Booth FISH UNJ di SNPPM 2026 Tampilkan Board Game Simulasi Sidang Hingga Buku Hasil Pengabdian

Booth FISH UNJ menampilkan hasil pengabdian masyarakat dalam SNPPM 2026
Booth FISH UNJ menampilkan hasil pengabdian masyarakat dalam SNPPM 2026, Rabu (30/9/2026). (Doc. FISHMed, 2026)

Jakarta, 30 September 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) menampilkan hasil pengabdian kepada masyarakat dari berbagai macam prodi dalam booth FISH di Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SNPPM) 2026. Kegiatan bertema “Membangun Masyarakat Berdaya Melalui Pengabdian Berdampak” ini digelar pada Rabu, 30 September 2026, di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika, Lantai 2, Kampus A UNJ.

SNPPM 2026 menjadi ruang berbagi hasil pengabdian sekaligus penguatan tata kelola pengabdian di lingkungan UNJ. Ketua Pelaksana SNPPM 2026, Dr. Iwan Setiawan, M.Pd., berharap kegiatan ini membawa manfaat luas.

“Kami berharap SNPPM 2026 tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., yang membuka acara melalui pemukulan gong, mengajak sivitas akademika memperkuat pengabdian.

“Mari kita lakukan pengabdian masyarakat, tidak hanya soal diseminasi, tetapi juga tata kelola sehingga dapat memberikan dampak yang nyata bagi kampus,” tegasnya.

Rangkaian acara diawali registrasi peserta pada pukul 08.30 WIB, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UNJ, doa, serta tarian pembukaan. Setelah sambutan para pimpinan, peserta mengikuti sesi foto bersama yang melibatkan unsur pimpinan universitas, mulai dari Majelis Wali Amanat, Senat Universitas, hingga para dekan dan direktur pascasarjana. Acara kemudian memutar video Desa Binaan UNJ sebagai gambaran hasil pengabdian kampus di tengah masyarakat. Pada sesi utama, dua narasumber memaparkan materi, yaitu Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D. dan Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi., M.Si., Ph.D. Sesi ini dilanjutkan dengan tanya jawab serta penyerahan cinderamata kepada narasumber dan mitra sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin.

Di booth FISH, pengunjung dapat melihat langsung karya pengabdian dari tiga program studi. Program Studi PPKn menghadirkan board game simulasi sidang yang mengajak peserta memahami alur dan peran dalam proses persidangan lewat permainan, sehingga materi hukum terasa lebih dekat dan mudah dipelajari. Program Studi Pendidikan Geografi menampilkan batuan untuk praktik pembelajaran yang dapat dilihat dan dipegang langsung oleh pengunjung. Sementara itu, Program Studi Ilmu Komunikasi memaparkan hasil pengabdiannya melalui banner yang memuat rangkaian kegiatan bersama masyarakat.

Kunjungan Prof. Iwan Sugihartono, Prof. I Ketut Adnyana, dan Prof. Achmad Husen ke booth FISH UNJ
Kunjungan Prof. Dr. Iwan Sugihartono, M.Si., Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., dan Prof. Dr. Achmad Husen, M.Pd. ke booth FISH UNJ dalam SNPPM 2026, Rabu (30/9/2026). (Doc. FISHMed, 2026)

Setelah sesi pleno, SNPPM 2026 berlanjut dengan persembahan seni, pengarahan peserta, dan ISHOMA. Pada pukul 12.40 hingga 16.00 WIB, peserta mengikuti sesi paralel di dalam ruangan yang dipandu panitia dan moderator, sebelum acara resmi ditutup. Di tengah padatnya agenda tersebut, booth FISH menjadi salah satu titik yang menarik perhatian peserta karena menampilkan karya pengabdian yang bisa dilihat, dicoba, dan dibaca langsung.

Fella Defilla, S.H., M.H. menjelaskan Board Game Simulasi Sidang dari Prodi PPKn FISH UNJ
Fella Defilla, S.H., M.H. menjelaskan Board Game Simulasi Sidang sebagai salah satu Media dan Teknologi Pembelajaran dari Prodi PPKn FISH UNJ dalam SNPPM 2026, Rabu (30/9/2026). (Doc. FISHMed, 2026)

Melalui keikutsertaan dalam SNPPM 2026, FISH UNJ membawa hasil pengabdian kepada masyarakat ke dalam bentuk yang dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan di lapangan selesai. Media belajar, karya visual, dan buku yang ditampilkan di booth menjadi sarana untuk menyebarluaskan kembali pengetahuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa, maupun pendidik. Pengemasan tersebut juga membuat materi pembelajaran lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk materi yang mengenalkan proses hukum dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Proses pengembangan luaran tersebut melibatkan masyarakat dan mitra sehingga pengetahuan yang dihasilkan tidak berhenti di lingkungan perguruan tinggi. Hasil kolaborasi kemudian dapat digunakan kembali dalam konteks pembelajaran maupun kebutuhan masyarakat, sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan media belajar yang mudah diakses dan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui pengenalan pengetahuan hukum kepada masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak dalam proses tersebut turut mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) sekaligus berkaitan dengan IKU 5 melalui lahirnya luaran kolaboratif. Ke depan, karya-karya pengabdian ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar pemanfaatannya menjangkau lebih banyak masyarakat.

Penulis: JRPS, BMF TIM FISH MEDIA CENTER 2026

Share this article

© 2025 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum – Universitas Negeri Jakarta