Jakarta, 8 Mei 2026 — Rumpun Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) bekerja sama dengan MGMP Geografi SMA DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru Geografi Berbasis Digital, Kebencanaan, dan Riset untuk Pembelajaran Inovatif di DKI Jakarta.” Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026, di SMAN 2 Jakarta.
Pelatihan ini diikuti oleh 97 guru Geografi SMA dari lima wilayah DKI Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperkuat kapasitas guru sebagai aktor penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada pembelajaran geografi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, isu lingkungan, kebencanaan, serta kebutuhan riset pendidikan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kasi Kelembagaan dan Sumber Belajar Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Umaryadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kompetensi pembelajaran sekaligus mendorong guru untuk menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional dan karier.
“Kegiatan ini merupakan upaya yang sangat baik bagi guru dalam meningkatkan kompetensi pembelajaran dan karya ilmiah, mengingat saat ini guru memiliki kewajiban menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala SMAN 2 Jakarta, Setianingrum. Ia menilai bahwa kehadiran para guru besar dan dosen ahli dari FISH UNJ memberikan penguatan akademik sekaligus motivasi bagi para guru untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan semangat akademik kepada kami selaku guru, tetapi juga memberikan pencerahan karena dibina langsung oleh guru besar dan dosen yang memiliki kepakaran luar biasa,” ungkapnya.
Pada sesi utama, Guru Besar Geografi UNJ, Prof. Muhammad Zid, menyampaikan materi mengenai peningkatan kapasitas guru dalam penulisan ilmiah bidang geografi. Ia menegaskan bahwa guru memiliki banyak pengalaman pembelajaran, praktik baik, dan refleksi kelas yang dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah, opini pendidikan, maupun publikasi akademik.
Menurut Prof. Muhammad Zid, budaya menulis merupakan bagian penting dari profesionalisme guru. Melalui tulisan ilmiah, guru tidak hanya mendokumentasikan pengalaman mengajar, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan mutu pendidikan, dan perluasan praktik baik pembelajaran geografi.
Pelatihan juga menghadirkan penguatan kompetensi digital melalui materi yang disampaikan oleh Fauzi Ramadhoan A’Rachman mengenai pemanfaatan Generative AI dan Story Maps dalam pembelajaran geografi. Pada sesi ini, para guru diperkenalkan pada penggunaan kecerdasan buatan generatif untuk membantu penyusunan materi ajar, perencanaan pembelajaran, serta pengembangan narasi spasial berbasis peta digital yang lebih menarik dan kontekstual.
Sementara itu, Tri Wandi Januar memberikan pelatihan mengenai penggunaan Google Earth Engine dalam pembelajaran geografi. Teknologi geospasial ini dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran berbasis data spasial, penginderaan jauh, dan analisis lingkungan yang relevan dengan isu kebencanaan, perubahan wilayah, serta pembangunan berkelanjutan.
Materi lainnya disampaikan oleh Lona Syafana Pasya melalui pelatihan penggunaan NVivo untuk analisis data kualitatif. Penguatan ini ditujukan untuk membantu guru dalam mengelola data penelitian tindakan kelas, evaluasi pembelajaran, maupun riset pendidikan secara lebih sistematis, kredibel, dan berbasis bukti.
Ketua MGMP Geografi DKI Jakarta, Denny Mawardi, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi guru dalam bidang digital, kebencanaan, dan riset menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran geografi yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap guru Geografi DKI Jakarta semakin siap menghadirkan pembelajaran yang bermakna, aktual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus menjadi guru yang terus melakukan pengembangan profesional,” ujarnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kompetensi guru dan penguatan pembelajaran inovatif. Selain itu, materi kebencanaan, teknologi geospasial, dan pembelajaran berbasis data turut berkontribusi pada SDG 11: Sustainable Cities and Communities serta SDG 13: Climate Action, karena membekali guru dengan pengetahuan dan perangkat pembelajaran untuk memahami isu wilayah, lingkungan, risiko bencana, dan perubahan iklim secara lebih kontekstual.
Melalui kegiatan PkM ini, Rumpun Geografi FISH UNJ menegaskan peran perguruan tinggi dalam membangun jejaring kolaboratif dengan sekolah dan komunitas guru. Kolaborasi antara FISH UNJ dan MGMP Geografi SMA DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan profesional guru secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi FISH UNJ dalam menghadirkan pendidikan geografi yang inovatif, humanis, berbasis riset, dan responsif terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan.

Mencerdaskan dan Mencerahkan
Gedung K Kampus UNJ, Jl. Rawamangun Muka Jakarta Timur
Senin - Jumat
08:00 - 16:00 WIB
© 2025 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum – Universitas Negeri Jakarta
We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
You can find more information in our Cookie Policy and Privacy Policy.