Jakarta, 18 Mei 2026 — Eurasia Lecture Series 2026 kembali menghadirkan diskusi akademik pada pertemuan ke-9 dengan mengangkat tema “Ethical Challenges and The Problem of Governance in Digital Society: Privacy Concern & Data Security in A Digital World.” Kegiatan ini menghadirkan pembicara utama, Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si. selaku Direktur Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang membahas berbagai tantangan etika dalam perkembangan masyarakat digital saat ini. Dalam pemaparan pertamanya yang bertajuk “Who’s Control Your FYP? Algorithms, Ethics, and Human Autonomy in The Digital Era”, Prof. Siti menjelaskan bahwa perkembangan algoritma, media sosial, dan kecerdasan buatan (AI) telah memengaruhi perilaku serta pola pikir manusia di era digital. Menurutnya, penggunaan teknologi saat ini tidak hanya membantu aktivitas manusia, tetapi juga berpotensi membentuk preferensi dan kebiasaan pengguna secara sistematis. “Karena algoritma tidak hanya memahami preferensi kita, tetapi juga merekam, memprediksi, dan menyeragamkan perilaku fisik secara massal tanpa adanya paksaan,” ujar Prof. Siti dalam sesi diskusi. Ia menjelaskan bahwa algoritma bekerja sebagai mekanisme kontrol melalui tiga tahapan utama, yaitu knowing (merekam aktivitas pengguna), predicting (menghitung serta memprediksi probabilitas perilaku), dan shaping (menyodorkan konten secara agresif kepada pengguna). Kondisi tersebut dinilai memunculkan berbagai persoalan etika dalam kehidupan digital masyarakat modern. Pemaparan selanjutnya, dalam menghadapi tantangan masyarakat digital, mahasiswa diajak memahami pentingnya keterampilan abad ke-21 melalui konsep 4C, yaitu critical thinking, collaboration, creativity, dan communication. Kemampuan tersebut dinilai penting agar masyarakat mampu menyikapi perkembangan teknologi secara lebih kritis, etis, dan bertanggung jawab. Sebagai penutup, Prof. Siti memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi dan melakukan sesi tanya jawab. Terdapat dua mahasiswa yang bertanya terkait pengaruh algoritma terhadap konteks sosial dan apa kaitannya dengan kondisi geopolitik yang terjadi di Indonesia saat ini. Prof Siti kemudian menjawab berdasarkan pentingnya penerapan lima pilar tata kelola digital, yaitu otonomi, privasi, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan teknologi secara lebih bijak tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri dan kegunaan teknologi hanya sebagai “alat bantu” dalam menyelesaikan persoalan, termasuk pada pertanyaan kedua mahasiswa. Penulis: NA, GSFI, SS FISH Media Center, 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (53) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (12) Pengajaran (31) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (22) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Literasi Media dan Pemberdayaan Komunitas Sungai Ciliwung melalui Kegiatan PkM di Mat Peci Green Camp
(ki-ka) Mega Ayu Permatasari, M.Si, Nada Arina Romli, M.I.Kom, Sandy Allifiansyah, Ph.D, Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A, Dr. M. Fikri Akbar, Noprita Herari, M.I.Kom Jakarta Selatan, 10 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) melalui dosen Program Studi Ilmu Komunikasi serta Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Mat Peci Green Camp, Sekolah Sungai Ciliwung, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Komunitas Mat Peci melalui Kemitraan untuk Penguatan Literasi Media”. Program tersebut menjadi bentuk nyata komitmen FISH UNJ dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Kegiatan PkM ini melibatkan sejumlah dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi FISH UNJ, yaitu Nada Arina Romli, M.I.Kom., Mega Ayu Permatasari, M.Si., Noprita Herari, M.I.Kom., Dr. M. Fikri Akbar, M.Si., dan Sandy Allifiansyah, Ph.D. Sementara itu, dari Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital turut hadir Wina Puspita Sari, M.Si., Afina Ruqayyah, M.I.Kom., dan Rico Fernando Siregar, M.I.Kom. Kegiatan ini juga diperkuat dengan kehadiran dosen tamu internasional dari Faculty of Communication and Media Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, yaitu Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A. Kehadiran akademisi internasional tersebut memperluas dimensi kolaborasi FISH UNJ dalam pengembangan kajian komunikasi, khususnya pada isu literasi media, komunikasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Mat Peci Green Camp sendiri merupakan bagian dari Sekolah Sungai Ciliwung yang dikelola oleh Komunitas Mat Peci Ciliwung. Komunitas ini dikenal aktif dalam gerakan edukasi lingkungan, pelestarian kawasan Sungai Ciliwung, serta pemberdayaan warga bantaran sungai. Kegiatan turut dihadiri oleh pendiri Komunitas Mat Peci Ciliwung, Usman Firdaus, bersama warga setempat, karang taruna, dan anak-anak komunitas. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ berupaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami, mengelola, dan menyebarluaskan informasi secara bertanggung jawab. Literasi media menjadi aspek penting karena komunitas lokal saat ini tidak hanya membutuhkan kemampuan menjaga lingkungan secara fisik, tetapi juga kemampuan mengomunikasikan gerakan mereka melalui media digital agar dapat menjangkau publik yang lebih luas. Nada Arina Romli, M.I.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan PkM ini tidak hanya berfokus pada edukasi lingkungan, tetapi juga pada penguatan kemandirian komunitas melalui pengelolaan potensi lokal, termasuk kebun komunitas. Menurutnya, pemberdayaan berbasis lingkungan dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan penguatan solidaritas sosial masyarakat. Penyerahan plakat apresiasi kepada Usman Firdaus, selaku pendiri Komunitas Mat Peci Ciliwung oleh Wina Puspita Sari, M.Si, Afina Ruqayyah, M.I.Kom., dan Rico Fernando Siregar, M.I.Kom Sementara itu, Wina Puspita Sari, M.Si., menekankan pentingnya komunikasi digital dalam memperluas dampak gerakan komunitas. Ia menjelaskan bahwa kegiatan positif yang dilakukan masyarakat perlu dikemas dan disampaikan secara tepat agar dapat menjadi inspirasi bagi publik. “Komunikasi digital akan menjadikan Mat Peci bukan hanya komunitas lokal, tetapi juga role model gerakan lingkungan,” ujarnya. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan literasi media dan edukasi lingkungan mendukung SDG 4: Quality Education, karena menghadirkan pembelajaran berbasis masyarakat yang inklusif dan kontekstual. Upaya pemberdayaan komunitas dan penguatan ekonomi keluarga berkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth, khususnya dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui potensi lokal. Selain itu, kegiatan yang berlokasi di kawasan Sungai Ciliwung juga memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 11: Sustainable Cities and Communities dan SDG 13: Climate Action, karena mendorong kesadaran warga terhadap keberlanjutan lingkungan perkotaan serta pentingnya partisipasi komunitas dalam menjaga ekosistem sungai. Kolaborasi antara FISH UNJ, komunitas lokal, masyarakat, dan mitra internasional juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui kegiatan PkM ini, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara akademisi, komunitas, masyarakat, dan mitra internasional diharapkan dapat terus dikembangkan untuk melahirkan program-program edukatif yang berdampak nyata bagi peningkatan literasi media, penguatan gerakan lingkungan, dan kesejahteraan sosial masyarakat. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (52) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (12) Pengajaran (30) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (22) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi PPKN FISH UNJ Gelar Kolokium Internasional di Universiti Sains Malaysia, Perkuat Jejaring Akademik dan Komitmen SDGs
Pulau Pinang, 7 Mei 2026 — Program Studi Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), melaksanakan kolokium internasional di School of Social Sciences, Universiti Sains Malaysia (USM) pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FISH UNJ dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education dan SDG 17: Partnerships for the Goals. Kolokium internasional ini diikuti oleh 22 mahasiswa Program Studi Magister PPKN UNJ dan 8 mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan IPS Universitas Lampung. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan akademik yang meliputi seminar, presentasi ilmiah, dan diskusi interaktif terkait isu sosial, kewarganegaraan, pendidikan, serta dinamika masyarakat global. Kegiatan ini disambut baik oleh Prof. Madya Mohamad Shaharudin Samsurinan, Dekan School of Social Sciences USM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya forum akademik internasional yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan akademisi dari Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, kolaborasi lintas negara merupakan langkah penting dalam memperluas perspektif akademik mahasiswa, membangun pemahaman lintas budaya, serta memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan gagasan dan hasil kajian akademik mereka dalam forum internasional. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan komunikasi akademik, tetapi juga mendorong keterampilan berpikir kritis, kepercayaan diri, dan kapasitas mahasiswa dalam memahami isu kewarganegaraan dari perspektif global. Dari perspektif SDGs, pelaksanaan kolokium internasional ini sejalan dengan SDG 4, yaitu penyediaan pendidikan berkualitas yang inklusif, relevan, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi global mahasiswa. Forum ini juga mendukung SDG 17 melalui penguatan kemitraan akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia sebagai bagian dari kerja sama pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Bagi FISH UNJ, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi fakultas dalam memperkuat reputasi akademik internasional melalui mobilitas akademik, pertukaran gagasan ilmiah, serta pengembangan kolaborasi pendidikan dan penelitian. Program Studi PPKN FISH UNJ terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi keilmuan, tetapi juga pada pembentukan warga global yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab. Dengan terselenggaranya kolokium internasional ini, Program Studi PPKN FISH UNJ berharap kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, khususnya Universiti Sains Malaysia, dapat terus diperkuat melalui program akademik berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan kewarganegaraan, penguatan jejaring akademik Asia Tenggara, serta peningkatan daya saing institusi di tingkat global. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (51) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (11) Pengajaran (30) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (22) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dosen PPKN FISH UNJ Perkuat Kewarganegaraan Global Masyarakat Indonesia di Malaysia melalui Pengabdian Internasional
Pulau Penang (Malaysia), 07 Mei 2026 — Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di Learning Center Pertubuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI), Pulau Pinang, Malaysia, pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperluas kontribusi Tri Dharma Perguruan Tinggi hingga ke tingkat internasional, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. Kegiatan pengabdian ini terselenggara melalui kolaborasi antara Prodi PPKN FISH UNJ dan PERMAI Pulau Pinang. Kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial, akademik, dan kebangsaan antara perguruan tinggi Indonesia dengan komunitas diaspora Indonesia di Malaysia. Koordinator Prodi PPKN FISH UNJ, Yuyus Kardiman, menyampaikan bahwa pemilihan PERMAI Pulau Pinang sebagai lokasi pengabdian masyarakat merupakan bagian dari implementasi keilmuan PPKN dalam membangun civic community di luar negeri. Menurutnya, masyarakat Indonesia di mancanegara memiliki peran penting dalam menjaga nilai kewarganegaraan, solidaritas sosial, identitas kebangsaan, serta partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat global. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat implementasi civic community bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya di Pulau Pinang. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir tidak hanya di lingkungan domestik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia di mancanegara,” ujar Yuyus Kardiman. Sebanyak 11 dosen Prodi PPKN FISH UNJ terlibat langsung dalam kegiatan ini, yaitu Prof. Nadiroh, Prof. Tjipto Sumadi, Prof. Etin Solihatin, Prof. Achmad Husen, Raharjo, Yuyus Kardiman, Mohammad Maiwan, Iqbal Syafrudin, Mitra Mustaricha, Fella Defilla, dan Syifa Syarifa. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian masyarakat diisi dengan sesi edukasi, diskusi, dan penguatan kapasitas masyarakat terkait isu sosial, kewarganegaraan digital, lingkungan, serta pemberdayaan komunitas Indonesia di luar negeri. Melalui pendekatan ini, Prodi PPKN FISH UNJ mendorong masyarakat Indonesia di Malaysia untuk terus berperan aktif sebagai warga negara yang adaptif, kritis, peduli lingkungan, dan mampu menjaga nilai kebangsaan dalam konteks kehidupan lintas negara. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui penguatan literasi kewarganegaraan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan komunitas diaspora, FISH UNJ menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang inklusif, berdaya, dan berorientasi pada keberlanjutan. Selain kegiatan edukatif, Prodi PPKN FISH UNJ juga memberikan hibah berupa satu unit pendingin ruangan atau AC kepada PERMAI Pulau Pinang. Bantuan ini diberikan untuk mendukung kenyamanan ruang belajar dan menunjang efektivitas berbagai kegiatan pendidikan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh PERMAI. Sekretaris Jenderal PERMAI Pulau Pinang, Agung Priatin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prodi PPKN FISH UNJ dalam kegiatan pengabdian masyarakat internasional tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi bentuk perhatian nyata dari perguruan tinggi Indonesia terhadap masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. “Kami sangat menyambut baik kehadiran PPKN FISH UNJ dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di Malaysia,” ujar Agung Priatin. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ memperkuat posisinya sebagai fakultas yang berkomitmen pada pengembangan ilmu sosial, hukum, pendidikan kewarganegaraan, dan pemberdayaan masyarakat lintas negara. Kolaborasi bersama PERMAI Pulau Pinang diharapkan dapat terus berkembang melalui program pendidikan, pengabdian, riset kolaboratif, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat Indonesia di Malaysia pada masa mendatang. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (50) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (11) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (21) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Kolaborasi Akademik Global dalam TMF Journal Conference 2025/2026 di Bangkok
Bangkok, 29 April 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut berpartisipasi dalam TMF Journal Conference 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Thai Media Fund bekerja sama dengan Graduate School of Communication Arts and Management Innovation, National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand. Konferensi ini berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, di The Berkeley Hotel Pratunam, Bangkok, dengan mengusung tema “Advancing Knowledge in Creative Media: Research, Innovation, and Collaboration for Responsible Communication.” Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan ke-4 untuk konferensi tingkat nasional dan sekaligus konferensi internasional pertama yang diinisiasi oleh Thai Media Fund dan NIDA. FISH UNJ hadir sebagai salah satu institusi mitra dalam jejaring kerja sama akademik internasional bersama berbagai perguruan tinggi dan lembaga dari Thailand serta negara mitra lainnya. Secara keseluruhan, konferensi ini melibatkan 41 partner institutions atau co-hosts, termasuk institusi dari China, Pakistan, Korea Selatan, Indonesia, dan India. Konferensi ini menjadi ruang penting bagi akademisi, peneliti, praktisi media, serta lembaga profesional untuk mendiskusikan perkembangan media kreatif, inovasi komunikasi, literasi media, jurnalisme, serta tantangan etika komunikasi di era digital dan kecerdasan artifisial. Pada tahun ini, TMF Journal Conference menerima 84 artikel ilmiah dari peneliti domestik dan internasional. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 26 makalah dari Thailand dan 21 makalah dari China, Pakistan, Korea Selatan, Indonesia, dan India dipresentasikan dalam forum ilmiah tersebut. Pembukaan konferensi diawali dengan laporan dari Associate Professor Dr. Asawin Nedpogaeo, Dean of the Graduate School of Communication Arts and Management Innovation, NIDA. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam membangun ekosistem media yang aman, kreatif, dan bertanggung jawab. Sementara itu, Dr. Dhanakorn Srisooksai, Chief Executive Officer Thai Media Fund, dalam pidato pembukaannya menyoroti pentingnya peran Thai Media Fund dalam membantu masyarakat dan praktisi media menghadapi perubahan lanskap komunikasi yang semakin dipengaruhi oleh digitalisasi dan kecerdasan artifisial. Konferensi ini juga menghadirkan dua pembicara utama. Professor Masato Kajimoto dari School of Future Media, The University of Hong Kong, menyampaikan keynote berjudul “Teaching Resilience: Re-imagining Media Education for an Integrity-Driven Information Future.” Ia menekankan pentingnya pendidikan media dalam membangun generasi muda yang mampu berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta memahami bahwa keadilan dalam pemberitaan tidak selalu sama dengan sekadar menghadirkan keseimbangan secara formal. Pembicara utama kedua, Steven Gan, Co-founder Malaysiakini, menyampaikan materi bertajuk “Innovating for Integrity: How Digital Media is Transforming Investigative Journalism and Press Freedom in Asia.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa jurnalisme memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi, keadilan, dan kebebasan publik. Menurutnya, transformasi digital tidak boleh menghilangkan fungsi utama jurnalisme sebagai ruang untuk menyuarakan kelompok yang terpinggirkan dan mengawasi kekuasaan. Sesi panel khusus bertajuk “Creative and Responsible Media in the Age of Artificial Intelligence” turut memperkaya diskusi konferensi. Panel ini menghadirkan sejumlah tokoh media dan akademisi, antara lain Ms. Supinya Klangnarong, Co-founder COFACT Thailand; Mr. Rawee Tawantharong, Committee Member Thai Media Fund; dan Mr. Chavarong Limpattamapanee, Chairman of the National Press Council of Thailand sekaligus Senior Media Scholar. Diskusi dimoderatori oleh Assoc. Prof. Dr. Warat Karuchit dari NIDA. Para panelis menyoroti pentingnya posisi jurnalisme di tengah berkembangnya ekosistem kreator konten, terutama dalam menjaga akurasi informasi, etika publik, dan keberpihakan pada suara masyarakat yang kurang terwakili. Wakil Dekan III Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi dan Kerjasama FISH UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan konferensi ini sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik global FISH UNJ. “FISH UNJ mengapresiasi terselenggaranya TMF Journal Conference 2025/2026 ini yang menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk terlibat dalam diskusi global mengenai media kreatif, inovasi komunikasi, serta tanggung jawab etis di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Kehadiran FISH UNJ sebagai bagian dari jejaring partner institutions mencerminkan komitmen kami untuk terus memperluas kolaborasi internasional, memperkuat budaya riset, dan menghadirkan kontribusi akademik yang relevan bagi masyarakat global,” ujar Dr. E. Nugrahaeni P.S., M.Si. Partisipasi FISH UNJ dalam konferensi ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui keterlibatan dalam forum akademik internasional, FISH UNJ berperan dalam memperkuat literasi media, mendorong riset komunikasi yang bertanggung jawab, serta membangun jejaring kolaboratif lintas negara. Kehadiran FISH UNJ dalam TMF Journal Conference 2025/2026 juga mempertegas peran fakultas dalam mengembangkan kajian ilmu sosial, hukum, dan komunikasi yang responsif terhadap perubahan global. Di tengah perkembangan teknologi, media digital, dan kecerdasan artifisial, FISH UNJ terus mendorong kontribusi akademik yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab publik. Konferensi ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi dapat mengubah cara kerja media, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat utama komunikasi publik: menjaga kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta memastikan bahwa ruang media tetap menjadi ruang yang aman, kreatif, inklusif, dan bertanggung jawab bagi masyarakat global. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (49) Kemahasiswaan (17) Penelitian (15) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (20) Program Unggulan (43) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kependidikan Lewat Pelatihan Bahasa Inggris
Rilis Resmi 12 Mei 2026 Jakarta, 12 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta secara resmi menutup program Pelatihan Bahasa Inggris bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) pada Selasa, 12 Mei 2026. Program yang berlangsung selama 15 kali pertemuan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan fakultas dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan akademik. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi bahasa Inggris para tenaga kependidikan — baik dalam konteks pelayanan akademik maupun administrasi — guna merespons tuntutan dunia pendidikan yang semakin berskala global. Peserta dibekali dengan materi yang mencakup dasar-dasar komunikasi hingga praktik percakapan sehari-hari, dengan penekanan pada tiga aspek utama: kemampuan berbicara (speaking), menyimak (listening), serta penguasaan kosakata yang relevan dengan lingkungan kerja. “Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri para tenaga kependidikan dalam berkomunikasi secara profesional menggunakan bahasa Inggris.” — Pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, UNJ Dalam acara penutupan, pimpinan fakultas menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pengajar yang telah berkontribusi aktif dalam menyukseskan program ini. Antusiasme dan konsistensi kehadiran para peserta selama pelatihan dinilai sebagai cerminan kesungguhan dalam meningkatkan kompetensi diri. Dengan berakhirnya program ini, FISH UNJ menegaskan harapan agar pelatihan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan. Pengembangan kompetensi tenaga kependidikan dipandang sebagai investasi strategis dalam mendukung kualitas layanan dan atmosfer akademik yang profesional di tingkat fakultas maupun universitas. 15 Pertemuan 3 Fokus kompetensi 2026 Program berjalan Tentang FISH UNJ — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang ilmu sosial, hukum, dan komunikasi, dengan komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing global. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (48) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (41) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia International Course 2026 Sesi 9 Soroti Peran AI dalam Transformasi Pendidikan dan Keterampilan Mahasiswa
Jakarta, 11 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan The Eurasia International Course 2026 sesi ke-9 dengan tema “Digitalization and AI Impact on Education and Skill Development.” Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026, pukul 13.00–15.00 WIB secara hybrid, yaitu luring di Ruang Serba Guna, Gedung K FISH UNJ, serta daring melalui platform Zoom. Seminar internasional ini menghadirkan Prof. Madya Dr. H. Zainudin bin H. Hassan dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sebagai pembicara utama. Materi disampaikan dalam Bahasa Malaysia dan Bahasa Inggris, dengan Noprita Herari, M.I.Kom. sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi. Pada sesi ini, peserta diajak untuk merefleksikan bagaimana dunia pendidikan perlu beradaptasi dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan di tengah perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Tema ini menjadi penting karena transformasi teknologi tidak hanya memengaruhi cara manusia belajar, tetapi juga mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja masa depan. Dalam pemaparannya, Prof. Zainudin menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini mengalami perubahan signifikan akibat perkembangan AI. Berbagai sektor industri mulai mengintegrasikan AI untuk mendukung otomasi pekerjaan, pengambilan keputusan, analisis data, hingga peningkatan efisiensi organisasi. Menurutnya, AI dapat mengambil alih pekerjaan yang bersifat repetitif, berisiko tinggi, membutuhkan kecepatan, akurasi, serta komputasi kompleks. Namun, pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi, dan sentuhan kemanusiaan tetap menjadi ruang penting bagi manusia. Prof. Zainudin juga menyinggung laporan World Economic Forum (WEF) yang menyebutkan bahwa perkembangan AI berpotensi mendorong lahirnya berbagai jenis pekerjaan baru, meskipun di sisi lain sejumlah pekerjaan konvensional akan mengalami pergeseran. Oleh karena itu, literasi AI tidak lagi menjadi kebutuhan eksklusif bagi mahasiswa di bidang teknologi, melainkan menjadi kompetensi penting bagi seluruh disiplin ilmu. Mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik perlu memahami bagaimana AI bekerja, bagaimana menggunakannya secara tepat, serta bagaimana tetap berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Lebih lanjut, Prof. Zainudin menekankan bahwa AI bukanlah ancaman bagi dunia pendidikan, melainkan peluang untuk membangun sistem pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan personal. AI dapat membantu pendidik dalam menyelesaikan berbagai tugas administratif, menganalisis perkembangan belajar mahasiswa, serta memberikan dukungan pembelajaran yang lebih terarah. Dengan demikian, pendidik memiliki ruang yang lebih besar untuk berfokus pada aspek yang tidak dapat digantikan oleh mesin, seperti pembentukan karakter, kreativitas, etika, komunikasi, dan kecerdasan emosional. Dalam sesi tanya jawab, peserta turut mengangkat isu-isu kritis terkait penggunaan AI. Abel Elysia dari Program Studi Pendidikan Sosiologi menanyakan pandangan pembicara mengenai penggunaan AI dan dampaknya terhadap krisis iklim. Menanggapi hal tersebut, Prof. Zainudin menjelaskan bahwa efisiensi energi menjadi perhatian penting dalam menghadapi masa depan, tidak hanya karena penggunaan AI, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab keberlanjutan. Ia turut membagikan praktik di UTM, yaitu kebijakan work from home bagi seluruh fakultas pada hari Selasa dan Kamis sebagai salah satu upaya mendukung efisiensi energi. Pertanyaan lain disampaikan oleh Marco dari Program Studi Ilmu Komunikasi mengenai bagaimana AI tidak hanya menggantikan pekerjaan, tetapi juga menciptakan pekerjaan baru, termasuk kaitannya dengan intellectual property dan bidang seni. Prof. Zainudin menegaskan bahwa meskipun AI dapat membantu dalam banyak pekerjaan, manusia tetap memiliki peran utama dalam menghadirkan kreativitas, pengetahuan, dan penilaian kritis. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan ChatGPT dan teknologi serupa sebaiknya dimanfaatkan untuk menguji serta mendukung pengetahuan, bukan untuk diikuti secara mentah tanpa proses berpikir kritis. Melalui penyelenggaraan The Eurasia International Course 2026, FISH UNJ terus memperkuat ruang pertukaran gagasan akademik internasional yang relevan dengan tantangan global. Sesi ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi dan kemampuan manusia dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital. Diskusi berlangsung interaktif dan diikuti secara antusias oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik, baik secara luring maupun daring. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama menggunakan hand sign Intelligentia Dignitas UNJ sebagai simbol kolaborasi akademik, kebersamaan, dan komitmen FISH UNJ dalam mendorong pendidikan yang adaptif, humanis, serta siap menghadapi perkembangan teknologi masa depan. Penulis: IM, HH, dan CMFISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (47) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (41) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Kuliah Umum Bersama Peneliti National Chung Cheng University, Dr. Teddy Y.H. Sim, Hadirkan Peluang Beasiswa bagi Mahasiswa UNJ
Penyerahan plakat apresiasi kepada Dr. Teddy Y.H. Sim yang diserahkan oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, Dr. Kurniawati (Doc. FISHMed) Jakarta, 23 April 2026 — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kuliah umum sekaligus sosialisasi peluang beasiswa ke Taiwan yang berlangsung secara interaktif dan informatif. Acara ini dihadiri langsung oleh Associate Researcher dari National Chung Cheng University, Dr. Teddy Y.H. Sim. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan I, Ibu Dr. Kurniawati, yang menekankan pentingnya memperluas wawasan global mahasiswa melalui kerja sama internasional, khususnya di bidang pendidikan dan riset. Dalam sesi utama, pembicara memaparkan materi bertajuk “The Relevance of the Island History of Taiwan for Emerging Scholarship and Researchers”, mengulas perkembangan sejarah kepulauan Taiwan dan keterkaitannya dengan dunia maritim. Dibahas pula hubungan historis dan budaya antara Taiwan dan Indonesia, termasuk jejak kejayaan maritim Nusantara seperti Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dalam konteks kajian kepulauan. Sesi pemaparan materi oleh Dr. Teddy Sim yang dimoderatori oleh Sandy Allifiansyah, Ph.D Diskusi yang dimoderatori oleh Sandy Allifiansyah, Ph.D ini juga menyentuh aspek geografis, ekonomi, dan potensi kerja sama antara Indonesia dan Taiwan. Meskipun hubungan diplomatik resmi antara kedua pihak memiliki keterbatasan, kerja sama di bidang ekonomi dan pendidikan tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi keduanya. Dalam sesi sosialisasi beasiswa, Dr. Teddy Sim menjelaskan bahwa mahasiswa berprestasi berkesempatan memperoleh keringanan biaya pendidikan sebagai bentuk dukungan akademik dari National Chung Cheng University. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab, dengan melontarkan beragam pertanyaan kritis mulai dari isu sejarah dan politik kawasan hingga informasi praktis seputar studi di Taiwan. Dokumentasi foto bersama Dr. Teddy Sim bersama Wakil Dekan III, Wakil Dekan I dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISHMed) Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UNJ semakin terbuka terhadap peluang studi internasional dan mampu memahami pentingnya perspektif global dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Penulis: IM dan CMFISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (46) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (40) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia International Course 2026 Sesi 8 Bahas Makna Komunitas Baru di Tengah Perubahan Dunia
Jakarta, 4 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menyelenggarakan The Eurasia International Course 2026 melalui sesi kedelapan yang mengangkat tema “Towards a New Community: Its Necessity & Meaning”. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Chung Joon Kon dari Eurasia Foundation sebagai narasumber utama dan dimoderatori oleh Mega Ayu Permatasari, M.Si. Sesi berlangsung secara hybrid, dengan peserta yang hadir langsung di Ruang Serba Guna, Gedung K FISH UNJ, serta peserta yang mengikuti kegiatan secara daring. Dalam sesi ini, Prof. Chung Joon Kon mengajak peserta untuk merefleksikan kembali makna komunitas dalam kehidupan manusia dan perkembangan dunia kontemporer. Ia membuka pemaparannya dengan memperkenalkan Eurasia Foundation sebagai lembaga yang memiliki tujuan untuk berkontribusi terhadap penghapusan konflik di dunia serta mendorong terciptanya masyarakat yang harmonis dan damai. Melalui prinsip keterbukaan, kebebasan berpikir, kebebasan berkeyakinan, serta tidak berpihak pada kepentingan politik tertentu, Eurasia Foundation menekankan pentingnya dialog lintas bangsa, budaya, dan nilai kemanusiaan. Prof. Chung menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya memiliki dua aktivitas utama dalam kehidupan sosial, yaitu kepemilikan dan relasi. Kepemilikan berkaitan dengan kebutuhan, keinginan, perkembangan teknologi, dan penciptaan kesejahteraan. Sementara itu, relasi berkaitan dengan keteraturan, harmoni, perkembangan organisasi, dan pembentukan komunitas. Menurutnya, kemajuan teknologi dan kekayaan tidak cukup untuk membangun kehidupan bersama apabila tidak diimbangi dengan relasi sosial yang sehat, terbuka, dan berorientasi pada perdamaian. Salah satu gagasan penting yang disampaikan dalam sesi ini adalah perlunya melihat komunitas baru sebagai respons terhadap batas-batas lama yang dibentuk oleh manusia. Prof. Chung menggunakan metafora “wall” atau dinding untuk menggambarkan adanya batas internal maupun sistemik yang dapat memisahkan individu, masyarakat, dan negara. Batas tersebut tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga muncul dalam cara berpikir, struktur sosial, sistem politik, dan pandangan terhadap identitas. Karena itu, membangun komunitas baru berarti berupaya melampaui sekat-sekat tersebut melalui pemahaman yang lebih luas, inklusif, dan manusiawi. Dalam pemaparannya, Prof. Chung juga mengajak peserta memahami komunitas melalui tiga perspektif, yaitu waktu, ruang, dan manusia. Ketiganya menjadi unsur penting dalam melihat bagaimana relasi sosial terbentuk dan berubah. Perubahan zaman, pergeseran ruang kehidupan, serta dinamika hubungan antarmanusia menuntut lahirnya cara pandang baru dalam memahami dunia. Di tengah perubahan global yang semakin cepat, komunitas tidak lagi dapat dipahami hanya dalam batas lokal atau nasional, tetapi perlu dibaca sebagai ruang bersama yang memungkinkan pertukaran gagasan, budaya, dan nilai kemanusiaan. Pembahasan semakin menarik ketika Prof. Chung menyoroti pentingnya memahami Asia dan dunia melalui perspektif yang beragam. Ia menekankan bahwa pendekatan menuju komunitas baru membutuhkan kemampuan untuk “lulus” atau bergerak melampaui cara pandang lama yang terlalu sempit. Dalam konteks Eurasia, peserta diajak melihat kawasan ini sebagai ruang besar yang memiliki kekayaan sejarah, populasi, budaya, dan potensi hubungan antarbangsa. Dengan keragaman tersebut, Eurasia dapat menjadi titik penting untuk membangun kesadaran global yang lebih dialogis dan inklusif. Prof. Chung turut mengaitkan pemikirannya dengan gagasan tentang negara dan warga negara. Ia menjelaskan bahwa negara pada dasarnya merupakan produk buatan manusia yang dibentuk untuk menjamin kehidupan, kebebasan, dan keamanan bersama. Namun, ketika dunia menghadapi kebutuhan baru, manusia juga perlu memikirkan bentuk komunitas baru yang mampu menjawab tantangan zaman. Dalam hal ini, komunitas baru tidak dimaksudkan untuk menolak keberadaan negara, tetapi untuk mengembalikan negara pada peran dasarnya, yaitu melindungi kehidupan manusia dan menciptakan kondisi agar masyarakat dapat hidup lebih bebas, nyaman, damai, dan bahagia. Melalui contoh bencana Gempa Tohoku dan kecelakaan Fukushima 2011, Prof. Chung menunjukkan bahwa persoalan antara negara, warga, dan kehidupan manusia sering kali menjadi semakin kompleks ketika menghadapi krisis besar. Peristiwa semacam itu memperlihatkan bahwa tantangan kemanusiaan tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui batas administratif atau sistem negara yang kaku. Diperlukan solidaritas, keterbukaan, dan kesadaran bersama untuk membangun komunitas yang mampu merespons persoalan lintas batas. Mega Ayu Permatasari, M.Si. sebagai moderator dan Dr. Dianni Risda, S.Pd., M.Ed sebagai translator bahasa Jepang, memandu jalannya diskusi secara interaktif, sehingga peserta dapat memahami gagasan besar yang disampaikan narasumber dalam konteks akademik dan sosial yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Format hybrid juga memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi peserta, baik yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti melalui platform daring. Sesi kedelapan Eurasia International Course 2026 ini menjadi bagian dari upaya FISH UNJ dalam memperluas wawasan global mahasiswa dan sivitas akademika. Melalui tema komunitas baru, kegiatan ini tidak hanya membahas hubungan antarnegara, tetapi juga mengajak peserta untuk melihat kembali peran manusia dalam membangun dunia yang lebih damai, inklusif, dan bermakna. Materi sesi menegaskan bahwa komunitas masa depan perlu dibangun dengan menghargai keberagaman, membuka ruang dialog, serta melampaui dinding-dinding lama yang membatasi kehidupan bersama.[] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (45) Kemahasiswaan (17) Penelitian (13) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (39) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Becoming Liquid Society : Digitalization And Informational Society By Prof. Dr. Robertus Robet, MA
Jakarta, 27 April 2026 – Kegiatan seminar ini mengambil tema Becoming Liquid Society: Digitalization and Informational Society menghadirkan Prof. Dr. Robertus Robet, M.A. sebagai narasumber utama, dengan Fajar Aditya Nugroho, M.Par sebagai moderator. Acara dibuka oleh moderator sebelum dilanjutkan dengan pemaparan materi yang menyoroti perubahan besar dalam kehidupan manusia akibat digitalisasi. Dalam pemaparannya, Prof Robert menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membuat manusia semakin bergantung pada sistem digital. Ia mencontohkan Neil Harbisson yang mencangkokkan antena di kepalanya untuk mengakses informasi, sebagai gambaran bahwa batas antara manusia dan teknologi semakin kabur. Hal ini menunjukkan bahwa konsep manusia “pure authentic” semakin sulit ditemukan karena teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan, sejalan dengan gagasan dalam Cyborg Society. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia meningkat hingga 229,4 juta jiwa pada tahun 2025, dengan tingkat penetrasi 80,66 persen. Mayoritas pengguna berasal dari generasi muda (digital native), dengan aktivitas utama seperti media sosial, akses informasi, transaksi online, dan hiburan digital. Fenomena ini kemudian dikaitkan dengan konsep liquid modernity dari Zygmunt Bauman dalam Liquid Modernity, yang menggambarkan perubahan dari masyarakat yang stabil menuju masyarakat yang cair, fleksibel, dan penuh ketidakpastian. Dalam kondisi ini, hubungan sosial menjadi lebih lemah, identitas bersifat sementara, dan kekuasaan tidak lagi terpusat pada institusi, melainkan tersebar dalam jaringan. Hal ini juga diperkuat oleh konsep network society dari Manuel Castells. Setelah pemaparan materi, moderator memberikan tanggapan singkat sebelum sesi tanya jawab (Q&A) dimulai. Pertanyaan diajukan oleh Muhammad Aldi dari Pendidikan Sosiologi dan Marco dari Ilmu Komunikasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat apresiasi kepada narasumber, sesi foto bersama, dan diakhiri dengan penutupan oleh moderator. Kegiatan ini menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga mengubah struktur sosial, cara berpikir, dan pola interaksi manusia dalam masyarakat yang semakin cair atau liquid society. [] FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (44) Kemahasiswaan (17) Penelitian (13) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (39) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru