Jakarta, 30 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan The Eurasia International Course 2026 – Session 1 dengan tema “Digital Divide and Accessibility Issues in Educational Problems”. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum dari Universitas Pendidikan Ganesha sebagai narasumber utama yang membahas isu kesenjangan digital serta tantangan aksesibilitas dalam pendidikan, sekaligus menyoroti pentingnya keadilan akses di era digital. Acara yang berlangsung di Ruang Serba Guna, Gedung K FISH UNJ ini dimulai pada pukul 12.58 WIB ini dihadiri peserta yang terdiri dari mahasiswa dan sivitas akademika mengikuti kegiatan sebagai bagian dari penguatan wawasan terkait perkembangan teknologi dan dampaknya dalam kehidupan sosial. Memasuki sesi utama, Prof. Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum memaparkan materi mengenai peran teknologi dalam pendidikan. Teknologi dinilai mampu mempermudah akses informasi dan mendukung proses pembelajaran. Namun, masih terdapat kesenjangan akses serta perbedaan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi di berbagai kelompok masyarakat. Pembahasan juga menyoroti relasi gender dalam teknologi. Perempuan masih menghadapi berbagai hambatan, baik dari segi akses maupun stereotip yang berkembang. Laki-laki lebih sering diasosiasikan dengan inovasi dan penguasaan teknologi, sementara perempuan dianggap kurang terlibat. Pandangan ini muncul dari konstruksi sosial yang terus berulang dalam kehidupan sehari-hari. “Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga menjadi bagian dari relasi kuasa yang membentuk cara pandang dan posisi seseorang dalam masyarakat,” ujar Ibu Prof. Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum. Selain itu, narasumber menjelaskan bahwa teknologi memiliki dua sisi. Dampak positif terlihat dari kemudahan komunikasi dan akses informasi. Dampak negatif muncul dalam bentuk bias gender, ketimpangan akses, serta dominasi kelompok tertentu dalam pemanfaatan teknologi. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang melibatkan peserta secara aktif. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait pengaruh teknologi terhadap pemahaman gender di kalangan generasi muda serta peran pendidikan dalam membangun kesadaran kritis. Diskusi ini menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara teknologi, gender, dan pendidikan. Sesi dokumentasi bersama antara narasumber, panitia, dan peserta menjadi penutup kegiatan hari ini. Melalui penyelenggaraan The Eurasia International Course 2026, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai kesenjangan digital, aksesibilitas pendidikan, serta mendorong terciptanya pemanfaatan teknologi yang lebih adil dan inklusif. Kegiatan kemudian ditutup dengan closing remarks pada pukul 15.08 WIB yang merangkum poin-poin penting dari pemaparan materi serta diskusi yang telah berlangsung. Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara menyerahkan sertifikat kepada narasumber atas kontribusinya dalam berbagi pengetahuan kepada peserta. Penulis: QJY Editor : TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (37) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (27) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (36) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Borong Gelar Terfavorit dan Terketat, FISH UNJ Jadi Fakultas Paling Diburu di SNBT 2025
JAKARTA – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) membuktikan diri sebagai “rumah” bagi program studi paling prestisius di lingkungan universitas. Berdasarkan data hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 yang dirilis oleh Admisi UNJ, tiga program studi unggulan FISH berhasil mendominasi daftar 10 besar prodi terfavorit dan terketat di UNJ. Dominasi di Daftar Terfavorit Dua program studi dari FISH mencatatkan angka peminat yang luar biasa dan menempatkan posisi elit pilihan calon mahasiswa: D4 Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital memuncaki daftar sebagai prodi nomor 1 paling favorit di seluruh UNJ dengan total 4.684 pendaftar. S1 Ilmu Komunikasi menyusul di peringkat ke-4 dengan meraih 2.780 pendaftar. Tingginya antusiasme menunjukkan bahwa rumpun ilmu komunikasi di bawah naungan FISH merupakan bidang yang sangat diminati oleh generasi muda saat ini. Tingkat Persaingan Paling Kompetitif Tidak hanya unggul dalam jumlah peminat, program studi di FISH juga menjadi yang paling sulit ditembus karena tingkat keketatannya yang sangat tinggi: S1 Ilmu Komunikasi menyabet gelar sebagai prodi terketat nomor 1 di UNJ dengan persentase hanya 0,86%. Artinya, rasio kelulusannya tidak sampai 1 orang dari 100 pendaftar. D4 Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital berada di posisi kedua terketat dengan angka 0,96%. S1 Ilmu Hukum melengkapi prestasi fakultas dengan masuk dalam jajaran 10 besar prodi terketat di posisi ke-9, dengan tingkat keketatan 1,93%. Pencapaian luar biasa dari ketiga prodi ini (S1 Ilmu Komunikasi, D4 Humas & Komunikasi Digital, serta S1 Ilmu Hukum) mempertegas posisi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum sebagai pusat keunggulan akademik yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Keberhasilan program studi di FISH mendominasi daftar terfavorit dan terketat sekaligus mencerminkan standar kualitas pendidikan yang tinggi, sehingga menjadikannya magnet utama bagi calon mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (36) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (26) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (36) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Sambut Mahasiswa Program SEA Teacher dari Filipina
JAKARTA – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar agenda penyambutan resmi bagi para mahasiswa peserta program SEA Teacher yang ditempatkan di Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS). Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat di Gedung K FISH UNJ. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pertukaran guru di Asia Tenggara (SEA Teacher) yang bertujuan untuk mempererat kolaborasi pendidikan antarnegara. Pertemuan yang diadakan di Ruang 212 Lantai 2 Gedung K tersebut dimaksudkan sebagai ajang perkenalan sekaligus pemberian sambutan resmi sebelum para peserta memulai kegiatan utama mereka di lingkungan kampus. Kehadiran Delegasi Internasional Terdapat dua mahasiswa asal Filipina yang menjadi tamu utama dalam program kali ini, yaitu: Ayessa Mae Tumabotabo dari West Visayas State University. Vea Grace Baconguis dari Xavier University. Acara penyambutan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FISH UNJ, di antaranya: Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. (Dekan FISH). Dr. Kurniawati, M.Si. (Wakil Dekan I). Dr. Aris Munandar, M.Si. (Wakil Dekan II). Prof. Dr. Desy Safitri, M.Si. (Koordinator Program Studi S1 Pendidikan IPS) Nandi Kurniawan, M.Pd (Dosen Program Studi S1 Pendidikan IPS). Kehadiran lengkap jajaran pimpinan ini menunjukkan komitmen FISH UNJ dalam mendukung internasionalisasi program studi, khususnya dalam mencetak tenaga pendidik yang memiliki wawasan global melalui kolaborasi dengan universitas-universitas di Asia Tenggara. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (36) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (26) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (36) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
UNJ EURASIA 2026 ADVANCES THE INTERNATIONALIZATION OF FISH UNJ THROUGH DISCUSSIONS ON DIGITAL TECHNOLOGY FRAMEWORKS IN DIGITAL SOCIOLOGY
Jakarta, 9 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan The Eurasia International Course 2026 – Session 2 dengan tema “Theoretical Framework in Digital Sociology.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. Rusfadia Saktiyanti Jahja, M.Si., Koordinator Program Studi Sosiologi UNJ, sebagai narasumber utama yang membahas berbagai perspektif teoritis untuk memahami bagaimana teknologi digital membentuk interaksi sosial, identitas, serta dinamika masyarakat kontemporer. Dalam pemaparannya, Dr. Rusfadia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar pada cara masyarakat berinteraksi, berkomunikasi, serta membangun relasi sosial. Oleh karena itu, kajian sosiologi digital menjadi penting untuk memahami dampak teknologi terhadap kehidupan sosial secara lebih mendalam. Menurutnya, sosiologi digital tidak hanya mempelajari penggunaan teknologi, tetapi juga menelaah bagaimana teknologi memengaruhi struktur sosial, pola komunikasi, hingga pembentukan identitas individu di ruang digital. Dr. Rusfadia menekankan beberapa alasan penting mengapa sosiologi digital perlu dipelajari. Pertama, untuk memahami dampak teknologi terhadap masyarakat secara luas. Kedua, untuk mengkaji perubahan pola interaksi sosial dan ruang sosial yang kini banyak terjadi di dunia digital. Ketiga, untuk mempelajari fenomena-fenomena baru yang muncul di ruang digital seperti hoaks, perundungan siber (cyber bullying), dan kejahatan siber (cybercrime). Keempat, kajian ini juga penting dalam proses perumusan kebijakan publik agar mampu merespons perubahan sosial yang dipicu oleh perkembangan teknologi. Selain membahas urgensi sosiologi digital, Rusfadia juga menguraikan berbagai perubahan struktural yang terjadi dalam masyarakat digital. Salah satu perubahan yang paling terlihat terjadi pada institusi keluarga. Menurutnya, teknologi digital telah mempermudah komunikasi dalam keluarga, terutama melalui penggunaan video call dan pesan instan yang memungkinkan anggota keluarga tetap berinteraksi meskipun berada di lokasi yang berjauhan. Perubahan serupa juga terjadi dalam dunia kerja. Rusfadia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi telah memungkinkan munculnya sistem kerja jarak jauh atau remote work, yang mengubah dinamika kerja konvensional. Pekerja kini tidak selalu harus hadir secara fisik di kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya. Selain itu, perkembangan platform digital juga melahirkan fenomena gig economy, yaitu sistem ekonomi berbasis proyek atau pekerjaan sementara yang difasilitasi oleh platform digital. Dalam sistem ini, individu dapat mengambil pekerjaan jangka pendek tanpa harus terikat dalam hubungan kerja tetap. Dalam kajian sosiologi digital, Rusfadia juga menyoroti beberapa konsep penting yang menjadi fokus penelitian. Salah satunya adalah isu akses terhadap informasi. Ia menjelaskan bahwa kemiskinan informasi tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan perangkat teknologi, tetapi juga terkait dengan kemampuan individu dalam mengakses, memproses, dan memanfaatkan informasi secara efektif. Konsep lain yang dibahas adalah public sphere atau ruang publik digital. Dalam konteks ini, Rusfadia mengutip pemikiran sosiolog Colin Sparks yang menekankan dua unsur penting dalam ruang publik, yaitu adanya jaminan akses bagi seluruh warga serta hak masyarakat untuk bernegosiasi dan berpartisipasi secara bebas dalam diskursus publik. Di akhir pemaparannya, Rusfadia menyoroti pentingnya analisis big data dalam penelitian sosial kontemporer. Big data umumnya dipahami sebagai kumpulan data dalam jumlah besar yang memiliki karakteristik beragam, kompleks, dan sering kali tidak terstruktur. Metode analisis big data awalnya berkembang dalam ilmu pengetahuan alam, namun kini telah banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti bisnis, industri permainan video, hingga ilmu sosial. Kegiatan The Eurasia International Course 2026 – Session 2 ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mahasiswa dan akademisi mengenai perkembangan sosiologi digital serta implikasinya terhadap kehidupan sosial di era teknologi. Selain itu, diskusi yang berlangsung juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai bagaimana ilmu sosial dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang terus berkembang. [] Penulis: AF, GS, SS Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (35) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (25) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (36) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Strengthens Strategies for Achieving Impactful KPIs through Faculty Audience Forum
Jakarta, 5 Maret 2026 — Kegiatan audiensi Indikator Kinerja Utama (IKU) Berdampak Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum tahun 2026, telah dilakukan bersama dekanat di Ruang 212, Gedung K FISH UNJ. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya fakultas dalam memahami serta mengoptimalkan penerapan IKU sebagai tolak ukur keberhasilan kinerja di tingkat fakultas. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya pemahaman bersama mengenai IKU sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kinerja akademik dan institusi di lingkungan fakultas. Dalam kegiatan tersebut, pemaparan materi mengenai Indikator Kinerja Utama disampaikan oleh Prof. Dr Umiatin, M.Si dan Erika Takidah, SE, AK., M.Si., CA, Ph.D. Keduanya menjelaskan berbagai indikator yang menjadi dasar penilaian kinerja perguruan tinggi serta bagaimana implementasi IKU dapat diterapkan secara optimal di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan instrumen yang digunakan oleh perguruan tinggi untuk mengukur capaian kinerja dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, pembahasan mengenai IKU menjadi penting karena berkaitan langsung dengan upaya peningkatan kualitas akademik, pengembangan penelitian, serta kontribusi nyata fakultas kepada masyarakat. Melalui pembahasan ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum berupaya memperkuat pemahaman mengenai indikator-indikator yang menjadi penilaian kinerja perguruan tinggi, sekaligus menyesuaikan berbagai program dan kegiatan yang ada di lingkungan fakultas agar sejalan dengan target capaian IKU. Hal ini diharapkan dapat mendorong setiap program studi, unit kerja, serta seluruh civitas akademika di lingkungan FISH untuk berperan aktif dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kinerja institusi. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi untuk mengevaluasi berbagai langkah yang telah dilakukan serta merumuskan strategi yang dapat mendukung pencapaian target IKU di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Dengan adanya pembahasan ini, diharapkan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta dapat terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kepada masyarakat (NR & GS). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (34) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (24) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (36) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
UNJ Eurasia 2026 Advances FISH UNJ’s Internationalization Through Discussions on AI and Southeast Asia’s Creative Industries
Jakarta, 2 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan The Eurasia International Course 2026 – Session 1 dengan tema “Information Society, Artificial Intelligence, and Creative Industries in Southeast Asia”. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Asawin Nedpogaeo, Ph.D. dari National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand, sebagai narasumber utama yang membahas perkembangan masyarakat informasi serta peran kecerdasan buatan dalam industri kreatif di kawasan Asia Tenggara. Acara yang berlangsung di Ruang Serba Guna, Gedung K FISH UNJ ini dimulai pada pukul 12.45 WIB dengan sesi registrasi peserta sekaligus pengecekan teknis. Peserta yang terdiri dari mahasiswa dan sivitas akademika mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperluas wawasan mengenai transformasi digital dan dampaknya terhadap perkembangan industri kreatif di era teknologi. Memasuki pukul 13.00 WIB, kegiatan resmi dibuka oleh pembawa acara yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak penyelenggara atau perwakilan departemen pada pukul 13.05 WIB. Dalam sambutannya, penyelenggara menyampaikan pentingnya kolaborasi akademik internasional dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, khususnya terkait pemanfaatan kecerdasan buatan di berbagai sektor. Sesi utama berupa public lecture oleh Assoc. Prof. Asawin Nedpogaeo yang berlangsung mulai pukul 13.10 hingga 13.55 WIB. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana konsep information society berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital serta bagaimana kecerdasan buatan mulai memainkan peran strategis dalam mendorong inovasi di sektor industri kreatif. Ia juga menyoroti peluang dan tantangan yang dihadapi negara-negara di Asia Tenggara dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan panel discussion atau diskusi terarah pada pukul 13.55 hingga 14.25 WIB. Pada sesi ini, berbagai pandangan dan perspektif mengenai pemanfaatan teknologi digital serta implikasinya terhadap ekonomi kreatif dibahas secara lebih mendalam. Diskusi ini menjadi ruang bagi peserta untuk memahami isu tersebut dari sudut pandang akademik maupun praktik. Interaksi dengan peserta semakin aktif pada sesi tanya jawab yang berlangsung pukul 14.25 hingga 14.50 WIB. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, serta peluang pengembangan industri kreatif di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan kemudian ditutup dengan closing remarks pada pukul 14.50 WIB yang merangkum poin-poin penting dari diskusi yang telah berlangsung. Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara juga menyerahkan sertifikat kepada narasumber atas kontribusinya dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada peserta. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan panel discussion atau diskusi terarah pada pukul 13.55 hingga 14.25 WIB. Pada sesi ini, berbagai pandangan dan perspektif mengenai pemanfaatan teknologi digital serta implikasinya terhadap ekonomi kreatif dibahas secara lebih mendalam. Diskusi ini menjadi ruang bagi peserta untuk memahami isu tersebut dari sudut pandang akademik maupun praktik. Interaksi dengan peserta semakin aktif pada sesi tanya jawab yang berlangsung pukul 14.25 hingga 14.50 WIB. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, serta peluang pengembangan industri kreatif di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan kemudian ditutup dengan closing remarks pada pukul 14.50 WIB yang merangkum poin-poin penting dari diskusi yang telah berlangsung. Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara juga menyerahkan sertifikat kepada narasumber atas kontribusinya dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada peserta. Sesi dokumentasi bersama antara narasumber, panitia, dan peserta kegiatan menjadi penutup kegiatan hari ini. Melalui penyelenggaraan The Eurasia International Course 2026, FISH UNJ berharap dapat memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mendorong peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan teknologi, masyarakat informasi, dan peluang industri kreatif di tingkat regional maupun global. Penulis: JRPS, BMF, LM Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (34) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (24) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (37) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (35) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ and NIDA Thailand Strengthen International Collaboration through the Signing of a Memorandum of Agreement (MoA)
Jakarta, 2 Maret 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Focus Group Discussion (FGD) kerja sama internasional bersama National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand, sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung K FISH UNJ Lantai 2, Ruang 212, yang menjadikan forum dialog produktif untuk merumuskan arah kemitraan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan daya saing global. Kegiatan dihadiri langsung oleh Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., serta Associate Professor sekaligus Dekan Graduate School of Communication Arts Management and Innovation dari National Institute of Development Administration (NIDA) Thailand, Asawin Nedpogaeo, Ph.D. Turut hadir jajaran Wakil Dekan FISH UNJ, Ketua dan Sekretaris Senat Akademik FISH, serta para Koordinator Program Studi. Kegiatan dibuka oleh Duta FISH UNJ dan dilanjutkan dengan sambutan Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., selaku Dekan FISH, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi NIDA Thailand sekaligus menegaskan pentingnya memperluas jejaring akademik internasional sebagai bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi. Dalam sambutannya, dekan FISH UNJ juga menegaskan komitmen fakultas untuk membangun kerja sama jangka panjang yang berkelanjutan. “We really would like to have a long-term cooperation with your university, particularly in research, teaching, and community services. We hope this discussion will open opportunities for academic exchange, involving our staff and students in international programs at your institution,” ujarnya. Memasuki agenda berikutnya, FISH UNJ memaparkan profil fakultas yang mencakup visi, program studi, capaian akademik, serta berbagai program yang telah dan akan dikembangkan. Pemaparan ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi kerja sama yang dapat dijajaki kedua institusi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara jajaran pimpinan dan perwakilan program studi dari kedua institusi. Diskusi membahas peluang kolaborasi konkret, mencakup kerja sama dalam bidang pendidikan, riset, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. Dalam paparannya, Prof. Asawin menyampaikan bahwa NIDA membuka peluang bagi lulusan FISH UNJ, khususnya dari Program Studi Ilmu Komunikasi, untuk melanjutkan studi magister di Thailand. Ia menegaskan bahwa NIDA memiliki program internasional berbahasa Inggris yang dirancang untuk menjangkau mahasiswa dari berbagai negara. Menurutnya, bidang komunikasi di Thailand telah berkembang pesat selama lebih dari empat dekade, seiring dengan pertumbuhan industri media. Dalam 15 tahun terakhir, NIDA melakukan transformasi kurikulum dengan memasukkan aspek inovasi dan teknologi digital ke dalam studi komunikasi. “Communication in Thailand has been popular for more than 40 years. But today, we move forward with innovation and digital integration, digital marketing, data analytics, big data, and AI. Communication is no longer only about traditional media, but also about virtual and digital transformation,” jelasnya. Diskusi tersebut juga menyinggung peluang pemberian beasiswa bagi mahasiswa internasional serta kemungkinan kerja sama penelitian tematik dalam bidang komunikasi, media digital, dan isu-isu sosial kontemporer. Hal ini disambut antusias oleh para Koordinator Program Studi yang melihat potensi besar kolaborasi lintas negara dalam penguatan kapasitas akademik dan internasionalisasi kurikulum. Dalam rangkaian kegiatan ini, kedua institusi juga melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai payung hukum kerja sama yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat komitmen kolaborasi jangka panjang antara Universitas Negeri Jakarta melalui FISH UNJ dan NIDA Thailand. Assoc. Prof. Asawin Nedpogaeo, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari FISH UNJ serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara di kawasan Asia. “I am glad to be here. Collaboration is very significant for us. In Thailand, we believe that strong academic communication and international partnerships are essential, otherwise institutions will be left behind. That is why this year we emphasize special collaborations like this,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa NIDA memiliki struktur pendidikan yang kuat, dengan penekanan pada riset dan tahapan akademik yang sistematis, di mana mahasiswa menyelesaikan sejumlah mata kuliah inti sebelum memasuki fase penelitian. Menurutnya, model tersebut membuka peluang besar untuk kolaborasi riset bersama dan pertukaran akademik antar institusi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kemitraan yang telah terjalin, sekaligus penegasan komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti hasil diskusi dalam program-program kolaboratif yang konkret dan berkelanjutan. Sebagai mitra strategis, National Institute of Development Administration (NIDA) merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Thailand yang berfokus pada bidang administrasi publik, kebijakan, pembangunan, dan ilmu sosial. Berdasarkan SCImago Institutions Rankings (SIR) 2025, NIDA secara konsisten menempati posisi 10 besar nasional di Thailand. SCImago Institutions Rankings merupakan sistem pemeringkatan global yang disusun berdasarkan kinerja publikasi ilmiah, tingkat sitasi, serta dampak penelitian yang terindeks dalam basis data Elsevier Scopus. Capaian tersebut menunjukkan bahwa NIDA memiliki reputasi akademik yang kuat serta kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global. Kolaborasi ini sekaligus menegaskan komitmen FISH UNJ untuk bermitra dengan institusi bereputasi internasional dalam rangka meningkatkan daya saing dan eksposur global sivitas akademika. Penulis: MARL, HH, & JAH Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (23) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (37) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (35) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Hosts the International Doctoral Research Conference ICGSB 2026
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan internasionalisasi akademik melalui penyelenggaraan 1st International Conference & Doctoral Research Presentation (ICGSB 2026). Konferensi ini menjadi momentum penting sebagai Doctoral Research Conference yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa doktoral, serta praktisi lintas sektor dalam satu forum ilmiah berskala internasional. ICGSB 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi antara Philippine Women’s University (PWU) dan FISH UNJ, dengan dukungan sejumlah perguruan tinggi mitra seperti Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Universitas Ibn Khaldun Bogor, serta Universitas Muhammadiyah Cirebon. Kolaborasi lintas institusi dan lintas negara ini memperkuat posisi FISH UNJ dalam jejaring akademik regional dan global. Mengusung tema besar: “Global Social & Business Transformation: Innovation, Sustainability, and Strategic Leadership in the Digital Era”, konferensi ini dirancang sebagai ruang diskusi strategis untuk membahas transformasi sosial dan bisnis di era digital yang semakin kompleks, dinamis, dan berbasis inovasi berkelanjutan. ICGSB 2026 akan diselenggarakan secara hybrid (on-site & online) pada: 📅 Important Dates Conference Date: 16–18 April 2026 Full Article Submission Deadline: 2 Maret 2026 Notification of Acceptance: 30 Maret 2026 Early Bird Registration: 20 Januari – 15 Februari 2026 – Platform Internasional untuk Doctoral Research Conference Sebagai sebuah Doctoral Research Conference, ICGSB 2026 memberikan ruang khusus bagi mahasiswa doktoral untuk mempresentasikan riset disertasi, mendapatkan masukan akademik, serta membangun jejaring internasional. Tidak hanya berfungsi sebagai forum presentasi, konferensi ini juga menjadi wadah penguatan budaya riset dan kolaborasi lintas disiplin. Konferensi ini menghadirkan pembicara terkemuka dari berbagai institusi nasional dan internasional, di antaranya: Welcoming Speech: Firdaus Wajdi, Ph.D – Dean of Faculty of Social Sciences and Law, Universitas Negeri Jakarta Keynote Speakers: Prof. Dr. Felina C. Young, DBA – Chancellor, Philippine Women’s University Prof. Dr. Komarudin, M.Si. – Rektor Universitas Negeri Jakarta Invited Speakers: Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd – Head of LLDIKTI Region V Prof. Nina Yulianti, S.P., M.Si., Ph.D. – Education and Cultural Attaché, Embassy of the Republic of Indonesia in the Philippines Dr. Shirley C. Agrupis, Ph.D. – Chairperson, Commission on Higher Education (CHED), Philippines Prof. Emer. Dr. Barjoyai Bardai – MUST, Malaysia Speaker: Nozomi Kawarazuka – International Potato Center (CIP), CGIAR Dengan komposisi pembicara yang melibatkan akademisi, regulator pendidikan tinggi, hingga peneliti internasional, ICGSB 2026 menawarkan perspektif komprehensif dalam membahas inovasi, keberlanjutan, kepemimpinan strategis, serta dinamika ekonomi global. Sub-Themes dan Kesempatan Kolaborasi Global ICGSB 2026 membuka ruang kontribusi dalam berbagai sub-tema strategis, antara lain: Sustainable Business Models & Green Innovation Digital Transformation & Competitive Advantage Strategic Leadership in Uncertain Environments Entrepreneurship, Innovation Ecosystems & Emerging Markets Global Finance, Risk Management & Future Trends Social & Humanities Perspectives in Business Education: Development and Innovation Konferensi ini terbuka bagi: Mahasiswa doktoral (doctoral student presenters) Dosen dan peneliti Praktisi industri Institusi pemerintah dan lembaga riset Melalui penyelenggaraan Doctoral Research Conference ini, FISH UNJ menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif, inovatif, serta berorientasi global. ICGSB 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum ilmiah tahunan, tetapi juga menjadi platform strategis untuk memperkuat reputasi internasional FISH UNJ dalam bidang sosial, bisnis, dan kepemimpinan di era digital. Bagi sivitas akademika dan peneliti yang berminat berpartisipasi, pendaftaran dan pengiriman naskah dapat dilakukan melalui tautan berikut: 🔗 Submission Link: https://forms.gle/Ks2GNKDiRR4XLGeL8 Informasi lengkap juga tersedia di: 🌐 https://icgsb.mywebs.id Mari ambil bagian dalam Doctoral Research Conference ICGSB 2026 dan berkontribusi dalam membangun transformasi sosial dan bisnis yang berkelanjutan di tingkat global. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (23) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (36) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (34) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
UNJ Eurasia 2026 sebagai Tonggak Internasionalisasi FISH UNJ Menuju Fakultas Berkelas Dunia
UNJ Eurasia 2026 menegaskan komitmen FISH UNJ untuk tidak sekadar mengikuti arus transformasi global, melainkan turut membentuk arah percakapan akademik internasional tentang kecerdasan buatan, digitalisasi, serta masa depan masyarakat. Kolaborasi lintas negara melalui Eurasia Lecturer Series 2026 membuktikan bahwa visi menjadi fakultas berkelas dunia yang unggul, kompetitif, serta berkarakter diwujudkan melalui jejaring nyata, dialog ilmiah kritis, serta kontribusi pada pencapaian SDGs. Forum ini memperlihatkan bahwa pendidikan ilmu sosial serta hukum memiliki peran strategis memastikan transformasi teknologi tetap berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, serta keberlanjutan global. UNJ Eurasia 2026: Kolaborasi Global Menjawab Tantangan Transformasi Digital Program Eurasia Lecturer Series 2026 menjadi momentum strategis bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) dalam memperkuat jejaring akademik lintas kawasan Asia–Eropa. Kolaborasi antara Eurasia Foundation (from Asia) bersama FISH UNJ menghadirkan forum intelektual berskala internasional bertajuk “Navigating the Uncertain Futures: Understanding the Transformative Impacts of Artificial Intelligence and Digitalization to Global Society.” Kegiatan ini berlangsung setiap Senin, 2 Maret hingga 22 Juni 2026, bertempat Ruang Serba Guna FISH UNJ serta disiarkan langsung melalui kanal resmi FISH UNJ. UNJ Eurasia 2026 menghadirkan akademisi ternama lintas negara seperti Thailand, Malaysia, Jepang, Australia, Italia, Korea, Taiwan, serta berbagai universitas terkemuka Indonesia. Kehadiran para profesor, associate professor, hingga praktisi kebijakan publik menghadirkan perspektif multidisipliner terkait kecerdasan buatan, transformasi digital, tata kelola global, pendidikan, komunikasi, hingga isu sosial kontemporer. Forum ini tidak sekadar ceramah akademik, melainkan ruang dialog reflektif guna memetakan masa depan masyarakat global yang semakin terdigitalisasi. Transformasi digital menghadirkan peluang sekaligus risiko. Perubahan lanskap kerja, redefinisi otoritas pengetahuan, krisis etika algoritmik, hingga disrupsi relasi sosial menjadi isu krusial abad ke-21. Melalui UNJ Eurasia 2026, diskursus akademik diarahkan bukan hanya pada aspek teknis AI, melainkan juga implikasi sosial, hukum, budaya, serta dimensi kemanusiaan. Pendekatan ini sejalan karakter FISH UNJ sebagai fakultas ilmu sosial serta hukum yang menempatkan manusia sebagai pusat transformasi. Kontribusi terhadap SDGs serta Penguatan Jejaring Akademik Global Keterkaitan UNJ Eurasia 2026 terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) tampak jelas pada beberapa tujuan utama. SDG 4 tentang Quality Education terefleksikan melalui akses pembelajaran internasional bagi mahasiswa serta dosen FISH UNJ. Interaksi langsung bersama akademisi mancanegara memperkaya wawasan global, meningkatkan literasi digital, serta mendorong kultur akademik berbasis riset kolaboratif. SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure tercermin pada diskusi inovasi teknologi serta transformasi institusi pendidikan menghadapi era AI. SDG 16 mengenai Peace, Justice and Strong Institutions hadir melalui pembahasan tata kelola digital, etika kecerdasan buatan, serta regulasi global. Komitmen tersebut menguatkan Visi FISH UNJ: menjadi fakultas berkelas dunia yang unggul, kompetitif, serta berkarakter dalam bidang pendidikan ilmu sosial, ilmu-ilmu sosial, serta ilmu hukum. Keunggulan akademik dibangun melalui transfer pengetahuan lintas negara. Daya saing diperkuat melalui jejaring internasional Eurasia Foundation. Karakter akademik dibentuk melalui diskusi etis mengenai dampak sosial teknologi. Forum ini juga menjadi langkah konkret internasionalisasi kampus. Publikasi bersama, peluang riset kolaboratif, mobilitas akademik, hingga penguatan reputasi institusi menjadi potensi turunan jangka panjang. Mahasiswa memperoleh kesempatan berdialog langsung bersama pakar global, membuka horizon berpikir kritis terkait masa depan pekerjaan, kebijakan publik, keamanan digital, serta transformasi komunikasi global. Keberadaan pembicara lintas disiplin menunjukkan bahwa isu AI bukan sekadar domain teknik, melainkan wilayah interdisipliner yang menyentuh hukum, kebijakan publik, komunikasi, budaya, pendidikan, serta pembangunan sosial. Perspektif Asia–Eropa memperkaya pendekatan Global South sekaligus membuka ruang refleksi kritis terhadap ketimpangan digital global. UNJ Eurasia 2026 menjadi simbol keberanian akademik FISH UNJ menavigasi masa depan tak pasti. Tantangan disrupsi teknologi tidak direspons secara reaktif, melainkan melalui forum ilmiah terstruktur berbasis dialog internasional. Strategi ini memperlihatkan komitmen nyata menuju fakultas berkelas dunia, bukan sekadar slogan, tetapi melalui praktik kolaboratif konkret. Arah masa depan pendidikan ilmu sosial tidak dapat dilepaskan dari transformasi digital. Forum Eurasia Lecturer Series 2026 memperlihatkan bahwa FISH UNJ menempatkan diri sebagai aktor aktif percakapan global. Jejaring Eurasia membuka ruang pembelajaran lintas budaya, lintas kebijakan, serta lintas perspektif. UNJ Eurasia 2026 bukan hanya agenda akademik semesteran. Program ini merupakan investasi reputasi, kualitas, serta visi global FISH UNJ menuju 2045. Upaya tersebut mempertegas posisi FISH UNJ sebagai pusat keilmuan sosial serta hukum yang adaptif, reflektif, serta berorientasi pada pembangunan berkelanjutan (NHI/ENP). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (8) Pengabdian (10) Pengajaran (23) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (36) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (34) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026 Dorong Inklusivitas lewat Tema “Melawan Stigma, Merangkul Toleransi”
Jakarta, 7 Februari 2026 – Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026 bertema “Melawan Stigma, Merangkul Toleransi” sukses digelar di Gedung Kisam Dji’un, Jakarta Timur, dengan dukungan sejumlah lembaga termasuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi komunitas marjinal untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan potensi seni mereka, sekaligus memperkuat pesan inklusivitas di ruang publik. Acara ini merupakan fase final dari rangkaian lomba seni yang meliputi lomba menari, lomba puisi, dan lomba mewarnai, serta ditutup dengan pertunjukan festival seni dari berbagai komunitas. Lomba tari dan puisi diselenggarakan di Panggung Auditorium, sementara lomba mewarnai berlangsung di Ruang Kaca yang masing-masing menjadi pusat aktivitas peserta sepanjang kegiatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, pengarahan lomba, perkenalan dewan juri, hingga sesi foto bersama. Acara ini juga turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan lembaga, antara lain Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur, Berkah Shadaya, S.STP., M.Si., Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Agata Bayu Saputra, S.STP, serta Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi, beserta jajaran undangan dan perwakilan lembaga mitra. Acara ini digagas oleh Dr. Shahibah Yuliani, S.Sos., M.Pd., yang juga merupakan dosen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini menjadi ruang ekspresi bagi komunitas marjinal untuk menyalurkan kreativitas mereka melalui berbagai cabang seni. “Acara Festival Seni Kaum Marjinal ini adalah ajang untuk berekspresi bagi teman-teman yang tentu saja mengungkapkan rasa kreativitasnya dalam bentuk tari, puisi, dan juga mewarnai,” ujarnya. Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur, Berkah Shadaya, S.STP., M.Si., yang menyampaikan bahwa saat menjabat, ia memiliki cita-cita untuk menghadirkan ruang bagi para seniman marjinal, khususnya mereka yang menggantungkan hidup dari seni jalanan. “Selama saya menjadi Kepala Suku Dinas Kebudayaan, memang ada cita-cita saya untuk membuat kegiatan yang mengajak saudara-saudara kita yang selama ini menjadikan seni sebagai mata pencaharian di jalanan.” Dengan itu, Ia menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026. Ia menyoroti bahwa istilah marjinal merepresentasikan kelompok masyarakat yang terpinggirkan, namun memiliki potensi besar untuk berkarya. “Mudah-mudahan dengan event seperti ini, saudara-saudara kita dari kaum marjinal bisa mendapatkan kepedulian dan perhatian dari kita semua,” ujarnya. Ia juga menambahkan harapan agar festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian, dukungan, dan pengakuan terhadap kreativitas kaum marjinal. Berbagai penampilan festival juga turut memeriahkan acara. Sejumlah pertunjukan yang tampil antara lain Angklung Cipinang Muara, Hadrah LKSA Al-Ma’un, Tarian Dinas Sosial Panti Sosial Bina Laras, Seniman Jalanan (Biola Violin Revolusi), Drama Musikal “7 Kebiasaan Anak Indonesia Sehat” oleh siswa SD Muhammadiyah 09 Plus, Hadrah Rusun Samawa, Angklung Seniman Cijantung Fahmi Senja, serta Teater Menong binaan Sanggar Sinar Batavia. Sementara pada sesi perlombaan, sejumlah finalis tampil dalam lomba baca puisi berjudul “Membaca Tanda Tanya” karya Taufik Ismail, serta penampilan kelompok tari dari Forum Komunikasi Anak Spesial Indonesia (FKSI) dengan membawakan lagu-lagu Betawi, seperti Ondel-Ondel, Kembang Jatoh, dan Kicir-Kicir. Sebanyak tujuh kelompok penari yang tampil, di antaranya Grup Harmony, Grup Kawan Peduli, Grup Lestari, Grup The Boys, Grup Cempaka, Grup Edelweiss, dan Grup Pelangi. Adapun pemenang lomba mewarnai diraih oleh Karin Tasya Selvia (Juara 1), Nanda (Juara 2), dan Siti Sanita (Juara 3). Pada lomba puisi, diraih oleh Abdul (Juara 1), disusul Alfridho Nugi Pratama (Juara 2) dan Azizah Salsabila (Juara 3). Sementara itu, lomba tari dimenangkan oleh Grup Pelangi (Juara 1), Grup The Boys (Juara 2), dan Grup Kawan Peduli (Juara 3). Melalui Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026, UNJ dan para mitra menegaskan komitmennya dalam melawan stigma, merangkul toleransi, serta membuka ruang partisipasi yang setara bagi komunitas marjinal. Penulis: GIC & NA Editor: NH TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (8) Pengabdian (10) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (36) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (34) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru