Jakarta, 10 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) terus memperluas peran akademiknya dalam mendorong dialog, perdamaian, dan kerja sama lintas peradaban. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Dekan FISH UNJ, Assoc. Prof. H. Firdaus Wajdi, Ph.D, dalam peringatan “International Day for Dialogue among Civilizations” yang berlangsung di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta. Kegiatan internasional ini diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, serta Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia. Selain sebagai Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi juga hadir dalam kapasitasnya sebagai Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) MUI Pusat. Forum tersebut menghadirkan berbagai unsur penting, mulai dari pemerintah, parlemen, tokoh agama, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga perwakilan negara sahabat. Kehadiran lintas sektor ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat gagasan bersama mengenai pentingnya dialog, kolaborasi, dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai fondasi dalam membangun perdamaian dunia. Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, Ketua HLNKI MUI Pusat, Bunyan Saptomo, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, serta para duta besar dan perwakilan dari berbagai negara sahabat. Partisipasi FISH UNJ dalam forum ini memperlihatkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat diplomasi intelektual. Melalui keterlibatan akademisi dalam forum internasional, kampus tidak hanya menjadi ruang pendidikan dan riset, tetapi juga menjadi aktor yang berkontribusi dalam membangun pemahaman lintas budaya, memperluas jejaring global, serta menghadirkan gagasan yang relevan bagi penyelesaian tantangan kemanusiaan. Firdaus Wajdi menyampaikan bahwa dialog antar-peradaban perlu terus diperkuat sebagai jalan untuk membangun saling pengertian di tengah perbedaan sosial, agama, budaya, dan kepentingan geopolitik. “Dialog antar-peradaban menjadi salah satu cara penting untuk memperkuat sikap saling memahami, mengurangi prasangka, serta membangun kerja sama yang lebih konstruktif antarbangsa. FISH UNJ sebagai institusi akademik memiliki tanggung jawab untuk merawat tradisi keilmuan yang berpihak pada toleransi, kemanusiaan, penghormatan terhadap keberagaman, dan perdamaian,” ujar Firdaus Wajdi. Ia juga menegaskan bahwa perdamaian global tidak hanya dapat dibangun melalui jalur diplomasi negara, tetapi juga melalui pendidikan, penelitian, literasi kebudayaan, dan pertukaran gagasan. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi perlu mengambil peran lebih aktif dalam melahirkan pemikiran, riset, dan kolaborasi yang mampu menjembatani berbagai perbedaan di masyarakat. Dalam forum ini, para peserta turut menyoroti posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki pengalaman panjang dalam mengelola kemajemukan. Nilai-nilai Pancasila dipandang sebagai modal penting dalam memperkuat moderasi, persaudaraan, keadilan sosial, dan harmoni di tengah masyarakat global yang semakin kompleks. Keterlibatan FISH UNJ dalam kegiatan ini juga memiliki relevansi dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui keikutsertaan dalam forum lintas negara dan lintas peradaban, FISH UNJ memperkuat kontribusi pendidikan tinggi dalam membangun pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan jejaring kolaboratif yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, partisipasi ini turut mendukung penguatan reputasi akademik, aktivitas dosen di luar kampus, perluasan kerja sama dengan mitra strategis, serta internasionalisasi fakultas. Keterlibatan pimpinan fakultas dalam forum global juga menjadi bagian dari upaya memperkuat rekognisi FISH UNJ sebagai institusi akademik yang aktif dalam isu-isu sosial, hukum, kemanusiaan, demokrasi, dan perdamaian. Sejalan dengan visi UNJ sebagai universitas yang unggul, bereputasi global, dan berdampak bagi masyarakat, FISH UNJ terus mendorong keterlibatan sivitas akademika dalam berbagai ruang kolaborasi nasional maupun internasional. Melalui forum seperti International Day for Dialogue among Civilizations, FISH UNJ berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun budaya damai, memperluas solidaritas kemanusiaan, dan menghasilkan gagasan akademik yang bermanfaat bagi masyarakat global. Dengan memperkuat diplomasi intelektual, dialog lintas peradaban, serta kerja sama antarlembaga, FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial, keadilan, dan perdamaian dunia. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (61) Kemahasiswaan (18) Penelitian (17) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (57) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Civitas Akademika FISH UNJ Ikuti Pesta Rakyat Penutupan Dies Natalis ke-62 Universitas Negeri Jakarta
Jakarta, 20 Juni 2026 – Civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut berpartisipasi dalam kegiatan Pesta Rakyat Universitas Negeri Jakarta yang diselenggarakan sebagai rangkaian Penutupan Dies Natalis ke-62 UNJ pada Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di GOR UNJ Kampus B. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 05.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi momentum kebersamaan bagi seluruh warga UNJ, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Pesta Rakyat UNJ menghadirkan suasana yang meriah, inklusif, dan penuh semangat kekeluargaan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang UNJ dalam berkontribusi bagi pendidikan, masyarakat, dan bangsa. Civitas akademika FISH UNJ hadir untuk memeriahkan kegiatan tersebut sekaligus memperkuat semangat kebersamaan lintas fakultas di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. Partisipasi ini menjadi wujud dukungan FISH UNJ terhadap agenda universitas dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada solidaritas, kolaborasi, dan rasa memiliki terhadap institusi. Pesta Rakyat Penutupan Dies Natalis ke-62 UNJ juga menghadirkan berbagai rangkaian acara menarik, antara lain sambutan dan penutupan oleh Rektor UNJ, penampilan master of ceremony, pengisi acara, hiburan, serta pembagian berbagai door prize bagi peserta yang telah melakukan registrasi. Kegiatan ini terbuka untuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UNJ. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian aktif dari ekosistem Universitas Negeri Jakarta yang berdampak, berprestasi, dan bereputasi. Semangat Dies Natalis ke-62 UNJ diharapkan dapat memperkuat sinergi seluruh sivitas akademika dalam mendukung kemajuan UNJ sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (17) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (56) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Raih Dua Prestasi dalam Pesta Rakyat UNJ Penutupan Dies Natalis ke-62 melalui Project GEO GREEN
Jakarta, 20 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam rangkaian Pesta Rakyat Universitas Negeri Jakarta Penutupan Dies Natalis ke-62. Melalui project GEO GREEN, Tim FISH UNJ berhasil meraih Juara 2 Lomba Urban Farming dan Juara 2 Lomba Waste Management. Prestasi ini menjadi bentuk nyata kontribusi FISH UNJ dalam mendukung gerakan kampus berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, serta penguatan budaya peduli ekologi di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. Project GEO GREEN hadir sebagai inisiatif yang mengintegrasikan kreativitas, kepedulian lingkungan, serta semangat kolaborasi sivitas akademika dalam menciptakan ruang kampus yang lebih hijau, sehat, dan berdampak. Humas FISH UNJ menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Bapak Ilham B. Mataburu, M.Si., selaku Project Manager Tim FISH UNJ, atas capaian membanggakan tersebut. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kerja keras tim, tetapi juga menunjukkan komitmen FISH UNJ dalam mendukung program-program lingkungan yang sejalan dengan nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi. Dalam Lomba Urban Farming, Tim FISH UNJ berhasil menunjukkan gagasan dan implementasi pertanian perkotaan yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan lingkungan kampus. Sementara itu, pada Lomba Waste Management, project GEO GREEN turut menghadirkan upaya pengelolaan sampah yang inovatif sebagai bagian dari gerakan membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Capaian dua juara ini menjadi bukti bahwa FISH UNJ tidak hanya berperan dalam pengembangan akademik dan keilmuan sosial-humaniora, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam gerakan nyata untuk menciptakan kampus yang hijau, berdaya, dan berkelanjutan. Dekan FISH UNJ beserta seluruh sivitas akademika menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim FISH UNJ dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan project GEO GREEN. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi Universitas Negeri Jakarta dan masyarakat luas. Selamat kepada Bapak Ilham B. Mataburu, M.Si. dan Tim FISH UNJ atas prestasi Juara 2 Lomba Urban Farming dan Juara 2 Lomba Waste Management dalam Pesta Rakyat UNJ Penutupan Dies Natalis ke-62. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (17) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (12) Prodi (32) Program Unggulan (55) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Terima Tongkat Estafet Kepanitiaan Dies Natalis UNJ ke-63 Tahun 2027
Jakarta, 20 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menerima tongkat estafet sebagai panitia pelaksana Dies Natalis Universitas Negeri Jakarta ke-63 yang akan diselenggarakan pada tahun 2027. Momen estafet tersebut menjadi simbol kepercayaan, kehormatan, sekaligus tanggung jawab bagi FISH UNJ untuk melanjutkan semangat kebersamaan dalam merayakan hari lahir UNJ. Penyerahan tongkat estafet kepanitiaan ini menjadi bagian dari rangkaian penutupan Dies Natalis UNJ ke-62. Melalui momentum tersebut, FISH UNJ secara resmi bersiap mengambil peran strategis dalam merancang, mengoordinasikan, dan menyukseskan pelaksanaan Dies Natalis UNJ ke-63 dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan kontribusi bagi universitas. Dekan FISH UNJ menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas amanah yang diberikan kepada FISH sebagai panitia pelaksana Dies Natalis UNJ ke-63. “Kami merasa sangat bahagia dan terhormat menerima tongkat estafet ini. Bagi FISH UNJ, amanah sebagai panitia Dies Natalis UNJ ke-63 bukan hanya tugas seremonial, tetapi juga ruang untuk menunjukkan komitmen, kreativitas, dan kontribusi nyata FISH dalam memperkuat kebersamaan keluarga besar Universitas Negeri Jakarta,” ujar Assoc. Prof. H. Firdaus Wajdi, Ph.D selaku Dekan FISH UNJ. Lebih lanjut, Dekan FISH UNJ berharap pelaksanaan Dies Natalis UNJ ke-63 pada tahun 2027 dapat menjadi momentum yang semakin mempererat kolaborasi antarunit, memperkuat citra positif universitas, serta menghadirkan rangkaian kegiatan yang berdampak bagi sivitas akademika dan masyarakat. “Kami berharap Dies Natalis UNJ ke-63 dapat menjadi perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna. FISH siap berkolaborasi dengan seluruh fakultas, lembaga, unit, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra UNJ untuk menghadirkan kegiatan yang mencerminkan semangat UNJ berdampak, bereputasi, dan terus bergerak maju,” tambahnya. Sebagai fakultas yang memiliki kekuatan pada bidang ilmu sosial, hukum, komunikasi, pendidikan, kebudayaan, kewilayahan, dan kemasyarakatan, FISH UNJ berkomitmen untuk menghadirkan konsep Dies Natalis yang inklusif, partisipatif, dan relevan dengan semangat transformasi UNJ. Kepanitiaan tahun 2027 diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas bidang yang mampu menampilkan identitas UNJ sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkontribusi bagi bangsa. Dengan diterimanya tongkat estafet ini, FISH UNJ menyatakan kesiapan untuk mengemban amanah sebagai panitia Dies Natalis UNJ ke-63 tahun 2027. Momentum ini sekaligus menjadi awal dari komitmen bersama untuk menyukseskan perayaan Dies Natalis UNJ yang penuh semangat, kebanggaan, dan kontribusi nyata bagi almamater. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (32) Program Unggulan (55) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ Gandeng Ivosights Perkuat Literasi Data Digital Mahasiswa melalui Social Listening dan Emotion Analysis
Jakarta, 12 Juni 2026 – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (Prodi Ilkom FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan Dosen Tamu bertajuk *“Membaca Emosi Publik Melalui Media Sosial: Social Listening untuk Bisnis & Kebijakan”* pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Ki Hajar Dewantara Lantai 9, Kampus A UNJ ini terlaksana melalui kerja sama dengan Ivosights sebagai mitra industri di bidang teknologi data dan komunikasi digital. Kegiatan tersebut menghadirkan Ruly Mahmuddin, Head of Data & Operations Ripple10 Ivosights, PT Ivonesia Solusi Data, sebagai narasumber. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai pentingnya pemanfaatan data percakapan digital untuk membaca opini, kebutuhan, perilaku, serta emosi publik di berbagai platform media sosial. Materi yang disampaikan tidak hanya relevan bagi pengembangan strategi bisnis, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam pengelolaan komunikasi publik dan perumusan kebijakan berbasis data. Penyelenggaraan dosen tamu ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ dalam menghadirkan pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan industri komunikasi digital. Di era ketika media sosial menjadi ruang utama pertukaran informasi, calon praktisi komunikasi dituntut memiliki kemampuan untuk memahami data digital secara kritis, etis, dan strategis. Oleh karena itu, penguatan literasi data menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Dalam pemaparannya, Ruly menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola hubungan antara organisasi dan publik. Komunikasi yang sebelumnya banyak berlangsung secara satu arah kini bergerak menuju pola yang lebih partisipatif, cepat, dan berbasis respons publik secara real-time. Melalui teknologi social listening, organisasi dapat memahami percakapan masyarakat secara lebih mendalam, sehingga keputusan komunikasi tidak lagi hanya bertumpu pada asumsi, tetapi juga pada hasil analisis data yang terukur. Menurut Ruly, data percakapan digital memiliki nilai strategis karena mampu memberikan gambaran mengenai persepsi, harapan, keresahan, serta respons emosional masyarakat terhadap suatu isu, produk, layanan, maupun kebijakan. Dengan kemampuan membaca data tersebut, organisasi dapat menyusun strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan publik. Mahasiswa juga diperkenalkan pada perbedaan antara social media monitoring dan social media listening. Social media monitoring berorientasi pada pemantauan aktivitas digital, seperti jumlah percakapan, sebaran isu, dan keterlibatan pengguna. Sementara itu, social media listening menekankan proses interpretasi terhadap makna percakapan, sehingga hasil analisisnya dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun rekomendasi komunikasi yang lebih komprehensif. Selain membahas social listening, narasumber juga menjelaskan penerapan sentiment analysis dan emotion analysis dalam memahami dinamika opini publik. Sentiment analysis digunakan untuk mengelompokkan percakapan ke dalam kecenderungan positif, negatif, atau netral. Sementara emotion analysis memungkinkan analisis yang lebih mendalam dengan mengidentifikasi emosi yang muncul dalam percakapan, seperti rasa percaya, bahagia, marah, sedih, khawatir, atau kecewa. Pendekatan ini menjadi penting karena strategi komunikasi yang efektif tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap isi pesan, tetapi juga terhadap kondisi emosional publik. Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah demonstrasi penggunaan platform Ripple10. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa melihat secara langsung bagaimana data dari media sosial dapat dikumpulkan, dipetakan, divisualisasikan, dan diterjemahkan menjadi insight strategis. Demonstrasi ini memberikan pengalaman belajar aplikatif bagi mahasiswa untuk memahami proses kerja analisis data digital dalam konteks industri komunikasi. Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi FISH UNJ, Dini Safitri, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan praktisi industri menjadi salah satu strategi penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Menurutnya, kegiatan dosen tamu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami praktik komunikasi digital secara lebih nyata, terutama dalam membaca data, menafsirkan emosi pengguna media sosial, serta menentukan posisi sebuah brand atau isu dalam percakapan publik. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena mereka dapat belajar langsung dari praktisi. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga melihat bagaimana data dan emosi pengguna media sosial dianalisis untuk menentukan posisi brand maupun isu yang sedang berkembang di masyarakat,” ujar Dini. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, terutama terkait penggunaan social listening dalam dunia bisnis, komunikasi pemerintahan, reputasi organisasi, hingga pengelolaan isu di media sosial. Suasana diskusi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ketertarikan tinggi terhadap perkembangan analitik komunikasi digital dan pemanfaatannya dalam dunia profesional. Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur karena memperkenalkan mahasiswa pada pemanfaatan teknologi data dalam praktik komunikasi modern. Selain itu, kolaborasi dengan Ivosights mencerminkan dukungan terhadap SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, kegiatan ini berkontribusi pada IKU 2 melalui pemberian pengalaman belajar di luar kelas yang mempertemukan mahasiswa dengan praktik profesional. Kegiatan ini juga mendukung IKU 4 karena menghadirkan praktisi industri sebagai narasumber dalam proses pembelajaran. Selain itu, kerja sama dengan Ivosights turut memperkuat IKU 6 melalui kemitraan program studi dengan mitra strategis yang relevan dengan bidang keilmuan dan kebutuhan industri komunikasi digital. Prodi Ilmu Komunikasi FISH UNJ berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam literasi data digital, analisis media sosial, dan pengambilan keputusan komunikasi berbasis teknologi. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang adaptif, kritis, dan siap berkontribusi dalam ekosistem komunikasi digital yang semakin dinamis. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (16) Pengajaran (45) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (32) Program Unggulan (54) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ Perkuat Literasi Digital Guru dan Santri Pondok Pesantren Al’Wathoniyah
Jakarta, 12 Juni 2026 – Program Studi Sarjana Terapan Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (Prodi D4 Humas dan Komdigi FISH UNJ), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pondok Pesantren Al’Wathoniyah Pusat Putri, Jakarta Timur, pada 10 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi untuk meningkatkan kecakapan literasi digital masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis pesantren. PkM ini dirancang untuk memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan kepada guru serta santri dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk memahami penggunaan media digital secara kritis, etis, produktif, dan bertanggung jawab, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran, edukasi, komunikasi, dan dakwah yang bernilai positif. Tim PkM Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ terdiri atas sejumlah dosen, yaitu Asep Soegiarto, Menati Fajar Rizki, Anggun Nadia Fatimah, Mentari Anugrah Imsa, Qoryna Noer Seyma, dan Indah Fajar Rosalina. Kehadiran tim dosen ini menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam menghadirkan ilmu komunikasi digital yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan penguatan literasi digital dan komunikasi kreatif. Materi yang diberikan meliputi literasi digital bagi guru, literasi digital untuk mitigasi distorsi keagamaan pada generasi muda, literasi media kritis terhadap media homeless dan media arus utama, pelatihan videografi bagi siswa, serta pelatihan content marketing. Seluruh materi diarahkan untuk membantu peserta memahami dinamika informasi digital, mengenali potensi disinformasi, serta mengembangkan kemampuan memproduksi konten yang edukatif dan konstruktif. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan praktik langsung produksi konten digital. Guru dan santri diperkenalkan pada teknik dasar pengambilan gambar, penyusunan pesan komunikasi yang efektif, serta strategi pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat. Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga diarahkan menjadi kreator konten yang mampu menghadirkan pesan positif di ruang digital. Sebagai dukungan terhadap keberlanjutan program, tim dosen Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ menyerahkan satu set perlengkapan studio fotografi kepada Pondok Pesantren Al’Wathoniyah Pusat Putri. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan dokumentasi, pembelajaran kreatif, serta produksi konten digital yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan santri dalam berbagai aktivitas pendidikan maupun kelembagaan. Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al’Wathoniyah Pusat Putri Jakarta Timur, K.H. Ahmad Rifa’i, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran dosen UNJ memberikan wawasan baru yang bermanfaat bagi para guru dan santri dalam merespons perkembangan teknologi dan informasi yang terus berubah. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para dosen UNJ yang telah memberikan ilmu dan wawasan yang insyaAllah sangat bermanfaat bagi para siswa maupun guru di lingkungan Pondok Pesantren Al’Wathoniyah. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi kami untuk lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang terus berubah,” ujarnya. Ketua Tim Pengabdian sekaligus Koordinator Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ, Asep Soegiarto, menyampaikan bahwa literasi digital merupakan kompetensi penting yang perlu diperkuat di berbagai lingkungan pendidikan. Menurutnya, kecakapan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, membangun pesan yang tepat, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Literasi digital saat ini bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara bijak, serta memanfaatkan media digital untuk menghasilkan karya yang positif dan produktif,” ungkapnya. Kegiatan PkM ini juga memiliki relevansi dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas melalui peningkatan kapasitas guru dan santri dalam literasi digital, SDGs 9 tentang inovasi dan infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran kreatif, SDGs 10 tentang pengurangan kesenjangan akses pengetahuan digital, serta SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU), kegiatan ini mendukung IKU 3 melalui keterlibatan dosen dalam aktivitas di luar kampus, IKU 5 melalui pemanfaatan hasil kerja dosen yang berdampak bagi masyarakat, serta IKU 6 melalui penguatan kemitraan FISH UNJ dengan lembaga pendidikan. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran program studi dalam menghubungkan keilmuan komunikasi digital dengan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui pelaksanaan PkM ini, Prodi Humas dan Komdigi FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi digital di lingkungan pesantren serta mendorong lahirnya generasi yang adaptif, kreatif, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab bagi kemajuan masyarakat. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (16) Pengajaran (44) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (31) Program Unggulan (54) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
S1 Geografi FISH UNJ Gelar PKL Raya 2026 di Kebumen, Perkuat Pembelajaran Lapangan Berbasis SDGs dan IKU
Jakarta, Juni 2026 – Program Studi S1 Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) Raya pada 18–22 Mei 2026 di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S1 Geografi angkatan 2023, 2024, dan 2025 sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan. PKL Raya menjadi ruang pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa untuk memahami fenomena geografi secara lebih kontekstual. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan spasial suatu wilayah, tetapi juga dilatih untuk melakukan observasi, pengumpulan data, analisis lapangan, serta pemecahan masalah berdasarkan kondisi nyata di masyarakat. Koordinator Program Studi S1 Geografi FISH UNJ, Ilham B. Mataburu, M.Si., yang memberikan arahan kepada seluruh peserta PKL Raya 2026 Kegiatan ini diawali dengan pelepasan peserta PKL Raya pada Senin, 18 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Koordinator Program Studi S1 Geografi FISH UNJ, Ilham B. Mataburu, M.Si., yang memberikan arahan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan lapangan merupakan bagian penting dalam pendidikan geografi karena mampu menjembatani teori yang diperoleh di ruang kelas dengan dinamika lingkungan dan masyarakat secara langsung. Beliau juga berpesan agar mahasiswa menjaga kedisiplinan, etika, kerja sama, serta tanggung jawab selama mengikuti kegiatan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi akademik sekaligus karakter mahasiswa sebagai calon lulusan yang adaptif, komunikatif, dan peka terhadap persoalan kewilayahan. Pada pelaksanaan PKL Raya 2026, setiap angkatan memiliki fokus kajian yang berbeda sesuai dengan tahapan pembelajaran masing-masing. Mahasiswa angkatan 2025 mengikuti PKL Fisik, mahasiswa angkatan 2024 melaksanakan PKL Sosekta yang berfokus pada aspek sosial, ekonomi, dan pemetaan, sedangkan mahasiswa angkatan 2023 mengikuti PKL Terpadu. Pembagian fokus ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan lapangan secara bertahap, mulai dari pengenalan fenomena fisik hingga analisis terpadu terhadap dinamika wilayah. Kecamatan Ayah dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki karakteristik wilayah yang beragam dan relevan dengan kajian geografi. Keragaman bentang alam, kondisi lingkungan, serta dinamika sosial masyarakat di wilayah tersebut menjadi laboratorium alam yang mendukung mahasiswa dalam memahami hubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan. Pelaksanaan PKL Raya ini juga selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Melalui pembelajaran lapangan, mahasiswa didorong untuk memiliki kesadaran terhadap isu lingkungan, keberlanjutan wilayah, serta pentingnya pengelolaan sumber daya berbasis data dan kajian ilmiah. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama dalam penguatan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan pembelajaran berbasis proyek dan kasus nyata di masyarakat. PKL Raya menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, sosial, dan profesional secara terpadu. Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Geografi FISH UNJ terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan aplikatif, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan wilayah berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (15) Pengajaran (44) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (30) Program Unggulan (54) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Hadirkan 5 Booth Interaktif dan Ragam Pentas Seni, Perkuat Dampak Edukasi dalam UNJ Expo 2026
Jakarta, 17 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut memeriahkan UNJ Expo 2026 yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-62 Universitas Negeri Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026. Bertempat di Lapangan Kampus A UNJ dan area plaza sekitarnya, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara kampus, sekolah mitra, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengenal lebih dekat inovasi, kreativitas, serta kontribusi nyata UNJ bagi publik. UNJ Expo 2026 tahun ini mengusung tema “UNJ Berdampak dan Bereputasi Global”. Kegiatan yang diikuti oleh 8 fakultas dan 1 sekolah pascasarjana ini menghadirkan 90 booth dengan beragam aktivitas, mulai dari pameran inovasi, layanan edukatif, kewirausahaan, urban farming, pengelolaan sampah, layanan psikologi, hingga pertunjukan seni dan budaya. Kehadiran