Jakarta, 22 November 2025 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) akan menggelar serangkaian kegiatan akademik bergengsi pada 25-26 November 2025 mendatang. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Zainudin Bin Hasan, Guru Besar bidang Pengembangan Pendidikan dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), sebagai narasumber utama. Agenda Kegiatan Rangkaian acara meliputi pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk dosen dan kuliah umum bertajuk “Service Learning and Creativity” untuk mahasiswa FISH UNJ. Kegiatan akan berlangsung di Ruang 212 dan Ruang Sidang Gedung (RSG) FISH UNJ. Prof. Dr. Zainudin Bin Hasan dijadwalkan berada di Jakarta pada 24-27 November 2025. Kedatangannya merupakan wujud kerja sama akademik antara FISH UNJ dengan UTM Malaysia dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Tujuan Kegiatan Pelatihan penulisan artikel ilmiah ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dosen FISH UNJ dalam mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi. Sementara itu, kuliah umum dengan tema “Service Learning and Creativity” diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa tentang pendekatan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. “Kami berharap kedua acara ini mampu memperkaya sudut pandang dosen dan mahasiswa FISH UNJ. Ini juga menjadi kesempatan berharga untuk belajar dari negara tetangga Malaysia tentang bagaimana pengembangan pendidikan tinggi ke depan,” ungkap pihak penyelenggara. Profil Narasumber Prof. Dr. Zainudin Bin Hasan merupakan pakar terkemuka di bidang pengembangan pendidikan dari UTM Malaysia. Keahliannya dalam inovasi pembelajaran dan penulisan ilmiah diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan praktis bagi civitas academika FISH UNJ. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh dosen dan mahasiswa FISH UNJ. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi sekretariat FISH UNJ.[] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (456) Internasionalisasi (27) Kemahasiswaan (13) Penelitian (4) Pengabdian (6) Pengajaran (19) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (22) Prestasi (3) Prodi (16) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
FISH UNJ Gelar FGD Bersama Prof. Umberto Pagano Bahas Inklusi Pendidikan di Italia
Jakarta, 16 Oktober 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Prof. Umberto Pagano, Ph.D., Associate Professor of Sociology dari University of Catanzaro, Italia. Diskusi ini membahas penelitian Prof. Umberto yang berjudul “Evaluating School Inclusion in Italy: A Shared Quality Index for Developing a More Inclusive Education for All.” Kegiatan berlangsung di Ruang 212, Gedung K FISH UNJ, dan dihadiri oleh sejumlah dosen dari berbagai program studi, khususnya Pendidikan Sosiologi dan Sosiologi. Turut hadir dalam kegiatan ini Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D.; Koordinator Program Studi Pendidikan Sosiologi, Suyuti, S.Pd.I., M.Pd.; serta Koordinator Program Studi Sosiologi, Dr. Rusfadia Saktiyanti Jahja, S.Sos., M.Si. FGD dibuka dengan sambutan dari Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D. yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Umberto dan memperkenalkan para dosen peserta diskusi sebagai bentuk pembuka dialog akademik. Dalam sesi utama, Prof. Umberto memaparkan hasil penelitiannya mengenai inklusi pendidikan di Italia, yang menekankan pentingnya pengembangan indeks kualitas bersama untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif. Diskusi berlangsung secara interaktif, dengan sejumlah dosen menyampaikan pertanyaan dan pandangan mereka terkait topik yang dipresentasikan. Prof. Umberto memberikan tanggapan yang komprehensif, membuka wawasan baru bagi peserta mengenai pendekatan inklusi dalam sistem pendidikan. Menjelang akhir kegiatan, Firdaus Wajdi, Ph.D. menyampaikan penutup yang merangkum esensi diskusi. “Saya rasa kita banyak belajar dari dukungan riset dan pengalaman Prof. Umberto. Indeks ini bukan hanya untuk mengukur, tetapi untuk menilai dan mengembangkan sistem pendidikan yang mampu memahami perbedaan antar siswa,” ujarnya. Dengan berakhirnya sesi diskusi, rangkaian kegiatan FGD resmi ditutup. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional dan memperkaya perspektif akademik dalam pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia. Penulis: DA & ELEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (452) Internasionalisasi (26) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (18) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (18) Prestasi (2) Prodi (16) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
FISH UNJ Lakukan Dialog Internasional di CCU Taiwan, Perkuat Kolaborasi Lintas Budaya dalam Kajian Sosial dan Hukum
Jakarta, 30 September 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyambut baik partisipasi dalam kegiatan akademik internasional yang diselenggarakan oleh National Chung Cheng University (CCU), Taiwan. Kegiatan tersebut meliputi Forum KTT Eropa dan Asia Tenggara serta lokakarya yang menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka, di antaranya Prof. Christian Soffel dari Jerman dan Dr. Kurniawati, M.Si., Wakil Dekan I FISH UNJ. Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FISH UNJ dan Fakultas Humaniora CCU. Kerja sama ini membuka peluang strategis untuk kolaborasi riset di bidang ilmu sosial dan hukum, khususnya dalam kajian lintas budaya dan interdisipliner. Pertukaran gagasan antara mitra dari Eropa dan Asia Tenggara dinilai krusial dalam memahami dinamika global, tata kelola pemerintahan, sistem hukum komparatif, serta isu-isu sosial kontemporer. MoU ini menjadi landasan bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian bersama mengenai berbagai tantangan regional, seperti hak asasi manusia, kebijakan publik, dan hukum internasional. Lokakarya yang diselenggarakan turut menyoroti interpretasi ulang terhadap karya-karya klasik melalui pendekatan lintas disiplin. Dalam bidang ilmu sosial, kajian terhadap teks-teks klasik dari Asia Tenggara dan Tiongkok memberikan wawasan mendalam mengenai struktur kekuasaan, legitimasi politik, dan filsafat sosial yang membentuk sistem pemerintahan modern. Dialog intensif dengan akademisi Eropa memungkinkan perbandingan kritis terhadap teori-teori sosial Barat, sehingga memperkaya pemahaman komparatif tentang tata kelola global. Di sisi lain, dalam bidang ilmu hukum, pemahaman lintas budaya terhadap karya klasik berfungsi sebagai lensa untuk menelusuri akar filsafat hukum dan sistem nilai yang melandasi pembentukan hukum adat maupun hukum positif di berbagai yurisdiksi. Kajian ini sangat relevan dalam studi hukum komparatif, karena membantu mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan mendasar dalam kerangka normatif antarnegara. Rangkaian kegiatan budaya, seperti kunjungan ke Kuil Xingang Fengtian dan Upacara Konfusius di Taichung, juga menjadi bagian penting dari penelitian sosial. Menurut Rumpun Ilmu Sosial, pemahaman terhadap sistem kepercayaan dan warisan budaya suatu negara merupakan kunci dalam menganalisis kebijakan publik, interaksi sosial, dan evolusi hukum. Kunjungan ke situs budaya dan keagamaan seperti yang dilakukan Prof. Soffel menjadi praktik ideal dalam antropologi hukum dan sosiologi untuk menggali nilai-nilai sosial yang hidup dalam masyarakat. FISH UNJ berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif internasional semacam ini, guna memastikan bahwa pengajaran dan penelitian di bidang sosial dan hukum tetap relevan, kontekstual, dan berwawasan global. Penulis: MAHNEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (450) Internasionalisasi (25) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (15) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (18) Prestasi (2) Prodi (14) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Perkuat Diplomasi Pendidikan dan Jejaring Internasional, UNJ Hadiri Peringatan 102 Tahun Proklamasi Republik Turkiye
Jakarta, Humas UNJ — Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) mewakili universitas hadiri “Peringatan 102 Tahun Proklamasi Republik Turkiye” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Turkiye di Indonesia pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Setiap tanggal 29 Oktober, masyarakat Turkiye memperingati Hari Republik yang menjadi momentum bersejarah yang menandai berdirinya Republik Turkiye pada tahun 1923, ketika Mustafa Kemal Atatürk yang kemudian menjadi Presiden pertama yang dipilih oleh Majelis Nasional Agung, secara resmi memproklamasikan lahirnya negara republik yang modern dan berdaulat. Sejak tahun 2022 juga, sebutan resmi negara tersebut berubah dari Turkey (Turki) menjadi Turkiye, sesuai keputusan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menjadi bentuk penegasan identitas nasional dan kebanggaan budaya bangsa Turkiye di ranah internasional. Acara diplomatik yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk pejabat diplomatik, perwakilan kementerian, akademisi, lembaga sosial, serta mitra strategis Turkiye di Indonesia. Tahun ini, perayaan menjadi semakin istimewa karena juga menandai 75 tahun persahabatan antara Republik Turkiye dan Republik Indonesia, yang mencerminkan hubungan bilateral yang kokoh dan kolaborasi lintas sektor yang telah terjalin erat selama lebih dari tujuh dekade. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (449) Internasionalisasi (24) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (15) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (18) Prestasi (2) Prodi (14) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Pendidikan Sejarah di Era Digital: Antara Kolaborasi Global, Inovasi, dan Identitas Kebangsaan
Jakarta, 15 Oktober 2025 — Program Studi Magister Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISH), Universitas Negeri Jakarta, sukses menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Pendidikan Sejarah dalam Lanskap Global: Kolaborasi, Inovasi, dan Identitas Kebangsaan di Era Digital.” Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu sore ini menghadirkan dua narasumber nasional dan internasional yang dikenal luas dalam bidang pendidikan sejarah, yakni Prof. Dr. Agus Mulyana, M. Hum. (Universitas Pendidikan Indonesia, Ketua MSI, dan Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan) dan Sugeng Prakoso, S.S., M.T., dosen Pendidikan Sejarah FISH UNJ (kandidat doktor dari Universitas Bonn, Jerman). Kegiatan ini dipandu secara hangat oleh Lobelia Husna, M.Pd. selaku moderator. GLOBALISASI DAN TANTANGAN PENDIDIKAN SEJARAH Dalam sambutannya, Dr. Abrar, M. Hum., Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Sejarah, menegaskan pentingnya menguatkan kembali peran sejarah di tengah derasnya arus globalisasi dan revolusi digital. “Kita tidak hanya dituntut untuk menjadi pengajar yang mentransfer pengetahuan,” ujarnya, “tetapi juga menjadi fasilitator yang membangun cara berpikir kritis, kreatif, dan reflektif pada peserta didik.” Menurutnya, kuliah umum ini menjadi ruang refleksi penting agar para dosen dan mahasiswa mampu memaknai pendidikan sejarah bukan sekadar hafalan masa lalu, melainkan sebagai sarana membangun identitas nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. INOVASI DAN KOLABORASI: PEMBELAJARAN SEJARAH DI ABAD 21 Dalam paparan utamanya, Prof. Agus Mulyana menyoroti bagaimana pembelajaran sejarah perlu bertransformasi seiring perubahan zaman. Ia menekankan pentingnya kreativitas, kolaborasi lintas budaya, dan literasi digital dalam memperkuat makna pendidikan sejarah. “Pembelajaran sejarah abad ke-21 harus berpusat pada peserta didik, kritis terhadap sumber, dan menghubungkan masa lalu dengan masa kini,” jelasnya. Sementara itu, Sugeng Prakoso memperkenalkan pendekatan inovatif yang disebut Teaching as Subversive Intimacy (TSI)—sebuah pedagogi yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek berpikir kritis. Menurutnya, TSI menjadikan kelas sejarah sebagai “bengkel argumen era digital,” di mana mahasiswa belajar menyusun argumen berdasarkan bukti sejarah melalui model POP/POIP (Point–Observation–Position/Interpretation–Position). “Dengan TSI, mahasiswa tidak lagi menghafal identitas, tapi mengerjakannya sendiri lewat bukti, tafsir, dan argumen. Identitas menjadi hasil kerja pikir yang hidup dan bisa diuji,” tegas Sugeng. MENJAGA IDENTITAS DI TENGAH ARUS GLOBAL Kuliah umum ini tidak hanya menghadirkan wacana teoretik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa inovasi pendidikan tidak boleh memisahkan sejarah dari akar kebangsaan. Para peserta—mahasiswa, dosen, dan pemerhati pendidikan sejarah dari berbagai universitas di Indonesia—terlibat aktif dalam sesi diskusi. Banyak yang menyoroti pentingnya menyeimbangkan semangat globalisasi dengan pelestarian nilai-nilai nasional, terutama di ruang digital yang rentan terhadap bias dan reduksi makna sejarah. Acara yang berlangsung selama dua jam ini menghasilkan sejumlah gagasan penting, di antaranya: Perlunya integrasi sejarah lokal dan global dalam kurikulum pendidikan. Penguatan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital bagi siswa, guru dan mahasiswa pendidikan sejarah. Penerapan AI sebagai “sparring partner” dalam melatih kemampuan argumentasi sejarah yang terverifikasi dan bertanggung jawab. HARAPAN UNTUK PENDIDIKAN SEJARAH INDONESIA Menutup kegiatan, Dr. Abrar, M. Hum., menyampaikan harapannya agar kuliah umum ini menjadi langkah kecil menuju pembelajaran sejarah yang inovatif, reflektif, dan berkarakter kebangsaan. “Semoga kegiatan ini menginspirasi para pendidik untuk menjadikan sejarah bukan hanya cerita masa lalu, tetapi ruang dialog yang hidup antara nilai, teknologi, dan identitas bangsa.” Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kuliah umum ini menegaskan posisi Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ sebagai salah satu pelopor dalam membangun pendidikan sejarah yang adaptif terhadap era digital sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan: Kuliah Umum “Pendidikan Sejarah dalam Lanskap Global: Kolaborasi, Inovasi, dan Identitas Kebangsaan di Era Digital.” Tanggal: Rabu, 15 Oktober 2025 Waktu: 16.00–18.00 WIB Tempat: Zoom Meeting (online) Narasumber: Prof. Dr. Agus Mulyana, M. Hum. – Dosen UPI, Ketua MSI, Direktur Sejarah dan Permuseuman Sugeng Prakoso, S.S., M.T. – Dosen Pendidikan Sejarah FISH UNJ (Kandidat Doktor, Universitas Bonn). Moderator: Lobelia Husna, M.Pd. Penyelenggara: Program Studi Magister Pendidikan Sejarah, FISH UNJ Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (449) Internasionalisasi (23) Kemahasiswaan (13) Penelitian (1) Pengabdian (5) Pengajaran (14) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (16) Prestasi (2) Prodi (14) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Jejak Spiritualitas di Kampus Rawamangun: Mahasiswa PAI UNJ Belajar Makrifatullah dari Pemikiran Said Nursi
Rabu, 18 Juni 2025 menjadi hari yang istimewa bagi mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Negeri Jakarta. Ruang Serbaguna Gedung K FISH UNJ dipenuhi semangat intelektual dan refleksi spiritual dalam sebuah kuliah tamu internasional yang menghadirkan Ustadz Ahmad Mustafa dari The Istanbul Foundation, Turki. Kuliah tamu ini merupakan bagian integral dari mata kuliah Filsafat Ilmu yang diasuh oleh Dr. M. Ridwan Effendi, dan dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan pemikiran mendalam dari tokoh besar Islam: Badiuzzaman Said Nursi. Turut hadir dalam pembukaan acara, Dr. Aris Munandar selaku Wakil Dekan II FISH UNJ, serta Hasbi Sen, M.Hum, sebagai perwakilan Istanbul Foundation yang turut memberikan sambutan hangat atas kerja sama keilmuan yang terjalin. Dalam penyampaiannya, Ustadz Ahmad Mustafa menuturkan bahwa kehidupan modern kerap membuat manusia lupa pada satu hal paling mendasar: mengenal Tuhannya. Berdasarkan pemikiran Said Nursi, beliau menjelaskan bahwa manusia tidak hanya hidup untuk memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi juga dituntut untuk merawat fitrah spiritualnya. Melalui pendekatan yang holistik—menggabungkan akal, hati, dan pengalaman hidup—Nursi menawarkan jalan menuju ma’rifatullah, sebuah kesadaran mendalam akan kehadiran Allah dalam seluruh aspek kehidupan. Peserta yang memenuhi ruangan tampak terpukau oleh cara penyampaian yang jernih dan mendalam. Banyak mahasiswa mengaku baru pertama kali melihat pendekatan teologis yang begitu dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Melalui sesi tanya jawab, diskusi hangat pun mengalir, memperlihatkan ketertarikan yang kuat dari para peserta. Salah satu mahasiswa menulis dalam refleksinya, “Saya tersadar bahwa makna hidup bukan hanya tentang pencapaian, tapi tentang bagaimana saya mengenal dan menghadirkan Allah dalam keseharian.” Lainnya menyampaikan keinginan untuk memulai rutinitas dzikir harian, memperdalam kajian tafsir, dan lebih serius dalam membangun hubungan spiritual yang kokoh. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga menjadi momentum penyadaran. Kuliah tamu ini menghidupkan dimensi ruhani dalam proses pendidikan, memperlihatkan bahwa ilmu bukan semata akumulasi konsep, tetapi juga jembatan menuju ketenangan jiwa dan orientasi hidup. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Prodi PAI UNJ menegaskan kembali komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan yang menyentuh hati dan menguatkan pemikiran. Di tengah derasnya arus modernisasi dan tantangan zaman, kegiatan seperti ini menjadi oase yang menyegarkan, mengingatkan mahasiswa bahwa dalam perjalanan mencari ilmu, mengenal diri dan mengenal Ilahi adalah arah yang tak boleh dilupakan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (439) Internasionalisasi (22) Kemahasiswaan (5) Pengabdian (1) Pengajaran (9) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (8) Prestasi (1) Prodi (12) Program Unggulan (4) Tak Berkategori (11) Tata Kelola (12) Berita Terbaru
FISH UNJ Gelar Webinar Internasional: Kompetensi Lintas Budaya dalam Ilmu Sosial
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH UNJ) menyelenggarakan webinar internasional “Embedding Intercultural Competencies Across Disciplines in Social Sciences” pada Jumat, 13 Juni 2025. Acara berlangsung secara daring melalui Zoom dan disiarkan langsung di YouTube FISH UNJ Official. Narasumber dan Materi Unggulan Webinar menghadirkan Sunny Lie Owens, dosen California State Polytechnic University Pomona yang ahli komunikasi lintas budaya dan kurikulum multikultural. Sunny menekankan pentingnya integrasi kompetensi antarbudaya dalam disiplin ilmu sosial untuk membekali mahasiswa menghadapi tantangan global. “Kompetensi lintas budaya menjadi fondasi penting dalam memahami dinamika sosial, politik, hukum, dan ekonomi dunia global,” ujar Sunny dalam sesi interaktif yang dipandu moderator Sandy Allifiansyah, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISH UNJ. Komitmen Internasionalisasi FISH UNJ Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi menyatakan webinar ini bagian dari program internasionalisasi fakultas untuk memperluas jejaring akademik dan memperkaya wawasan global civitas akademika. Kegiatan ini diikuti antusias oleh mahasiswa dan dosen UNJ, khususnya FISH UNJ, dalam diskusi penerapan nilai lintas budaya dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Program ini menegaskan peran FISH UNJ sebagai fakultas progresif yang memperkuat kapasitas lulusan berdaya saing tinggi dalam masyarakat multikultural global.[] sumber : https://unj.ac.id/tingkatkan-pemahaman-lintas-budaya-dalam-kajian-ilmu-sosial-fish-unj-gelar-webinar-internasional/ Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (437) Internasionalisasi (21) Kemahasiswaan (5) Pengajaran (8) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (7) Prestasi (1) Prodi (11) Program Unggulan (3) Tak Berkategori (10) Tata Kelola (11) Berita Terbaru
FISH UNJ Selenggarakan Immersion Camp 2025 dengan Mahasiswa UMT Vietnam
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH UNJ) menggelar program Immersion Camp 2025 bersama mahasiswa University of Management and Technology (UMT) Vietnam pada 11 Juni 2025. Program ini melibatkan tiga prodi FISH UNJ: Usaha Perjalanan Wisata, Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, serta Ilmu Komunikasi. Kegiatan mencakup kuliah umum dengan materi “Media Social Marketing” yang dibawakan oleh Dara Puspita dan “Intercultural Communication” oleh Mentari Anugrah Imsa, keduanya dosen Prodi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital. Program bertujuan memperkuat pemahaman lintas budaya dan strategi pemasaran digital melalui pertukaran wawasan budaya Indonesia-Vietnam. Mahasiswa UMT juga mengikuti program magang industri di RRI, PT Indosat, dan NoLimit Indonesia. Koordinator Prodi Humas dan Komunikasi Digital FISH UNJ, Asep Soegiarto, menyatakan program ini bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan kemampuan mengajar di kelas internasional serta diharapkan dapat berlanjut ke tahap berikutnya. [] sumber : https://unj.ac.id/perkuat-kolaborasi-internasional-fish-unj-dan-umt-vietnam-gelar-kuliah-umum-pada-program-immersion-camp-2025/ Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (435) Internasionalisasi (20) Kemahasiswaan (5) Pengajaran (7) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (7) Prestasi (1) Prodi (10) Program Unggulan (3) Tak Berkategori (10) Tata Kelola (10) Berita Terbaru
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ Gelar Program Magang Internasional dengan Vietnam
Jakarta – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISIP UNJ) meluncurkan Program Academic Industrial Immersion (A21) bersama University of Management and Technology (UMT) Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 10 Juni 2025 di Kampus A UNJ. Program magang akademik dan industri ini berlangsung selama 12 hari (9-21 Juni 2025) dengan melibatkan 38 mahasiswa UMT Vietnam. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FISIP UNJ dalam memperkuat kolaborasi internasional dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja global. Direktur Kerja Sama UNJ, Rahmat Darmawan, menjelaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam membangun jembatan antara dunia akademik dan industri. Kerja sama dengan Vietnam dipilih karena kedekatan budaya dan sejarah kedua negara. Program A21 didukung oleh berbagai mitra industri, termasuk Radio Republik Indonesia, Indosat, NoLimit Indonesia, dan Dinas Pariwisata serta Ekonomi Kreatif Jakarta Timur. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis sekaligus membangun kemampuan kolaborasi lintas budaya bagi mahasiswa. Acara pembukaan dihadiri oleh Duta Besar Vietnam untuk Indonesia dan berbagai pejabat, menandai komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama pendidikan tinggi. [] Sumber : https://unj.ac.id/unj-dan-umt-vietnam-jalin-kolaborasi-internasional-melalui-program-academic-industrial-immersion-a21/ Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (434) Internasionalisasi (18) Kemahasiswaan (5) Pengajaran (7) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (7) Prestasi (1) Prodi (10) Program Unggulan (3) Tak Berkategori (10) Tata Kelola (10) Berita Terbaru
Seminar Ulumul Hadis Bersama Prof. Dr. Syeikh Omar Kalash al Husainy: Mengarusutamakan Kajian Aswaja dalam Paradigma Aqidah Washatiyah
Jakarta, 11 Mei 2025 – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Syahamah sukses menyelenggarakan Seminar Ulumul Hadis selama dua hari, 10–11 Mei 2025. Seminar ini menghadirkan ulama internasional, Prof. Dr. Syeikh Omar Kalash al Husainy, Wakil Rektor Innovative University College Malaysia. Kegiatan bertema “Pengarusutamaan Kajian Aswaja dalam Pembentukan Paradigma Aqidah Washatiyah” ini dilaksanakan di Masjid Al Ijtimai FISH dan Gedung Bung Hatta UNJ. Seminar ini dihadiri oleh Dr. Khairil Ikhsan Siregar, MA, selaku pengampu mata kuliah Ulumul Hadis, serta lebih dari 250 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum. Dalam kuliah umum ini, Syeikh Omar mengkaji secara intensif 40 hadis pilihan seputar iman, aqidah, sifat-sifat Allah, hingga pembahasan mengenai tawasul dan amalan dalam Islam. Penuturan Syeikh Omar yang jelas dan sistematis dinilai mampu memberikan pencerahan mendalam bagi peserta. Berbagai kesan positif datang dari para peserta seminar. Seorang mahasiswa menyampaikan, “Masya Allah, kegiatannya sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya mengenai ilmu hadis secara lebih dalam. Terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah mempersiapkan acara dengan sebaik-baiknya.” Peserta lainnya mengungkapkan kekaguman atas isi materi yang disampaikan: “Materinya keren banget, daging semua isinya. Walau jadwalnya padat, tapi pembahasannya bikin penasaran, jadi nggak terasa padatnya.” Seminar ini juga memberikan pengalaman yang menginspirasi, seperti kisah seorang ibu yang tetap mencatat materi sambil menggendong anaknya yang tertidur. “Masya Allah, saya kagum melihat semangat ibu tersebut dalam menuntut ilmu. Seminar ini sangat berkesan, apalagi bisa menghatamkan 40 hadis bersama Syekh Omar,” ujar salah satu peserta. Tak hanya ilmu, peserta juga merasakan kenyamanan layanan dan konsumsi yang diberikan panitia. Beberapa peserta menyebutkan, “Dapat snack dan makan siang yang enak dan ngenyangin,” dan bahkan merasa bahagia karena “dapat doorprize buku yang keren banget.” Meskipun sebagian peserta tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian acara, mereka tetap mengapresiasi kesempatan yang diberikan. “Hari pertama saya ikut, tapi hari kedua sakit. Tapi tetap senang karena banyak manfaat dan ilmu baru yang saya dapatkan,” kata seorang peserta. Dengan antusiasme dan semangat keilmuan yang tinggi, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman peserta terhadap ilmu hadis, tetapi juga mengukuhkan pentingnya aqidah wasathiyah (moderat) dalam kehidupan keagamaan umat Islam saat ini. Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut dan semakin terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, guna memperkuat literasi keislaman yang mendalam dan toleran di tengah keberagaman umat. Editor : WPS Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (430) Internasionalisasi (18) Kemahasiswaan (5) Pengajaran (6) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (4) Prestasi (1) Prodi (9) Program Unggulan (2) Tak Berkategori (10) Tata Kelola (8) Berita Terbaru Jakarta, 11 Mei 2025 – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Syahamah sukses menyelenggarakan Seminar Ulumul Hadis selama dua hari, 10–11 Mei 2025. Seminar ini menghadirkan ulama internasional, Prof. Dr. Syeikh Omar Kalash al Husainy, Wakil Rektor Innovative University College Malaysia. Kegiatan bertema “Pengarusutamaan Kajian Aswaja dalam Pembentukan Paradigma Aqidah Washatiyah” ini dilaksanakan di Masjid Al Ijtimai FISH dan Gedung Bung Hatta UNJ. Seminar ini dihadiri oleh Dr. Khairil Ikhsan Siregar, MA, selaku pengampu mata kuliah Ulumul Hadis, serta lebih dari 250 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum. Dalam kuliah umum ini, Syeikh Omar mengkaji secara intensif 40 hadis pilihan seputar iman, aqidah, sifat-sifat Allah, hingga pembahasan mengenai tawasul dan amalan dalam Islam. Penuturan Syeikh Omar yang jelas dan sistematis dinilai mampu memberikan pencerahan mendalam bagi peserta. Berbagai kesan positif datang dari para peserta seminar. Seorang mahasiswa menyampaikan, “Masya Allah, kegiatannya sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya mengenai ilmu hadis secara lebih dalam. Terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah mempersiapkan acara dengan sebaik-baiknya.” Peserta lainnya mengungkapkan kekaguman atas isi materi yang disampaikan: “Materinya keren banget, daging semua isinya. Walau jadwalnya padat, tapi pembahasannya bikin penasaran, jadi nggak terasa padatnya.” Seminar ini juga memberikan pengalaman yang menginspirasi, seperti kisah seorang ibu yang tetap mencatat materi sambil menggendong anaknya yang tertidur. “Masya Allah, saya kagum melihat semangat ibu tersebut dalam menuntut ilmu. Seminar ini sangat berkesan, apalagi bisa menghatamkan 40 hadis bersama Syekh Omar,” ujar salah satu peserta. Tak hanya ilmu, peserta juga merasakan kenyamanan layanan dan konsumsi yang diberikan panitia. Beberapa peserta menyebutkan, “Dapat snack dan makan siang yang enak dan ngenyangin,” dan bahkan merasa bahagia karena “dapat doorprize buku yang keren banget.” Meskipun sebagian peserta tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian acara, mereka tetap mengapresiasi kesempatan yang diberikan. “Hari pertama saya ikut, tapi hari kedua sakit. Tapi tetap senang karena banyak manfaat dan ilmu baru yang saya dapatkan,” kata seorang peserta. Dengan antusiasme dan semangat keilmuan yang tinggi, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman peserta terhadap ilmu hadis, tetapi juga mengukuhkan pentingnya aqidah wasathiyah (moderat) dalam kehidupan keagamaan umat Islam saat ini. Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut dan semakin terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, guna memperkuat literasi keislaman yang mendalam dan toleran di tengah keberagaman umat. Editor : WPS