FISH UNJ PERKUAT SINERGI UNIVERSITAS DALAM PENGEMBANGAN SDM UNGGUL DI KABUPATEN MAPPI

Mappi, 1 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) memperkuat kontribusinya dalam mendukung pemerataan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan FISH UNJ dalam delegasi universitas yang mengawal implementasi program peningkatan kompetensi 1.000 guru dan Program 1.000 Sarjana Mappi.

Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Universitas Negeri Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Mappi. Melalui kolaborasi lintas fakultas dan unit kerja, UNJ berupaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sekaligus memperluas kesempatan bagi putra-putri terbaik Mappi untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas.

Keterlibatan FISH UNJ dalam program ini ditunjukkan melalui kehadiran Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., dan dosen Program Studi Usaha Jasa Pariwisata FISH UNJ, Lala Siti Sahara, M.Si., dalam kunjungan delegasi UNJ ke Kabupaten Mappi pada 28 Juni hingga 2 Juli 2026. Partisipasi tersebut menegaskan peran FISH UNJ dalam menghadirkan pendekatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemanusiaan, pemberdayaan, serta pemahaman terhadap karakter sosial dan budaya masyarakat setempat.

Delegasi UNJ dipimpin oleh perwakilan tiga organ utama universitas, yakni Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik Universitas (SAU), dan organ Rektor. MWA diwakili oleh Sekretaris MWA, Prof. Hapidin; SAU diwakili oleh Ketua Komisi Pendidikan SAU, Prof. C. Rudy Prihantono; sedangkan organ Rektor diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar.

Kunjungan tersebut turut diikuti oleh sejumlah pimpinan fakultas dan unit kerja di lingkungan UNJ, yaitu Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Prof. Nofi Marlina Siregar; Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Aip Badrujaman; Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Syamsi Setiadi; Dekan Fakultas Psikologi, Gugum Gumelar Fajar Rakhman; Direktur Kerja Sama dan Bisnis, Rahmat Darmawan; Kepala Humas dan Informasi Publik, Syaifudin; serta Protokoler UNJ, Alan Supriyadi.

Sinergi antarfakultas dan tiga organ universitas tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan di Mappi tidak ditempatkan sekadar sebagai agenda kerja sama kelembagaan. Program ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial UNJ sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Bagi FISH UNJ, keterlibatan dalam program di Mappi memiliki arti strategis karena pengembangan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pemahaman terhadap kondisi sosial, budaya, hukum, dan kebutuhan masyarakat. Perspektif ilmu sosial menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap program pendidikan tidak hanya tepat secara akademik, tetapi juga relevan dengan konteks kehidupan masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

Kehadiran Lala Siti Sahara, M.Si., yang telah memiliki pengalaman panjang dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah Papua, turut memperkuat pendekatan kontekstual dalam pelaksanaan program. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membangun komunikasi yang setara, mengenali pengetahuan lokal, dan memastikan agar kegiatan pendampingan dilakukan dengan menghormati karakter serta kebutuhan masyarakat Mappi.

Kunjungan awal delegasi UNJ bersifat simbolis dan akan dilanjutkan melalui dua gelombang keberangkatan akademisi. Gelombang pertama dijadwalkan tiba pada 1 Juli 2026 dengan melibatkan sekitar 30 peserta, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan hadir pada 4 Juli 2026 dengan melibatkan 15 peserta.

Para akademisi lintas fakultas tersebut akan berkontribusi dalam pelaksanaan pelatihan peningkatan kompetensi guru, pendampingan akademik, serta proses seleksi dan pembinaan calon mahasiswa Program 1.000 Sarjana Mappi. Keterlibatan berbagai disiplin ilmu diharapkan dapat menghasilkan program yang komprehensif dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan pendidikan di Kabupaten Mappi.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkelanjutan.

“Program peningkatan kompetensi 1.000 guru dan Program 1.000 Sarjana merupakan investasi jangka panjang bagi Kabupaten Mappi. UNJ tidak hanya ingin menghadirkan pendidikan tinggi, tetapi juga membangun kapasitas guru sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas. Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Mappi,” ujar Prof. Ifan.

Sekretaris MWA UNJ, Prof. Hapidin, menegaskan bahwa keterlibatan MWA merupakan bentuk dukungan terhadap arah kebijakan universitas yang berorientasi pada kemanfaatan sosial dan pembangunan nasional.

“MWA mendukung penuh berbagai kebijakan strategis universitas yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Program di Mappi merupakan contoh bagaimana tata kelola universitas dapat menghasilkan dampak sosial melalui pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ungkap Prof. Hapidin.

Sementara itu, Ketua Komisi Pendidikan SAU, Prof. C. Rudy Prihantono, menekankan pentingnya menjaga mutu akademik dalam seluruh tahapan pelaksanaan program, baik pada pelatihan guru maupun penyelenggaraan Program 1.000 Sarjana.

“Senat Akademik Universitas memastikan bahwa seluruh proses akademik, baik pelatihan guru maupun Program 1.000 Sarjana, dilaksanakan sesuai standar mutu pendidikan tinggi. Dengan demikian, manfaat yang diterima masyarakat tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menghasilkan lulusan dan tenaga pendidik yang kompeten serta berdaya saing,” jelas Prof. Rudy.

Melalui keterlibatan aktif dalam program tersebut, FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang berpijak pada riset, kolaborasi, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial budaya. Kontribusi FISH UNJ juga memperlihatkan bahwa ilmu sosial dan hukum memiliki peran penting dalam membangun program pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi antara tiga organ universitas, pemerintah daerah, fakultas, serta unit kerja di lingkungan UNJ diharapkan dapat menjadikan Program 1.000 Guru dan Program 1.000 Sarjana sebagai model kemitraan pendidikan yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga untuk melahirkan tenaga pendidik dan generasi muda Mappi yang mampu menjadi penggerak pembangunan daerah.

Keterlibatan FISH UNJ dalam sinergi tersebut sekaligus memperkuat identitas fakultas sebagai institusi akademik yang hadir di tengah masyarakat, mengembangkan keilmuan yang berdampak, serta berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.

Share this article

© 2025 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum – Universitas Negeri Jakarta