Jakarta, 21 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kick Andy Goes to Campus melalui penyelenggaraan sesi podcast bersama jurnalis dan presenter ternama, Andy F. Noya. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Podcast Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai perkembangan industri media, tantangan jurnalistik, serta pentingnya menjaga kredibilitas informasi di tengah transformasi digital. Sesi podcast yang diselenggarakan oleh Kantor Humas dan Informasi Publik UNJ tersebut dipandu oleh Matthew Natanael, Duta UNJ, sebagai pembawa acara. Diskusi menghadirkan pembahasan mengenai perubahan pola komunikasi masyarakat, khususnya ketika media sosial semakin mendominasi penyebaran informasi dan memengaruhi cara publik memahami berbagai peristiwa. Perkembangan teknologi komunikasi telah membuka kesempatan yang semakin luas bagi masyarakat untuk memproduksi sekaligus mendistribusikan informasi. Kehadiran berbagai platform digital, termasuk TikTok, turut mendorong munculnya beragam bentuk penyampaian pesan yang lebih singkat, kreatif, dan interaktif. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru terkait ketepatan informasi, kredibilitas sumber, serta tanggung jawab dalam menyampaikan pesan kepada khalayak. Salah satu perhatian utama dalam diskusi adalah kecenderungan sebagian pembuat konten yang lebih mengutamakan popularitas dan kecepatan publikasi dibandingkan ketelitian dalam memastikan kebenaran informasi. Kondisi tersebut dapat memunculkan persoalan ketika konten yang telah tersebar luas ternyata mengandung informasi yang tidak tepat, menimbulkan kesalahpahaman, atau mendapatkan respons negatif dari masyarakat. Fenomena konten viral yang berujung pada kritik publik menjadi gambaran bahwa keberhasilan komunikasi tidak cukup diukur melalui jumlah penonton, interaksi, maupun tingkat penyebaran informasi. Lebih dari itu, setiap pesan yang dipublikasikan perlu mempertimbangkan aspek kebenaran, kepatutan, dan konsekuensi sosial yang mungkin ditimbulkan. Dalam konteks tersebut, nilai-nilai dasar jurnalistik tetap memiliki peran penting meskipun ekosistem media terus mengalami perubahan. Proses pemeriksaan fakta, penggunaan sumber yang dapat dipercaya, keberimbangan informasi, serta kepatuhan terhadap etika komunikasi merupakan unsur yang perlu dipertahankan dalam praktik penyampaian informasi, baik melalui media konvensional maupun platform digital. Bagi lingkungan akademik FISH UNJ, pembahasan ini memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya pada bidang hubungan masyarakat dan komunikasi digital. Mahasiswa dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menghasilkan konten yang inovatif, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami karakteristik audiens, serta mempertimbangkan dampak sosial dari informasi yang dipublikasikan. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan kontribusi FISH UNJ terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), terutama melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, dan literasi digital mahasiswa. Diskusi bersama praktisi media memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami tantangan profesional secara lebih kontekstual sekaligus menghubungkan pembelajaran akademik dengan dinamika industri komunikasi. Selain itu, pembahasan mengenai integritas jurnalistik dan tanggung jawab penyebaran informasi juga relevan dengan SDGs Tujuan 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice and Strong Institutions). Penguatan literasi informasi dan praktik komunikasi yang bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya ruang publik yang sehat, meningkatkan kesadaran terhadap informasi yang kredibel, serta mendorong akses masyarakat terhadap informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pemanfaatan fasilitas Laboratorium Podcast, FISH UNJ terus menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis para profesional. Kehadiran Andy F. Noya dalam rangkaian kegiatan Kick Andy Goes to Campus menjadi momentum untuk memperkaya pemahaman mengenai pentingnya menjaga prinsip jurnalistik di tengah perubahan teknologi dan perilaku konsumsi media. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa FISH UNJ untuk menjadi calon profesional komunikasi yang adaptif, kreatif, dan berintegritas. Dengan mengedepankan kemampuan literasi digital serta tanggung jawab sosial, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem informasi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. []
Rising Above Adversity After an Accident, Nuraini Earns History Education Degree from FISH UNJ: A Testament to Inclusive and Sustainable Education
Jakarta, FISH UNJ – Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi Nuraini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), untuk menuntaskan pendidikan tinggi. Setelah mengalami kecelakaan pada semester empat yang mengharuskannya menggunakan kursi roda, Nuraini berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan dan mengikuti Wisuda Universitas Negeri Jakarta Tahun Akademik 2025/2026 Sesi 2 yang diselenggarakan di Gedung Olahraga Universitas Negeri Jakarta (GOR UNJ), Selasa (20/10/2026). Keberhasilan Nuraini menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan, semangat belajar, dan pentingnya dukungan pendidikan yang inklusif. Perjalanannya juga mencerminkan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang menekankan akses pendidikan inklusif dan merata bagi semua, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) yang mendorong kesempatan setara bagi setiap individu, termasuk penyandang disabilitas. Nuraini, mahasiswa angkatan 2022 asal Depok, Jawa Barat, sebelumnya menjalani aktivitas perkuliahan dengan menggunakan transportasi umum setiap hari dari rumah menuju kampus UNJ. Rutinitas tersebut membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Namun, semangatnya untuk memperoleh pendidikan tinggi membuatnya tetap menjalani aktivitas akademik dengan penuh tanggung jawab. Perjalanan pendidikannya menghadapi tantangan besar ketika kecelakaan yang dialaminya pada semester empat mengubah kondisi fisik dan mobilitasnya. Sejak saat itu, Nuraini harus beradaptasi dengan penggunaan kursi roda, menjalani proses pemulihan kesehatan, serta menyesuaikan berbagai aktivitas akademik dan sosial. Meski menghadapi perubahan yang tidak mudah, Nuraini memilih untuk tetap melanjutkan pendidikannya hingga selesai. Beradaptasi dengan Keterbatasan, Tetap Berjuang Menyelesaikan Studi Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Nuraini adalah ketika memasuki tahap penyusunan skripsi. Sebagai mahasiswa Pendidikan Sejarah, proses penelitian membutuhkan akses terhadap berbagai literatur, dokumen, dan sumber referensi akademik. Kondisi mobilitas yang terbatas membuatnya tidak dapat secara leluasa mengunjungi perpustakaan maupun mencari sumber penelitian secara langsung. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Nuraini memanfaatkan perkembangan teknologi informasi melalui jurnal ilmiah daring, perpustakaan digital, serta berbagai sumber referensi berbasis internet. Pemanfaatan teknologi digital tersebut menjadi salah satu strategi yang membantunya menyelesaikan tugas akhir sekaligus memperlihatkan pentingnya akses sumber pembelajaran yang fleksibel bagi mahasiswa dengan kebutuhan beragam. Pengalaman Nuraini menunjukkan relevansi SDG 4, khususnya dalam menghadirkan kesempatan belajar yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh mahasiswa tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang sosial ekonomi. Selain berfokus pada kegiatan akademik, Nuraini juga berupaya mempertahankan keterlibatannya dalam kehidupan kemahasiswaan. Ia tetap mengikuti kegiatan kepanitiaan kampus dengan menjalankan sejumlah tugas yang memungkinkan untuk dikerjakan dari rumah. Keterlibatan tersebut menjadi sarana baginya untuk terus berinteraksi dengan rekan mahasiswa, mengembangkan kemampuan, dan menjaga hubungan sosial di tengah proses pemulihan kesehatan. Dukungan KIP Kuliah dan Keluarga Menjadi Penguat Perjalanan Akademik Di balik keberhasilannya menyelesaikan pendidikan, Nuraini mengakui bahwa dukungan finansial melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah memberikan kontribusi penting dalam perjalanan studinya. Bantuan pendidikan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan akademik dan transportasi selama berkuliah, tetapi juga meringankan sebagian pengeluaran yang muncul ketika dirinya harus menjalani perawatan kesehatan pascakecelakaan. “Cukup membantu aku ya, karena kan yang tadi aku bilang aku PP dari rumah, itu kan juga banyak pengeluaran. Waktu aku kecelakaan juga itu cukup membantu aku karena dari rumah sakit ada yang nge-cover, tapi ada beberapa printilan yang enggak di-cover. Jadi aku pakai uang KIP untuk ke situ juga. Jadi selain untuk pendidikan, aku juga mengasih untuk kesehatan,” tutur Nuraini. Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya program bantuan pendidikan dalam memperluas kesempatan mahasiswa untuk mempertahankan keberlanjutan studi, terutama ketika menghadapi tantangan ekonomi dan kondisi kesehatan yang tidak terduga. Hal ini selaras dengan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan akses terhadap bantuan sosial dan pendidikan, serta SDG 10 yang menekankan pengurangan kesenjangan kesempatan dalam berbagai aspek kehidupan. Selain dukungan finansial, keluarga juga memiliki peran besar dalam menjaga motivasi Nuraini. Di tengah rasa pesimis dan tantangan penyesuaian diri, keluarga senantiasa memberikan dorongan agar ia tidak menyerah. Salah satu sumber motivasinya berasal dari sang adik yang terus mengingatkan untuk tetap percaya diri dan berani menghadapi berbagai rintangan. Nuraini juga memperoleh inspirasi dari kisah penyandang disabilitas yang mampu berkarya dan menjalani kehidupan produktif. Melalui berbagai cerita yang dibacanya di internet, ia menyadari bahwa perubahan kondisi fisik tidak harus membatasi kesempatan seseorang untuk mengembangkan potensi diri. Dukungan emosional dari keluarga dan lingkungan sosial tersebut menjadi bagian penting dari proses pemulihan serta keberlanjutan pendidikannya. Pengalaman ini turut berkaitan dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), yang menekankan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan bagi semua individu. Wisuda Menjadi Tonggak Perjuangan dan Harapan Masa Depan Bagi Nuraini, momen wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda keberhasilan melewati berbagai tantangan selama menempuh pendidikan di FISH UNJ. Gelar Sarjana Pendidikan yang diraihnya menjadi hasil dari proses panjang yang mencakup perjuangan akademik, adaptasi terhadap kondisi fisik, pemulihan kesehatan, serta dukungan orang-orang terdekat. Setelah menyelesaikan studi sarjana, Nuraini berencana memberikan perhatian lebih besar terhadap pemulihan kesehatannya. Ia masih memiliki agenda menjalani operasi lanjutan dan fisioterapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kondisi fisiknya. Meski demikian, keinginannya untuk terus menempuh pendidikan tidak berhenti. Nuraini berharap dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi ketika kondisi kesehatan dan finansialnya telah memungkinkan. Semangat tersebut mencerminkan prinsip pembelajaran sepanjang hayat sebagaimana ditekankan dalam SDG 4, yaitu memastikan kesempatan belajar yang berkualitas dan berkelanjutan bagi setiap individu. Kepada mahasiswa lain yang sedang menghadapi berbagai tantangan, Nuraini menyampaikan pesan agar tetap memiliki semangat dan tidak menyerah terhadap keadaan. “Kita harus tetap semangat, karena di luar itu ternyata banyak banget orang-orang yang lebih keren daripada kita. Jadi kita harus tetap semangat apa pun keadaannya, walaupun kita disabilitas, walaupun kita enggak mampu kayak orang lain. Pokoknya gas terus aja, apa pun rintangannya dilanjut!” ungkapnya. Kisah Nuraini dan Pentingnya Pendidikan Tinggi yang Inklusif Keberhasilan Nuraini menyelesaikan pendidikan di Program Studi Pendidikan Sejarah FISH UNJ menjadi pengingat bahwa akses terhadap pendidikan tinggi harus disertai dengan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk mereka yang menghadapi keterbatasan mobilitas maupun tantangan sosial ekonomi. Kisah ini menegaskan pentingnya pengembangan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, mulai dari aksesibilitas sarana pembelajaran, ketersediaan sumber akademik digital, dukungan finansial, hingga lingkungan sosial yang menghargai keberagaman kondisi mahasiswa. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, perjalanan Nuraini memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan SDGs, terutama SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Bagi FISH UNJ,
Vision Loss Does Not Stop Tion Iswanto: UNJ Islamic Religious Education Graduate Earns 3.84 GPA and Pursues Dream of Becoming an Inclusive Educator
JAKARTA, FISH UNJ – Keterbatasan penglihatan tidak menyurutkan semangat Tion Iswanto untuk meraih pendidikan tinggi. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), tersebut berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dalam empat tahun dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,84 pada Wisuda UNJ Tahun Akademik 2025/2026. Pencapaian Tion menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan, kemandirian, dan pentingnya lingkungan pendidikan yang inklusif. Perjalanannya sekaligus mencerminkan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang menekankan akses pendidikan inklusif dan berkeadilan, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui perluasan kesempatan bagi penyandang disabilitas. Bangkit dari Kehilangan Penglihatan Tion mengalami ketunanetraan total sejak berusia 13 tahun. Berasal dari Brebes, Jawa Tengah, ia tumbuh dalam keluarga sederhana dengan kedua orang tua bekerja sebagai buruh tani. Enam kali operasi mata yang dijalaninya di Cicendo, Bandung, belum berhasil memulihkan penglihatannya. Kondisi tersebut sempat membuat Tion berhenti sekolah selama dua tahun. Namun, keinginannya untuk memperoleh pendidikan mendorongnya kembali bersekolah di SLB Agro Industri pada 2015–2016, sebelum melanjutkan pendidikan di Sekolah Khusus Islam Terpadu (SKh-IT) Yarfin hingga lulus pada 2022. “Keterbatasan bukan berarti terbatas, tetapi dapat melampaui keterbatasan itu sendiri,” ungkap Tion. Pada tahun yang sama, Tion memutuskan melanjutkan pendidikan ke UNJ dan memilih Program Studi PAI FISH. Keputusan tersebut didorong oleh cita-citanya menjadi pendidik yang mampu menghadirkan pembelajaran agama secara inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas. Teknologi dan Dukungan Kampus sebagai Kunci Keberhasilan Selama menjalani perkuliahan, Tion memanfaatkan teknologi komputer bicara untuk mengakses bahan ajar, mengikuti pembelajaran, dan menyelesaikan tugas akademik secara mandiri. Menurutnya, digitalisasi pembelajaran di UNJ memberikan kemudahan bagi mahasiswa tunanetra untuk berpartisipasi dalam kegiatan akademik. “Digitalisasi mulai dari bahan ajar, media, sampai evaluasi sangat membantu saya mengakses dengan mandiri, karena saya sudah menguasai teknologi komputer bicara. Selain itu, dosen-dosennya sangat inklusif,” jelasnya. Dukungan dosen dan teman seangkatan turut berperan dalam keberhasilan akademiknya. Ketika menghadapi materi visual yang belum dilengkapi deskripsi, teman-temannya membantu menjelaskan isi pembelajaran. Sementara itu, dosen pembimbing skripsinya, Andy Hadiyanto dan Ahmad Hakam, memfasilitasi proses bimbingan melalui media digital. Tion juga memperoleh beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi mahasiswa penyandang disabilitas yang membantu pembiayaan studinya hingga selesai. Di luar kegiatan akademik, Tion menjalani kehidupan secara mandiri. Ia tinggal di rumah kos sekitar sepuluh menit berjalan kaki dari kampus serta mengurus kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga mencuci pakaian. “Tunanetra tidak perlu dikasihani, tetapi didukung,” tegasnya. Pengalaman Tion menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif membutuhkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan lingkungan kampus. Hal ini sejalan dengan SDG 4, terutama target 4.5 mengenai penghapusan kesenjangan akses pendidikan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Mendorong FISH UNJ Semakin Inklusif dan Aksesibel Meski mengapresiasi dukungan yang diterimanya, Tion berharap pengembangan fasilitas aksesibilitas di lingkungan UNJ terus ditingkatkan. Ia menyoroti keberadaan jalur pemandu (guiding block) yang belum merata serta materi pembelajaran visual yang belum seluruhnya dilengkapi deskripsi alternatif. Menurutnya, penyediaan teknologi perlu diiringi dengan perancangan pembelajaran yang mempertimbangkan kebutuhan seluruh mahasiswa. Ia juga berharap mahasiswa penyandang disabilitas dilibatkan dalam perencanaan fasilitas kampus agar sarana yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Program Studi PAI FISH UNJ turut mendukung penguatan pendidikan inklusif melalui forum diskusi antara dosen dan mahasiswa penyandang disabilitas untuk mengidentifikasi kebutuhan serta mengevaluasi aksesibilitas pembelajaran. Upaya tersebut relevan dengan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), khususnya target 10.2 yang mendorong inklusi sosial bagi semua orang tanpa memandang kondisi disabilitas. Selain itu, pengembangan fasilitas pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah disabilitas sejalan dengan target 4.a dalam SDG 4. Bagi Tion, kampus inklusif bukan sekadar institusi yang menerima mahasiswa penyandang disabilitas, melainkan lingkungan yang memberikan kesempatan setara untuk belajar, berkembang, dan berpartisipasi secara penuh. Dari Mahasiswa Tunanetra Menjadi Pendidik Inklusif Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Tion mulai mewujudkan cita-cita sebagai pendidik. Saat ini, ia menjalani masa percobaan sebagai tenaga pendidik di SKh-IT Yarfin, Tangerang Selatan, dengan mengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan komputer. Pengalaman pribadinya sebagai mahasiswa tunanetra menjadi motivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan kurikulum dan bahan ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang lebih aksesibel. “Saya ingin ikut berkontribusi mengembangkan aksesibilitas kurikulum, terutama mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti,” tuturnya. Ke depan, Tion berharap dapat melanjutkan pendidikan magister sambil bekerja serta mengembangkan karier sebagai aparatur sipil negara. Ia juga berpesan kepada penyandang tunanetra yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi agar menguasai teknologi, meningkatkan kemampuan orientasi dan mobilitas, serta membangun kemandirian dan komunikasi. “Keberanian itu adalah pintu menuju kemudahan. Berani bertanya, maka jalan akan terbuka lebar,” pesannya. Keberhasilan Tion menyelesaikan studi dengan IPK 3,84 menjadi bukti pentingnya akses pendidikan yang setara dan dukungan lingkungan akademik. Kisahnya sekaligus memperkuat semangat FISH UNJ dalam mendukung pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui perjalanan Tion, nilai-nilai SDG 4 dan SDG 10 menemukan wujud nyata: pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang membuka kesempatan bagi setiap individu untuk mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
FISH UNJ 2027 Ambassador Talent Show Serves as a Platform for Talent Development and Cultural Preservation
Jakarta, 15 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan Talent Show Finalis Duta FISH UNJ 2027 pada Kamis (15/10) di Auditorium Lantai 9, Gedung Ki Hajar Dewantara, UNJ. Mengusung tema “Preserving Culture for the Future: Indonesian Youth in Society on the Global Stage”, kegiatan ini menjadi wadah bagi para finalis untuk menunjukkan bakat, mengembangkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri sebagai representasi FISH UNJ. Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNJ, serta penampilan persembahan dari Duta FISH 2026. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Pembina Duta FISH, Mega Ayu Permatasari, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Duta FISH memiliki peran penting sebagai representasi fakultas di masa mendatang. Menurutnya, gelar dan selempang yang diperoleh bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab untuk membawa nama baik FISH UNJ. Ia juga menegaskan bahwa penampilan bakat dalam kegiatan tersebut bukanlah akhir, melainkan langkah awal bagi para finalis untuk terus mengembangkan potensi diri. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan bakat para finalis yang terbagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok menampilkan kemampuan dan kreativitas masing-masing di hadapan dewan juri dan audiens. Penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi para finalis untuk menunjukkan potensi diri sekaligus mengembangkan kepercayaan diri dalam menampilkan bakat yang dimiliki. Kesan positif turut disampaikan oleh perwakilan Duta UNJ dan Student Ambassador yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan serta mengungkapkan rasa senang atas sambutan dan arahan yang ramah dari panitia. Mereka juga menilai bahwa acara berlangsung dengan meriah dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi para tamu undangan. Dewan juri turut memberikan apresiasi terhadap penampilan para finalis. Mereka menilai bahwa para finalis telah menunjukkan perkembangan yang baik, terutama dalam membangun kepercayaan diri saat tampil di hadapan audiens. Keaktifan alumni Duta FISH dalam berbagai kegiatan juga menjadi hal positif yang mendapat perhatian. Ke depannya, para finalis dan alumni diharapkan dapat terus berkembang serta berkontribusi dalam membawa Duta FISH menjadi lebih baik. Setelah seluruh penampilan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kesan dan pesan dari Duta UNJ, Student Ambassador, serta dewan juri. Acara kemudian memasuki rangkaian catwalk finalis dan pengumuman kategori Best Talent. Pada kategori Best Talent Putra, penghargaan diberikan kepada Al Fathir Rizky Tullah dari Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2026. Sementara itu, kategori Best Talent Perempuan diraih oleh Tiara Adelia Liistiani dari Program Studi Pendidikan Sosiologi angkatan 2025. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas bakat dan kemampuan yang ditampilkan oleh para finalis selama kegiatan berlangsung. Melalui Talent Show Duta FISH UNJ 2027, para finalis diharapkan tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi juga memahami tanggung jawab yang melekat pada peran sebagai Duta FISH. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para finalis untuk terus mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi dalam melestarikan budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman. Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pemberian ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan potensi diri. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam upaya melindungi dan melestarikan warisan budaya. Melalui kegiatan ini, Duta FISH UNJ diharapkan dapat menjadi generasi muda yang mampu memperkenalkan dan menjaga keberlanjutan budaya Indonesia di tingkat yang lebih luas. Penulis: N.A, A.F, R.D TIM FISH MEDIA CENTER 2026
FISH UNJ Ambassadors 2026 Hold Grand Roadshow Ahead of the 2027 Ambassador Selection
Kemahasiswaan Jakarta, 16 September 2026 Pembukaan Roadshow Akbar Duta FISH oleh MC. (Doc. FISHMed, 2026) Duta FISH UNJ 2026 menggelar Roadshow Akbar Duta FISH UNJ di Lobi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan Roadshow Akbar Duta FISH ini merupakan salah satu dari rangkaian awal yang sangat krusial dalam tahapan Pemilihan Duta FISH UNJ 2027. Sosialisasi Awal dan Dukungan Pimpinan Fakultas Roadshow Akbar menjadi ajang sosialisasi awal untuk membangun antusiasme sekaligus menarik minat mahasiswa aktif FISH UNJ yang memiliki potensi dan bakat untuk berkontribusi bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ. Acara ini turut dihadiri oleh Pembina Duta FISH UNJ, Mega Ayu Permatasari, M.Si., serta Wakil Dekan III FISH UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., yang memberikan dukungan terhadap rangkaian Pemilihan Duta FISH UNJ 2027. Acara dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Dalam sambutannya, Mega menyoroti kesempatan memperluas jejaring sebagai salah satu manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa melalui Duta FISH UNJ. “Keunggulan ketika kalian memilih bergabung, tentunya kalian akan mendapatkan networking yang luas karena Duta FISH ini tidak hanya sekadar di fakultas.” — Mega Ayu Permatasari, M.Si., Pembina Duta FISH UNJ Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan III FISH UNJ, Nugrahaeni, menekankan posisi Duta FISH sebagai salah satu pelopor program duta mahasiswa di lingkungan UNJ. “Kita patut berbangga menjadi bagian dari pelopor hadirnya perwakilan mahasiswa atau student ambassador yang menjadi wajah fakultas dalam berbagai kegiatan resmi di tingkat fakultas.” — Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., Wakil Dekan III FISH UNJ Demo Makeup, Hairdo, dan Sesi Public Speaking Kemudian acara dilanjutkan dengan demo Makeup dari brand Wardah serta percobaan Hairdo dari brand Putri. Rangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar diikuti dengan sesi tanya jawab yang membuat audiens semakin tertarik mengikuti kegiatan Roadshow. Setelah demo Makeup dan Hairdo, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dengan tema “Beyond Words: Public Speaking as the Voice of Representation” yang disampaikan oleh Nirsa Ismi Almanda, S.Pd, Wisudawan Berprestasi UNJ. Dalam materinya, Kak Nirsa menyampaikan mengenai pengertian dari Public Speaking, manfaat dari Public Speaking, serta menjelaskan bagaimana retorika klasik Aristoteles berhubungan dengan ilmu Public Speaking. Kak Nirsa juga menyampaikan tips yang dapat digunakan dalam Public Speaking hingga nada bicara yang sangat berpengaruh dengan reaksi audiens dalam berbicara di depan publik. Setelah sesi materi selesai, Duta FISH UNJ menyerahkan sertifikat serta beberapa hadiah kepada Kak Nirsa sebagai apresiasi pembicara Roadshow Akbar ini. Penyerahan ini diikuti oleh sesi dokumentasi bersama audiens serta Duta FISH UNJ 2026. Duta FISH UNJ dan Partisipan melakukan dokumentasi bersama Narasumber Nirsa Ismi Almanda, S.Pd. (Doc. FISHMed, 2026) Sosialisasi Pendaftaran Pemilihan Duta FISH UNJ 2027 Sebelum menutup acara, Duta FISH UNJ memaparkan sistematika pendaftaran Pemilihan Duta FISH UNJ 2027. Pemaparan tersebut meliputi syarat dan berkas yang harus dikumpulkan secara luring (offline), lengkap dengan batas waktu pengumpulannya. Penulis: GSFI & ALFTim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (53) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (35) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
LAW STUDY PROGRAM OF FISH UNJ HOLDS ITS FIRST INDEPENDENT PKKMB 2026
Kemahasiswaan Jakarta, 30 Agustus 2026 Foto bersama peserta PKKMB Ilmu Hukum 2026. (Dok. BEMP Ilmu Hukum, 2026) Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) perdana menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PASS) PKKMB Ilmu Hukum 2026 secara mandiri. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di UPT Lantai 4 The Gade Creative Lounge. Pelaksanaan PASS PKKMB ini menjadi momentum bersejarah sekaligus langkah awal yang luar biasa, mengingat Prodi Ilmu Hukum UNJ yang baru berdiri dalam kurun waktu satu tahun terakhir sudah mampu menginisiasi dan menyelenggarakan agenda orientasi secara mandiri bagi mahasiswa barunya. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi langkah krusial dalam membangun identitas, integritas, serta budaya akademik yang kokoh bagi mahasiswa hukum sejak dini. Sebanyak 96 mahasiswa baru angkatan 2026 antusias mengikuti rangkaian orientasi yang dirancang untuk membekali mereka menghadapi tantangan dunia perkuliahan. Rangkaian Pembukaan hingga Sosialisasi Sistem Akademik Rangkaian acara diawali dengan tahap pengondisian peserta, briefing, pemeriksaan barang bawaan, hingga sosialisasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Acara kemudian dibuka secara resmi melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta penyanyian lagu Indonesia Raya, Mars UNJ, dan Hymne UNJ, yang dilanjutkan dengan laporan dari ketua pelaksana. Memasuki agenda inti di ruangan utama, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Tata Tertib Pengawasan dan Evaluasi (TIPE), pembacaan tata tertib kegiatan, serta sosialisasi Kartu Rencana Studi (KRS) untuk memberikan pemahaman awal terkait sistem akademik kampus. Para peserta menyimak sambutan langsung dan perkenalan jajaran dosen Prodi Ilmu Hukum yang hadir di lokasi, yaitu Koordinator Program Studi (Koorprodi) Ilmu Hukum, Martini, S.H., M.H., bersama Prof. Dr. Masduki, S.H., M.M., Muqtadir Ghani Putranto, S.H., M.H., Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H., Achmar Dasquari, S.H., M.H., CTL., Abdul Rahman Hamid, S.H., M.H., Dr. Sanusi, M.H., dan Annisa Rahmi Faisal, S.Sy., M.H. Selain itu, sesi sambutan juga dilengkapi dengan tayangan sambutan via video dari Dr. Alpius Sarumaha, S.H., M.H. Keseimbangan Hak dan Kewajiban Mahasiswa Baru Dalam kesempatan tersebut, Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H., turut menekankan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban bagi seluruh mahasiswa baru dalam mengarungi masa perkuliahan. “Mahasiswa memang memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan akademik dan menggunakan fasilitas kampus, namun hak tersebut tidak bisa dipisahkan dari kewajiban menjaga ketertiban dan mematuhi norma yang berlaku.” — Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H. Foto Bersama Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H., Muqtadir Ghani Putranto, S.H., M.H., Abdul Rahman Hamid, S.H., M.H., Martini, S.H., M.H., Prof. Dr. Masduki, S.H., M.M., Achmar Dasquari, S.H., M.H., CTL., dan Annisa Rahmi Faisal, S.Sy., M.H. (Dok. BEMP Ilmu Hukum, 2026) Parade OPMAWA dan Apresiasi Maba Awards Acara kemudian dilanjutkan dengan parade Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (OPMAWA) guna mengenalkan wadah berorganisasi di lingkungan prodi. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan diselingi sesi ice breaking, pemaparan grand design dari calon ketua dan wakil ketua angkatan 2026, serta sesi tanya jawab. Mendekati akhir acara, panitia memberikan apresiasi melalui Maba Awards Ilmu Hukum, dilanjutkan dengan sesi evaluasi, pengisian angket sosialisasi, penyerahan kembali ponsel peserta, hingga pembuatan konten dan foto bersama di area plaza kampus. Kontribusi terhadap SDGs dan IKU Universitas Kegiatan PASS PKKMB Ilmu Hukum 2026 ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan orientasi pendidikan berkelas dan terstruktur, serta SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) dengan menanamkan kesadaran hukum dan etika kelembagaan sejak awal masa studi. Pelaksanaan orientasi ini juga berkontribusi pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, khususnya IKU 3 tentang Pengalaman Belajar Mahasiswa di luar kelas melalui penguatan pembinaan karakter dan organisasi kemahasiswaan. Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Hukum FISH UNJ menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan hukum yang adaptif, kritis, dan berintegritas. Penulis: NE, NRRTim FISH Media Center 2026 Tag: PKKMB Ilmu Hukum FISH UNJ, Mahasiswa Baru Ilmu Hukum 2026, Kemahasiswaan FISH UNJ, OPMAWA Ilmu Hukum, Orientasi Kampus UNJ Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (22) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (52) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Communication Studies PKKMB 2026 Reinforces Commitment to Inclusive Education for a New Generation of Communicators
Kemahasiswaan Jakarta, 27 Agustus 2026 Mahasiswa baru Program Studi S1 Ilmu Komunikasi bersama pimpinan dan dosen dalam kegiatan PKKMB Ilmu Komunikasi 2026 memperagakan hand sign Intelligentia–Dignitas, motto Universitas Negeri Jakarta. (Dok. BEMP IKom, 2026) Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyambut 81 mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diselenggarakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Ruang Serba Guna (RSG) Gedung K, FISH UNJ. Jalur Masuk Paling Ketat, Komitmen Belajar Tetap Terbuka untuk Semua Kehadiran mahasiswa baru tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi Prodi S1 Ilmu Komunikasi. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) UNJ 2026, program studi ini tercatat memiliki tingkat penerimaan hanya 1,17 persen, menjadikannya salah satu jalur penerimaan paling ketat di UNJ. Di tengah tingginya kompetisi tersebut, FISH UNJ menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh selektivitas masuk, tetapi juga oleh kemampuan institusi membangun lingkungan belajar yang memberi kesempatan bagi setiap mahasiswa untuk berkembang. Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian utama Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D. Menurutnya, pendidikan berkualitas perlu berjalan beriringan dengan komitmen terhadap inklusivitas, termasuk memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh ruang yang setara untuk belajar dan menjadi bagian dari kehidupan akademik kampus. “FISH UNJ mengusung pendidikan yang inklusif. Bagi kami, keberagaman mahasiswa bukan sekadar sesuatu yang diterima, tetapi menjadi bagian dari bagaimana lingkungan pendidikan seharusnya dibangun. Tahun ini, salah satunya dapat kita lihat melalui proses penerimaan mahasiswa baru di Ilmu Komunikasi. Kehadiran mahasiswa dengan kebutuhan yang beragam mengingatkan kita bahwa akses terhadap pendidikan tinggi harus diikuti dengan ekosistem belajar yang memungkinkan setiap mahasiswa tumbuh dan mencapai potensinya.” — Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ Komitmen tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education, khususnya upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif, setara, dan berkualitas. Bagi FISH UNJ, inklusivitas dengan demikian tidak berhenti pada terbukanya akses masuk ke perguruan tinggi, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam pengalaman belajar, pendampingan akademik, interaksi sosial, serta fasilitas yang mendukung perjalanan mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan. Kolaborasi Bersama Mendampingi Mahasiswa Lulus Tepat Waktu Semangat kolaboratif dalam mendampingi mahasiswa juga disampaikan Dr. Linda Zakiyah. Ia mengajak seluruh unsur di lingkungan kampus untuk bersama-sama menciptakan kondisi yang mendukung mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan sarjana tepat waktu, termasuk bagi Attaraka Abinaya, salah satu mahasiswa baru Ilmu Komunikasi tahun 2026. “Kita perlu bersama-sama mengupayakan agar mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dan menyelesaikan studi S1 tepat waktu. Termasuk Attaraka Abinaya, keberhasilannya nanti bukan hanya menjadi perjuangan satu orang. Ini adalah gerakan bersama yang membutuhkan kolaborasi mahasiswa, dosen, program studi, fakultas, keluarga, dan seluruh lingkungan yang mendukungnya.” — Dr. Linda Zakiyah PKKMB juga menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik dan orang-orang yang akan mendampingi perjalanan mereka di Prodi S1 Ilmu Komunikasi. Kegiatan dihadiri oleh Dr. Dini Safitri, M.Si.; Dr. E. Nugrahaeni P, M.Si.; Dr. Maulina Larasati, M.Si.; Dr. Hasan Chabibie, M.Pd.; Dr. M. Fikri Akbar, M.M.; Sandy Allifiansyah, Ph.D.; Mega Ayu Permatasari, M.Si.; dan Noprita Herari, M.I.Kom. Lebih dari kegiatan penyambutan, PKKMB menjadi titik awal pembentukan relasi antara mahasiswa dengan ekosistem akademik yang akan mereka jalani. Mahasiswa baru diperkenalkan pada lingkungan program studi sekaligus didorong untuk melihat masa perkuliahan sebagai ruang untuk belajar, berkolaborasi, membangun kompetensi, dan menemukan kapasitas terbaik dirinya. Melalui penerimaan 81 mahasiswa baru tahun ini, Prodi S1 Ilmu Komunikasi bersama FISH UNJ membawa satu pesan penting: ketatnya pintu masuk harus diikuti dengan luasnya ruang untuk bertumbuh. Komitmen terhadap pendidikan yang berkualitas dan inklusif diharapkan menjadikan kampus bukan hanya tempat mahasiswa diterima secara administratif, tetapi ruang tempat setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar, berpartisipasi, dan menyelesaikan perjalanan akademiknya bersama-sama. Tag: PKKMB Ilmu Komunikasi FISH UNJ, Pendidikan Inklusif FISH UNJ, SDG 4 Quality Education, Mahasiswa Baru Ilmu Komunikasi 2026, FISH UNJ Communication Studies Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (21) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (52) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
PKKMB FISH UNJ 2026, MELALUI TEMA “THE BEGINNING OF INFINITY” SIAP MENYAMBUT MAHASISWA BARU DENGAN MENGAJAK BERKEMBANG DAN BERKARYA
Kemahasiswaan Jakarta, 24 Agustus 2026 · Tim FISH Media Center Pimpinan fakultas & Koordinator Program Studi se-FISH dengan mahasiswa baru FISH 2026. (Doc. FISHMed, 2026) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) sukses menyelesaikan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB FISH 2026) yang berlangsung di Gedung Dewi Sartika, Lantai 2, Aula Latief, Kampus A UNJ. Melalui tema “The Beginning of Infinity: Menjelajahi Cerita, Merangkai Makna,” PKKMB FISH UNJ 2026 menjadi simbol awal perjalanan mahasiswa untuk berkembang dan berkarya. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa baru mengenai dinamika kehidupan kampus, sekaligus sebagai wadah untuk memperkenalkan lingkungan FISH UNJ yang mencakup fasilitas, sarana, dan prasarana bagi mahasiswa baru. Pesan Dekan: Kenali Lingkungan Kampus Sejak Dini Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., dalam kesempatannya menyampaikan pesan utama bagi para mahasiswa baru agar dapat beradaptasi dengan cepat di lingkungan kampus. “Ada pesan singkat yang ingin saya sampaikan, yaitu kenali. Kenali seluruh fasilitas, rekan, kurikulum program studi yang nanti akan menjadi bagian dari hari-hari anda selama empat tahun kedepan. Nanti akan ketemu bapak/ibu dosennya, mungkin akan melihat juga ruang kelasnya, dimana kantinnya, laboratoriumnya, dan ruang TU-nya. Jangan lupa juga kenali senior-seniornya.” — Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan FISH UNJ Bersama dengan Dekan FISH UNJ, turut hadir pula Wakil Dekan I FISH UNJ Dr. Kurniawati, M.Si., Wakil Dekan II FISH UNJ Dr. Aris Munandar, M.Si., Wakil Dekan III FISH UNJ Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., serta rekan-rekan pimpinan Koordinator Program Studi se-FISH UNJ dalam sesi Pengenalan Pimpinan Fakultas & Koordinator Program Studi Se-FISH. Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Rangkaian kegiatan diisi dengan materi Sosialisasi Satuan Petugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Negeri Jakarta oleh Ketua Satgas PPK sekaligus Dosen S1 Sosiologi FISH UNJ, Dr. Ikhlasiah Dalimunthe, M.Si. Dalam materinya, Dr. Ikhlasiah menyampaikan pembekalan mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus, termasuk cara mengenali bentuk kekerasan, dampak bagi korban, sanksi untuk pelaku, dan alur penanganan kekerasan di lingkungan UNJ. Parade Organisasi Mahasiswa yang Meriah Panggung kreatif dan interaktif OPMAWA dan ORMAWA. (Doc. FISHMed, 2026) Rangkaian kegiatan kian semarak saat sesi Parade Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (OPMAWA) dan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA). Para mahasiswa baru disambut dengan berbagai aksi panggung kreatif dan interaktif dari pengurus BEM, BPM, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat fakultas. Sesi pertengahan ini dirancang untuk memperkenalkan wadah pengembangan minat, bakat, dan jiwa kepemimpinan di luar kelas akademik. Penutup Penuh Warna: Drama Musikal dan Tarian Daerah Penampilan drama musikal oleh perwakilan mahasiswa-mahasiswi program studi se-FISH. (Doc. FISHMed, 2026) Selanjutnya, rangkaian kegiatan ditutup melalui penampilan panggung bakat oleh perwakilan mahasiswa-mahasiswi program studi se-FISH yang membawakan drama musikal dan tarian daerah modern. Pertunjukan seni yang kreatif ini berhasil mempererat rasa kebersamaan, mencairkan kecanggungan, serta menumbuhkan kebanggaan budaya di kalangan mahasiswa baru sejak hari pertama mereka berkuliah. Melalui momentum penutup ini, para peserta tidak hanya merasa disambut dengan hangat, tetapi juga termotivasi untuk aktif mengeksplorasi potensi diri dan berani berkarya bersama di lingkungan FISH UNJ. Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Melalui integrasi pembekalan akademik, sosialisasi lingkungan kampus yang aman, serta ruang ekspresi seni, pelaksanaan PKKMB FISH UNJ 2026 ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian target pembangunan berkelanjutan global, khususnya: SDG 4 (Quality of Education) — menghadirkan pendidikan inklusif berkualitas SDG 3 (Good Health and Well-Being) — menjamin lingkungan kampus yang sehat secara mental dan fisik, bebas dari kekerasan SDG 5 (Gender Equality) — didukung penuh melalui komitmen Satgas PPK SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) — menciptakan lingkungan kampus yang aman, adil, dan inklusif Sebagai agenda strategis universitas, seluruh rangkaian pembekalan dalam kegiatan PKKMB FISH UNJ 2026 ini dirancang sebagai landasan fundamental untuk mendukung capaian IKU 3 (Indikator Kinerja Utama 3), yaitu memberikan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus yang komprehensif, adaptif, dan siap mencetak generasi unggul yang responsif terhadap tantangan sosial di masa depan. Penulis: GIC, ZRI, CKG & JRPSTim FISH Media Center 2026 Tag: PKKMB FISH UNJ 2026, Mahasiswa Baru FISH UNJ, Kemahasiswaan FISH UNJ, Satgas PPK UNJ, OPMAWA ORMAWA FISH Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (20) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (52) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
PKKMB PIPS FISH UNJ 2026 OPENS SPACE FOR FRESHMEN TO BUILD EXPERIENCES AND SHAPE THEIR FUTURE
Kemahasiswaan Jakarta, 27 Agustus 2026 Mahasiswa baru Program Studi S1 Pendidikan IPS (PIPS) bersama panitia PKKMB dalam kegiatan PKKMB PIPS 2026 di Teater Terbuka Kampus A UNJ. (Dok. BEMP PIPS, 2026) Sebanyak 116 mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) PIPS 2026 pada Rabu, 27 Agustus 2026, di Gedung M Pasca Sarjana, Lantai 3, Kampus A, Universitas Negeri Jakarta. Memasuki perguruan tinggi sering kali menjadi awal dari banyak pertanyaan bagi mahasiswa baru. Tidak hanya mengenai mata kuliah dan proses perkuliahan, tetapi juga tentang lingkungan yang akan mereka hadapi, siapa yang akan mendampingi perjalanan akademik mereka, hingga peluang yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan. Melalui PKKMB, mahasiswa baru PIPS diperkenalkan pada berbagai aspek tersebut sebagai bekal awal sebelum memasuki kehidupan perkuliahan. PKKMB PIPS 2026 tidak hanya berorientasi pada pengenalan lingkungan kampus secara umum. Berdasarkan materi yang disiapkan dalam rangkaian kegiatan, mahasiswa baru juga memperoleh gambaran mengenai Program Studi PIPS, ruang lingkup fasilitas FISH UNJ, kehidupan akademik, pimpinan dan dosen program studi, hingga pengalaman perjalanan karier alumni. Ruang Awal untuk Mengenal Kampus dan Membangun Jejaring Ketua Pelaksana PKKMB PIPS 2026, Satriani Septianna Lestari, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus, membangun jejaring sosial, serta mulai mengembangkan kapasitas diri. “PKKMB ini dirancang dengan harapan teman-teman mahasiswa baru menjadikan acara ini sebagai ruang awal untuk mengenal lingkungan kampus, melatih kepemimpinan, dan membangun jejaring sosial yang solid di perkuliahan.” — Satriani Septianna Lestari, Ketua Pelaksana PKKMB PIPS 2026 Ketua Pelaksana PKKMB PIPS 2026, Satriani Septianna Lestari, menyampaikan sambutannya dalam kegiatan PKKMB PIPS 2026. (Dok. BEMP PIPS, 2026) Mengenal Fasilitas dan Ekosistem Akademik FISH UNJ Dalam materi pengenalan program studi, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai fasilitas di lingkungan FISH UNJ, termasuk ruang kelas, ruang serba guna, ruang rapat, laboratorium, perpustakaan, fasilitas ibadah, kantin, akses Wi-Fi, hingga sekretariat organisasi mahasiswa. Pengenalan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami ruang-ruang yang dapat dimanfaatkan selama menjalani kegiatan akademik maupun pengembangan diri di kampus. Selain mengenal lingkungan fisik kampus, mahasiswa baru juga diperkenalkan pada struktur akademik dan sumber daya manusia di Program Studi PIPS. Salah satu sesi dalam rangkaian PKKMB yakni memberikan pengenalan mengenai pimpinan, dosen program studi, dosen pembimbing akademik, serta kehidupan akademik di Universitas Negeri Jakarta. Mahasiswa baru diperkenalkan kepada Prof. Dr. Desy Safitri, M.Si. selaku Koordinator Program Studi PIPS, Prof. Dr. Budiaman, M.Si., Prof. Dr. Abdul Haris Fateghipon, M.Si., Dr. Dian Alfia Purwandari, M.Si., Dr. Sujarwo, M.Pd., Dr. Shahibah Yuliani, M.Pd., Dr. Fajar Wahyudi Utomo, M.Pd., Dr. Rini Riris Setyowati, M.Pd., Dr. Ajeng Ginanjar, M.Pd., Nova Scorviana, M.A., Nurul Istiqomah, M.Pd., Achmad Nur Hidayat, M.Pd., Nandi Kurniawan, M.Si., Saipiatudin, M.Si., dan Ayu Mardalena, M.Si. Mahasiswa juga diperkenalkan kepada Siti Sarah, S.E. selaku tenaga kependidikan dan Admin Program Studi Pendidikan IPS. Pengenalan tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami bahwa proses pendidikan tinggi tidak dijalani secara individual. Selama masa studi, mahasiswa akan berinteraksi dengan berbagai unsur di lingkungan akademik, mulai dari dosen, pembimbing akademik, tenaga kependidikan, hingga sesama mahasiswa yang bersama-sama membentuk pengalaman belajar di perguruan tinggi. Membangun Kultur dan Etika Kehidupan Kampus Mahasiswa baru juga diperkenalkan pada kultur kehidupan di Program Studi PIPS. Dalam materi yang disampaikan, mahasiswa didorong untuk tidak hanya berorientasi pada capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga memperhatikan perkembangan diri selama berkuliah. Menjaga etika kepada dosen dan sesama mahasiswa, aktif berdiskusi, terlibat dalam kepanitiaan dan organisasi, serta membangun kebiasaan saling membantu antarangkatan menjadi bagian dari nilai yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru. Ruang pengembangan tersebut juga hadir melalui organisasi kemahasiswaan di tingkat program studi, yakni Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi (BEMP) PIPS dan Badan Legislatif Mahasiswa Program Studi (BLMP) PIPS. Organisasi menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk belajar bekerja sama, berpartisipasi, dan mengembangkan pengalaman di luar kegiatan perkuliahan. Success Story Alumni sebagai Gambaran Masa Depan Mahasiswa baru Program Studi S1 PIPS saat sesi penyampaian materi. (Dok. BEMP PIPS, 2026) Tidak berhenti pada pengenalan kehidupan selama kuliah, rangkaian PKKMB juga menghadirkan materi Success Story Alumni Prodi PIPS. Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai perjalanan karier alumni sekaligus berbagai kemungkinan yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan. Materi tersebut juga memberikan tips dan langkah awal bagi mahasiswa baru dalam memulai perjalanan mereka di Pendidikan IPS. Kehadiran alumni dalam rangkaian pengenalan menjadi penting karena mahasiswa baru tidak hanya melihat PIPS dari titik awal mereka saat ini, tetapi juga mulai memperoleh gambaran tentang arah yang dapat dituju di masa depan. Pendidikan tinggi dengan demikian tidak hanya dipahami sebagai proses memperoleh gelar, melainkan perjalanan membangun kompetensi dan pengalaman yang dapat membuka berbagai kemungkinan karier. Menutup sambutannya, Satriani mengajak mahasiswa baru untuk menjalani proses pendidikan dengan semangat, tanpa meninggalkan nilai etika dan sikap saling menghargai dalam kehidupan kampus. “Saya berharap setiap proses dan rangkaian kegiatan hari ini kalian jalani dengan antusiasme tinggi, namun tetap mengedepankan etika, ketertiban, dan rasa saling menghargai. Mari kita jadikan PKKMB PIPS 2026 ini sebagai langkah awal untuk mengukir prestasi bersama.” — Satriani Septianna Lestari Kontribusi terhadap SDGs dan IKU 3 Universitas Semangat tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan kesempatan belajar yang mendukung perkembangan setiap individu. Dalam konteks pendidikan tinggi, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga oleh kesiapan mahasiswa dalam memahami lingkungan akademik, mengakses berbagai sumber pembelajaran, serta mengembangkan kapasitasnya melalui pengalaman yang tersedia selama masa studi. Komitmen tersebut juga sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) 3 perguruan tinggi yang menempatkan pengalaman belajar mahasiswa sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Pengalaman mahasiswa tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran formal di ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan dalam organisasi, interaksi dengan lingkungan akademik, pengembangan jejaring, serta berbagai aktivitas yang memperluas kapasitas dan perspektif mahasiswa. Bagi 116 mahasiswa baru PIPS, PKKMB 2026 menjadi langkah pertama untuk mengenali berbagai kemungkinan tersebut. Setelah diperkenalkan pada lingkungan dan ekosistem yang tersedia, perjalanan berikutnya berada pada bagaimana setiap mahasiswa memanfaatkan pengalaman selama berkuliah untuk membangun kapasitas, menentukan arah, dan mempersiapkan kontribusinya setelah menyelesaikan pendidikan. Penulis: GIC
PKKMB FISH UNJ 2026, Dekan FISH UNJ Ajak Mahasiswa Baru Kenali Lingkungan Kampus dan Kembangkan Potensi
Jakarta, [24 Agustus 2026] — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyambut mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FISH UNJ 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, sivitas akademika, serta berbagai fasilitas yang akan mendukung perjalanan pendidikan mereka selama menempuh studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, Firdaus Wajdi, Ph.D., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), menyampaikan dua pesan utama kepada mahasiswa baru, yaitu “Kenali” dan “Kembangkan”. Dua pesan tersebut menjadi ajakan kepada mahasiswa untuk mengenal berbagai sumber daya yang tersedia di kampus sekaligus secara aktif mengembangkan potensi diri selama menjalani masa studi. Kenali: Manfaatkan Seluruh Potensi Lingkungan Kampus Pesan pertama dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., adalah “Kenali.” Firdaus Wajdi mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya mengenal ruang kelas, gedung, dan program studi, tetapi juga mengenali seluruh sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang dapat mendukung perjalanan akademik mereka. Mahasiswa perlu mengenal dosen, tenaga kependidikan, pengelola program studi, pimpinan fakultas, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai unsur sivitas akademika lainnya. Mengenal lingkungan sosial dan akademik kampus akan membantu mahasiswa membangun komunikasi, menemukan dukungan, serta memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia. Selain sumber daya manusia, mahasiswa juga perlu mengenali berbagai fasilitas penunjang perkuliahan, seperti perpustakaan, ruang belajar, laboratorium, fasilitas teknologi, pusat kegiatan mahasiswa, serta berbagai sarana akademik dan nonakademik lainnya. “Kenali semua yang ada di kampus. Kenali dosen, tenaga kependidikan, teman-teman, organisasi, dan juga sarana prasarana yang dapat mendukung perjalanan kuliah kalian,” pesan Firdaus Wajdi, Dekan FISH UNJ. Menurut Firdaus Wajdi, mahasiswa yang mengenal lingkungan kampus dengan baik akan lebih mudah menemukan berbagai peluang untuk belajar dan berkembang. Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk aktif bertanya, berkomunikasi, membangun relasi, dan tidak ragu memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan universitas dan fakultas. Kembangkan: Menjadi Versi Terbaik dalam Empat Tahun Setelah mengenali lingkungan kampus, pesan kedua yang disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ Firdaus Wajdi, Ph.D. adalah “Kembangkan.” Menurut Firdaus Wajdi, empat tahun masa studi merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki mahasiswa. Perkuliahan tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan dan nilai akademik, tetapi juga kesempatan untuk membangun karakter, kompetensi, pengalaman, jejaring, serta keterampilan yang akan menjadi bekal setelah lulus. Mahasiswa FISH UNJ didorong untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan yang dapat memperkaya pengalaman, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Organisasi kemahasiswaan, penelitian, kompetisi, kegiatan ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, program internasional, maupun berbagai aktivitas pengembangan diri dapat menjadi ruang untuk mengasah potensi. Ia menekankan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi dan perjalanan yang berbeda. Karena itu, mahasiswa tidak perlu sekadar membandingkan dirinya dengan orang lain, tetapi perlu terus menemukan kekuatan, mencoba berbagai pengalaman, belajar dari kegagalan, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Empat Tahun untuk Bertumbuh di FISH UNJ Bagi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta, Firdaus Wajdi, Ph.D., pesan “Kenali dan Kembangkan” merupakan satu kesatuan. Mengenali lingkungan kampus membantu mahasiswa menemukan berbagai sumber daya dan peluang, sedangkan mengembangkan potensi membantu mahasiswa memanfaatkan peluang tersebut untuk membangun masa depan. “Harapan kami, empat tahun di FISH UNJ menjadi perjalanan untuk bertumbuh. Ketika nanti lulus, mahasiswa bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa pengetahuan, pengalaman, karakter, jejaring, dan kemampuan yang membuat kalian menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan ketika pertama kali datang ke kampus ini,” ungkap Firdaus Wajdi. Dekan FISH UNJ tersebut juga berharap mahasiswa baru dapat menjadikan fakultas sebagai ruang untuk belajar, berkolaborasi, bereksperimen, dan menemukan potensi terbaik dalam diri masing-masing. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa selama menempuh pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh sejauh mana mereka mampu memanfaatkan kesempatan yang tersedia dan mengambil peran dalam kehidupan kampus. PKKMB FISH UNJ 2026 dengan demikian tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi titik awal perjalanan mahasiswa dalam membangun identitas akademik dan mengembangkan diri. Melalui PKKMB ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta di bawah kepemimpinan Firdaus Wajdi, Ph.D., sebagai Dekan FISH UNJ, terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi. Kenali lingkungannya. Kembangkan potensinya. Jadilah versi terbaik diri dalam empat tahun ke depan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (67) Kemahasiswaan (19) Kerjasama (2) Penelitian (23) Pengabdian (23) Pengajaran (50) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (33) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (33) Zona Integritas (3) Berita Terbaru