Jakarta, 15 Juni 2026 – Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), menyelenggarakan INTEREST (Integrated Public Relations) Festival 2026 sebagai ruang apresiasi budaya, kreativitas, dan ekspresi mahasiswa. Kegiatan ini menghadirkan rangkaian acara berupa pameran foto, bazar, talkshow budaya, dan fashion show yang menampilkan keberagaman budaya Nusantara maupun mancanegara. INTEREST 2026 menjadi bagian dari upaya program studi dalam menghadirkan pembelajaran di luar kelas yang mendorong mahasiswa untuk memahami budaya secara lebih kontekstual, kreatif, dan komunikatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai perancang, pelaksana, komunikator, sekaligus pelaku kreatif dalam sebuah kegiatan berbasis budaya. Acara dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan pembacaan doa, sambutan Ketua Pelaksana, serta sambutan Kepala Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ, Asep Soegiyarto, M.Si. Dalam sambutannya, ia memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Interest 2026 sebagai bentuk pengembangan kreativitas mahasiswa sekaligus penguatan wawasan kebudayaan dalam bidang hubungan masyarakat dan komunikasi digital. Setelah sesi sambutan, seluruh peserta dan panitia bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UNJ. Pembukaan kegiatan kemudian ditandai secara simbolis melalui pemukulan gong sebagai penanda dimulainya seluruh rangkaian Interest 2026. Rangkaian kegiatan inti dimulai dengan pameran foto dan bazar yang berlangsung secara bersamaan. Pameran foto menampilkan karya mahasiswa yang merekam beragam momen budaya dan kehidupan sosial. Melalui karya visual tersebut, mahasiswa diajak untuk melihat budaya bukan hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai realitas sosial yang hidup dalam keseharian masyarakat. Sementara itu, bazar menjadi ruang interaksi, kreativitas, dan pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Pada sesi talkshow budaya, Interest 2026 menghadirkan Mahsa Kamara dan Delvia Imira Ramadhani sebagai narasumber. Keduanya membahas isu seputar kebudayaan, identitas, dan relevansi budaya di era modern. Diskusi berlangsung interaktif dan membuka ruang refleksi bagi mahasiswa mengenai pentingnya memahami keberagaman sebagai bagian dari kehidupan sosial dan komunikasi publik. Puncak kegiatan INTEREST 2026 ditandai dengan sesi fashion show yang menampilkan busana dari berbagai ragam budaya. Para peserta tampil dengan kostum yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara maupun mancanegara. Peragaan busana ini menjadi simbol bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang perlu dirawat, diapresiasi, dan dikomunikasikan secara kreatif kepada publik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang fashion show dan juara foto terbaik. Apresiasi tersebut diberikan kepada peserta yang telah menampilkan kreativitas, keberanian, dan pemahaman budaya melalui karya maupun penampilan mereka. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama serta pembersihan area kegiatan oleh panitia dan peserta sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Penyelenggaraan INTEREST 2026 selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan kompetensi mahasiswa di luar ruang kelas. Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, terutama dalam upaya melestarikan warisan budaya, memperkuat identitas sosial, dan membangun ruang apresiasi budaya yang inklusif. Selain itu, INTEREST 2026 turut mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek peningkatan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, penguatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan kolaboratif dan berbasis proyek. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam manajemen acara, komunikasi publik, dokumentasi, kerja sama tim, dan pengelolaan aktivitas kreatif yang relevan dengan bidang kehumasan dan komunikasi digital. INTEREST 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan budaya, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ mampu menghadirkan program yang inklusif, edukatif, dan bermakna dalam merayakan keberagaman budaya sebagai fondasi membangun masyarakat yang harmonis. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (58) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (42) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (28) Program Unggulan (52) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Merayakan Keberagaman melalui Rayantara 2026, Ilmu Komunikasi UNJ Dorong Pemahaman Budaya Global
Jakarta, 9 Juni 2026 – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (IKOM UNJ) angkatan 2025 menyelenggarakan kegiatan pentas seni bertajuk “Rayantara 2026” pada Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang mengusung semangat keberagaman budaya ini berlangsung di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana, Kampus A UNJ, dengan menghadirkan berbagai penampilan seni dari mahasiswa. Rayantara 2026 merupakan kegiatan yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya melalui seni pertunjukan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai komunikasi antarbudaya yang menjadi bagian dari pembelajaran di Ilmu Komunikasi UNJ. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam memahami komunikasi antarbudaya melalui pertunjukan seni. Acara dibuka dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi UNJ, Dr. Dini Safitri, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan harapan agar kegiatan dapat berjalan sukses dan lancar serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, Wakil Dekan II FISH UNJ, Dr. Aris Munandar, M.Si., menyampaikan pentingnya memahami budaya masing-masing sebagai bagian dari komunikasi antarbudaya dalam masyarakat global. Melalui kegiatan ini, mahasiswa angkatan 2025 diharapkan mampu memahami keberagaman budaya antarnegara serta menjadi individu yang siap berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik di lingkungan global. Rayantara 2026 menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari seni tari, fashion show, drama musikal, hingga berbagai penampilan budaya yang merepresentasikan keberagaman. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui pembelajaran berbasis pengalaman serta penguatan nilai toleransi dan pemahaman lintas budaya. Acara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan penonton. Melalui Rayantara 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNJ angkatan 2025 menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media untuk mengenal, menghargai, serta membangun komunikasi lintas budaya (NA/AL/FISHMed 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (40) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (26) Program Unggulan (51) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ Gelar The Drip Market, Festival Lifestyle Berbasis Thrifting dan Kreativitas Generasi Muda
Jakarta, 1 Juni 2026 — Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), menyelenggarakan The Drip Market, sebuah festival lifestyle kreatif yang mengangkat tren thrifting sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan bagi generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di Teater Terbuka Universitas Negeri Jakarta dengan menghadirkan konsep yang memadukan sustainable fashion, kuliner, hiburan, serta ruang ekspresi kreatif mahasiswa. Mengusung tema “Find Your Flow, Own Your Show”, The Drip Market menjadi wadah bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengekspresikan identitas, kreativitas, serta kepedulian terhadap isu konsumsi berkelanjutan. Festival ini diselenggarakan oleh mahasiswa semester 4 Program Studi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah Manajemen Event. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori penyelenggaraan acara di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam merancang, mengelola, mempromosikan, dan melaksanakan sebuah event secara profesional. Proses tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa di bidang perencanaan kegiatan, kerja sama tim, komunikasi publik, pengelolaan tenant, hingga pelayanan pengunjung. The Drip Market menghadirkan 16 tenant yang terdiri atas pelaku UMKM dan brand lokal dari kategori thrift fashion serta food and beverage. Kehadiran tenant tersebut tidak hanya memberikan variasi produk bagi pengunjung, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas. Melalui kolaborasi ini, kegiatan mahasiswa turut membuka ruang promosi bagi UMKM dan brand lokal untuk menjangkau pasar generasi muda. Tren thrifting yang diangkat dalam festival ini menjadi salah satu bentuk respons kreatif terhadap isu limbah tekstil dan pola konsumsi berlebihan. Dengan memilih, menggunakan kembali, dan mengolah gaya berpakaian melalui produk preloved, generasi muda diajak untuk melihat fashion bukan hanya sebagai tren, tetapi juga sebagai bagian dari kesadaran lingkungan dan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab. Selain bazar, The Drip Market juga menghadirkan berbagai program pendukung yang dirancang untuk menciptakan suasana festival yang interaktif, inklusif, dan menyenangkan. Beberapa di antaranya adalah kompetisi outfit serta permainan interaktif seperti Pin It Fast, Blind Box, Guess the Price, Trivia Quiz, dan Find Your Twin. Rangkaian aktivitas ini mendorong pengunjung untuk terlibat secara aktif, membangun interaksi sosial, serta merasakan pengalaman festival yang dekat dengan budaya anak muda. Penyelenggaraan The Drip Market juga selaras dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan pembelajaran yang aplikatif, mendukung UMKM lokal, serta mengampanyekan praktik konsumsi yang lebih berkelanjutan. Dari sisi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, kegiatan ini turut berkontribusi pada penguatan pembelajaran berbasis pengalaman di luar kelas, relevansi kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja, serta peningkatan kualitas pembelajaran melalui metode project-based learning. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari proses penyelenggaraan event, berinteraksi dengan mitra eksternal, dan mengasah keterampilan profesional yang relevan dengan industri pariwisata, event, dan ekonomi kreatif. Melalui The Drip Market, Prodi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat dikembangkan secara kreatif, kontekstual, dan berdampak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan ekspresi gaya hidup generasi muda, tetapi juga ruang pembelajaran yang menghubungkan mahasiswa dengan isu keberlanjutan, kewirausahaan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. FISH UNJ berharap penyelenggaraan The Drip Market dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus menghadirkan kegiatan inovatif yang tidak hanya menarik secara visual dan rekreatif, tetapi juga memiliki nilai edukatif, sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat luas (UPW 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (39) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (25) Program Unggulan (50) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Berkolaborasi dengan BPBD DKI Jakarta Gelar Edukasi Mitigasi Bencana dan Pertolongan Pertama
Jakarta, 2 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kegiatan edukasi mitigasi bencana dan pertolongan pertama bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dengan menghadirkan narasumber dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 2 Juni 2026, di Ruang Serbaguna (RSG) Gedung K, FISH UNJ. Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Dekan FISH UNJ yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Dr. Aris Munandar, M.Si. Dalam pembukaan tersebut, FISH UNJ menegaskan pentingnya peningkatan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana, baik yang berkaitan dengan kondisi lingkungan, perubahan iklim, maupun situasi darurat di lingkungan sekitar. Kehadiran BPBD DKI Jakarta dalam kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga kebencanaan serta kemanusiaan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Basuki Rakhmat selaku Ketua Subkelompok Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga BPBD DKI Jakarta. Materi pertama disampaikan oleh Ahmad Fauzan Fadlan, S.E., M.M., Relawan Penanggulangan Bencana BPBD, dengan tema “Mitigasi Bencana: Tata Kelola Bencana, Perubahan Iklim, dan Kesiapsiagaan Masyarakat.” Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai manajemen bencana, siklus penanggulangan bencana, mitigasi bencana, adaptasi bencana, serta keterkaitan antara perubahan iklim dan meningkatnya potensi bencana alam. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga harus dipersiapkan sejak tahap pra-bencana. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi aspek penting dalam mengurangi risiko, meminimalisasi dampak, serta membangun lingkungan kampus yang lebih tangguh terhadap situasi darurat. Sesi kedua menghadirkan Barkah Agus, Kepala Seksi PMR Relawan PMI Kota Jakarta Timur, yang membawakan materi “Pertolongan Pertama Umum.” Materi ini membahas prinsip dasar pertolongan pertama, penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD), praktik CPR atau Resusitasi Jantung Paru, serta penanganan luka dan cedera. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan saat menghadapi kondisi darurat medis. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama dinilai penting, terutama di lingkungan kampus yang melibatkan banyak aktivitas akademik, organisasi, dan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam membangun budaya kampus yang aman, peduli, dan responsif terhadap isu kemanusiaan serta kebencanaan. Melalui kolaborasi dengan BPBD DKI Jakarta dan PMI Kota Jakarta Timur, FISH UNJ berupaya memperkuat kapasitas sivitas akademika agar mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih siap, tangguh, dan berkelanjutan. Selain mendukung penguatan kapasitas kelembagaan, kegiatan ini juga sejalan dengan kontribusi perguruan tinggi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pada kepedulian sosial, kesiapsiagaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (38) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (24) Program Unggulan (49) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Eurasia Lecture Series 13 Bahas Transformasi Kota Jepang di Era AI dan Digitalisasi
Jakarta, 8 Juni 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik internasional melalui Eurasia Lecture Series 2026 Session 13. Kegiatan ini menghadirkan Riela Provi Drianda, Ph.D., Associate Professor dari Faculty of Urban Life Studies, Tokyo City University, Jepang, sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026 ini diselenggarakan secara hybrid. Narasumber menyampaikan materi secara daring melalui Zoom Meeting, sementara peserta mengikuti kegiatan secara luring di Ruang Serbaguna, Gedung K FISH UNJ. Melalui format ini, FISH UNJ terus memperkuat ruang pembelajaran global yang dapat diakses oleh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika. Pada sesi ke-13 ini, Eurasia Lecture Series mengangkat tema “How AI and Digitalization Are Transforming Japanese Cities”. Tema tersebut membahas bagaimana kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi berperan dalam mendorong perubahan tata kelola perkotaan, khususnya dalam konteks pembangunan kota-kota di Jepang. Dalam pemaparannya, Riela Provi Drianda menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan perkotaan. Pemanfaatan AI dan digitalisasi kini tidak hanya terlihat dalam sistem transportasi, tetapi juga dalam pelayanan publik, pengelolaan data kota, sistem otomasi, hingga pengembangan konsep smart city yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lebih lanjut, pemateri menekankan bahwa transformasi kota tidak dapat hanya dipahami sebagai proses teknologis. Menurutnya, keberhasilan pengembangan smart city juga sangat bergantung pada kemampuan berbagai pihak untuk membangun kolaborasi, mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar teknologi yang digunakan dapat menjawab kebutuhan warga secara lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada manusia. Pemateri juga menyoroti sejumlah tantangan dalam penerapan smart city di Jepang. Ia menjelaskan bahwa meskipun Jepang dikenal sebagai negara dengan kemajuan teknologi yang tinggi, pengembangan kota pintar masih menghadapi tantangan dalam memastikan bahwa teknologi benar-benar memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan human-centered menjadi penting agar inovasi digital tidak hanya berfokus pada kecanggihan sistem, tetapi juga pada kebutuhan, aksesibilitas, dan kualitas hidup warga kota. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Muhammad Aldi Hidayat Prasetyo, mahasiswa Program Studi Sosiologi angkatan 2024. Ia menanyakan bagaimana Jepang membiayai, mempertahankan, dan memperbarui teknologi smart city serta sistem otomasi agar tidak cepat usang dan tetap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Menanggapi pertanyaan tersebut, Riela Provi Drianda menjelaskan bahwa keberlanjutan smart city tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan melalui pajak atau investasi, tetapi juga dengan arah kebijakan, tata kelola, serta kesadaran untuk menjadikan teknologi sebagai alat yang mendukung kehidupan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengembangan smart city di Jepang masih perlu diarahkan agar lebih human-centered, inklusif, dan berbasis kolaborasi lintas disiplin. Penyelenggaraan Eurasia Lecture Series 2026 Session 13 ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Quality Education, SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure, SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities, serta SDG 17 tentang Partnerships for the Goals. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai hubungan antara teknologi, masyarakat, dan pembangunan kota berkelanjutan dalam perspektif global. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan pengalaman belajar mahasiswa di luar kelas, peningkatan kualitas pembelajaran melalui keterlibatan praktisi dan akademisi internasional, serta perluasan jejaring kerja sama akademik global. Eurasia Lecture Series menjadi salah satu bentuk kontribusi FISH UNJ dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat masa depan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri, dosen, mahasiswa, dan seluruh peserta. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, FISH UNJ berharap mahasiswa dapat mengembangkan perspektif kritis dalam memahami transformasi digital, khususnya bagaimana AI dan digitalisasi dapat membentuk masa depan kota yang lebih resilien, inklusif, dan berkelanjutan (BFA/SNA)/FISHMed 2026). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (58) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (41) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (11) Prodi (27) Program Unggulan (51) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Penguatan SDM Desa Wisata, Dosen Prodi UPW FISH UNJ Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Wisata Sukamandi Masagi Subang
Subang, Jawa Barat – Tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (Prodi UPW FISH UNJ), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Wisata Sukamandi Masagi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan SDM Desa Wisata Sukamandi” sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Program ini dihadiri oleh berbagai unsur penggerak wisata desa, di antaranya Kepala Desa Sukamandi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengelola homestay, Karang Taruna, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Kelompok Wanita pegiat UMKM desa. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Kegiatan diawali dengan sambutan pembukaan oleh Kepala Desa Sukamandi, Bapak Agus Setiawan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian berkelanjutan yang diberikan Universitas Negeri Jakarta, khususnya Prodi Usaha Perjalanan Wisata FISH UNJ, terhadap pengembangan Desa Wisata Sukamandi Masagi. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan UNJ sejak awal berdirinya desa wisata telah memberikan kontribusi penting dalam menggali dan mengembangkan berbagai potensi daya tarik wisata yang dimiliki Desa Sukamandi. Ia juga berharap kolaborasi antara Universitas Negeri Jakarta dan Desa Sukamandi dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Jenal Abidin S.Pd, M.M.Par, Lala Siti Sahara, M.Si, dan Candra Karismawan, M.Par. Dalam penyampaiannya, Jenal Abidin menekankan pentingnya peran pemilik homestay sebagai salah satu ruh utama dalam kegiatan wisata desa, khususnya dalam mendukung program wisata edukasi yang menjadi salah satu keunggulan paket wisata di Desa Wisata Sukamandi Masagi. Homestay tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga menjadi ruang interaksi budaya, pelayanan, dan pengalaman langsung bagi wisatawan untuk mengenal kehidupan masyarakat desa. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata; SDG 8: Decent Work and Economic Growth, melalui penguatan ekonomi lokal berbasis pariwisata, UMKM, dan homestay; serta SDG 11: Sustainable Cities and Communities, melalui pengembangan desa wisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, karena memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku wisata, BUMDes, pemuda, dan komunitas masyarakat. Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Jakarta berharap dapat terus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan desa wisata, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berdaya saing dan berkelanjutan (UPW FISH). Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (57) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (14) Pengajaran (37) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (8) Prodi (23) Program Unggulan (48) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Prodi PPKN FISH UNJ Gelar Kolokium Internasional di Universiti Sains Malaysia, Perkuat Jejaring Akademik dan Komitmen SDGs
Pulau Pinang, 7 Mei 2026 — Program Studi Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), melaksanakan kolokium internasional di School of Social Sciences, Universiti Sains Malaysia (USM) pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FISH UNJ dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education dan SDG 17: Partnerships for the Goals. Kolokium internasional ini diikuti oleh 22 mahasiswa Program Studi Magister PPKN UNJ dan 8 mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan IPS Universitas Lampung. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan akademik yang meliputi seminar, presentasi ilmiah, dan diskusi interaktif terkait isu sosial, kewarganegaraan, pendidikan, serta dinamika masyarakat global. Kegiatan ini disambut baik oleh Prof. Madya Mohamad Shaharudin Samsurinan, Dekan School of Social Sciences USM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya forum akademik internasional yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan akademisi dari Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, kolaborasi lintas negara merupakan langkah penting dalam memperluas perspektif akademik mahasiswa, membangun pemahaman lintas budaya, serta memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan gagasan dan hasil kajian akademik mereka dalam forum internasional. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan komunikasi akademik, tetapi juga mendorong keterampilan berpikir kritis, kepercayaan diri, dan kapasitas mahasiswa dalam memahami isu kewarganegaraan dari perspektif global. Dari perspektif SDGs, pelaksanaan kolokium internasional ini sejalan dengan SDG 4, yaitu penyediaan pendidikan berkualitas yang inklusif, relevan, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi global mahasiswa. Forum ini juga mendukung SDG 17 melalui penguatan kemitraan akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia sebagai bagian dari kerja sama pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Bagi FISH UNJ, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi fakultas dalam memperkuat reputasi akademik internasional melalui mobilitas akademik, pertukaran gagasan ilmiah, serta pengembangan kolaborasi pendidikan dan penelitian. Program Studi PPKN FISH UNJ terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi keilmuan, tetapi juga pada pembentukan warga global yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab. Dengan terselenggaranya kolokium internasional ini, Program Studi PPKN FISH UNJ berharap kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, khususnya Universiti Sains Malaysia, dapat terus diperkuat melalui program akademik berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan kewarganegaraan, penguatan jejaring akademik Asia Tenggara, serta peningkatan daya saing institusi di tingkat global. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (51) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (11) Pengajaran (30) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (22) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Dosen Rumpun Geografi FISH UNJ dan MGMP Geografi DKI Jakarta Perkuat Kompetensi Guru Berbasis Digital, Kebencanaan, dan Riset
Jakarta, 8 Mei 2026 — Rumpun Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) bekerja sama dengan MGMP Geografi SMA DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru Geografi Berbasis Digital, Kebencanaan, dan Riset untuk Pembelajaran Inovatif di DKI Jakarta.” Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026, di SMAN 2 Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 97 guru Geografi SMA dari lima wilayah DKI Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam memperkuat kapasitas guru sebagai aktor penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada pembelajaran geografi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, isu lingkungan, kebencanaan, serta kebutuhan riset pendidikan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kasi Kelembagaan dan Sumber Belajar Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Umaryadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kompetensi pembelajaran sekaligus mendorong guru untuk menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional dan karier. “Kegiatan ini merupakan upaya yang sangat baik bagi guru dalam meningkatkan kompetensi pembelajaran dan karya ilmiah, mengingat saat ini guru memiliki kewajiban menghasilkan karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan profesional,” ujarnya. Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala SMAN 2 Jakarta, Setianingrum. Ia menilai bahwa kehadiran para guru besar dan dosen ahli dari FISH UNJ memberikan penguatan akademik sekaligus motivasi bagi para guru untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan semangat akademik kepada kami selaku guru, tetapi juga memberikan pencerahan karena dibina langsung oleh guru besar dan dosen yang memiliki kepakaran luar biasa,” ungkapnya. Pada sesi utama, Guru Besar Geografi UNJ, Prof. Muhammad Zid, menyampaikan materi mengenai peningkatan kapasitas guru dalam penulisan ilmiah bidang geografi. Ia menegaskan bahwa guru memiliki banyak pengalaman pembelajaran, praktik baik, dan refleksi kelas yang dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah, opini pendidikan, maupun publikasi akademik. Menurut Prof. Muhammad Zid, budaya menulis merupakan bagian penting dari profesionalisme guru. Melalui tulisan ilmiah, guru tidak hanya mendokumentasikan pengalaman mengajar, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan mutu pendidikan, dan perluasan praktik baik pembelajaran geografi. Pelatihan juga menghadirkan penguatan kompetensi digital melalui materi yang disampaikan oleh Fauzi Ramadhoan A’Rachman mengenai pemanfaatan Generative AI dan Story Maps dalam pembelajaran geografi. Pada sesi ini, para guru diperkenalkan pada penggunaan kecerdasan buatan generatif untuk membantu penyusunan materi ajar, perencanaan pembelajaran, serta pengembangan narasi spasial berbasis peta digital yang lebih menarik dan kontekstual. Sementara itu, Tri Wandi Januar memberikan pelatihan mengenai penggunaan Google Earth Engine dalam pembelajaran geografi. Teknologi geospasial ini dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran berbasis data spasial, penginderaan jauh, dan analisis lingkungan yang relevan dengan isu kebencanaan, perubahan wilayah, serta pembangunan berkelanjutan. Materi lainnya disampaikan oleh Lona Syafana Pasya melalui pelatihan penggunaan NVivo untuk analisis data kualitatif. Penguatan ini ditujukan untuk membantu guru dalam mengelola data penelitian tindakan kelas, evaluasi pembelajaran, maupun riset pendidikan secara lebih sistematis, kredibel, dan berbasis bukti. Ketua MGMP Geografi DKI Jakarta, Denny Mawardi, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi guru dalam bidang digital, kebencanaan, dan riset menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran geografi yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. “Kami berharap guru Geografi DKI Jakarta semakin siap menghadirkan pembelajaran yang bermakna, aktual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus menjadi guru yang terus melakukan pengembangan profesional,” ujarnya. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kompetensi guru dan penguatan pembelajaran inovatif. Selain itu, materi kebencanaan, teknologi geospasial, dan pembelajaran berbasis data turut berkontribusi pada SDG 11: Sustainable Cities and Communities serta SDG 13: Climate Action, karena membekali guru dengan pengetahuan dan perangkat pembelajaran untuk memahami isu wilayah, lingkungan, risiko bencana, dan perubahan iklim secara lebih kontekstual. Melalui kegiatan PkM ini, Rumpun Geografi FISH UNJ menegaskan peran perguruan tinggi dalam membangun jejaring kolaboratif dengan sekolah dan komunitas guru. Kolaborasi antara FISH UNJ dan MGMP Geografi SMA DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan profesional guru secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi FISH UNJ dalam menghadirkan pendidikan geografi yang inovatif, humanis, berbasis riset, dan responsif terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (459) Internasionalisasi (49) Kemahasiswaan (18) Penelitian (15) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (40) Prestasi (7) Prodi (21) Program Unggulan (44) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ dan Promedia Group Gelar BRI CoreLab 2026, Dorong Literasi Konten Digital Mahasiswa di Era Media Sosial
Jakarta, 13 Mei 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) berkolaborasi dengan Promedia Group menyelenggarakan BRI Content Creator Laboratorium (CoreLab) 2026 di Aula Bung Hatta, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur, pada Rabu (13/5). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan industri konten digital, media sosial, serta peluang menjadi kreator dan jurnalis warga di tengah perubahan ekosistem media. Kegiatan BRI CoreLab 2026 menghadirkan sejumlah praktisi media dan industri konten, yaitu CEO Promedia Group Agus Sulistriyono, GM Media Network Promedia Group Agil Hari Santoso, serta Founder Jakarta Kolaborasi Terkini Network (JKTN) Media, Miko Susilo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai dinamika produksi konten, strategi membaca tren media sosial, serta pentingnya kreativitas dalam membangun komunikasi digital yang relevan dengan masyarakat. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumberdaya, Dr. Aris Munandar, M.Si., menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan pelaku industri media. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen FISH UNJ dalam memperkuat pengalaman belajar mahasiswa melalui kegiatan berbasis praktik, jejaring profesional, dan penguatan kompetensi komunikasi di era digital. Dalam pemaparannya, CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami peran penting media sosial sebagai ruang utama distribusi konten saat ini. Menurutnya, tren media sosial dapat menjadi acuan bagi para kreator dalam mengembangkan ide, menentukan gaya komunikasi, serta menjangkau audiens secara lebih luas. “Kami lebih menitikberatkan ke platform media sosial, sesuai dengan tren saat ini. Media sosial menjadi salah satu platform yang sangat digemari oleh semua kalangan,” ujar Agus Sulistriyono. Ia berharap kegiatan CoreLab di UNJ dapat mendorong mahasiswa untuk lebih banyak belajar tentang proses pembuatan konten digital yang kreatif, informatif, dan sesuai dengan karakter platform media sosial. Sementara itu, Founder JKTN Media, Miko Susilo, menyoroti peluang mahasiswa untuk berperan sebagai citizen journalist atau jurnalis warga. Ia menjelaskan bahwa konten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat memiliki potensi besar untuk menarik perhatian publik karena bersentuhan langsung dengan peristiwa dan kebutuhan informasi di sekitar mereka. “Kuncinya, coba buat konten-konten yang relate dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” tutur Miko Susilo. Ia juga menambahkan bahwa perangkat digital yang dimiliki mahasiswa saat ini dapat menjadi modal awal untuk berkarya, membangun kreativitas, dan mengembangkan peluang di industri konten. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ memperkuat posisinya sebagai fakultas yang adaptif terhadap perkembangan media dan komunikasi digital. BRI CoreLab 2026 tidak hanya menjadi pelatihan teknis pembuatan konten, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan literasi digital, kreativitas, dan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja di sektor media kreatif. Kegiatan ini relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Quality Education, khususnya dalam mendorong akses pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21. Dengan menghadirkan praktisi industri secara langsung ke ruang akademik, FISH UNJ terus berupaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa agar mampu menjadi komunikator, kreator, dan warga digital yang kreatif, bertanggung jawab, serta berdampak bagi masyarakat. [] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (458) Internasionalisasi (48) Kemahasiswaan (17) Penelitian (14) Pengabdian (10) Pengajaran (29) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (39) Prestasi (6) Prodi (20) Program Unggulan (42) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (22) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Seminar Nasional PPKN Tegaskan Kolaborasi Strategis UNJ–Undiksha Hadapi Era Digital dan Society 5.0
Seminar Nasional bertajuk “Transformasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Era Digital dan Society 5.0 untuk Mewujudkan Warga Negara yang Berkelanjutan” terselenggara Selasa, 20 Januari 2026, Aula Bung Hatta, Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan akademik nasional ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi PPKN UNJ serta Program Studi PPKN Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Acara dibuka dengan sambutan Rektor UNJ Prof. Dr. Komarudin. Kehadiran pimpinan universitas menegaskan komitmen institusional UNJ terhadap penguatan pendidikan kewarganegaraan relevan tantangan era digital, sekaligus selaras agenda pembangunan berkelanjutan global. Rektor UNJ Prof. Dr. Komarudin menegaskan urgensi PPKn sebagai fondasi etika digital serta keberlanjutan sosial. “Transformasi digital mengubah pola interaksi sosial, politik, dan budaya. Praktik kewarganegaraan kini berlangsung intensif pada ruang digital sehingga membutuhkan fondasi nilai dan etika yang kuat agar kemajuan teknologi tidak menggerus kohesi sosial bangsa,” tegasnya. Pandangan tersebut menempatkan PPKn bukan sekadar mata pelajaran normatif, melainkan wahana strategis internalisasi nilai Pancasila, literasi digital, serta penguatan kewarganegaraan kritis dan reflektif Paparan keynote turut menyoroti tantangan kontemporer berupa disinformasi, ujaran kebencian, polarisasi identitas, serta kesenjangan antara percepatan teknologi dan kedewasaan etika publik. Konteks Indonesia yang plural menuntut kerangka nilai kebangsaan kokoh agar ruang digital berfungsi sebagai penguat persatuan, bukan sumber fragmentasi sosial. Perspektif tersebut mengaitkan langsung PPKn pada pencapaian Sustainable Development Goals terutama SDG 4 (Quality Education) melalui pendidikan berkarakter, SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan etika kewarganegaraan digital, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antarinstitusi. Koorprodi PPKN Undiksha Dr. I Putu Windu Mertha Sujana, S.Pd., M.Pd. menyampaikan tujuh ruang kerja sama strategis antarkedua program studi. Fokus kolaborasi mencakup pengabdian masyarakat, penelitian bersama, penulisan artikel ilmiah kolaboratif, pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penyelenggaraan seminar nasional, program visiting professor, serta pertukaran mahasiswa dan implementasi kebijakan MBKM lintas kampus. Kerja sama ini diproyeksikan memperluas dampak tridarma perguruan tinggi sekaligus meningkatkan daya saing akademik nasional. Koorprodi PPKN UNJ Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd. menyambut positif kemitraan tersebut seraya memaparkan penguatan jalur pendidikan lanjutan. Program Magister PPKN UNJ membuka skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan selesai selama dua semester atau satu tahun, selain kelas reguler berdurasi tiga semester serta program kerjasama antar lembaga. Skema ini memberi akses pendidikan fleksibel bagi guru serta praktisi pendidikan kewarganegaraan, sejalan SDG 4 tentang pembelajaran sepanjang hayat. Penandatanganan IA menjadi tonggak awal implementasi konkret kerja sama UNJ–Undiksha. Kesepakatan ini menegaskan komitmen kedua institusi membangun ekosistem akademik kolaboratif, adaptif perkembangan teknologi, serta berorientasi keberlanjutan sosial. Sinergi tersebut diharapkan melahirkan inovasi kurikulum, riset terapan, serta praktik pendidikan PPKn relevan kebutuhan warga negara era Society 5.0. Seminar nasional ini tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga simbol konsolidasi nilai kebangsaan pada lanskap digital. Kolaborasi lintas perguruan tinggi seperti UNJ dan Undiksha memperkuat posisi pendidikan tinggi sebagai aktor kunci pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memastikan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tetap kontekstual, transformatif, serta berdampak luas bagi masyarakat Indonesia.[] Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (457) Internasionalisasi (33) Kemahasiswaan (16) Penelitian (6) Pengabdian (7) Pengajaran (22) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (33) Prestasi (5) Prodi (19) Program Unggulan (32) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (21) Berita Terbaru