Jakarta, 9 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan The Eurasia International Course 2026 – Session 2 dengan tema “Theoretical Framework in Digital Sociology.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. Rusfadia Saktiyanti Jahja, M.Si., Koordinator Program Studi Sosiologi UNJ, sebagai narasumber utama yang membahas berbagai perspektif teoritis untuk memahami bagaimana teknologi digital membentuk interaksi sosial, identitas, serta dinamika masyarakat kontemporer. Dalam pemaparannya, Dr. Rusfadia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar pada cara masyarakat berinteraksi, berkomunikasi, serta membangun relasi sosial. Oleh karena itu, kajian sosiologi digital menjadi penting untuk memahami dampak teknologi terhadap kehidupan sosial secara lebih mendalam. Menurutnya, sosiologi digital tidak hanya mempelajari penggunaan teknologi, tetapi juga menelaah bagaimana teknologi memengaruhi struktur sosial, pola komunikasi, hingga pembentukan identitas individu di ruang digital. Dr. Rusfadia menekankan beberapa alasan penting mengapa sosiologi digital perlu dipelajari. Pertama, untuk memahami dampak teknologi terhadap masyarakat secara luas. Kedua, untuk mengkaji perubahan pola interaksi sosial dan ruang sosial yang kini banyak terjadi di dunia digital. Ketiga, untuk mempelajari fenomena-fenomena baru yang muncul di ruang digital seperti hoaks, perundungan siber (cyber bullying), dan kejahatan siber (cybercrime). Keempat, kajian ini juga penting dalam proses perumusan kebijakan publik agar mampu merespons perubahan sosial yang dipicu oleh perkembangan teknologi. Selain membahas urgensi sosiologi digital, Rusfadia juga menguraikan berbagai perubahan struktural yang terjadi dalam masyarakat digital. Salah satu perubahan yang paling terlihat terjadi pada institusi keluarga. Menurutnya, teknologi digital telah mempermudah komunikasi dalam keluarga, terutama melalui penggunaan video call dan pesan instan yang memungkinkan anggota keluarga tetap berinteraksi meskipun berada di lokasi yang berjauhan. Perubahan serupa juga terjadi dalam dunia kerja. Rusfadia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi telah memungkinkan munculnya sistem kerja jarak jauh atau remote work, yang mengubah dinamika kerja konvensional. Pekerja kini tidak selalu harus hadir secara fisik di kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya. Selain itu, perkembangan platform digital juga melahirkan fenomena gig economy, yaitu sistem ekonomi berbasis proyek atau pekerjaan sementara yang difasilitasi oleh platform digital. Dalam sistem ini, individu dapat mengambil pekerjaan jangka pendek tanpa harus terikat dalam hubungan kerja tetap. Dalam kajian sosiologi digital, Rusfadia juga menyoroti beberapa konsep penting yang menjadi fokus penelitian. Salah satunya adalah isu akses terhadap informasi. Ia menjelaskan bahwa kemiskinan informasi tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan perangkat teknologi, tetapi juga terkait dengan kemampuan individu dalam mengakses, memproses, dan memanfaatkan informasi secara efektif. Konsep lain yang dibahas adalah public sphere atau ruang publik digital. Dalam konteks ini, Rusfadia mengutip pemikiran sosiolog Colin Sparks yang menekankan dua unsur penting dalam ruang publik, yaitu adanya jaminan akses bagi seluruh warga serta hak masyarakat untuk bernegosiasi dan berpartisipasi secara bebas dalam diskursus publik. Di akhir pemaparannya, Rusfadia menyoroti pentingnya analisis big data dalam penelitian sosial kontemporer. Big data umumnya dipahami sebagai kumpulan data dalam jumlah besar yang memiliki karakteristik beragam, kompleks, dan sering kali tidak terstruktur. Metode analisis big data awalnya berkembang dalam ilmu pengetahuan alam, namun kini telah banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti bisnis, industri permainan video, hingga ilmu sosial. Kegiatan The Eurasia International Course 2026 – Session 2 ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mahasiswa dan akademisi mengenai perkembangan sosiologi digital serta implikasinya terhadap kehidupan sosial di era teknologi. Selain itu, diskusi yang berlangsung juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai bagaimana ilmu sosial dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang terus berkembang. [] Penulis: AF, GS, SS Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (35) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (25) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (36) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Strategi Capaian IKU Berdampak melalui Forum Audiensi Fakultas
Jakarta, 5 Maret 2026 — Kegiatan audiensi Indikator Kinerja Utama (IKU) Berdampak Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum tahun 2026, telah dilakukan bersama dekanat di Ruang 212, Gedung K FISH UNJ. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya fakultas dalam memahami serta mengoptimalkan penerapan IKU sebagai tolak ukur keberhasilan kinerja di tingkat fakultas. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya pemahaman bersama mengenai IKU sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kinerja akademik dan institusi di lingkungan fakultas. Dalam kegiatan tersebut, pemaparan materi mengenai Indikator Kinerja Utama disampaikan oleh Prof. Dr Umiatin, M.Si dan Erika Takidah, SE, AK., M.Si., CA, Ph.D. Keduanya menjelaskan berbagai indikator yang menjadi dasar penilaian kinerja perguruan tinggi serta bagaimana implementasi IKU dapat diterapkan secara optimal di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan instrumen yang digunakan oleh perguruan tinggi untuk mengukur capaian kinerja dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, pembahasan mengenai IKU menjadi penting karena berkaitan langsung dengan upaya peningkatan kualitas akademik, pengembangan penelitian, serta kontribusi nyata fakultas kepada masyarakat. Melalui pembahasan ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum berupaya memperkuat pemahaman mengenai indikator-indikator yang menjadi penilaian kinerja perguruan tinggi, sekaligus menyesuaikan berbagai program dan kegiatan yang ada di lingkungan fakultas agar sejalan dengan target capaian IKU. Hal ini diharapkan dapat mendorong setiap program studi, unit kerja, serta seluruh civitas akademika di lingkungan FISH untuk berperan aktif dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kinerja institusi. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi untuk mengevaluasi berbagai langkah yang telah dilakukan serta merumuskan strategi yang dapat mendukung pencapaian target IKU di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Dengan adanya pembahasan ini, diharapkan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta dapat terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kepada masyarakat (NR & GS). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (34) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (24) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (36) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
UNJ Eurasia 2026 Dorong Internasionalisasi FISH UNJ Melalui Pembahasan AI dan Industri Kreatif Asia Tenggara
Jakarta, 2 Maret 2026 — Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan The Eurasia International Course 2026 – Session 1 dengan tema “Information Society, Artificial Intelligence, and Creative Industries in Southeast Asia”. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Asawin Nedpogaeo, Ph.D. dari National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand, sebagai narasumber utama yang membahas perkembangan masyarakat informasi serta peran kecerdasan buatan dalam industri kreatif di kawasan Asia Tenggara. Acara yang berlangsung di Ruang Serba Guna, Gedung K FISH UNJ ini dimulai pada pukul 12.45 WIB dengan sesi registrasi peserta sekaligus pengecekan teknis. Peserta yang terdiri dari mahasiswa dan sivitas akademika mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperluas wawasan mengenai transformasi digital dan dampaknya terhadap perkembangan industri kreatif di era teknologi. Memasuki pukul 13.00 WIB, kegiatan resmi dibuka oleh pembawa acara yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak penyelenggara atau perwakilan departemen pada pukul 13.05 WIB. Dalam sambutannya, penyelenggara menyampaikan pentingnya kolaborasi akademik internasional dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, khususnya terkait pemanfaatan kecerdasan buatan di berbagai sektor. Sesi utama berupa public lecture oleh Assoc. Prof. Asawin Nedpogaeo yang berlangsung mulai pukul 13.10 hingga 13.55 WIB. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana konsep information society berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital serta bagaimana kecerdasan buatan mulai memainkan peran strategis dalam mendorong inovasi di sektor industri kreatif. Ia juga menyoroti peluang dan tantangan yang dihadapi negara-negara di Asia Tenggara dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan panel discussion atau diskusi terarah pada pukul 13.55 hingga 14.25 WIB. Pada sesi ini, berbagai pandangan dan perspektif mengenai pemanfaatan teknologi digital serta implikasinya terhadap ekonomi kreatif dibahas secara lebih mendalam. Diskusi ini menjadi ruang bagi peserta untuk memahami isu tersebut dari sudut pandang akademik maupun praktik. Interaksi dengan peserta semakin aktif pada sesi tanya jawab yang berlangsung pukul 14.25 hingga 14.50 WIB. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, serta peluang pengembangan industri kreatif di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan kemudian ditutup dengan closing remarks pada pukul 14.50 WIB yang merangkum poin-poin penting dari diskusi yang telah berlangsung. Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara juga menyerahkan sertifikat kepada narasumber atas kontribusinya dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada peserta. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan panel discussion atau diskusi terarah pada pukul 13.55 hingga 14.25 WIB. Pada sesi ini, berbagai pandangan dan perspektif mengenai pemanfaatan teknologi digital serta implikasinya terhadap ekonomi kreatif dibahas secara lebih mendalam. Diskusi ini menjadi ruang bagi peserta untuk memahami isu tersebut dari sudut pandang akademik maupun praktik. Interaksi dengan peserta semakin aktif pada sesi tanya jawab yang berlangsung pukul 14.25 hingga 14.50 WIB. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, serta peluang pengembangan industri kreatif di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan kemudian ditutup dengan closing remarks pada pukul 14.50 WIB yang merangkum poin-poin penting dari diskusi yang telah berlangsung. Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara juga menyerahkan sertifikat kepada narasumber atas kontribusinya dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada peserta. Sesi dokumentasi bersama antara narasumber, panitia, dan peserta kegiatan menjadi penutup kegiatan hari ini. Melalui penyelenggaraan The Eurasia International Course 2026, FISH UNJ berharap dapat memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mendorong peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan teknologi, masyarakat informasi, dan peluang industri kreatif di tingkat regional maupun global. Penulis: JRPS, BMF, LM Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (34) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (24) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (37) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (35) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ dan NIDA Thailand Perkuat Kerja Sama Internasional melalui Penandatanganan MoA
Jakarta, 2 Maret 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Focus Group Discussion (FGD) kerja sama internasional bersama National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand, sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung K FISH UNJ Lantai 2, Ruang 212, yang menjadikan forum dialog produktif untuk merumuskan arah kemitraan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan daya saing global. Kegiatan dihadiri langsung oleh Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., serta Associate Professor sekaligus Dekan Graduate School of Communication Arts Management and Innovation dari National Institute of Development Administration (NIDA) Thailand, Asawin Nedpogaeo, Ph.D. Turut hadir jajaran Wakil Dekan FISH UNJ, Ketua dan Sekretaris Senat Akademik FISH, serta para Koordinator Program Studi. Kegiatan dibuka oleh Duta FISH UNJ dan dilanjutkan dengan sambutan Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., selaku Dekan FISH, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi NIDA Thailand sekaligus menegaskan pentingnya memperluas jejaring akademik internasional sebagai bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi. Dalam sambutannya, dekan FISH UNJ juga menegaskan komitmen fakultas untuk membangun kerja sama jangka panjang yang berkelanjutan. “We really would like to have a long-term cooperation with your university, particularly in research, teaching, and community services. We hope this discussion will open opportunities for academic exchange, involving our staff and students in international programs at your institution,” ujarnya. Memasuki agenda berikutnya, FISH UNJ memaparkan profil fakultas yang mencakup visi, program studi, capaian akademik, serta berbagai program yang telah dan akan dikembangkan. Pemaparan ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi kerja sama yang dapat dijajaki kedua institusi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara jajaran pimpinan dan perwakilan program studi dari kedua institusi. Diskusi membahas peluang kolaborasi konkret, mencakup kerja sama dalam bidang pendidikan, riset, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. Dalam paparannya, Prof. Asawin menyampaikan bahwa NIDA membuka peluang bagi lulusan FISH UNJ, khususnya dari Program Studi Ilmu Komunikasi, untuk melanjutkan studi magister di Thailand. Ia menegaskan bahwa NIDA memiliki program internasional berbahasa Inggris yang dirancang untuk menjangkau mahasiswa dari berbagai negara. Menurutnya, bidang komunikasi di Thailand telah berkembang pesat selama lebih dari empat dekade, seiring dengan pertumbuhan industri media. Dalam 15 tahun terakhir, NIDA melakukan transformasi kurikulum dengan memasukkan aspek inovasi dan teknologi digital ke dalam studi komunikasi. “Communication in Thailand has been popular for more than 40 years. But today, we move forward with innovation and digital integration, digital marketing, data analytics, big data, and AI. Communication is no longer only about traditional media, but also about virtual and digital transformation,” jelasnya. Diskusi tersebut juga menyinggung peluang pemberian beasiswa bagi mahasiswa internasional serta kemungkinan kerja sama penelitian tematik dalam bidang komunikasi, media digital, dan isu-isu sosial kontemporer. Hal ini disambut antusias oleh para Koordinator Program Studi yang melihat potensi besar kolaborasi lintas negara dalam penguatan kapasitas akademik dan internasionalisasi kurikulum. Dalam rangkaian kegiatan ini, kedua institusi juga melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai payung hukum kerja sama yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat komitmen kolaborasi jangka panjang antara Universitas Negeri Jakarta melalui FISH UNJ dan NIDA Thailand. Assoc. Prof. Asawin Nedpogaeo, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari FISH UNJ serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara di kawasan Asia. “I am glad to be here. Collaboration is very significant for us. In Thailand, we believe that strong academic communication and international partnerships are essential, otherwise institutions will be left behind. That is why this year we emphasize special collaborations like this,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa NIDA memiliki struktur pendidikan yang kuat, dengan penekanan pada riset dan tahapan akademik yang sistematis, di mana mahasiswa menyelesaikan sejumlah mata kuliah inti sebelum memasuki fase penelitian. Menurutnya, model tersebut membuka peluang besar untuk kolaborasi riset bersama dan pertukaran akademik antar institusi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kemitraan yang telah terjalin, sekaligus penegasan komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti hasil diskusi dalam program-program kolaboratif yang konkret dan berkelanjutan. Sebagai mitra strategis, National Institute of Development Administration (NIDA) merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Thailand yang berfokus pada bidang administrasi publik, kebijakan, pembangunan, dan ilmu sosial. Berdasarkan SCImago Institutions Rankings (SIR) 2025, NIDA secara konsisten menempati posisi 10 besar nasional di Thailand. SCImago Institutions Rankings merupakan sistem pemeringkatan global yang disusun berdasarkan kinerja publikasi ilmiah, tingkat sitasi, serta dampak penelitian yang terindeks dalam basis data Elsevier Scopus. Capaian tersebut menunjukkan bahwa NIDA memiliki reputasi akademik yang kuat serta kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global. Kolaborasi ini sekaligus menegaskan komitmen FISH UNJ untuk bermitra dengan institusi bereputasi internasional dalam rangka meningkatkan daya saing dan eksposur global sivitas akademika. Penulis: MARL, HH, & JAH Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (23) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (37) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (35) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Gelar Doctoral Research Conference Internasional ICGSB 2026
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan internasionalisasi akademik melalui penyelenggaraan 1st International Conference & Doctoral Research Presentation (ICGSB 2026). Konferensi ini menjadi momentum penting sebagai Doctoral Research Conference yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa doktoral, serta praktisi lintas sektor dalam satu forum ilmiah berskala internasional. ICGSB 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi antara Philippine Women’s University (PWU) dan FISH UNJ, dengan dukungan sejumlah perguruan tinggi mitra seperti Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Universitas Ibn Khaldun Bogor, serta Universitas Muhammadiyah Cirebon. Kolaborasi lintas institusi dan lintas negara ini memperkuat posisi FISH UNJ dalam jejaring akademik regional dan global. Mengusung tema besar: “Global Social & Business Transformation: Innovation, Sustainability, and Strategic Leadership in the Digital Era”, konferensi ini dirancang sebagai ruang diskusi strategis untuk membahas transformasi sosial dan bisnis di era digital yang semakin kompleks, dinamis, dan berbasis inovasi berkelanjutan. ICGSB 2026 akan diselenggarakan secara hybrid (on-site & online) pada: 📅 Important Dates Conference Date: 16–18 April 2026 Full Article Submission Deadline: 2 Maret 2026 Notification of Acceptance: 30 Maret 2026 Early Bird Registration: 20 Januari – 15 Februari 2026 – Platform Internasional untuk Doctoral Research Conference Sebagai sebuah Doctoral Research Conference, ICGSB 2026 memberikan ruang khusus bagi mahasiswa doktoral untuk mempresentasikan riset disertasi, mendapatkan masukan akademik, serta membangun jejaring internasional. Tidak hanya berfungsi sebagai forum presentasi, konferensi ini juga menjadi wadah penguatan budaya riset dan kolaborasi lintas disiplin. Konferensi ini menghadirkan pembicara terkemuka dari berbagai institusi nasional dan internasional, di antaranya: Welcoming Speech: Firdaus Wajdi, Ph.D – Dean of Faculty of Social Sciences and Law, Universitas Negeri Jakarta Keynote Speakers: Prof. Dr. Felina C. Young, DBA – Chancellor, Philippine Women’s University Prof. Dr. Komarudin, M.Si. – Rektor Universitas Negeri Jakarta Invited Speakers: Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd – Head of LLDIKTI Region V Prof. Nina Yulianti, S.P., M.Si., Ph.D. – Education and Cultural Attaché, Embassy of the Republic of Indonesia in the Philippines Dr. Shirley C. Agrupis, Ph.D. – Chairperson, Commission on Higher Education (CHED), Philippines Prof. Emer. Dr. Barjoyai Bardai – MUST, Malaysia Speaker: Nozomi Kawarazuka – International Potato Center (CIP), CGIAR Dengan komposisi pembicara yang melibatkan akademisi, regulator pendidikan tinggi, hingga peneliti internasional, ICGSB 2026 menawarkan perspektif komprehensif dalam membahas inovasi, keberlanjutan, kepemimpinan strategis, serta dinamika ekonomi global. Sub-Themes dan Kesempatan Kolaborasi Global ICGSB 2026 membuka ruang kontribusi dalam berbagai sub-tema strategis, antara lain: Sustainable Business Models & Green Innovation Digital Transformation & Competitive Advantage Strategic Leadership in Uncertain Environments Entrepreneurship, Innovation Ecosystems & Emerging Markets Global Finance, Risk Management & Future Trends Social & Humanities Perspectives in Business Education: Development and Innovation Konferensi ini terbuka bagi: Mahasiswa doktoral (doctoral student presenters) Dosen dan peneliti Praktisi industri Institusi pemerintah dan lembaga riset Melalui penyelenggaraan Doctoral Research Conference ini, FISH UNJ menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif, inovatif, serta berorientasi global. ICGSB 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum ilmiah tahunan, tetapi juga menjadi platform strategis untuk memperkuat reputasi internasional FISH UNJ dalam bidang sosial, bisnis, dan kepemimpinan di era digital. Bagi sivitas akademika dan peneliti yang berminat berpartisipasi, pendaftaran dan pengiriman naskah dapat dilakukan melalui tautan berikut: 🔗 Submission Link: https://forms.gle/Ks2GNKDiRR4XLGeL8 Informasi lengkap juga tersedia di: 🌐 https://icgsb.mywebs.id Mari ambil bagian dalam Doctoral Research Conference ICGSB 2026 dan berkontribusi dalam membangun transformasi sosial dan bisnis yang berkelanjutan di tingkat global. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (23) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (36) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (34) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
UNJ Eurasia 2026 sebagai Tonggak Internasionalisasi FISH UNJ Menuju Fakultas Berkelas Dunia
UNJ Eurasia 2026 menegaskan komitmen FISH UNJ untuk tidak sekadar mengikuti arus transformasi global, melainkan turut membentuk arah percakapan akademik internasional tentang kecerdasan buatan, digitalisasi, serta masa depan masyarakat. Kolaborasi lintas negara melalui Eurasia Lecturer Series 2026 membuktikan bahwa visi menjadi fakultas berkelas dunia yang unggul, kompetitif, serta berkarakter diwujudkan melalui jejaring nyata, dialog ilmiah kritis, serta kontribusi pada pencapaian SDGs. Forum ini memperlihatkan bahwa pendidikan ilmu sosial serta hukum memiliki peran strategis memastikan transformasi teknologi tetap berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, serta keberlanjutan global. UNJ Eurasia 2026: Kolaborasi Global Menjawab Tantangan Transformasi Digital Program Eurasia Lecturer Series 2026 menjadi momentum strategis bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) dalam memperkuat jejaring akademik lintas kawasan Asia–Eropa. Kolaborasi antara Eurasia Foundation (from Asia) bersama FISH UNJ menghadirkan forum intelektual berskala internasional bertajuk “Navigating the Uncertain Futures: Understanding the Transformative Impacts of Artificial Intelligence and Digitalization to Global Society.” Kegiatan ini berlangsung setiap Senin, 2 Maret hingga 22 Juni 2026, bertempat Ruang Serba Guna FISH UNJ serta disiarkan langsung melalui kanal resmi FISH UNJ. UNJ Eurasia 2026 menghadirkan akademisi ternama lintas negara seperti Thailand, Malaysia, Jepang, Australia, Italia, Korea, Taiwan, serta berbagai universitas terkemuka Indonesia. Kehadiran para profesor, associate professor, hingga praktisi kebijakan publik menghadirkan perspektif multidisipliner terkait kecerdasan buatan, transformasi digital, tata kelola global, pendidikan, komunikasi, hingga isu sosial kontemporer. Forum ini tidak sekadar ceramah akademik, melainkan ruang dialog reflektif guna memetakan masa depan masyarakat global yang semakin terdigitalisasi. Transformasi digital menghadirkan peluang sekaligus risiko. Perubahan lanskap kerja, redefinisi otoritas pengetahuan, krisis etika algoritmik, hingga disrupsi relasi sosial menjadi isu krusial abad ke-21. Melalui UNJ Eurasia 2026, diskursus akademik diarahkan bukan hanya pada aspek teknis AI, melainkan juga implikasi sosial, hukum, budaya, serta dimensi kemanusiaan. Pendekatan ini sejalan karakter FISH UNJ sebagai fakultas ilmu sosial serta hukum yang menempatkan manusia sebagai pusat transformasi. Kontribusi terhadap SDGs serta Penguatan Jejaring Akademik Global Keterkaitan UNJ Eurasia 2026 terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) tampak jelas pada beberapa tujuan utama. SDG 4 tentang Quality Education terefleksikan melalui akses pembelajaran internasional bagi mahasiswa serta dosen FISH UNJ. Interaksi langsung bersama akademisi mancanegara memperkaya wawasan global, meningkatkan literasi digital, serta mendorong kultur akademik berbasis riset kolaboratif. SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure tercermin pada diskusi inovasi teknologi serta transformasi institusi pendidikan menghadapi era AI. SDG 16 mengenai Peace, Justice and Strong Institutions hadir melalui pembahasan tata kelola digital, etika kecerdasan buatan, serta regulasi global. Komitmen tersebut menguatkan Visi FISH UNJ: menjadi fakultas berkelas dunia yang unggul, kompetitif, serta berkarakter dalam bidang pendidikan ilmu sosial, ilmu-ilmu sosial, serta ilmu hukum. Keunggulan akademik dibangun melalui transfer pengetahuan lintas negara. Daya saing diperkuat melalui jejaring internasional Eurasia Foundation. Karakter akademik dibentuk melalui diskusi etis mengenai dampak sosial teknologi. Forum ini juga menjadi langkah konkret internasionalisasi kampus. Publikasi bersama, peluang riset kolaboratif, mobilitas akademik, hingga penguatan reputasi institusi menjadi potensi turunan jangka panjang. Mahasiswa memperoleh kesempatan berdialog langsung bersama pakar global, membuka horizon berpikir kritis terkait masa depan pekerjaan, kebijakan publik, keamanan digital, serta transformasi komunikasi global. Keberadaan pembicara lintas disiplin menunjukkan bahwa isu AI bukan sekadar domain teknik, melainkan wilayah interdisipliner yang menyentuh hukum, kebijakan publik, komunikasi, budaya, pendidikan, serta pembangunan sosial. Perspektif Asia–Eropa memperkaya pendekatan Global South sekaligus membuka ruang refleksi kritis terhadap ketimpangan digital global. UNJ Eurasia 2026 menjadi simbol keberanian akademik FISH UNJ menavigasi masa depan tak pasti. Tantangan disrupsi teknologi tidak direspons secara reaktif, melainkan melalui forum ilmiah terstruktur berbasis dialog internasional. Strategi ini memperlihatkan komitmen nyata menuju fakultas berkelas dunia, bukan sekadar slogan, tetapi melalui praktik kolaboratif konkret. Arah masa depan pendidikan ilmu sosial tidak dapat dilepaskan dari transformasi digital. Forum Eurasia Lecturer Series 2026 memperlihatkan bahwa FISH UNJ menempatkan diri sebagai aktor aktif percakapan global. Jejaring Eurasia membuka ruang pembelajaran lintas budaya, lintas kebijakan, serta lintas perspektif. UNJ Eurasia 2026 bukan hanya agenda akademik semesteran. Program ini merupakan investasi reputasi, kualitas, serta visi global FISH UNJ menuju 2045. Upaya tersebut mempertegas posisi FISH UNJ sebagai pusat keilmuan sosial serta hukum yang adaptif, reflektif, serta berorientasi pada pembangunan berkelanjutan (NHI/ENP). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (8) Pengabdian (10) Pengajaran (23) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (36) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (34) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026 Dorong Inklusivitas lewat Tema “Melawan Stigma, Merangkul Toleransi”
Jakarta, 7 Februari 2026 – Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026 bertema “Melawan Stigma, Merangkul Toleransi” sukses digelar di Gedung Kisam Dji’un, Jakarta Timur, dengan dukungan sejumlah lembaga termasuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi komunitas marjinal untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan potensi seni mereka, sekaligus memperkuat pesan inklusivitas di ruang publik. Acara ini merupakan fase final dari rangkaian lomba seni yang meliputi lomba menari, lomba puisi, dan lomba mewarnai, serta ditutup dengan pertunjukan festival seni dari berbagai komunitas. Lomba tari dan puisi diselenggarakan di Panggung Auditorium, sementara lomba mewarnai berlangsung di Ruang Kaca yang masing-masing menjadi pusat aktivitas peserta sepanjang kegiatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, pengarahan lomba, perkenalan dewan juri, hingga sesi foto bersama. Acara ini juga turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan lembaga, antara lain Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur, Berkah Shadaya, S.STP., M.Si., Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Agata Bayu Saputra, S.STP, serta Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi, beserta jajaran undangan dan perwakilan lembaga mitra. Acara ini digagas oleh Dr. Shahibah Yuliani, S.Sos., M.Pd., yang juga merupakan dosen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini menjadi ruang ekspresi bagi komunitas marjinal untuk menyalurkan kreativitas mereka melalui berbagai cabang seni. “Acara Festival Seni Kaum Marjinal ini adalah ajang untuk berekspresi bagi teman-teman yang tentu saja mengungkapkan rasa kreativitasnya dalam bentuk tari, puisi, dan juga mewarnai,” ujarnya. Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur, Berkah Shadaya, S.STP., M.Si., yang menyampaikan bahwa saat menjabat, ia memiliki cita-cita untuk menghadirkan ruang bagi para seniman marjinal, khususnya mereka yang menggantungkan hidup dari seni jalanan. “Selama saya menjadi Kepala Suku Dinas Kebudayaan, memang ada cita-cita saya untuk membuat kegiatan yang mengajak saudara-saudara kita yang selama ini menjadikan seni sebagai mata pencaharian di jalanan.” Dengan itu, Ia menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026. Ia menyoroti bahwa istilah marjinal merepresentasikan kelompok masyarakat yang terpinggirkan, namun memiliki potensi besar untuk berkarya. “Mudah-mudahan dengan event seperti ini, saudara-saudara kita dari kaum marjinal bisa mendapatkan kepedulian dan perhatian dari kita semua,” ujarnya. Ia juga menambahkan harapan agar festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian, dukungan, dan pengakuan terhadap kreativitas kaum marjinal. Berbagai penampilan festival juga turut memeriahkan acara. Sejumlah pertunjukan yang tampil antara lain Angklung Cipinang Muara, Hadrah LKSA Al-Ma’un, Tarian Dinas Sosial Panti Sosial Bina Laras, Seniman Jalanan (Biola Violin Revolusi), Drama Musikal “7 Kebiasaan Anak Indonesia Sehat” oleh siswa SD Muhammadiyah 09 Plus, Hadrah Rusun Samawa, Angklung Seniman Cijantung Fahmi Senja, serta Teater Menong binaan Sanggar Sinar Batavia. Sementara pada sesi perlombaan, sejumlah finalis tampil dalam lomba baca puisi berjudul “Membaca Tanda Tanya” karya Taufik Ismail, serta penampilan kelompok tari dari Forum Komunikasi Anak Spesial Indonesia (FKSI) dengan membawakan lagu-lagu Betawi, seperti Ondel-Ondel, Kembang Jatoh, dan Kicir-Kicir. Sebanyak tujuh kelompok penari yang tampil, di antaranya Grup Harmony, Grup Kawan Peduli, Grup Lestari, Grup The Boys, Grup Cempaka, Grup Edelweiss, dan Grup Pelangi. Adapun pemenang lomba mewarnai diraih oleh Karin Tasya Selvia (Juara 1), Nanda (Juara 2), dan Siti Sanita (Juara 3). Pada lomba puisi, diraih oleh Abdul (Juara 1), disusul Alfridho Nugi Pratama (Juara 2) dan Azizah Salsabila (Juara 3). Sementara itu, lomba tari dimenangkan oleh Grup Pelangi (Juara 1), Grup The Boys (Juara 2), dan Grup Kawan Peduli (Juara 3). Melalui Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026, UNJ dan para mitra menegaskan komitmennya dalam melawan stigma, merangkul toleransi, serta membuka ruang partisipasi yang setara bagi komunitas marjinal. Penulis: GIC & NA Editor: NH TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (8) Pengabdian (10) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (36) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (34) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
Sidang Umum OPMAWA FISH UNJ 2025/2026 Resmi Digelar, Evaluasi Kinerja dan Regenerasi Kepemimpinan
Jakarta, 31 Januari 2026 – Badan Pengurus Mahasiswa (BPM) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) sukses menyelenggarakan Sidang Umum OPMAWA FISH UNJ 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Maftuchah, Gedung Dewi Sartika Lantai 2, sebagai forum evaluasi kinerja Badan Pengurus Mahasiswa (BPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISH UNJ selama satu periode kepengurusan. Sidang Umum turut dihadiri oleh pengurus OPMAWA, Wakil Dekan I FISH UNJ, Pembina OPMAWA, serta terbuka bagi publik umum. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, yang dilanjut dengan pembacaan doa serta penghormatan kepada negara melalui pengisian lagu Indonesia Raya dan Mars UNJ. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Umum BEM FISH UNJ Periode 2025/2026, Hanif Fatsya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan kesalahan selama satu periode kepemimpinannya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Hanif juga berpesan kepada seluruh anggota BEM FISH UNJ untuk terus mencari pengalaman sebanyak mungkin selama berorganisasi. Ia menekankan pentingnya menjadikan evaluasi periode 2025/2026 sebagai bahan perbaikan agar kepengurusan periode 2026/2027 dapat berjalan lebih baik. Tak lupa, ketua BPM FISH UNJ periode 2025/2026, Priyo Arif Wicaksono juga memberi sambutan sebelum agenda utama dimulai. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada peserta yang sudah datang dalam Sidang Umum OPMAWA FISH UNJ 2025/2026, dilanjutkan dengan menjelaskan bahwa Sidang Umum adalah forum tertinggi yang ada di peraturan perundang undangan OPMAWA. Pokok pembahasan dari Sidang Umum OPMAWA FISH UNJ yaitu laporan pertanggungjawaban KPU FISH UNJ, laporan penyelenggara pemilu baik KPU maupun PANWASLU, laporan pertanggungjawaban dari eksekutif dan legislatif, pelantikan anggota periode selanjutnya dan pelantikan orang yang terpilih di KPU, serta penyampaian kata demisioner bagi pengurus periode 2025/2026. Sambutan dilanjutkan oleh Dr. Kurniawati, M.Si., selaku Wakil Dekan I FISH UNJ. Beliau turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus BEM FISH UNJ dan BPM FISH UNJ atas kontribusi yang telah diberikan selama satu periode. Tidak lupa, Wakil Dekan I FISH UNJ juga berpesan untuk senantiasa mengevaluasi kekurangan dari terlaksananya program kerja periode sebelumnya agar tidak terulang di periode selanjutnya. Selanjutnya, Wakil Dekan I FISH berharap kegiatan Sidang Umum OPMAWA FISH UNJ ini berjalan dengan lancar dan diberkahi. Sidang Umum kemudian memasuki agenda utama dengan pembacaan susunan acara dan tata tertib sidang, pengesahan forum, serta pemaparan Laporan Penyelenggaraan pemilu oleh Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dilakukan juga pembacaan Laporan Pertanggungjawaban BEM FISH pada setiap departemen, serta penilaian program kerja BEM FISH UNJ yang diawasi oleh Komisi Pengawas (Kompeng) 2. Seiring dengan dibukanya Program Studi Ilmu Hukum di FISH UNJ, Sidang Umum juga mengesahkan dan melantik anggota Badan Legislatif Mahasiswa Program Studi (BLMP) Ilmu Hukum Periode 2026/2027, yang mencakup pembacaan sumpah keanggotaan organisasi. Dilanjutkan dengan pengesahan dan pelantikan pimpinan BEMP Ilmu Hukum periode 2026/2027. Sidang Umum kemudian mengesahkan dan melantik anggota BPM FISH UNJ Periode 2026/2027. Agenda berlanjut dengan pengesahan Ketua Umum BPM FISH UNJ Periode 2026/2027, serta pengesahan dan pelantikan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum BEM FISH UNJ Periode 2026/2027 sebagai pimpinan eksekutif mahasiswa periode selanjutnya. Sidang ditutup oleh pimpinan sidang setelah memastikan seluruh peserta sidang paham terhadap pembacaan laporan pertanggungjawaban BEM FISH UNJ periode 2025/2026 dan pembacaan laporan pertanggungjawaban BPM FISH UNJ periode 2025/2026. Acara diakhiri dengan pembacaan doa penutup lalu dilanjut dengan demisioner anggota maupun ketua serta wakil ketua periode 2025/2026. Melalui pelaksanaan Sidang Umum OPMAWA FISH UNJ ini, diharapkan tercipta regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang lebih progresif, akuntabel, serta mampu membawa organisasi kemahasiswaan FISH UNJ menjadi lebih solid, responsif, dan berorientasi pada pengembangan kapasitas mahasiswa di periode selanjutnya.[] Penulis: JRPS, KAS, MSW Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (8) Pengabdian (9) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (36) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (33) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
Workshop Pendampingan Pengisian LKE ZI 2026 Perkuat Komitmen Implementasi Zona Integritas
Jakarta, 11 Februari 2026 — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kegiatan Workshop Pendampingan Pengisian LKE ZI 2026 pada Senin hingga Rabu, 9–11 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh Bapak Aris Munandar selaku Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ bersama Tim Zona Integritas menuju WBK dan WBBM dari masing-masing area, yang terdiri atas manajer area dan anggota tim. Workshop ini bertujuan memberikan pendampingan teknis dalam pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas, sekaligus memperkuat pemahaman dan implementasi program Zona Integritas di lingkungan fakultas. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan arahan, diskusi, serta praktik langsung dalam menyusun dokumen dan eviden yang sesuai dengan standar penilaian. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen UNJ dalam meningkatkan kualitas tata kelola, tidak hanya secara administratif, tetapi juga dalam implementasi Zona Integritas yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel. Editor : AK Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (8) Pengabdian (10) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (36) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (34) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
Seminar “AI dan Masa Depan Literasi Digital Indonesia” di FISH UNJ: Menyiapkan Generasi Muda Hadapi Revolusi Digital
Jakarta, 29 April 2025- Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menjadi pusat perhatian dalam dunia literasi digital dengan menggelar seminar bertajuk “AI dan Masa Depan Literasi Digital Indonesia”. Acara yang berlangsung di Aula Bung Hatta ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, sebagai bagian dari program “Jakarta SOLID” (Sadar Olah Literasi Digital). Seminar hybrid ini diikuti oleh beragam peserta, mulai dari mahasiswa UNJ, ibu-ibu Dasawisma, hingga peserta disabilitas yang mengikuti secara daring. Acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kurniawati selaku Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ. Dalam sambutannya, Kurniawati berharap agar seminar ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi seluruh peserta. “Semoga acara ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua,” ujarnya penuh harap. Hadir pula Wakil Dekan II Aris Munandar dan E. Nugrahaeni P., Wakil Dekan III Fakultas yang turut mendukung jalannya acara serta dihadiri oleh para dosen dari beberapa program studi. Seminar menghadirkan dua narasumber utama yang sangat berkompeten, yaitu Alia Noorayu Laksono dari DPRD DKI Jakarta dan Donny Budi Utoyo dari Siberkreasi. Acara dipandu oleh M. Fikri Akbar, dosen Ilmu Komunikasi UNJ, yang bertindak sebagai moderator. Dalam sesi pemaparan materinya, Donny Budi Utoyo menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) akan berkembang semakin pesat. Namun, menurutnya, AI belum bisa menggantikan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis manusia. “Berpikir kritis untuk memastikan mana yang benar dan salah, kebanyakan orang ikut yang cara sederhana tapi salah,” ujarnya. Ia menekankan agar AI digunakan sebagai alat untuk menyederhanakan tulisan, bukan menggantikan proses berpikir manusia. “Tolong jangan menyalahgunakan AI. AI seperti api, apabila kecil memiliki manfaat untuk masak, apabila membesar bisa menimbulkan masalah,” tambahnya. Sementara itu, Alia Noorayu Laksono menyampaikan bahwa AI hadir untuk membantu manusia menjadi versi terbaik dirinya, bukan untuk menggantikan peran manusia. “AI bukan untuk menggantikan manusia, tapi untuk membantu manusia menjadi versi terbaik dari dirinya,” katanya. Literasi digital yang kuat dan pemahaman yang bijak terhadap AI dinilai sangat penting agar generasi muda siap menghadapi tantangan masa depan. Alia juga menegaskan bahwa meskipun teknologi dapat mengefisienkan pekerjaan, sentuhan manusia tetap dibutuhkan untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai estetika dan orisinalitas. Sesi diskusi berlangsung sangat interaktif. Mahasiswa dan peserta daring aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan para narasumber. Dalam dialog yang hangat, Donny mengingatkan bahwa AI memang dapat menggantikan pekerjaan yang bersifat repetitif, namun keterampilan manusia tetap menjadi pembeda utama. “Kalian bukan tergantikan oleh AI, namun kalian akan tergantikan oleh para ahli yang menggunakan AI,” jelasnya. Alia menambahkan, “Untuk kampanye atau poster menggunakan bantuan AI itu tidak masalah. AI akan merangsang orang membuat sesuatu karya. Namun, sentuhan manusia tetap dibutuhkan untuk menghasilkan estetika karena semua hal tidak bisa digantikan oleh AI.” Moderator, Fikri, turut mengingatkan agar mahasiswa tidak terbiasa bergantung pada AI dan tetap mengasah kemampuan berpikir kritis. Alia menutup dengan pesan penuh motivasi, “Mau hidup di era apapun, skill pasti sangat dibutuhkan. Tidak bisa dipungkiri karena hidup harus butuh ilmu dan belajar.” Seminar diakhiri dengan pesan dari para narasumber agar mahasiswa tidak terburu-buru menyelesaikan studi dan terus haus akan ilmu. Seminar ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang AI dan literasi digital, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan inklusivitas di lingkungan kampus UNJ. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah kemajuan teknologi, peran manusia dengan kreativitas, kritis, dan keterampilan tetap tak tergantikan. Literasi digital yang kuat dan penggunaan AI secara bijak menjadi kunci utama untuk menciptakan generasi yang siap menghadapi revolusi digital dengan percaya diri dan tangguh. Acara resmi ditutup dengan harapan besar bagi seluruh peserta agar mampu membawa semangat literasi digital dan pemanfaatan AI secara bijak ke lingkungan masing-masing, demi Indonesia yang semakin tangguh dan siap menghadapi masa depan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Penulis: ZREditor: WPSTim FISHmedia Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Organisasi (3) Pengajaran (3) Penjaminan Mutu (2) Program Unggulan (1) Berita Terbaru