Eurasia Lecturer Series 2026: Tantangan Etika dan Tata Kelola di Era Digital

Jakarta, 18 Mei 2026 — Eurasia Lecture Series 2026 kembali menghadirkan diskusi akademik pada pertemuan ke-9 dengan mengangkat tema “Ethical Challenges and The Problem of Governance in Digital Society: Privacy Concern & Data Security in A Digital World.” Kegiatan ini menghadirkan pembicara utama, Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si. selaku Direktur Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang membahas berbagai tantangan etika dalam perkembangan masyarakat digital saat ini.

Dalam pemaparan pertamanya yang bertajuk “Who’s Control Your FYP? Algorithms, Ethics, and Human Autonomy in The Digital Era”, Prof. Siti menjelaskan bahwa perkembangan algoritma, media sosial, dan kecerdasan buatan (AI) telah memengaruhi perilaku serta pola pikir manusia di era digital. Menurutnya, penggunaan teknologi saat ini tidak hanya membantu aktivitas manusia, tetapi juga berpotensi membentuk preferensi dan kebiasaan pengguna secara sistematis.

“Karena algoritma tidak hanya memahami preferensi kita, tetapi juga merekam, memprediksi, dan menyeragamkan perilaku fisik secara massal tanpa adanya paksaan,” ujar Prof. Siti dalam sesi diskusi.

Ia menjelaskan bahwa algoritma bekerja sebagai mekanisme kontrol melalui tiga tahapan utama, yaitu knowing (merekam aktivitas pengguna), predicting (menghitung serta memprediksi probabilitas perilaku), dan shaping (menyodorkan konten secara agresif kepada pengguna). Kondisi tersebut dinilai memunculkan berbagai persoalan etika dalam kehidupan digital masyarakat modern. 

Pemaparan selanjutnya, dalam menghadapi tantangan masyarakat digital, mahasiswa diajak memahami pentingnya keterampilan abad ke-21 melalui konsep 4C, yaitu critical thinking, collaboration, creativity, dan communication. Kemampuan tersebut dinilai penting agar masyarakat mampu menyikapi perkembangan teknologi secara lebih kritis, etis, dan bertanggung jawab. 

Sebagai penutup, Prof. Siti memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi dan melakukan sesi tanya jawab. Terdapat dua mahasiswa yang bertanya terkait pengaruh algoritma terhadap konteks sosial dan apa kaitannya dengan kondisi geopolitik yang terjadi di Indonesia saat ini. 

Prof Siti kemudian menjawab berdasarkan pentingnya penerapan lima pilar tata kelola digital, yaitu otonomi, privasi, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan teknologi secara lebih bijak tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri dan kegunaan teknologi hanya sebagai “alat bantu” dalam menyelesaikan persoalan, termasuk pada pertanyaan kedua mahasiswa.

Penulis: NA, GSFI, SS

FISH Media Center, 2026

Share this article

© 2025 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum – Universitas Negeri Jakarta