Jakarta, 28 Oktober 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menerima kunjungan akademik dari Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) dalam rangka menjalin kerja sama lintas program studi untuk penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pertemuan berlangsung di Ruang 212, Gedung K, FISH UNJ. Dalam kegiatan ini, Undip mendelegasikan lima dosen dari Program Studi S1 Informasi dan Humas yang siap berkolaborasi dengan berbagai program studi di FISH UNJ, salah satunya Program Studi D4 Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital. Acara diawali dengan sambutan dari Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., yang memperkenalkan profil fakultas serta budaya akademik di lingkungan UNJ. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Koordinator Program Studi S1 Informasi dan Humas Undip, Arifa Rachma Febriani, S.I.Kom., M.I.Kom., yang menyampaikan antusiasme atas peluang kolaborasi antarprogram studi. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai bentuk komitmen kerja sama antara kedua institusi. Setelah itu, dilakukan diskusi ringan mengenai tata kelola program studi dan strategi pengembangan kurikulum sebagai masukan untuk keberlanjutan kerja sama. Dalam sesi diskusi, Koordinator Program Studi D4 Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital FISH UNJ, Asep Soegiarto, M.Si., menjelaskan bahwa transformasi dari jenjang D3 ke D4 atau sarjana terapan membawa perubahan signifikan dalam pendekatan kurikulum dan metode pembelajaran. “Perubahan ini berdampak pada peningkatan jumlah pendaftar setiap tahun, serta memperkuat keterkaitan dengan dunia industri melalui peran dosen praktisi dan mata kuliah berbasis praktik,” ujar Asep. Sementara itu, Arifa Rachma Febriani menekankan bahwa Program Studi S1 Informasi dan Humas Undip berasal dari Sekolah Vokasi yang berfokus pada benchmarking, praktik berbasis industri, serta penguatan citra program studi melalui pengembangan jurnal, laboratorium, dan teaching factory. Ia menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan peluang strategis untuk memperluas kolaborasi lintas institusi. “Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk FISH UNJ, sebagai bagian dari penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkap Arifa. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan dokumentasi bersama sebagai penanda kesepakatan awal kerja sama antaruniversitas. Diharapkan, pertemuan ini menjadi langkah awal yang selaras dalam mewujudkan sinergi akademik dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan. Penulis: NAEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (455) Internasionalisasi (26) Kemahasiswaan (13) Penelitian (3) Pengabdian (6) Pengajaran (19) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (22) Prestasi (3) Prodi (16) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
FISH UNJ dan Sentra Terpadu Inten Soeweno Jalin Kolaborasi untuk Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi
Jakarta, 7 November 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjalin kerja sama dengan Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) yang berfokus pada penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 212, Gedung K, FISH UNJ. Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi peningkatan graduasi penyandang disabilitas penerima Bantuan Sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Vokasional di STIS. Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan FISH UNJ, yakni Dr. Kurniawati, M.Si (Wakil Dekan I), Dr. Aris Munandar, M.Si (Wakil Dekan II), dan Dr. Elisabeth Nugrahaeni P.S, M.Si (Wakil Dekan III). Hadir pula Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor, Romal Uli Jaya Sinaga, S.IP., MPA, beserta tim kerja sama nasional. Dalam sambutannya, Dr. Elisabeth Nugrahaeni P.S menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya kerja sama ini setelah melalui proses yang cukup panjang. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini mencakup tiga aspek utama Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi mahasiswa yang sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL), agar mereka dapat berkontribusi langsung dalam kegiatan pendidikan dan riset di lingkungan mitra,” ujar Dr. Elisabeth. Sementara itu, Kepala STIS Bogor, Romal Uli Jaya Sinaga, menekankan pentingnya nilai-nilai bergerak, bekerja, dan berdampak sebagai prinsip dasar dalam pelaksanaan kerja sama. Ia mengutip pernyataan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, sebagai inspirasi dalam membangun kolaborasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. “Tiga kata kunci ini—bergerak, bekerja, dan berdampak—harus menjadi pedoman bersama dalam setiap langkah yang kita ambil,” tegas Romal. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoA dan IA oleh kedua pihak, serta pemberian plakat secara simbolis. FISH UNJ diwakili oleh Dr. Elisabeth Nugrahaeni P.S, M.Si, sementara pihak STIS Bogor diwakili oleh Romal Uli Jaya Sinaga, S.IP., MPA. Kegiatan ditutup dengan diskusi ringan dan sesi dokumentasi bersama di lobi Gedung K FISH UNJ. Melalui kerja sama ini, FISH UNJ menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi secara nyata dan inklusif, serta memperkuat kontribusi akademik dalam mendukung rehabilitasi sosial dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Penulis: AF, GICEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (455) Internasionalisasi (26) Kemahasiswaan (13) Penelitian (3) Pengabdian (6) Pengajaran (19) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (21) Prestasi (3) Prodi (16) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
FISH UNJ dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Perkuat Literasi Spasial Generasi Z dalam Penataan Ruang Laut Berkelanjutan
Jakarta, 30 Oktober 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoA dan IA) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan tema “Laut Sebagai Ruang Hidup: Literasi Spasial Generasi Z dalam Penataan Ruang Laut Berkelanjutan”, pada Kamis (30/10) di Aula Maftuchah Yusuf, Gedung Dewi Sartika, Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh civitas akademika dari dua program studi, yaitu S1 Ilmu Hukum dan S1 Geografi, serta diikuti oleh para dosen, mahasiswa, dan perwakilan dari Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP. Acara dibuka dengan sambutan oleh Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., yang menyampaikan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya laut. Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung tata kelola laut yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan. “Kerja sama ini menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam mendukung kebijakan tata ruang laut yang berkelanjutan. Mahasiswa harus menjadi garda depan dalam memahami laut sebagai ruang hidup yang menyatu dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Firdaus Wajdi dalam sambutannya. Usai sambutan, dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat terkait penataan ruang laut. Kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang menghadirkan pembicara dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebagai Keynote Speaker, Dr. Effin S.H., M.H., Sekretaris Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, menyampaikan pentingnya kesadaran spasial dalam memahami laut sebagai ruang hidup. Ia menegaskan bahwa penataan ruang laut bukan hanya urusan teknis, tetapi juga menyangkut keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir. “Penataan ruang laut bukan hanya urusan teknis, tetapi juga menyangkut keberlanjutan hidup masyarakat pesisir,” ujar Dr. Effin dalam paparannya. Ia juga menambahkan bahwa generasi muda perlu melihat laut tidak hanya sebagai sumber daya ekonomi, tetapi juga sebagai ruang hidup yang harus dijaga keseimbangannya. “Generasi Z memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Dengan literasi spasial, mereka bisa memahami laut bukan hanya sebagai sumber daya, tetapi sebagai ruang hidup yang harus dijaga,” jelasnya. Lebih lanjut, Dr. Effin menegaskan bahwa kolaborasi lintas disiplin antara bidang hukum, geografi, dan sosial sangat diperlukan untuk memastikan kebijakan tata ruang laut berjalan efektif dan berkelanjutan. “Ilmu hukum, geografi, dan sosial harus bersinergi. Tanpa dasar hukum yang kuat dan pemetaan yang tepat, penataan ruang laut berkelanjutan sulit diwujudkan,” tambahnya. Sementara itu, Amehr Hakim, S.Pi., M.Si., Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut KKP, sebagai narasumber, menekankan pentingnya data spasial sebagai dasar penyusunan kebijakan tata ruang laut yang akurat dan adaptif terhadap perubahan zaman. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang baik selalu berangkat dari data dan pemahaman ilmiah yang mendalam. “Kebijakan yang baik selalu berangkat dari data yang akurat. Karena itu, penataan ruang laut harus berbasis peta, bukan asumsi,” tegas Amehr Hakim. Ia menjelaskan bahwa laut Indonesia menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim hingga dorongan ekonomi biru, sehingga diperlukan pendekatan yang inovatif dan fleksibel. “Laut kita tidak bisa dikelola dengan pendekatan statis. Harus ada inovasi dan adaptasi agar kebijakan ruang laut tetap relevan dengan kondisi sosial dan ekologis yang terus berubah,” ungkapnya. Amehr juga mengapresiasi langkah UNJ dalam memperkuat kolaborasi akademik lintas bidang. Menurutnya, kerja sama ini menjadi contoh nyata bagaimana dunia pendidikan dapat berperan aktif dalam penguatan literasi spasial di kalangan generasi muda. “FISH UNJ menunjukkan bagaimana dunia akademik dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan literasi spasial dan kesadaran lingkungan bagi generasi muda,” tutupnya. Diskusi kuliah umum dipandu oleh Tri Wandi Januar, M.Sc., Ph.D., dosen Program Studi Geografi FISH UNJ, yang bertindak sebagai moderator. Ia mengapresiasi antusiasme mahasiswa dari kedua program studi yang terlibat aktif dalam sesi tanya jawab. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya tentang ilmu kelautan, tetapi juga tentang membangun cara berpikir spasial di kalangan mahasiswa. “Literasi spasial bukan sekadar peta, tapi cara kita memahami hubungan manusia dengan ruang hidupnya,” ujar Tri Wandi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin antara mahasiswa hukum dan geografi untuk memahami laut secara utuh. “Mahasiswa hukum bisa belajar soal batas kewenangan wilayah laut, sementara mahasiswa geografi belajar memetakannya. Ini sinergi yang konkret,” lanjutnya Sebagai penutup, Tri Wandi berharap kerja sama antara UNJ dan KKP dapat berlanjut dalam bentuk riset, kegiatan lapangan, dan proyek kolaboratif yang melibatkan mahasiswa secara langsung. “Semoga kerja sama UNJ dan KKP tidak berhenti di tanda tangan MoA saja, tapi terus berkembang ke riset dan aksi nyata di lapangan,” harapnya. Acara ditutup dengan pemberian sertifikat ke narasumber, dan dilanjut dokumentasi foto bersama. Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi spasial, keberlanjutan lingkungan, serta kolaborasi lintas ilmu demi terciptanya tata kelola ruang laut yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi generasi masa depan. Penulis: ASA Tim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (455) Internasionalisasi (26) Kemahasiswaan (13) Penelitian (3) Pengabdian (6) Pengajaran (19) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (20) Prestasi (3) Prodi (16) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
FISH UNJ Hadiri Rapat Tahunan HISPISI dan ICHELSS V di Surabaya
Surabaya, 24–26 Oktober 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Rapat Tahunan Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (HISPISI) dan The 5th International Conference on Humanities, Education, Law, and Social Sciences (ICHELSS) yang diselenggarakan di Harris Hotel & Conventions Satelit, Surabaya. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan hasil kolaborasi antara HISPISI dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dengan agenda utama berupa rapat tahunan organisasi dan seminar internasional yang menghadirkan pembicara dari berbagai negara. Delegasi FISH UNJ yang hadir terdiri dari unsur pimpinan dekanat dan 13 koordinator program studi, yaitu : Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. – Dekan FISH UNJ, Dr. Kurniawati, M.Si. – Wakil Dekan I, Dr. Aris Munandar, M.Si. – Wakil Dekan II, Dr. Elisabeth Nugrahaeni P.S., M.Si. – Wakil Dekan III, Para 19 koordinator program studi dari jenjang S1, S2, dan D4, termasuk Program Studi PPKn, Pendidikan Geografi, Pendidikan Sejarah, Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, dan lainnya. Kegiatan dimulai dengan guest lecture dan penandatanganan PKS antara FISH UNJ dengan FISIPOL dan FT UNESA pada Jumat (24/10), Kemudian pembukaan resmi oleh Rektor UNESA, Prof. Dr. Nur Hasan, M.Kes., dan Ketua Umum HISPISI, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., pada Sabtu pagi. Dalam sambutannya, Prof. Komarudin memaparkan mengenai “Reimagining Social Sciences in the Era of Societal Transformation: Innovations, Integration, and Impact for Sustainable Development Goals”. Pada kesempatan ini, Prof. Komarudin menguraikan pentingnya menata ulang arah ilmu sosial agar tetap relevan dengan tantangan zaman. Ia menekankan bahwa transformasi digital telah mengubah secara mendasar cara ilmu sosial mengamati dan memecahkan persoalan masyarakat. Seminar internasional menghadirkan pembicara dari berbagai institusi, seperti Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., Dr. Tufan Kutay Boran, dan Pedro Teixeira Isaias, Ph.D. Selain seminar, peserta juga mengikuti rapat tahunan HISPISI yang dipimpin oleh Dr. Lidya Lestari Sitohang, S.Si., M.Sc., serta sesi pleno yang membahas isu-isu strategis dalam pengembangan ilmu sosial di Indonesia. Kegiatan ditutup pada Minggu (26/10), Dekan FISH UNJ, pada kesempatan tersebut berharap, partisipasi aktif FISH UNJ dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan ilmu sosial, hukum, dan pendidikan humaniora di tingkat nasional dan internasional. WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (455) Internasionalisasi (26) Kemahasiswaan (13) Penelitian (3) Pengabdian (6) Pengajaran (18) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (19) Prestasi (3) Prodi (16) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
FISH UNJ Gelar Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Civitas Akademika
Jakarta, 22 Oktober 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi seluruh civitas akademika. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian fakultas terhadap kesehatan dan produktivitas dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Kegiatan berlangsung di Ruang Serbaguna, Gedung K Lantai 1 FISH UNJ, dan diawali dengan sesi penyuluhan kesehatan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bersama tim dari Puskesmas Pulo Gadung dan Puskesmas Rawamangun. Acara ini terselenggara atas kerja sama antara FISH UNJ, Puskesmas Pulo Gadung, dan Klinik Pratama UNJ. Sesi penyuluhan menjadi langkah awal yang penting dalam edukasi dan upaya pencegahan penyakit. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D. menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu civitas akademika mengenali kondisi kesehatannya secara dini. “Dengan begitu, kita dapat memitigasi atau mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam aspek kesehatan,” ujarnya. Lebih lanjut, Dekan FISH UNJ menekankan bahwa peningkatan kesehatan akan berdampak langsung pada produktivitas kerja dan belajar. “Kita tentu ingin mencegah penyakit, baik yang menular maupun tidak menular, agar lingkungan fakultas tetap sehat dan kondusif,” tambahnya. Terkait keberlanjutan program, Firdaus Wajdi, Ph.D. berharap kerja sama dengan Puskesmas Pulo Gadung dapat terus berlanjut sehingga pemeriksaan kesehatan dapat dilaksanakan secara rutin di masa mendatang. Ia juga mengungkapkan rencana untuk mengintegrasikan tema kesehatan ke dalam pembelajaran di lingkungan fakultas, termasuk kontribusi civitas akademika dalam pembuatan media penyuluhan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan FISH UNJ. Penulis: MAHNEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (455) Internasionalisasi (26) Kemahasiswaan (13) Penelitian (3) Pengabdian (6) Pengajaran (18) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (19) Prestasi (3) Prodi (16) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Talent Show Pemilihan Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ 2026 Sukses Digelar, Angkat Tema “Embracing Nusantara Identity, The Role of Youth in Society
Jakarta, 23 Oktober 2025 – Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menyelenggarakan acara Talent Show Pemilihan Duta FISH 2026. Acara meriah ini digelar di Gedung Ki Hajar Dewantara, UNJ. Talent Show merupakan salah satu rangkaian acara penting menuju Grand Final Pemilihan Duta FISH UNJ tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema besar “Embracing Nusantara Identity: The Role of Youth In Society”. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Dr. Kurniawati, M.Si., yang memberikan sambutan sekaligus pembukaan. Dalam sambutannya, Wakil Dekan I menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan mahasiswa untuk masa depan mereka. Beliau juga menyatakan rasa gembira di tengah keterbatasan waktu dan biaya, namun semua tidak terlihat karena semangat para peserta dan panitia. Sebanyak 14 finalis Duta FISH UNJ 2026 berpartisipasi dalam ajang unjuk bakat ini. Acara dibuka dengan tarian daerah yang ditampilkan oleh para finalis. Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan drama musikal khas nusantara. Para finalis menampilkan bakat mereka yang dibagi dalam penampilan tiap kelompok berdasarkan daerah, yaitu Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Selain mereka pandai dalam public speaking dan juga pandai dalam bahasa Indonesia, mereka juga harus bisa menunjukkan bakat dan kemampuan mereka. Bakat yang dicari beragam, mulai dari hobi olahraga, menari, hingga membaca puisi. Para peserta diharapkan dapat mendampingi berbagai kegiatan fakultas dan mengembangkan potensi mereka untuk jenjang karir yang lebih baik. Penilaian para finalis dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari tiga sosok berkompeten di bidangnya, Dr. Kurniawati, M.Si., yang menjabat sebagai Wakil Dekan I FISH, Gisti Silira Sekar Wigati, Mpok Kota Bekasi Berbakat 2025, dan Putra Bagas Dirgantara, Duta Genre DKI Jakarta 2024. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, telah terpilih pemenang Best Talent. Untuk kategori Best Talent Putra diraih oleh Praditya Adi Riadi dari program studi PPKN , sementara kategori Best Talent Putri dinobatkan kepada Hasna Luthfiyah dari Pendidikan Sosiologi. Rangkaian kegiatan ini akan mencapai puncaknya pada acara Grand Final Duta FISH UNJ 2026. Para finalis sedang menjalani masa karantina. Wakil Dekan I mengajak semua pihak untuk mendukung kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi masa depan para mahasiswa. Beliau juga menyemangati para suporter yang hadir, menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan mereka juga akan menjadi Duta di tahun berikutnya. Acara talent show diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama, termasuk dengan para orang tua yang hadir untuk menyemangati dan melihat penampilan anak-anak mereka. Penulis: MAHN dan SHM Editor: WPS Tim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (453) Internasionalisasi (26) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (18) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (18) Prestasi (3) Prodi (16) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
FISH UNJ Gelar FGD Bersama Prof. Umberto Pagano Bahas Inklusi Pendidikan di Italia
Jakarta, 16 Oktober 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Prof. Umberto Pagano, Ph.D., Associate Professor of Sociology dari University of Catanzaro, Italia. Diskusi ini membahas penelitian Prof. Umberto yang berjudul “Evaluating School Inclusion in Italy: A Shared Quality Index for Developing a More Inclusive Education for All.” Kegiatan berlangsung di Ruang 212, Gedung K FISH UNJ, dan dihadiri oleh sejumlah dosen dari berbagai program studi, khususnya Pendidikan Sosiologi dan Sosiologi. Turut hadir dalam kegiatan ini Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D.; Koordinator Program Studi Pendidikan Sosiologi, Suyuti, S.Pd.I., M.Pd.; serta Koordinator Program Studi Sosiologi, Dr. Rusfadia Saktiyanti Jahja, S.Sos., M.Si. FGD dibuka dengan sambutan dari Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D. yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Umberto dan memperkenalkan para dosen peserta diskusi sebagai bentuk pembuka dialog akademik. Dalam sesi utama, Prof. Umberto memaparkan hasil penelitiannya mengenai inklusi pendidikan di Italia, yang menekankan pentingnya pengembangan indeks kualitas bersama untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif. Diskusi berlangsung secara interaktif, dengan sejumlah dosen menyampaikan pertanyaan dan pandangan mereka terkait topik yang dipresentasikan. Prof. Umberto memberikan tanggapan yang komprehensif, membuka wawasan baru bagi peserta mengenai pendekatan inklusi dalam sistem pendidikan. Menjelang akhir kegiatan, Firdaus Wajdi, Ph.D. menyampaikan penutup yang merangkum esensi diskusi. “Saya rasa kita banyak belajar dari dukungan riset dan pengalaman Prof. Umberto. Indeks ini bukan hanya untuk mengukur, tetapi untuk menilai dan mengembangkan sistem pendidikan yang mampu memahami perbedaan antar siswa,” ujarnya. Dengan berakhirnya sesi diskusi, rangkaian kegiatan FGD resmi ditutup. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional dan memperkaya perspektif akademik dalam pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia. Penulis: DA & ELEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (452) Internasionalisasi (26) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (18) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (18) Prestasi (2) Prodi (16) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Kuliah Umum Pendidikan Sejarah UNJ Gali Identitas Bangsa Melalui Visual Majapahit
Jakarta, 15 Oktober 2025 — Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sukses menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Majapahit dalam Lensa Visual: Inspirasi Identitas dan Peradaban Bangsa Menuju Indonesia Emas.” Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif, yaitu Dr. Nur Aeni Marta, S.S., M.Hum., Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah FISH UNJ; M. Hasmi Yanuardi, S.S., M.Hum., Dosen Pendidikan Sejarah; serta Drs. Mohammad Shobirinoer Rasyid, Pemerhati Budaya dan Sejarah. Kuliah umum ini bertujuan memberikan wawasan baru mengenai pentingnya pelestarian dan pemaknaan sejarah Majapahit dalam membentuk identitas serta peradaban bangsa Indonesia. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum sebagai pewara acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., turut hadir dan menyampaikan apresiasinya dalam sambutan pembuka. “Acara ini sangat baik bagi generasi muda untuk mempelajari sejarah melalui lensa visual,” ujarnya. Kuliah umum yang berlangsung di Aula Labschool UNJ dipandu oleh Marah Bangun, S.S., sebagai moderator. Sebelum sesi diskusi dimulai, moderator memperkenalkan para narasumber dan menjelaskan alur kegiatan kepada peserta. Dalam sesi utama, para narasumber membedah buku “Wijaya: Buku Visual Majapahit” karya Heru Effendy. M. Hasmi Yanuardi menekankan pentingnya sejarah publik dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap warisan budaya bangsa, serta mengajak peserta berdiskusi mengenai isi buku tersebut. Drs. Mohammad Shobirinoer Rasyid menyoroti visi besar Kerajaan Majapahit dalam menyatukan Nusantara dan memperkenalkan beragam budaya kerajaan. Sementara itu, Dr. Nur Aeni Marta memberikan penjelasan mendalam tentang visualisasi sejarah sebagai sarana untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang disambut antusias oleh peserta. Di akhir acara, moderator menyampaikan kesimpulan dari pemaparan narasumber, diikuti dengan pemberian cinderamata sebagai bentuk apresiasi. Kuliah umum ditutup oleh Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sejarah visual sebagai media edukasi dan refleksi jati diri bangsa menuju Indonesia Emas. Penulis: CKG, VR, AG, dan JRPSEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (451) Internasionalisasi (25) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (17) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (18) Prestasi (2) Prodi (15) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Mahasiswa Humas dan Komunikasi Digital UNJ Ikuti Beauty and Handsome Class untuk Bangun Citra Profesional
Jakarta, 13 Oktober 2025 — Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sukses menyelenggarakan kegiatan Beauty and Handsome Class di Gedung Ki Hajar Dewantara, Lantai 8, Kampus A UNJ. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Hukum dan Etika Komunikasi yang bertujuan membentuk citra profesional mahasiswa, baik dari segi penampilan maupun sikap dalam berkomunikasi. Acara dibuka dengan sambutan dari dosen pengampu mata kuliah, Indah Fajar Rosalina, M.I.Kom., yang menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam membangun karakter profesional sebagai calon praktisi humas. Sambutan juga disampaikan oleh Koordinator Program Studi, Asep Soegiarto, S.I.Kom., M.Si. Sesi utama kegiatan diisi oleh Grooming and Attitude Class yang dibawakan oleh Iin Supriyatin Ramli. Dalam sesi ini, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai cara merawat dan menata penampilan, mulai dari kerapian hijab dan rambut, perawatan kuku, hingga pemilihan busana yang sesuai dengan etika profesional. “Dengan citra yang profesional, nilai kita akan berbeda dibandingkan dengan orang lain,” ujarnya. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik Beauty and Handsome Class yang dipandu oleh tim dari Wardah dan Kahf. Mahasiswa berkesempatan mencoba langsung teknik perawatan dan tata rias yang sesuai dengan karakter profesional di lingkungan kerja. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta, dosen, dan tim pemateri. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman bermakna dalam membangun citra diri sebagai calon komunikator dan praktisi humas yang profesional. Penulis: GIC, ZR & NLNEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (450) Internasionalisasi (25) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (16) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (18) Prestasi (2) Prodi (14) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
FISH UNJ Lakukan Dialog Internasional di CCU Taiwan, Perkuat Kolaborasi Lintas Budaya dalam Kajian Sosial dan Hukum
Jakarta, 30 September 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyambut baik partisipasi dalam kegiatan akademik internasional yang diselenggarakan oleh National Chung Cheng University (CCU), Taiwan. Kegiatan tersebut meliputi Forum KTT Eropa dan Asia Tenggara serta lokakarya yang menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka, di antaranya Prof. Christian Soffel dari Jerman dan Dr. Kurniawati, M.Si., Wakil Dekan I FISH UNJ. Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FISH UNJ dan Fakultas Humaniora CCU. Kerja sama ini membuka peluang strategis untuk kolaborasi riset di bidang ilmu sosial dan hukum, khususnya dalam kajian lintas budaya dan interdisipliner. Pertukaran gagasan antara mitra dari Eropa dan Asia Tenggara dinilai krusial dalam memahami dinamika global, tata kelola pemerintahan, sistem hukum komparatif, serta isu-isu sosial kontemporer. MoU ini menjadi landasan bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian bersama mengenai berbagai tantangan regional, seperti hak asasi manusia, kebijakan publik, dan hukum internasional. Lokakarya yang diselenggarakan turut menyoroti interpretasi ulang terhadap karya-karya klasik melalui pendekatan lintas disiplin. Dalam bidang ilmu sosial, kajian terhadap teks-teks klasik dari Asia Tenggara dan Tiongkok memberikan wawasan mendalam mengenai struktur kekuasaan, legitimasi politik, dan filsafat sosial yang membentuk sistem pemerintahan modern. Dialog intensif dengan akademisi Eropa memungkinkan perbandingan kritis terhadap teori-teori sosial Barat, sehingga memperkaya pemahaman komparatif tentang tata kelola global. Di sisi lain, dalam bidang ilmu hukum, pemahaman lintas budaya terhadap karya klasik berfungsi sebagai lensa untuk menelusuri akar filsafat hukum dan sistem nilai yang melandasi pembentukan hukum adat maupun hukum positif di berbagai yurisdiksi. Kajian ini sangat relevan dalam studi hukum komparatif, karena membantu mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan mendasar dalam kerangka normatif antarnegara. Rangkaian kegiatan budaya, seperti kunjungan ke Kuil Xingang Fengtian dan Upacara Konfusius di Taichung, juga menjadi bagian penting dari penelitian sosial. Menurut Rumpun Ilmu Sosial, pemahaman terhadap sistem kepercayaan dan warisan budaya suatu negara merupakan kunci dalam menganalisis kebijakan publik, interaksi sosial, dan evolusi hukum. Kunjungan ke situs budaya dan keagamaan seperti yang dilakukan Prof. Soffel menjadi praktik ideal dalam antropologi hukum dan sosiologi untuk menggali nilai-nilai sosial yang hidup dalam masyarakat. FISH UNJ berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif internasional semacam ini, guna memastikan bahwa pengajaran dan penelitian di bidang sosial dan hukum tetap relevan, kontekstual, dan berwawasan global. Penulis: MAHNEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (450) Internasionalisasi (25) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (15) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (18) Prestasi (2) Prodi (14) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru