Jakarta, 9 Juni 2026 – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (IKOM UNJ) angkatan 2025 menyelenggarakan kegiatan pentas seni bertajuk “Rayantara 2026” pada Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang mengusung semangat keberagaman budaya ini berlangsung di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana, Kampus A UNJ, dengan menghadirkan berbagai penampilan seni dari mahasiswa. Rayantara 2026 merupakan kegiatan yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya melalui seni pertunjukan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai komunikasi antarbudaya yang menjadi bagian dari pembelajaran di Ilmu Komunikasi UNJ. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam memahami komunikasi antarbudaya melalui pertunjukan seni. Acara dibuka dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi UNJ, Dr. Dini Safitri, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan harapan agar kegiatan dapat berjalan sukses dan lancar serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FISH UNJ, Dr. Aris Munandar, M.Si., menyampaikan pentingnya memahami budaya masing-masing sebagai bagian dari komunikasi antarbudaya dalam masyarakat global. Melalui kegiatan ini, mahasiswa angkatan 2025 diharapkan mampu memahami keberagaman budaya antarnegara serta menjadi individu yang siap berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik di lingkungan global. Rayantara 2026 menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari seni tari, fashion show, drama musikal, hingga berbagai penampilan budaya yang merepresentasikan keberagaman. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui pembelajaran berbasis pengalaman serta penguatan nilai toleransi dan pemahaman lintas budaya. Acara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan penonton. Melalui Rayantara 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNJ angkatan 2025 menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media untuk mengenal, menghargai, serta membangun komunikasi lintas budaya (NA/AL/FISHMed 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (40) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (26) Program Unggulan (51) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Travel Business Study Program of FISH UNJ Holds The Drip Market, a Thrifting-Based Lifestyle Festival for Youth Creativity
Jakarta, 1 Juni 2026 — Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), menyelenggarakan The Drip Market, sebuah festival lifestyle kreatif yang mengangkat tren thrifting sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan bagi generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di Teater Terbuka Universitas Negeri Jakarta dengan menghadirkan konsep yang memadukan sustainable fashion, kuliner, hiburan, serta ruang ekspresi kreatif mahasiswa. Mengusung tema “Find Your Flow, Own Your Show”, The Drip Market menjadi wadah bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengekspresikan identitas, kreativitas, serta kepedulian terhadap isu konsumsi berkelanjutan. Festival ini diselenggarakan oleh mahasiswa semester 4 Program Studi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah Manajemen Event. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori penyelenggaraan acara di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam merancang, mengelola, mempromosikan, dan melaksanakan sebuah event secara profesional. Proses tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa di bidang perencanaan kegiatan, kerja sama tim, komunikasi publik, pengelolaan tenant, hingga pelayanan pengunjung. The Drip Market menghadirkan 16 tenant yang terdiri atas pelaku UMKM dan brand lokal dari kategori thrift fashion serta food and beverage. Kehadiran tenant tersebut tidak hanya memberikan variasi produk bagi pengunjung, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas. Melalui kolaborasi ini, kegiatan mahasiswa turut membuka ruang promosi bagi UMKM dan brand lokal untuk menjangkau pasar generasi muda. Tren thrifting yang diangkat dalam festival ini menjadi salah satu bentuk respons kreatif terhadap isu limbah tekstil dan pola konsumsi berlebihan. Dengan memilih, menggunakan kembali, dan mengolah gaya berpakaian melalui produk preloved, generasi muda diajak untuk melihat fashion bukan hanya sebagai tren, tetapi juga sebagai bagian dari kesadaran lingkungan dan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab. Selain bazar, The Drip Market juga menghadirkan berbagai program pendukung yang dirancang untuk menciptakan suasana festival yang interaktif, inklusif, dan menyenangkan. Beberapa di antaranya adalah kompetisi outfit serta permainan interaktif seperti Pin It Fast, Blind Box, Guess the Price, Trivia Quiz, dan Find Your Twin. Rangkaian aktivitas ini mendorong pengunjung untuk terlibat secara aktif, membangun interaksi sosial, serta merasakan pengalaman festival yang dekat dengan budaya anak muda. Penyelenggaraan The Drip Market juga selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan pembelajaran yang aplikatif, mendukung UMKM lokal, serta mengampanyekan praktik konsumsi yang lebih berkelanjutan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, kegiatan ini turut berkontribusi pada penguatan pembelajaran berbasis pengalaman di luar kelas, relevansi kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja, serta peningkatan kualitas pembelajaran melalui metode project-based learning. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari proses penyelenggaraan event, berinteraksi dengan mitra eksternal, dan mengasah keterampilan profesional yang relevan dengan industri pariwisata, event, dan ekonomi kreatif. Melalui The Drip Market, Prodi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat dikembangkan secara kreatif, kontekstual, dan berdampak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan ekspresi gaya hidup generasi muda, tetapi juga ruang pembelajaran yang menghubungkan mahasiswa dengan isu keberlanjutan, kewirausahaan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. FISH UNJ berharap penyelenggaraan The Drip Market dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus menghadirkan kegiatan inovatif yang tidak hanya menarik secara visual dan rekreatif, tetapi juga memiliki nilai edukatif, sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat luas (UPW 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (39) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (25) Program Unggulan (50) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Collaborates with BPBD DKI Jakarta to Hold Disaster Mitigation and First Aid Education Program
Jakarta, 2 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan edukasi mitigasi bencana dan pertolongan pertama bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dengan menghadirkan narasumber dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 2 Juni 2026, di Ruang Serbaguna (RSG) Gedung K, FISH UNJ. Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Dekan FISH UNJ yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Dr. Aris Munandar, M.Si. Dalam pembukaan tersebut, FISH UNJ menegaskan pentingnya peningkatan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana, baik yang berkaitan dengan kondisi lingkungan, perubahan iklim, maupun situasi darurat di lingkungan sekitar. Kehadiran BPBD DKI Jakarta dalam kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga kebencanaan serta kemanusiaan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Basuki Rakhmat selaku Ketua Subkelompok Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga BPBD DKI Jakarta. Materi pertama disampaikan oleh Ahmad Fauzan Fadlan, S.E., M.M., Relawan Penanggulangan Bencana BPBD, dengan tema “Mitigasi Bencana: Tata Kelola Bencana, Perubahan Iklim, dan Kesiapsiagaan Masyarakat.” Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai manajemen bencana, siklus penanggulangan bencana, mitigasi bencana, adaptasi bencana, serta keterkaitan antara perubahan iklim dan meningkatnya potensi bencana alam. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga harus dipersiapkan sejak tahap pra-bencana. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi aspek penting dalam mengurangi risiko, meminimalisasi dampak, serta membangun lingkungan kampus yang lebih tangguh terhadap situasi darurat. Sesi kedua menghadirkan Barkah Agus, Kepala Seksi PMR Relawan PMI Kota Jakarta Timur, yang membawakan materi “Pertolongan Pertama Umum.” Materi ini membahas prinsip dasar pertolongan pertama, penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD), praktik CPR atau Resusitasi Jantung Paru, serta penanganan luka dan cedera. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan saat menghadapi kondisi darurat medis. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama dinilai penting, terutama di lingkungan kampus yang melibatkan banyak aktivitas akademik, organisasi, dan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam membangun budaya kampus yang aman, peduli, dan responsif terhadap isu kemanusiaan serta kebencanaan. Melalui kolaborasi dengan BPBD DKI Jakarta dan PMI Kota Jakarta Timur, FISH UNJ berupaya memperkuat kapasitas sivitas akademika agar mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih siap, tangguh, dan berkelanjutan. Selain mendukung penguatan kapasitas kelembagaan, kegiatan ini juga sejalan dengan kontribusi perguruan tinggi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pada kepedulian sosial, kesiapsiagaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (38) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (24) Program Unggulan (49) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Hosts Eurasia International Lecture Series 2026: Prof. Adam Possamai Explores AI, Religion, and Digital Capitalism
Jakarta, 15 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan Eurasia International Lecture Series 2026. Pada sesi ke-14 yang dilaksanakan pada Senin, 15 Juni, FISH UNJ menghadirkan Adam Possamai dari Western Sydney University, Australia, sebagai pembicara dalam kuliah umum bertajuk “AI, Religion, Digital Capitalism and The I-Zation of Society”. Kegiatan yang dimoderatori oleh Mega Ayu Permatasari, M.Si dari Prodi S1 Ilmu Komunikasi ini diselenggarakan secara hybrid, yakni melalui platform daring dan luring di Ruang Serba Guna FISH UNJ. Dalam pemaparannya, Prof. Adam Possamai mengulas bagaimana perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi terbatas pada bidang teknologi, tetapi telah merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk praktik keagamaan, hubungan sosial, hingga sistem ekonomi digital. Menurutnya, kehadiran AI telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan informasi, menjalankan aktivitas spiritual, bahkan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa saat ini berbagai aplikasi berbasis AI telah dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas keagamaan, seperti pengingat waktu ibadah, pembelajaran kitab suci, meditasi digital, hingga chatbot yang mampu merespons pertanyaan-pertanyaan spiritual. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa teknologi mulai mengambil peran yang sebelumnya identik dengan interaksi antarmanusia, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana AI akan memengaruhi pengalaman religius di masa mendatang. Dalam kuliah tersebut, Prof. Possamai juga memperkenalkan konsep I-zation of Society, yaitu kondisi ketika teknologi digital mendorong individu untuk semakin mengukur, mengatur, dan meningkatkan berbagai aspek kehidupannya melalui data. Berbagai aplikasi yang memantau kesehatan, produktivitas, keuangan, hingga aktivitas spiritual dinilai menjadi contoh bagaimana masyarakat kini semakin bergantung pada teknologi untuk mengelola dirinya sendiri secara lebih efisien. Selain membahas perubahan perilaku masyarakat, Prof. Possamai turut menyoroti munculnya era kapitalisme digital, di mana data pengguna menjadi aset utama dalam perkembangan AI. Ia mengingatkan bahwa AI bukanlah teknologi yang sepenuhnya netral karena dibangun berdasarkan data, algoritma, dan perspektif para pengembangnya. Oleh sebab itu, masyarakat perlu lebih kritis dalam memahami bagaimana AI bekerja serta kepentingan yang berada di balik pengembangannya. Pada sesi diskusi, peserta turut mengangkat isu mengenai dampak AI terhadap keberagaman agama, khususnya di kawasan Indo-Pasifik yang memiliki tingkat adopsi AI tinggi sekaligus keragaman kepercayaan yang besar. Menanggapi hal tersebut, Prof. Possamai menjelaskan bahwa perkembangan AI berpotensi menciptakan kesenjangan baru antara kelompok yang mampu mengakses teknologi dengan kelompok yang masih memiliki keterbatasan akses. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu diperhatikan agar perkembangan teknologi tidak semakin memperlebar ketimpangan sosial. Melalui penyelenggaraan Eurasia International Lecture Series 2026, FISH UNJ berharap mahasiswa tidak hanya memahami perkembangan AI dari sisi teknologi, tetapi juga mampu melihat dampaknya terhadap kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan. Kuliah umum ini sekaligus menjadi ruang diskusi bagi sivitas akademika untuk mengkaji berbagai tantangan serta peluang yang muncul seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan di era digital. Penulis: IM, CM FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (65) Kemahasiswaan (18) Penelitian (19) Pengabdian (17) Pengajaran (46) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (13) Prodi (32) Program Unggulan (60) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (24) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia Lecture Series 13 Discusses the Transformation of Japanese Cities in the Era of AI and Digitalization
Jakarta, 8 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik internasional melalui Eurasia Lecture Series 2026 Session 13. Kegiatan ini menghadirkan Riela Provi Drianda, Ph.D., Associate Professor dari Faculty of Urban Life Studies, Tokyo City University, Jepang, sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026 ini diselenggarakan secara hybrid. Narasumber menyampaikan materi secara daring melalui Zoom Meeting, sementara peserta mengikuti kegiatan secara luring di Ruang Serbaguna, Gedung K FISH UNJ. Melalui format ini, FISH UNJ terus memperkuat ruang pembelajaran global yang dapat diakses oleh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika. Pada sesi ke-13 ini, Eurasia Lecture Series mengangkat tema “How AI and Digitalization Are Transforming Japanese Cities”. Tema tersebut membahas bagaimana kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi berperan dalam mendorong perubahan tata kelola perkotaan, khususnya dalam konteks pembangunan kota-kota di Jepang. Dalam pemaparannya, Riela Provi Drianda menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan perkotaan. Pemanfaatan AI dan digitalisasi kini tidak hanya terlihat dalam sistem transportasi, tetapi juga dalam pelayanan publik, pengelolaan data kota, sistem otomasi, hingga pengembangan konsep smart city yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lebih lanjut, pemateri menekankan bahwa transformasi kota tidak dapat hanya dipahami sebagai proses teknologis. Menurutnya, keberhasilan pengembangan smart city juga sangat bergantung pada kemampuan berbagai pihak untuk membangun kolaborasi, mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar teknologi yang digunakan dapat menjawab kebutuhan warga secara lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada manusia. Pemateri juga menyoroti sejumlah tantangan dalam penerapan smart city di Jepang. Ia menjelaskan bahwa meskipun Jepang dikenal sebagai negara dengan kemajuan teknologi yang tinggi, pengembangan kota pintar masih menghadapi tantangan dalam memastikan bahwa teknologi benar-benar memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan human-centered menjadi penting agar inovasi digital tidak hanya berfokus pada kecanggihan sistem, tetapi juga pada kebutuhan, aksesibilitas, dan kualitas hidup warga kota. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Muhammad Aldi Hidayat Prasetyo, mahasiswa Program Studi Sosiologi angkatan 2024. Ia menanyakan bagaimana Jepang membiayai, mempertahankan, dan memperbarui teknologi smart city serta sistem otomasi agar tidak cepat usang dan tetap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Menanggapi pertanyaan tersebut, Riela Provi Drianda menjelaskan bahwa keberlanjutan smart city tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan melalui pajak atau investasi, tetapi juga dengan arah kebijakan, tata kelola, serta kesadaran untuk menjadikan teknologi sebagai alat yang mendukung kehidupan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengembangan smart city di Jepang masih perlu diarahkan agar lebih human-centered, inklusif, dan berbasis kolaborasi lintas disiplin. Penyelenggaraan Eurasia Lecture Series 2026 Session 13 ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Quality Education, SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure, SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities, serta SDG 17 tentang Partnerships for the Goals. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai hubungan antara teknologi, masyarakat, dan pembangunan kota berkelanjutan dalam perspektif global. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan pengalaman belajar mahasiswa di luar kelas, peningkatan kualitas pembelajaran melalui keterlibatan praktisi dan akademisi internasional, serta perluasan jejaring kerja sama akademik global. Eurasia Lecture Series menjadi salah satu bentuk kontribusi FISH UNJ dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat masa depan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri, dosen, mahasiswa, dan seluruh peserta. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, FISH UNJ berharap mahasiswa dapat mengembangkan perspektif kritis dalam memahami transformasi digital, khususnya bagaimana AI dan digitalisasi dapat membentuk masa depan kota yang lebih resilien, inklusif, dan berkelanjutan (BFA/SNA)/FISHMed 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (58) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (41) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (27) Program Unggulan (51) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswi PAI FISH UNJ Raih Gold Medal pada Ajang International Invention & Innovation Competition dan Innovation World Cup
Jakarta, 5 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Vytha Aulia Dasuki, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FISH UNJ angkatan 2024, berhasil meraih Gold Medal I3C dan Gold Medal IWC dalam ajang International Invention & Innovation Competition (I3C) & Innovation World Cup yang diselenggarakan pada 6 Juni 2026. Prestasi tersebut diraih pada kategori lomba Sustainable Development Goals (SDGs). Keikutsertaan Vytha dalam kompetisi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam tidak hanya berperan dalam penguatan nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan global. Dalam kompetisi tersebut, Vytha terlibat dalam pengembangan karya inovatif berjudul “ElaboAR: An Augmented Reality-Based Table Setup Learning Media Innovation for Hospitality Accommodation Students in Supporting the Sustainable Development Goals 4.” Karya ini mengangkat pemanfaatan teknologi augmented reality sebagai media pembelajaran berbasis inovasi digital untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, sejalan dengan SDG 4: Quality Education. Keberhasilan Vytha menjadi bukti bahwa mahasiswa FISH UNJ memiliki daya saing internasional serta mampu menghadirkan gagasan kreatif lintas bidang. Sebagai mahasiswi PAI, capaian ini juga memperlihatkan bahwa pengembangan keilmuan pendidikan agama dapat berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi, kreativitas, dan kepedulian terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan. Vytha meraih prestasi ini di bawah bimbingan Rahayu Purnama, Ph.D. Dukungan dosen pembimbing, program studi, dan lingkungan akademik FISH UNJ menjadi bagian penting dalam mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, menghasilkan karya, serta berani berkompetisi di level internasional. FISH UNJ mengapresiasi pencapaian Vytha Aulia Dasuki sebagai representasi mahasiswa berprestasi yang mampu membawa nama baik program studi, fakultas, dan universitas. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui bidang keilmuan masing-masing. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FISH UNJ Raih Gold Medal dan Silver Medal pada Ajang Inovasi Internasional
Jakarta, 6 Juni 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Daffa, berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang inovasi internasional. Daffa meraih Gold Medal dalam International Invention and Innovation Competition serta Silver Medal dalam Innovation World Cup yang diselenggarakan oleh Malaysia Invention and Innovation Competition Association (MIICA). Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FISH UNJ memiliki kapasitas akademik, kreativitas, dan daya saing global dalam menghasilkan gagasan serta karya inovatif. Keberhasilan Daffa tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Sosiologi, tetapi juga bagi FISH UNJ dan Universitas Negeri Jakarta secara keseluruhan. Kompetisi inovasi internasional tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk memperkenalkan ide, karya, dan solusi kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui partisipasi ini, Daffa menunjukkan bahwa mahasiswa ilmu sosial tidak hanya berperan dalam memahami dinamika masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak dan berorientasi pada pemecahan masalah sosial. Prestasi yang diraih Daffa juga mencerminkan komitmen FISH UNJ dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan potensi diri, memperluas pengalaman akademik, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. FISH UNJ terus mendukung lahirnya mahasiswa yang unggul, adaptif, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui capaian ini, Daffa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FISH UNJ lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai forum akademik maupun nonakademik. Prestasi ini juga memperkuat posisi FISH UNJ sebagai fakultas yang berkomitmen dalam membangun budaya akademik yang produktif dan berorientasi pada prestasi. Selamat kepada Daffa dan Program Studi Pendidikan Sosiologi FISH UNJ atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga prestasi tersebut menjadi langkah awal untuk terus menghadirkan karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (10) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FISH UNJ Raih Juara 2 Lomba Debat Tingkat Nasional di Sekolah Vokasi IPB
Bogor, 31 Mei 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tiara Adelia Listiany, mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2025, bersama timnya berhasil meraih Juara 2 dalam Edudaytrich Mata Lomba Debat yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi IPB University, Bogor, pada 31 Mei 2026. Kompetisi debat tingkat nasional tersebut mengangkat tema “Ideas In Motion, Future In Action” yang mendorong peserta untuk mengembangkan gagasan kritis, argumentatif, dan solutif dalam merespons berbagai isu aktual. Dalam kompetisi ini, Tiara tergabung dalam tim bersama Ilyas Fauzan Yarisuni dan Salsabil. Ketiganya berhasil melewati empat babak penyisihan sebelum akhirnya meraih posisi Juara 2. Capaian ini menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa FISH UNJ memiliki daya saing akademik yang kuat, khususnya dalam kemampuan berpikir kritis, komunikasi argumentatif, kerja sama tim, serta keberanian menyampaikan gagasan di ruang kompetisi nasional. Prestasi tersebut juga mencerminkan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Tiara Adelia Listiany menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam lomba debat ini menjadi pengalaman berharga untuk melatih kemampuan berpikir cepat, menyusun argumen, dan bekerja sama dalam tim. Menurutnya, proses kompetisi memberikan banyak pelajaran mengenai pentingnya kesiapan, kepercayaan diri, serta kemampuan memahami isu dari berbagai sudut pandang. “Prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan tim. Melalui lomba debat ini, kami belajar untuk lebih kritis, percaya diri, dan mampu menyampaikan argumen secara terstruktur. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FISH UNJ lainnya untuk terus berani mencoba dan berprestasi,” ujar Tiara. Program Studi Pendidikan Sosiologi FISH UNJ juga mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan analisis, serta keterampilan komunikasi publik. Keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi debat menjadi salah satu ruang pembelajaran yang relevan dengan bidang sosiologi, karena menuntut peserta untuk memahami persoalan sosial secara kritis dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab. Prestasi Tiara dan tim diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FISH UNJ untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui berbagai kegiatan kompetitif, kolaboratif, dan produktif. FISH UNJ berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa dalam meraih prestasi serta berkontribusi bagi penguatan budaya akademik, daya saing lulusan, dan reputasi universitas di tingkat nasional. Melalui capaian ini, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai fakultas yang mendorong mahasiswa untuk aktif, adaptif, dan berdaya saing. Prestasi dalam Edudaytrich Mata Lomba Debat Tingkat Nasional 2026 menjadi wujud nyata semangat mahasiswa FISH UNJ dalam menggerakkan ide, membangun masa depan, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan akademik maupun masyarakat luas. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (9) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Strengthening Human Resources in Tourism Villages, UPW FISH UNJ Lecturers Conduct Community Service Program in Sukamandi Masagi Tourism Village, Subang
Subang, Jawa Barat – Tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (Prodi UPW FISH UNJ), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Wisata Sukamandi Masagi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan SDM Desa Wisata Sukamandi” sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Program ini dihadiri oleh berbagai unsur penggerak wisata desa, di antaranya Kepala Desa Sukamandi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengelola homestay, Karang Taruna, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Kelompok Wanita pegiat UMKM desa. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Kegiatan diawali dengan sambutan pembukaan oleh Kepala Desa Sukamandi, Bapak Agus Setiawan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian berkelanjutan yang diberikan Universitas Negeri Jakarta, khususnya Prodi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ, terhadap pengembangan Desa Wisata Sukamandi Masagi. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan UNJ sejak awal berdirinya desa wisata telah memberikan kontribusi penting dalam menggali dan mengembangkan berbagai potensi daya tarik wisata yang dimiliki Desa Sukamandi. Ia juga berharap kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta dan Desa Sukamandi dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Jenal Abidin S.Pd, M.M.Par, Lala Siti Sahara, M.Si, dan Candra Karismawan, M.Par. Dalam penyampaiannya, Jenal Abidin menekankan pentingnya peran pemilik homestay sebagai salah satu ruh utama dalam kegiatan wisata desa, khususnya dalam mendukung program wisata edukasi yang menjadi salah satu keunggulan paket wisata di Desa Wisata Sukamandi Masagi. Homestay tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga menjadi ruang interaksi budaya, pelayanan, dan pengalaman langsung bagi wisatawan untuk mengenal kehidupan masyarakat desa. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata; SDG 8: Decent Work and Economic Growth, melalui penguatan ekonomi lokal berbasis pariwisata, UMKM, dan homestay; serta SDG 11: Sustainable Cities and Communities, melalui pengembangan desa wisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, karena memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku wisata, BUMDes, pemuda, dan komunitas masyarakat. Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Jakarta berharap dapat terus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan desa wisata, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berdaya saing dan berkelanjutan (UPW FISH). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia International Course 2026 Discusses the Use of Artificial Intelligence (AI) and Robotics in Inclusive Education
Jakarta, 1 Juni 2026 – Eurasia International Course 2026 kembali menyelenggarakan sesi pembelajaran internasional secara daring melalui Zoom dengan tajuk “Rethinking Digital Divide in Education: Pedagogical Accessibility and AI-Supported Learning Design.” Kegiatan ini menghadirkan Assist. Prof. Darmawansah dari Global Foreign Language Education Program, Providence University, Taichung City, Taiwan, sebagai pembicara, serta Fajar Aditya Nugroho sebagai moderator. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator yang memperkenalkan latar belakang akademik dan perjalanan karier pembicara sebagai akademisi Indonesia yang saat ini mengajar di Taiwan. Setelah sesi perkenalan, pemateri mengajak para peserta untuk berpartisipasi dalam diskusi interaktif menggunakan ClassPoint, sebuah platform yang kerap digunakannya dalam proses pembelajaran sehari-hari. Melalui platform tersebut, peserta berbagi pengalaman mengenai berbagai tools AI yang sering digunakan, seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan lainnya. Dalam pemaparannya, Assist. Prof. Darmawansah menjelaskan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam mencari informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif. Menurutnya, penggunaan AI harus diimbangi dengan kemampuan manusia untuk mengelola dan berkolaborasi dengan teknologi tersebut. “AI can improve performance, AI is good for learning, but AI will be nothing without collaboration with people,” ujarnya. Selain membahas berbagai tools AI yang dapat digunakan untuk kebutuhan desain dan pembelajaran, pemateri juga menjelaskan pemanfaatan teknologi immersive learning, seperti virtual reality (VR) dan metaverse. Teknologi tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif, sekaligus meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Pada sesi selanjutnya, Assist. Prof. Darmawansah turut memperkenalkan penggunaan robot edukatif sebagai media pembelajaran. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah Kebbi Robot, yaitu robot yang dapat berinteraksi dengan peserta didik melalui percakapan, kuis, hingga kegiatan storytelling. Robot tersebut dirancang untuk membantu meningkatkan keterampilan komunikasi, kreativitas, serta kemampuan berpikir komputasional peserta didik. Menurutnya, teknologi seharusnya digunakan untuk mendukung proses pembelajaran yang bermakna, bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Ia menekankan bahwa pendidik tidak harus selalu mengembangkan teknologi dari awal, tetapi perlu mampu menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi perlu dipadukan dengan desain instruksional yang tepat. Menutup sesi pemaparan, Assist. Prof. Darmawansah menyampaikan harapannya agar robot edukatif yang saat ini sedang dikembangkannya dapat diterapkan di Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif, robot tersebut juga dapat digunakan sebagai sarana digital storytelling yang mengangkat budaya lokal Indonesia. Bersama salah satu mahasiswanya yang berasal dari Medan, ia tengah mengembangkan konsep pembelajaran berbasis robot dengan mengangkat legenda Malin Kundang. Melalui program tersebut, robot dapat bergerak, berbicara, dan mengikuti alur cerita yang telah diprogram, sehingga peserta didik dapat belajar teknologi sekaligus mengenal budaya Indonesia dengan cara yang lebih menarik dan interaktif (NRR/NJNA/CKG/FISHMed2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru