Jakarta, 11 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan The Eurasia International Course 2026 sesi ke-9 dengan tema “Digitalization and AI Impact on Education and Skill Development.” Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026, pukul 13.00–15.00 WIB secara hybrid, yaitu luring di Ruang Serba Guna, Gedung K FISH UNJ, serta daring melalui platform Zoom. Seminar internasional ini menghadirkan Prof. Madya Dr. H. Zainudin bin H. Hassan dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sebagai pembicara utama. Materi disampaikan dalam Bahasa Malaysia dan Bahasa Inggris, dengan Noprita Herari, M.I.Kom. sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi. Pada sesi ini, peserta diajak untuk merefleksikan bagaimana dunia pendidikan perlu beradaptasi dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan di tengah perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Tema ini menjadi penting karena transformasi teknologi tidak hanya memengaruhi cara manusia belajar, tetapi juga mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja masa depan. Dalam pemaparannya, Prof. Zainudin menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini mengalami perubahan signifikan akibat perkembangan AI. Berbagai sektor industri mulai mengintegrasikan AI untuk mendukung otomasi pekerjaan, pengambilan keputusan, analisis data, hingga peningkatan efisiensi organisasi. Menurutnya, AI dapat mengambil alih pekerjaan yang bersifat repetitif, berisiko tinggi, membutuhkan kecepatan, akurasi, serta komputasi kompleks. Namun, pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi, dan sentuhan kemanusiaan tetap menjadi ruang penting bagi manusia. Prof. Zainudin juga menyinggung laporan World Economic Forum (WEF) yang menyebutkan bahwa perkembangan AI berpotensi mendorong lahirnya berbagai jenis pekerjaan baru, meskipun di sisi lain sejumlah pekerjaan konvensional akan mengalami pergeseran. Oleh karena itu, literasi AI tidak lagi menjadi kebutuhan eksklusif bagi mahasiswa di bidang teknologi, melainkan menjadi kompetensi penting bagi seluruh disiplin ilmu. Mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik perlu memahami bagaimana AI bekerja, bagaimana menggunakannya secara tepat, serta bagaimana tetap berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Lebih lanjut, Prof. Zainudin menekankan bahwa AI bukanlah ancaman bagi dunia pendidikan, melainkan peluang untuk membangun sistem pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan personal. AI dapat membantu pendidik dalam menyelesaikan berbagai tugas administratif, menganalisis perkembangan belajar mahasiswa, serta memberikan dukungan pembelajaran yang lebih terarah. Dengan demikian, pendidik memiliki ruang yang lebih besar untuk berfokus pada aspek yang tidak dapat digantikan oleh mesin, seperti pembentukan karakter, kreativitas, etika, komunikasi, dan kecerdasan emosional. Dalam sesi tanya jawab, peserta turut mengangkat isu-isu kritis terkait penggunaan AI. Abel Elysia dari Program Studi Pendidikan Sosiologi menanyakan pandangan pembicara mengenai penggunaan AI dan dampaknya terhadap krisis iklim. Menanggapi hal tersebut, Prof. Zainudin menjelaskan bahwa efisiensi energi menjadi perhatian penting dalam menghadapi masa depan, tidak hanya karena penggunaan AI, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab keberlanjutan. Ia turut membagikan praktik di UTM, yaitu kebijakan work from home bagi seluruh fakultas pada hari Selasa dan Kamis sebagai salah satu upaya mendukung efisiensi energi. Pertanyaan lain disampaikan oleh Marco dari Program Studi Ilmu Komunikasi mengenai bagaimana AI tidak hanya menggantikan pekerjaan, tetapi juga menciptakan pekerjaan baru, termasuk kaitannya dengan intellectual property dan bidang seni. Prof. Zainudin menegaskan bahwa meskipun AI dapat membantu dalam banyak pekerjaan, manusia tetap memiliki peran utama dalam menghadirkan kreativitas, pengetahuan, dan penilaian kritis. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan ChatGPT dan teknologi serupa sebaiknya dimanfaatkan untuk menguji serta mendukung pengetahuan, bukan untuk diikuti secara mentah tanpa proses berpikir kritis. Melalui penyelenggaraan The Eurasia International Course 2026, FISH UNJ terus memperkuat ruang pertukaran gagasan akademik internasional yang relevan dengan tantangan global. Sesi ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi dan kemampuan manusia dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital. Diskusi berlangsung interaktif dan diikuti secara antusias oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik, baik secara luring maupun daring. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama menggunakan hand sign Intelligentia Dignitas UNJ sebagai simbol kolaborasi akademik, kebersamaan, dan komitmen FISH UNJ dalam mendorong pendidikan yang adaptif, humanis, serta siap menghadapi perkembangan teknologi masa depan. Penulis: IM, HH, dan CMFISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (47) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (41) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Kuliah Umum Bersama Peneliti National Chung Cheng University, Dr. Teddy Y.H. Sim, Hadirkan Peluang Beasiswa bagi Mahasiswa UNJ
Penyerahan plakat apresiasi kepada Dr. Teddy Y.H. Sim yang diserahkan oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, Dr. Kurniawati (Doc. FISHMed) Jakarta, 23 April 2026 — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kuliah umum sekaligus sosialisasi peluang beasiswa ke Taiwan yang berlangsung secara interaktif dan informatif. Acara ini dihadiri langsung oleh Associate Researcher dari National Chung Cheng University, Dr. Teddy Y.H. Sim. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan I, Ibu Dr. Kurniawati, yang menekankan pentingnya memperluas wawasan global mahasiswa melalui kerja sama internasional, khususnya di bidang pendidikan dan riset. Dalam sesi utama, pembicara memaparkan materi bertajuk “The Relevance of the Island History of Taiwan for Emerging Scholarship and Researchers”, mengulas perkembangan sejarah kepulauan Taiwan dan keterkaitannya dengan dunia maritim. Dibahas pula hubungan historis dan budaya antara Taiwan dan Indonesia, termasuk jejak kejayaan maritim Nusantara seperti Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dalam konteks kajian kepulauan. Sesi pemaparan materi oleh Dr. Teddy Sim yang dimoderatori oleh Sandy Allifiansyah, Ph.D Diskusi yang dimoderatori oleh Sandy Allifiansyah, Ph.D ini juga menyentuh aspek geografis, ekonomi, dan potensi kerja sama antara Indonesia dan Taiwan. Meskipun hubungan diplomatik resmi antara kedua pihak memiliki keterbatasan, kerja sama di bidang ekonomi dan pendidikan tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi keduanya. Dalam sesi sosialisasi beasiswa, Dr. Teddy Sim menjelaskan bahwa mahasiswa berprestasi berkesempatan memperoleh keringanan biaya pendidikan sebagai bentuk dukungan akademik dari National Chung Cheng University. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab, dengan melontarkan beragam pertanyaan kritis mulai dari isu sejarah dan politik kawasan hingga informasi praktis seputar studi di Taiwan. Dokumentasi foto bersama Dr. Teddy Sim bersama Wakil Dekan III, Wakil Dekan I dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISHMed) Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UNJ semakin terbuka terhadap peluang studi internasional dan mampu memahami pentingnya perspektif global dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Penulis: IM dan CMFISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (46) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (40) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Becoming Liquid Society : Digitalization And Informational Society By Prof. Dr. Robertus Robet, MA
Jakarta, 27 April 2026 – Kegiatan seminar ini mengambil tema Becoming Liquid Society: Digitalization and Informational Society menghadirkan Prof. Dr. Robertus Robet, M.A. sebagai narasumber utama, dengan Fajar Aditya Nugroho, M.Par sebagai moderator. Acara dibuka oleh moderator sebelum dilanjutkan dengan pemaparan materi yang menyoroti perubahan besar dalam kehidupan manusia akibat digitalisasi. Dalam pemaparannya, Prof Robert menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membuat manusia semakin bergantung pada sistem digital. Ia mencontohkan Neil Harbisson yang mencangkokkan antena di kepalanya untuk mengakses informasi, sebagai gambaran bahwa batas antara manusia dan teknologi semakin kabur. Hal ini menunjukkan bahwa konsep manusia “pure authentic” semakin sulit ditemukan karena teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan, sejalan dengan gagasan dalam Cyborg Society. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia meningkat hingga 229,4 juta jiwa pada tahun 2025, dengan tingkat penetrasi 80,66 persen. Mayoritas pengguna berasal dari generasi muda (digital native), dengan aktivitas utama seperti media sosial, akses informasi, transaksi online, dan hiburan digital. Fenomena ini kemudian dikaitkan dengan konsep liquid modernity dari Zygmunt Bauman dalam Liquid Modernity, yang menggambarkan perubahan dari masyarakat yang stabil menuju masyarakat yang cair, fleksibel, dan penuh ketidakpastian. Dalam kondisi ini, hubungan sosial menjadi lebih lemah, identitas bersifat sementara, dan kekuasaan tidak lagi terpusat pada institusi, melainkan tersebar dalam jaringan. Hal ini juga diperkuat oleh konsep network society dari Manuel Castells. Setelah pemaparan materi, moderator memberikan tanggapan singkat sebelum sesi tanya jawab (Q&A) dimulai. Pertanyaan diajukan oleh Muhammad Aldi dari Pendidikan Sosiologi dan Marco dari Ilmu Komunikasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat apresiasi kepada narasumber, sesi foto bersama, dan diakhiri dengan penutupan oleh moderator. Kegiatan ini menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga mengubah struktur sosial, cara berpikir, dan pola interaksi manusia dalam masyarakat yang semakin cair atau liquid society. [] FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (44) Kemahasiswaan (17) Penelitian (13) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (39) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Digitalisasi Menghidupkan Sejarah, Eurasia International Course 2026 Bahas Transformasi Makna Artefak
Jakarta, 20 April 2026 — Eurasia International Course (EIC) 2026 kembali menghadirkan diskusi akademik melalui sesi keenam yang mengangkat tema Digitalisasi dan Transformasi Makna Artefak Sejarah dalam Masyarakat Kontemporer. Bertempat di Ruang Serba Guna, Gedung K Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kegiatan ini menghadirkan Agus Hermanto, S.Pd., M.Hum., Kepala Sub-Direktorat Pelestarian Sejarah, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Agus Hermanto, S.Pd., M.Hum. menegaskan bahwa digitalisasi menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian sejarah di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial masyarakat modern. Menurutnya, sejarah bukan hanya kumpulan cerita masa lalu, tetapi merupakan narasi hidup yang harus terus dihadirkan agar tetap relevan di era kontemporer. Agus Hermanto, S.Pd., M.Hum. menjelaskan, digitalisasi membuka peluang baru dalam pengelolaan dan pemanfaatan artefak sejarah melalui teknologi seperti pemindaian 3D, fotografi resolusi tinggi, serta basis data digital. Melalui teknologi tersebut, artefak tidak lagi terbatas pada ruang fisik museum, tetapi dapat diakses masyarakat secara lebih luas. Ia menyebut digitalisasi memiliki tiga pilar utama, yaitu konversi digital, aksesibilitas publik, dan preservasi. Ketiga aspek tersebut dinilai mampu mendorong transformasi cara masyarakat berinteraksi dengan sejarah, dari yang sebelumnya bersifat pasif menjadi lebih interaktif dan imersif. “Pengunjung tidak lagi hanya melihat sejarah, tetapi juga dapat mengalaminya melalui tur virtual, pameran daring, dan teknologi 360 derajat,” jelas Agus. Sebagai contoh implementasi, Agus Hermanto, S.Pd., M.Hum. menyoroti platform Museum Cagar Budaya yang menyediakan akses koleksi secara daring, serta berbagai inovasi lain seperti aplikasi digital sejarah, media audiovisual, dan platform SIREL Heritage. Berbagai platform tersebut juga dinilai menjadi pendekatan yang efektif untuk menjangkau generasi muda, khususnya Gen-Z dan milenial. Namun demikian, Agus Hermanto, S.Pd., M.Hum. juga mengingatkan bahwa digitalisasi menghadirkan sejumlah tantangan, mulai dari persoalan autentisitas konten, kesenjangan teknologi, hingga keberlanjutan penyimpanan data. Oleh karena itu, verifikasi sumber, pengelolaan metadata, dan sistem penyimpanan jangka panjang menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa digitalisasi tidak hanya berperan dalam menjaga keberadaan artefak sejarah, tetapi juga memperkuat identitas budaya bangsa di tengah arus globalisasi. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, institusi budaya, akademisi, dan generasi muda dalam memastikan warisan sejarah tetap hidup dan relevan bagi masyarakat kontemporer. Penulis: Asha, Reyna Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (43) Kemahasiswaan (17) Penelitian (13) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (38) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Gandeng Philippine Women’s University dan Tiga Kampus Nasional, Dorong Transformasi Sosial di Era Digital melalui 1st ICGSB 2026
Jakarta, 16 April 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menyelenggarakan Seminar Internasional 1st International Conference & Doctoral Research Presentation dengan tajuk “Global Social & Business Transformation: Innovation, Sustainability, and Strategic Leadership in the Digital Era”. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi global, berlangsung di Gedung 1A Lantai 10, Kampus A, Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pembicara hebat, di antaranya Prof. Dr. Felina C. Young, DBA selaku Chancellor Philippine Women’s University, Prof. Dr. Komarudin, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Nina Yulietni, S.P., M.Si., Ph.D. selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Filipina, Dr. Shirley C. Agrupis, Ph.D. selaku Chairperson Commission on Higher Education (CHED) Filipina, Prof. Emer. Dr. Barjoyai Bardai selaku profesor emeritus dari Malaysia University of Science and Technology (MUST), serta Nozomi Kawarazuka selaku peneliti dari International Potato Center (CIP). Selain itu, sambutan pembuka disampaikan oleh Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. Duta FISH UNJ membuka rangkaian acara yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Filipina, Lupang Hinirang, sebagai simbol kolaborasi internasional. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Dr. Ir. Ja’far Amiruddin, M.T. Sambutan pembuka disampaikan oleh Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin dalam menghadapi transformasi global di era digital. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Komarudin, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa transformasi global di era digital tidak hanya menuntut kemajuan analitis, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap prosesnya. “Global transformation in the digital era requires more than analytical advancement. It demands empathy, sustainable action, and strategic leadership that places humanity at the center of progress,” ujarnya. Selain itu, beliau juga menegaskan komitmen UNJ dalam memperluas kerja sama internasional guna mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai bentuk konkret dari penguatan kolaborasi internasional, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan agenda penandatanganan kerja sama antara Philippine Women’s University (PWU) dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), PWU dengan Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), PWU dengan Universitas Ibnu Khaldun Bogor (UIKA), PWU dengan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), serta kerja sama antara UNIPI dan UNJ. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kemitraan global serta mendorong kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. Felina C. Young, DBA selaku Chancellor Philippine Women’s University, yang menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi dinamika global. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Francisca Sestri G., S.E. selaku Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Prof. Dr. Widyasari, M.Pd. selaku Rektor Universitas Ibnu Khaldun Bogor (UIKA), serta Arif Nurudin, S.T., M.T. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), yang secara keseluruhan menekankan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di tingkat global. Sesi seminar diawali oleh Prof. Nina Yulietni, S.P., M.Si., Ph.D. selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Filipina yang menyampaikan paparan mendalam terkait isu-isu strategis dalam kerja sama pendidikan internasional. Selanjutnya, Dr. Shirley C. Agrupis, Ph.D. selaku Chairperson Commission on Higher Education (CHED) Filipina memaparkan perspektif penting terkait pengembangan pendidikan tinggi di tingkat global. Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah yang menyoroti pengalaman dan strategi dalam penguatan sistem pendidikan tinggi. Dilanjutkan oleh Prof. Emer. Dr. Barjoyai Bardai dari Malaysia University of Science and Technology (MUST) yang memberikan wawasan akademik mendalam terkait transformasi sosial dan bisnis. Sesi seminar juga menghadirkan Nozomi Kawarazuka dari International Potato Center (CIP) yang membahas perspektif global dalam riset dan pengembangan di sektor pertanian. Selain itu, turut hadir sesi pembicara undangan oleh Prof. Dr. Robertus Robet, M.A. serta Dr. Syamsulbahri, DBA., Ph.D. yang menyampaikan berbagai gagasan kritis dan perspektif strategis berdasarkan pengalaman akademik dan profesional mereka. Melalui rangkaian kegiatan ini, Seminar Internasional FISH UNJ tidak hanya menjadi wadah pertukaran gagasan, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas negara dalam mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kepemimpinan strategis di era digital. Penulis: JRPS, ZH, CKG, GIC, ZR Tim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (39) Kemahasiswaan (17) Penelitian (10) Pengabdian (10) Pengajaran (28) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (6) Prodi (19) Program Unggulan (37) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Strategi Capaian IKU Berdampak melalui Forum Audiensi Fakultas
Jakarta, 5 Maret 2026 — Kegiatan audiensi Indikator Kinerja Utama (IKU) Berdampak Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum tahun 2026, telah dilakukan bersama dekanat di Ruang 212, Gedung K FISH UNJ. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya fakultas dalam memahami serta mengoptimalkan penerapan IKU sebagai tolak ukur keberhasilan kinerja di tingkat fakultas. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya pemahaman bersama mengenai IKU sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kinerja akademik dan institusi di lingkungan fakultas. Dalam kegiatan tersebut, pemaparan materi mengenai Indikator Kinerja Utama disampaikan oleh Prof. Dr Umiatin, M.Si dan Erika Takidah, SE, AK., M.Si., CA, Ph.D. Keduanya menjelaskan berbagai indikator yang menjadi dasar penilaian kinerja perguruan tinggi serta bagaimana implementasi IKU dapat diterapkan secara optimal di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan instrumen yang digunakan oleh perguruan tinggi untuk mengukur capaian kinerja dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, pembahasan mengenai IKU menjadi penting karena berkaitan langsung dengan upaya peningkatan kualitas akademik, pengembangan penelitian, serta kontribusi nyata fakultas kepada masyarakat. Melalui pembahasan ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum berupaya memperkuat pemahaman mengenai indikator-indikator yang menjadi penilaian kinerja perguruan tinggi, sekaligus menyesuaikan berbagai program dan kegiatan yang ada di lingkungan fakultas agar sejalan dengan target capaian IKU. Hal ini diharapkan dapat mendorong setiap program studi, unit kerja, serta seluruh civitas akademika di lingkungan FISH untuk berperan aktif dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kinerja institusi. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi untuk mengevaluasi berbagai langkah yang telah dilakukan serta merumuskan strategi yang dapat mendukung pencapaian target IKU di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Dengan adanya pembahasan ini, diharapkan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta dapat terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kepada masyarakat (NR & GS). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (34) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (24) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (38) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (36) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ dan NIDA Thailand Perkuat Kerja Sama Internasional melalui Penandatanganan MoA
Jakarta, 2 Maret 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Focus Group Discussion (FGD) kerja sama internasional bersama National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand, sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung K FISH UNJ Lantai 2, Ruang 212, yang menjadikan forum dialog produktif untuk merumuskan arah kemitraan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan daya saing global. Kegiatan dihadiri langsung oleh Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., serta Associate Professor sekaligus Dekan Graduate School of Communication Arts Management and Innovation dari National Institute of Development Administration (NIDA) Thailand, Asawin Nedpogaeo, Ph.D. Turut hadir jajaran Wakil Dekan FISH UNJ, Ketua dan Sekretaris Senat Akademik FISH, serta para Koordinator Program Studi. Kegiatan dibuka oleh Duta FISH UNJ dan dilanjutkan dengan sambutan Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., selaku Dekan FISH, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi NIDA Thailand sekaligus menegaskan pentingnya memperluas jejaring akademik internasional sebagai bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi. Dalam sambutannya, dekan FISH UNJ juga menegaskan komitmen fakultas untuk membangun kerja sama jangka panjang yang berkelanjutan. “We really would like to have a long-term cooperation with your university, particularly in research, teaching, and community services. We hope this discussion will open opportunities for academic exchange, involving our staff and students in international programs at your institution,” ujarnya. Memasuki agenda berikutnya, FISH UNJ memaparkan profil fakultas yang mencakup visi, program studi, capaian akademik, serta berbagai program yang telah dan akan dikembangkan. Pemaparan ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi kerja sama yang dapat dijajaki kedua institusi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara jajaran pimpinan dan perwakilan program studi dari kedua institusi. Diskusi membahas peluang kolaborasi konkret, mencakup kerja sama dalam bidang pendidikan, riset, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. Dalam paparannya, Prof. Asawin menyampaikan bahwa NIDA membuka peluang bagi lulusan FISH UNJ, khususnya dari Program Studi Ilmu Komunikasi, untuk melanjutkan studi magister di Thailand. Ia menegaskan bahwa NIDA memiliki program internasional berbahasa Inggris yang dirancang untuk menjangkau mahasiswa dari berbagai negara. Menurutnya, bidang komunikasi di Thailand telah berkembang pesat selama lebih dari empat dekade, seiring dengan pertumbuhan industri media. Dalam 15 tahun terakhir, NIDA melakukan transformasi kurikulum dengan memasukkan aspek inovasi dan teknologi digital ke dalam studi komunikasi. “Communication in Thailand has been popular for more than 40 years. But today, we move forward with innovation and digital integration, digital marketing, data analytics, big data, and AI. Communication is no longer only about traditional media, but also about virtual and digital transformation,” jelasnya. Diskusi tersebut juga menyinggung peluang pemberian beasiswa bagi mahasiswa internasional serta kemungkinan kerja sama penelitian tematik dalam bidang komunikasi, media digital, dan isu-isu sosial kontemporer. Hal ini disambut antusias oleh para Koordinator Program Studi yang melihat potensi besar kolaborasi lintas negara dalam penguatan kapasitas akademik dan internasionalisasi kurikulum. Dalam rangkaian kegiatan ini, kedua institusi juga melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai payung hukum kerja sama yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat komitmen kolaborasi jangka panjang antara Universitas Negeri Jakarta melalui FISH UNJ dan NIDA Thailand. Assoc. Prof. Asawin Nedpogaeo, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari FISH UNJ serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara di kawasan Asia. “I am glad to be here. Collaboration is very significant for us. In Thailand, we believe that strong academic communication and international partnerships are essential, otherwise institutions will be left behind. That is why this year we emphasize special collaborations like this,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa NIDA memiliki struktur pendidikan yang kuat, dengan penekanan pada riset dan tahapan akademik yang sistematis, di mana mahasiswa menyelesaikan sejumlah mata kuliah inti sebelum memasuki fase penelitian. Menurutnya, model tersebut membuka peluang besar untuk kolaborasi riset bersama dan pertukaran akademik antar institusi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kemitraan yang telah terjalin, sekaligus penegasan komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti hasil diskusi dalam program-program kolaboratif yang konkret dan berkelanjutan. Sebagai mitra strategis, National Institute of Development Administration (NIDA) merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Thailand yang berfokus pada bidang administrasi publik, kebijakan, pembangunan, dan ilmu sosial. Berdasarkan SCImago Institutions Rankings (SIR) 2025, NIDA secara konsisten menempati posisi 10 besar nasional di Thailand. SCImago Institutions Rankings merupakan sistem pemeringkatan global yang disusun berdasarkan kinerja publikasi ilmiah, tingkat sitasi, serta dampak penelitian yang terindeks dalam basis data Elsevier Scopus. Capaian tersebut menunjukkan bahwa NIDA memiliki reputasi akademik yang kuat serta kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global. Kolaborasi ini sekaligus menegaskan komitmen FISH UNJ untuk bermitra dengan institusi bereputasi internasional dalam rangka meningkatkan daya saing dan eksposur global sivitas akademika. Penulis: MARL, HH, & JAH Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (9) Pengabdian (10) Pengajaran (23) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (37) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (35) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026 Dorong Inklusivitas lewat Tema “Melawan Stigma, Merangkul Toleransi”
Jakarta, 7 Februari 2026 – Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026 bertema “Melawan Stigma, Merangkul Toleransi” sukses digelar di Gedung Kisam Dji’un, Jakarta Timur, dengan dukungan sejumlah lembaga termasuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi komunitas marjinal untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan potensi seni mereka, sekaligus memperkuat pesan inklusivitas di ruang publik. Acara ini merupakan fase final dari rangkaian lomba seni yang meliputi lomba menari, lomba puisi, dan lomba mewarnai, serta ditutup dengan pertunjukan festival seni dari berbagai komunitas. Lomba tari dan puisi diselenggarakan di Panggung Auditorium, sementara lomba mewarnai berlangsung di Ruang Kaca yang masing-masing menjadi pusat aktivitas peserta sepanjang kegiatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, pengarahan lomba, perkenalan dewan juri, hingga sesi foto bersama. Acara ini juga turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan lembaga, antara lain Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur, Berkah Shadaya, S.STP., M.Si., Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Agata Bayu Saputra, S.STP, serta Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi, beserta jajaran undangan dan perwakilan lembaga mitra. Acara ini digagas oleh Dr. Shahibah Yuliani, S.Sos., M.Pd., yang juga merupakan dosen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini menjadi ruang ekspresi bagi komunitas marjinal untuk menyalurkan kreativitas mereka melalui berbagai cabang seni. “Acara Festival Seni Kaum Marjinal ini adalah ajang untuk berekspresi bagi teman-teman yang tentu saja mengungkapkan rasa kreativitasnya dalam bentuk tari, puisi, dan juga mewarnai,” ujarnya. Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur, Berkah Shadaya, S.STP., M.Si., yang menyampaikan bahwa saat menjabat, ia memiliki cita-cita untuk menghadirkan ruang bagi para seniman marjinal, khususnya mereka yang menggantungkan hidup dari seni jalanan. “Selama saya menjadi Kepala Suku Dinas Kebudayaan, memang ada cita-cita saya untuk membuat kegiatan yang mengajak saudara-saudara kita yang selama ini menjadikan seni sebagai mata pencaharian di jalanan.” Dengan itu, Ia menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026. Ia menyoroti bahwa istilah marjinal merepresentasikan kelompok masyarakat yang terpinggirkan, namun memiliki potensi besar untuk berkarya. “Mudah-mudahan dengan event seperti ini, saudara-saudara kita dari kaum marjinal bisa mendapatkan kepedulian dan perhatian dari kita semua,” ujarnya. Ia juga menambahkan harapan agar festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian, dukungan, dan pengakuan terhadap kreativitas kaum marjinal. Berbagai penampilan festival juga turut memeriahkan acara. Sejumlah pertunjukan yang tampil antara lain Angklung Cipinang Muara, Hadrah LKSA Al-Ma’un, Tarian Dinas Sosial Panti Sosial Bina Laras, Seniman Jalanan (Biola Violin Revolusi), Drama Musikal “7 Kebiasaan Anak Indonesia Sehat” oleh siswa SD Muhammadiyah 09 Plus, Hadrah Rusun Samawa, Angklung Seniman Cijantung Fahmi Senja, serta Teater Menong binaan Sanggar Sinar Batavia. Sementara pada sesi perlombaan, sejumlah finalis tampil dalam lomba baca puisi berjudul “Membaca Tanda Tanya” karya Taufik Ismail, serta penampilan kelompok tari dari Forum Komunikasi Anak Spesial Indonesia (FKSI) dengan membawakan lagu-lagu Betawi, seperti Ondel-Ondel, Kembang Jatoh, dan Kicir-Kicir. Sebanyak tujuh kelompok penari yang tampil, di antaranya Grup Harmony, Grup Kawan Peduli, Grup Lestari, Grup The Boys, Grup Cempaka, Grup Edelweiss, dan Grup Pelangi. Adapun pemenang lomba mewarnai diraih oleh Karin Tasya Selvia (Juara 1), Nanda (Juara 2), dan Siti Sanita (Juara 3). Pada lomba puisi, diraih oleh Abdul (Juara 1), disusul Alfridho Nugi Pratama (Juara 2) dan Azizah Salsabila (Juara 3). Sementara itu, lomba tari dimenangkan oleh Grup Pelangi (Juara 1), Grup The Boys (Juara 2), dan Grup Kawan Peduli (Juara 3). Melalui Festival Seni Kaum Marjinal Jakarta Berkarya 2026, UNJ dan para mitra menegaskan komitmennya dalam melawan stigma, merangkul toleransi, serta membuka ruang partisipasi yang setara bagi komunitas marjinal. Penulis: GIC & NA Editor: NH TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (17) Penelitian (8) Pengabdian (10) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (36) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (34) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
FISH UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Mitra Industri untuk Siapkan Lulusan Adaptif di Era Digital
Dekanat FISH UNJ dengan Mitra Industri pada Employer Meeting 2026 Jakarta, 27 Januari 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), menyelenggarakan Employer Meeting 2026 bertema “Bridging the Gap: Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mencetak Lulusan FISH yang Adaptif di Era Digital”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Syafei Lantai 8, Kampus UNJ ini menjadi forum strategis untuk mempertemukan dunia akademik dengan mitra industri dalam rangka menyelaraskan kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata dunia kerja. Employer Meeting dirancang sebagai bagian dari penguatan kebijakan link and match antara perguruan tinggi dan pengguna lulusan. Hadir dalam kegiatan ini Dekan FISH UNJ, para Wakil Dekan, Direktur Inovasi UNJ, Koordinator Program Studi, dosen, serta perwakilan mitra industri, institusi pemerintahan, dan lembaga pendidikan yang menjadi pengguna lulusan FISH UNJ. Ketua pelaksana kegiatan, Firdaus Hadi Santosa, M.Pd., menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus pengumpulan umpan balik strategis bagi fakultas. “Kami menyadari bahwa hasil dari diskusi kita pada hari ini sangat krusial agar lulusan kami bisa memiliki kompetensi akademis, tetapi juga memiliki kemampuan yang adaptif, profesional dan siap berkontribusi di daerah digital,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. dalam sambutannya menekankan pentingnya mendengar suara pengguna lulusan secara langsung. Ia merefleksikan bahwa penyusunan kurikulum perguruan tinggi selama ini kerap terlalu bertumpu pada pendekatan akademik dan studi banding antarkampus, tanpa cukup mempertimbangkan pengalaman serta penilaian dunia kerja terhadap kompetensi lulusan di lapangan. “Selama ini, kami harus merefleksikan bahwa penyusunan kurikulum di perguruan tinggi seringkali terlalu textbook, hanya berkiblat pada studi banding ke kampus unggulan, atau sekadar kajian akademik. Kadang kami lupa mendengarkan langsung suara pengguna lulusan, padahal merekalah yang paling tahu dan akan menilai kompetensi nyata lulusan kita di lapangan,” ujarnya Menurutnya, Employer Meeting menjadi ruang dialog yang jujur dan terbuka antara akademisi dan praktisi, sehingga kurikulum tidak hanya textbook-based, tetapi juga kontekstual dan aplikatif. Lebih dari sekadar forum diskusi, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas dan memperkuat jejaring kerja sama lintas lembaga, termasuk dengan mitra yang sebelumnya belum berkolaborasi dengan FISH UNJ. “Kami berharap diskusi ini berlangsung secara terbuka dan jujur. Lebih dari sekadar dialog, kegiatan ini harus menjadi momentum untuk memperluas dan memperkuat jejaring kerjasama antarlembaga, termasuk bagi institusi yang belum pernah berkolaborasi sebelumnya. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum sangat terbuka untuk membangun kerja sama strategis demi meningkatkan kualitas pendidikan serta relevansi lulusan kami,”ujarnya Sebagai wujud konkret penguatan kolaborasi, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FISH UNJ dan mitra industri, yakni HRD Blue Sky Group Agung Santoso, S.H., M.M., serta Director of Public and Government Affairs Eduversal Foundation Alfin Raditya. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang pengembangan program magang, riset terapan, serta penyerapan lulusan. Penandatanganan MoU Dekanat FISH UNJ dengan Blue Sky Group Paparan mengenai arah kurikulum FISH UNJ dan peluang kerja sama disampaikan oleh Agung Santoso, S.H., M.M., Dr. Kurniawati, M.Si., dan Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si. Diskusi dipandu oleh Indah Fajar Rosalina, M.I.Kom. dan berlangsung interaktif hingga sesi tanya jawab, yang mencerminkan keterlibatan aktif para peserta dalam memberikan masukan substantif. Sebagai bentuk apresiasi, Dekan FISH UNJ menyerahkan sertifikat dan plakat kepada narasumber. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama mitra dan sivitas akademika. Melalui Employer Meeting 2026 ini, FISH UNJ menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman serta membangun sinergi berkelanjutan antara dunia akademik dan dunia kerja. Dengan kolaborasi strategis yang konsisten, FISH UNJ optimistis dapat mencetak lulusan yang relevan, kompetitif, dan siap berkontribusi secara nyata di era digital.[] Penulis: AF, JRPS, & RDS Editor: TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (16) Penelitian (8) Pengabdian (9) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (35) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (33) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru
Seminar Nasional PPKN Tegaskan Kolaborasi Strategis UNJ–Undiksha Hadapi Era Digital dan Society 5.0
Seminar Nasional bertajuk “Transformasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Era Digital dan Society 5.0 untuk Mewujudkan Warga Negara yang Berkelanjutan” terselenggara Selasa, 20 Januari 2026, Aula Bung Hatta, Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan akademik nasional ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi PPKN UNJ serta Program Studi PPKN Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Acara dibuka dengan sambutan Rektor UNJ Prof. Dr. Komarudin. Kehadiran pimpinan universitas menegaskan komitmen institusional UNJ terhadap penguatan pendidikan kewarganegaraan relevan tantangan era digital, sekaligus selaras agenda pembangunan berkelanjutan global. Rektor UNJ Prof. Dr. Komarudin menegaskan urgensi PPKn sebagai fondasi etika digital serta keberlanjutan sosial. “Transformasi digital mengubah pola interaksi sosial, politik, dan budaya. Praktik kewarganegaraan kini berlangsung intensif pada ruang digital sehingga membutuhkan fondasi nilai dan etika yang kuat agar kemajuan teknologi tidak menggerus kohesi sosial bangsa,” tegasnya. Pandangan tersebut menempatkan PPKn bukan sekadar mata pelajaran normatif, melainkan wahana strategis internalisasi nilai Pancasila, literasi digital, serta penguatan kewarganegaraan kritis dan reflektif Paparan keynote turut menyoroti tantangan kontemporer berupa disinformasi, ujaran kebencian, polarisasi identitas, serta kesenjangan antara percepatan teknologi dan kedewasaan etika publik. Konteks Indonesia yang plural menuntut kerangka nilai kebangsaan kokoh agar ruang digital berfungsi sebagai penguat persatuan, bukan sumber fragmentasi sosial. Perspektif tersebut mengaitkan langsung PPKn pada pencapaian Sustainable Development Goals terutama SDG 4 (Quality Education) melalui pendidikan berkarakter, SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan etika kewarganegaraan digital, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antarinstitusi. Koorprodi PPKN Undiksha Dr. I Putu Windu Mertha Sujana, S.Pd., M.Pd. menyampaikan tujuh ruang kerja sama strategis antarkedua program studi. Fokus kolaborasi mencakup pengabdian masyarakat, penelitian bersama, penulisan artikel ilmiah kolaboratif, pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penyelenggaraan seminar nasional, program visiting professor, serta pertukaran mahasiswa dan implementasi kebijakan MBKM lintas kampus. Kerja sama ini diproyeksikan memperluas dampak tridarma perguruan tinggi sekaligus meningkatkan daya saing akademik nasional. Koorprodi PPKN UNJ Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd. menyambut positif kemitraan tersebut seraya memaparkan penguatan jalur pendidikan lanjutan. Program Magister PPKN UNJ membuka skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan selesai selama dua semester atau satu tahun, selain kelas reguler berdurasi tiga semester serta program kerjasama antar lembaga. Skema ini memberi akses pendidikan fleksibel bagi guru serta praktisi pendidikan kewarganegaraan, sejalan SDG 4 tentang pembelajaran sepanjang hayat. Penandatanganan IA menjadi tonggak awal implementasi konkret kerja sama UNJ–Undiksha. Kesepakatan ini menegaskan komitmen kedua institusi membangun ekosistem akademik kolaboratif, adaptif perkembangan teknologi, serta berorientasi keberlanjutan sosial. Sinergi tersebut diharapkan melahirkan inovasi kurikulum, riset terapan, serta praktik pendidikan PPKn relevan kebutuhan warga negara era Society 5.0. Seminar nasional ini tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga simbol konsolidasi nilai kebangsaan pada lanskap digital. Kolaborasi lintas perguruan tinggi seperti UNJ dan Undiksha memperkuat posisi pendidikan tinggi sebagai aktor kunci pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memastikan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tetap kontekstual, transformatif, serta berdampak luas bagi masyarakat Indonesia.[] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (16) Penelitian (6) Pengabdian (7) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (33) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (32) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru