Pengajaran Rachfiansyah (Ancha), Communication Manager Vital Strategies, membuka sesi guest lecture dengan pemaparan mengenai kampanye pengendalian tembakau dan komunikasi strategis. (Dok. IKom UNJ) Jakarta, 7 Oktober 2026 — Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta menghadirkan NGO Vital Strategies dalam guest lecture mata kuliah Globalization Issues yang diampu oleh dosen Nada Arina Romli, M.I.Kom. dan Noprita Herari, M.I.Kom. Bertajuk “From Social Engagement to Social Impact: Global Tobacco Control Campaigns,” kegiatan ini menghadirkan Yosef Rabindanata, Digital Communication Officer, dan Rachfiansyah (Ancha), Communication Manager Vital Strategies, untuk berbagi pengalaman mengenai peran komunikasi strategis dalam menghubungkan kampanye digital, advokasi, dan perubahan sosial. Vital Strategies merupakan organisasi kesehatan publik global yang bekerja bersama pemerintah dan masyarakat sipil melalui pengembangan sistem data, solusi kebijakan, komunikasi strategis, dan advokasi. Dalam isu pengendalian tembakau, Vital Strategies telah mengembangkan berbagai kampanye di sejumlah negara untuk meningkatkan kesadaran publik, membangun dukungan masyarakat, serta mendorong terciptanya lingkungan dan kebijakan yang lebih mendukung kesehatan publik. Melalui berbagai studi kasus, mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan kampanye komunikasi tidak semata-mata diukur melalui jumlah likes, views, shares, maupun interaksi di media sosial. Engagement menjadi bagian dari proses yang lebih panjang menuju social impact, mulai dari peningkatan kesadaran dan pengetahuan, perubahan persepsi dan sikap, hingga terbentuknya advokasi, aksi sosial, perubahan perilaku, dan dukungan terhadap kebijakan. Yosef menekankan bahwa kampanye juga perlu memperhitungkan intensitas dan keberlanjutan pesan. Paparan yang dilakukan secara terus-menerus dengan pendekatan serupa justru dapat memunculkan campaign fatigue pada audiens. “Kampanye tidak bisa dilakukan terus-menerus dengan cara yang sama. Ada campaign fatigue. Karena itu, kita perlu melihat kembali kapan kampanye dijalankan, kapan dihentikan, menganalisis bagaimana audiens merespons, kemudian mengevaluasi dan terus menyesuaikan strateginya,” ujar Yosef dalam pemaparan materinya. Tantangan tersebut semakin kompleks di tengah algoritma media sosial yang mempersonalisasi konten berdasarkan perilaku dan preferensi pengguna. Strategi kampanye karenanya perlu ditempatkan sebagai proses yang dinamis dan berulang, mulai dari riset, produksi dan distribusi pesan, pengukuran respons audiens, evaluasi, hingga penyesuaian strategi. Perbedaan karakteristik audiens juga menuntut pendekatan komunikasi yang berbeda, termasuk strategi untuk menjangkau kelompok sasaran yang belum terpapar kampanye. Alfiah Rahmawati (Vira), salah satu content creator dalam kampanye anti tembakau Vital Strategies di media sosial, berbagi temuan mengenai algoritma media sosial dan kemungkinan kampanye menjangkau audiens di luar target awal. (Dok. IKom UNJ) Pembahasan kemudian mengarah pada beragam taktik pemasaran digital industri tembakau, seperti advergaming, influencer promotion, entertainment and content marketing, community and event promotion, surrogate marketing, hingga brand extension. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan Canary, inisiatif pemantauan pemasaran tembakau digital yang menunjukkan bagaimana data dapat dikembangkan menjadi bukti untuk mendukung komunikasi publik, pemberitaan media, advokasi, dan kebijakan. Salah satu takeaway penting dari sesi tersebut adalah perlunya menghindari victim-blaming terhadap perokok. Komunikasi kesehatan publik perlu melihat persoalan secara lebih luas dengan mengkritisi struktur dan praktik pemasaran industri yang turut membentuk lingkungan konsumsi. Ketika perubahan pada tingkat kebijakan nasional menghadapi hambatan, advokasi juga dapat diperkuat melalui kerja bersama komunitas, masyarakat sipil, media, dan pemangku kepentingan di tingkat lokal. Dalam konteks tersebut, kreativitas menjadi kekuatan penting untuk membangun pesan yang relevan sekaligus mendorong perubahan. Rachfiansyah menutup diskusi dengan mengingatkan mahasiswa bahwa kreativitas merupakan kompetensi yang perlu terus dikembangkan oleh calon praktisi komunikasi, terutama ketika berhadapan dengan berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan kampanye. “Sebagai lulusan komunikasi, kemampuan kreatif itu harus terus diasah. Dalam membuat kampanye akan selalu ada rintangan dan hambatan, tetapi itu bukan berarti kita menghentikan langkah positif yang sedang dilakukan,” ujar Rachfiansyah. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa Ilmu Komunikasi FISH UNJ dalam mendiskusikan strategi kampanye, algoritma media sosial, dan pengukuran dampak komunikasi bersama para narasumber. (Dok. IKom UNJ) Kegiatan ini sekaligus melanjutkan jejak kolaborasi Vital Strategies dengan sivitas akademika UNJ. Pada 2018, Vital Strategies pernah melibatkan Program Studi Seni Rupa UNJ dalam kampanye #TheyLieWeDie, yang menggunakan seni dan kreativitas sebagai medium advokasi antitembakau sekaligus melibatkan anak muda dalam mengkritisi strategi pemasaran industri tembakau. Kolaborasi dalam isu serupa juga dilakukan pada 2015 bersama Program Studi Bimbingan dan Konseling UNJ melalui kampanye anti tembakau. E-flyer sesi Guest Lecture “From Social Engagement to Social Impact” menghadirkan praktisi NGO dari Vital Strategies pada Mata Kuliah Globalization Issues (Dok. IKom UNJ) Bagi FISH UNJ, guest lecture ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran yang mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman profesional dan persoalan global. Pembahasan pengendalian tembakau memiliki relevansi dengan SDG 3: Good Health and Well-being, sedangkan keterlibatan perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, media, dan pemangku kebijakan mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui pembelajaran kolaboratif tersebut, FISH UNJ memperkuat posisinya sebagai lingkungan akademik yang responsif terhadap isu global sekaligus mendorong mahasiswa menggunakan kompetensi komunikasi untuk kepentingan publik. Sesi ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat membuka ruang bagi engagement, tetapi kerja komunikasi tidak berhenti pada seberapa banyak orang melihat atau berinteraksi dengan sebuah pesan. Tantangan berikutnya adalah memastikan komunikasi mampu bergerak dari engagement menuju awareness, advocacy, action, dan pada akhirnya social impact. Penulis: Ryan/Andien Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (25) Pengabdian (27) Pengajaran (55) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (42) Prestasi (14) Prodi (35) Program Unggulan (62) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (37) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Booth at SNPPM 2026 Showcases Court Simulation Board Game and Community Engagement Publications
Booth FISH UNJ menampilkan hasil pengabdian masyarakat dalam SNPPM 2026, Rabu (30/9/2026). (Doc. FISHMed, 2026) Jakarta, 30 September 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menampilkan hasil pengabdian kepada masyarakat dari berbagai macam prodi dalam booth FISH di Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SNPPM) 2026. Kegiatan bertema “Membangun Masyarakat Berdaya Melalui Pengabdian Berdampak” ini digelar pada Rabu, 30 September 2026, di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika, Lantai 2, Kampus A UNJ. SNPPM 2026 menjadi ruang berbagi hasil pengabdian sekaligus penguatan tata kelola pengabdian di lingkungan UNJ. Ketua Pelaksana SNPPM 2026, Dr. Iwan Setiawan, M.Pd., berharap kegiatan ini membawa manfaat luas. “Kami berharap SNPPM 2026 tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya. Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., yang membuka acara melalui pemukulan gong, mengajak sivitas akademika memperkuat pengabdian. “Mari kita lakukan pengabdian masyarakat, tidak hanya soal diseminasi, tetapi juga tata kelola sehingga dapat memberikan dampak yang nyata bagi kampus,” tegasnya. Rangkaian acara diawali registrasi peserta pada pukul 08.30 WIB, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNJ, doa, serta tarian pembukaan. Setelah sambutan para pimpinan, peserta mengikuti sesi foto bersama yang melibatkan unsur pimpinan universitas, mulai dari Majelis Wali Amanat, Senat Universitas, hingga para dekan dan direktur pascasarjana. Acara kemudian memutar video Desa Binaan UNJ sebagai gambaran hasil pengabdian kampus di tengah masyarakat. Pada sesi utama, dua narasumber memaparkan materi, yaitu Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D. dan Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi., M.Si., Ph.D. Sesi ini dilanjutkan dengan tanya jawab serta penyerahan cinderamata kepada narasumber dan mitra sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin. Di booth FISH, pengunjung dapat melihat langsung karya pengabdian dari tiga program studi. Program Studi PPKn menghadirkan board game simulasi sidang yang mengajak peserta memahami alur dan peran dalam proses persidangan lewat permainan, sehingga materi hukum terasa lebih dekat dan mudah dipelajari. Program Studi Pendidikan Geografi menampilkan batuan untuk praktik pembelajaran yang dapat dilihat dan dipegang langsung oleh pengunjung. Sementara itu, Program Studi Ilmu Komunikasi memaparkan hasil pengabdiannya melalui banner yang memuat rangkaian kegiatan bersama masyarakat. Kunjungan Prof. Dr. Iwan Sugihartono, M.Si., Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., dan Prof. Dr. Achmad Husen, M.Pd. ke booth FISH UNJ dalam SNPPM 2026, Rabu (30/9/2026). (Doc. FISHMed, 2026) Setelah sesi pleno, SNPPM 2026 berlanjut dengan persembahan seni, pengarahan peserta, dan ISHOMA. Pada pukul 12.40 hingga 16.00 WIB, peserta mengikuti sesi paralel di dalam ruangan yang dipandu panitia dan moderator, sebelum acara resmi ditutup. Di tengah padatnya agenda tersebut, booth FISH menjadi salah satu titik yang menarik perhatian peserta karena menampilkan karya pengabdian yang bisa dilihat, dicoba, dan dibaca langsung. Fella Defilla, S.H., M.H. menjelaskan Board Game Simulasi Sidang sebagai salah satu Media dan Teknologi Pembelajaran dari Prodi PPKn FISH UNJ dalam SNPPM 2026, Rabu (30/9/2026). (Doc. FISHMed, 2026) Melalui keikutsertaan dalam SNPPM 2026, FISH UNJ membawa hasil pengabdian kepada masyarakat ke dalam bentuk yang dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan di lapangan selesai. Media belajar, karya visual, dan buku yang ditampilkan di booth menjadi sarana untuk menyebarluaskan kembali pengetahuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa, maupun pendidik. Pengemasan tersebut juga membuat materi pembelajaran lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk materi yang mengenalkan proses hukum dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Proses pengembangan luaran tersebut melibatkan masyarakat dan mitra sehingga pengetahuan yang dihasilkan tidak berhenti di lingkungan perguruan tinggi. Hasil kolaborasi kemudian dapat digunakan kembali dalam konteks pembelajaran maupun kebutuhan masyarakat, sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan media belajar yang mudah diakses dan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui pengenalan pengetahuan hukum kepada masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak dalam proses tersebut turut mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) sekaligus berkaitan dengan IKU 5 melalui lahirnya luaran kolaboratif. Ke depan, karya-karya pengabdian ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar pemanfaatannya menjangkau lebih banyak masyarakat. Penulis: JRPS, BMF TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (25) Pengabdian (27) Pengajaran (54) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (42) Prestasi (14) Prodi (35) Program Unggulan (62) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (37) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
Gamification Training Empowers SDN Kalimulya 3 Teachers to Develop Interactive Digital Learning
Sosialisasi Penggunaan Gamifikasi Dorong Guru SDN Kalimulya 3 Depok Kembangkan Pembelajaran Interaktif Berbasis Digital Gambar 1. Foto bersama peserta dan tim pelaksana setelah kegiatan sosialisasi gamifikasi di SDN Kalimulya 3, Cilodong, Depok (Dok. Tim Pelaksana, 2026) Depok, 15 Agustus 2026 — Upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pembelajaran terus dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Penggunaan Gamifikasi bagi Guru SDN Kalimulya 3, Cilodong, Depok. Kegiatan yang dilaksanakan di SDN Kalimulya 3 tersebut diikuti oleh 17 guru dari berbagai bidang studi dan guru kelas dengan tujuan meningkatkan keterampilan guru dalam memahami serta menerapkan gamifikasi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Gamifikasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan dengan mengintegrasikan unsur permainan, kuis, tantangan, dan aktivitas interaktif ke dalam pembelajaran sehingga mendorong keterlibatan siswa secara lebih aktif. Kegiatan diawali dengan sesi brainstorming untuk menggali pemahaman dan pengalaman para guru mengenai penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran. Sesi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai peluang serta tantangan penerapan gamifikasi di lingkungan sekolah dasar. Gambar 2. Sesi brainstorming mengenai penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran (Dok. Tim Pelaksana, 2026) Para peserta selanjutnya mengikuti demonstrasi dan praktik penggunaan sejumlah platform digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran berbasis gamifikasi, antara lain GameKit, Padlet, dan MagicSchool. Dalam sesi praktik, guru mencoba membuat beberapa aktivitas dan permainan edukatif, kemudian mempraktikkan penggunaannya sebagai simulasi kegiatan pembelajaran di kelas. Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik berlangsung. Para guru secara aktif mencoba berbagai fitur yang tersedia sekaligus mendiskusikan kemungkinan penerapannya sesuai dengan mata pelajaran, tingkat kemampuan, dan karakteristik siswa. Meskipun demikian, beberapa peserta mengalami kendala teknis karena praktik dilakukan menggunakan telepon seluler sehingga tampilan dan akses terhadap beberapa fitur platform belum dapat digunakan secara maksimal. Hasil survei evaluasi kegiatan menggunakan skala Likert 1–5 menunjukkan bahwa tiga indikator memperoleh penilaian tertinggi, yaitu kemampuan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan interaksi dalam pembelajaran, menyesuaikan platform digital dengan kebutuhan pembelajaran, serta menyesuaikan tingkat kesulitan aktivitas gamifikasi dengan kemampuan siswa. Sementara itu, indikator dengan nilai terendah terdapat pada frekuensi penggunaan gamifikasi dalam kegiatan pembelajaran. Temuan tersebut menunjukkan bahwa para guru telah memiliki pemahaman mengenai potensi teknologi dan gamifikasi dalam mendukung pembelajaran, tetapi penerapannya secara rutin masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa kendala yang teridentifikasi meliputi jaringan internet yang belum stabil, keterbatasan akses terhadap fitur platform gamifikasi berbayar, serta kebutuhan akan pelatihan lanjutan agar guru semakin terampil memilih dan mengembangkan aktivitas gamifikasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Melalui kegiatan ini, gamifikasi diharapkan tidak sekadar dipahami sebagai penggunaan permainan digital di dalam kelas, tetapi sebagai salah satu strategi untuk menciptakan proses belajar yang lebih partisipatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Peningkatan kompetensi digital guru menjadi bagian penting dalam memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat guna untuk mendukung pengalaman belajar siswa. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (26) Pengajaran (54) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (42) Prestasi (14) Prodi (35) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (37) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ International Lecturer Welcomes University of Sindh Academic to Discuss Global Issues and the Construction of Media Reality
Sesi International Lecturer untuk Mata Kuliah Globalization Issues pada Prodi S1 Ilmu Komunikasi (Dok. IKom, 2026) Jakarta, 23 September 2026 — Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menyelenggarakan kegiatan International Lecturer dalam mata kuliah Globalization Issues dengan menghadirkan Abdul Razaque Chhachhar, Ph.D., Assistant Professor pada Department of Media and Communication Studies, University of Sindh, Jamshoro, Pakistan. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi FISH UNJ angkatan 2024. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pembelajaran di lingkungan FISH UNJ dengan membuka ruang akademik lintas negara bagi mahasiswa. Dalam perkuliahan yang diampu oleh Nada Arina Romli, M.I.Kom., mahasiswa tidak hanya mempelajari isu global sebagai rangkaian peristiwa yang melampaui batas negara, tetapi juga diajak memahami bagaimana isu tersebut dipilih, dibingkai, didistribusikan, diinterpretasikan, hingga diperdebatkan melalui media dunia. Mengangkat tema “Global Issues in World Media,” Chhachhar menjelaskan bahwa isu seperti perubahan iklim, perang dan perdamaian, migrasi, pandemi, kemiskinan, kecerdasan artifisial, hak asasi manusia, serta ketahanan pangan dan energi menjadi isu media ketika memasuki ruang komunikasi publik, perdebatan, kebijakan, dan perhatian masyarakat. Ia menekankan bahwa perjalanan sebuah peristiwa menjadi berita global melewati berbagai tahapan, mulai dari observasi, seleksi berita, pemilihan sumber, framing, publikasi, distribusi melalui platform, hingga interpretasi audiens. Pemaparan Materi “Global Issues in Global Media” oleh Abdul Razaque Chhachhar, PhD (Dok. IKom, 2026) Salah satu pembahasan utama dalam kuliah tersebut adalah agenda-setting dan framing. Chhachhar menjelaskan bahwa perhatian media dapat memengaruhi isu apa yang dianggap penting oleh publik, sementara framing menentukan aspek tertentu dari realitas yang ditonjolkan dalam pemberitaan. Peristiwa yang sama, misalnya, dapat dikonstruksi sebagai persoalan keamanan, krisis kemanusiaan, masalah ekonomi, maupun perselisihan politik. “Media may not tell us exactly what to think, but through agenda-setting they influence what deserves our attention, and through framing they shape the lens through which we understand it. Therefore, being globally informed also means learning to ask: what is being highlighted, and what has been left outside the frame?” ujar Chhachhar dalam sesi perkuliahan. Pesan tersebut mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada aktivitas mengonsumsi informasi. Literasi media global membutuhkan kemampuan membandingkan sumber, memeriksa bukti, mengenali frame, serta menyadari suara atau perspektif yang tidak hadir dalam suatu pemberitaan. Materi perkuliahan juga menegaskan bahwa tidak ada satu media yang dapat memberikan gambaran lengkap atas kompleksitas sebuah isu global. Sesi perkuliahan diakhiri dengan tanya-jawab mahasiswa dengan dosen tamu internasional (Dok. IKom, 2026) Perspektif Global South turut menjadi perhatian penting. Mahasiswa diajak melihat bahwa analisis media global perlu memberi ruang terhadap suara dan pengetahuan yang berasal dari Asia, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, dan kawasan lainnya. Sumber berbahasa Inggris maupun perspektif Barat tidak semestinya secara otomatis dianggap universal. Perbandingan media justru perlu mempertimbangkan perbedaan konteks budaya, bahasa, kepemilikan media, akses, audiens, dan cara suatu isu dibingkai. Kegiatan International Lecturer ini relevan dengan komitmen FISH UNJ terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berkualitas dengan perspektif internasional dan penguatan literasi kritis mahasiswa. Diskusi mengenai akses terhadap informasi, hak asasi manusia, etika media, representasi kelompok rentan, serta akuntabilitas institusi juga beririsan dengan SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions. Sementara itu, kolaborasi akademik antara Universitas Negeri Jakarta dan University of Sindh merepresentasikan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals, khususnya melalui pertukaran pengetahuan dan jejaring pendidikan lintas negara. Melalui kegiatan ini, FISH UNJ terus mendorong pembelajaran yang tidak hanya membawa isu global ke dalam ruang kelas, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mempertanyakan bagaimana realitas global dikonstruksi dan siapa yang memperoleh ruang untuk mendefinisikannya. Dalam ekosistem informasi yang semakin dipengaruhi media sosial, algoritma, kreator, dan kecerdasan artifisial, kemampuan membaca media secara kritis menjadi bagian penting dari kompetensi calon komunikator di tengah masyarakat global. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (54) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (42) Prestasi (14) Prodi (35) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (37) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Concludes 2026 Internal Quality Audit, Reinforcing Commitment to Continuous Quality Improvement
Tata Kelola FISH UNJ Tutup Rangkaian Audit Mutu Internal 2026, Perkuat Komitmen Peningkatan Kualitas Berkelanjutan Dekan, pimpinan fakultas, auditor, dan peserta kegiatan berfoto bersama usai Penutupan Audit Mutu Internal (AMI) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ Tahun 2026 di Gedung K FISH UNJ, Jakarta, Senin (29/9/2026). (Doc. FISHMed, 2026) Jakarta, 29 September 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) resmi menutup rangkaian kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 pada Senin (29/9/2026) di Ruang 212 Gedung K FISH UNJ. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya proses audit mutu yang telah dilaksanakan pada seluruh program studi dan unit kerja di lingkungan FISH UNJ sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola dan penjaminan mutu secara berkelanjutan. Pelaksanaan Audit Mutu Internal Tahun 2026 merupakan bagian dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang bertujuan untuk mengevaluasi ketercapaian standar mutu pendidikan tinggi sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah perbaikan pada periode berikutnya. Melalui proses audit yang berlangsung selama beberapa pekan, fakultas memperoleh berbagai masukan dan rekomendasi yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan akademik maupun nonakademik. Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh auditor, koordinator auditor, pimpinan fakultas, program studi, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Audit Mutu Internal Tahun 2026. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim auditor dan seluruh sivitas akademika yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan AMI tahun ini. Hasil audit ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan yang akan memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan FISH UNJ,” ujar Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, Dekan juga menegaskan bahwa hasil Audit Mutu Internal akan menjadi salah satu landasan penting dalam mempersiapkan berbagai agenda pengembangan program studi, termasuk peningkatan mutu dan persiapan akreditasi pada tahun-tahun mendatang. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pemaparan hasil pelaksanaan audit oleh Prof. Dr. Otib Satibi Hidayat, M.Pd. selaku lead auditor Audit Mutu Internal FISH UNJ Tahun 2026. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan AMI tahun ini berjalan dengan baik berkat kolaborasi dan komitmen seluruh pihak yang terlibat. Menurut Prof. Otib, proses audit tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme evaluasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Melalui proses tersebut, berbagai praktik baik yang telah berjalan dapat dipertahankan, sementara berbagai aspek yang masih memerlukan penyempurnaan dapat menjadi fokus perbaikan pada periode berikutnya. “Audit mutu merupakan bagian dari proses peningkatan kualitas yang berkelanjutan. Melalui evaluasi yang dilakukan secara objektif dan konstruktif, kita dapat terus memperkuat sistem penjaminan mutu dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ungkap Prof. Dr. Otib Satibi Hidayat, M.Pd. Selain pemaparan hasil audit, kegiatan juga diisi dengan penyampaian evaluasi umum pelaksanaan AMI oleh tim auditor. Berbagai masukan yang diperoleh selama proses audit diharapkan dapat menjadi dasar bagi fakultas dan program studi dalam menyusun tindak lanjut yang lebih efektif untuk mendukung peningkatan mutu di masa mendatang. Prof. Dr. Otib Satibi Hidayat, M.Pd. menyampaikan pemaparan hasil Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 pada kegiatan penutupan AMI Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ. (Doc. FISHMed, 2026) Menutup kegiatan tersebut, Prof. Otib secara resmi menutup seluruh rangkaian Audit Mutu Internal Tahun 2026. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga komitmen terhadap budaya mutu serta menjadikan hasil audit sebagai pijakan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan. Melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal Tahun 2026, FISH UNJ menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. Hasil audit yang telah diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dan pengembangan program yang semakin responsif terhadap kebutuhan institusi maupun pemangku kepentingan. Penulis: QJY & NE TIM FISH MEDIA CENTER 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (53) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (42) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (37) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Ambassadors 2026 Hold Grand Roadshow Ahead of the 2027 Ambassador Selection
Kemahasiswaan Jakarta, 16 September 2026 Pembukaan Roadshow Akbar Duta FISH oleh MC. (Doc. FISHMed, 2026) Duta FISH UNJ 2026 menggelar Roadshow Akbar Duta FISH UNJ di Lobi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan Roadshow Akbar Duta FISH ini merupakan salah satu dari rangkaian awal yang sangat krusial dalam tahapan Pemilihan Duta FISH UNJ 2027. Sosialisasi Awal dan Dukungan Pimpinan Fakultas Roadshow Akbar menjadi ajang sosialisasi awal untuk membangun antusiasme sekaligus menarik minat mahasiswa aktif FISH UNJ yang memiliki potensi dan bakat untuk berkontribusi bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ. Acara ini turut dihadiri oleh Pembina Duta FISH UNJ, Mega Ayu Permatasari, M.Si., serta Wakil Dekan III FISH UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., yang memberikan dukungan terhadap rangkaian Pemilihan Duta FISH UNJ 2027. Acara dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Dalam sambutannya, Mega menyoroti kesempatan memperluas jejaring sebagai salah satu manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa melalui Duta FISH UNJ. “Keunggulan ketika kalian memilih bergabung, tentunya kalian akan mendapatkan networking yang luas karena Duta FISH ini tidak hanya sekadar di fakultas.” — Mega Ayu Permatasari, M.Si., Pembina Duta FISH UNJ Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan III FISH UNJ, Nugrahaeni, menekankan posisi Duta FISH sebagai salah satu pelopor program duta mahasiswa di lingkungan UNJ. “Kita patut berbangga menjadi bagian dari pelopor hadirnya perwakilan mahasiswa atau student ambassador yang menjadi wajah fakultas dalam berbagai kegiatan resmi di tingkat fakultas.” — Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., Wakil Dekan III FISH UNJ Demo Makeup, Hairdo, dan Sesi Public Speaking Kemudian acara dilanjutkan dengan demo Makeup dari brand Wardah serta percobaan Hairdo dari brand Putri. Rangkaian kegiatan ini berjalan dengan lancar diikuti dengan sesi tanya jawab yang membuat audiens semakin tertarik mengikuti kegiatan Roadshow. Setelah demo Makeup dan Hairdo, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dengan tema “Beyond Words: Public Speaking as the Voice of Representation” yang disampaikan oleh Nirsa Ismi Almanda, S.Pd, Wisudawan Berprestasi UNJ. Dalam materinya, Kak Nirsa menyampaikan mengenai pengertian dari Public Speaking, manfaat dari Public Speaking, serta menjelaskan bagaimana retorika klasik Aristoteles berhubungan dengan ilmu Public Speaking. Kak Nirsa juga menyampaikan tips yang dapat digunakan dalam Public Speaking hingga nada bicara yang sangat berpengaruh dengan reaksi audiens dalam berbicara di depan publik. Setelah sesi materi selesai, Duta FISH UNJ menyerahkan sertifikat serta beberapa hadiah kepada Kak Nirsa sebagai apresiasi pembicara Roadshow Akbar ini. Penyerahan ini diikuti oleh sesi dokumentasi bersama audiens serta Duta FISH UNJ 2026. Duta FISH UNJ dan Partisipan melakukan dokumentasi bersama Narasumber Nirsa Ismi Almanda, S.Pd. (Doc. FISHMed, 2026) Sosialisasi Pendaftaran Pemilihan Duta FISH UNJ 2027 Sebelum menutup acara, Duta FISH UNJ memaparkan sistematika pendaftaran Pemilihan Duta FISH UNJ 2027. Pemaparan tersebut meliputi syarat dan berkas yang harus dikumpulkan secara luring (offline), lengkap dengan batas waktu pengumpulannya. Penulis: GSFI & ALFTim FISH Media Center 2026 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (53) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (35) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
S2 PPKN FISH UNJ Welcomes Academic Visit from S2 PPKN Universitas Negeri Malang to Strengthen Academic Ties and Collaboration
Tata Kelola Jakarta, 16 September 2026 Dokumentasi Bersama Prodi S2 PPKN UNJ dan S2 PPKN UM di halaman Plaza UNJ yang dihadiri koordinator prodi dan perwakilan mahasiswa S2 PPKN dari masing-masing universitas. (Doc. FISHMed, 2026) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) secara resmi menerima kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari mahasiswa Program Studi Magister (S2) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Universitas Negeri Malang (UM). Kunjungan akademik ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Kewarganegaraan dalam Memperkuat Demokrasi dan Identitas Kebangsaan di Era Modern” yang dilaksanakan pada Rabu (16/9) di Ruang 212 Gedung K FISH UNJ. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan I FISH UNJ Dr. Kurniawati, M.Si., Ketua Senat Akademik Fakultas (SAF) FISH UNJ Prof. Dr. Tjipto Sumadi, M.Si., M.Pd., Koordinator Prodi S1 dan S2 PPKN UNJ Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd., Koordinator Prodi S2 PPKN UM Dr. Didik Sukriono, S.H., M.Hum., serta perwakilan mahasiswa S2 PPKN dari kedua perguruan tinggi. Memperluas Wawasan dan Jejaring Kolaborasi Antar Institusi Kegiatan kunjungan KKL ini merupakan agenda akademik yang bertujuan untuk memperluas wawasan keilmuan, bertukar pemikiran strategis, serta mempererat jejaring kolaborasi antar institusi perguruan tinggi. Melalui forum ini, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang, tantangan, serta inovasi dalam pembelajaran kewarganegaraan di era digital. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality of Education) melalui penguatan kualitas dan transformasi kurikulum kewarganegaraan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi strategis antar lembaga pendidikan tinggi. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan I FISH UNJ, Dr. Kurniawati, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyambut hangat kedatangan rombongan S2 PPKN UM dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan akademik antar kampus ini. “Kami menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan selamat datang kepada civitas akademika dari S2 PPKN Universitas Negeri Malang. Semoga kedatangan rombongan ini semakin mempererat silaturahmi di antara kita serta menjadi sarana bertukar wawasan akademik.” — Dr. Kurniawati, M.Si., Wakil Dekan I FISH UNJ Sesi pembukaan dan diskusi akademik dalam kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa Program Studi S2 PPKN Universitas Negeri Malang di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. (Doc. FISHMed, 2026) Dinamika Penerimaan Mahasiswa dan Program Fast Track Sambutan berikutnya disampaikan oleh Koordinator Prodi S2 PPKN Universitas Negeri Malang Dr. Didik Sukriono, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi mendalam atas penyambutan hangat dari jajaran pimpinan dan civitas akademika FISH UNJ. Dalam sambutannya beliau menyoroti dinamika penerimaan mahasiswa baru di jenjang magister, dimana terdapat tantangan terkait pergeseran minat lulusan sarjana yang kini lebih condong ke program profesi. “Sekarang ini banyak pilihan calon mahasiswa, banyak yang lebih memilih jalur Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang lebih pasti, sehingga kami harus berikhtiar ekstra untuk bisa mendapat mahasiswa sesuai kuota yang diharapkan, salah satunya dengan membuat program fast track.” — Dr. Didik Sukriono, S.H., M.Hum., Koordinator Prodi S2 PPKN UM Peluang Karier dan Fleksibilitas Kurikulum S2 PPKN UNJ Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dibuka oleh Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd., beliau menekankan bahwa peluang karier lulusan S2 PPKN tetap terbuka sangat lebar. Dari lebih 4.000 perguruan tinggi di Indonesia, kebutuhan dosen linier untuk mata kuliah umum PPKN masih belum terpenuhi secara maksimal, mengingat saat ini 60–80% pengajar di perguruan tinggi masih diisi oleh dosen non-linier dari fakultas lain. Dr. Yuyus Kardiman, M.Pd., juga menyampaikan fleksibilitas kurikulum S2 PPKN UNJ. Mahasiswa magister kini diberikan pilihan tugas akhir jalur non-tesis seperti publikasi artikel jurnal Sinta 2 maupun pengembangan media pembelajaran berbasis uji coba sekolah guna mempercepat masa studi menjadi tiga semester. Sesi penyerahan plakat secara simbolis dalam kegiatan kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Program Studi Magister (S2) PPKn Universitas Negeri Malang di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta. (Doc. FISHMed, 2026) Diskusi Interaktif dan Tur Kampus UNJ Selanjutnya dalam sesi tanya jawab, para peserta yang terdiri atas mahasiswa S2 PPKN UM serta dosen dan mahasiswa dari UNJ aktif mendiskusikan berbagai topik strategis, mulai dari pengembangan media pembelajaran berbasis digital hingga pembahasan mengenai program kolaborasi akademik, seperti KKL ke Malaysia dan program rekognisi pembelajaran. Diskusi berlangsung secara interaktif dan konstruktif. Berbagai masukan dan pemikiran yang disampaikan peserta diharapkan dapat memperkuat sinergi antara S2 PPKN UM dan S2 PPKN UNJ sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya budaya akademik yang unggul dan inovatif. Setelah sesi tanya jawab berakhir dilanjutkan dengan sesi dokumentasi serta sedikit tour di kampus UNJ. Kegiatan UNJ tour dipandu oleh Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ. (Doc. FISHMed, 2026) Menuju Kolaborasi Berkelanjutan dan Dukungan IKU 3 & IKU 5 Melalui kunjungan Kuliah Kerja Lapangan ini, S2 PPKN UNJ dan S2 PPKN UM berharap dapat terus menjalin hubungan kerja sama yang berkelanjutan. Pelaksanaan KKL ini menjadi wujud nyata komitmen universitas dalam pencapaian IKU 3 (pengalaman belajar luar kampus yang berkualitas bagi mahasiswa) sekaligus mendukung IKU 5 (kerja sama dan luaran kolaboratif antar-program studi perguruan tinggi) guna menghasilkan pendidikan kewarganegaraan yang unggul, berdaya saing, dan berdampak positif bagi bangsa. Hasil dari pertemuan ini diharapkan menjadi basis bagi pengembangan kurikulum dan program kegiatan ilmiah yang mendukung terciptanya pendidikan kewarganegaraan yang unggul, berdaya saing, dan berdampak positif bagi bangsa. Penulis: KAS & JRPSTim FISH Media Center 2026 Tag: S2 PPKN FISH UNJ, Universitas Negeri Malang, KKL S2 PPKN, SDG 4 Quality Education, SDG 17 Partnerships, IKU 3 IKU 5 Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (24) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (53) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (35) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
OPENING OF 2026 INTERNAL QUALITY AUDIT : STRENGTHEN QUALITY CULTURE AND ACADEMIC STANDARDS
Tata Kelola FISH UNJ Resmi Melaksanakan Pembukaan Audit Mutu Internal 2026 untuk Perkuat Budaya Mutu dan Peningkatan Kualitas Akademik Jakarta, 15 September 2026 Penandatanganan Fakta Integritas pada kegiatan Pembukaan Audit Mutu Internal (AMI) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap pelaksanaan audit yang objektif, transparan, dan profesional. (Doc. FISHMed, 2026) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) secara resmi melaksanakan kegiatan Pembukaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 pada Selasa (15/9) di Ruang 212 Gedung K FISH UNJ. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FISH UNJ Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., Ketua Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Dr. Ir. Fatah Nurdin, M.M., Lead Auditor Prof. Dr. Otib Satibi Hidayat, M.Pd., jajaran wakil dekan, jajaran koordinator program studi, serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya penguatan sistem penjaminan mutu di lingkungan FISH UNJ. Audit Mutu Internal merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan standar mutu pada setiap program studi dan unit kerja. Melalui kegiatan ini, fakultas dapat mengidentifikasi berbagai capaian yang telah diraih sekaligus menyusun langkah perbaikan untuk meningkatkan kualitas tata kelola akademik secara berkelanjutan. AMI sebagai Sarana Belajar Bersama Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Audit Mutu Internal harus dipandang sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran bersama untuk memperkuat kualitas fakultas maupun program studi. “AMI sesungguhnya adalah sarana belajar bersama. Jika seseorang perlu melakukan check-up untuk mengetahui kondisi kesehatannya, maka AMI juga menjadi sarana bagi institusi untuk melihat capaian yang telah diraih sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki.” — Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., Dekan FISH UNJ Ia juga mengajak seluruh program studi untuk memanfaatkan hasil audit sebagai bahan evaluasi, khususnya bagi program studi yang akan menghadapi proses akreditasi dalam waktu dekat. Menurutnya, keterbukaan dalam menyampaikan data yang valid dan objektif menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan AMI. Komitmen Bersama Membangun Budaya Mutu Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua SPM, Dr. Ir. Fatah Nurdin, M.M., yang menekankan pentingnya komitmen seluruh sivitas akademika dalam mendukung budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa audit tidak hanya berfungsi sebagai instrumen evaluasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memastikan berbagai standar mutu dapat diterapkan secara konsisten pada setiap aspek penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan AMI sangat bergantung pada kolaborasi seluruh unsur fakultas dalam menyediakan data dan informasi yang akurat sehingga hasil audit dapat menjadi dasar penyusunan program perbaikan yang tepat sasaran. Pendekatan Audit Mutu Internal Berbasis Risiko Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus arahan Audit Mutu Internal oleh Prof. Dr. Otib Satibi Hidayat, M.Pd. Dalam arahannya, Prof. Otib menjelaskan mekanisme pelaksanaan AMI Tahun 2026 serta berbagai pembaruan yang diterapkan dalam sistem audit tahun ini. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan audit tidak lagi hanya berfokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga mengedepankan pendekatan Audit Mutu Internal Berbasis Risiko (Risk-Based Internal Quality Audit) yang memungkinkan auditor mengidentifikasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaian standar mutu akademik maupun nonakademik. “Audit mutu bukan hanya memastikan dokumen tersedia, tetapi juga melihat bagaimana setiap standar dijalankan dan risiko-risiko yang mungkin muncul dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, hasil audit dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif untuk perbaikan berkelanjutan.” — Prof. Dr. Otib Satibi Hidayat, M.Pd., Lead Auditor Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai perkembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang telah disesuaikan dengan regulasi terbaru serta berbagai standar mutu yang menjadi acuan dalam pelaksanaan audit di lingkungan universitas. Prof. Dr. Otib Satibi Hidayat, M.Pd., memberikan arahan sekaligus secara resmi membuka kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ Tahun 2026 di Gedung K FISH UNJ, Jakarta, Selasa (15/9). (Doc. FISHMed, 2026) Diskusi Interaktif Seputar Mekanisme Audit dan Akreditasi Setelah sesi arahan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para peserta yang terdiri atas koordinator program studi, dosen, dan tenaga kependidikan aktif menyampaikan berbagai pertanyaan terkait mekanisme audit, implementasi standar mutu, serta persiapan program studi dalam menghadapi proses evaluasi dan akreditasi. Diskusi berlangsung secara interaktif dan konstruktif. Berbagai masukan yang disampaikan peserta diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Audit Mutu Internal Tahun 2026 sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya budaya mutu dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Menuju Tata Kelola Fakultas yang Unggul dan Berkelanjutan Melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal Tahun 2026, FISH UNJ berharap dapat memperoleh berbagai rekomendasi strategis yang dapat ditindaklanjuti oleh setiap program studi dan unit kerja. Hasil audit tersebut diharapkan menjadi landasan dalam penyusunan program peningkatan mutu yang lebih terarah guna mendukung terciptanya tata kelola fakultas yang unggul, akuntabel, dan berkelanjutan. Penulis: QJY & GICTim FISH Media Center 2026 Tag: Audit Mutu Internal FISH UNJ, AMI 2026, Satuan Penjaminan Mutu UNJ, Risk-Based Internal Quality Audit, Tata Kelola FISH UNJ Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (25) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (53) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (36) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
FISH UNJ Strengthens Students’ Global Perspectives through International Guest Lecture with UiTM Malaysia
Kerja Sama Internasional FISH UNJ Perkuat Wawasan Global Mahasiswa melalui Kuliah Umum Internasional bersama UiTM Malaysia Jakarta, 09 September 2026 Kuliah umum internasional Program Studi Ilmu Komunikasi UNJ bersama UiTM Malaysia. (Dok. FISH UNJ, 2026) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) terus memperkuat internasionalisasi pembelajaran melalui kolaborasi akademik lintas negara. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kuliah umum internasional bertajuk “Globalization and Southeast Asian Regionalism: Dynamics and Dilemmas” yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Komunikasi UNJ secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024. Kuliah umum menghadirkan Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A. (MIPR, APR), Senior Lecturer sekaligus Course Coordinator Public Relations Department, Faculty of Communication and Media Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia. Kegiatan dibuka dan dipandu bersama oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNJ, Nada Arina Romli, M.I.Kom., CPR. Pemaparan materi bersama Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A. (MIPR, APR), Senior Lecturer UiTM Shah Alam, Malaysia. (Dok. FISH UNJ, 2026) Globalisasi sebagai Fenomena Multidimensi dan Peran ASEAN Centrality Dalam pemaparannya, Najmi mengajak mahasiswa melihat globalisasi tidak hanya sebagai proses ekonomi, tetapi sebagai fenomena multidimensi yang turut melibatkan dinamika politik, sosial, budaya, teknologi, dan lingkungan. Di tengah dampak globalisasi yang tidak selalu dirasakan secara merata, Asia Tenggara memiliki posisi strategis dalam membangun respons kawasan melalui penguatan ASEAN Centrality dan integrasi regional. “Integrasi regional melalui ASEAN tidak menghilangkan globalisasi, melainkan membantu negara-negara di Asia Tenggara mengelolanya secara kolektif.” — Mohd. Nur Najmi Nuji, M.A. (MIPR, APR) Pembahasan kemudian diarahkan pada tiga pilar utama ASEAN, yaitu Komunitas Politik-Keamanan, Komunitas Ekonomi, serta Komunitas Sosial-Budaya, sekaligus bagaimana perkembangan tersebut berpengaruh terhadap praktik komunikasi strategis dan diplomasi publik di kawasan Asia Tenggara. Decolonizing PR: Membaca Komunikasi melalui Konteks Lokal Menariknya, kuliah umum tidak hanya membawa mahasiswa pada perspektif global, tetapi juga mengajak mereka membaca kembali komunikasi melalui konteks lokal. Melalui pembahasan mengenai “Decolonizing PR”, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya menelaah kembali dominasi perspektif Barat dalam teori dan praktik kehumasan serta mempertimbangkan nilai-nilai komunikasi yang hidup di masyarakat Asia Tenggara. Nilai seperti musyawarah mufakat, penghormatan terhadap relasi sosial, serta filosofi Jawa “Ajining diri dumunung ana ing lathi” menjadi contoh bagaimana praktik komunikasi dapat dipahami melalui konteks budaya lokal. Perspektif tersebut menegaskan bahwa komunikasi strategis tidak semata berkaitan dengan penyampaian pesan, tetapi juga dengan kemampuan memahami nilai, identitas, dan cara masyarakat membangun keharmonisan sosial. Sesi diskusi interaktif bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024. (Dok. FISH UNJ, 2026) Generasi Muda sebagai Aktor Diplomasi Informal Diskusi berlangsung interaktif ketika mahasiswa membahas posisi generasi muda sebagai aktor diplomasi informal (Youth as Diplomatic Actors). Mahasiswa diajak melihat bahwa diplomasi pada era digital tidak lagi hanya berlangsung melalui hubungan resmi antarnegara, tetapi juga melalui interaksi masyarakat, komunitas, media, dan generasi muda di ruang digital. Mahasiswa juga diperkenalkan pada Issue Analysis Framework sebagai kerangka untuk membaca persoalan komunikasi secara lebih sistematis. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengidentifikasi isu global dan regional, tetapi juga memahami aktor, kepentingan, konteks, serta konsekuensi komunikasi yang menyertainya. Memperkuat Jejaring Akademik Internasional FISH UNJ Pelaksanaan kuliah umum internasional ini menjadi bagian dari komitmen FISH UNJ dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang semakin terbuka terhadap perspektif internasional sekaligus tetap berpijak pada konteks sosial dan budaya kawasan. Kolaborasi dengan akademisi dari UiTM Malaysia juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara yang memiliki kedekatan geografis dan budaya sekaligus menghadapi dinamika komunikasi global yang terus berkembang. Melalui kegiatan tersebut, FISH UNJ terus mendorong mahasiswa untuk memiliki perspektif global, sensitivitas terhadap konteks lokal, serta kemampuan berpikir kritis dalam membaca perubahan komunikasi di tingkat regional maupun internasional. Upaya ini sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional FISH UNJ dalam mendukung pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika masyarakat global. Penulis: AndienAulia/RyanFatehTim FISH Media Center 2026 Tag: FISH UNJ, UiTM Malaysia, Kuliah Umum Internasional, Ilmu Komunikasi UNJ, ASEAN Centrality, Decolonizing PR, Diplomasi Publik Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (72) Kemahasiswaan (22) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (53) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru
LAW STUDY PROGRAM OF FISH UNJ HOLDS ITS FIRST INDEPENDENT PKKMB 2026
Kemahasiswaan Jakarta, 30 Agustus 2026 Foto bersama peserta PKKMB Ilmu Hukum 2026. (Dok. BEMP Ilmu Hukum, 2026) Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) perdana menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PASS) PKKMB Ilmu Hukum 2026 secara mandiri. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di UPT Lantai 4 The Gade Creative Lounge. Pelaksanaan PASS PKKMB ini menjadi momentum bersejarah sekaligus langkah awal yang luar biasa, mengingat Prodi Ilmu Hukum UNJ yang baru berdiri dalam kurun waktu satu tahun terakhir sudah mampu menginisiasi dan menyelenggarakan agenda orientasi secara mandiri bagi mahasiswa barunya. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi langkah krusial dalam membangun identitas, integritas, serta budaya akademik yang kokoh bagi mahasiswa hukum sejak dini. Sebanyak 96 mahasiswa baru angkatan 2026 antusias mengikuti rangkaian orientasi yang dirancang untuk membekali mereka menghadapi tantangan dunia perkuliahan. Rangkaian Pembukaan hingga Sosialisasi Sistem Akademik Rangkaian acara diawali dengan tahap pengondisian peserta, briefing, pemeriksaan barang bawaan, hingga sosialisasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Acara kemudian dibuka secara resmi melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta penyanyian lagu Indonesia Raya, Mars UNJ, dan Hymne UNJ, yang dilanjutkan dengan laporan dari ketua pelaksana. Memasuki agenda inti di ruangan utama, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Tata Tertib Pengawasan dan Evaluasi (TIPE), pembacaan tata tertib kegiatan, serta sosialisasi Kartu Rencana Studi (KRS) untuk memberikan pemahaman awal terkait sistem akademik kampus. Para peserta menyimak sambutan langsung dan perkenalan jajaran dosen Prodi Ilmu Hukum yang hadir di lokasi, yaitu Koordinator Program Studi (Koorprodi) Ilmu Hukum, Martini, S.H., M.H., bersama Prof. Dr. Masduki, S.H., M.M., Muqtadir Ghani Putranto, S.H., M.H., Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H., Achmar Dasquari, S.H., M.H., CTL., Abdul Rahman Hamid, S.H., M.H., Dr. Sanusi, M.H., dan Annisa Rahmi Faisal, S.Sy., M.H. Selain itu, sesi sambutan juga dilengkapi dengan tayangan sambutan via video dari Dr. Alpius Sarumaha, S.H., M.H. Keseimbangan Hak dan Kewajiban Mahasiswa Baru Dalam kesempatan tersebut, Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H., turut menekankan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban bagi seluruh mahasiswa baru dalam mengarungi masa perkuliahan. “Mahasiswa memang memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan akademik dan menggunakan fasilitas kampus, namun hak tersebut tidak bisa dipisahkan dari kewajiban menjaga ketertiban dan mematuhi norma yang berlaku.” — Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H. Foto Bersama Dr. Abd Aziz Tambunan, S.H., M.Kn., M.H., Muqtadir Ghani Putranto, S.H., M.H., Abdul Rahman Hamid, S.H., M.H., Martini, S.H., M.H., Prof. Dr. Masduki, S.H., M.M., Achmar Dasquari, S.H., M.H., CTL., dan Annisa Rahmi Faisal, S.Sy., M.H. (Dok. BEMP Ilmu Hukum, 2026) Parade OPMAWA dan Apresiasi Maba Awards Acara kemudian dilanjutkan dengan parade Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (OPMAWA) guna mengenalkan wadah berorganisasi di lingkungan prodi. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan diselingi sesi ice breaking, pemaparan grand design dari calon ketua dan wakil ketua angkatan 2026, serta sesi tanya jawab. Mendekati akhir acara, panitia memberikan apresiasi melalui Maba Awards Ilmu Hukum, dilanjutkan dengan sesi evaluasi, pengisian angket sosialisasi, penyerahan kembali ponsel peserta, hingga pembuatan konten dan foto bersama di area plaza kampus. Kontribusi terhadap SDGs dan IKU Universitas Kegiatan PASS PKKMB Ilmu Hukum 2026 ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan orientasi pendidikan berkelas dan terstruktur, serta SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) dengan menanamkan kesadaran hukum dan etika kelembagaan sejak awal masa studi. Pelaksanaan orientasi ini juga berkontribusi pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, khususnya IKU 3 tentang Pengalaman Belajar Mahasiswa di luar kelas melalui penguatan pembinaan karakter dan organisasi kemahasiswaan. Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Hukum FISH UNJ menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan hukum yang adaptif, kritis, dan berintegritas. Penulis: NE, NRRTim FISH Media Center 2026 Tag: PKKMB Ilmu Hukum FISH UNJ, Mahasiswa Baru Ilmu Hukum 2026, Kemahasiswaan FISH UNJ, OPMAWA Ilmu Hukum, Orientasi Kampus UNJ Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (460) Internasionalisasi (71) Kemahasiswaan (22) Kerjasama (3) Penelitian (24) Pengabdian (25) Pengajaran (52) Pengumuman (4) Penjaminan Mutu (41) Prestasi (14) Prodi (34) Program Unggulan (61) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (34) Zona Integritas (3) Berita Terbaru