sekitar 500 siswa dari 50 sekolah mitra di DKI Jakarta menjadikan kegiatan ini sebagai ruang promosi pendidikan tinggi yang terbuka, inklusif, dan inspiratif. Dalam rangkaian tersebut, FISH UNJ tampil aktif melalui 5 booth interaktif yang menghadirkan wajah fakultas sebagai pusat pembelajaran sosial, hukum, komunikasi, budaya, kewirausahaan, dan kreativitas mahasiswa. Booth FISH diisi oleh berbagai program studi, antara lain S1 Sejarah, PPKN dan Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, serta Usaha Perjalanan Wisata. Setiap booth dirancang tidak hanya sebagai ruang pameran, tetapi juga sebagai media edukasi publik yang memperkenalkan keunggulan program studi, karya mahasiswa, potensi kewirausahaan, serta pengalaman belajar yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Prof. Komarudin (Rektor Universitas Negeri Jakarta) mencoba photobooth interaktif dari Lab Prodi Ilmu Komunikasi Salah satu daya tarik utama dari booth FISH adalah hadirnya booth photo interaktif dari Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi. Booth ini menjadi ruang kreatif bagi pengunjung untuk merasakan pengalaman komunikasi visual secara langsung melalui konsep photo booth yang menarik, komunikatif, dan relevan dengan dunia media digital saat ini. Kehadiran booth tersebut menunjukkan bagaimana pembelajaran Ilmu Komunikasi di FISH UNJ tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diterapkan melalui praktik kreatif, produksi media, dan interaksi publik. Selain itu, booth FISH juga memperlihatkan kekuatan kolaborasi lintas program studi. Melalui pengemasan yang informatif dan interaktif, FISH UNJ berhasil menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa, mitra, dan pengunjung umum. Para pengunjung tidak hanya memperoleh informasi mengenai program studi, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana ilmu sosial, hukum, komunikasi, sejarah, kewarganegaraan, dan pariwisata dapat berkontribusi dalam kehidupan masyarakat. Penampilan akustik dari Mahasiswa Prodi Sosiologi pada UNJ Expo 2026 Kemeriahan FISH UNJ juga tampak kuat melalui penampilan mahasiswa di panggung utama. Berbagai program studi menampilkan kreativitas seni yang merepresentasikan keberagaman budaya, ekspresi generasi muda, dan semangat kolaboratif sivitas akademika FISH. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah akustik dari Program Studi Sosiologi, yang menghadirkan suasana hangat dan reflektif melalui musik sebagai medium ekspresi sosial mahasiswa. Tim Penari Saman dari Mahasiswa Prodi PAI pada UNJ Expo 2026 Tidak kalah memukau, Tari Saman dari Program Studi Pendidikan Agama Islam juga menjadi salah satu penampilan unggulan FISH UNJ. Gerakan yang kompak, penuh energi, dan sarat nilai kebersamaan tersebut memperlihatkan bagaimana mahasiswa FISH mampu merawat tradisi budaya sekaligus menghadirkannya dalam ruang akademik yang modern dan inklusif. Penampilan ini menjadi simbol penting bahwa pendidikan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan budaya, spiritualitas, kerja sama, dan karakter kebangsaan. Tarian Gambyong Pareanom dari Mahasiswa Studi Usaha Perjalanan Wisata pada UNJ Expo 2026 Rangkaian penampilan seni FISH UNJ turut dilengkapi dengan Tarian Gambyong Pareanom dari Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, penampilan vokal dari Program Studi Humas dan Komunikasi Digital, lagu dari perwakilan Ilmu Hukum, nyanyi solo dari Program Studi Sejarah, serta Tari Tradisional Betawi dari Program Studi Geografi. Keragaman penampilan tersebut memperlihatkan bahwa FISH UNJ memiliki ekosistem mahasiswa yang aktif, kreatif, dan mampu menjadikan seni sebagai media komunikasi lintas budaya. Partisipasi FISH UNJ dalam UNJ Expo 2026 juga selaras dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui booth edukatif, promosi program studi, aktivitas kreatif, dan keterlibatan siswa sekolah mitra, FISH UNJ ikut membuka akses informasi pendidikan tinggi yang lebih luas, memperkuat literasi sosial-budaya, serta membangun jejaring antara kampus dan masyarakat. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, keterlibatan FISH UNJ dalam UNJ Expo 2026 turut mendukung pencapaian IKU 2 melalui pengalaman mahasiswa di luar kampus atau di luar kelas, IKU 3 melalui keterlibatan dosen dalam kegiatan akademik dan pengabdian yang berdampak, IKU 6 melalui penguatan kemitraan dengan sekolah dan stakeholders, serta IKU 7 melalui pembelajaran kolaboratif, partisipatif, dan berbasis proyek. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa FISH tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga aktor aktif dalam menyampaikan gagasan, karya, dan identitas akademik fakultas kepada publik. Ketua Pelaksana UNJ Expo, Irwanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi antara kampus dan masyarakat melalui pendekatan edukasi, hiburan, dan pemberdayaan. UNJ Expo diharapkan dapat mempererat hubungan emosional antara UNJ dan publik, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kontribusi nyata universitas selama 62 tahun berkarya. “Saya berharap fakultas dan program studi lain dapat terus menampilkan karya-karya mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik. Harapan kita, inovasi ini makin membesarkan reputasi UNJ dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kita sangat mendorong tumbuhnya startup dan komersialisasi produk yang berawal dari karya di kampus,” ucap Prof. Komarudin dalam sambutannya. Para Dosen FISH mencoba photobooth interaktif dari Lab IKom, FISH UNJ Melalui 5 booth interaktif, photo booth kreatif dari Laboratorium Ilmu Komunikasi, penampilan akustik Sosiologi, Tari Saman Pendidikan Agama Islam, serta ragam pertunjukan seni budaya lainnya, FISH UNJ berhasil menunjukkan karakter fakultas yang dinamis, kolaboratif, dan berdampak. Kehadiran FISH dalam UNJ Expo 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan sosial dan hukum dapat hadir secara kreatif, dekat dengan masyarakat, serta relevan dengan kebutuhan zaman. Tim Duta on Duty FISH UNJ pada UNJ Expo 2026 Partisipasi ini sekaligus mempertegas komitmen FISH UNJ dalam mendukung visi besar universitas sebagai pusat pendidikan, inovasi, pengabdian, dan kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada reputasi akademik, tetapi juga pada manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan masa depan pendidikan Indonesia. Penulis: NA, KA, LM FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin
Prof. Dr. Muzani Jalaluddin FISH UNJ Publikasikan Riset tentang Pendidikan Kebencanaan dalam Perspektif Islam di Jurnal Internasional terindeks Scopus Q1
Jakarta, 16 April 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Prof. Dr. Muzani Jalaluddin, Dipl. Geo., M.Si., kembali menunjukkan kontribusi akademiknya melalui publikasi artikel riset internasional berjudul “Disaster education from an Islamic perspective: clarifying predestination and fatalism in disaster risk reduction”. Artikel tersebut ditulis bersama Tafiati Tafiati dan Awida Awida dari Fakultas Adab, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Artikel ini diterima pada 25 Mei 2026 dan dipublikasikan secara daring pada 12 Juni 2026 oleh Taylor & Francis Online dengan DOI: 10.1080/17477891.2026.2681603. Riset tersebut mengangkat isu penting mengenai pendidikan kebencanaan dari perspektif Islam, khususnya dalam meluruskan pemahaman antara konsep predestinasi atau qadar dan fatalisme dalam konteks pengurangan risiko bencana. Dalam kajiannya, Prof. Muzani dan tim menjelaskan bahwa kesalahpahaman terhadap ajaran Islam tentang bencana masih ditemukan di sebagian masyarakat. Salah satu bentuk kesalahpahaman tersebut adalah anggapan bahwa bencana sepenuhnya merupakan takdir yang tidak perlu direspons dengan kesiapsiagaan, mitigasi, dan upaya pengurangan risiko. Pandangan ini berpotensi melahirkan sikap pasif serta melemahkan partisipasi masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini menganalisis sumber-sumber utama Islam, yaitu Al-Qur’an dan Hadis, serta literatur ilmiah yang berkaitan dengan agama, pendidikan, dan studi kebencanaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, predestinasi tidak identik dengan kepasrahan pasif. Sebaliknya, ajaran Islam menekankan pentingnya ilmu, ikhtiar, tanggung jawab etis, dan tawakal sebagai bagian dari kesiapan manusia dalam menghadapi risiko. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual yang menjelaskan transisi dari fatalisme teologis menuju agensi proaktif melalui integrasi tiga nilai utama, yaitu Al-’Ilm atau pengetahuan, Ikhtiyar atau usaha manusia, dan Tawakkul atau kepercayaan kepada Allah setelah melakukan upaya terbaik. Kerangka ini menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan berbasis nilai Islam dapat menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab kolektif masyarakat. Publikasi ini memiliki relevansi yang kuat dengan keilmuan Pendidikan Geografi, khususnya dalam pengembangan literasi kebencanaan, pendidikan lingkungan, dan penguatan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana. Sebagai negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana tinggi, Indonesia membutuhkan pendekatan pendidikan kebencanaan yang tidak hanya berbasis pengetahuan ilmiah, tetapi juga memperhatikan nilai budaya, agama, dan sosial masyarakat. Dekan FISH UNJ menyampaikan bahwa publikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik fakultas dalam mengembangkan riset yang berdampak bagi masyarakat. Riset Prof. Muzani dan tim menunjukkan bahwa ilmu sosial, pendidikan geografi, dan kajian keagamaan dapat saling melengkapi dalam membangun pemahaman masyarakat yang lebih aktif, rasional, dan bertanggung jawab dalam menghadapi bencana. Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), artikel ini berkontribusi pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan kebencanaan berbasis nilai dan literasi kritis. Riset ini juga relevan dengan SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan karena mendorong masyarakat yang lebih tangguh terhadap risiko bencana. Selain itu, artikel ini mendukung SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, terutama dalam aspek peningkatan kapasitas adaptasi, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko. Publikasi ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan publikasi ilmiah dosen, kolaborasi riset lintas institusi, dan kontribusi akademik yang berdampak pada masyarakat. Kolaborasi antara FISH UNJ dan UIN Imam Bonjol menunjukkan pentingnya jejaring akademik interdisipliner dalam menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan sosial, kebencanaan, pendidikan, dan kehidupan beragama di Indonesia. Melalui publikasi ini, FISH UNJ semakin menegaskan komitmennya dalam mendorong riset yang tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan literasi masyarakat. Kajian mengenai predestinasi, fatalisme, dan pengurangan risiko bencana ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pendidik, peneliti, pembuat kebijakan, tokoh agama, dan komunitas dalam membangun pendidikan kebencanaan yang lebih humanis, kontekstual, dan transformatif. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (60) Kemahasiswaan (18) Penelitian (16) Pengabdian (15) Pengajaran (43) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (29) Program Unggulan (53) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Literasi Hukum, Lingkungan, dan Ekowisata bagi Perempuan Pesisir Pulau Pari
Jakarta, 13 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran perguruan tinggi bagi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Desa Binaan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 10–12 Juni 2026 di Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, DKI Jakarta, ini berfokus pada penguatan kapasitas perempuan pesisir melalui literasi hukum, lingkungan, pendidikan, komunikasi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh dosen dari sejumlah program studi di lingkungan FISH UNJ, antara lain Program Studi Pendidikan IPS, Program Studi Ilmu Hukum, serta Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara FISH UNJ dan Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari dalam membangun model pemberdayaan masyarakat pesisir yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan komunitas. Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi lapangan serta penyuluhan bertema lingkungan. Dosen Program Studi Ilmu Hukum FISH UNJ, Sanusi, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi wilayah kepulauan. Ketua Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari, Asmania, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini karena dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran terhadap isu lingkungan dan hukum. Pada sesi lingkungan, peserta memperoleh edukasi mengenai penerapan biopori sebagai salah satu cara sederhana untuk mengelola sampah organik sekaligus meningkatkan daya resap air. Materi ini disampaikan oleh Dian Alfia Purwandari, dosen Program Studi Pendidikan IPS FISH UNJ. Selain itu, Nandi Kurniawan, dosen Program Studi Pendidikan IPS FISH UNJ, memberikan pelatihan mengenai sistem panen air hujan sebagai upaya memperkuat ketahanan air bersih di kawasan kepulauan. Peserta juga diperkenalkan pada penggunaan alat ukur pH untuk memantau kualitas air secara sederhana. Memasuki hari kedua, kegiatan diarahkan pada penguatan literasi hukum, pendidikan, serta pemanfaatan hasil laut. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan isu dan kebutuhan masyarakat setempat. Pada kelompok hukum, para dosen memberikan berbagai materi mengenai hukum pariwisata berbasis masyarakat, hak dan kewajiban dalam pengelolaan tanah, advokasi penguasaan ruang hidup, prosedur perizinan pengembangan wilayah wisata, pencegahan tindak pidana narkotika, serta perlindungan anak melalui edukasi pencegahan perkawinan anak. Sementara itu, kelompok pendidikan mendapatkan penguatan materi mengenai pentingnya sikap inklusif terhadap penyandang disabilitas sebagai bagian dari penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Peserta juga memperoleh materi mengenai pendidikan karakter keluarga melalui adaptasi budaya 5S Jepang, yaitu seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke, yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan komunitas. Kegiatan hari kedua juga diisi dengan pelatihan pemanfaatan hasil laut berbasis konsep ekonomi biru. Melalui pelatihan ini, peserta diajak mengolah ikan tongkol menjadi produk makanan khas bernama Sala. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi keluarga dan komunitas, terutama bagi perempuan pesisir yang memiliki peran strategis dalam keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat kepulauan. Pada hari terakhir, kegiatan berfokus pada literasi komunikasi dan penguatan sosial masyarakat. Abdul Kholik, dosen Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ, memberikan pelatihan mengenai komunikasi visual positif berbasis green campaign untuk mendukung branding ekowisata Pulau Pari. Materi ini diarahkan agar masyarakat mampu membangun pesan visual yang edukatif, ramah lingkungan, dan mendukung pengembangan ekowisata berbasis komunitas. Selain itu, Nova Scorviana H., dosen Program Studi Pendidikan IPS FISH UNJ, menyampaikan materi mengenai penguatan kesetaraan gender berbasis pengetahuan lokal perempuan pesisir melalui pendekatan antropologi partisipatoris. Melalui sesi ini, peserta diajak merefleksikan peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan di wilayah pesisir. Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi bersama peserta. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif peserta dalam diskusi, praktik, dan refleksi selama program berlangsung. Melalui pendekatan multidisipliner, FISH UNJ berupaya menghadirkan kegiatan pengabdian yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi masyarakat Pulau Pari. Pelaksanaan PkM ini turut mendukung pencapaian berbagai SDGs, antara lain SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Selain berkontribusi terhadap SDGs, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam aspek kerja sama dan hilirisasi, kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan, penguatan kegiatan dosen di luar kampus, serta pengembangan kegiatan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi antara dosen lintas program studi dan komunitas lokal menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selaras dengan kebutuhan sosial, ekonomi, hukum, dan lingkungan masyarakat. Melalui program ini, FISH UNJ menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kemitraan berbasis kebermanfaatan. Kemitraan dengan Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari diharapkan dapat terus berkembang sebagai model kolaborasi berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat kepulauan secara inklusif. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (59) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (15) Pengajaran (43) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (29) Program Unggulan (53) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru