<?xml version="1.0"?>
<oembed><version>1.0</version><provider_name>Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ</provider_name><provider_url>https://fish.unj.ac.id/en</provider_url><author_name>zerone.digital.solution@gmail.com</author_name><author_url>https://fish.unj.ac.id/en/author/zerone-digital-solutiongmail-com/</author_url><title>Sejarah FISH - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ</title><type>rich</type><width>600</width><height>338</height><html>&lt;blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="UesenwbaIj"&gt;&lt;a href="https://fish.unj.ac.id/en/sejarah-fish/"&gt;History&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;iframe sandbox="allow-scripts" security="restricted" src="https://fish.unj.ac.id/en/sejarah-fish/embed/#?secret=UesenwbaIj" width="600" height="338" title="&#x201C;Sejarah FISH&#x201D; &#x2014; Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ" data-secret="UesenwbaIj" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" class="wp-embedded-content"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;
/* &lt;![CDATA[ */
/*! This file is auto-generated */
!function(d,l){"use strict";l.querySelector&amp;&amp;d.addEventListener&amp;&amp;"undefined"!=typeof URL&amp;&amp;(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&amp;&amp;!/[^a-zA-Z0-9]/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret="'+t.secret+'"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret="'+t.secret+'"]'),c=new RegExp("^https?:$","i"),i=0;i&lt;o.length;i++)o[i].style.display="none";for(i=0;i&lt;a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&amp;&amp;(s.removeAttribute("style"),"height"===t.message?(1e3&lt;(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r&lt;200&amp;&amp;(r=200),s.height=r):"link"===t.message&amp;&amp;(r=new URL(s.getAttribute("src")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&amp;&amp;n.host===r.host&amp;&amp;l.activeElement===s&amp;&amp;(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener("message",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener("DOMContentLoaded",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll("iframe.wp-embedded-content"),r=0;r&lt;s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute("data-secret"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+="#?secret="+t,e.setAttribute("data-secret",t)),e.contentWindow.postMessage({message:"ready",secret:t},"*")},!1)))}(window,document);
/* ]]&gt; */
&lt;/script&gt;</html><description>Sejarah FISH Lini Masa Sejarah Fakultas ilmu sosial dan hukum 1960an Dari Fakultas menuju Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pendirian Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tidak terlepas dari transformasi kehadiran UNJ sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Era 1960an merupakan titik awal perubahan yang menandai pendirian sebuah kampus pendidikan di Jakarta sebagai sentra pemerintahan negara. Metamorfosis kampus pendidikan ini dimulai dengan kehadiran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan &#x2013; Universitas Indonesia (FKIP-UI) pada 1961.&#xA0; Dinamika perpolitikan masa itu menuntut perubahan kelembagaan yang dilakukan dua tahun setelah FKIP UI berdiri. Pada 3 Januari 1963, Presiden Soekarno melalui Keppres Nomor 1/1963 menginstruksikan peleburan seluruh FKIP di Indonesia dengan Institut Pendidikan Guru (IPG) dalam sebuah lembaga baru yang dikenal sebagai Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Menindaklanjuti Keppres tersebut, Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) kala itu menerbitkan SK Nomor 55/1963. SK yang terbit pada 1 Mei 1963 ini menandai pendirian IKIP Jakarta, Bandung, Malang, dan Yogyakarta dibawah naungan PTIP. Melalui perubahan ini diharapkan, IKIP dapat menjadi mercusuar pendidikan dan kunci penyiapan guru berkualitas di Indonesia. Pada 16 Mei 1964, IKIP Jakarta diresmikan dengan Brigjen Latief Hendraningrat sebagai rektor pertama. Di awal pendiriannya, IKIP Jakarta memiliki lima fakultas, yang terdiri dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Keguruan Pengetahuan Sosial (FKPS), Fakultas Keguruan Sastra Seni (FKSS), dan Fakultas Keguruan Teknik (FKT). Dari peresmian berdirinya IKIP Jakarta, maka dimulailah perjalanan FISH yang saat itu bernama FKPS. Di paruh kedua era 1960an, FKPS IKIP berganti nama menjadi Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS). Kala itu, FKIS memiliki enam jurusan, yang terdiri dari Jurusan Sejarah, Jurusan Ilmu Bumi, Jurusan Ekonomi Koperasi, Jurusan Ekonomi Perubahan, Jurusan Administrasi, dan Jurusan Hukum. Dua tahun setelah perubahan nama ini ditetapkan, berdasarkan Sp. Dirjen Perti Nomor 276/1967 pada 30 Desember 1967FKIS IKIP Jakarta bersama dengan FKIS Bandung ditetapkan sebagai FKIS Pembina untuk FKIS seluruh Indonesia. 1970-1980an Dinamika Perubahan Otonomi Perubahan fundamental kembali terjadi pada tahun 1977, di mana otonomi fakultas digantikan oleh departemen. Struktur tata kelola yang semula desentralisasi berubah menjadi sentralisasi dengan departemen sebagai unit pengganti fakultas. Pergantian otonomi ini berlangsung di bawah pimpinan rektor Prof. Winarno yang menjabat antara 1975-1980. Sentralisasi ini memungkinkan kampus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan yang lebih komprehensif sebelum mahasiswa memilih studi. FKIS kemudian berganti nama menjadi Departemen Ilmu Sosial dengan enam jurusan yang ikut bertransformasi menjadi bidang studi. Adapun keenam bidang studi tersebut adalah Bidang Studi Sejarah, Bidang Studi Geografi, Bidang Studi Bisnis dan Vocasional, Bidang Studi Civic Hukum, Bidang Studi Ekonomi, dan Bidang Studi Pembangunan Masyarakat dan Luar Sekolah. Sentralisasi ini tidak berjalan lama. Tiga tahun setelah diinisasi, perubahan otoritas kembali terjadi. Terbitnya PP Nomor 5 tahun 1980 menetapkan kembalinya nama departemen menjadi fakultas. Rektor IKIP Jakarta merespon PP tersebut melalui surat nomor 84/SP/1981, yang menjadi dasar penetapan perubahan Departemen Ilmu Sosial menjadi Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial (FPIS). Bidang studi yang bernaung di bawah Departemen pun beralih ke identitas lamanya sebagai jurusan. Terdapat lima jurusan yang dipayungi oleh FPIS, yang terdiri dari Jurusan Sejarah, Jurusan Geografi, Jurusan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Moral Pancasila-Hukum, Jurusan Pembangunan Masyarakat dan Luar Sekolah (yang melebur ke dalam naungan Fakultas Ilmu Pendidikan sejak 1982). Pada tahun 1983, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan peraturan baru yang menetapkan nomenklatur baru bagi seluruh fakultas pada IKIP seluruh Indonesia. Menindaklanjuti hal tersebut, rektor IKIP menerbitkan SK Nomor 2091/SP/1985 tertanggal 30 Desember 1985 tentang pembenahan struktur organisasi, yang menandai transformasi FPIS menjadi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS). FPIPS pada masa itu, memiliki empat jurusan, yakni Jurusan Sejarah, Jurusan Geografi, Jurusan Ekonomi, dan Jurusan Pendidikan Moral Pancasila &#x2013; Kewarganegaraan (PMP&#x2013;KN). 1999 Berdirinya Universitas Negeri Jakarta Di bawah arahan Presiden BJ. Habibie, enam IKIP yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Makassar, dan Padang wilayah Indonesia berubah bentuk menjadi universitas. Perintah perubahan ini ditetapkan melalui Keppres Nomor 93/1999 tertanggal 4 Agustus 1999. IKIP Jakarta yang semula berbentuk institut, berbenah diri menjadi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tepat pada 31 Agustus 1999. Perubahan ini merepresentasikan langkah kemajuan sektor pendidikan yang semakin sigap menjadi bagian dari solusi problematika yang masyarakat hadapi.&#xA0; Perubahan identitas menjadi universitas memungkinkan perguruan tinggi meluaskan kontribusi dalam memecahkan berbagai persoalan. Perluasan mandat ini pun membuka peluang untuk dibukanya program studi non-kependidikan. UNJ pun mulai menyelenggarakan berbagai program studi non-kependidikan yang melatarbelakangi kebutuhan untuk peremajaan tata kelola dan perubahan nomenklatur fakultas. Di masa ini, FPIPS IKIP resmi bertransformasi menjadi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNJ, dengan Prof. Suriani sebagai dekan pertama FIS, dengan empat jurusan yang terdiri dari Jurusan Sejarah, Jurusan Geografi, Jurusan Ekonomi, dan Jurusan Pendidikan Moral Pancasila &#x2013; Kewarganegaraan (PMP&#x2013;KN). 2000-2020an Dinamika Perluasan Cabang Ilmu Pada tahun 2005, Jurusan Ekonomi berpisah dari FIS dan bergerak mandiri sebagai Fakultas Ekonomi. Untuk menghadirkan lebih banyak peluang keahlian bagi mahasiswa, FIS pun melakukan perluasan jurusan. Pada tahun yang sama di bawah kepemimpinan Prof. Achmad Husein, FIS melanjutkan kiprahnya dengan lima jurusan yang terdiri dari Jurusan Sejarah, Jurusan Geografi, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Jurusan Agama Islam, dan Jurusan Sosiologi.&#xA0; Perluasan cabang ilmu kembali dilakukan pada tahun 2010, saat FIS dipimpin oleh Prof. Komarudin. Pada masa ini, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) resmi dibuka. Dengan demikian, FIS memiliki total enam jurusan yakni Jurusan Sejarah, Jurusan Geografi, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Jurusan Agama Islam, Jurusan Sosiologi, dan Jurusan PIPS.&#xA0; Tujuh tahun kemudian, melalui SK Rektor UNJ Nomor 1714/SP/2017 tentang Perubahan Nama Program Studi di Lingkungan UNJ sebagai tindaklanjut Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 257/M/KPT tahun 2017 tentang nama program studi pada perguruan tinggi, UNJ melakukan perubahan identitas jurusan menjadi program studi (prodi). Dalam momentum yang sama, FIS UNJ di bawah kepemimpinan Prof. Muhammad Zid kembali melakukan perluasan cabang ilmu yang diwujudkan dengan pembukaan Prodi Ilmu Komunikasi. Dengan demikian, FIS UNJ menaungi total sebanyak 9 prodi, yang terdiri 7 prodi sarjana dan 2 prodi diploma. Adapun ketujuh prodi sarjana tersebut adalah Prodi S1 Sejarah, Prodi S1 Geografi, Prodi S1 Ilmu Sosial Politik, Prodi S1 Agama Islam, Prodi S1 Sosiologi, Prodi S1 PIPS, dan Prodi S1 Ilmu Komunikasi. Sementara dua program diploma yang dimaksud terdiri dari Prodi D3</description><thumbnail_url>https://fish.unj.ac.id/wp-content/uploads/2025/05/1-Dekan-Periode-1967-1971-an.-Drs.-Hamdan-Mansoer.png</thumbnail_url></oembed>
