Mappi, 6 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan nasional melalui keterlibatan dosen dalam Pelatihan Penguatan Kapasitas dan Kompetensi Kepala Sekolah, Guru, dan Pengawas Sekolah Kabupaten Mappi Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 6–10 Juli 2026 di SMA Negeri 1 Asgon, Distrik Assue, Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Keterlibatan FISH UNJ dalam program ini diwujudkan melalui penugasan Dr. Shahibah Yuliani, S.Sos., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FISH UNJ, sebagai bagian dari tim dosen Universitas Negeri Jakarta yang memberikan pendampingan dan penguatan kompetensi kepada para tenaga pendidik di wilayah tersebut. Program yang merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Mappi ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pendidikan, khususnya kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas unit, UNJ menghadirkan materi yang mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan kejuruan, hingga penguatan kepemimpinan kepala sekolah. Tim dosen UNJ yang bertugas di klaster Assue terdiri atas Lalan Erlani, Anggit Aruwiyantuko, Dr. Shahibah Yuliani, S.Sos., M.Pd., Nur Sekhudin, Indra Jaya, Gilang Muhammad Ramadhan, Desi Rahmawati, dan Kamaludin. Setiap dosen membawakan materi sesuai bidang keilmuan dan kebutuhan peserta di lokasi pelatihan. Kehadiran dosen FISH UNJ dalam kegiatan tersebut memperkuat kontribusi fakultas dalam mengembangkan pendidikan yang kontekstual, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Perspektif ilmu sosial dan pendidikan menjadi penting dalam membantu tenaga pendidik memahami karakteristik peserta didik, kondisi sosial masyarakat, serta tantangan pembelajaran yang muncul di wilayah dengan keterbatasan akses dan infrastruktur. Menempuh Perjalanan 220 Kilometer Menuju Asgon Perjalanan menuju Kampung Asgon bukanlah perjalanan yang mudah. Dari pusat Kabupaten Mappi, tim dosen UNJ harus menempuh jarak sekitar 220 kilometer dengan kondisi medan yang menantang. Jalur menuju Distrik Assue didominasi hamparan pasir putih yang relatif dapat dilalui pada musim kemarau. Namun, ketika hujan turun, jalan tersebut dapat berubah menjadi lintasan berlumpur yang menyulitkan kendaraan untuk melintas. Kondisi jalan yang bergelombang turut membuat perjalanan berlangsung lebih lama dan menguras tenaga. Di tengah perjalanan, tim dosen harus berhenti sejenak untuk beristirahat dan menikmati makan siang di tepi hutan sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju lokasi pelatihan. Meskipun menghadapi keterbatasan infrastruktur dan tantangan geografis, semangat para dosen untuk menjalankan pengabdian tidak surut. Perjalanan tersebut menjadi representasi komitmen FISH UNJ dan Universitas Negeri Jakarta untuk memastikan bahwa penguatan kompetensi tenaga pendidik dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Menguatkan Pembelajaran yang Kontekstual dan Berpusat pada Peserta Didik Sesampainya di SMA Negeri 1 Asgon, tim dosen UNJ disambut dengan antusiasme para kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah dari wilayah Distrik Assue. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan aktif melalui diskusi, pertukaran pengalaman, serta pembahasan berbagai solusi atas tantangan pendidikan yang dihadapi di sekolah masing-masing. Materi pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi pedagogik, tetapi juga mencakup kepemimpinan sekolah, implementasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, asesmen pembelajaran, penguatan karakter, serta strategi pemanfaatan teknologi pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan fasilitas sekolah. Melalui pendekatan yang kontekstual, peserta didorong untuk tidak sekadar mengadopsi model pembelajaran secara seragam, tetapi mampu mengembangkan strategi pendidikan berdasarkan karakteristik sosial, budaya, geografis, dan kebutuhan peserta didik di Kabupaten Mappi. Kontribusi dosen Pendidikan IPS FISH UNJ dalam kegiatan ini turut memperkuat pemahaman bahwa proses pendidikan tidak dapat dipisahkan dari realitas sosial masyarakat. Pembelajaran yang bermakna perlu memperhatikan lingkungan tempat peserta didik tumbuh, nilai-nilai lokal, relasi sosial, serta pengalaman kehidupan sehari-hari yang membentuk cara mereka memahami pengetahuan. Wujud Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menyampaikan bahwa pengiriman tim dosen ke berbagai wilayah terpencil merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pemerataan mutu pendidikan di Indonesia. “Perjalanan menuju Asgon menggambarkan bahwa membangun pendidikan berkualitas memerlukan dedikasi, kolaborasi, dan semangat melayani. Kami sangat mengapresiasi para dosen UNJ yang tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab meskipun harus menghadapi tantangan geografis yang tidak mudah. Kehadiran mereka merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi bagi kemajuan pendidikan nasional,” ujar Prof. Ifan Iskandar. Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Mappi menjadi bagian dari upaya universitas dalam memperluas kontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia di berbagai daerah. “Program ini menunjukkan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah mampu menghadirkan dampak yang langsung dirasakan masyarakat. Kami berharap peningkatan kapasitas kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah di Kabupaten Mappi akan melahirkan praktik pembelajaran yang lebih berkualitas, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan di Papua Selatan,” ungkap Rahmat Darmawan. Pelatihan tersebut tidak hanya menjadi ruang peningkatan kompetensi profesional, tetapi juga ruang perjumpaan dan pembelajaran bersama antara perguruan tinggi dan masyarakat. Para dosen tidak hanya membagikan pengetahuan akademik, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai realitas pendidikan, karakteristik sosial, serta kebutuhan tenaga pendidik di wilayah Papua Selatan. FISH UNJ Hadirkan Ilmu Sosial yang Berdampak Keterlibatan FISH UNJ dalam program penguatan kompetensi pendidik di Kabupaten Mappi mencerminkan implementasi tridarma perguruan tinggi yang berorientasi pada dampak sosial. Ilmu pengetahuan tidak berhenti pada proses pembelajaran di kampus, tetapi dihadirkan untuk mendampingi masyarakat dan menjawab persoalan pendidikan secara langsung. Kehadiran Dr. Shahibah Yuliani di tengah para pendidik Asgon juga menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam mengembangkan pendidikan ilmu sosial yang responsif terhadap keberagaman masyarakat Indonesia. Penguatan kompetensi tenaga pendidik di wilayah terpencil diharapkan dapat mendorong terbentuknya pembelajaran yang lebih adaptif, partisipatif, dan sesuai dengan konteks kehidupan peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai fakultas yang tidak hanya mengembangkan kajian ilmu sosial dan hukum secara akademik, tetapi juga menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Perjalanan panjang menuju Asgon menjadi simbol bahwa pengabdian, kepedulian sosial, dan semangat untuk menghadirkan pendidikan yang setara mampu menembus berbagai batas geografis. Sinergi antara FISH UNJ, Universitas Negeri Jakarta, dan Pemerintah Kabupaten Mappi diharapkan terus berkembang dalam berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat kualitas tenaga pendidik, memperluas kesempatan belajar, serta membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Papua Selatan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO
FISH UNJ STRENGTHENS UNIVERSITY SYNERGY IN DEVELOPING EXCELLENT HUMAN RESOURCES IN MAPPI REGENCY
Mappi, 1 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) memperkuat kontribusinya dalam mendukung pemerataan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan FISH UNJ dalam delegasi universitas yang mengawal implementasi program peningkatan kompetensi 1.000 guru dan Program 1.000 Sarjana Mappi. Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Universitas Negeri Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Mappi. Melalui kolaborasi lintas fakultas dan unit kerja, UNJ berupaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sekaligus memperluas kesempatan bagi putra-putri terbaik Mappi untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas. Keterlibatan FISH UNJ dalam program ini ditunjukkan melalui kehadiran Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., dan dosen Program Studi Usaha Jasa Pariwisata FISH UNJ, Lala Siti Sahara, M.Si., dalam kunjungan delegasi UNJ ke Kabupaten Mappi pada 28 Juni hingga 2 Juli 2026. Partisipasi tersebut menegaskan peran FISH UNJ dalam menghadirkan pendekatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemanusiaan, pemberdayaan, serta pemahaman terhadap karakter sosial dan budaya masyarakat setempat. Delegasi UNJ dipimpin oleh perwakilan tiga organ utama universitas, yakni Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik Universitas (SAU), dan organ Rektor. MWA diwakili oleh Sekretaris MWA, Prof. Hapidin; SAU diwakili oleh Ketua Komisi Pendidikan SAU, Prof. C. Rudy Prihantono; sedangkan organ Rektor diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar. Kunjungan tersebut turut diikuti oleh sejumlah pimpinan fakultas dan unit kerja di lingkungan UNJ, yaitu Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Prof. Nofi Marlina Siregar; Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Aip Badrujaman; Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Syamsi Setiadi; Dekan Fakultas Psikologi, Gugum Gumelar Fajar Rakhman; Direktur Kerja Sama dan Bisnis, Rahmat Darmawan; Kepala Humas dan Informasi Publik, Syaifudin; serta Protokoler UNJ, Alan Supriyadi. Sinergi antarfakultas dan tiga organ universitas tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan di Mappi tidak ditempatkan sekadar sebagai agenda kerja sama kelembagaan. Program ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial UNJ sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Bagi FISH UNJ, keterlibatan dalam program di Mappi memiliki arti strategis karena pengembangan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pemahaman terhadap kondisi sosial, budaya, hukum, dan kebutuhan masyarakat. Perspektif ilmu sosial menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap program pendidikan tidak hanya tepat secara akademik, tetapi juga relevan dengan konteks kehidupan masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Kehadiran Lala Siti Sahara, M.Si., yang telah memiliki pengalaman panjang dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah Papua, turut memperkuat pendekatan kontekstual dalam pelaksanaan program. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membangun komunikasi yang setara, mengenali pengetahuan lokal, dan memastikan agar kegiatan pendampingan dilakukan dengan menghormati karakter serta kebutuhan masyarakat Mappi. Kunjungan awal delegasi UNJ bersifat simbolis dan akan dilanjutkan melalui dua gelombang keberangkatan akademisi. Gelombang pertama dijadwalkan tiba pada 1 Juli 2026 dengan melibatkan sekitar 30 peserta, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan hadir pada 4 Juli 2026 dengan melibatkan 15 peserta. Para akademisi lintas fakultas tersebut akan berkontribusi dalam pelaksanaan pelatihan peningkatan kompetensi guru, pendampingan akademik, serta proses seleksi dan pembinaan calon mahasiswa Program 1.000 Sarjana Mappi. Keterlibatan berbagai disiplin ilmu diharapkan dapat menghasilkan program yang komprehensif dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan pendidikan di Kabupaten Mappi. Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkelanjutan. “Program peningkatan kompetensi 1.000 guru dan Program 1.000 Sarjana merupakan investasi jangka panjang bagi Kabupaten Mappi. UNJ tidak hanya ingin menghadirkan pendidikan tinggi, tetapi juga membangun kapasitas guru sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas. Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Mappi,” ujar Prof. Ifan. Sekretaris MWA UNJ, Prof. Hapidin, menegaskan bahwa keterlibatan MWA merupakan bentuk dukungan terhadap arah kebijakan universitas yang berorientasi pada kemanfaatan sosial dan pembangunan nasional. “MWA mendukung penuh berbagai kebijakan strategis universitas yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Program di Mappi merupakan contoh bagaimana tata kelola universitas dapat menghasilkan dampak sosial melalui pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ungkap Prof. Hapidin. Sementara itu, Ketua Komisi Pendidikan SAU, Prof. C. Rudy Prihantono, menekankan pentingnya menjaga mutu akademik dalam seluruh tahapan pelaksanaan program, baik pada pelatihan guru maupun penyelenggaraan Program 1.000 Sarjana. “Senat Akademik Universitas memastikan bahwa seluruh proses akademik, baik pelatihan guru maupun Program 1.000 Sarjana, dilaksanakan sesuai standar mutu pendidikan tinggi. Dengan demikian, manfaat yang diterima masyarakat tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menghasilkan lulusan dan tenaga pendidik yang kompeten serta berdaya saing,” jelas Prof. Rudy. Melalui keterlibatan aktif dalam program tersebut, FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat yang berpijak pada riset, kolaborasi, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial budaya. Kontribusi FISH UNJ juga memperlihatkan bahwa ilmu sosial dan hukum memiliki peran penting dalam membangun program pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara tiga organ universitas, pemerintah daerah, fakultas, serta unit kerja di lingkungan UNJ diharapkan dapat menjadikan Program 1.000 Guru dan Program 1.000 Sarjana sebagai model kemitraan pendidikan yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga untuk melahirkan tenaga pendidik dan generasi muda Mappi yang mampu menjadi penggerak pembangunan daerah. Keterlibatan FISH UNJ dalam sinergi tersebut sekaligus memperkuat identitas fakultas sebagai institusi akademik yang hadir di tengah masyarakat, mengembangkan keilmuan yang berdampak, serta berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (66) Kemahasiswaan (18) Kerjasama (1) Penelitian (21) Pengabdian (21) Pengajaran (48) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (32) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (29) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
EEURASIA INTERNATIONAL COURSE 2026: TRANSFORMING THE EPISTEMOLOGY AND PRAXIS OF SOCIAL THEORY AND RESEARCH IN THE AGE OF AI
Jakarta, 22 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada pilar SDGs point 4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Komitmen ini secara nyata diwujudkan melalui penyelenggaraan sesi ke-15 dari Eurasia International Lecture Series 2026 pada Senin, 22 Juni 2026, sebuah program kolaboratif internasional yang didukung oleh Eurasia Foundation Japan. Kuliah umum bertajuk “How AI Will Transform Epistemology and Praxis of Social Theory and Research” bersama Prof. Umberto Pagano, Ph.D. dari Universitas “Magna Graecia” of Catanzaro, Italia. Sesi 15 di moderatori oleh Dr. Phil. Umar Baihakqi, M.Si dan Dr. Rusfadia Saktiyanti Jahja, M.Si. Pada sesi ini, Prof. Umberto Pagano menekankan bahwa AI kini telah mendefinisikan ulang cara kerja sosiolog, di mana teknologi yang tidak pernah netral ini sering diadopsi melalui praktik rutin sebelum regulasi siap, sehingga mereka yang tidak menggunakannya akan dianggap tidak efisien dalam ekosistem akademis modern. Prof. Pagano membagi derajat penggunaan teknologi ini menjadi dua kategori krusial, yaitu instrumental delegation yang menyerahkan tugas teknis atau rutin seperti koreksi tata bahasa, transkripsi wawancara, penerjemahan, dan perapian format tanpa menggeser kendali peneliti, serta epistemic delegation yang menyerahkan tanggung jawab intelektual inti seperti menentukan tema wawancara atau menafsirkan makna sosial. Penyelenggaraan forum ini menjadi bukti nyata kontribusi FISH UNJ dalam menjalankan SDGs, di mana institusi bertindak sebagai benteng pertahanan integritas ilmiah agar pemakaian AI di lingkungan kampus tidak mereduksi otonomi intelektual mahasiswa. Tantangan terbesar dari epistemic delegation ini dinilai sangat berbahaya karena kelancaran bahasa AI sering disalahartikan sebagai “pemahaman”. Mengacu pada pemikiran Gadamer, pemahaman sosial sejati bersifat situasional, historis, dan dialogis yang tidak dimiliki oleh AI. Lebih lanjut, beliau menyoroti risiko bias AI yang dilatih dengan data historis karena menurut Bender et al., jika AI tersebut digunakan untuk mengambil keputusan riil, ia akan mereproduksi ketimpangan sosial di bawah kedok “netralitas teknologi”, yang berdasarkan teori Robert K. Merton dapat menjadi self-fulfilling prophecy. Selain itu, muncul ancaman hiperrealitas sosiologi berdasarkan konsep Jean Baudrillard, di mana peneliti cenderung lebih memilih mempelajari model simulasi AI yang rapi ketimbang terjun langsung ke masyarakat yang penuh kontradiksi, padahal anomali yang diabaikan AI justru merupakan motor utama perubahan sosial. Oleh karena itu, sosiolog bertugas membuka kembali apa yang ditutup oleh AI dengan terus mempertanyakan aspek makna, bukti, konteks, dan tanggung jawab. Setelah pemaparan tersebut, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab (Q&A) yang dibuka oleh pertanyaan pertama dari Dimas selaku perwakilan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum dengan mengajukan pertanyaan mengenai cara memvalidasi informasi dari LLM yang bahasanya sangat fasih dan meyakinkan. Menanggapi persoalan bias kognitif tersebut, Prof. Umberto Pagano memberikan jawaban mendalam dengan menyatakan: “The principal problem, the main problem is that the language is flat, the language is easy, and our brain, the perception of our brain when we see something smooth is that it is correct. But smooth does not necessarily mean correct.” Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kerapian bahasa tidak boleh menggantikan pembuktian empiris. Setelah diskusi yang interaktif, agenda ini diakhiri dengan pemberian sertifikat penghargaan kepada Prof. Umberto Pagano, Ph.D., serta ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta di dalam ruangan aula FISH UNJ. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, FISH UNJ tidak hanya berfokus pada pengajaran teori di dalam ruang kelas, melainkan aktif membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap transformasi sosial, teknologi, dan keilmuan demi mempersiapkan generasi muda yang adaptif, kritis, dan bertanggung jawab terhadap masa depan masyarakat. Sinergi antara pemikiran kritis Prof. Pagano dan aksi nyata institusional FISH UNJ ini diharapkan mampu melahirkan pemikir masa depan yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki keteguhan prinsip untuk mempertahankan akal sehat dan otonomi epistemis demi kemaslahatan masyarakat luas. Penulis: AS, KAS, & ZHEditor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (64) Kemahasiswaan (18) Penelitian (18) Pengabdian (17) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (13) Prodi (32) Program Unggulan (59) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (24) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Research by Sociology Education Lecturer at FISH UNJ Promotes State Recognition and Equal Rights for the Sunda Wiwitan Community
Jakarta, 19 Juni 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Rakhmat Hidayat, Ph.D., mempublikasikan artikel ilmiah berjudul “Recognition or Misrecognition? Investigating State Recognition, Structural Discrimination and the Struggle of Sunda Wiwitan in Indonesia” pada jurnal Muslim Politics Review, Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Artikel yang terbit pada 19 Juni 2026 tersebut mengkaji politik pengakuan negara terhadap kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia melalui pengalaman hidup komunitas adat Sunda Wiwitan. Riset ini menyoroti adanya kontradiksi antara jaminan konstitusional atas kebebasan beragama dan berkeyakinan dengan praktik administratif serta sosial yang masih menempatkan agama-agama resmi sebagai kerangka dominan dalam pelayanan negara. Melalui pendekatan etnografi kualitatif, penelitian ini dilakukan berdasarkan kerja lapangan jangka panjang pada periode 2017–2024 di sejumlah komunitas Sunda Wiwitan di Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Riset ini menunjukkan bahwa komunitas penghayat kepercayaan, termasuk Sunda Wiwitan, masih menghadapi hambatan struktural dalam mengakses hak-hak sipil, pendidikan, layanan publik, praktik keagamaan, serta partisipasi sosial yang setara. Dalam artikelnya, Rakhmat Hidayat menggunakan kerangka teori Nancy Fraser tentang misrecognition dan maldistribution untuk menjelaskan bahwa persoalan yang dialami komunitas Sunda Wiwitan bukan hanya berkaitan dengan pelanggaran hak individu, tetapi juga menyangkut ketidakadilan struktural yang tertanam dalam regulasi, kebijakan publik, dan relasi sosial sehari-hari. “Riset ini menunjukkan bahwa pengakuan negara tidak cukup berhenti pada aspek administratif. Pengakuan yang bermakna harus mampu menghadirkan kesetaraan substantif, perlindungan hak, dan ruang partisipasi yang adil bagi komunitas penghayat kepercayaan sebagai warga negara penuh,” ujar Rakhmat Hidayat, Ph.D. Temuan penting dari riset ini menegaskan bahwa meskipun Putusan Mahkamah Konstitusi tahun 2017 telah membuka ruang pengakuan bagi penghayat kepercayaan, praktik kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia masih dipengaruhi oleh paradigma “agama resmi”. Kondisi ini menyebabkan pengakuan terhadap komunitas adat dan penghayat kepercayaan masih bersifat terbatas, tidak merata, dan kerap bergantung pada implementasi birokrasi di tingkat lokal. Publikasi ini menjadi kontribusi akademik penting bagi kajian sosiologi agama, kewargaan, hak asasi manusia, politik pengakuan, dan studi masyarakat adat di Indonesia. Riset ini juga memperkuat posisi FISH UNJ sebagai fakultas yang aktif menghasilkan kajian kritis berbasis ilmu sosial dan hukum untuk menjawab persoalan ketimpangan, diskriminasi struktural, dan keadilan sosial. Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), penelitian ini memiliki relevansi kuat dengan SDG 10: Reduced Inequalities, karena menyoroti pentingnya pengurangan ketimpangan dan diskriminasi terhadap komunitas adat dan kelompok minoritas kepercayaan. Riset ini juga berkaitan dengan SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions, terutama dalam mendorong institusi yang inklusif, adil, dan responsif terhadap keberagaman identitas warga negara. Selain itu, kajian ini juga mendukung SDG 4: Quality Education melalui penguatan literasi akademik tentang keberagaman, hak warga negara, dan penghormatan terhadap kelompok rentan dalam masyarakat demokratis. Melalui publikasi ini, FISH UNJ menegaskan komitmennya dalam mendorong riset berdampak yang tidak hanya memperkaya wacana akademik, tetapi juga memberikan kontribusi bagi penguatan kebijakan publik, perlindungan kelompok minoritas, dan pembangunan masyarakat Indonesia yang lebih inklusif, adil, dan berkeadaban. Artikel lengkap dapat diakses melalui DOI: https://doi.org/10.56529/mpr.v5i1.568. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (61) Kemahasiswaan (18) Penelitian (18) Pengabdian (17) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (57) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Holds Community Service Program at SD Al-Aziz Cakung, Promotes Healthy Lifestyle and Learning Motivation among Students
Jakarta, 17 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali memperkuat kontribusinya kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di SD Al-Aziz, Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa, 17 Juni 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh dewan guru serta siswa kelas 3 hingga kelas 5 SD Al-Aziz. Mengangkat tema “Pola Hidup Sehat dan Motivasi Belajar Anak Menggapai Sukses”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi yang dirancang untuk menanamkan kesadaran hidup sehat sekaligus membangun semangat belajar sejak usia sekolah dasar. Melalui pendekatan interaktif, tim dosen dan mahasiswa FISH UNJ mengajak para siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membiasakan aktivitas fisik, serta menerapkan strategi belajar yang menyenangkan dan efektif. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif siswa melalui tanya jawab dan diskusi ringan. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan komunikatif, terlihat dari antusiasme para siswa dalam merespons materi yang disampaikan. Melalui kegiatan tersebut, FISH UNJ berupaya menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak, sehingga pesan tentang kesehatan dan motivasi belajar dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan. Kepala SD Al-Aziz, Ir. H. Sardi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Menurutnya, kehadiran FISH UNJ memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi siswa maupun guru. “Kami menyampaikan terima kasih kepada FISH UNJ atas kunjungan dan ilmu yang diberikan kepada siswa serta guru SD Al-Aziz. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah wawasan anak-anak mengenai pentingnya hidup sehat dan semangat dalam belajar,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Haris Fatgehipon, M.Si., selaku dosen Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FISH UNJ sekaligus narasumber utama, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan manfaat keilmuan bagi masyarakat. “Pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada siswa serta masyarakat. Melalui tema pola hidup sehat dan motivasi belajar, kami berharap anak-anak dapat tumbuh dengan kebiasaan positif dan memiliki semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Al-Aziz atas sambutan dan kerja sama yang sangat baik,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ turut mendukung penguatan kualitas pendidikan, peningkatan kesadaran kesehatan, serta perluasan peran perguruan tinggi dalam memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar ini menjadi salah satu bentuk kontribusi FISH UNJ dalam membangun lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada masa depan anak-anak. Diharapkan, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SD Al-Aziz dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kebiasaan hidup sehat, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat sinergi antara FISH UNJ dan lembaga pendidikan di masyarakat. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (61) Kemahasiswaan (18) Penelitian (17) Pengabdian (17) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (57) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dean of FISH UNJ Strengthens Intellectual Diplomacy and Peace Dialogue at International Forum on Dialogue among Civilizations
Jakarta, 10 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) terus memperluas peran akademiknya dalam mendorong dialog, perdamaian, dan kerja sama lintas peradaban. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Dekan FISH UNJ, Assoc. Prof. H. Firdaus Wajdi, Ph.D, dalam peringatan “International Day for Dialogue among Civilizations” yang berlangsung di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta. Kegiatan internasional ini diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, serta Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia. Selain sebagai Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi juga hadir dalam kapasitasnya sebagai Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) MUI Pusat. Forum tersebut menghadirkan berbagai unsur penting, mulai dari pemerintah, parlemen, tokoh agama, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga perwakilan negara sahabat. Kehadiran lintas sektor ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat gagasan bersama mengenai pentingnya dialog, kolaborasi, dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai fondasi dalam membangun perdamaian dunia. Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, Ketua HLNKI MUI Pusat, Bunyan Saptomo, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, serta para duta besar dan perwakilan dari berbagai negara sahabat. Partisipasi FISH UNJ dalam forum ini memperlihatkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat diplomasi intelektual. Melalui keterlibatan akademisi dalam forum internasional, kampus tidak hanya menjadi ruang pendidikan dan riset, tetapi juga menjadi aktor yang berkontribusi dalam membangun pemahaman lintas budaya, memperluas jejaring global, serta menghadirkan gagasan yang relevan bagi penyelesaian tantangan kemanusiaan. Firdaus Wajdi menyampaikan bahwa dialog antar-peradaban perlu terus diperkuat sebagai jalan untuk membangun saling pengertian di tengah perbedaan sosial, agama, budaya, dan kepentingan geopolitik. “Dialog antar-peradaban menjadi salah satu cara penting untuk memperkuat sikap saling memahami, mengurangi prasangka, serta membangun kerja sama yang lebih konstruktif antarbangsa. FISH UNJ sebagai institusi akademik memiliki tanggung jawab untuk merawat tradisi keilmuan yang berpihak pada toleransi, kemanusiaan, penghormatan terhadap keberagaman, dan perdamaian,” ujar Firdaus Wajdi. Ia juga menegaskan bahwa perdamaian global tidak hanya dapat dibangun melalui jalur diplomasi negara, tetapi juga melalui pendidikan, penelitian, literasi kebudayaan, dan pertukaran gagasan. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi perlu mengambil peran lebih aktif dalam melahirkan pemikiran, riset, dan kolaborasi yang mampu menjembatani berbagai perbedaan di masyarakat. Dalam forum ini, para peserta turut menyoroti posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki pengalaman panjang dalam mengelola kemajemukan. Nilai-nilai Pancasila dipandang sebagai modal penting dalam memperkuat moderasi, persaudaraan, keadilan sosial, dan harmoni di tengah masyarakat global yang semakin kompleks. Keterlibatan FISH UNJ dalam kegiatan ini juga memiliki relevansi dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui keikutsertaan dalam forum lintas negara dan lintas peradaban, FISH UNJ memperkuat kontribusi pendidikan tinggi dalam membangun pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan jejaring kolaboratif yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, partisipasi ini turut mendukung penguatan reputasi akademik, aktivitas dosen di luar kampus, perluasan kerja sama dengan mitra strategis, serta internasionalisasi fakultas. Keterlibatan pimpinan fakultas dalam forum global juga menjadi bagian dari upaya memperkuat rekognisi FISH UNJ sebagai institusi akademik yang aktif dalam isu-isu sosial, hukum, kemanusiaan, demokrasi, dan perdamaian. Sejalan dengan visi UNJ sebagai universitas yang unggul, bereputasi global, dan berdampak bagi masyarakat, FISH UNJ terus mendorong keterlibatan sivitas akademika dalam berbagai ruang kolaborasi nasional maupun internasional. Melalui forum seperti International Day for Dialogue among Civilizations, FISH UNJ berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun budaya damai, memperluas solidaritas kemanusiaan, dan menghasilkan gagasan akademik yang bermanfaat bagi masyarakat global. Dengan memperkuat diplomasi intelektual, dialog lintas peradaban, serta kerja sama antarlembaga, FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial, keadilan, dan perdamaian dunia. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (61) Kemahasiswaan (18) Penelitian (17) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (57) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Academic Community Participates in the People’s Festival Closing the 62nd Anniversary of Universitas Negeri Jakarta
Jakarta, 20 Juni 2026 – Civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut berpartisipasi dalam kegiatan Pesta Rakyat Universitas Negeri Jakarta yang diselenggarakan sebagai rangkaian Penutupan Dies Natalis ke-62 UNJ pada Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di GOR UNJ Kampus B. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 05.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi momentum kebersamaan bagi seluruh warga UNJ, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Pesta Rakyat UNJ menghadirkan suasana yang meriah, inklusif, dan penuh semangat kekeluargaan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang UNJ dalam berkontribusi bagi pendidikan, masyarakat, dan bangsa. Civitas akademika FISH UNJ hadir untuk memeriahkan kegiatan tersebut sekaligus memperkuat semangat kebersamaan lintas fakultas di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. Partisipasi ini menjadi wujud dukungan FISH UNJ terhadap agenda universitas dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada solidaritas, kolaborasi, dan rasa memiliki terhadap institusi. Pesta Rakyat Penutupan Dies Natalis ke-62 UNJ juga menghadirkan berbagai rangkaian acara menarik, antara lain sambutan dan penutupan oleh Rektor UNJ, penampilan master of ceremony, pengisi acara, hiburan, serta pembagian berbagai door prize bagi peserta yang telah melakukan registrasi. Kegiatan ini terbuka untuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UNJ. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian aktif dari ekosistem Universitas Negeri Jakarta yang berdampak, berprestasi, dan bereputasi. Semangat Dies Natalis ke-62 UNJ diharapkan dapat memperkuat sinergi seluruh sivitas akademika dalam mendukung kemajuan UNJ sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (17) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (56) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Wins Two Awards at UNJ People’s Festival Closing Ceremony for the 62nd Dies Natalis through GEO GREEN Project
Jakarta, 20 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam rangkaian Pesta Rakyat Universitas Negeri Jakarta Penutupan Dies Natalis ke-62. Melalui project GEO GREEN, Tim FISH UNJ berhasil meraih Juara 2 Lomba Urban Farming dan Juara 2 Lomba Waste Management. Prestasi ini menjadi bentuk nyata kontribusi FISH UNJ dalam mendukung gerakan kampus berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, serta penguatan budaya peduli ekologi di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. Project GEO GREEN hadir sebagai inisiatif yang mengintegrasikan kreativitas, kepedulian lingkungan, serta semangat kolaborasi sivitas akademika dalam menciptakan ruang kampus yang lebih hijau, sehat, dan berdampak. Humas FISH UNJ menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Bapak Ilham B. Mataburu, M.Si., selaku Project Manager Tim FISH UNJ, atas capaian membanggakan tersebut. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kerja keras tim, tetapi juga menunjukkan komitmen FISH UNJ dalam mendukung program-program lingkungan yang sejalan dengan nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi. Dalam Lomba Urban Farming, Tim FISH UNJ berhasil menunjukkan gagasan dan implementasi pertanian perkotaan yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan lingkungan kampus. Sementara itu, pada Lomba Waste Management, project GEO GREEN turut menghadirkan upaya pengelolaan sampah yang inovatif sebagai bagian dari gerakan membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Capaian dua juara ini menjadi bukti bahwa FISH UNJ tidak hanya berperan dalam pengembangan akademik dan keilmuan sosial-humaniora, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam gerakan nyata untuk menciptakan kampus yang hijau, berdaya, dan berkelanjutan. Dekan FISH UNJ beserta seluruh sivitas akademika menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim FISH UNJ dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan project GEO GREEN. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi Universitas Negeri Jakarta dan masyarakat luas. Selamat kepada Bapak Ilham B. Mataburu, M.Si. dan Tim FISH UNJ atas prestasi Juara 2 Lomba Urban Farming dan Juara 2 Lomba Waste Management dalam Pesta Rakyat UNJ Penutupan Dies Natalis ke-62. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (17) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (55) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Receives the Baton as Organizing Committee for UNJ’s 63rd Anniversary in 2027
Jakarta, 20 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menerima tongkat estafet sebagai panitia pelaksana Dies Natalis Universitas Negeri Jakarta ke-63 yang akan diselenggarakan pada tahun 2027. Momen estafet tersebut menjadi simbol kepercayaan, kehormatan, sekaligus tanggung jawab bagi FISH UNJ untuk melanjutkan semangat kebersamaan dalam merayakan hari lahir UNJ. Penyerahan tongkat estafet kepanitiaan ini menjadi bagian dari rangkaian penutupan Dies Natalis UNJ ke-62. Melalui momentum tersebut, FISH UNJ secara resmi bersiap mengambil peran strategis dalam merancang, mengoordinasikan, dan menyukseskan pelaksanaan Dies Natalis UNJ ke-63 dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan kontribusi bagi universitas. Dekan FISH UNJ menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas amanah yang diberikan kepada FISH sebagai panitia pelaksana Dies Natalis UNJ ke-63. “Kami merasa sangat bahagia dan terhormat menerima tongkat estafet ini. Bagi FISH UNJ, amanah sebagai panitia Dies Natalis UNJ ke-63 bukan hanya tugas seremonial, tetapi juga ruang untuk menunjukkan komitmen, kreativitas, dan kontribusi nyata FISH dalam memperkuat kebersamaan keluarga besar Universitas Negeri Jakarta,” ujar Assoc. Prof. H. Firdaus Wajdi, Ph.D selaku Dekan FISH UNJ. Lebih lanjut, Dekan FISH UNJ berharap pelaksanaan Dies Natalis UNJ ke-63 pada tahun 2027 dapat menjadi momentum yang semakin mempererat kolaborasi antarunit, memperkuat citra positif universitas, serta menghadirkan rangkaian kegiatan yang berdampak bagi sivitas akademika dan masyarakat. “Kami berharap Dies Natalis UNJ ke-63 dapat menjadi perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna. FISH siap berkolaborasi dengan seluruh fakultas, lembaga, unit, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra UNJ untuk menghadirkan kegiatan yang mencerminkan semangat UNJ berdampak, bereputasi, dan terus bergerak maju,” tambahnya. Sebagai fakultas yang memiliki kekuatan pada bidang ilmu sosial, hukum, komunikasi, pendidikan, kebudayaan, kewilayahan, dan kemasyarakatan, FISH UNJ berkomitmen untuk menghadirkan konsep Dies Natalis yang inklusif, partisipatif, dan relevan dengan semangat transformasi UNJ. Kepanitiaan tahun 2027 diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas bidang yang mampu menampilkan identitas UNJ sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkontribusi bagi bangsa. Dengan diterimanya tongkat estafet ini, FISH UNJ menyatakan kesiapan untuk mengemban amanah sebagai panitia Dies Natalis UNJ ke-63 tahun 2027. Momentum ini sekaligus menjadi awal dari komitmen bersama untuk menyukseskan perayaan Dies Natalis UNJ yang penuh semangat, kebanggaan, dan kontribusi nyata bagi almamater. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (32) Program Unggulan (55) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Communication Science Study Program of FISH UNJ Collaborates with Ivosights to Strengthen Students’ Digital Data Literacy through Social Listening and Emotion Analysis
Jakarta, 12 Juni 2026 – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (Prodi Ilkom FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan Dosen Tamu bertajuk *“Membaca Emosi Publik Melalui Media Sosial: Social Listening untuk Bisnis & Kebijakan”* pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Ki Hajar Dewantara Lantai 9, Kampus A UNJ ini terlaksana melalui kerja sama dengan Ivosights sebagai mitra industri di bidang teknologi data dan komunikasi digital. Kegiatan tersebut menghadirkan Ruly Mahmuddin, Head of Data & Operations Ripple10 Ivosights, PT Ivonesia Solusi Data, sebagai narasumber. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai pentingnya pemanfaatan data percakapan digital untuk membaca opini, kebutuhan, perilaku, serta emosi publik di berbagai platform media sosial. Materi yang disampaikan tidak hanya relevan bagi pengembangan strategi bisnis, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam pengelolaan komunikasi publik dan perumusan kebijakan berbasis data. Penyelenggaraan dosen tamu ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ dalam menghadirkan pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan industri komunikasi digital. Di era ketika media sosial menjadi ruang utama pertukaran informasi, calon praktisi komunikasi dituntut memiliki kemampuan untuk memahami data digital secara kritis, etis, dan strategis. Oleh karena itu, penguatan literasi data menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Dalam pemaparannya, Ruly menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola hubungan antara organisasi dan publik. Komunikasi yang sebelumnya banyak berlangsung secara satu arah kini bergerak menuju pola yang lebih partisipatif, cepat, dan berbasis respons publik secara real-time. Melalui teknologi social listening, organisasi dapat memahami percakapan masyarakat secara lebih mendalam, sehingga keputusan komunikasi tidak lagi hanya bertumpu pada asumsi, tetapi juga pada hasil analisis data yang terukur. Menurut Ruly, data percakapan digital memiliki nilai strategis karena mampu memberikan gambaran mengenai persepsi, harapan, keresahan, serta respons emosional masyarakat terhadap suatu isu, produk, layanan, maupun kebijakan. Dengan kemampuan membaca data tersebut, organisasi dapat menyusun strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan publik. Mahasiswa juga diperkenalkan pada perbedaan antara social media monitoring dan social media listening. Social media monitoring berorientasi pada pemantauan aktivitas digital, seperti jumlah percakapan, sebaran isu, dan keterlibatan pengguna. Sementara itu, social media listening menekankan proses interpretasi terhadap makna percakapan, sehingga hasil analisisnya dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun rekomendasi komunikasi yang lebih komprehensif. Selain membahas social listening, narasumber juga menjelaskan penerapan sentiment analysis dan emotion analysis dalam memahami dinamika opini publik. Sentiment analysis digunakan untuk mengelompokkan percakapan ke dalam kecenderungan positif, negatif, atau netral. Sementara emotion analysis memungkinkan analisis yang lebih mendalam dengan mengidentifikasi emosi yang muncul dalam percakapan, seperti rasa percaya, bahagia, marah, sedih, khawatir, atau kecewa. Pendekatan ini menjadi penting karena strategi komunikasi yang efektif tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap isi pesan, tetapi juga terhadap kondisi emosional publik. Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah demonstrasi penggunaan platform Ripple10. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa melihat secara langsung bagaimana data dari media sosial dapat dikumpulkan, dipetakan, divisualisasikan, dan diterjemahkan menjadi insight strategis. Demonstrasi ini memberikan pengalaman belajar aplikatif bagi mahasiswa untuk memahami proses kerja analisis data digital dalam konteks industri komunikasi. Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi FISH UNJ, Dini Safitri, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan praktisi industri menjadi salah satu strategi penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Menurutnya, kegiatan dosen tamu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami praktik komunikasi digital secara lebih nyata, terutama dalam membaca data, menafsirkan emosi pengguna media sosial, serta menentukan posisi sebuah brand atau isu dalam percakapan publik. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena mereka dapat belajar langsung dari praktisi. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga melihat bagaimana data dan emosi pengguna media sosial dianalisis untuk menentukan posisi brand maupun isu yang sedang berkembang di masyarakat,” ujar Dini. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, terutama terkait penggunaan social listening dalam dunia bisnis, komunikasi pemerintahan, reputasi organisasi, hingga pengelolaan isu di media sosial. Suasana diskusi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ketertarikan tinggi terhadap perkembangan analitik komunikasi digital dan pemanfaatannya dalam dunia profesional. Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur karena memperkenalkan mahasiswa pada pemanfaatan teknologi data dalam praktik komunikasi modern. Selain itu, kolaborasi dengan Ivosights mencerminkan dukungan terhadap SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, kegiatan ini berkontribusi pada IKU 2 melalui pemberian pengalaman belajar di luar kelas yang mempertemukan mahasiswa dengan praktik profesional. Kegiatan ini juga mendukung IKU 4 karena menghadirkan praktisi industri sebagai narasumber dalam proses pembelajaran. Selain itu, kerja sama dengan Ivosights turut memperkuat IKU 6 melalui kemitraan program studi dengan mitra strategis yang relevan dengan bidang keilmuan dan kebutuhan industri komunikasi digital. Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam literasi data digital, analisis media sosial, dan pengambilan keputusan komunikasi berbasis teknologi. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang adaptif, kritis, dan siap berkontribusi dalam ekosistem komunikasi digital yang semakin dinamis. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (32) Program Unggulan (54) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru