Booth FISH UNJ menampilkan hasil pengabdian masyarakat dalam SNPPM 2026, Rabu (30/9/2026). (Doc. FISHMed, 2026) Jakarta, 30 September 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menampilkan hasil pengabdian kepada masyarakat dari berbagai macam prodi dalam booth FISH di Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SNPPM) 2026. Kegiatan bertema “Membangun Masyarakat Berdaya Melalui Pengabdian Berdampak” ini digelar pada Rabu, 30 September 2026, di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika, Lantai 2, Kampus A UNJ. SNPPM 2026 menjadi ruang berbagi hasil pengabdian sekaligus penguatan tata kelola pengabdian di lingkungan UNJ. Ketua Pelaksana SNPPM 2026, Dr. Iwan Setiawan, M.Pd., berharap kegiatan ini membawa manfaat luas. “Kami berharap SNPPM 2026 tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya. Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., yang membuka acara melalui pemukulan gong, mengajak sivitas akademika memperkuat pengabdian. “Mari kita lakukan pengabdian masyarakat, tidak hanya soal diseminasi, tetapi juga tata kelola sehingga dapat memberikan dampak yang nyata bagi kampus,” tegasnya. Rangkaian acara diawali registrasi peserta pada pukul 08.30 WIB, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNJ, doa, serta tarian pembukaan. Setelah sambutan para pimpinan, peserta mengikuti sesi foto bersama yang melibatkan unsur pimpinan universitas, mulai dari Majelis Wali Amanat, Senat Universitas, hingga para dekan dan direktur pascasarjana. Acara kemudian memutar video Desa Binaan UNJ sebagai gambaran hasil pengabdian kampus di tengah masyarakat. Pada sesi utama, dua narasumber memaparkan materi, yaitu Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D. dan Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi., M.Si., Ph.D. Sesi ini dilanjutkan dengan tanya jawab serta penyerahan cinderamata kepada narasumber dan mitra sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin. Di booth FISH, pengunjung dapat melihat langsung karya pengabdian dari tiga program studi. Program Studi PPKn menghadirkan board game simulasi sidang yang mengajak peserta memahami alur dan peran dalam proses persidangan lewat permainan, sehingga materi hukum terasa lebih dekat dan mudah dipelajari. Program Studi Pendidikan Geografi menampilkan batuan untuk praktik pembelajaran yang dapat dilihat dan dipegang langsung oleh pengunjung. Sementara itu, Program Studi Ilmu Komunikasi memaparkan hasil pengabdiannya melalui banner yang memuat rangkaian kegiatan bersama masyarakat. Kunjungan Prof. Dr. Iwan Sugihartono, M.Si., Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., dan Prof. Dr. Achmad Husen, M.Pd. ke booth FISH UNJ dalam SNPPM 2026, Rabu (30/9/2026). (Doc. FISHMed, 2026) Setelah sesi pleno, SNPPM 2026 berlanjut dengan persembahan seni, pengarahan peserta, dan ISHOMA. Pada pukul 12.40 hingga 16.00 WIB, peserta mengikuti sesi paralel di dalam ruangan yang dipandu panitia dan moderator, sebelum acara resmi ditutup. Di tengah padatnya agenda tersebut, booth FISH menjadi salah satu titik yang menarik perhatian peserta karena menampilkan karya pengabdian yang bisa dilihat, dicoba, dan dibaca langsung. Fella Defilla, S.H., M.H. menjelaskan Board Game Simulasi Sidang sebagai salah satu Media dan Teknologi Pembelajaran dari Prodi PPKn FISH UNJ dalam SNPPM 2026, Rabu (30/9/2026). (Doc. FISHMed, 2026) Melalui keikutsertaan dalam SNPPM 2026, FISH UNJ membawa hasil pengabdian kepada masyarakat ke dalam bentuk yang dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan di lapangan selesai. Media belajar, karya visual, dan buku yang ditampilkan di booth menjadi sarana untuk menyebarluaskan kembali pengetahuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa, maupun pendidik. Pengemasan tersebut juga membuat materi pembelajaran lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk materi yang mengenalkan proses hukum dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Proses pengembangan luaran tersebut melibatkan masyarakat dan mitra sehingga pengetahuan yang dihasilkan tidak berhenti di lingkungan perguruan tinggi. Hasil kolaborasi kemudian dapat digunakan kembali dalam konteks pembelajaran maupun kebutuhan masyarakat, sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan media belajar yang mudah diakses dan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui pengenalan pengetahuan hukum kepada masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak dalam proses tersebut turut mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) sekaligus berkaitan dengan IKU 5 melalui lahirnya luaran kolaboratif. Ke depan, karya-karya pengabdian ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar pemanfaatannya menjangkau lebih banyak masyarakat. Penulis: JRPS, BMF TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (25) Pengabdian (27) Pengajaran (54) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (42) Prestasi (14) Prodi (35) Program Unggulan (62) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (37) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Gamification Training Empowers SDN Kalimulya 3 Teachers to Develop Interactive Digital Learning
Sosialisasi Penggunaan Gamifikasi Dorong Guru SDN Kalimulya 3 Depok Kembangkan Pembelajaran Interaktif Berbasis Digital Gambar 1. Foto bersama peserta dan tim pelaksana setelah kegiatan sosialisasi gamifikasi di SDN Kalimulya 3, Cilodong, Depok (Dok. Tim Pelaksana, 2026) Depok, 15 Agustus 2026 — Upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pembelajaran terus dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Penggunaan Gamifikasi bagi Guru SDN Kalimulya 3, Cilodong, Depok. Kegiatan yang dilaksanakan di SDN Kalimulya 3 tersebut diikuti oleh 17 guru dari berbagai bidang studi dan guru kelas dengan tujuan meningkatkan keterampilan guru dalam memahami serta menerapkan gamifikasi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Gamifikasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan dengan mengintegrasikan unsur permainan, kuis, tantangan, dan aktivitas interaktif ke dalam pembelajaran sehingga mendorong keterlibatan siswa secara lebih aktif. Kegiatan diawali dengan sesi brainstorming untuk menggali pemahaman dan pengalaman para guru mengenai penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran. Sesi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai peluang serta tantangan penerapan gamifikasi di lingkungan sekolah dasar. Gambar 2. Sesi brainstorming mengenai penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran (Dok. Tim Pelaksana, 2026) Para peserta selanjutnya mengikuti demonstrasi dan praktik penggunaan sejumlah platform digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran berbasis gamifikasi, antara lain GameKit, Padlet, dan MagicSchool. Dalam sesi praktik, guru mencoba membuat beberapa aktivitas dan permainan edukatif, kemudian mempraktikkan penggunaannya sebagai simulasi kegiatan pembelajaran di kelas. Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik berlangsung. Para guru secara aktif mencoba berbagai fitur yang tersedia sekaligus mendiskusikan kemungkinan penerapannya sesuai dengan mata pelajaran, tingkat kemampuan, dan karakteristik siswa. Meskipun demikian, beberapa peserta mengalami kendala teknis karena praktik dilakukan menggunakan telepon seluler sehingga tampilan dan akses terhadap beberapa fitur platform belum dapat digunakan secara maksimal. Hasil survei evaluasi kegiatan menggunakan skala Likert 1–5 menunjukkan bahwa tiga indikator memperoleh penilaian tertinggi, yaitu kemampuan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan interaksi dalam pembelajaran, menyesuaikan platform digital dengan kebutuhan pembelajaran, serta menyesuaikan tingkat kesulitan aktivitas gamifikasi dengan kemampuan siswa. Sementara itu, indikator dengan nilai terendah terdapat pada frekuensi penggunaan gamifikasi dalam kegiatan pembelajaran. Temuan tersebut menunjukkan bahwa para guru telah memiliki pemahaman mengenai potensi teknologi dan gamifikasi dalam mendukung pembelajaran, tetapi penerapannya secara rutin masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa kendala yang teridentifikasi meliputi jaringan internet yang belum stabil, keterbatasan akses terhadap fitur platform gamifikasi berbayar, serta kebutuhan akan pelatihan lanjutan agar guru semakin terampil memilih dan mengembangkan aktivitas gamifikasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Melalui kegiatan ini, gamifikasi diharapkan tidak sekadar dipahami sebagai penggunaan permainan digital di dalam kelas, tetapi sebagai salah satu strategi untuk menciptakan proses belajar yang lebih partisipatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Peningkatan kompetensi digital guru menjadi bagian penting dalam memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat guna untuk mendukung pengalaman belajar siswa. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (26) Pengajaran (54) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (42) Prestasi (14) Prodi (35) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (37) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Strengthening Media Literacy Delivers Tangible Results as BIMA Community Partnership Grant Enhances Mat Peci Community Capacity
Jakarta, 27 Agustus 2026 – Tim pengabdian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat berjudul“Pemberdayaan Komunitas Mat Peci Melalui Kemitraan untuk Penguatan Literasi Media” yang merupakan penerima pendanaan Program Hibah BIMA Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Program ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) serta Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup (Mat Peci) sebagai mitra sasaran. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat ketercapaian program, dampak pemberdayaan yang telah dirasakan masyarakat, serta memastikan keberlanjutan berbagai luaran yang telah dihasilkan selama pelaksanaan kegiatan. Program ini berfokus pada peningkatan kemampuan literasi media, verifikasi informasi, keamanan digital, pengelolaan media sosial, produksi konten digital, dan penguatan tata kelola organisasi komunitas. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap 20 anggota Komunitas Mat Peci, program menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Hasil pre-test dan post-test memperlihatkan adanya peningkatan kapasitas peserta rata-rata sebesar 50,4 persen. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek verifikasi informasi dan cek fakta sebesar 61,5 persen, diikuti keamanan digital sebesar 54,5 persen, produksi konten digital sebesar 52,6 persen, literasi media sebesar 48,3 persen, pengelolaan media sosial sebesar 46,7 persen, serta tata kelola organisasi sebesar 40,3 persen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan yang diterapkan dalam program berjalan efektif dalam meningkatkan kompetensi anggota komunitas di era digital. Selain meningkatkan kapasitas individu, program ini juga berhasil menghasilkan berbagai luaran yang bermanfaat bagi keberlanjutan organisasi. Luaran tersebut meliputi Modul Pelatihan Literasi Media dan Komunikasi Digital, Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Media Sosial Komunitas Mat Peci, publikasi artikel ilmiah, publikasi media massa, video dampak kegiatan, serta dukungan perangkat teknologi untuk produksi dan pengelolaan konten digital komunitas. Kehadiran luaran tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat tata kelola komunikasi digital dan meningkatkan profesionalisme organisasi komunitas. Tim monitoring juga menemukan bahwa pengelolaan media sosial Komunitas Mat Peci mengalami transformasi yang signifikan. Jika sebelumnya media sosial hanya digunakan untuk publikasi kegiatan secara sederhana, kini telah berkembang menjadi media edukasi, komunikasi publik, dan kampanye lingkungan yang dikelola secara sistematis melalui kalender konten, dokumentasi digital yang tertata, pengarsipan yang lebih baik, serta penerapan SOP yang telah disusun bersama. Perubahan tersebut memperkuat posisi Mat Peci sebagai komunitas lingkungan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Lebih jauh, program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan teknologi informasi dan literasi digital masyarakat serta SDG 5 Kesetaraan Gender melalui peningkatan partisipasi anggota komunitas dalam pengelolaan organisasi dan media digital secara inklusif dan berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan upaya penguatan sumber daya manusia unggul sebagaimana menjadi prioritas pembangunan nasional melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di tingkat komunitas. Ketua tim pelaksana, Dr. M. Fikri Akbar, S.I.Kom., M.Si., M.M., menyampaikan bahwa hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan program tidak hanya berhasil meningkatkan kemampuan individu anggota komunitas, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan organisasi secara menyeluruh. Dengan adanya modul, SOP, peningkatan keterampilan digital, serta dukungan teknologi yang diberikan, Komunitas Mat Peci kini memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menjalankan program edukasi lingkungan, konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, dan pemberdayaan masyarakat berbasis digital secara berkelanjutan. Pada kesempatan tersebut, tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Program Hibah BIMA Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang telah memberikan dukungan pendanaan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UNJ) atas dukungan kelembagaan dan fasilitasi program, kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ atas dukungan akademik dan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kepada Universitas Sriwijaya (Unsri) atas kontribusi dan kolaborasi keilmuan yang diberikan, serta kepada seluruh pengurus dan anggota Komunitas Mat Peci yang telah menjadi mitra aktif dalam setiap tahapan program. Sinergi antara Kemendiktisaintek, perguruan tinggi, dan masyarakat melalui Program Hibah BIMA PKM ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang kuat mampu menghasilkan dampak positif dalam penguatan literasi media, transformasi digital komunitas, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Advances KMR Workshop Management Transformation through Interdisciplinary Community Engagement
Tim FISH UNJ dari Program Studi S1 Ilmu Komunikasi bersama pemilik Bengkel KMR memperagakan hand sign “K” untuk Komunikasi. Dari kiri: Nayla Andina, Zaenal Kholik, Noprita Herari, dan Syaidah Seprinal Jakarta, 20 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) berkontribusi dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Bengkel Kembang Mulia Racing (KMR), Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Kegiatan inti berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 09.00–15.00 WIB, sebagai puncak pendampingan selama Juli–Agustus 2026. Program bertajuk “Pemberdayaan Bengkel Otomotif Berbasis 3D Printing Socket Aftermarket dan Transformasi Manajemen Bengkel untuk Efisiensi Biaya dan Daya Saing Usaha di Kembang Mulia Racing (KMR)” ini didanai melalui hibah BiMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026, Tanggal Kontrak Induk 13 April 2026 (167/C3/DT.05.00/PM/2026), dan Tanggal Kontrak Turunan 16 April 2026 ( 8/UN39.14/C3/DT.05.00/PKM/2026). Dalam kolaborasi lintas fakultas ini, FISH UNJ mengambil peran pada penguatan manajemen bengkel melalui perspektif komunikasi organisasi dan pengelolaan informasi. Tim mendampingi KMR dalam penerapan pelabelan area dan peralatan, Kartu Jejak Kerja, pencatatan biaya, penghitungan harga pokok produksi, serta pengelolaan data operasional sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Noprita Herari memperkenalkan Kartu Jejak Kerja (KJK) sebagai instrumen pencatatan proses kerja yang mendukung penguatan tata kelola manajerial dan digitalisasi bertahap Bengkel KMR Noprita Herari, M.I.Kom., dosen Program Studi S1 Ilmu Komunikasi FISH UNJ, menjelaskan bahwa tantangan KMR tidak terletak pada ketiadaan sistem manajemen, melainkan pada proses kerja yang belum terhubung secara optimal. “Pengendalian stok suku cadang fast-moving, misalnya, bukan persoalan yang berdiri sendiri. Hal tersebut merupakan dampak dari alur informasi dan dokumentasi kerja yang belum tertata. Karena itu, kami memperkenalkan Kartu Jejak Kerja sebagai media komunikasi antara layanan pelanggan, teknisi, dan pemilik yang juga berperan dalam pembelian. Kartu ini dapat menjadi rekam pekerjaan sekaligus dasar layanan purnajual,” ujarnya. Menurut Noprita, transformasi digital pada usaha mikro perlu dilakukan secara bertahap agar sesuai dengan kapasitas dan kebiasaan kerja mitra. “Tahap awalnya adalah membangun dokumentasi manual yang disiplin, kemudian semi-digital, hingga nantinya dapat terintegrasi secara penuh dalam sistem digital,” tambahnya. Pendampingan manajemen tersebut berjalan bersama pengembangan socket aftermarket berbasis 3D printing oleh tim Fakultas Teknik UNJ. Ketua pelaksana PkM, Dr. Ir. Muhammad Nurtanto, M.Pd., menekankan bahwa inovasi teknologi perlu berjalan seiring dengan penguatan tata kelola usaha. “Produk dan pelatihan harus hadir sebagai satu kesatuan. Teknologi dapat membuat pekerjaan lebih efektif, sementara manajemen yang baik membantu bengkel mengendalikan biaya dan menata proses kerja. Keduanya diharapkan dapat memperkuat operasional sekaligus daya saing KMR,” katanya. Program ini melibatkan Dr. Ir. Muhammad Nurtanto, M.Pd. sebagai ketua pelaksana; Noprita Herari, M.I.Kom. dari FISH UNJ; dan Miftah Al Hafidz, M.Pd. dari Fakultas Teknik UNJ. Kegiatan juga didukung oleh mahasiswa Agung Prabowo Sudarwan, Annisa Diva Fadilah, Syaidah Seprinal, Dessy Loren Burunaung, Aidil Syah Rizky Akbari, M. Thoriqi Alfi, dan Nayla Andina. Dari pihak mitra, pemilik KMR Zainal Kholik, A.Md., terlibat bersama mekanik Agsyia Fadlan, Andrico Respati Ramadhan, Arda Budi Santoso, Bima Prapanca, dan Zaini Muhtarom. Keterlibatan langsung mitra membantu tim menyesuaikan solusi dengan pola kerja serta kebutuhan bengkel sehari-hari. “Selama ini fokus kami lebih banyak pada pekerjaan teknis dan penyelesaian kendaraan. Pendampingan ini membuka pandangan kami bahwa penataan alat, pencatatan, dan alur kerja juga menentukan perkembangan usaha. Kami sangat terbantu oleh pelatihan dan dukungan alat dari Kemdiktisaintek serta UNJ,” tutur Zainal. Tim PkM Hibah BiMA 2026 yang melibatkan dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik serta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ bersama tim Bengkel KMR dalam pelaksanaan program penguatan tata kelola dan digitalisasi bengkel Pada kegiatan inti, tim dan mitra meninjau hasil implementasi, mempraktikkan penggunaan perangkat teknis dan manajemen, serta mengevaluasi penyesuaian yang diperlukan. Pendekatan ini menempatkan pemilik dan mekanik KMR sebagai mitra aktif agar solusi dapat diterapkan secara praktis dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ menegaskan bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan promosi, tetapi juga dengan cara informasi kerja dicatat, dipahami, diteruskan, dan digunakan untuk mengambil keputusan. Kolaborasi FISH UNJ dan Fakultas Teknik UNJ menjadi wujud kontribusi keilmuan lintas disiplin dalam mendukung transformasi usaha mikro yang lebih tertata, adaptif, dan berdaya saing. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (24) Pengajaran (51) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengabdian Skema Fakultas, Hadirkan Ketua LPPM UNESA
Jakarta, 3 Agustus 2026 – Dalam upaya implementasi tata kelola dan penguatan budaya riset yang berkualitas dan berdampak, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Skema FISH UNJ Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti oleh dosen penerima hibah internal FISH ini menjadi forum akademik untuk mengevaluasi progres penelitian sekaligus memperkaya wawasan pengembangan riset sosial-humaniora melalui pemaparan dari pakar nasional. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari strategi fakultas dalam membangun ekosistem penelitian yang unggul, kolaboratif, dan memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan masyarakat. “FISH UNJ terus mendorong penelitian dan pengabdian yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, hukum, budaya, dan keagamaan. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan setiap penelitian berkembang sesuai roadmap keilmuan sekaligus memiliki dampak akademik maupun sosial,” ujar Firdaus Wajdi. Sebagai narasumber utama, FISH UNJ menghadirkan Prof. Dr. H. Turhan Yanti, M.A., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dalam paparannya, Prof. Turhan memperkenalkan paradigma penelitian SHARE (Social, Humaniora, Arts, Religion, Education) sebagai pendekatan strategis dalam pengembangan riset rumpun ilmu sosial dan humaniora. Menurut Prof. Turhan, penelitian berbasis SHARE dikembangkan secara integratif dengan menghubungkan berbagai disiplin ilmu sehingga mampu menghasilkan solusi yang lebih komprehensif terhadap berbagai tantangan masyarakat. Lebih lanjut, Prof. Turhan menekankan bahwa salah satu karakteristik penelitian yang berkualitas saat ini adalah kemampuan membangun kolaborasi lintas institusi. Menurutnya, dosen tidak lagi cukup melakukan penelitian secara mandiri di lingkungan perguruan tinggi asal, tetapi perlu melibatkan mitra dari lembaga lain, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas institusi juga menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan kualitas penelitian, karena memungkinkan pertukaran keahlian, penggunaan metodologi yang lebih beragam, serta memperbesar peluang publikasi pada jurnal bereputasi internasional dan perolehan hibah penelitian yang lebih kompetitif. Paparan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para peserta karena memberikan perspektif baru mengenai peluang pengembangan riset kolaboratif lintas disiplin yang semakin relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer. Diskusi juga menggarisbawahi pentingnya membangun kolaborasi antarkeilmuan agar luaran penelitian tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Melalui penyelenggaraan Monitoring dan Evaluasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Skema FISH UNJ Tahun 2026, FISH UNJ kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas tridarma perguruan tinggi melalui penelitian yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperluas jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka meningkatkan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (67) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (2) Penelitian (23) Pengabdian (23) Pengajaran (49) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (31) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
UNJ FISH Geography Education Promotes Plant Care Awareness Through Community Service Program
Dokumentasi Tim PKM Pendidikan Geografi bersama mitra Majelis Taklim Kaum Ibu Musholla Al-Hidayah (Doc. Tim PKM Pendidikan Geografi FISH UNJ, 2026) Jakarta, 31 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Geografi (Prodi Pendgeo) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Sosialisasi tentang Fungsi dan Manfaat Merawat Tanaman Bagi Masyarakat” di Majelis Taklim Kaum Ibu Musholla Al-Hidayah, Pengadegan Timur, Pancoran, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya nyata Prodi Pendidikan Geografi FISH UNJ dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan manfaat tanaman bagi kesehatan, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh dosen Pendidikan Geografi FISH UNJ, Dr. Oot Hotimah, S.Pd., M.Si., dengan melibatkan tim dosen serta masyarakat Majelis Taklim Kaum Ibu Musholla Al-Hidayah sebagai mitra kegiatan. Dalam pemaparannya, Dr. Hotimah menjelaskan pentingnya merawat tanaman untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus membangun kesadaran terhadap pelestarian alam. Dr. Hotimah juga menjelaskan bahwa tanaman memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan, baik sebagai sumber pangan, penghasil oksigen, maupun tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung kesehatan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, khususnya fungsi ginjal, dengan memperhatikan kondisi urin sebagai salah satu indikator kesehatan. Sosialisasi ini turut mengulas aspek nilai-nilai keislaman. Dr. Hotimah menyampaikan bahwa menanam dan merawat tanaman bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang baik. Para peserta diajak untuk senantiasa berdoa dan membaca Surah Al-Fatihah saat menanam, memohon kepada Allah SWT agar tanaman tersebut menjadi perantara kesembuhan dengan keyakinan penuh bahwa segala kesembuhan datang dari-Nya. Tim PKM Pendidikan Geografi FISH UNJ juga memberikan solusi praktis berupa konsep urban farming untuk menyiasati keterbatasan lahan perkotaan. Warga diedukasi untuk memanfaatkan pekarangan rumah atau menggunakan sistem hidroponik. Beberapa jenis tanaman obat keluarga (TOGA) yang direkomendasikan antara lain daun salam, kunyit, serai, dan jeruk nipis karena kaya manfaat sekaligus mudah dirawat. Suasana kegiatan sosialisasi tentang fungsi dan manfaat merawat tanaman di Majelis Taklim Kaum Ibu Musholla Al-Hidayah (Doc. Tim PKM Pendidikan Geografi FISH UNJ, 2026) Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, serta SDG 4 (Quality Education) melalui penyebarluasan pengetahuan kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dengan mendorong praktik penghijauan dan pemanfaatan lahan di lingkungan perkotaan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini turut mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) 7, yaitu kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs. Ke depan, Program Studi Pendidikan Geografi FISH UNJ berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat peran akademisi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. Keberhasilan agenda pengabdian ini tidak lepas dari kolaborasi aktif antara tim akademisi dengan mitra. Selama sesi sosialisasi berlangsung, interaksi dua arah terjalin dengan sangat baik di mana para peserta dari kaum ibu Majelis Taklim aktif bertanya mengenai manfaat tanaman bagi kesehatan keluarga serta cara membudidayakannya di lingkungan rumah. Antusiasme yang tinggi ini mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat perkotaan terhadap ruang edukasi lingkungan yang praktis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan lahan di sekitar tempat tinggal untuk menanam berbagai jenis tanaman yang bermanfaat, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Penulis: GIC & Tim PKM Pendidikan GeografiEditor: Tim FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (66) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (1) Penelitian (21) Pengabdian (20) Pengajaran (47) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (32) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (29) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ STRENGTHENS SUSTAINABLE TOURISM VILLAGE DEVELOPMENT THROUGH COMMUNITY SERVICE AND PARTNERSHIP IN SUKAMANDI
Foto Bersama Program Studi Pendidikan Sejarah FISH UNJ dan Pemerintah Desa Sukamandi (Doc. Tim PkM Pendidikan Sejarah FISH UNJ, 2026) Subang, 24 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Sejarah Lokal untuk Pendidikan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan” di Desa Sukamandi, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa Sukamandi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta SMP IT Adzikri Ciceuri sebagai mitra. PkM tersebut bertujuan mengoptimalkan potensi sejarah dan budaya lokal sebagai sumber pembelajaran, penguatan identitas masyarakat, serta pendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, sejarah lokal tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan mengenai masa lalu, tetapi juga dimanfaatkan sebagai modal sosial dan budaya yang dapat memberikan manfaat pendidikan dan ekonomi bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FISH UNJ dan Pemerintah Desa Sukamandi. Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Kepala Desa Sukamandi, Agus Setiawan, S.IP., bersama perwakilan Program Studi Pendidikan Sejarah FISH UNJ yang dalam hal ini diwakili oleh Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah, Dr. Nur’aeni Marta, M.Hum. dan Koordinator Program Magister Pendidikan Sejarah, Dr. Abrar, M.Hum. PKS tersebut menjadi landasan kolaborasi berkelanjutan dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, terutama pada bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pemberdayaan potensi desa. Kerja sama ini juga membuka peluang bagi pengembangan program pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Sukamandi. Pelaksanaan PkM dipusatkan pada dua kelompok sasaran. Kegiatan pertama melibatkan Pokdarwis Desa Sukamandi melalui pelatihan dan diskusi terarah mengenai penggalian narasi sejarah lokal. Peserta didorong untuk mengidentifikasi peristiwa, tokoh, tradisi, dan peninggalan budaya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis identitas lokal. Narasi sejarah yang disusun secara tepat diharapkan dapat memperkuat karakter destinasi sekaligus membedakan Desa Sukamandi dari desa wisata lainnya. Pengembangan pariwisata juga diarahkan agar tetap memperhatikan keberlanjutan budaya, lingkungan, serta keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama. Kegiatan bersama siswa SMP IT Adzikri Ciceuri (Dok. Tim PkM Pendidikan Sejarah FISH UNJ, 2026) Kegiatan kedua dilaksanakan bersama siswa dan tenaga pendidik SMP IT Adzikri Ciceuri. Tim PkM memperkenalkan pemanfaatan sejarah lokal sebagai media pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejarah, rasa bangga terhadap daerah, serta kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya di lingkungan mereka. Kepala Desa Sukamandi, Agus Setiawan, S.IP., menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan kontribusi FISH UNJ terhadap pengembangan desa: “Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Negeri Jakarta yang telah memberikan perhatian kepada Desa Sukamandi. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan, masyarakat, serta potensi wisata desa,” ujarnya. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Program Studi Pendidikan Sejarah FISH UNJ dan Pemerintah Desa Sukamandi oleh Kepala Desa Sukamandi, Agus Setiawan, S.IP., bersama perwakilan Program Studi Pendidikan Sejarah FISH UNJ di Desa Sukamandi, (Doc. Tim PkM Pendidikan Sejarah FISH UNJ, 2026) Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa pengembangan desa wisata tidak berhenti pada penyusunan program, tetapi dilanjutkan melalui pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat. Hasil pemetaan sejarah lokal yang diperoleh dari kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi bahan pembelajaran, dokumentasi desa, narasi pemanduan wisata, maupun konten informasi destinasi. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education melalui pemanfaatan sejarah lokal dalam pembelajaran; SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui pengembangan potensi ekonomi berbasis pariwisata; serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat. Pelaksanaan PkM dan penandatanganan PKS ini juga mendukung IKU 5, khususnya melalui penguatan kerja sama dan pengembangan luaran kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat, serta IKU 7 melalui kontribusi kegiatan perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs. Ke depan, Program Studi Pendidikan Sejarah FISH UNJ dan Pemerintah Desa Sukamandi akan menindaklanjuti kerja sama melalui program pendidikan, pendampingan masyarakat, dan pengembangan sejarah lokal sebagai fondasi desa wisata yang berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (66) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (1) Penelitian (20) Pengabdian (19) Pengajaran (47) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (32) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (29) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ AND INJOURNEY HOSPITALITY STRENGTHEN EDUCATION–INDUSTRY COLLABORATION IN TOURISM
Jakarta, 22 Juli 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) melalui Program Studi Usaha Perjalanan Wisata memperkuat kolaborasi pendidikan berbasis industri melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan InJourney Hospitality. Penandatanganan dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, di kantor InJourney Hospitality, Gedung Sarinah Lantai 12A, Jalan M.H. Thamrin No. 11, Jakarta Pusat. Dari pihak InJourney Hospitality, dokumen kerja sama ditandatangani oleh Peter Alexander Fritz, Director of Operations, dan Joko Utomo, Senior Vice President Human Capital. Kesepakatan ini menjadi landasan bagi pengembangan berbagai program kolaboratif yang menghubungkan proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata serta standar profesional industri perhotelan dan pariwisata. InJourney Hospitality merupakan bagian dari ekosistem InJourney, BUMN holding sektor aviasi dan pariwisata Indonesia. Perusahaan ini berfokus pada pengelolaan dan pengembangan bisnis perhotelan dengan portofolio hotel yang tersebar di berbagai destinasi strategis di Indonesia. Melalui penerapan standar pelayanan, inovasi, dan praktik bisnis yang berkelanjutan, InJourney Hospitality berperan dalam menghadirkan layanan akomodasi berkualitas sekaligus mendukung peningkatan daya saing pariwisata nasional. Perusahaan tersebut juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan daya saing destinasi, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Kerja sama antara FISH UNJ dan InJourney Hospitality diarahkan untuk memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual di lingkungan industri. Kolaborasi ini dapat dikembangkan melalui program magang, kuliah praktisi, kunjungan industri, pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kapasitas dosen, peninjauan kurikulum, penelitian kolaboratif, serta kegiatan akademik dan pengembangan sumber daya manusia lainnya. Dalam sesi diskusi, Dekan FISH UNJ, Assoc. Prof. Firdaus Wajdi, Ph.D., menekankan pentingnya membangun sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan industri, khususnya dalam menyelaraskan kurikulum program studi dengan perkembangan industri serta kebutuhan dunia kerja. Penyelarasan kurikulum dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan dinamika sektor pariwisata dan perhotelan yang terus berkembang. Menanggapi hal tersebut, InJourney Hospitality menyampaikan keterbukaannya untuk mendukung pengembangan kurikulum Program Studi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ. Perusahaan menyambut baik peluang untuk menghadirkan para General Manager ke kampus FISH UNJ guna memberikan masukan dan melakukan peninjauan kurikulum berdasarkan perspektif industri, pengalaman operasional, serta kebutuhan kompetensi profesional. Dengan sekitar 100 General Manager yang tersebar di jaringan hotel InJourney Hospitality di seluruh Indonesia, perusahaan memiliki sumber daya praktisi yang luas untuk berkontribusi dalam proses pengembangan akademik. Keterlibatan para General Manager tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai operasional perhotelan, manajemen pelayanan, kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, pengalaman pelanggan, serta transformasi industri. Assoc. Prof. Firdaus Wajdi, Ph.D., menyampaikan bahwa kemitraan dengan InJourney Hospitality merupakan bagian dari strategi FISH UNJ dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan, adaptif, dan berdampak. “Kerja sama ini bukan hanya tentang penandatanganan sebuah dokumen, tetapi tentang membangun jembatan yang semakin kuat antara ruang akademik dan dunia industri. FISH UNJ ingin memastikan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar dari praktik terbaik, memahami dinamika industri secara langsung, serta mengembangkan kompetensi profesional yang dibutuhkan oleh sektor pariwisata masa depan,” ujar Assoc. Prof. Firdaus. Ia menegaskan bahwa pengembangan kurikulum tidak dapat dilakukan secara terpisah dari kebutuhan dunia kerja. Keterlibatan praktisi industri menjadi penting agar capaian pembelajaran, materi perkuliahan, kegiatan praktik, dan kompetensi mahasiswa tetap selaras dengan tuntutan profesional yang sesungguhnya. “Kesediaan para General Manager InJourney Hospitality untuk berkontribusi dalam peninjauan kurikulum merupakan peluang yang sangat berharga. Pengalaman praktis mereka dapat memperkaya perspektif akademik sekaligus membantu kami menyiapkan lulusan yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga siap menjawab tantangan nyata dalam industri pariwisata dan perhotelan,” tambahnya. InJourney Hospitality juga menyatakan keterbukaannya untuk mengembangkan penelitian kolaboratif yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Peluang tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya riset terapan mengenai berbagai isu yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti manajemen perhotelan, inovasi pelayanan, pengalaman pelanggan, pengembangan sumber daya manusia, transformasi digital, pengembangan destinasi, dan praktik pariwisata berkelanjutan. “Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan talenta pariwisata yang kompeten, berintegritas, inovatif, dan memiliki wawasan keberlanjutan. Mahasiswa harus dipersiapkan bukan hanya untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga untuk menjadi bagian dari generasi yang mampu mentransformasi industri pariwisata Indonesia agar semakin unggul dan berdaya saing global,” lanjut Assoc. Prof. Firdaus. Bagi Program Studi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ, kemitraan ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat pembelajaran kontekstual dan berbasis praktik. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan operasional, pelayanan pelanggan, pengembangan destinasi, manajemen sumber daya manusia, serta penerapan standar profesional dalam ekosistem pariwisata dan perhotelan. Kerja sama ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education melalui pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri; SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui peningkatan kesiapan kerja serta kompetensi profesional mahasiswa; dan SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan industri. Sebagai tindak lanjut, FISH UNJ dan InJourney Hospitality akan merumuskan program kerja bersama yang terukur, termasuk peninjauan kurikulum yang melibatkan praktisi industri, pengembangan penelitian kolaboratif, program magang, kuliah praktisi, serta berbagai kegiatan lain yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, kedua institusi, dan industri pariwisata secara lebih luas. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat kontribusi FISH UNJ terhadap IKU 5, khususnya dalam pengembangan kerja sama dan luaran kolaboratif yang mendukung peningkatan mutu pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia Indonesia. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (66) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (1) Penelitian (20) Pengabdian (18) Pengajaran (47) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (32) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (29) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ REACHES REMOTE SOUTH PAPUA TO STRENGTHEN EDUCATOR CAPACITY IN ASGON, MAPPI
Mappi, 6 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan nasional melalui keterlibatan dosen dalam Pelatihan Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Kepala Sekolah, Guru, dan Pengawas Sekolah Kabupaten Mappi Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 6–10 Juli 2026 di SMA Negeri 1 Asgon, Distrik Assue, Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Keterlibatan FISH UNJ dalam program ini diwujudkan melalui penugasan Dr. Shahibah Yuliani, S.Sos., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FISH UNJ, sebagai bagian dari tim dosen Universitas Negeri Jakarta yang memberikan pendampingan dan penguatan kompetensi kepada para tenaga pendidik di wilayah tersebut. Program yang merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Mappi ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pendidikan, khususnya kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas unit, UNJ menghadirkan materi yang mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan kejuruan, hingga penguatan kepemimpinan kepala sekolah. Tim dosen UNJ yang bertugas di klaster Assue terdiri atas Lalan Erlani, Anggit Aruwiyantuko, Dr. Shahibah Yuliani, S.Sos., M.Pd., Nur Sekhudin, Indra Jaya, Gilang Muhammad Ramadhan, Desi Rahmawati, dan Kamaludin. Setiap dosen membawakan materi sesuai bidang keilmuan dan kebutuhan peserta di lokasi pelatihan. Kehadiran dosen FISH UNJ dalam kegiatan tersebut memperkuat kontribusi fakultas dalam mengembangkan pendidikan yang kontekstual, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Perspektif ilmu sosial dan pendidikan menjadi penting dalam membantu tenaga pendidik memahami karakteristik peserta didik, kondisi sosial masyarakat, serta tantangan pembelajaran yang muncul di wilayah dengan keterbatasan akses dan infrastruktur. Menempuh Perjalanan 220 Kilometer Menuju Asgon Perjalanan menuju Kampung Asgon bukanlah perjalanan yang mudah. Dari pusat Kabupaten Mappi, tim dosen UNJ harus menempuh jarak sekitar 220 kilometer dengan kondisi medan yang menantang. Jalur menuju Distrik Assue didominasi hamparan pasir putih yang relatif dapat dilalui pada musim kemarau. Namun, ketika hujan turun, jalan tersebut dapat berubah menjadi lintasan berlumpur yang menyulitkan kendaraan untuk melintas. Kondisi jalan yang bergelombang turut membuat perjalanan berlangsung lebih lama dan menguras tenaga. Di tengah perjalanan, tim dosen harus berhenti sejenak untuk beristirahat dan menikmati makan siang di tepi hutan sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju lokasi pelatihan. Meskipun menghadapi keterbatasan infrastruktur dan tantangan geografis, semangat para dosen untuk menjalankan pengabdian tidak surut. Perjalanan tersebut menjadi representasi komitmen FISH UNJ dan Universitas Negeri Jakarta untuk memastikan bahwa penguatan kompetensi tenaga pendidik dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Menguatkan Pembelajaran yang Kontekstual dan Berpusat pada Peserta Didik Sesampainya di SMA Negeri 1 Asgon, tim dosen UNJ disambut dengan antusiasme para kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah dari wilayah Distrik Assue. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan aktif melalui diskusi, pertukaran pengalaman, serta pembahasan berbagai solusi atas tantangan pendidikan yang dihadapi di sekolah masing-masing. Materi pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi pedagogik, tetapi juga mencakup kepemimpinan sekolah, implementasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, asesmen pembelajaran, penguatan karakter, serta strategi pemanfaatan teknologi pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan fasilitas sekolah. Melalui pendekatan yang kontekstual, peserta didorong untuk tidak sekadar mengadopsi model pembelajaran secara seragam, tetapi mampu mengembangkan strategi pendidikan berdasarkan karakteristik sosial, budaya, geografis, dan kebutuhan peserta didik di Kabupaten Mappi. Kontribusi dosen Pendidikan IPS FISH UNJ dalam kegiatan ini turut memperkuat pemahaman bahwa proses pendidikan tidak dapat dipisahkan dari realitas sosial masyarakat. Pembelajaran yang bermakna perlu memperhatikan lingkungan tempat peserta didik tumbuh, nilai-nilai lokal, relasi sosial, serta pengalaman kehidupan sehari-hari yang membentuk cara mereka memahami pengetahuan. Wujud Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menyampaikan bahwa pengiriman tim dosen ke berbagai wilayah terpencil merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pemerataan mutu pendidikan di Indonesia. “Perjalanan menuju Asgon menggambarkan bahwa membangun pendidikan berkualitas memerlukan dedikasi, kolaborasi, dan semangat melayani. Kami sangat mengapresiasi para dosen UNJ yang tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab meskipun harus menghadapi tantangan geografis yang tidak mudah. Kehadiran mereka merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi bagi kemajuan pendidikan nasional,” ujar Prof. Ifan Iskandar. Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Mappi menjadi bagian dari upaya universitas dalam memperluas kontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia di berbagai daerah. “Program ini menunjukkan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah mampu menghadirkan dampak yang langsung dirasakan masyarakat. Kami berharap peningkatan kapasitas kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah di Kabupaten Mappi akan melahirkan praktik pembelajaran yang lebih berkualitas, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan di Papua Selatan,” ungkap Rahmat Darmawan. Pelatihan tersebut tidak hanya menjadi ruang peningkatan kompetensi profesional, tetapi juga ruang perjumpaan dan pembelajaran bersama antara perguruan tinggi dan masyarakat. Para dosen tidak hanya membagikan pengetahuan akademik, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai realitas pendidikan, karakteristik sosial, serta kebutuhan tenaga pendidik di wilayah Papua Selatan. FISH UNJ Hadirkan Ilmu Sosial yang Berdampak Keterlibatan FISH UNJ dalam program penguatan kompetensi pendidik di Kabupaten Mappi mencerminkan implementasi tridarma perguruan tinggi yang berorientasi pada dampak sosial. Ilmu pengetahuan tidak berhenti pada proses pembelajaran di kampus, tetapi dihadirkan untuk mendampingi masyarakat dan menjawab persoalan pendidikan secara langsung. Kehadiran Dr. Shahibah Yuliani di tengah para pendidik Asgon juga menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam mengembangkan pendidikan ilmu sosial yang responsif terhadap keberagaman masyarakat Indonesia. Penguatan kompetensi tenaga pendidik di wilayah terpencil diharapkan dapat mendorong terbentuknya pembelajaran yang lebih adaptif, partisipatif, dan sesuai dengan konteks kehidupan peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai fakultas yang tidak hanya mengembangkan kajian ilmu sosial dan hukum secara akademik, tetapi juga menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Perjalanan panjang menuju Asgon menjadi simbol bahwa pengabdian, kepedulian sosial, dan semangat untuk menghadirkan pendidikan yang setara mampu menembus berbagai batas geografis. Sinergi antara FISH UNJ, Universitas Negeri Jakarta, dan Pemerintah Kabupaten Mappi diharapkan terus berkembang dalam berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat kualitas tenaga pendidik, memperluas kesempatan belajar, serta membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Papua Selatan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO
FISH UNJ STRENGTHENS UNIVERSITY SYNERGY IN DEVELOPING EXCELLENT HUMAN RESOURCES IN MAPPI REGENCY
Mappi, 1 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) memperkuat kontribusinya dalam mendukung pemerataan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan FISH UNJ dalam delegasi universitas yang mengawal implementasi program peningkatan kompetensi 1.000 guru dan Program 1.000 Sarjana Mappi. Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Universitas Negeri Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Mappi. Melalui kolaborasi lintas fakultas dan unit kerja, UNJ berupaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sekaligus memperluas kesempatan bagi putra-putri terbaik Mappi untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas. Keterlibatan FISH UNJ dalam program ini ditunjukkan melalui kehadiran Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., dan dosen Program Studi Usaha Jasa Pariwisata FISH UNJ, Lala Siti Sahara, M.Si., dalam kunjungan delegasi UNJ ke Kabupaten Mappi pada 28 Juni hingga 2 Juli 2026. Partisipasi tersebut menegaskan peran FISH UNJ dalam menghadirkan pendekatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemanusiaan, pemberdayaan, serta pemahaman terhadap karakter sosial dan budaya masyarakat setempat. Delegasi UNJ dipimpin oleh perwakilan tiga organ utama universitas, yakni Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik Universitas (SAU), dan organ Rektor. MWA diwakili oleh Sekretaris MWA, Prof. Hapidin; SAU diwakili oleh Ketua Komisi Pendidikan SAU, Prof. C. Rudy Prihantono; sedangkan organ Rektor diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar. Kunjungan tersebut turut diikuti oleh sejumlah pimpinan fakultas dan unit kerja di lingkungan UNJ, yaitu Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Prof. Nofi Marlina Siregar; Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Aip Badrujaman; Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Syamsi Setiadi; Dekan Fakultas Psikologi, Gugum Gumelar Fajar Rakhman; Direktur Kerja Sama dan Bisnis, Rahmat Darmawan; Kepala Humas dan Informasi Publik, Syaifudin; serta Protokoler UNJ, Alan Supriyadi. Sinergi antarfakultas dan tiga organ universitas tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan di Mappi tidak ditempatkan sekadar sebagai agenda kerja sama kelembagaan. Program ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial UNJ sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Bagi FISH UNJ, keterlibatan dalam program di Mappi memiliki arti strategis karena pengembangan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pemahaman terhadap kondisi sosial, budaya, hukum, dan kebutuhan masyarakat. Perspektif ilmu sosial menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap program pendidikan tidak hanya tepat secara akademik, tetapi juga relevan dengan konteks kehidupan masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Kehadiran Lala Siti Sahara, M.Si., yang telah memiliki pengalaman panjang dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah Papua, turut memperkuat pendekatan kontekstual dalam pelaksanaan program. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membangun komunikasi yang setara, mengenali pengetahuan lokal, dan memastikan agar kegiatan pendampingan dilakukan dengan menghormati karakter serta kebutuhan masyarakat Mappi. Kunjungan awal delegasi UNJ bersifat simbolis dan akan dilanjutkan melalui dua gelombang keberangkatan akademisi. Gelombang pertama dijadwalkan tiba pada 1 Juli 2026 dengan melibatkan sekitar 30 peserta, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan hadir pada 4 Juli 2026 dengan melibatkan 15 peserta. Para akademisi lintas fakultas tersebut akan berkontribusi dalam pelaksanaan pelatihan peningkatan kompetensi guru, pendampingan akademik, serta proses seleksi dan pembinaan calon mahasiswa Program 1.000 Sarjana Mappi. Keterlibatan berbagai disiplin ilmu diharapkan dapat menghasilkan program yang komprehensif dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan pendidikan di Kabupaten Mappi. Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkelanjutan. “Program peningkatan kompetensi 1.000 guru dan Program 1.000 Sarjana merupakan investasi jangka panjang bagi Kabupaten Mappi. UNJ tidak hanya ingin menghadirkan pendidikan tinggi, tetapi juga membangun kapasitas guru sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas. Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Mappi,” ujar Prof. Ifan. Sekretaris MWA UNJ, Prof. Hapidin, menegaskan bahwa keterlibatan MWA merupakan bentuk dukungan terhadap arah kebijakan universitas yang berorientasi pada kemanfaatan sosial dan pembangunan nasional. “MWA mendukung penuh berbagai kebijakan strategis universitas yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Program di Mappi merupakan contoh bagaimana tata kelola universitas dapat menghasilkan dampak sosial melalui pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ungkap Prof. Hapidin. Sementara itu, Ketua Komisi Pendidikan SAU, Prof. C. Rudy Prihantono, menekankan pentingnya menjaga mutu akademik dalam seluruh tahapan pelaksanaan program, baik pada pelatihan guru maupun penyelenggaraan Program 1.000 Sarjana. “Senat Akademik Universitas memastikan bahwa seluruh proses akademik, baik pelatihan guru maupun Program 1.000 Sarjana, dilaksanakan sesuai standar mutu pendidikan tinggi. Dengan demikian, manfaat yang diterima masyarakat tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menghasilkan lulusan dan tenaga pendidik yang kompeten serta berdaya saing,” jelas Prof. Rudy. Melalui keterlibatan aktif dalam program tersebut, FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang berpijak pada riset, kolaborasi, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial budaya. Kontribusi FISH UNJ juga memperlihatkan bahwa ilmu sosial dan hukum memiliki peran penting dalam membangun program pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara tiga organ universitas, pemerintah daerah, fakultas, serta unit kerja di lingkungan UNJ diharapkan dapat menjadikan Program 1.000 Guru dan Program 1.000 Sarjana sebagai model kemitraan pendidikan yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga untuk melahirkan tenaga pendidik dan generasi muda Mappi yang mampu menjadi penggerak pembangunan daerah. Keterlibatan FISH UNJ dalam sinergi tersebut sekaligus memperkuat identitas fakultas sebagai institusi akademik yang hadir di tengah masyarakat, mengembangkan keilmuan yang berdampak, serta berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (66) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (1) Penelitian (21) Pengabdian (21) Pengajaran (48) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (32) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (29) Zona Integritas (3) Berita Terbaru