Jakarta, Humas UNJ — Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) mewakili universitas hadiri “Peringatan 102 Tahun Proklamasi Republik Turkiye” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Turkiye di Indonesia pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Setiap tanggal 29 Oktober, masyarakat Turkiye memperingati Hari Republik yang menjadi momentum bersejarah yang menandai berdirinya Republik Turkiye pada tahun 1923, ketika Mustafa Kemal Atatürk yang kemudian menjadi Presiden pertama yang dipilih oleh Majelis Nasional Agung, secara resmi memproklamasikan lahirnya negara republik yang modern dan berdaulat. Sejak tahun 2022 juga, sebutan resmi negara tersebut berubah dari Turkey (Turki) menjadi Turkiye, sesuai keputusan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menjadi bentuk penegasan identitas nasional dan kebanggaan budaya bangsa Turkiye di ranah internasional. Acara diplomatik yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk pejabat diplomatik, perwakilan kementerian, akademisi, lembaga sosial, serta mitra strategis Turkiye di Indonesia. Tahun ini, perayaan menjadi semakin istimewa karena juga menandai 75 tahun persahabatan antara Republik Turkiye dan Republik Indonesia, yang mencerminkan hubungan bilateral yang kokoh dan kolaborasi lintas sektor yang telah terjalin erat selama lebih dari tujuh dekade. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (449) Internasionalisasi (24) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (15) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (18) Prestasi (2) Prodi (14) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
FISH UNJ Perkuat Jejaring Tri Dharma dalam Rapat Tahunan BKS PTN Wilayah Barat Bidang Ilmu Sosial
Padang, Humas FISH UNJ — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) berpartisipasi aktif dalam Rapat Tahunan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat Bidang Ilmu Sosial yang diselenggarakan pada 23–25 Oktober 2025 di Hotel Truntum, Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini diikuti oleh para dekan dan pimpinan fakultas ilmu sosial dari berbagai perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia. Rapat tahunan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi negeri di bidang ilmu sosial, membahas arah kebijakan akademik, kolaborasi riset, serta pengembangan program pengabdian kepada masyarakat. Selain rapat koordinasi, agenda kegiatan juga mencakup penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), seminar nasional bertema “Kolaborasi dan Sinergi Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat”, kegiatan pelepasan bibit penyu sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, serta lomba kreativitas mahasiswa. Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, menyampaikan bahwa keikutsertaan fakultas dalam kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat jejaring Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Melalui forum BKS PTN Wilayah Barat, kami berharap jejaring kerja sama antarperguruan tinggi semakin kuat, terutama dalam kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Apalagi kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi baik di bawah Kemdikbudristek maupun Kementerian Agama, sehingga jejaring dan potensi kolaborasi akan semakin luas,” ungkapnya. Lebih lanjut, Firdaus menegaskan bahwa jejaring yang terbangun melalui BKS PTN ini juga memiliki dampak langsung terhadap peningkatan mutu lembaga dan program studi di lingkungan FISH UNJ. “Dengan jejaring ini, FISH UNJ dapat meningkatkan mutu layanan lembaga karena bisa belajar dari praktik terbaik (best practices) lembaga lain. Dengan demikian, diharapkan reputasi program studi yang berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum akan semakin meningkat,” tambahnya. Partisipasi FISH UNJ dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen fakultas untuk terus memperkuat sinergi akademik antarperguruan tinggi di Indonesia bagian barat. Melalui kolaborasi yang produktif, FISH UNJ berupaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, penelitian sosial, serta pengabdian masyarakat yang berdampak luas bagi masyarakat dan dunia akademik. Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (449) Internasionalisasi (23) Kemahasiswaan (13) Penelitian (2) Pengabdian (6) Pengajaran (15) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (17) Prestasi (2) Prodi (14) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Pendidikan Sejarah di Era Digital: Antara Kolaborasi Global, Inovasi, dan Identitas Kebangsaan
Jakarta, 15 Oktober 2025 — Program Studi Magister Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISH), Universitas Negeri Jakarta, sukses menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Pendidikan Sejarah dalam Lanskap Global: Kolaborasi, Inovasi, dan Identitas Kebangsaan di Era Digital.” Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu sore ini menghadirkan dua narasumber nasional dan internasional yang dikenal luas dalam bidang pendidikan sejarah, yakni Prof. Dr. Agus Mulyana, M. Hum. (Universitas Pendidikan Indonesia, Ketua MSI, dan Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan) dan Sugeng Prakoso, S.S., M.T., dosen Pendidikan Sejarah FISH UNJ (kandidat doktor dari Universitas Bonn, Jerman). Kegiatan ini dipandu secara hangat oleh Lobelia Husna, M.Pd. selaku moderator. GLOBALISASI DAN TANTANGAN PENDIDIKAN SEJARAH Dalam sambutannya, Dr. Abrar, M. Hum., Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Sejarah, menegaskan pentingnya menguatkan kembali peran sejarah di tengah derasnya arus globalisasi dan revolusi digital. “Kita tidak hanya dituntut untuk menjadi pengajar yang mentransfer pengetahuan,” ujarnya, “tetapi juga menjadi fasilitator yang membangun cara berpikir kritis, kreatif, dan reflektif pada peserta didik.” Menurutnya, kuliah umum ini menjadi ruang refleksi penting agar para dosen dan mahasiswa mampu memaknai pendidikan sejarah bukan sekadar hafalan masa lalu, melainkan sebagai sarana membangun identitas nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. INOVASI DAN KOLABORASI: PEMBELAJARAN SEJARAH DI ABAD 21 Dalam paparan utamanya, Prof. Agus Mulyana menyoroti bagaimana pembelajaran sejarah perlu bertransformasi seiring perubahan zaman. Ia menekankan pentingnya kreativitas, kolaborasi lintas budaya, dan literasi digital dalam memperkuat makna pendidikan sejarah. “Pembelajaran sejarah abad ke-21 harus berpusat pada peserta didik, kritis terhadap sumber, dan menghubungkan masa lalu dengan masa kini,” jelasnya. Sementara itu, Sugeng Prakoso memperkenalkan pendekatan inovatif yang disebut Teaching as Subversive Intimacy (TSI)—sebuah pedagogi yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek berpikir kritis. Menurutnya, TSI menjadikan kelas sejarah sebagai “bengkel argumen era digital,” di mana mahasiswa belajar menyusun argumen berdasarkan bukti sejarah melalui model POP/POIP (Point–Observation–Position/Interpretation–Position). “Dengan TSI, mahasiswa tidak lagi menghafal identitas, tapi mengerjakannya sendiri lewat bukti, tafsir, dan argumen. Identitas menjadi hasil kerja pikir yang hidup dan bisa diuji,” tegas Sugeng. MENJAGA IDENTITAS DI TENGAH ARUS GLOBAL Kuliah umum ini tidak hanya menghadirkan wacana teoretik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa inovasi pendidikan tidak boleh memisahkan sejarah dari akar kebangsaan. Para peserta—mahasiswa, dosen, dan pemerhati pendidikan sejarah dari berbagai universitas di Indonesia—terlibat aktif dalam sesi diskusi. Banyak yang menyoroti pentingnya menyeimbangkan semangat globalisasi dengan pelestarian nilai-nilai nasional, terutama di ruang digital yang rentan terhadap bias dan reduksi makna sejarah. Acara yang berlangsung selama dua jam ini menghasilkan sejumlah gagasan penting, di antaranya: Perlunya integrasi sejarah lokal dan global dalam kurikulum pendidikan. Penguatan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital bagi siswa, guru dan mahasiswa pendidikan sejarah. Penerapan AI sebagai “sparring partner” dalam melatih kemampuan argumentasi sejarah yang terverifikasi dan bertanggung jawab. HARAPAN UNTUK PENDIDIKAN SEJARAH INDONESIA Menutup kegiatan, Dr. Abrar, M. Hum., menyampaikan harapannya agar kuliah umum ini menjadi langkah kecil menuju pembelajaran sejarah yang inovatif, reflektif, dan berkarakter kebangsaan. “Semoga kegiatan ini menginspirasi para pendidik untuk menjadikan sejarah bukan hanya cerita masa lalu, tetapi ruang dialog yang hidup antara nilai, teknologi, dan identitas bangsa.” Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kuliah umum ini menegaskan posisi Magister Pendidikan Sejarah FISH UNJ sebagai salah satu pelopor dalam membangun pendidikan sejarah yang adaptif terhadap era digital sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan: Kuliah Umum “Pendidikan Sejarah dalam Lanskap Global: Kolaborasi, Inovasi, dan Identitas Kebangsaan di Era Digital.” Tanggal: Rabu, 15 Oktober 2025 Waktu: 16.00–18.00 WIB Tempat: Zoom Meeting (online) Narasumber: Prof. Dr. Agus Mulyana, M. Hum. – Dosen UPI, Ketua MSI, Direktur Sejarah dan Permuseuman Sugeng Prakoso, S.S., M.T. – Dosen Pendidikan Sejarah FISH UNJ (Kandidat Doktor, Universitas Bonn). Moderator: Lobelia Husna, M.Pd. Penyelenggara: Program Studi Magister Pendidikan Sejarah, FISH UNJ Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (449) Internasionalisasi (23) Kemahasiswaan (13) Penelitian (1) Pengabdian (5) Pengajaran (14) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (16) Prestasi (2) Prodi (14) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN, ILMU-ILMU SOSIAL, DAN HUKUM (SENPISHUM) FISH UNJ
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan Seminar Nasional Call for Paper dengan tema “Integrasi Pendidikan, Ilmu-Ilmu Sosial, dan Hukum untuk Mewujudkan Inovasi yang Berdampak bagi Masyarakat Multikultural“. Diselenggarakan pada:📅 : Jumat, 14 November 2025🕘 : 09:00 WIB – Selesai📍 : Online via Zoom Speaker: Prof. Dr. Heri Tjahyono, M.SiGuru Besar Departemen GeografiUniversitas Negeri Semarang Prof. Dr. Enok Maryani, M.ScGuru Besar Departemen Pendidikan GeografiUniversitas Pendidikan Indonesia Prof. Drs. Ismatu Ropi, M.A., Ph.DGuru Besar Prodi Studi Agama-AgamaUniversitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Sc. H. M Ahman Sya, M.Pd., M.ScGuru Besar Program Studi GeografiUniversitas Negeri Jakarta Fasilitas: 1. E-Sertifikat2. Materi2. Publikasi Artikel Prosiding ber-ISSN (GRATIS) Registrasi Template Artikel Contact Person Unduh Poster Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (449) Internasionalisasi (22) Kemahasiswaan (13) Penelitian (1) Pengabdian (5) Pengajaran (13) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (16) Prestasi (2) Prodi (14) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
FISHMEDITION 4.0: FISH Media Center UNJ Kupas Tuntas Strategi Branding Organisasi untuk Mahasiswa
Jakarta, 2 Oktober 2025 – FISH Media Center, unit kegiatan mahasiswa di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Jakarta, sukses menggelar acara tahunan bertajuk FISHMEDITION 4.0 dengan tema “Be the Game Changer: Power Up Your Organizational Branding”. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana UNJ, Kampus A, dan berhasil menarik antusiasme tinggi dari mahasiswa serta peserta umum.Acara dibuka dengan sambutan dari Zahira Rahmawati, Ketua Pelaksana FISHMEDITION 4.0, dilanjutkan oleh Devara Wiraka, Ketua FISH Media Center periode 2025. Peresmian acara dilakukan oleh Dr. Aris Munandar, M.Si., Wakil Dekan II FIS-H UNJ, bersama Wina Puspita Sari, S.Sos., M.Si., dosen pembina FISH Media Center. Agenda utama FISHMEDITION 4.0 adalah sesi materi intensif yang disampaikan oleh Galih Geraldi Primayana, Vice President Human Capital Management JIEP. Dalam paparannya, Galih menekankan bahwa branding bukan sekadar logo atau warna, melainkan tentang membangun identitas yang kuat. “Branding adalah tentang menciptakan identitas. Identitas merek adalah gagasan dan perasaan yang dimiliki konsumen terhadap organisasi atau perusahaan,” ujarnya. Selain membahas konsep dasar branding, Galih juga membagikan tips dan trik membangun branding organisasi yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Sesi ini berlangsung interaktif dan diikuti dengan antusias oleh peserta.Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, para peserta aktif mengajukan pertanyaan kritis yang memicu diskusi mendalam dan berbobot, mencerminkan semangat belajar yang tinggi. Sebagai penutup, panitia mengumumkan Peserta Terbaik dan menghadirkan penampilan energik dari Band Mahasiswa, yang menambah semarak suasana. Kesuksesan FISHMEDITION 4.0 diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri, khususnya dalam membangun citra organisasi yang kuat dan berdampak. Penulis: MAHNEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (449) Internasionalisasi (22) Kemahasiswaan (13) Pengabdian (5) Pengajaran (13) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (16) Prestasi (2) Prodi (14) Program Unggulan (15) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
FIS-H UNJ dan BPJS Kesehatan Jalin Kerja Sama melalui Campus Talk dan Penandatanganan Nota Kesepahaman
Jakarta, 2 Oktober 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjalin kerja sama strategis dengan BPJS Kesehatan melalui kegiatan Campus Talk dan Penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Aula Maftuchah Yusuf, Kampus A UNJ. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya kesehatan serta pengelolaan jaminan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Acara ini dihadiri oleh Dr. Kurniawati, M.Si. selaku Wakil Dekan I FIS-H UNJ, Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si. selaku Wakil Dekan III, serta Arif Setyadi, Kepala Cabang BPJS Kesehatan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si., dan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara BPJS Kesehatan dan FIS-H UNJ, serta pertukaran plakat sebagai simbol kerja sama. Dalam sesi pemaparan materi, hadir Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan, Mohammad Iqbal Anas Ma’ruf, yang menyampaikan informasi mengenai program JKN dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan BPJS. “Kepercayaan masyarakat terhadap BPJS Kesehatan dan program JKN kian meningkat, seiring kemudahan akses layanan melalui aplikasi Mobile JKN,” ujarnya. Setelah sesi pemaparan, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang diwarnai dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait pelayanan BPJS, isu-isu kesehatan, hingga teknis penggunaan aplikasi Mobile JKN. Untuk menambah semangat peserta, BPJS Kesehatan juga mengadakan kuis berhadiah yang disambut antusias oleh mahasiswa. Kegiatan ditutup dengan permainan edukatif yang dipandu oleh fasilitator, di mana mahasiswa diajak mencoba langsung fitur-fitur dalam aplikasi Mobile JKN dan berbagi gagasan mengenai cara mengajak masyarakat sekitar untuk memanfaatkan layanan JKN. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UNJ semakin memahami peran strategis BPJS Kesehatan dalam sistem jaminan kesehatan nasional, serta mampu menjadi agen penyebar informasi positif terkait layanan kesehatan kepada masyarakat luas. Penulis: HCV dan MAHNEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (448) Internasionalisasi (22) Kemahasiswaan (13) Pengabdian (5) Pengajaran (13) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (16) Prestasi (2) Prodi (14) Program Unggulan (14) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Dekan FIS-H UNJ Serap Aspirasi Mahasiswa dalam Forum “UNJ Bicara 2025” sebagai Komitmen Menuju World Class University
Jakarta, 23 September 2025 — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan visi sebagai World Class University (WCU) melalui forum diskusi terbuka bertajuk “UNJ Bicara 2025”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Maftuchah Yusuf, Gedung Dewi Sartika, Kampus A UNJ, dan menjadi ruang strategis bagi pimpinan universitas serta fakultas untuk mendengarkan langsung aspirasi mahasiswa. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut ditunjukkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H), Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D., yang hadir langsung dalam forum tersebut. Kehadiran beliau mencerminkan keterbukaan FIS-H dalam menyerap masukan, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi seluruh sivitas akademika. Dalam sesi penayangan voxpop yang menampilkan pandangan dan aspirasi mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum mendapat sorotan positif. Seorang mahasiswa dari Program Studi Sosiologi menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat FIS-H dalam memperbaiki dan mengembangkan fasilitas pembelajaran. Pernyataan ini sejalan dengan penegasan Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., yang menyatakan bahwa proses perkuliahan di fakultas sosial berjalan lancar berkat kebijakan resource sharing yang efektif. Apresiasi tersebut menjadi indikator keberhasilan FIS-H dalam merespons kebutuhan mahasiswa secara profesional dan berkelanjutan. Respons positif ini juga memperkuat semangat kolaborasi antara fakultas dan universitas dalam menghadapi tantangan pembangunan pendidikan tinggi. Kehadiran Dekan FIS-H dan antusiasme mahasiswa dalam forum “UNJ Bicara 2025” menjadi energi baru bagi UNJ dalam melangkah menuju WCU. FIS-H siap menjadi bagian integral dalam pencapaian visi tersebut melalui penyediaan fasilitas yang memadai dan komitmen terhadap mutu pendidikan yang berkesinambungan. Penulis: DWEditor: WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (447) Internasionalisasi (22) Kemahasiswaan (13) Pengabdian (5) Pengajaran (12) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (14) Prestasi (1) Prodi (14) Program Unggulan (13) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Kuliah Umum: Islam dan Dinamika Komunitas Muslim di Australia
Jakarta, 18 September 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Islam dan Dinamika Komunitas Muslim di Australia”. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FISH UNJ, Firdaus Wajdi, Ph.D., yang menekankan pentingnya memperluas pengetahuan, persepsi, pengalaman, serta kolaborasi antara Indonesia dan Australia, khususnya dalam konteks keberagaman komunitas Muslim. Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari Western Sydney University, Australia, yaitu Dr. Jan Ali, seorang sosiolog agama yang fokus pada studi Islam. Dalam paparannya, Dr. Jan Ali menjelaskan bahwa komunitas Muslim di Australia memiliki sejarah panjang yang dimulai dari interaksi antara nelayan Makassar dan masyarakat Aborigin di pesisir barat laut Australia. Nelayan Makassar, yang dikenal sebagai pedagang teripang dari Sulawesi Selatan, secara rutin melakukan perjalanan melintasi Laut Arafura untuk berdagang. Sejarah komunitas Muslim di Australia juga mencakup kedatangan penunggang unta asal Afghanistan serta migrasi Muslim pasca Perang Dunia II yang meningkat sejak tahun 1975. Menurut Dr. Jan Ali, umat Muslim di Australia berasal dari hampir 200 negara dan menggunakan sekitar 400 bahasa. Mayoritas berasal dari Asia Selatan dan Timur Tengah, menjadikan komunitas Muslim sebagai salah satu kelompok paling beragam secara nasional, etnis, dan parokial. Keberagaman ini tercermin dalam lokasi geografis, tradisi etnis, bahasa, nilai-nilai sektarian, prinsip-prinsip doktrinal, serta identitas nasional yang mereka anut. Lebih lanjut, Dr. Jan Ali mengungkapkan bahwa komunitas Muslim di Australia berupaya melestarikan identitas etnis dan agama mereka melalui pengembangan lembaga sosial dan keagamaan. Mereka secara aktif mengelola berbagai layanan berbasis kebutuhan lokal, seperti kesejahteraan sosial, pendidikan (termasuk sekolah), fasilitas keagamaan (masjid dan musala), layanan pemakaman, dukungan kesehatan, konseling pernikahan dan duka, penyelesaian sengketa keluarga, serta bantuan perumahan dan integrasi sosial. Menutup sesi kuliah umum, Dr. Jan Ali menyampaikan pesan kepada pemerintah dan para pembuat kebijakan di Australia agar tidak memecah kantong-kantong etnis yang telah terbentuk. “Sebaliknya, dukunglah mereka dan kembangkan strategi untuk mendorong interaksi yang lebih efektif, lebih sering, dan lebih sistematis antar komunitas,” ujarnya. Ia menekankan bahwa peningkatan interaksi antar komunitas etnis akan mendorong kerja sama yang lebih besar dan memperkuat integrasi sosial. Jika pemerintah membuka jalur interaksi antara komunitas etnis dan masyarakat arus utama, hal ini akan mempercepat proses integrasi dan kontribusi mereka dalam pembangunan nasional secara kolektif dan efektif. Penulis: NAEditor: WPSFISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (447) Internasionalisasi (22) Kemahasiswaan (13) Pengabdian (5) Pengajaran (12) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (14) Prestasi (1) Prodi (14) Program Unggulan (12) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Peningkatan Pengetahuan tentang Fungsi dan Manfaat Taman bagi Masyarakat melalui Pengabdian kepada Masyarakat
Jakarta, 15 September 2025 — Dr. Oot Hotimah, M.Si., Dosen Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Majelis Taklim Kaum Ibu Musholla Al-Furqon. Kegiatan ini mengusung tema “Pelatihan Peningkatan Pengetahuan tentang Fungsi dan Manfaat Taman bagi Masyarakat” dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Acara dibuka dengan sambutan Ketua Majelis Taklim, dilanjutkan oleh Dr. Oot Hotimah yang menekankan pentingnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menjelaskan bahwa taman dan ruang terbuka tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekologis, sosial, kesehatan, dan ekonomi. Dalam paparannya, Dr. Oot Hotimah menyampaikan bahwa RTH berperan sebagai paru-paru kota yang menyerap polusi dan menghasilkan oksigen, serta membantu menahan air hujan untuk mencegah banjir. “Taman juga dapat berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak, ruang interaksi sosial, tempat rekreasi keluarga, serta wadah olahraga dan relaksasi,” ujarnya. Para peserta yang terdiri dari ibu-ibu majelis taklim tampak antusias mengikuti pelatihan. Mereka diajak berdiskusi mengenai berbagai manfaat taman, termasuk peranannya dalam meningkatkan kesehatan mental dengan mengurangi stres dan menciptakan suasana yang tenang. Menariknya, pelatihan ini juga dikaitkan dengan nilai-nilai Islam. Dalam Al-Qur’an, taman dan penghijauan disebut sebagai salah satu bentuk nikmat Allah bagi manusia. Hal ini tercantum dalam beberapa ayat, seperti QS. ‘Abasa [80]: 24–32 yang menyebutkan taman sebagai sumber makanan dan rezeki, QS. An-Naml [27]: 60 sebagai sumber ketenangan dan keindahan, serta QS. Ibrahim [14]: 24–25 sebagai simbol kekuatan dan ketauhidan. Penjelasan ini memperkuat bahwa menjaga dan memanfaatkan RTH sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pelestarian alam. Sebagai contoh nyata, Dr. Oot Hotimah menyinggung keberadaan Taman Maju Bersama (TMB) Gintung di Jakarta Selatan yang berfungsi sebagai ruang hijau sekaligus pusat kegiatan masyarakat. Melalui contoh tersebut dan perspektif Al-Qur’an, peserta semakin memahami bahwa taman sebagai bagian dari RTH bukan sekadar ruang terbuka, melainkan aset penting dan amanah yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan hidup dan keberkahan lingkungan. Di akhir kegiatan, Dr. Oot Hotimah mengajak para peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. “Taman adalah milik kita bersama. Mari kita rawat dan manfaatkan untuk kesehatan, pendidikan, serta kebahagiaan masyarakat,” pesannya. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam menjaga ruang terbuka hijau. Edited : WPSTim FISH Media Center Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (447) Internasionalisasi (22) Kemahasiswaan (13) Pengabdian (5) Pengajaran (11) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (14) Prestasi (1) Prodi (14) Program Unggulan (12) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru
Mahasiswa FIS-H UNJ Ikuti Workshop Green Leadership Academy di Pekanbaru
Pekanbaru, 20 September 2025 — Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Jakarta, Annisaa Nasywa dan M. Hafiz Yahpi, menghadiri Workshop Green Leadership Academy yang diselenggarakan oleh Tumbuh Institut bekerja sama dengan Partai Hijau Riau. Kegiatan bertema “Generasi Pemimpin Hijau” ini berlangsung pada 19–20 September 2025 di Hotel Pangeran, Pekanbaru, dan diikuti oleh 50 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kedua mahasiswa UNJ didampingi oleh dosen Program Studi Sosiologi, Dr. Robertus Robert, M.A., yang tidak hanya mendampingi peserta, tetapi juga menjadi salah satu pemateri dalam workshop tersebut. Workshop dibuka dengan Tari Persembahan, dilanjutkan dengan sambutan dari Hengky Primana, Founder Partai Hijau Riau, dan Rocky Gerung, Founder Tumbuh Institut. Turut hadir Kapolda Riau, Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., yang memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Materi pertama disampaikan oleh Rocky Gerung yang membahas Rasionalitas Komunikatif dan Demokrasi Deliberatif. Ia menekankan tiga isu utama yang harus dikuasai oleh pemimpin masa depan, yaitu keamanan global, lingkungan hidup, dan solidaritas kemanusiaan. Selanjutnya, Kapolda Riau menyampaikan materi tentang pentingnya keberpihakan pemimpin terhadap lingkungan hidup. “Setiap pemimpin harus berpihak pada lingkungan hidup yang mereka tinggali, demi menjaga hubungan baik antara manusia dan alam,” ujarnya. Materi terakhir pada hari pertama disampaikan oleh Dr. Robertus Robert, M.A., yang membahas konsep ekosipasi—sebuah gagasan tentang hubungan manusia dan alam sebagai kritik terhadap emansipasi yang merusak lingkungan. Hari pertama ditutup dengan gala dinner di restoran Hotel Pangeran. Pada hari kedua, materi dibuka oleh Muhammad Luthfi, Pimpinan Tumbuh Institut, yang memberikan pelatihan tentang penyusunan policy brief agar mudah dipahami dan diterima oleh pembuat kebijakan. Kemudian, Bivitri Susanti menyampaikan materi tentang advokasi isu sosial dan lingkungan, serta pentingnya sikap mahasiswa terhadap ketidakadilan. Materi terakhir disampaikan oleh Haris Azhar, aktivis HAM, yang membahas wawasan tentang politik, ekonomi, organisasi, dan ideologi. Ia memberikan pemahaman mengenai strategi politik yang perlu dibangun oleh seorang pemimpin. Selain menerima materi, peserta juga melakukan praktik lapangan dengan mengunjungi Tabung Harmoni Hijau Riau, milik Kapolda Riau. Tempat ini berfungsi sebagai bank pohon dan memiliki fasilitas peternakan kambing serta budidaya ikan. Para peserta juga berkesempatan menanam pohon sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Rumah Singgah Tuan Kadi, situs bersejarah yang memiliki nilai budaya penting bagi masyarakat Pekanbaru. Penulis: Mahasiswa Pendidikan SejarahEditor: WPS Share this article Pencarian More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Kategori Berita Berita (447) Internasionalisasi (22) Kemahasiswaan (13) Pengabdian (5) Pengajaran (13) Pengumuman (3) Penjaminan Mutu (15) Prestasi (1) Prodi (14) Program Unggulan (13) Tak Berkategori (12) Tata Kelola (20) Berita Terbaru