Jakarta, 9 Juni 2026 – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (IKOM UNJ) angkatan 2025 menyelenggarakan kegiatan pentas seni bertajuk “Rayantara 2026” pada Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang mengusung semangat keberagaman budaya ini berlangsung di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana, Kampus A UNJ, dengan menghadirkan berbagai penampilan seni dari mahasiswa. Rayantara 2026 merupakan kegiatan yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya melalui seni pertunjukan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai komunikasi antarbudaya yang menjadi bagian dari pembelajaran di Ilmu Komunikasi UNJ. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam memahami komunikasi antarbudaya melalui pertunjukan seni. Acara dibuka dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi UNJ, Dr. Dini Safitri, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan harapan agar kegiatan dapat berjalan sukses dan lancar serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FISH UNJ, Dr. Aris Munandar, M.Si., menyampaikan pentingnya memahami budaya masing-masing sebagai bagian dari komunikasi antarbudaya dalam masyarakat global. Melalui kegiatan ini, mahasiswa angkatan 2025 diharapkan mampu memahami keberagaman budaya antarnegara serta menjadi individu yang siap berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik di lingkungan global. Rayantara 2026 menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari seni tari, fashion show, drama musikal, hingga berbagai penampilan budaya yang merepresentasikan keberagaman. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui pembelajaran berbasis pengalaman serta penguatan nilai toleransi dan pemahaman lintas budaya. Acara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan penonton. Melalui Rayantara 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNJ angkatan 2025 menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media untuk mengenal, menghargai, serta membangun komunikasi lintas budaya (NA/AL/FISHMed 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (40) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (26) Program Unggulan (51) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ Gelar The Drip Market, Festival Lifestyle Berbasis Thrifting dan Kreativitas Generasi Muda
Jakarta, 1 Juni 2026 — Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), menyelenggarakan The Drip Market, sebuah festival lifestyle kreatif yang mengangkat tren thrifting sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan bagi generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di Teater Terbuka Universitas Negeri Jakarta dengan menghadirkan konsep yang memadukan sustainable fashion, kuliner, hiburan, serta ruang ekspresi kreatif mahasiswa. Mengusung tema “Find Your Flow, Own Your Show”, The Drip Market menjadi wadah bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengekspresikan identitas, kreativitas, serta kepedulian terhadap isu konsumsi berkelanjutan. Festival ini diselenggarakan oleh mahasiswa semester 4 Program Studi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah Manajemen Event. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori penyelenggaraan acara di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam merancang, mengelola, mempromosikan, dan melaksanakan sebuah event secara profesional. Proses tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa di bidang perencanaan kegiatan, kerja sama tim, komunikasi publik, pengelolaan tenant, hingga pelayanan pengunjung. The Drip Market menghadirkan 16 tenant yang terdiri atas pelaku UMKM dan brand lokal dari kategori thrift fashion serta food and beverage. Kehadiran tenant tersebut tidak hanya memberikan variasi produk bagi pengunjung, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas. Melalui kolaborasi ini, kegiatan mahasiswa turut membuka ruang promosi bagi UMKM dan brand lokal untuk menjangkau pasar generasi muda. Tren thrifting yang diangkat dalam festival ini menjadi salah satu bentuk respons kreatif terhadap isu limbah tekstil dan pola konsumsi berlebihan. Dengan memilih, menggunakan kembali, dan mengolah gaya berpakaian melalui produk preloved, generasi muda diajak untuk melihat fashion bukan hanya sebagai tren, tetapi juga sebagai bagian dari kesadaran lingkungan dan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab. Selain bazar, The Drip Market juga menghadirkan berbagai program pendukung yang dirancang untuk menciptakan suasana festival yang interaktif, inklusif, dan menyenangkan. Beberapa di antaranya adalah kompetisi outfit serta permainan interaktif seperti Pin It Fast, Blind Box, Guess the Price, Trivia Quiz, dan Find Your Twin. Rangkaian aktivitas ini mendorong pengunjung untuk terlibat secara aktif, membangun interaksi sosial, serta merasakan pengalaman festival yang dekat dengan budaya anak muda. Penyelenggaraan The Drip Market juga selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan pembelajaran yang aplikatif, mendukung UMKM lokal, serta mengampanyekan praktik konsumsi yang lebih berkelanjutan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, kegiatan ini turut berkontribusi pada penguatan pembelajaran berbasis pengalaman di luar kelas, relevansi kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja, serta peningkatan kualitas pembelajaran melalui metode project-based learning. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari proses penyelenggaraan event, berinteraksi dengan mitra eksternal, dan mengasah keterampilan profesional yang relevan dengan industri pariwisata, event, dan ekonomi kreatif. Melalui The Drip Market, Prodi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat dikembangkan secara kreatif, kontekstual, dan berdampak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan ekspresi gaya hidup generasi muda, tetapi juga ruang pembelajaran yang menghubungkan mahasiswa dengan isu keberlanjutan, kewirausahaan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. FISH UNJ berharap penyelenggaraan The Drip Market dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus menghadirkan kegiatan inovatif yang tidak hanya menarik secara visual dan rekreatif, tetapi juga memiliki nilai edukatif, sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat luas (UPW 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (39) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (25) Program Unggulan (50) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Berkolaborasi dengan BPBD DKI Jakarta Gelar Edukasi Mitigasi Bencana dan Pertolongan Pertama
Jakarta, 2 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan edukasi mitigasi bencana dan pertolongan pertama bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dengan menghadirkan narasumber dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 2 Juni 2026, di Ruang Serbaguna (RSG) Gedung K, FISH UNJ. Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Dekan FISH UNJ yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Dr. Aris Munandar, M.Si. Dalam pembukaan tersebut, FISH UNJ menegaskan pentingnya peningkatan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana, baik yang berkaitan dengan kondisi lingkungan, perubahan iklim, maupun situasi darurat di lingkungan sekitar. Kehadiran BPBD DKI Jakarta dalam kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga kebencanaan serta kemanusiaan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Basuki Rakhmat selaku Ketua Subkelompok Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga BPBD DKI Jakarta. Materi pertama disampaikan oleh Ahmad Fauzan Fadlan, S.E., M.M., Relawan Penanggulangan Bencana BPBD, dengan tema “Mitigasi Bencana: Tata Kelola Bencana, Perubahan Iklim, dan Kesiapsiagaan Masyarakat.” Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai manajemen bencana, siklus penanggulangan bencana, mitigasi bencana, adaptasi bencana, serta keterkaitan antara perubahan iklim dan meningkatnya potensi bencana alam. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga harus dipersiapkan sejak tahap pra-bencana. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi aspek penting dalam mengurangi risiko, meminimalisasi dampak, serta membangun lingkungan kampus yang lebih tangguh terhadap situasi darurat. Sesi kedua menghadirkan Barkah Agus, Kepala Seksi PMR Relawan PMI Kota Jakarta Timur, yang membawakan materi “Pertolongan Pertama Umum.” Materi ini membahas prinsip dasar pertolongan pertama, penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD), praktik CPR atau Resusitasi Jantung Paru, serta penanganan luka dan cedera. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan saat menghadapi kondisi darurat medis. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama dinilai penting, terutama di lingkungan kampus yang melibatkan banyak aktivitas akademik, organisasi, dan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam membangun budaya kampus yang aman, peduli, dan responsif terhadap isu kemanusiaan serta kebencanaan. Melalui kolaborasi dengan BPBD DKI Jakarta dan PMI Kota Jakarta Timur, FISH UNJ berupaya memperkuat kapasitas sivitas akademika agar mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih siap, tangguh, dan berkelanjutan. Selain mendukung penguatan kapasitas kelembagaan, kegiatan ini juga sejalan dengan kontribusi perguruan tinggi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pada kepedulian sosial, kesiapsiagaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (38) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (24) Program Unggulan (49) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Gelar Eurasia International Lecture Series 2026, Prof. Adam Possamai Soroti AI, Agama, dan Kapitalisme Digital
Jakarta, 15 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan Eurasia International Lecture Series 2026. Pada sesi ke-14 yang dilaksanakan pada Senin, 15 Juni, FISH UNJ menghadirkan Adam Possamai dari Western Sydney University, Australia, sebagai pembicara dalam kuliah umum bertajuk “AI, Religion, Digital Capitalism and The I-Zation of Society”. Kegiatan yang dimoderatori oleh Mega Ayu Permatasari, M.Si dari Prodi S1 Ilmu Komunikasi ini diselenggarakan secara hybrid, yakni melalui platform daring dan luring di Ruang Serba Guna FISH UNJ. Dalam pemaparannya, Prof. Adam Possamai mengulas bagaimana perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi terbatas pada bidang teknologi, tetapi telah merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk praktik keagamaan, hubungan sosial, hingga sistem ekonomi digital. Menurutnya, kehadiran AI telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan informasi, menjalankan aktivitas spiritual, bahkan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa saat ini berbagai aplikasi berbasis AI telah dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas keagamaan, seperti pengingat waktu ibadah, pembelajaran kitab suci, meditasi digital, hingga chatbot yang mampu merespons pertanyaan-pertanyaan spiritual. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa teknologi mulai mengambil peran yang sebelumnya identik dengan interaksi antarmanusia, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana AI akan memengaruhi pengalaman religius di masa mendatang. Dalam kuliah tersebut, Prof. Possamai juga memperkenalkan konsep I-zation of Society, yaitu kondisi ketika teknologi digital mendorong individu untuk semakin mengukur, mengatur, dan meningkatkan berbagai aspek kehidupannya melalui data. Berbagai aplikasi yang memantau kesehatan, produktivitas, keuangan, hingga aktivitas spiritual dinilai menjadi contoh bagaimana masyarakat kini semakin bergantung pada teknologi untuk mengelola dirinya sendiri secara lebih efisien. Selain membahas perubahan perilaku masyarakat, Prof. Possamai turut menyoroti munculnya era kapitalisme digital, di mana data pengguna menjadi aset utama dalam perkembangan AI. Ia mengingatkan bahwa AI bukanlah teknologi yang sepenuhnya netral karena dibangun berdasarkan data, algoritma, dan perspektif para pengembangnya. Oleh sebab itu, masyarakat perlu lebih kritis dalam memahami bagaimana AI bekerja serta kepentingan yang berada di balik pengembangannya. Pada sesi diskusi, peserta turut mengangkat isu mengenai dampak AI terhadap keberagaman agama, khususnya di kawasan Indo-Pasifik yang memiliki tingkat adopsi AI tinggi sekaligus keragaman kepercayaan yang besar. Menanggapi hal tersebut, Prof. Possamai menjelaskan bahwa perkembangan AI berpotensi menciptakan kesenjangan baru antara kelompok yang mampu mengakses teknologi dengan kelompok yang masih memiliki keterbatasan akses. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu diperhatikan agar perkembangan teknologi tidak semakin memperlebar ketimpangan sosial. Melalui penyelenggaraan Eurasia International Lecture Series 2026, FISH UNJ berharap mahasiswa tidak hanya memahami perkembangan AI dari sisi teknologi, tetapi juga mampu melihat dampaknya terhadap kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan. Kuliah umum ini sekaligus menjadi ruang diskusi bagi sivitas akademika untuk mengkaji berbagai tantangan serta peluang yang muncul seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan di era digital. Penulis: IM, CM FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (65) Kemahasiswaan (18) Penelitian (19) Pengabdian (17) Pengajaran (46) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (13) Prodi (32) Program Unggulan (60) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (24) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia Lecture Series 13 Bahas Transformasi Kota Jepang di Era AI dan Digitalisasi
Jakarta, 8 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik internasional melalui Eurasia Lecture Series 2026 Session 13. Kegiatan ini menghadirkan Riela Provi Drianda, Ph.D., Associate Professor dari Faculty of Urban Life Studies, Tokyo City University, Jepang, sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026 ini diselenggarakan secara hybrid. Narasumber menyampaikan materi secara daring melalui Zoom Meeting, sementara peserta mengikuti kegiatan secara luring di Ruang Serbaguna, Gedung K FISH UNJ. Melalui format ini, FISH UNJ terus memperkuat ruang pembelajaran global yang dapat diakses oleh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika. Pada sesi ke-13 ini, Eurasia Lecture Series mengangkat tema “How AI and Digitalization Are Transforming Japanese Cities”. Tema tersebut membahas bagaimana kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi berperan dalam mendorong perubahan tata kelola perkotaan, khususnya dalam konteks pembangunan kota-kota di Jepang. Dalam pemaparannya, Riela Provi Drianda menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan perkotaan. Pemanfaatan AI dan digitalisasi kini tidak hanya terlihat dalam sistem transportasi, tetapi juga dalam pelayanan publik, pengelolaan data kota, sistem otomasi, hingga pengembangan konsep smart city yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lebih lanjut, pemateri menekankan bahwa transformasi kota tidak dapat hanya dipahami sebagai proses teknologis. Menurutnya, keberhasilan pengembangan smart city juga sangat bergantung pada kemampuan berbagai pihak untuk membangun kolaborasi, mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar teknologi yang digunakan dapat menjawab kebutuhan warga secara lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada manusia. Pemateri juga menyoroti sejumlah tantangan dalam penerapan smart city di Jepang. Ia menjelaskan bahwa meskipun Jepang dikenal sebagai negara dengan kemajuan teknologi yang tinggi, pengembangan kota pintar masih menghadapi tantangan dalam memastikan bahwa teknologi benar-benar memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan human-centered menjadi penting agar inovasi digital tidak hanya berfokus pada kecanggihan sistem, tetapi juga pada kebutuhan, aksesibilitas, dan kualitas hidup warga kota. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Muhammad Aldi Hidayat Prasetyo, mahasiswa Program Studi Sosiologi angkatan 2024. Ia menanyakan bagaimana Jepang membiayai, mempertahankan, dan memperbarui teknologi smart city serta sistem otomasi agar tidak cepat usang dan tetap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Menanggapi pertanyaan tersebut, Riela Provi Drianda menjelaskan bahwa keberlanjutan smart city tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan melalui pajak atau investasi, tetapi juga dengan arah kebijakan, tata kelola, serta kesadaran untuk menjadikan teknologi sebagai alat yang mendukung kehidupan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengembangan smart city di Jepang masih perlu diarahkan agar lebih human-centered, inklusif, dan berbasis kolaborasi lintas disiplin. Penyelenggaraan Eurasia Lecture Series 2026 Session 13 ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Quality Education, SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure, SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities, serta SDG 17 tentang Partnerships for the Goals. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai hubungan antara teknologi, masyarakat, dan pembangunan kota berkelanjutan dalam perspektif global. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan pengalaman belajar mahasiswa di luar kelas, peningkatan kualitas pembelajaran melalui keterlibatan praktisi dan akademisi internasional, serta perluasan jejaring kerja sama akademik global. Eurasia Lecture Series menjadi salah satu bentuk kontribusi FISH UNJ dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat masa depan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri, dosen, mahasiswa, dan seluruh peserta. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, FISH UNJ berharap mahasiswa dapat mengembangkan perspektif kritis dalam memahami transformasi digital, khususnya bagaimana AI dan digitalisasi dapat membentuk masa depan kota yang lebih resilien, inklusif, dan berkelanjutan (BFA/SNA)/FISHMed 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (58) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (41) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (27) Program Unggulan (51) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia International Course 2026 Bahas Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dan Robotika dalam Pendidikan Inklusif
Jakarta, 1 Juni 2026 – Eurasia International Course 2026 kembali menyelenggarakan sesi pembelajaran internasional secara daring melalui Zoom dengan tajuk “Rethinking Digital Divide in Education: Pedagogical Accessibility and AI-Supported Learning Design.” Kegiatan ini menghadirkan Assist. Prof. Darmawansah dari Global Foreign Language Education Program, Providence University, Taichung City, Taiwan, sebagai pembicara, serta Fajar Aditya Nugroho sebagai moderator. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator yang memperkenalkan latar belakang akademik dan perjalanan karier pembicara sebagai akademisi Indonesia yang saat ini mengajar di Taiwan. Setelah sesi perkenalan, pemateri mengajak para peserta untuk berpartisipasi dalam diskusi interaktif menggunakan ClassPoint, sebuah platform yang kerap digunakannya dalam proses pembelajaran sehari-hari. Melalui platform tersebut, peserta berbagi pengalaman mengenai berbagai tools AI yang sering digunakan, seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan lainnya. Dalam pemaparannya, Assist. Prof. Darmawansah menjelaskan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam mencari informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif. Menurutnya, penggunaan AI harus diimbangi dengan kemampuan manusia untuk mengelola dan berkolaborasi dengan teknologi tersebut. “AI can improve performance, AI is good for learning, but AI will be nothing without collaboration with people,” ujarnya. Selain membahas berbagai tools AI yang dapat digunakan untuk kebutuhan desain dan pembelajaran, pemateri juga menjelaskan pemanfaatan teknologi immersive learning, seperti virtual reality (VR) dan metaverse. Teknologi tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif, sekaligus meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Pada sesi selanjutnya, Assist. Prof. Darmawansah turut memperkenalkan penggunaan robot edukatif sebagai media pembelajaran. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah Kebbi Robot, yaitu robot yang dapat berinteraksi dengan peserta didik melalui percakapan, kuis, hingga kegiatan storytelling. Robot tersebut dirancang untuk membantu meningkatkan keterampilan komunikasi, kreativitas, serta kemampuan berpikir komputasional peserta didik. Menurutnya, teknologi seharusnya digunakan untuk mendukung proses pembelajaran yang bermakna, bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Ia menekankan bahwa pendidik tidak harus selalu mengembangkan teknologi dari awal, tetapi perlu mampu menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi perlu dipadukan dengan desain instruksional yang tepat. Menutup sesi pemaparan, Assist. Prof. Darmawansah menyampaikan harapannya agar robot edukatif yang saat ini sedang dikembangkannya dapat diterapkan di Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif, robot tersebut juga dapat digunakan sebagai sarana digital storytelling yang mengangkat budaya lokal Indonesia. Bersama salah satu mahasiswanya yang berasal dari Medan, ia tengah mengembangkan konsep pembelajaran berbasis robot dengan mengangkat legenda Malin Kundang. Melalui program tersebut, robot dapat bergerak, berbicara, dan mengikuti alur cerita yang telah diprogram, sehingga peserta didik dapat belajar teknologi sekaligus mengenal budaya Indonesia dengan cara yang lebih menarik dan interaktif (NRR/NJNA/CKG/FISHMed2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia Lecturer Series 2026 Session 11, Soroti Ancaman Siber di Era Artificial Intelligence (AI)
Sesi foto bersama setelah penutupan Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11. (Doc. FISHMed) Jakarta, 25 Mei 2026 — Fakultas IImu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11 dengan tema “Navigating the Uncertain Futures: Understanding the Transformative Impacts of Artificial Intelligence and Digitalization to Global Society.” Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Rudy Agus Gemilang Gultom, M.Sc., Guru Besar Tetap Ilmu Komputer Universitas Pertahanan Republik Indonesia sebagai pembicara utama dan Filya Rizky Lestari, S.T. M.Han., selaku moderator yang memandu jalannya diskusi. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ menghadirkan diskusi akademik mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI), digitalisasi, dan dampaknya terhadap masyarakat global. Dalam pemaparannya, Prof. Rudy menjelaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) kini telah berkembang menjadi instrumen strategis yang memengaruhi berbagai sektor, mulai dari pertahanan, keamanan, hingga kehidupan sosial masyarakat global. Perkembangan AI yang semakin pesat dinilai turut mengubah pola ancaman digital yang sebelumnya bersifat konvensional menjadi lebih kompleks, cepat, dan sulit dideteksi. Ia juga menyoroti bagaimana AI saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk membantu aktivitas manusia, tetapi juga berpotensi digunakan dalam serangan siber, manipulasi informasi, hingga penyebaran deepfake. Pemaparan materi mengenai kolaborasi regional dan global oleh pembicara dalam rangkaian Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11 (FISH) UNJ. (Doc. FISHMed) “Kalau robot diprogram untuk melakukan sesuatu, kalau AI diprogram untuk berpikir. AI belajar semuanya. Semakin banyak kita kasih data, semakin pintar,” ujar Prof. Rudy dalam sesi diskusi. Ia menjelaskan bahwa teknologi AI mampu mempelajari pola data, suara, wajah, hingga gestur manusia sehingga dapat menghasilkan konten digital yang menyerupai aslinya. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan baru dalam menjaga keamanan informasi dan privasi digital masyarakat, terlebih dengan berkembangnya teknologi quantum computing yang dapat mempercepat kemampuan AI dalam melakukan proses komputasi dan analisis data. Prof. Rudy juga menjelaskan bahwa ancaman siber global dan regional saat ini semakin kompleks serta bersifat lintas negara sehingga tidak dapat ditangani secara individual maupun sektoral. Oleh karena itu, cyber security perlu menjadi prioritas utama dalam memperkuat ketahanan digital nasional di tengah transformasi teknologi yang terus berkembang. Sebagai bentuk solusi, Prof. Rudy menawarkan enam strategi nasional cyber security berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam menghadapi ancaman global. Strategi tersebut meliputi pengembangan SDM dan talenta siber nasional, penguatan infrastruktur pertahanan siber nasional, penguatan regulasi dan tata kelola siber, public-private partnership (PPP) dalam cyber security, kolaborasi strategis regional dan global, serta implementasi Sixware Cyber Security Framework. Dalam sesi tersebut, Prof. Rudy turut memperkenalkan Sixware Cyber Security Framework, sebuah framework keamanan siber yang dikembangkannya sejak 2019. Framework tersebut mengintegrasikan aspek sumber daya manusia, perangkat keras, perangkat lunak, infrastruktur, tata kelola, hingga pendanaan dalam membangun sistem pertahanan siber yang adaptif dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa framework tersebut saat ini tengah diupayakan untuk dapat menjadi standar nasional melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Penyerahan buku karya pembicara kepada perwakilan FISH UNJ dalam rangkaian Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11. (Doc. FISHMed) Pada akhir sesi, Prof. Rudy turut menyerahkan buku karyanya yang berjudul Cyber Warfare: Sudah Siapkah Kita Menghadapinya? kepada panitia dan perpustakaan FISH UNJ. Penyerahan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan literasi dan kajian keamanan siber di lingkungan akademik. Melalui Eurasia Lecturer Series 2026 sesi ke-11 ini, peserta diajak untuk memahami bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi tidak hanya menghadirkan peluang dalam berbagai sektor kehidupan, tetapi juga memunculkan tantangan baru yang perlu diantisipasi secara kolektif. Diskusi ini sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, penguatan literasi digital, serta kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem keamanan siber yang adaptif di tengah perkembangan teknologi global yang terus berubah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan wawasan bagi mahasiswa dan civitas akademika FISH UNJ dalam menghadapi dinamika transformasi digital di masa depan (BMF/GIC/AG/FISHMed2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (56) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (36) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Pembelajaran Sejarah Berbasis Museum, Kolaborasi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ bersama Museum Kebaharian
Jakarta, 2 Juni 2026 – Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta, Bapak Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D.; Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian, Ibu Mis’ari, M.Hum.; Bapak Firman Faturohman selaku Kurator Museum Bahari yang hadir sebagai narasumber dalam sesi kuliah tamu; Wakil Dekan I, II, dan III FISH; jajaran Koordinator Program Studi di lingkungan FISH; serta mahasiswa Program Studi Sejarah. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Universitas Negeri Jakarta yang diikuti oleh seluruh peserta dengan khidmat. Selanjutnya, Dekan FISH UNJ, Bapak Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen fakultas untuk terus mendorong kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk museum, guna memperluas wawasan, pengalaman belajar, dan jejaring mahasiswa. Beliau menyampaikan bahwa FISH UNJ sangat mendukung kolaborasi yang terjalin dengan Museum Bahari. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk membangun jejaring yang luas sehingga dapat berkolaborasi secara aktif di tengah masyarakat dan memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari sejarah melalui ruang kelas, tetapi juga memahami bagaimana museum dapat menjadi sumber belajar, ruang riset, sekaligus mitra strategis dalam penguatan pendidikan sejarah dan kebudayaan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian, Ibu Mis’ari, M.Hum. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Museum Bahari dan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. Beliau berharap silaturahmi dan kolaborasi yang dimulai pada hari ini dapat terus berkembang serta berlanjut dalam berbagai program pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, kolaborasi yang dibangun secara berkesinambungan akan memberikan manfaat positif bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya dalam memperkuat literasi sejarah, pelestarian budaya, dan pengenalan warisan kebaharian Indonesia kepada generasi muda. Sebagai bentuk penguatan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta dan Museum Bahari. Prosesi tersebut kemudian diikuti dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol kemitraan dan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan pendidikan, khususnya di bidang sejarah, kebudayaan, dan permuseuman. Memasuki acara inti, peserta mengikuti sesi kuliah tamu yang disampaikan oleh Bapak Firman Faturohman dengan tema “Merancang Pembelajaran Sejarah Berbasis Museum.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai pendekatan dalam memanfaatkan museum sebagai sumber belajar sejarah yang mampu menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih nyata, interaktif, dan relevan bagi peserta didik. Museum tidak hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang dapat memperkaya proses pembelajaran melalui interaksi langsung dengan sumber-sumber sejarah. Agenda ini memiliki relevansi kuat dengan komitmen Universitas Negeri Jakarta dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education. Melalui pembelajaran sejarah berbasis museum, mahasiswa memperoleh akses terhadap pengalaman belajar yang inklusif, kontekstual, dan bermakna. Kegiatan ini juga mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities, terutama dalam aspek pelestarian warisan budaya dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah serta identitas kebaharian bangsa. Selain itu, kolaborasi FISH UNJ bersama Museum Bahari juga mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kemitraan antara perguruan tinggi dan lembaga kebudayaan dalam memperkuat ekosistem pendidikan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan IKU 2, yaitu mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus melalui pembelajaran yang terhubung dengan lembaga mitra dan sumber belajar eksternal. Kegiatan ini juga mendukung IKU 3, karena membuka ruang bagi dosen untuk berkegiatan di luar kampus melalui kolaborasi akademik dan kelembagaan dengan Museum Bahari. Selain itu, penandatanganan MoU antara FISH UNJ dan Museum Bahari turut mendukung IKU 6, yaitu program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia, industri, lembaga pemerintahan, maupun institusi sosial-kebudayaan yang relevan dengan pengembangan keilmuan dan kompetensi mahasiswa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya kegiatan serta harapan agar kerja sama yang telah terjalin dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan, pembelajaran sejarah, dan pelestarian kebudayaan di masa mendatang (BFA/SNA/FISHMed2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (55) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (35) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Mahasiswa FISH UNJ Perluas Wawasan Sejarah Bahasa dan Peradaban Dunia melalui Kuliah Umum Bersama Duta Besar Yunani
Jakarta, 4 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) turut berpartisipasi dalam kuliah umum bertajuk “Greek Language through The Ages: Literature and History” yang menghadirkan Duta Besar Yunani untuk Indonesia, Dimitrios Michalopoulos, sebagai narasumber. Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Maftuchah Yusuf, Gedung Dewi Sartika Lantai 2, Universitas Negeri Jakarta.Kuliah umum ini menjadi ruang pembelajaran lintas budaya bagi sivitas akademika UNJ, khususnya mahasiswa FISH, untuk memahami perkembangan bahasa Yunani, kesusastraan klasik, serta kontribusinya terhadap sejarah pemikiran dan peradaban dunia. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education, melalui penguatan akses mahasiswa terhadap pembelajaran global, serta SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui perluasan jejaring akademik dan diplomasi pendidikan internasional. Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Suyono, M.Si., selaku Sekretaris Universitas Negeri Jakarta; Firdaus Wajdi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum; Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., selaku Wakil Dekan III FISH UNJ; sivitas akademika UNJ; serta mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum sebagai peserta kuliah umum. Acara dibuka oleh Duta UNJ, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Yunani, Ýmnos eis tīn Eleftherían. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Suyono, M.Si., menegaskan bahwa Yunani memiliki posisi penting dalam sejarah peradaban dunia. Menurutnya, kontribusi Yunani terhadap filsafat, sastra, demokrasi, bahasa, dan perkembangan pemikiran manusia telah membentuk tradisi intelektual lintas generasi dan lintas benua. “Greece occupies a unique and distinguished place in the story of world civilization. Its contribution to philosophy, literature, democracy, language, and the development of human thought has shaped intellectual tradition across generations and continents,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa bahasa Yunani tidak hanya penting sebagai warisan linguistik, tetapi juga sebagai fondasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, sejarah, dan tradisi akademik modern. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan dapat memperluas perspektif global dan memahami bahwa bahasa merupakan bagian penting dari pembentukan budaya, identitas, dan pengetahuan manusia. Kuliah umum dipandu oleh Suci Maharani, M.Pd., sebagai moderator. Dalam pemaparannya, Dimitrios Michalopoulos menjelaskan bahwa perkembangan kesusastraan Yunani berakar kuat pada tradisi lisan pada masa klasik. Pada periode tersebut, kisah-kisah epik disampaikan melalui deklamasi dalam berbagai festival keagamaan. Para pencerita memiliki ruang untuk menyesuaikan penyampaian, namun tetap diwajibkan menjaga keutuhan alur dan makna cerita. “At the time, adhering to the words of the text was not compulsory, but the story had to be respected. So you could alter the story a bit, but you had to be faithful to the plot. You couldn’t change that,” jelas Dimitrios Michalopoulos. Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa tradisi lisan tersebut kemudian berkembang menjadi teks prosa sejarah yang melahirkan pendekatan historiografi yang lebih sistematis. Herodotus disebut sebagai salah satu pelopor penulisan sejarah yang masih memasukkan sudut pandang pribadi dalam narasinya. Sementara itu, sejarawan generasi berikutnya seperti Thucydides dan Xenophon mulai mengembangkan metode yang lebih objektif melalui kritik sumber, verifikasi fakta, dan ketelitian dalam membangun narasi sejarah. Perkembangan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam lahirnya disiplin ilmu sejarah modern. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai sejarah, sastra, perkembangan bahasa Yunani, serta relevansinya dalam memahami peradaban dan ilmu pengetahuan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara komprehensif oleh Dimitrios Michalopoulos, sehingga memperkaya pemahaman peserta mengenai hubungan antara bahasa, sejarah, dan kebudayaan. Melalui kuliah umum ini, FISH UNJ menegaskan pentingnya pembelajaran lintas budaya sebagai bagian dari pendidikan tinggi yang terbuka, inklusif, dan berwawasan global. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai sejarah perkembangan bahasa Yunani, memperkuat pemahaman lintas budaya di lingkungan kampus, serta mendorong mahasiswa untuk melihat bahasa dan sastra sebagai pintu masuk dalam memahami peradaban manusia (CKG & ZR). FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (55) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (34) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (47) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Perkuat Jejaring Global, FISH UNJ Gelar Kuliah Umum Bersama Kedutaan Besar Costa Rica
Jakarta, 21 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menggelar Kuliah Umum (General Lecture) internasional bertajuk “The World History: History of Costa Rica and Noticeable Achievements” pada Kamis (21/5/2026) di Auditorium Maftuchah Yusuf, Gedung R. Dewi Sartika, Kampus UNJ. Kegiatan ini menghadirkan Francisco José Masís Holdridge, M.Sc., selaku Kepala Misi dan Kuasa Usaha Sementara Kedutaan Besar Costa Rica untuk Indonesia sebagai narasumber utama. Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperluas jejaring global, memperkuat wawasan internasional mahasiswa, serta membuka ruang dialog akademik mengenai sejarah, budaya, dan capaian pembangunan negara-negara di dunia. Acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal UNJ, Prof. Dr. Siono, M.Si., yang membacakan sambutan Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., serta dihadiri pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa. Dipandu oleh moderator Muhammad Hasmi Yanuardi, S.S., M.Hum., Francisco memaparkan sejarah Costa Rica, kekayaan budaya pra-Kolombia, serta berbagai pencapaian negaranya di bidang pendidikan, lingkungan, teknologi, dan pembangunan sosial. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana Costa Rica berkembang sebagai salah satu negara yang memiliki perhatian kuat terhadap perdamaian, demokrasi, keberlanjutan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat. Salah satu poin penting yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut adalah keputusan bersejarah Costa Rica untuk menghapus institusi militer sejak 1 Desember 1948. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam arah pembangunan Costa Rica karena memungkinkan alokasi anggaran negara lebih difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan pengembangan energi terbarukan. Pilihan strategis tersebut turut mendorong Costa Rica bertransformasi menjadi negara yang dikenal dengan komitmennya terhadap perdamaian, keberlanjutan, serta pengembangan teknologi tinggi di era modern. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan kuat dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, SDG 13: Climate Action, SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions, dan SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui kuliah umum internasional ini, FISH UNJ tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa tentang sejarah dan pembangunan global, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pendidikan, perdamaian, tata kelola kelembagaan, keberlanjutan lingkungan, serta kemitraan internasional sebagai fondasi pembangunan masa depan. Sebagai penutup kegiatan, FISH UNJ menyerahkan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan kontribusinya dalam kegiatan kuliah umum internasional tersebut. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, dosen, dan mahasiswa peserta kegiatan. Penulis : NA, JRPS, NFAFISH Media Center, 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (54) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (13) Pengajaran (33) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (22) Program Unggulan (47) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru