Jakarta, 21 Januari 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan kegiatan “Penerapan SDGs untuk Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Bidang Ilmu-ilmu Sosial” sebagai bagian penguatan reputasi akademik fakultas. Kegiatan berlangsung di Ruang Serbaguna FISH UNJ Kampus A dengan melibatkan dosen, peneliti, serta sivitas akademika lintas program studi. Agenda ini menegaskan komitmen FISH UNJ terhadap pengembangan riset berbasis isu global berorientasi keberlanjutan. Pendekatan SDGs diposisikan sebagai kerangka strategis pengembangan keunggulan akademik fakultas.
Suraya Abdulwahab Afiff, Ph.D., Dosen Antropologi Universitas Indonesia, hadir sebagai narasumber utama. Acara dibuka oleh Firdaus Wajdi, Ph.D., selaku Dekan FISH UNJ melalui sambutan yang menekankan urgensi SDGs sebagai instrumen penguatan kinerja institusi akademik.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, Firdaus Wajdi, PhD menekankan FISH UNJ dinilai perlu merumuskan keunggulan akademik berbasis ilmu-ilmu sosial secara lebih terarah. SDGs diposisikan sebagai pintu masuk penguatan identitas keilmuan fakultas. “Keunggulan akademik perlu dirumuskan bersama supaya menjadi keunggulan lembaga,” tegasnya.
Paparan materi dipandu Dr. Fajar Wahyudi Utomo, M.Pd. sebagai moderator workshop dengan tajuk “SDGs dalam Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat”. Dr. Suraya Abdulwahab Afiff memulai pemaparan melalui penelusuran sejarah konsep pembangunan berkelanjutan sejak Konferensi PBB Stockholm 1972. Penjelasan berlanjut pada Laporan Brundtland 1987 hingga penetapan 17 tujuan SDGs pada KTT PBB 2015. Prinsip “no one left behind” ditegaskan sebagai landasan etik pembangunan global.

Dr. Suraya menjelaskan posisi Indonesia dalam capaian SDGs kawasan Asia Pasifik. Data menunjukkan Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan pada berbagai target SDGs, terutama perubahan iklim, kota berkelanjutan, keadilan sosial, serta pengelolaan sumber daya alam. Asia Pasifik diproyeksikan gagal mencapai mayoritas target SDGs tahun 2030. Fakta ini memperkuat urgensi kontribusi perguruan tinggi berbasis riset.
Keterkaitan SDGs dengan ilmu-ilmu sosial menjadi penekanan utama pemaparan. Isu pembangunan berkelanjutan dinilai tidak hanya teknis, tetapi sangat dipengaruhi nilai, norma, sistem kepercayaan, serta relasi kekuasaan. Dr. Suraya menjelaskan konsep visible, hidden, invisible power sebagai kerangka analisis kebijakan pembangunan. Pendekatan ini membuka ruang kritis analisis sosial terhadap kebijakan negara.
Dr. Suraya menyoroti adanya kesenjangan antara riset akademik dan kebijakan publik. Budaya kebijakan nasional masih cenderung berbasis komunikasi lisan ketimbang pembacaan riset. “Masih ada gap antara riset dan policy karena kita terbiasa menjelaskan secara oral, bukan membaca,” ujarnya. Kondisi tersebut memperlemah dampak penelitian sosial terhadap kebijakan publik.

Kolaborasi lintas disiplin dinilai menjadi solusi strategis. Akademisi bidang STEM perlu bekerja bersama akademisi ilmu sosial guna menghasilkan dampak sosial lebih luas. Riset teknis tanpa analisis sosial berisiko mengabaikan kelompok rentan. Integrasi keilmuan diposisikan sebagai kunci implementasi SDGs.
Dr. Suraya juga menegaskan peran moral perguruan tinggi. Kritik akademik tidak boleh berbasis klaim semata. Data harus menjadi pondasi utama analisis ilmiah. “Tugas kampus bukan mengkritik berdasarkan klaim, tetapi berdasarkan data,” tegasnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan respons aktif peserta. Pertanyaan berfokus integrasi SDGs ke riset dosen, pengabdian masyarakat, serta kurikulum ilmu sosial. Diskusi mencerminkan meningkatnya kesadaran sivitas akademika terhadap riset berdampak. Moderator menutup sesi dengan rangkuman substansi diskusi.
Penyerahan cinderamata menjadi penutup kegiatan. FISH UNJ menegaskan komitmen menjadikan SDGs sebagai arus utama penelitian dan pengabdian masyarakat. Pendekatan ini diharapkan memperkuat posisi FISH UNJ sebagai pusat keunggulan ilmu sosial responsif tantangan global. Reputasi akademik fakultas diproyeksikan tumbuh melalui riset kolaboratif berbasis data dan keberlanjutan.


Mencerdaskan dan Mencerahkan
Gedung K Kampus UNJ, Jl. Rawamangun Muka Jakarta Timur
Senin - Jumat
08:00 - 16:00 WIB
© 2025 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum – Universitas Negeri Jakarta
We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Marketing cookies are used to follow visitors to websites. The intention is to show ads that are relevant and engaging to the individual user.
You can find more information in our Cookie Policy and Privacy Policy.