awal yang dapat segera ditindaklanjuti sebagai fondasi kerja sama jangka panjang. Langkah-langkah tersebut meliputi: bergabung dalam proyek riset bersama, UNJ bertindak sebagai supervisor dalam program Batavia Camp, pertukaran dosen antar fakultas, serta pertukaran mahasiswa yang disesuaikan dengan kurikulum masing-masing institusi. Dr. Zhou Fei juga mengusulkan penyusunan meeting memo sebagai dokumen resmi yang merekam seluruh poin yang telah disepakati, agar proses tindak lanjut dapat berjalan lebih terstruktur dan akuntabel. Sebagai target terdekat, kedua pihak berharap dapat menyelenggarakan konferensi atau kegiatan visiting lecture bersama pada Maret mendatang, baik di Jakarta maupun di Bangkok. Kunjungan Assoc. Prof. Dr. Zhou Fei dan Dr. Sipnarong Kanchanawongpaisan ke UNJ ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen UNJ untuk menuju universitas berkelas dunia terus mendapat respons positif dari komunitas akademik internasional. Dengan berbagai program kolaborasi yang ditawarkan, diharapkan kerja sama antara UNJ dan Shinawatra
“SMALL ACT BIG IMPACT” SEBAGAI ACARA DONOR DARAH YANG DIADAKAN RUTIN OLEH KSR PMI UNJ
Jakarta, 18 Mei 2026 – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia unit Universitas Negeri Jakarta (KSR PMI UNJ) mengadakan acara Donor Darah 1 bertema “Small Act Big Impact” pada Senin, 18 Mei 2026 di Gedung Pascasarjana, Aula Bung Hatta Lantai 2, Universitas Negeri Jakarta. Acara donor darah ini berhasil mewadahi sejumlah 200 pendonor dari berbagai latar belakang seperti masyarakat umum, tenaga pendidik, hingga mahasiswa UNJ. Sebelum memulai acara dan memasuki ruangan Aula Bung Hatta, pendonor akan diarahkan menuju ruang registrasi, pengisian data diri, dan timbang berat badan sebagai syarat memenuhi aturan ideal mendonor darah. Setelah itu, pendonor dipersilakan memasuki ruangan donor darah dan menunggu arahan dari panitia yang bertugas. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kemanusiaan di lingkungan kampus. Partisipasi FISH UNJ menunjukkan komitmen fakultas dalam mendorong kepedulian sosial, solidaritas, dan semangat gotong royong sivitas akademika. Melalui keterlibatan dalam kegiatan seperti ini, FISH UNJ tidak hanya berperan dalam pengembangan akademik, tetapi juga hadir dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas, khususnya bagi mereka yang membutuhkan bantuan transfusi darah. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum KSR PMI UNJ periode 2022-2026, Yuana Natalia, dan dilanjutkan sambutan sekaligus pembukaan oleh Bapak Achmad Lutfi selaku bagian kemahasiswaan. Pada paparannya, Bapak Achmad Lutfi menginformasikan bahwa acara donor darah oleh KSR PMI UNJ ini rutin dilakukan tiap tahun untuk membantu meringankan teman-teman di luar sana yang membutuhkan donor darah sesuai dengan golongannya. “Darah sangat penting bagi orang yang membutuhkan, misalnya ketika ada yang mengalami kecelakaan atau sedang dirawat dan membutuhkan transfusi darah. Maka dari itu, acara ini sangat bermanfaat dan saya berterima kasih kepada pendonor yang hadir dan bersedia bersumbangsih darah. Semoga kita semua mendapatkan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Bapak Lutfi Selain itu, Yuana Natalia menambahkan bahwa acara donor darah ini menjadi kegiatan rutin tiap tahun yang dinaungi oleh Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI). Target kantong darah yang ditujukan setiap kegiatan donor darah juga variatif. Apabila kegiatan donor darah bersifat besar, maka akan membutuhkan lebih dari 100 kantong. “Biasanya agenda ini 3-4 kali per tahun, tapi kami mengikuti timeline dari UDD PMI-nya seperti apa. Waktu itu kami pernah mengadakan donor darah akbar yang berlangsung selama 2 hari dan target lebih dari 100 kantong darah yang dibutuhkan. Tapi untuk kegiatan kali ini, kami membutuhkan 100 kantong darah. Mohon doanya agar acara lancar hingga akhir dan target kami sesuai dengan rencana,” ujar Yuana. Yuana juga menginformasikan hal-hal yang dapat dilakukan sebelum dan sesudah mendonor, seperti menjaga pola makan, menghindari aktivitas berlebih, tidak mengonsumsi obat-obatan dan tatto, serta tidur yang cukup selama lebih dari 5 jam agar badan tetap fit hingga selesai donor darah. Pada akhir rangkaian acara, pendonor diberikan kartu donor, tablet penambah darah, dan bingkisan sebagai ucapan terima kasih dari PMI Provinsi DKI Jakarta. Acara ini diharapkan mampu meringankan orang di luar sana yang membutuhkan darah untuk keperluan kesehatan agar dapat menyebarkan kebaikan dan manfaat. Serta, diharapkan pada agenda donor darah yang diadakan oleh KSR PMI UNJ dapat membawa perubahan baik dan diminati oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa UNJ. Penulis : NA & NE Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (53) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (12) Pengajaran (31) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (22) Program Unggulan (45) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dosen Rumpun Geografi FISH UNJ dan MGMP Geografi DKI Jakarta Perkuat Kompetensi Guru Berbasis Digital, Kebencanaan, dan Riset
Jakarta, 8 Mei 2026 — Rumpun Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) bekerja sama dengan MGMP Geografi SMA DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru Geografi Berbasis Digital, Kebencanaan, dan Riset untuk Pembelajaran Inovatif di DKI Jakarta.” Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026, di SMAN 2 Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 97 guru Geografi SMA dari lima wilayah DKI Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperkuat kapasitas guru sebagai aktor penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada pembelajaran geografi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, isu lingkungan, kebencanaan, serta kebutuhan riset pendidikan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kasi Kelembagaan dan Sumber Belajar Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Umaryadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kompetensi pembelajaran sekaligus mendorong guru untuk menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional dan karier. “Kegiatan ini merupakan upaya yang sangat baik bagi guru dalam meningkatkan kompetensi pembelajaran dan karya ilmiah, mengingat saat ini guru memiliki kewajiban menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional,” ujarnya. Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala SMAN 2 Jakarta, Setianingrum. Ia menilai bahwa kehadiran para guru besar dan dosen ahli dari FISH UNJ memberikan penguatan akademik sekaligus motivasi bagi para guru untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan semangat akademik kepada kami selaku guru, tetapi juga memberikan pencerahan karena dibina langsung oleh guru besar dan dosen yang memiliki kepakaran luar biasa,” ungkapnya. Pada sesi utama, Guru Besar Geografi UNJ, Prof. Muhammad Zid, menyampaikan materi mengenai peningkatan kapasitas guru dalam penulisan ilmiah bidang geografi. Ia menegaskan bahwa guru memiliki banyak pengalaman pembelajaran, praktik baik, dan refleksi kelas yang dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah, opini pendidikan, maupun publikasi akademik. Menurut Prof. Muhammad Zid, budaya menulis merupakan bagian penting dari profesionalisme guru. Melalui tulisan ilmiah, guru tidak hanya mendokumentasikan pengalaman mengajar, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan mutu pendidikan, dan perluasan praktik baik pembelajaran geografi. Pelatihan juga menghadirkan penguatan kompetensi digital melalui materi yang disampaikan oleh Fauzi Ramadhoan A’Rachman mengenai pemanfaatan Generative AI dan Story Maps dalam pembelajaran geografi. Pada sesi ini, para guru diperkenalkan pada penggunaan kecerdasan buatan generatif untuk membantu penyusunan materi ajar, perencanaan pembelajaran, serta pengembangan narasi spasial berbasis peta digital yang lebih menarik dan kontekstual. Sementara itu, Tri Wandi Januar memberikan pelatihan mengenai penggunaan Google Earth Engine dalam pembelajaran geografi. Teknologi geospasial ini dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran berbasis data spasial, penginderaan jauh, dan analisis lingkungan yang relevan dengan isu kebencanaan, perubahan wilayah, serta pembangunan berkelanjutan. Materi lainnya disampaikan oleh Lona Syafana Pasya melalui pelatihan penggunaan NVivo untuk analisis data kualitatif. Penguatan ini ditujukan untuk membantu guru dalam mengelola data penelitian tindakan kelas, evaluasi pembelajaran, maupun riset pendidikan secara lebih sistematis, kredibel, dan berbasis bukti. Ketua MGMP Geografi DKI Jakarta, Denny Mawardi, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi guru dalam bidang digital, kebencanaan, dan riset menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran geografi yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. “Kami berharap guru Geografi DKI Jakarta semakin siap menghadirkan pembelajaran yang bermakna, aktual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus menjadi guru yang terus melakukan pengembangan profesional,” ujarnya. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kompetensi guru dan penguatan pembelajaran inovatif. Selain itu, materi kebencanaan, teknologi geospasial, dan pembelajaran berbasis data turut berkontribusi pada SDG 11: Sustainable Cities and Communities serta SDG 13: Climate Action, karena membekali guru dengan pengetahuan dan perangkat pembelajaran untuk memahami isu wilayah, lingkungan, risiko bencana, dan perubahan iklim secara lebih kontekstual. Melalui kegiatan PkM ini, Rumpun Geografi FISH UNJ menegaskan peran perguruan tinggi dalam membangun jejaring kolaboratif dengan sekolah dan komunitas guru. Kolaborasi antara FISH UNJ dan MGMP Geografi SMA DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan profesional guru secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi FISH UNJ dalam menghadirkan pendidikan geografi yang inovatif, humanis, berbasis riset, dan responsif terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (49) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (21) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ Gelar Workshop Kurikulum Berbasis SDGs untuk Perkuat Relevansi Lulusan
Jakarta, 10 Mei 2026 — Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) pada Sabtu–Minggu, 9–10 Mei 2026, di Ruang Rapat 801 Gedung M. Syafei UNJ. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Prodi Pendidikan Sejarah FISH UNJ dalam memperkuat kurikulum agar semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tantangan global, kebutuhan dunia kerja, serta arah pembangunan berkelanjutan. Workshop ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, alumni, stakeholder, organisasi profesi, Asosiasi Guru Sejarah Indonesia, serta perwakilan MGMP Sejarah. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen Prodi Pendidikan Sejarah FISH UNJ dalam membangun kurikulum yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor profesional kontemporer. Kegiatan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Tarunasena, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Sejarah FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia dan Dr. Abrar, M.Hum. dari Program Studi Pendidikan Sejarah FISH UNJ. Keduanya memberikan penguatan konseptual dan praktis mengenai pentingnya integrasi SDGs dalam kurikulum pendidikan sejarah di perguruan tinggi. Pada hari pertama, Dr. Abrar, M.Hum. menyampaikan materi mengenai integrasi SDGs dalam pembelajaran sejarah. Ia menekankan bahwa pendidikan sejarah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan global, seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, konflik kemanusiaan, kesetaraan gender, hingga isu pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, sejarah tidak hanya berfungsi untuk memahami masa lalu, tetapi juga menjadi ruang reflektif untuk membaca tantangan masa kini dan masa depan. Integrasi SDGs dalam pembelajaran sejarah dapat dilakukan melalui penguatan studi kasus historis, pembelajaran berbasis isu, refleksi sosial, serta pengembangan proyek pembelajaran yang berkaitan dengan lingkungan dan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran sejarah diharapkan mampu membentuk peserta didik yang memiliki karakter, kepedulian sosial, tanggung jawab global, dan kemampuan berpikir kritis. Selain pemaparan materi, hari pertama juga diisi dengan sesi diskusi dan dengar pendapat alumni mengenai relevansi kurikulum dengan dunia kerja. Para alumni memberikan berbagai masukan terkait pentingnya kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan teknologi, isu lingkungan, perubahan sosial global, serta dinamika kebutuhan profesi lulusan Pendidikan Sejarah. Dalam sesi tersebut, peserta menyoroti perlunya perluasan orientasi lulusan Pendidikan Sejarah agar tidak hanya terfokus pada profesi guru, tetapi juga mampu menjangkau berbagai bidang kerja lain yang relevan. Sejumlah peluang profesi yang menjadi perhatian antara lain edukator museum, kurator museum, pamong budaya, pengelola cagar budaya, peneliti sejarah, penulis populer, jurnalis, tenaga arsip, pengembang konten edukasi, hingga profesi di sektor industri kreatif dan media. Masukan dari alumni dan stakeholder memperkuat pentingnya pengembangan kompetensi multidisipliner bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah. Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki penguasaan substansi keilmuan sejarah, tetapi juga keterampilan praktis seperti komunikasi publik, literasi digital, penulisan ilmiah dan populer, kepemimpinan, manajemen kegiatan, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan dunia kerja. Pada hari kedua, Dr. Tarunasena, M.Pd. menyampaikan materi mengenai urgensi pengembangan kurikulum berbasis SDGs. Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi perlu mengintegrasikan aspek pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam kerangka SDGs sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan sosial. Menurutnya, program studi perlu membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan, lingkungan, kebudayaan, dan pembangunan berkelanjutan. Dr. Tarunasena, M.Pd. juga merekomendasikan pengembangan mata kuliah tematik yang relevan dengan tantangan global kontemporer, seperti Sejarah Lingkungan, Sejarah Gender, Sejarah Diplomasi, Sejarah Maritim, serta kajian sejarah tematik lainnya. Pengembangan mata kuliah tersebut dinilai penting untuk memperluas perspektif mahasiswa terhadap isu global sekaligus memperkuat relevansi keilmuan sejarah dalam konteks kehidupan modern. Kegiatan hari kedua turut menghadirkan sesi masukan dari organisasi profesi yang disampaikan oleh Dr. Sumardiansyah Perdana Kusuma, M.Pd. dari Asosiasi Guru Sejarah Indonesia. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk advokasi yang dilakukan organisasi profesi guru sejarah dalam memperjuangkan keberadaan dan penguatan mata pelajaran sejarah di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Ia menegaskan bahwa mata pelajaran sejarah memiliki posisi penting dalam membangun identitas nasional, kesadaran kebangsaan, dan karakter generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan sejarah perlu terus diperkuat melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan profesionalisme guru sejarah di Indonesia. Selain dari organisasi profesi, stakeholder dari sektor museum dan media juga memberikan masukan mengenai kebutuhan kompetensi lulusan Pendidikan Sejarah. Mereka menekankan bahwa lulusan sejarah saat ini perlu dibekali kemampuan komunikasi profesional, public speaking, pengelolaan media digital, dan keterampilan menulis agar mampu bersaing di sektor pendidikan, kebudayaan, media, dan dunia usaha dunia industri. Sebagai penutup, peserta bersama narasumber melakukan sesi review dan evaluasi terhadap kurikulum lama Program Studi Pendidikan Sejarah. Sesi ini menjadi ruang reflektif bagi dosen, alumni, mahasiswa, organisasi profesi, dan stakeholder untuk memberikan saran, kritik konstruktif, serta rekomendasi pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual dengan prinsip SDGs dan kebutuhan pasar kerja. Melalui workshop ini, Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kurikulum yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada masa depan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi FISH UNJ sebagai fakultas yang aktif mengembangkan pendidikan berbasis relevansi sosial, keberlanjutan, dan kebutuhan dunia kerja, serta mendukung lahirnya lulusan Pendidikan Sejarah yang kritis, berkarakter, kompetitif, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (48) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (20) Program Unggulan (43) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ dan Promedia Group Gelar BRI CoreLab 2026, Dorong Literasi Konten Digital Mahasiswa di Era Media Sosial
Jakarta, 13 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) berkolaborasi dengan Promedia Group menyelenggarakan BRI Content Creator Laboratorium (CoreLab) 2026 di Aula Bung Hatta, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur, pada Rabu (13/5). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan industri konten digital, media sosial, serta peluang menjadi kreator dan jurnalis warga di tengah perubahan ekosistem media. Kegiatan BRI CoreLab 2026 menghadirkan sejumlah praktisi media dan industri konten, yaitu CEO Promedia Group Agus Sulistriyono, GM Media Network Promedia Group Agil Hari Santoso, serta Founder Jakarta Kolaborasi Terkini Network (JKTN) Media, Miko Susilo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai dinamika produksi konten, strategi membaca tren media sosial, serta pentingnya kreativitas dalam membangun komunikasi digital yang relevan dengan masyarakat. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumberdaya, Dr. Aris Munandar, M.Si., menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan pelaku industri media. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam memperkuat pengalaman belajar mahasiswa melalui kegiatan berbasis praktik, jejaring profesional, dan penguatan kompetensi komunikasi di era digital. Dalam pemaparannya, CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami peran penting media sosial sebagai ruang utama distribusi konten saat ini. Menurutnya, tren media sosial dapat menjadi acuan bagi para kreator dalam mengembangkan ide, menentukan gaya komunikasi, serta menjangkau audiens secara lebih luas. “Kami lebih menitikberatkan ke platform media sosial, sesuai dengan tren saat ini. Media sosial menjadi salah satu platform yang sangat digemari oleh semua kalangan,” ujar Agus Sulistriyono. Ia berharap kegiatan CoreLab di UNJ dapat mendorong mahasiswa untuk lebih banyak belajar tentang proses pembuatan konten digital yang kreatif, informatif, dan sesuai dengan karakter platform media sosial. Sementara itu, Founder JKTN Media, Miko Susilo, menyoroti peluang mahasiswa untuk berperan sebagai citizen journalist atau jurnalis warga. Ia menjelaskan bahwa konten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat memiliki potensi besar untuk menarik perhatian publik karena bersentuhan langsung dengan peristiwa dan kebutuhan informasi di sekitar mereka. “Kuncinya, coba buat konten-konten yang relate dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” tutur Miko Susilo. Ia juga menambahkan bahwa perangkat digital yang dimiliki mahasiswa saat ini dapat menjadi modal awal untuk berkarya, membangun kreativitas, dan mengembangkan peluang di industri konten. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ memperkuat posisinya sebagai fakultas yang adaptif terhadap perkembangan media dan komunikasi digital. BRI CoreLab 2026 tidak hanya menjadi pelatihan teknis pembuatan konten, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan literasi digital, kreativitas, dan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja di sektor media kreatif. Kegiatan ini relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Quality Education, khususnya dalam mendorong akses pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21. Dengan menghadirkan praktisi industri secara langsung ke ruang akademik, FISH UNJ terus berupaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa agar mampu menjadi komunikator, kreator, dan warga digital yang kreatif, bertanggung jawab, serta berdampak bagi masyarakat. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (48) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (20) Program Unggulan (42) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia International Course 2026 Sesi 9 Soroti Peran AI dalam Transformasi Pendidikan dan Keterampilan Mahasiswa
Jakarta, 11 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan The Eurasia International Course 2026 sesi ke-9 dengan tema “Digitalization and AI Impact on Education and Skill Development.” Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026, pukul 13.00–15.00 WIB secara hybrid, yaitu luring di Ruang Serba Guna, Gedung K FISH UNJ, serta daring melalui platform Zoom. Seminar internasional ini menghadirkan Prof. Madya Dr. H. Zainudin bin H. Hassan dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sebagai pembicara utama. Materi disampaikan dalam Bahasa Malaysia dan Bahasa Inggris, dengan Noprita Herari, M.I.Kom. sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi. Pada sesi ini, peserta diajak untuk merefleksikan bagaimana dunia pendidikan perlu beradaptasi dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan di tengah perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Tema ini menjadi penting karena transformasi teknologi tidak hanya memengaruhi cara manusia belajar, tetapi juga mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja masa depan. Dalam pemaparannya, Prof. Zainudin menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini mengalami perubahan signifikan akibat perkembangan AI. Berbagai sektor industri mulai mengintegrasikan AI untuk mendukung otomasi pekerjaan, pengambilan keputusan, analisis data, hingga peningkatan efisiensi organisasi. Menurutnya, AI dapat mengambil alih pekerjaan yang bersifat repetitif, berisiko tinggi, membutuhkan kecepatan, akurasi, serta komputasi kompleks. Namun, pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi, dan sentuhan kemanusiaan tetap menjadi ruang penting bagi manusia. Prof. Zainudin juga menyinggung laporan World Economic Forum (WEF) yang menyebutkan bahwa perkembangan AI berpotensi mendorong lahirnya berbagai jenis pekerjaan baru, meskipun di sisi lain sejumlah pekerjaan konvensional akan mengalami pergeseran. Oleh karena itu, literasi AI tidak lagi menjadi kebutuhan eksklusif bagi mahasiswa di bidang teknologi, melainkan menjadi kompetensi penting bagi seluruh disiplin ilmu. Mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik perlu memahami bagaimana AI bekerja, bagaimana menggunakannya secara tepat, serta bagaimana tetap berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Lebih lanjut, Prof. Zainudin menekankan bahwa AI bukanlah ancaman bagi dunia pendidikan, melainkan peluang untuk membangun sistem pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan personal. AI dapat membantu pendidik dalam menyelesaikan berbagai tugas administratif, menganalisis perkembangan belajar mahasiswa, serta memberikan dukungan pembelajaran yang lebih terarah. Dengan demikian, pendidik memiliki ruang yang lebih besar untuk berfokus pada aspek yang tidak dapat digantikan oleh mesin, seperti pembentukan karakter, kreativitas, etika, komunikasi, dan kecerdasan emosional. Dalam sesi tanya jawab, peserta turut mengangkat isu-isu kritis terkait penggunaan AI. Abel Elysia dari Program Studi Pendidikan Sosiologi menanyakan pandangan pembicara mengenai penggunaan AI dan dampaknya terhadap krisis iklim. Menanggapi hal tersebut, Prof. Zainudin menjelaskan bahwa efisiensi energi menjadi perhatian penting dalam menghadapi masa depan, tidak hanya karena penggunaan AI, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab keberlanjutan. Ia turut membagikan praktik di UTM, yaitu kebijakan work from home bagi seluruh fakultas pada hari Selasa dan Kamis sebagai salah satu upaya mendukung efisiensi energi. Pertanyaan lain disampaikan oleh Marco dari Program Studi Ilmu Komunikasi mengenai bagaimana AI tidak hanya menggantikan pekerjaan, tetapi juga menciptakan pekerjaan baru, termasuk kaitannya dengan intellectual property dan bidang seni. Prof. Zainudin menegaskan bahwa meskipun AI dapat membantu dalam banyak pekerjaan, manusia tetap memiliki peran utama dalam menghadirkan kreativitas, pengetahuan, dan penilaian kritis. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan ChatGPT dan teknologi serupa sebaiknya dimanfaatkan untuk menguji serta mendukung pengetahuan, bukan untuk diikuti secara mentah tanpa proses berpikir kritis. Melalui penyelenggaraan The Eurasia International Course 2026, FISH UNJ terus memperkuat ruang pertukaran gagasan akademik internasional yang relevan dengan tantangan global. Sesi ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi dan kemampuan manusia dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital. Diskusi berlangsung interaktif dan diikuti secara antusias oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik, baik secara luring maupun daring. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama menggunakan hand sign Intelligentia Dignitas UNJ sebagai simbol kolaborasi akademik, kebersamaan, dan komitmen FISH UNJ dalam mendorong pendidikan yang adaptif, humanis, serta siap menghadapi perkembangan teknologi masa depan. Penulis: IM, HH, dan CMFISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (47) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (41) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Kuliah Umum Bersama Peneliti National Chung Cheng University, Dr. Teddy Y.H. Sim, Hadirkan Peluang Beasiswa bagi Mahasiswa UNJ
Penyerahan plakat apresiasi kepada Dr. Teddy Y.H. Sim yang diserahkan oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, Dr. Kurniawati (Doc. FISHMed) Jakarta, 23 April 2026 — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kuliah umum sekaligus sosialisasi peluang beasiswa ke Taiwan yang berlangsung secara interaktif dan informatif. Acara ini dihadiri langsung oleh Associate Researcher dari National Chung Cheng University, Dr. Teddy Y.H. Sim. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan I, Ibu Dr. Kurniawati, yang menekankan pentingnya memperluas wawasan global mahasiswa melalui kerja sama internasional, khususnya di bidang pendidikan dan riset. Dalam sesi utama, pembicara memaparkan materi bertajuk “The Relevance of the Island History of Taiwan for Emerging Scholarship and Researchers”, mengulas perkembangan sejarah kepulauan Taiwan dan keterkaitannya dengan dunia maritim. Dibahas pula hubungan historis dan budaya antara Taiwan dan Indonesia, termasuk jejak kejayaan maritim Nusantara seperti Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dalam konteks kajian kepulauan. Sesi pemaparan materi oleh Dr. Teddy Sim yang dimoderatori oleh Sandy Allifiansyah, Ph.D Diskusi yang dimoderatori oleh Sandy Allifiansyah, Ph.D ini juga menyentuh aspek geografis, ekonomi, dan potensi kerja sama antara Indonesia dan Taiwan. Meskipun hubungan diplomatik resmi antara kedua pihak memiliki keterbatasan, kerja sama di bidang ekonomi dan pendidikan tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi keduanya. Dalam sesi sosialisasi beasiswa, Dr. Teddy Sim menjelaskan bahwa mahasiswa berprestasi berkesempatan memperoleh keringanan biaya pendidikan sebagai bentuk dukungan akademik dari National Chung Cheng University. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab, dengan melontarkan beragam pertanyaan kritis mulai dari isu sejarah dan politik kawasan hingga informasi praktis seputar studi di Taiwan. Dokumentasi foto bersama Dr. Teddy Sim bersama Wakil Dekan III, Wakil Dekan I dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISHMed) Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UNJ semakin terbuka terhadap peluang studi internasional dan mampu memahami pentingnya perspektif global dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Penulis: IM dan CMFISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (46) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (40) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Becoming Liquid Society : Digitalization And Informational Society By Prof. Dr. Robertus Robet, MA
Jakarta, 27 April 2026 – Kegiatan seminar ini mengambil tema Becoming Liquid Society: Digitalization and Informational Society menghadirkan Prof. Dr. Robertus Robet, M.A. sebagai narasumber utama, dengan Fajar Aditya Nugroho, M.Par sebagai moderator. Acara dibuka oleh moderator sebelum dilanjutkan dengan pemaparan materi yang menyoroti perubahan besar dalam kehidupan manusia akibat digitalisasi. Dalam pemaparannya, Prof Robert menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membuat manusia semakin bergantung pada sistem digital. Ia mencontohkan Neil Harbisson yang mencangkokkan antena di kepalanya untuk mengakses informasi, sebagai gambaran bahwa batas antara manusia dan teknologi semakin kabur. Hal ini menunjukkan bahwa konsep manusia “pure authentic” semakin sulit ditemukan karena teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan, sejalan dengan gagasan dalam Cyborg Society. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia meningkat hingga 229,4 juta jiwa pada tahun 2025, dengan tingkat penetrasi 80,66 persen. Mayoritas pengguna berasal dari generasi muda (digital native), dengan aktivitas utama seperti media sosial, akses informasi, transaksi online, dan hiburan digital. Fenomena ini kemudian dikaitkan dengan konsep liquid modernity dari Zygmunt Bauman dalam Liquid Modernity, yang menggambarkan perubahan dari masyarakat yang stabil menuju masyarakat yang cair, fleksibel, dan penuh ketidakpastian. Dalam kondisi ini, hubungan sosial menjadi lebih lemah, identitas bersifat sementara, dan kekuasaan tidak lagi terpusat pada institusi, melainkan tersebar dalam jaringan. Hal ini juga diperkuat oleh konsep network society dari Manuel Castells. Setelah pemaparan materi, moderator memberikan tanggapan singkat sebelum sesi tanya jawab (Q&A) dimulai. Pertanyaan diajukan oleh Muhammad Aldi dari Pendidikan Sosiologi dan Marco dari Ilmu Komunikasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat apresiasi kepada narasumber, sesi foto bersama, dan diakhiri dengan penutupan oleh moderator. Kegiatan ini menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga mengubah struktur sosial, cara berpikir, dan pola interaksi manusia dalam masyarakat yang semakin cair atau liquid society. [] FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (44) Kemahasiswaan (17) Penelitian (13) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (39) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru